Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Salah satu tahap audit ialah perencanaan (audit planning). Tujuan audit planning
ialah untuk menentukan pada area mana, bagaimana, kapan serta oleh siapa
(anggota tim yang mana) audit akan dilakukan. Langkah penting dalam audit
planning mengidentifikasikan faktor risiko. Auditor harus menilai faktor risiko
inheren, misalnya sistem online, network, database, dan teknologi canggih
lainnya memiliki risiko lebih besar daripada batch processing system (apalagi
dibandingkan sistem manual). Auditor harus meneliti resiko potensial dengan
melakukan review awal general controls, menilai kelemahan pengendalian dan
mengevaluasi apakah pengendalian tersebut dijalankan. Tujuan analisis resiko ini
untuk membantu auditor agar lebih fokus audit pada area yang faktor risikonya
besar. Untuk itu auditor menyiapkan rencana kerja audit (audit program)
mengenai batas, jadwal, dan prosedur untuk mencapai sasaran audit. Setelah
audit program disusun dan team auditor telah dibentuk, selanjutnya para
anggota team harus melakukan pengenalan terhadap sistem yang akan diaudit.
I.2 Tujuan
Program audit internal merupakan pedoman bagi auditor dan merupakan satu
kesatuan dengan supervisi audit dalam pengambilan langkah-langkah audit
tertentu. Langkah-langkah audit dirancang untuk (1) mengumpulkan bahan bukti
audit dan (2) untuk memungkinkan auditor internal mengemukakan pendapat
mengenai efisiensi, keekonomisan, dan efektivitas aktivitas yang akan diperiksa.
Program tersebut berisi arahan-arahan pemeriksaan dan evaluasi informasi yang
dibutuhkan untuk memenuhi tujuan-tujuan audit dalam ruang lingkup
penugasan audit.
I.3 Rumusan Masalah
Program Audit. Pedoman dan sarana self control. Menjelaskan apa yang
dimaksud dengan program audit, kapan harus disiapkan, bagaimana
penyiapannya dan siapa yang menyiapkan. Manfaat-manfaat program audit yang
tepat. Kapan menyiapkan program. Tanggung jawab auditor internal. Penekanan
pada risiko, kontrol, standar. Ruang lingkup audit-dari audit ketaatan hingga
audit efektivitas. Mendefinisikan keekonomisan, efisiensi, dan efektivitas. Tujuan
dan prosedur-prosedur audit.perbandingan dengan tujuan dan prosedur
operasional. Contoh-contoh berbagai prosedur audit. Bagaimana menyiapkan
program audit. Menggunakan latar belakangg informasi yang diperoleh selama
survei pendahuluan. Mengidentifikasi tujuan, risiko, dan kontrol.program audit
sebagai alat mempertahankan diri bagi auditor. Contoh-contoh program audit
pembelian dan pemasaran. Program audit kompherensif: bagian pembelian dan
pemasaran. Contoh program pro forma: kotak penyimpanan yang aman.
Ambiguitas dalam bahasa program. Penugasan staf untuk audit berskala kecil.
Pedoman penyusunan program audit. Kriteria-kriteria program audit.

BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Kapan Sebaiknya Menyiapkan Program Audit

Auditor internal harus menyiapkan program audit segera setelah survei


pendahuluan.Program yang terlambat disusun bisa memiliki kesenjangan dan
tidak memadai serta tidak bisa menetapkan prioritas yang tepat.Namun program
audit yang di siapkan dengan baik pun bisa saja tidak memuat hal hal penting
yang tidak disadari auditor sampai mereka kemudian melakukan pekerjaan
lapangan.Jadi, semua program audi harus dianggap tentatif sampai audit
diselesaikan.

Program pro forma,yang digunakan pada audit berulang atas operasi yang sama,
kadang-kadang berkembang selama periode beberapa tahun dan lambat laun
diakomodasikan kemasalah yang dihadapi dalam pekerjaan lapangan.Program
tersebut harus cukup fleksible untuk mengakomodasi perubahan atau situasi-
situasi tidak bisa.

Program-program pro forma baru yang dimaksudkan untuk digunakan di banyak


lokasi harus disiapkan terlebih dahulu sehingga tersedia waktu untuk Menghapus
kesalahan, tuntutan yang tidak wajar,dan langkah-langkah yang tidak
perlu.Program pro forma harus diuji coba untuk menghindari kebingungan.Uji
coba tersebut memungkinkan terdeteksi kekurangan yang ada sejak awal dan
bisa diperbaiki sebelum program digunakan secara luas.
Beberapa perusahaan tengah mengembangkan perangkat lunak komputer berisi
program audit sebagai hasil langsung dari penentuan resiko (risk assessment)
mereka. Program-program ini didasarkan pada pengalaman lampau, masukan
dari manajemen,dan pertimbangan audit di suatu waktu.
II.2 TANGGUNG JAWAB AUDIT
Auditor internal harus bertanggung jawab untuk merencanakan penugasan
audit. Perencanaan harus didokumentasikan dan harus mencakup :
1. Penetapan tujuan audit dan lingkup kerja.
2. Perolehan latar belakang informasi tentang aktivitas yang akan diaudit.
3. Penentuan sumber daya yang diperlukan untuk melakukan audit.
4. Komunikasi dengan orang-orang yang perlu mengetahui audit yang akan
dilakukan.
5. Pelaksanaan,jika layak,survei lapangan untuk mengenal lebih dekat aktivitas
dan kontrol yang akan diaudit,untuk mengindentifikasi hal-hal yang akan
ditekankan dalam audit,dan untuk mengundang komentar dan saran dari klien.
6. Penulisan program audit
7. Penentuan bagaimana,kapan,dan kepada siapa hasil audit akan
dikomunikasikan.
8. Perolehan pengesahan rencana kerja audit.

II.3 LINGKUP AUDIT


Program audit harus menunjukkan lingkup pekerjaan audit. Program tersebut
harus memperjelas hal-hal apa yang akan tercakup dalam audit dan yang tidak.
Tujuanaudit seharusnya menuntun lingkup pekerjaan. Menurut Standar auditor
internal yang profesional bertanggung jawab untuk memeriksa
dan mengevaluas iefektivitas sistem kontrol internal organisasi dan kualitas
kinerja dalam pelaksanaan tanggung jawab yang diemban. Tujuan-tujuan utama
dari system kontrol internal ini adalah untuk memastikan :
1. Keandalan dan integritas informasi.
2. Ketaatan dengan kebijakan, rencana, prosedur,hukum, dan regulasi.
3. Pengamanan aktiva.
4. Penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien.
5. Pencapaian tujuan dan sasaran yang di tetapkan untuk operasi dan program.
Audit internal yang komprehensif dan tidak dibatasi bisa memiliki semua tujuan
ini ;yang pasti auditor internal harus menyiapkan program audit mereka dengan
tanggung jawab ini dalam pikiran mereka. Namun mereka seharusnya tidak
mengabaikan kewenangan audit yang diberikan kepada mereka oleh para
atasannya.Lingkup audit tidak boleh melebihi kewenangan yang diberikan
manajemen seniorkepada auditor.

II.4 Mendefinisikan Ekonomis,Efisiensi,Dan Efektivitas


Istilah-istilah ekonomis,efisiensi,danefektivitas sering di gunakan bergantian,
meskipun terdapat beda tipis pada istilah-istilah tersebut.
Ekonomis (economy) sering digunakan untuk mengartikan penghematan, tetapi
sebenarnya artinya lebih dari itu. Implikasi utamanya adalah adanya
manajemen yang berhati-hati atau gunakan hingga mendapatkan keuntungan
terbaik tanpa ada sisa makna yang juga bisa diterapkan untuk efisiensi. Istilah
tersebut lebih luas diterapkan dibandingkan istilah berhemat, yang hanya
mengacu pada seseorang atau pengeluarannya.
Efisiensi (efficiency) berarti meminimalkan kerugian atau penghamburan tenaga
ketika memberikan dampak, menghasilkan, atau memfungsikan. Bila mengacu
keseseorang, istilah efisien berarti menggunakan keahlian, tahan menderita, dan
tetap waspada.Kadang kala menjadi sinonim dengan istilah cakap dan kompeten.
Dalam beberapa kasus istilah efisien (efficient) dapat diterapkan ke orang atau
operasi yang kompeten dan cakap memproduksi hasil yang diinginkan dengan
upaya minimum. Di saat yang sama, Webster mendefinisikan operasi yang efisien
sebagai, operasi yang diukur dari perbandingan hasil-hasil aktual dengan tenaga
yang dihabiskan untuk mencapai hasil-hasil tersebut.
Efektivitas (effectiveness) menekankan hasil aktual dari dampak atau kekuatan
untuk menghasilkan dampak tertentu. Sesuatu bisa jadi efektif tetapi tidak
efisien atau ekonomis. Program untuk membuat sistem menjadi lebih efisien
atau ekonomis juga bisa menjadi lebih efektif.

II.5 TUJUAN DAN PROSEDUR


Tujuan (objective) adalah apa yang ingin dicapai
seseorang. Prosedur (procedure) adalah teknik-teknik yang diterapkan untuk
mencapai tujuan. Auditor internal memiliki seperangkat tujuan dan prosedur
yang berbeda dalam pekerjaan mereka. Tercakup didalamnya tujuan dan
prosedur operasi serta tujuan dan prosedur audit.

Tujuan dan Prosedur Operasi


Tujuan operasi (Tujuan dan Prosedur Audit operating objective) adalah akhir
yang akan dicapai oleh manajer operasi dan karyawan-karyawannya. Salah satu
tujuan operasi untuk aktivitas pembelian adalah membeli barang dan jasa yang
tepat, pada harga yang tepat,pada waktu yang tepat,dan pada kualitas yang
tepat. Setiap tujuan ini dicapai melalui prosedur-prosedur atau teknik-teknik.
Misalnya, salah satu prosedur yang digunakan untuk memastikan dibelinya
barang yang tepat adalah digunakannya pesanan pembelian dari departemen
pemesan yang menjelaskan dengan tepat barang yang akan dibeli.
Auditor internal tidak mampu mengevaluasi sebuah operasi jika mereka tidak
sepenuhnya memahamihal yang diharapkan untuk dicapai dari operasi tersebut
yaitu tujuan-tujuannya.Oleh karena itu, semua program audit harus
mengindentifikasi tujuan operasi yang pencapaiannya akan dievaluasi oleh
auditor.
Tujuan audit dapat bersifat umum, bisa juga khusus. Tujuan utama audit
diupayakan tercapai dalam semua penugasan dan dituntun oleh lingkup audit
yang diberikan manajemen dan dewan komisaris ke kepala bagian audit.
Misalnya, auditor internal mungkin dibatasi hanya pada masalah-masalah
akuntansi dan keuangan. Dalam kasus ini tujuan umum audit mereka mungkin
diarahkan hanya untuk menentukan kendala dan integritas informasi keuangan;
ketaatan dengan kebijakan, rencana, prosedur, hukum, dan regulasi dan
pengamanan aktiva.
Namun jika lingkup audit mereka komprehensif, maka tujuan umum auditnya
akan mencakup juga penelaahan laporan operasi di samping evaluasi
penggunaan sumber daya yang ekonomis dan efisien serta pencapaian tujuan
dan sasaran yang ditetapkan untukop
Tujuan khusus audit terkait dengan tujuan operasi. Misalnya,jika tujuan
pembelian adalah membeli barang yang tepat,maka tujuan auditnya adalah
menentukan apakah sistem yang dirancang untuk melihat apakah tujuan operasi
telah dicapai dan apakahbarang yang tepat memang telah di beli.
Prosedur-prosedur audit (audit procedures) adalah teknik-teknik yang di
terapkan auditor untuk menentukan apakah tujuan operasi telah dicapai.Sebagai
contoh, program audit akan berisi pemeriksaan auditor atas sempel pesanan
pembelian dan melihat apakah pesanan tersebut dilengkapi dengan permintaan
pembelian.
Periklanan. Periklanan biasanya berhubungan dengan agensi periklanan. Agensi
tersebut normalnya akan menagih biaya yang terjadi ditambah komisi
berdasarkan biaya tersebut. Keyakinan terbaik yang dimiliki auditor untuk
menentukan apakah apakah biaya-biaya tersebutdicatat dan jumlahnya wajar.
Tujuan audit adalah dengan cara mengaudit catatan dan prosedur operasi yang
dimiliki agensi. Prosedur operasi lainnya seperti pembuatan anggaran
iklan,pemilihan media yang tepat, atau penetapan control keuangan untuk
agensi tersebut jelas berada diluar lingkup audit.
Pelepasan aktiva.Dalam audit kontrol atas aktiva-aktiva yang dilepas, auditor
umumnya tidakbisa menentukan sendiri apakah pelepasan aktiva telah dilakukan
dengan layak.Hanya dengan menelaah persetujuan tertulis yang diberikan orang
yang bertanggung jawab atas pelepasan tersebut, sesuai dengan prosedur
yangditetapkan atau menentukan apakah pelepasan mengikuti prosedur yang
ditetapkanakan memenuhi tujuan audit.
Kontribusi Medis Karyawan.Salah satu tujuan audit bisa berupa penentuan
validitas pengurangan gaji karyawan untuk kontribusi opsi asuransi kesehatan.
Apakah kontribusi karyawan bisa menutupi biaya opsi merupakan pertanyaan
yang bagus, tetapi tidak relevandengan tujuan audit. Prosedur audit untuk
menentukan apakah pengurangan gaji didukung formulir otorisasi tertulis
merupakan prosedur yang cepat dan relevan.
Perlindungan lingkungan dan alat tanda bahaya.Seorang auditor internal ingin
menentukan apakah alat tersebut dipasang dan beroperasi dengan layak.
Prosedur audit yang mungkin menarik, tetapi tidak relevan, adalah memeriksa
dokumen spesifikasi alat tanda bahaya dari arsistek,memeriksa faktur
pembayaran alat tersebut, atau melakukan tanya jawab denganpegawai
keamanan pabrik. Satu-satunya prosedur yang akan memberikan
keyakinan tentang pemasangan dan operasi alat tersebut adalah pengamatan
penempatan alat dan melakukan uji langsung.
Persediaan.Tujuan auditnya adalah menentukan apakah persediaan dalam
jumlah yang signifikasi telah disajikan dengan benar. Beberapa prosedur audit
mungkin relevan tetapi tidakefektif, seperti mendapatkan pernyataan dari
manajemen,atau membuat bagan alir siklus persediaan,atau melakukan
wawancara dengan karyawan. Prosedur yangefektif adalah melakukan atau
menelaah persediaan fisik dan mendapatkanpenilaian dari ahli.
Pembelian tanah.Tujuan auditnya adalah untuk memverifikasi kepemilikan legal
atas tanah yangakan di beli. Pemeriksaan atas akta kepemilikan merupakan
prosedur yang menarik tetapi tidak menyeluruh karena dokumen-dokumen
tersebut mungkin sudah di ganti.Cara yang lebih meyakinkan untuk menentukan
kepemilikan sah tanah tersebut adalah dengan memeriksa catatan terbaru atas
tanah di kantor pengadilan lokal.
Aktivitas nonprofit.Banyak tujuan audit yang bisa diterapkan untuk audit atas
organisasi nonprofit(nirlaba). Audit berorientasi manajemen akan menentukan
apakah aktivitas sesuaidengan tujuan yang ditetapkan.Jadi prosedur tepat untuk
hal ini adalah menentukan misi organisasi,standar apa yang telah ditetapkan
untuk mengukurkinerja guna pencapaian misi tersebut, dan seberapa jauh
standar telah dicapai.
Utang. Misalkan sedang dilakukan audit untuk kemungkinan kelebihan
pembayaran utang. Berdasarkan sistem yang ada,pembayaran dilakukan
berdasarkan perbandingan dokemen pembelian, penerimaan, dan penagihan.
Kadang-kadang terjadi pembayaran persial.Membandingkan catatan setiap
pembayaran akan menyulitkan. Lebih produktif untuk menghindari kelebihan
pembayaran. Akhirnya, prosedur yang tepat adalah mengambil sampel
dan membandingkan jumlah yang dibayar dengan batas pesanan pembelian.
Memeriksa mulai dari pesanan pembelian, laporan penerimaan, atau faktur
bukanlah prosedur audit yang menyeluruh.
Gaji. Misalkan tujuan audit adalah memverifikasi pembebanan biaya gaji ke
akun-akun tertentu. Banyak prosedur audit yang bisa diterapkan dalam audit
gaji,tetapi tidak relevan dengan tujuan yang ditetapkan. Misalnya, tidaklah
relevan untuk merekonsiliasitotal biaya gaji dengan pembebanannya memeriksa
kartu waktu kerja untuk melihat apakah ada persetujuan supervisor, atau
membandingkan pembebanan biaya gaji dengan jam standar.
Penetapan harga.Untuk menentukan apakah terjadi ketidaktepatan dalam
variasi tingkat keuntungan yang diterapkan pada produk di antara masing-
masing pelanggan,prosedur yangtepat untuk itu adalah menentukjan bahwa
semua harga ditetapkan dengan objektif dan diikuti.Analisis biaya tidak akan
efektif dalam kasus ini.
Produksi. Tujuan auditnya adalah untuk membantu manajemen dalam
mengevaluasi efektivitas dan efisiensi proses produksi. Prosedur yang tepat
untuk tujuan ini adalah membandingkanbiaya aktual dengan biaya standard.
Pembelian. Tujuan auditnya adalah untuk menentukan apakah suatu organisasi
kelebihan membeli bahan mentah. Mencari apakah ada standar yang ditetapkan
untuk kualitas,kuantitas, dan sumber bahan mentah tidak akan menjawab
kelebihan bahan mentah. Yang harus diperhatikan untuk kasus ini adalah
menentukan apakah anggaran produksi, pesanan kerja, tingkat persediaan
standar, dan jumlah pesanan ekonomis telah dikaitkan dan digunakan untuk
menentukan jumlah yang akan dibeli. Analisis akun surplus juga dapat
membantu.
Kualitas.Jika seorang auditor ingin mengetahui apakah dan mengapa terjadi
penolakan atas produk yang dijual,prosedur audit yang tepat adalah
mengevaluasi sejauh mana departemenpenjualan telah mengomunikasikan
pengembalian produk ke departemen produksi.Analisis akun barang sisa dan
akumulasinya juga dapat membantu. Mencari datavolume penjualan atau
peringkat kredit pelanggan jelas tidak relevan. Tujuanaudit yang bisa di terapkan
untuk kasus ini adalah mengevaluasi kelayakan standar kontrol mutu.
Aktiva yang disewakan. Dalam audit atas organisasi yang memiliki, merawat, dan
mengoperasikan aktiva yang disewakan, tujuan auditnya adalah menentukan
kelayakan bebanperawatan. Prosedur audit yang tepat adalah menelusuri jurnal-
jurnal tertentudalam akun beban pemeliharaan ke pesanan kerja yang berkaitan.
Penelitian dan pengembangan. Proyek penelitian dan pengembangan harus
direncanakan seperti halnya proyek-proyek lainnya. Rencana tersebut hendaknya
mencakup standar pengukuran kinerja.Tanpa standar yang tepat dan dapat di
kuantifikasi, manajemen tidak memiliki tolak ukur untuk mengukur hasil-hasil
penelitian dan pengembangan.
Penjualan. Salah satu tujuan audit untuk penjualan adalah menentukan apakah
komisi penjualanterlalu besar. Prosedur terbaik untuk menentukan akurasi
beban komisi tercatat untuk setiap tenaga penjualan adalah dengan menghitung
ulang sampel kondisi penjualan. Prosedur-prosedur lainnya seperti menghitung
rasio komisi,menggunakan prosedur analitis, atau menilai keseluruhan
kewajarannya, akan tidak bermanfaat untuk tujuan audit tersebut.
Pendapatan pajak untuk pemerintah. Tujuan auditnya adalah menentukan
apakah para pembayar pajak sudah tepat dalam melaporkan pajak penjualan
mereka. Dari berbagai pilihan yang tersedia bagi auditor internal, prosedur yang
paling mungkin dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah pemeriksaan
langsung ke beberapa pembayaran pajak. Prosedur lain yang bisa dilakukan
adalah menguji perhitungan beberapa restitusi pajak penjualan.
II.6 Menyiapkan Program Audit
Latar Belakang informasi
Latar belakang informasi yang diperoleh selama survey pendahuluan akan
membantu mengarahkan cakupan audit yang direncanakan. Setiap operasi yang
luas dengan banyak keterkaitan dan proses dapat menghabiskan waktu audit jika
auditor memutuskan untuk memeriksa setiap aktivitas yang dilakukan. Tetapi
program yang efektif dan ekonomis memfokuskan pada hal-hal yang menarik
perhatian.
Disaat yang sama, auditor internal harus menaati tanggung jawab profesional
mereka dalam memutuskan apa yang akan diaudit dan yang tidak. Auditor
internal tidak bisa dibebankan tanggung jawab untuk mencegah kekurangan,
pelanggaran, atau kesalahan. Hal ini merupakan tanggung jawab manajemen.
Auditor internal bertanggung jawab untuk mengidentifikasi masalah-masalah
yang memungkinkan atau mendorong terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Jika terjadi kecurangan atau pelanggaran, auditor internal hanya memiliki satu
alasan: metode dan prosedur mereka sudah dilakukan dengan profesional dan
telah dipertimbangkan untuk mengidentifikasi dan mengetahui risiko-risiko
perusahaan. Dan inilah salah satu fungsi program audit internal yang profesional:
untuk menunjukkan bahwa program tersebut efektif hanya menekannkan pada
hal-hal yang signifikan; dan untuk memberikan bukti bahwa risiko dan kontrol
yang signifikan telah diidentifikasi dan di evaluasi.
Beberapa contoh akan membantu menjelaskan pendekatan ini dangan lebih jelas
disertai uraian tertulis. Mari kita lihat bagaimana pendekatan analitis untuk
tujuan, risiko, kontrol diterapkan ke fungsi-fungsi pembelian dan pemasaran.
a. Program audit Pembelian
tujuan-tujuan manajemen operasi pembelian yang paling umum berlaku adalah
mendapatkan barang atau jasa yang tepat:
1. Dengan harga yang tepat
2. Dengan waktu yang tepat
3. Dengan kuantitas yang tepat
4. Dari pemasok yang tepat
Risiko-risiko administratif yang bisa ditemukan dalam survey pendahuluan
adalah:
- Bagan organisasi departemen pembelian tidak disiapkan. (bisa mengakibatkan
kebingungan dalam hal siapa yang bertanggung jawab untuk membeli barang
atau jasa tertentu)
- Kurangnya arahan yang mencakup wewenang dan tanggung jawab departemen
pembelian. (organisasi-organisasi lainnya[unit-unit lini] bisa dibebani wewenang
untuk berhubungan langsung dengan pemasok)
- Kurangnya petunjuk operasi departemen pembelian. (karyawan bisa bertindak
sesuai keinginannya, tidak berdasarkan cara yang konsisten dan disetujui).
- Tidak ada prosedur yang mengatur wewenang untuk menandatangani
penerimaan barang dan jasa. (pesanan bisa dikeluarkan untuk kepentingan
sendiri atau untuk membeli barang yang salah atau jumlah yang tidak tepat).

b. Program audit Pemasaran


Beberapa tujuan penting organisasi pemasaran adalah
1. Menentukan potensi pasar untuk barang dan jasa organisasi (riset pasar)
2. Menyebabkan informasi, mengembangkan perilaku yang ramah pelanggan, dan
mendorong tindakan yang bermanfaat bagi organisasi (periklanan)
3. Mendorong distributor memberikan perhatian lebih ke penjualan produk
organisasi dan membujuk pelanggan membeli produk-produk tersebut (promosi
penjualan)

c. Program Audit yang Kompherensif


Dalam beberapa kondisi, auditor internal mungkin ingin melakukan audit
kompherensif atas suatu operasi. Mungkin audit pertama kali untuk operasi
membutuhkan audit untuk semua aktivitas, baik yang berisiko tinggi ataupun
tidak. Atau auditor mungkin ingin mendokumentasikan keseluruhan sistem untuk
menenntukan kesesuaiannya dengan ketentuan kontrol akuntansi internal
dari U.S.Foreign Corrupt Practices Act 1977 atau aturan lainnya yang telah
ditetapkan. Program audit sesuai kondisi mungkin masih yang terbaik, tetapi
fokusnya adalah pada kontrol karena risiko tidak menjadi dsar utama untuk
menentukan luas dan pendekatan audit.

d. Program Pro Forma


Program Pro Forma sangat penting dan berguna jika audit akan dilaksanakan
oleh auditor-auditor yang kurang berpengalaman yang pekerjaanya harus
diawasi. Program tersebut juga bermanfaat jika :
1. Jenis audit yang sama akan dilakukan di sejumlag lokasi yang berbeda
2. Informasi yang bisa dibandingkan diperlukan untuk setiap loaksi
3. Laporan serupa atau laporan konsolidasi akan dikeluarkan
4. Operasi yang audit relatif serupa
Program tersebut berfokus pada verifikasi rinci dan juga memberikan auditor
latar belakang informasi yang menunjukan tujuan-tujuan operasi dan sistem
kontrol. Program tersebut sangat bermanfaat dan membantu auditor serta
mampu menghasilkan semua informasi yang diperlukan untuk evaluasi
komprehensif dari aktivitas yang diperiksa.

Ambiguitas
Informasi yang tepat akan menghasilkan informasi audit yang tepat pula. Kata-
kata seperti memadai, mencukupi, dan menyeluruh memiliki arti berbeda bagi
orang yang berbeda. Meminta auditor untuk menentukan apakah persaingan
yang memadai memang terjadi tidak berarti apa-apa dan mengundang respons
yang berbeda dari auditor yang berbeda.
Daripada membuat prosedur umum yang ambigu tentang sistem penggajian
yang memadai, program tersebut membutuhkan langkah-langkah khusus
berikut:
- Tentukan apakah pembayaran ke karyawan sesuai dengan kartu waktu yang
sudah disetujui.
- Tentukan apakah karyawan dibayar dalam jumlah yang benar
- Tentukan apakah total gaji dan upah dibayar sesuai dengan pembebanan biaya
tenaga kerja langsung dan tidak langsung ke kontrak dan akun yang tepat
Kebanyakan auditor akan langsung memahami langkah-langkah program
tersebut tanpa membutuhkan instruksi lanjutan, dan mereka masih akan
memiliki banyak keleluasaan untuk memutuskan tujuan-tujuan program audit ini.
Ambiguitas (ambiguities) akan berkurang bila aktivitas audit internal menerapkan
makna seragam untuk berbagai istilah yang digunakan dalam program audit.
Berikut ini beberapa definisi yang dapat membantu menghilangkan kebingungan
dan menjembatani pembuat program dengan staf audit.
- Menganalisis = memecah menjadi bagian-bagian penting dan menentukan
sifatnya
- Mengecek = mebandingkan atau menghitung ulang, sesuai keperluan, untuk
mengetahui akurasi atau kewajarannya
- Mengonfirmasi = membuktikan kebenaran atau akurasi, biasanya melalui tanya
jawab tertulis atau melalui inspeksi
- Mengevaluasi = mencapai kesimpulan mengenai kelayakan, efektivitas, atau
kegunaan
- Memeriksa = melihat lebih dekat dan berhati-hati dengan tujuan mencapai
akuarasi, kelayakan, dan opini yang sesuai.
- Menginspeksi = memeriksa secara fisik
- Menginvestigasi = memastikan fakta kondisi-kondisi yang dicurigai atau yang
dituduhkan
- Menelaah = mempelajari secara kritis
- Memeriksa cepat = mempelajari cepat dengan tujuan menguji kecenderungan
umum, mengetahui penyimpangan yang muncul, hal-hal yang tidak biasa, atau
kondisi-kondisi lain yang membutuhkan studi lanjut.
- Membuktikan = mencari bukti yang meyakinkan
- Menguji = memeriksa sampel yang represntatif dengan tujuan mencapai
kesimpulan mengenai poulasinya.
- Memverifikasi = menetapkan akurasi

Hubungan Program dengan Laporan Audit Akhir


Langkah-langkah audit bisa jadi sia-sia jika menghasilkan informasi yang tidak
akan dilaporkan.Laporan audit akhir bahkan mulai bisa dipikirkan sejak tahap
penyusunan program audit.beberapa organisasi malah membuat kerangka
laporan standar dalam bentuk ringkas untuk menunjukkan hal-hal yang akan
dicakup dalam laporan akhir. Hal ini memberikan disiplin yang bermanfaat dan
semacam arahan saat melakukan penelaahan dan menghilangkan pekerjaan
audit yang tidak perlu.Walaupun tidak ada kerangka yang disiapkan, auditor
tetap harus memikirkan struktur umum laporan dan lingkup audit yang
direncanakan. Keekonomisan dan efisiensi juga hal-hal yang diharapkan dalam
audit internal.
Beberapa auditor intenal merasa efisien dan akan sangat membantu bila bagian-
bagian dari laporan audit mereka ditulis sesuai kemajuan audit. Dalam
penugasan audit berskala besar, laporan kemajuan memberikan informasi awal
bagi klien dan membuat penyusunan laporan audit akhir lebih mudah. Dan jika
laporan audit tetap dipikirkan saat program ditulis, format program itus endiri
akan membuat kerangka laporan resmi lebih mudah disiapkan.

Mekanisme Program
Program audit harus mencakup estimasi waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan setiap segmen audit. Estimasi ini memang merupakan estimasi awal,
tetapi membantu penanggung jawab audit dan supervisor audit mengontrol dan
menelaah kemajuan kerja. Estimasi juga membantu menentukan berapa staf
yang harus ditugaskan untuk audit guna menyelesaikan pekerjaan dalam waktu
yang wajar.
Penyesuaian-penyesuaian terhadap stimasi mungkin diperlukan, sesuai
kemajuan audit, jika keadaan berbeda dari yang diantisipasi.
Supervisor atau manajer audit harus menyetujui semua program audit.mereka
juga harus menyetujui semua perubahan signifikan.program audit cenderung
mengalami evolusi. Jarang sekali terjadi pembuat program audit bisa
mengantisipasi setiap keadaan atau kondisi yang akan dihadapi selama audit.
Dalam praktiknya, audit terus berkembang sejak program awal. Program audit
seharusnya diperbarui secara periodik sesuai kemajuan audit. Program audit
harus mendokumentasikan kemajuan pekerjaan audit.

Penugasan Staf untuk Audit Berskala Kecil


Staf audit yang terdiri atas satu atau dua auditor mungkin merasa kebertan
untuk menyiapkan program audit. Namun hal ini tidaklah beralasan.
Sebuah laporan audit biasanya ditulis oleh satu orang. Seorang penulis laporan
yang baik menyiapkan kerangka sebelum menulis laporan. Kerangka tersebut
merupakan program untuk laporan tertulis.
Disamping itu, organisasi yang kecil sekali pun menginginkan auditor eksternal
memanfaatkan hasil pekerjaan auditor internal mereka guna mengurangi biaya
audit internal. Namun auditor ekstrenal tidak cukupmenghargai auditor internal
yang pekerjaan auditnya tidak terprogram dan lingkup serta tujuan auditnya
tidak didefinisikan dengan baik.
Memang, sebuah program audit yang telah disiapkan oleh audit internal yang
juga akan melakukannya sendiri tidak perlu serinci program yang dibuat untuk
auditor junior. Tetapi tetap harus memuat tujuan operasi yang diaudit dan
prosedur audit yang akan dilakukan.

III.7 PEDOMAN PENYIAPAN PROGRAM AUDIT


Pedoman penyiapan program akan mempertimbangkan hasil-hasil dari langkah-
langkah yangdilakukan selama survey. Berikut ini beberapa pedoman untuk
melaksanakan langkah-langkah tersebut dan alasan-alasannya
Pedoman Alasan

Telaah laporan, program audit dan untuk mendapatkan latar belakang dan
kertas kerja, serta dokumen- menentukan apakah hasil-hasil
dokumen lainnya dari audit penelaahan sebelumnya untuk
terdahulu, dan buat daftar memutuskan lingkup audit sekarang
masalah-masalah yang dengan lebih baik.
membutuhkan tindakan perbaikan

Lakukan survey pendahuluan Untuk menentukan tujuan aktivitas


yang akan diperiksa, risiko-risiko yang
aktual/potensial, dan sistem kontrol
yang ada

Telaah kebijakan dan prosedur untuk menentukan hal-hal yang bisa


fungsi yang telah diaudit, manual diukur dan dinilai, dan apakah fungsi
operasinya, bagan wewenang, tersebut beroperasi sesuai dengan
tujuan dan sasaran jangka panjang keinginan manajemen
dan jangka pendek

Siapkan bagan alir operasi-operasi untuk mengidentifikasikan kelemahan


kunci dari fungsi yang diaudit kontrol dan mendapatkan analisis
visual aliran transaksi
Telaah standar kinerja yang telah untuk memperoleh tolok ukur
ditetapkan oleh manajemen, dan
jika mungkin, dibandingkan dengan
standar industri

Tanya jawab dengan klien dan untuk mendapatkan kesepakatan dari


diskusikan lingkup audit dan tujuan klien dan untuk menghindari salah
yang ingin dicapai auditor paham mengenai tujuan dan lingkup
audit
Siapkan anggaran yang merinci untuk membuat estimasi jumlah
sumber daya yang dibutuhkan auditor dan waktu yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan penugasan guna memastikan efisiensi proses audit
audit

Wawancara dengan karyawan untuk memahami operasi dan efisiensi


kunci yang memiliki keterkaitan serta efektivitas operasi dan
dengan fungsi audit mengidentifikasikan masalah-masalah
dalam kerja sama dan koordinasi
Data semua risiko material yang untuk memastikan bahwa masalah-
harus dipertimbangkan masalah rawan telah diketahui dan
mendapatkan perhatian yang layak

Untuk setiap risiko yang untuk mengetahui apakah kontrol yang


diidentifikasi, tentukan kontrol ada bisa mengurangi atau
yang diterapkan dan apakah sudah menghilangkan risiko-risiko yang
mencukupi diidentifikasi

Tentukan substansi masalah- untuk mengidentifikasi kesulitan-


masalah utama dan peluang- kesulitan utama dan menentukan
peluang yang ada penyebab serta perbaikan yang
mungkin dilakukan.

III.8 Kriteria-Kriteria Program audit


Program audit sebaiknya mengikuti kriteria tertentu untuk mencapai tujuan
tertentu untuk mencapai tujuan departemen audit internal. Misalnya :
- Tujuan operasi yang diperiksa harus dinyatakan dengan jelas dan setujui klien
- Program harus sesuai dengan penugasan audit kecuali bila ada alasan yang
mengharuskan sebaliknya
- Setiap langkah kerja yang diprogramkan harus memiliki alasan, yaitu tujuan
operasi dan kontrol yang akan diuji.
- Langkah-langkah kerja harus mencukupi instruksi-instruksi positif, tidak
dinyatakan dalam bentuk pertanyaan.
- Jika memungkinkan, program audit harus menunjukkan prioritas relatif dari
langkah-langkah kerja. Jadi, bagian yang lebih penting dalam program audit akan
diselesaikan dalam waktu dan batas lain yang ditentukan.
- Program audit sebaiknya bersifat fleksibel dan memungkinkan munculnya
inisiatif dan pertimbangan yang wajar untuk menyimpang dari prosedur yang
sudah ditentukan
- Program audit sebaiknya bersifat fleksibel dan memungkinkan munculnya
inisiatif dan pertimbangan yang wajar untuk menyimpang dari prosedur yang
sudah ditetapkan atau untuk memperluas cakupan kerja. Tetapi supervisor audit
harus diinformasikan segera.
- Program audit jangan dipisahkan dengan bahan-bahan dari sumber yang
tersedia bagi staf.
- informasi yang tidak perlu harus dihindari.
- Program audit harus memuat bukti persetujuan supervisor sebelum dilakukan.

BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan
Program audit sebaiknya disiapkan setelah survei pendahuluan. Program audit
harus dianggap tentatif (sementara) sampai audit diselesaikan yang
membutuhkan pengesahan. Tanggung jawab audit juga sangat di perlukan dalam
merencakanan penugasan audit.Dimana seorang audit harus menetapkan tujuan
audit dan lingkup pekerjaannya, harus mengethaui latar belakang informasi yang
akan diaudit, menentukan sumber daya yang diperlukan, mengomunikasikan
dengan orang-orang yang perlu mengethaui audit yang akan dilakukan,
melakukan pelaksanaan, penulisan program audit, menentukan bagaimana,
kapan dan kepada siapa hasil audit disampaikan, perolehan pengesahan rencana
kerja audit.
Seorang audit juga harus menunjukkan bagaimana ia melakukan pekerjaannya
secara profesional. Yang sesuai dengan integritasnya, keandalannya, dan cara dia
mencapai tujuan audit.
Seorang auditor juga dituntut untuk memiliki sikap ekonomis, efisien dan efektif.
Ia juga diharapkan dapat berhati-hati dalam bertindak, meminimalkan kerugian,
dan menekankan hasil aktual dari dampak atau kekuatan untuk menghasilkan
dampak tertentu.
Program pro forma juga sangat penting untuk auditor-auditor yang kurang
berpengalaman yang pekerjaannya harus diawasi. Program tersebut dapat
memberikan informasi yang menunjukkan tujuan-tujuan operasi dan sistem
kontrol.
Seorang auditor tentu juga harus memiliki prosedur yang tepat untuk mencapai
tujuan. Mengikuti mekanisme Program yang dapat mencakup estimasi waktu.
Dapat menyelasaikan pekerjaan dalam waktu yang wajar. Memahami pedoman-
pedoman yang ada, memahami kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam
audit. Mengetahui kriteria-Kriteria Program audit.

III.2 Saran
Diharapkan setelah mengetahui ini, kita selaku calon auditor dapat memahami
seluk beluk permasalahan apa yang menjadi objek auditnya. Memahami cara
mengidentifikasi, mengolah, hingga menyampaikan hasil audit tanpa bahasa
yang ambigu atau tidak jelas. Sebuah integritas atau kejujuran tentu sangat
diperlukan dalam hal ini. Selain integritas, Ketelitian dan Keandalan sangat di
junjung tinggi demi sebuah Profesionalitas seorang auditor.
DAFTAR PUSTAKA
Arens, Alvin. A., Randal J. Elder, and Mark S. Beasley. (2003). Auditing dan Jasa
Assurance:Pendekatan Terintegrasi (edisi keduabelas). Upper Saddle River, New
Jersey: Pearson Education, Inc.
Sawyer, Lawrence, Mortimer, A. Ditten hofes, dan James H. Scheiner.2005.Audit
Internal Sawyer. Edisi Kelima. Jakarta: Salemba Empat.
http://muhariefeffendi.files.wordpress.com/2007/12/modul-5-
internalauditing.pdf
http://yann-achmad.blogspot.com/2012/04/auditor.html.
http://pelangianggita.blogspot.com/2013/10/program-audit-internal-audit-
sawyers.html