Anda di halaman 1dari 3

DOCUMENTATION AND FOLLOW UP

Tujuan Dokumentasi

Mencatat semua hal yang nantinya membantu apoteker bila akan melakukan investigasi
ulang.

Tujuan Follow-Up

- Mencari tahu apakah rekomendasi yang disarankan telah diterima


- Apakah ada pertanyaan lebih lanjut
- Bagaimana respon pasien terhadap terapi yang diberikan

BASIC DRUG INFORMATION LIBRARY

Kategori pertanyaan yang sebaiknya apoteker pahami, di antaranya terkait :

1. Reaksi obat yang tidak diinginkan (ADR)


2. Peracikan / manufacturing
3. Kontraindikasi
4. Dosis
5. Informasi penyakit
6. Interaksi obat
7. Idenifikasi tablet, obat-obat asing, dll
8. Kompatibilitas / stabilitas intravena
9. Farmakokinetik
10. Toksikologi
11. Kehamilan / menyusui
12. Pilihan terapi
LEVELS OF EVIDENCE

LEVEL 1 :

Level I Metode Randomized Control Trial atau Meta Analisis, dimana


interval kepercayaan terhadap efek pengobatan melebihi
pengobatan klinis yang penting. Analisis meta merupakan
kumpulan semua bukti yang tersedia secara sistematis dan diolah
dengan analisis statistik khusus untuk menggabungkan hasil dari
berbagai penelitian.
Level II Metode Randomized Control Trial atau Meta Analisis, dimana
interval kepercayaan terhadap efek pengobatan tumpang tindih
pengobatan klinis yang penting. Hasil ini menunjukkan bahwa
kemungkinan manfaat nya bisa signifikan ataupun tidak signifikan.
Level III Metode Nonrandomized Concurrent Cohort dengan
membandingkan pasien yang menerima dan tidak menerima terapi.
Hal ini terkait dengan studi mengenai outcome
Level IV Metode Nonrandomized Historical Cohort, di mana perbandingan
dibuat di antara pasien yang pada saat ini menerima terapi dengan
pasien yang dulunya tidak menerima terapi.
Level V Metode Nonrandomized Historical Case Control Trials.
Perbandingan dibuat antara individu (yang bermasalah) yang
menghasilkan outcome (seperti penyakit stroke) dengan pasien
(yang terkontrol) yang tidak menghasilkan outcome. Studi Case
Control tidak digunakan untuk mengevaluasi pengobatan tetapi
mengidentifikasi kemungkinan efek yang tidak diinginkan dari
terapi.
Level VI Serangkaian kasus tanpa pengontrolan. Serangkaian kasus mungkin
berisi informasi tentang aspek klinis dan prognosis, tetapi tidak
bisa menyediakan informasi yang valid tentang efikasi.
Level VII Pendapat ahli. Dengan tidak adanya bukti spesifik mengenai
kemanan dan efikasi, para ahli membuat penilaian berdasarkan data
percobaan hewan, data farmakologi atau ekstrapolasi hasil dari
terapi yang mirip. Sehingga level ini dikenal sebagai hipotesis.