Anda di halaman 1dari 4

DISKUSI IV

Mata Kuliah : PERILAKU ORGANISASI / EKMO5101


Nama Dosen : Dr. AMRI DARWIS
Nama Mahasiswa : DEDDY
NIM : 530003213
UPBJJ : PALANGKA RAYA
PS STUDI : MAGISTER MANAJEMEN (Online)

Pertanyaan :
Apabila Anda ditunjuk sebagai pimpinan proyek di kantor tempat Anda bekerja, kemudian
Anda diminta untuk membentuk suatu tim yang solid dan kuat. Bagaimana Anda membentuk
tim yang solid dan kuat tersebut dengan berbagai perilaku atau karakteristik karyawan yang
berbeda-beda?

Jawaban :
Beberapa manajer pasti tahu bagaimana cara membangun tim yang benar-benar
fungsional. Agar perusahaan Anda berhasil, maka cari tahulah bagaimana membangun sebuah
tim yang dapat bekerja sama dengan baik. Itu bisa menjadi tugas yang cukup sulit. Namun
demikian, menciptakan sebuah tim berarti menyatukan orang-orang dengan kepribadian yang
berbeda dan ketrampilan yang bervariasi untuk bekerja pada tujuan yang sama dan ini adalah
suatu usaha yang kompleks. Anda dapat melihat bagaimana para manajer cerdas dalam
melakukan pendekatan untuk membangun tim.

1. Konsentrasi pada Kekuatan Individual.

Anda perlu memahami apa kekuatan masing-masing anggota individu yang ada dan
tepat menempatkan setiap orang di tempat mereka agar dapat bersinar. Hal ini sangat
jarang bahwa seorang karyawan dapat memperbaiki kekurangan, terutama jika kekurangan
itu adalah bagian dari sifat alami mereka. Jika anggota tim Anda tidak baik pada hal yang
rinci, maka mereka tidak akan pernah menjadi baik pada hal yang rinci. Anda perlu segera
memutuskan apakah mereka akan melakukan sisa pekerjaan dengan baik dan jika demikian
adanya, pasangkan mereka dengan orang lain yang dapat membantu untuk menopang
kekurangannya.

Jika Anda mempunyai seorang manajer pemasaran yang sangat baik dalam
pelayanan pelanggan akan tetapi dia tidak pandai pada hal yang rinci, maka pasangkanlah
dengan anggota tim lain untuk proses review akhir dari dokumen-dokumen yang
dihasilkan.

Penentuan Rencana Kerja faktor-faktor yang termasuk di dalamnya adalah otonomi,


kebebasan dan batasan, kesempatan menggunakan bakat-keahlian-kemampuan, orientasi
target/sasaran kerja, mengerjakan tugas dan pekerjaan yang berfungsi untuk mendukung
pekerjaan masing-masing anggota tim, biasanya tugas yang berhubungan dengan sarana
dan prasarana kerja. Perencanaan kerja yang matang dan rapi dapat meningkatkan motivasi
dan efektivitas tim. Penentuan rencana kerja adalah penjabaran interpretasi dari pimpinan
project terhadap sasaran kerja tim

Faktor ini terdiri dari:

a. Kemampuan anggota tim (skill oriented) sebuah tim membutuhkan orang-orang dengan
kemampuan berbeda, diantaranya: kemampuan teknis dan manajemen, kemampuan
pengambilan keputusan, kemampuan analisis (trouble shooting), kemampuan lobi dan
negosiasi.
b. Kepribadian (Personality) Kepribadian anggota kelompok yang positif penting untuk
menjaga iklim kerja tetap baik dan nyaman. Diusahakan untuk selalu ada balance antara
temperamental dengan ketenangan, antara perfektionis dengan easy going, antara
kecepatan dan keputusan bersama, antara optimisme dengan pertimbangan rasional.
c. Pengalokasian peran dan keanekaragaman Pada point ini harus dipastikan bahwa
seluruh kebutuhan tim ter-cover, peran yang bermacam-macam harus dapat dijalankan
bersama-sama oleh seluruh anggota tim.
d. Fleksibilitas tim Pertimbangan selanjutnya adalah tentang fleksibilitas. Fleksibilitas tim
diukur dari kemampuan tim dalam melakukan pekerjaan tertentu. Semakin banyak
orang yang dapat menggantikan pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang, maka tim
tersebut semakin fleksibel.
e. Member Preferences Kerjasama dalam tim adalah mutlak bagi anggota-anggota tim.
Masing-masing anggota harus merupakan team player.
f. Ukuran Tim kerja mempunyai ukuran yang ideal. Jika terlalu besar aka nada kesulitan
dalam koordinasi dan monitoring. Ukuran tim terlalu kecil akan berdampak pada sedikit
keanekaragaman dan beban individu yang tinggi.
Meskipun kinerja individu bukan tujuan utama dalam sebuah tim, tetapi penting dipastikan
bahwa setiap individu melakukan pekerjaannya dengan porsi yang proporsional sesuai
yang sudah ditetapkan. Kecenderungan anggota tim untuk mengaburkan kontribusinya
harus dicegah dengan monitoring dan arahan serta jika perlu dilakukan training-
traning/pelatihan penyegaran
2. Mendorong Transparansi.

Tim bagaikan sebuah keluarga, dan anda harus membiarkan mereka menyelesaikan
masalah mereka sendiri. Ketika hal-hal mulai tampak kacau, bawalah serta orang-orang
yang tidak terlibat bersama dan buat mereka mau bekerja dengan rasa keprihatinan dan
empati. Jangan biarkan mereka menempatkan Anda di tengah-tengah situasi yang kacau.
Tugas utama Anda adalah untuk membantu anggota tim memahami satu sama lain dengan
lebih baik.

Pendekatan ini mungkin akan terasa tidak nyaman, tetapi jika mereka belajar bahwa
untuk masuk ke strategi Anda adalah dengan membawa bersama-sama untuk saling
bekerjasama, mereka akan mulai mencobanya sendiri dan hanya akan melibatkan Anda
ketika benar-benar diperlukan .

3. Menetapkan Aturan Dasar.

Tim perlu tahu bagaimana Anda ingin operasional dilakukan. Apakah Anda seorang
manajer yang berorientasi solusi. Ataukah Anda baik-baik saja jika berbicara tentang
masalah proyek namun bersikeras bahwa setiap orang perlu menyumbangkan ide-ide untuk
resolusi. Ketika suatu masalah muncul, Anda tidak ingin mencari kesalahan siapapun, atau
mengapa hal tersebut terjadi. Anda mungkin lebih memilih untuk mengambil waktu
memperbaikinya nanti pada saat yang tepat. Dan Anda akan dikenal sebagai yang akan
berkata kepada Tim, Jangan bawa masalah Anda tanpa solusi dan, Saya tidak ingin
tahu mengapa kita tidak bisa melakukannya, saya ingin fokus bagaimana kita bisa
melakukannya.

Manajer lain lebih memilih untuk melakukan analisis akar masalah dan segera
bergerak maju dengan solusi. Gaya setiap orang berbeda, dan sering didasarkan pada jenis
pekerjaan yang Anda lakukan. Yang penting adalah tim Anda tahu gaya kerja sehingga
semua orang berpikir sama mencapai tujuan.

4. Biarkan Mereka Tahu Anda Mendukung Mereka.

Sebagai pemimpin tim, anggota tim Anda perlu tahu bahwa Anda mendukung
mereka dan Anda adalah pendukung terbesar mereka. Anda perlu melihat pekerjaan utama
adalah untuk menghilangkan hambatan tim dan Anda berada di sana untuk mendukung
mereka ketika permasalahan timbul, baik dari sisi eksternal (pelanggan) atau internal
(kelompok) lainnya. Bila anggota tim tahu bahwa mereka memiliki dukungan Anda,
mereka akan bergerak maju dengan percaya diri.

5. Berikan Insentif.

Buat tujuan dimana tim anda dapat bekerja, misal hari libur pada akhir kuartal,
fleksibilitas jadwal kerja, ataupun bonus. Ketahuilah bahwa anggota tim Anda memiliki
keterampilan yang berbeda, sehingga mereka mungkin menanggapi insentif dengan cara
yang berbeda pula, maka jika memungkinkan lakukan fleksibilitas sebagai kunci bagi
keberhasilan tim mendapatkan insentif.

Anda mungkin memiliki anggota tim yang lebih memilih cuti daripada uang.
Sebuah program insentif bonus, mungkin bagus, namun tidak memiliki dampak yang sama
seperti halnya memberikan satu hari libur ekstra atau sertifikat pelatihan. Anda perlu
pahami bahwa setiap orang berbeda.

Penilaian kinerja dan system reward yang terpenting dalam membuat system
reward adalah sama dengan kaedah tim itu sendiri. Karena hasil tim kerja merupakan
synergy hasil kerja dari komponen tim yaitu anggota, maka reward yang dilakukan terhadap
tim haruslah secara keseluruhan bukan reward individu.

6. Pengkajian performa tim dan umpan balik


Setelah selesai kerja sama tim, jangan lupa untuk mengkaji ulang performa
ekspektasi dan tujuan tim. Juga jangan lupa meminta umpan balik dari rekan-rekan tim
kamu. Hal ini perlu untuk mengukur apakah pencapaian kinerja tim kamu. Nah, dari sinilah
kamu bisa melihat ruang untuk memperbaiki kinerja untuk proyek tim selanjutnya.
Disamping itu, setelah melihat kinerja tim, kamu bisa memberikan reward (hadiah) dan
insentif seperlunya agar memotivasi seluruh anggota tim untuk kinerja yang lebih baik di
masa depan dan sebagai bukti penghargaan atas kerja sama