Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Pendidikan merupakan icon fundamental dalam rangka membenahi
kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. Dengan pendidikan,
manusia akan memiliki akhlak, moral, ataupun etika yang baik sehingga
tercipta kehidupan yang teratur. Dengan pendidikan yang sesungguhnyalah
manusia akan mampu merekonstruksi pola pikirnya.
Dunia pendidikan saat ini sedang diguncang oleh berbagai
perubahan.Perubahan-perubahan ini merupakan penyesuaian dari kebutuhan
masyarakat maupun permasalahan-permasalahan yang terjadi pada saat ini.
Di Indonesia, permasalahan-permasalahan dalam pendidikan sangatlah
bervariasi. Sebagai contoh tawuran antara SMA dikota-kota besar yang
memakan korban meninggal dunia. Hal ini merupakan ketidakberhasilan
dari sebuah proses pendidikan sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan
pun sangat sulit untuk dicapai.
Guru merupakan salah satu faktor keberhasilan dari sebuah proses
pendidikan. Pada dasarnya guru merupakan pendamping dari peserta didik
dalam rangka mengembangkan potensinya dan mencapai tujuan pendidikan
yang diinginkan. Proses pendidikan atau pembelajaran tidak akan berjalan
dengan baik apabila guru tidak mampu berkomunikasi dengan peserta didik.
Oleh karena itu, guru haruslah memiliki sebuah kemampuan dalam bergaul
ataupun berkomunikasi dengan peserta didik.Tidak hanya itu, guru juga
harus dapat berkomunikasi dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan,
orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sosial.Kemampuan inilah yang
sering disebut dengan kompetensi sosial guru.

B.Rumusan Masalah
a. Apa pengertian dari kompetensi sosial guru Bahasa Arab?
b. Apa saja indikator kompetensi sosial guru Bahasa Arab?
c. Apa saja ruang lingkup kompetensi sosial guru Bahasa Arab?

1
d. Apa karakteristik guru yang memiliki kompetensi sosial guru Bahasa
Arab?
e. Apa saja aspek-aspek kompetensi sosial guru Bahasa Arab?
f. Mengapa kompetensi sosial sangat penting dimiliki oleh seorang
guru Bahasa Arab?
g. Bagaimana peran guru di lingkungan masyarakat?
h. Bagaimana cara mengembangkan kompetensi sosial guru Bahasa
Arab?

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Kompetensi Sosial

Menurut Buchari Alma (2008:142), kompetensi sosial adalah


kemampuan guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Seorang
guru harus berusaha mengembangkan komunikasi dengan orang tua peserta
didik sehingga terjalin komunikasi dua arah yang berkelanjutan.Dengan
adanya komunikasi dua arah, peserta didik dapat dipantau secara lebih baik
dan dapat mengembangkan karakternya secara lebih efektif pula. Suharsimi
juga memberikan argumennya mengenai kompetensi sosial. Menurut beliau,
kompetensi sosial haruslah dimiliki seorang guru, yang mana guru harus
memiliki kemampuan dalam berkomunikasi dengan siswa, sesama guru,
kepala sekolah, dan masyarakat sekitarnya.
Dalam Standar Nasional Pendidikan, Pasal 28 ayat (3) butir d,
dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan kompetensi sosial adalah
kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan
bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyaradkat sekitar. Hal
tersebut diuraikan lebih lanjut dalam RPP tentang guru, bahwa kompetensi
sosial merupakan kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat yang
sekurang-kurangnya memiliki kompetensi untuk:
1. Berkomunikasi secara lisan, tulisan, dan isyarat.
2. Menggunakan tekhnologi komunikasi dan informasi secara
fungsional.
3. Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama
pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali peserta
didik.
4. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.

3
Kompetensi sosial menurut Slamet yang dikutip oleh Syaiful Sagala
dalam bukunya kemampuan Profesional Guru dan tenaga Kependidikan
terdiri dari sub kompetensi yaitu:
1. Memahami dan menghargai perbedaan serta memiliki
kemampuan mengelola konflik dan benturan.
2. Melaksanakan kerja sama secara harmonis.
3. Membangun kerja team (team work) yang kompak, cerdas,
dinamis dan lincah
4. Melaksanakan komunikasi secara efektif dan menyenangkan.
5. Memiliki kemampuan memahami dan menginternalisasikan
perubahan lingkungan yang berpengaruh terhadap tugasnya.
6. Memiliki kemampuan menundukkan dirinya dalam system
nilai yang berlaku di masyarakat.
7. Melaksanakan prinsip tata kelola yang baik.

Berdasarkan beberapa pengertian kompetensi sosial di atas, dapat


disimpulkan bahwa kompetensi sosial guru adalah kemampuan dan
kecakapan seorang guru dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara
efektif pada pelaksanaan proses pembelajaran serta masyarakat sekitar.

B. Indikator Kompetensi Sosial Guru Bahasa Arab

Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya


dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. Mengajar di depan kelas
merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi. Menurut
Undang-undang Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah kemampuan
guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan
peserta didik, sesama guru, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat
sekitar. Surya mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan yang
diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam berhubungan dengan orang
lain .
Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan dalam interaksi
sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial. Asian Institut for Teacher

4
Education, menjelaskan kompetensi sosial guru adalah salah satu daya atau
kemampuan guru untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota
masyarakat yang baik serta kemampuan untuk mendidik, membimbing
masyarakat dalam menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. Untuk
dapat melaksanakan peran sosial kemasyarakatan, guru harus memiliki
kompetensi
1. Aspek normatif kependidikan, yaitu untuk menjadi guru yang baik
tidak cukup digantungkan kepada bakat, kecerdasan, dan kecakapan
saja, tetapi juga harus beritikad baik sehingga hal ini bertautan
dengan norma yang dijadikan landasan dalam melaksanakan
tugasnya,
2. Pertimbangan sebelum memilih jabatan guru,
3. Mempunyai program yang menjurus untuk meningkatkan kemajuan
masyarakat dan kemajuan pendidikan.

Johnson sebagaimana dikutip Anwar mengemukakan kemampuan


sosial mencakup kemampuan untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan
kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai
guru.
Arikunto mengemukakan kompetensi sosial mengharuskan guru
memiliki kemampuan komunikasi sosial baik dengan peserta didik, sesama
guru, kepala sekolah, pegawai tata usaha, bahkan dengan anggota
masyarakat. Berdasarkan uraian di atas, kompetensi sosial guru tercermin
melalui indikator:
1. Interaksi guru dengan siswa
2. Interaksi guru dengan kepala sekolah
3. Interaksi guru dengan rekan kerja
4. Interaksi guru dengan orang tua siswa
5. Interaksi guru dengan masyarakat.

Selain itu ada juga indikator yang diungkapkan oleh Irwan Nasution
dan Amiruddin Siahaan mengenai kompetensi sosial seorang guru, yaitu :
1. Berkomunikasi lisan, tulisan, dan isyarat

5
2. Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara
fungsional
3. Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik,
tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang
tua/wali peserta didik, bergaul secara santun dengan
masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta
sisitem nilai yang berlaku.
4. Menerapkan prinsip-prinsip persaudaraan sejati dan
semangat kebersamaan.

C. Ruang Lingkup Kompetensi Sosial Guru

Berkaitan dengan ruang lingkup kompetensi sosial guru, Sanusi


(1991) mengungkapkan bahwa kompetensi sosial mencakup kemampuan
untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada
waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Menurut Permendiknas No. 16
tahun 2007 terdapat 5 kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh guru yang
diuraikan secara perinci sebagai berikut:
1. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua
peserta didik.
2. Bersikap simpatik.
3. Dapat bekerja sama dengan dewan pendidikan/komite
sekolah.
4. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan mitra pendidikan.
5. Memahami dunia sekitarnya (lingkungannya).

D. Karakteristik Guru yang Memiliki Kompetensi Sosial


1. Menurut Musaheri, ada dua karakteristik guru yang memiliki
kompetensi sosial, yaitu:
a) Berkomunikasi secara santun
Les Giblin menawarkan lima cara terampil dalam
melakukan komunikasi dengan santun, yaitu:

6
Ketahuilah apa yang ingin anda katakan
Katakanlah dan duduklah
Pandanglah pendengar
Bicarakan apa yang menarik minat pendengar
Janganlah membuat sebuah pidato.
b) Bergaul secara efektif
Bergaul secara efektif mencakup mengembangkan
hubungan secara efektif dengan siswa.Dalam bergaul
dengan siswa, haruslah menggunakan prinsip saling
menghormati, mengasah, mengasuh dan mengasihi.
Ada 7 kompetensi sosial yang harus dimiliki agar
guru dapat berkomunikasi dan bergaul secara efektif,
baik disekolah maupun dimasyarakat, yakni:
Memiliki pengetahuan tentang adat istiadat
baik sosial maupun agama.
Memiliki pengetahuan tentang budaya dan
tradisi.
.Memiliki pengetahuan tentang inti
demokrasi.
Memiliki pengetahuan tentang estetika.
Memiliki apresiasi dan kesadaran sosial.
Memiliki sikap yang benar terhadap
pengetahuan dan pekerjaan.
Setia terhadap harkat dan martabat manusia.

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan


oleh guru berkaitan dengan kompetensi sosial dalam
berkomunikasi dengan orang lain, antara lain:
Bekerja sama dengan teman sejawat
Jagalah hubungan baik dengan
sejawat, buahnya adalah kebahagiaan. Guru-
guru harus berinteraksi dengan sejawat.

7
Mereka harus dapat bekerja sama dan saling
menukar pengalaman. Dalam bekerjasama,
akan tumbuh semangat dan gairah kerja yang
tinggi.
Dalam ayat 7 kode etik guru
disebutkan bahwa Guru memelihara
hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan,
dan kesetiakawanan sosial. Ini berarti bahwa:
(1) guru hendaknya menciptakan dan
memelihara hubungan sesama guru dalam
lingkungan kerjanya, dan (2) guru hendaknya
menciptakan dan memelihara semangat
kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial
didalam dan diluar lingkungan kerjanya.
Bekerjasama dengan kepala sekolah
Kepala sekolah merupakan unsur
pembina guru yang paling strategis dalam
jabaran tugas dilingkungan pendidikan formal.
Menurut Smith, mereka harus mampu
menciptakan sistem kerja yang harmonis,
menampakkan suatu tim kerja yang mampu
mendorong guru bekerja lebih efektif.
Bekerja sama dengan siswa
Guru bertugas menciptakan iklim
belajar yang menyenangkan sehingga siswa
dapat belajar dengan nyaman dan gembira.
Kreatifitas siswa dapat dikembangkan apabila
guru tidak mendominasi proses komunikasi
belajar, tetapi guru lebih banyak mengajar,
memberi inspirasi agar mereka dapat
mengembangkan kreatifitas melalui berbagai
kegiatan belajar sehingga siswa memperoleh

8
berbagai pengalaman belajar Hal itu dapat
memberi kesegaran psikologis dalam
menerima informasi. Disinilah terjadi proses
individualisasi dan proses sosialisasi dalam
mendidik.

Adapun hal-hal yang menentukan keberhasilan komunikasi dalam


kompetensi sosial seorang guru adalah:
1. Audience atau sasaran komunikasi, yakni dalam
berkomunikasi hendaknya memperhatikan siapa sasarannya
sehingga sang komunikator bisa menyesuaikan gaya dan
irama komunikasi menurut karakteristik sasaran.
Berkomunikasi dengan siswa SD tentu berbeda dengan siswa
SMA.
2. Behaviour atau perilaku, yakni perilaku apa yang diharapkan
dari sasaran setelah berlangsung dan selesainya komunikasi.
Misalnya seorang guru sejarah sebagai komunikator ketika
sedang berlangsung dan setelah selesai menjelaskan
Peristiwa Pangeran Diponegoro, perilaku siswa apa yang
diharapkan. Apakah siswa menjadi sedih dan menangis
merenungi nasib bangsanya, atau siswa mengepalkan tangan
seolah-olah akan menerjang penjajah Belanda.Hal ini sangat
berkait dengan keberhasilan komunikasi guru sejarah
tersebut.
3. Condition atau kondisi, yakni dalam kondisi yang seperti apa
ketika komunikasi sedang berlangsung. Misalnya ketika guru
Matematika mau menjelaskan rumus-rumus yang sulit
harus.Seorang guru harus mengetahui kondisi siswa tersebut,
apakah sedang gembira atau sedang sedih, atau sedang
kantuk karena semalam ada acara. Dengan memahami
kondisi seperti ini maka guru dapat menentukan strategi apa
yang ia gunakan agar nantinya apa yang diajarkan bisa
diterima oleh siswa.

9
4. Degree atau tingkatan, yakni sampai tingkatan manakah
target bahan komunikasi yang harus dikuasai oleh sasaran itu
sendiri. Misalnya saja ketika seorang guru Bahasa Inggris
menjelaskan kata kerja menurut satuan waktunya, past tense,
present tense dan future tense, berapa jumlah minimal kata
kerja yang harus dihafal oleh siswa pada hari itu. Jumlah
minimal kata kerja yang dikuasai oleh siswadapat dijadikan
sebagai alat ukur keberhasilan guru Bahasa Inggris tersebut.,
Apabila tercapai berarti ia berhasil, sebaliknya apabila tidak
tercapai berarti ia gagal.

E. Aspek-Aspek Kompetensi Sosial

Gullotta dkk (1990) mengemukakan beberapa aspek kompetensi


sosial, yaitu:
1. Kapasitas kognitif, merupakan hal yang mendasari
keterampilan sosial dalam menjalin dan menjaga hubungan
interpersonal positif. Kapasitas kognitif meliputi harga diri
yang positif, kemampuan memandang sesuatu dari sudut
pandang sosial, dan keterampilan memecahkan masalah
interpersonal.
2. Keseimbangan antara kebutuhan bersosialisasi dan
kebutuhan privasi. Kebutuhan sosialisasi merupakan
kebutuhan individu untuk terlibat dalam sebuah kelompok
dan menjalin hubungan dengan orang lain. Sedangkan
kebutuhan privasi adalah keinginan untuk menjadi individu
yang unik, berbeda, dan bebas melakukan tindakan tanpa
pengaruh orang lain.
3. Keterampilan sosial dengan teman sebaya, merupakan
kecakapan individu dalam menjalin hubungan dengan teman
sebaya sehingga tidak mengalami kesulitan dalam

10
menyesuaikan diri dengan kelompok dan dapat terlibat dalam
kegiatan kelompok.

F. Pentingnya Kompetensi Sosial

Dalam menjalani kehidupan, guru menjadi seorang tokoh dan


panutan bagi peserta didik dan lingkungan sekitarnya. Abduhzen
mengungkapkan bahwa Imam Al-Ghazali menempatkan profesi guru pada
posisi tertinggi dan termulia dalam berbagai tingkat pekerjaan masyarakat.
Guru mengemban dua misi sekaligus, yaitu tugas keagamaan dan tugas
sosiopolitik. Yang dimaksud dengan tugas keagamaan menurut Al-Ghazali
adalah tugas guru ketika ia melakukan kebaikan dengan menyampaikan
ilmu pengetahuan kepada manusia guru merupakan makhluk termulia di
muka bumi. Sedangkan yang dimaksud dengan tugas sosiopolitik adalah
bahwa guru membangun, memimpin, dan menjadi teladan yang
menegakkan keteraturan, kerukunan, dan menjamin keberlangsungan
masyarakat.
Sebagai individu yang berkecimpung dalam pendidikan, guru harus
memiliki kepribadian yang mencerminkan seorang pendidik. Tuntutan akan
kepribadian sebagai pendidik kadang-kadang dirasakan lebih berat
dibanding profesi lainnya. Ungkapan yang sering digunakan adalah bahwa
guru bisa digugu dan ditiru.Digugu maksudnya bahwa pesan-pesan yang
disampaikan guru bisa dipercaya untuk dilaksanakan dan pola hidupnya bisa
ditiru atau diteladani.Untuk itu, guru haruslah mengenal nilai-nilai yang
dianut dan berkembang di masyarakat tempat melaksanakan tugas dan
bertempat tinggal. Apabila ada nilai yang bertentangan dengan nilai yang
dianutnya, maka haruslah ia menyikapinya dengan hal yang tepat sehingga
tidak terjadi benturan nilai antara guru dengan masyarakat. Apabila terjadi
benturan antara keduanya maka akan berakibat pada terganggunya proses
pendidikan. Oleh karena itu, seorang guru haruslah memiliki kompetensi
sosial agar nantinya apabila terjadi perbedaan nilai dengan masyarakat, ia

11
dapat menyelesaikannya dengan baik sehingga tidak menghambat proses
pendidikan.

G. Peran Guru di Masyarakat

Guru merupakan kunci penting dalam menjalin hubungan antara


sekolah dengan masyarakat. Oleh karena itu, ia harus memiliki kompetensi
untuk melakukan beberapa hal sebagai berikut:[16]
1. Membantu sekolah dalam melaksanakan tekhnik-teknik
hubungan sekolah dan masyarakat.
2. Membuat dirinya lebih baik lagi dalam masyarakat karena
pada dasarnya guru adalah tokoh milik masyarakat.
3. Guru merupakan teladan bagi masyarakat sehingga ia harus
melaksanakan kode etiknya.

Adapun peran guru di masyarakat dalam kaitannya dengan


kompetensi sosial dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Guru sebagai Petugas Kemasyarakatan
Guru memegang peranan sebagai wakil masyarakat yang
representatif sehingga jabatan guru sekaligus merupakan
jabatan kemasyarakatan. Guru bertugas membina masyarakat
agar mereka dapat berpartisipasi dalam pembangunan.
2. Guru sebagai Teladan di Masyarakat
Dalam kedudukan ini, guru tidak lagi dipandang sebagai
pengajar di kelas, akan tetapi diharapkan pula tampil sebagai
pendidik di masyarakat yang seyogyanya memberikan
teladan yang baik kepada masyarakat.
3. Guru Memiliki Tanggungjawab Sosial
Peranan guru di sekolah tidak lagi terbatas untuk
memberikan pembelajaran, akan tetapi harus memikul
tanggungjawab yang lebih besar, yakni bekerjasama dengan
pengelola pendidikan lainnya di dalam lingkungan

12
masyarakat. Untuk itu, guru harus lebih banyak melibatkan
diri dalam kegiatan di luar sekolah.

H. Cara Mengembangkan Kompetensi Sosial Guru

Kemasan pengembangan kompetensi sosial untuk guru, calon guru


(mahasiswa keguruan), dan siswa tentu berbeda.Kemasan itu harus
memperhatikan karakteristik masing-masing, baik yang berkaitan dengan
aspek psikologis maupun sistem yang mendukungnya.Untuk
mengembangkan kompetensi sosial seorang pendidik, kita perlu tahu target
atau dimensi-dimensi kompetensi ini.Beberapa dimensi ini, misalnya, dapat
kita saring dari konsep life skills. Dari 35 life skills atau kecerdasan hidup
itu, ada 15 yang dapat dimasukkan ke dalam dimensi kompetensi sosial,
yaitu:
1.Kerja tim 9. Berempati
2.Melihat peluang 10. Kepedulian kepada sesama
3.Peran dalam kegiatan kelompok 11. toleransi
4.Tanggung jawab sebagai warga 12. Solusi konflik
5.Kepemimpinan 13. Menerima perbedaan
6.Relawan sosial 14. Kerjasama
7.Kedewasaan dalam berelasi 15. komunikasi
8.Berbagi
Kelimabelas kecerdasan hidup ini dapat dijadikan sebagai
pengembangan kompetensi sosial bagi para pendidik dan calon
pendidik.Topik-topik ini dapat dikembangkan menjadi materi ajar yang
dikaitkan dengan kasus-kasus yang aktual dan relevan atau kontekstual
dengan kehidupan masyarakat kita. Cara mengembangkan kecerdasan sosial
di lingkungan sekolah antara lain: diskusi, berani menghadapi masalah,
bermain peran, kunjungan langsung ke masyarakat dan lingkungan sosial
yang beragam.

13
I. Hasil Observasi / Wawancara Guru Bahasa Arab Di Min Dabil
Boyolali.

Dari hasil wawancara yang kami lakukan di MIN Dibal Boyolali


dengan Bapak Naimus Shohif bahwasannya salah satu kompetensi
(keahlian) yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu kompetensi sosial.
Yang mana, kompetensi sosial adalah suatu cara pandang bagaimana guru
dapat bersosialisasi dengan anak didik, teman sejawat (teman sesama guru)
dan masyarakat sekitar. Kompetensi sosial sangatlah diperlukan oleh
seorang guru.Karena hakikatnya guru sebagai panutan yang perkataannya
selalu digugu dan di tiru.
Kompetensi sosial guru erat kaitannya dengan bagaimana cara guru
dalam berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya. Guru adalah agen
perubahan yang mampu mendorong terhadap pemahaman dan toleransi, dan
tidak sekedar hanya mencerdaskan peserta didik saja tetapi mampu
mengembangkan kepribadian yang utuh. Banyak cara yang dilakukan untuk
mengembangkan kecerdasaan sosial di lingkungan, misalnya melakukan
diskusi terhadap masalah, bermain peran dan kunjungan langsung ke
masyarakat dan lingkungan sosial yang beragam dan sebagainya. Begitupun
beliau juga memaparkan bahwa kemampuan guru untuk berbaur dengan
masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan olahraga, keagamaan,
kepemudaan, adanya musyawarah mengenai pembangunan dengan
masyarakat.
Menurut Bapak Naimus Shohif Pembinaan dan pengembangan
kompetensi sosial guru bahasa arab di MIN Dibal Boyolali dilakukan salah
satunya melalui KKG (Kelompok Kerja Guru) yang diadakan setiap satu
bulan sekali.
observasi dan wawancara terhadap beberapa informen yang ada di
MIN Dibal Boyolali, dari hasil observasi tersebut, menunjukkan bahwa, (1)
Guru sekolah tersebut berkomunikasi dengan guru lain, meski ada beberapa
guru yang miskomunikasi dengan guru lain (2). Guru sekolah tersebut
berkomunikasi secara efektif dengan muridnya baik pada saat di kelas
maupun diluar kelas (3) Guru sekolah tersebut berkomunikasi dengan

14
orangtua murid, meskipun tidak terlalu efektif, (4) Guru sekolah MIN
tersebut berkomunikasi dengan masyarakat meski dilakukan secara terbatas
pada masalah-masalah tertentu saja.

KENDALA/HAMBATAN
Kendala pada kompetensi sosial guru bahasa arab di MIN Dibal
Boyolali adalah Kurangnya kekompakkan antar guru satu sama lain .
Ada kemungkinan terdapat masalah internal di MIN Dibal Boyolali
yang menyebabkan komunikasi tidak efektif di sekolah maupun
dimasyarakat. Kurangnya komunikasi yang dilakukan oleh kepala sekolah
terhadap gurunya berdampak pada seluruh guru dan tenaga kependidikan
lainnya.
komunikasi yang dilakukan oleh guru di MIN Dibal Boyoali,
dipengaruhi oleh kualitas komunikasi internal masing-masing sekolah.
Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah menjadi salah satu faktor
terciptanya hubungan harmonisasi guru dengan guru yang lain, mengingat
bahwa kepala sekolah di MI adalah guru yang diberi tugas tambahan
sebagai kepala sekolah sebagimana diatur dalam (Peraturan pemerintah
Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional
pendidikan).

SOLUSI
Menurut kami setiap tenaga pengajar dan calon tenaga pengajar,
hendaknya memilik kompetensi sosial yang lebih tinggi dibanding dengan
profesi yang lainnya, dan semakin meningkatkan kualitas dirinya dalam
menjalin hubungan dengan lingkungan disekitarnya.
Bagi guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik yang hidup di
lingkungan sosial agar mengembangkan pemahaman kompetensi sosial guru
di sekolah maupun dimasyarakat. Melalui aktualisasi kompetensi sosial,
guru akan memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik serta memiliki
peran sosial di masyarakat. Selain perlu mengembangkan kompetensi
sosialnya, guru pun harus menjaga tindak-tanduknya dalam

15
bermasyarakat.Karena hakikat guru adalah sebagai pendidik yang mana
tingkah lakunya selalu menjadi panutan bagi anak didik dan masyarakat
sekitarnya.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan

Kompetensi guru merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki


oleh seorang guru agar nantinya proses pendidikan dapat berjalan dengan
efektif dan dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Salah satu
kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi sosial.
Kompetensi sosial guru adalah kemampuan dan kecakapan seorang guru
dalam berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif pada pelaksanaan
proses pembelajaran. Berdasarkan pengertian tersebut, seorang guru harus
memiliki kompetensi sosial yang baik agar dapat memperlancar dalam
pencapaian tujuan pendidikan. Seorang siswa akan merasa nyaman dan
segan ketika seorang guru mampu berkomunikasi dengan baik dengan
siswanya.
Seorang guru yang memiliki kompetensi sosial akan diterima baik di
lingkungan masyarakat sekitar. Hal tersebut terjadi karena dengan
penguasaan kompetensi sosial bagi guru, maka ia mampu berkomunikasi

16
dengan baik dengan masyarakat, dapat menyesuaikan diri dengan nilai-nilai
yang menjadi pegangan masyarakat dimana ia bertugas, serta mampu
mengatasi masalah sosial yang timbul di masyarakat. Seorang guru juga
menjadi teladan bagi masyarakat. Oleh sebab itu kompetensi sosial perlu
dimiliki oleh setiap guru agar nantinya ia mampu beradaptasi dan diterima
oleh masyarakat dengan baik. Apabila guru bisa beradaptasi dengan baik
dan tidak ada pertentangan di dalam masyarakat, maka tujuan pendidikan
pun akan mudah untuk dicapai.
Cara mengembangkan kecerdasan sosial di lingkungan sekolah
antara lain: diskusi, berani menghadapi masalah, bermain peran, kunjungan
langsung ke masyarakat dan lingkungan sosial yang beragam. Jika kegiatan
dan metode pembelajaran tersebut dilakukan secara efektif maka akan dapat
mengembangkan kecerdasan sosial bagi seluruh warga sekolah, sehingga
mereka menjadi warga yang peduli terhadap kondisi sosial masyarakat dan
ikut memecahkan berbagai permasalahan sosial yang dihadapi oleh
masyarakat.

B. Saran
Setelah masalah kompetensi sosial guru teruraikan secara rinci, maka
kami sebagai pemakalah menyarankan agar setiap tenaga pengajar dan calon
tenaga pengajar, hendaknya memiliki kompetensi sosial yang lebih tinggi di
banding dengan profesi yang lain, dan semakin meningkatkan kualitas
dirinya dalam menjalin hubungan dengan lingkungan di sekitarnya.
Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
kependidikan, orang tua/ wali, adalah adanya saling menghormati dan
menghargai baik itu dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga
kependidikan, bergaul dengan santun dengan masyarakat sekitar dan
memperhatikan aturan yang berlaku dalam masyarakat.
Mengadakan kegiatan di lingkungan masyarakat sekitar selain
kegiatan komite sekolah seperti kegiatan bakti sosial dan lain sebagainya,
itu sangat penting untuk menjalin hubungan baik dengan lingkungan sekitar.

17
DAFTAR PUSTAKA

[1] Agus Wibowo dan Hamrin, Menjadi Guru Berkarakter : Strategi


Membangun Kompetensi dan Karakter Guru, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar,
2012), halaman 124.
[2] Kang Anjum, Kompetensi Sosial Guru,
https://ahmadmuhli.wordpress.com/ 2012/03/01/kompetensi-sosial-guru/,
diakses pada tanggal 29 Oktober 2012 pukul 22.08.
[3] E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (Bandung:PT
Remaja Rosdakarya, 2007), halaman 173.
[5] Syaiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga
Kependidikan, (Bandung: Alfabeta, 2009) hal. 38
[6] Kang Anjum, Kompetensi Sosial Guru,
https://ahmadmuhli.wordpress.com/ 2012/03/01/kompetensi-sosial-guru/,
diakses pada tanggal 29 Oktober 2012 pukul 22.08.
[8] E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru..., hal.176

18
[9] Sudarwan Danim, Pengembangan Ptofesi Guru: Dari Pra-Jabatan,
Induksi, ke Profesional Madani, (Jakarta: Kencana, 2011), hal. 229
[10] Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional. (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 1996), hal. 16
[11] Piet A. Sahertian, Profil Pendidik Profesional, (Yogyakarta: Andi
Offset, 1994), hal. 62-63
[12] Piet A. Sahertian, Profil Pendidik Profesional..., hal. 63
[13] Ekal Ghifari, Kompetensi Sosial,
http://www.scribd.com/doc/47441892/BAB-2-kompetensi-sosial, diakses
pada tanggal 29 Oktober 2012 pukul 19.16.
[14] E. Mulyasa, Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru, (Bandung:PT
Remaja Rosdakarya, 2007), halaman 174.
[17] Kompetensi Sosial Guru dalam www.gamadidaktika.com

19