Anda di halaman 1dari 11

BATUBARA

(TEKNIK EKSPLIOTASI BATUBARA)

KELOMPOK 1 :
DEDI GUNAWAN PRATAMA
DISTI ULANDARI
JHEKY ADAM SYAHPUTRA

INSTRUKTUR :

DWI SATIVA PUTRI S.Si

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN BATUBARA

AKADEMI KOMUNITAS NEGERI LAHAT

TAHUN AKADEMIK 2017


TEKNIK EKSPLOITASI BATUBARA

EKSPLOITASI BARUBARA Merupakan kegiatan yang dilakukan baik


secara sederhana (manual) maupun mekanis yang meliputi penggalian,
pemberaian, pemuatan dan pengangkutan bahan galian.

1. Metode Tambang Batubara Bawah Tanah

Tambang batubara yang ada di Indonesia sampai saat ini lebih banyak
menggunakan sistem tambang terbuka. Tetapi dengan berjalannya waktu, jumlah
cadangan batubara yang bisaditambang dengan sistem tambang terbuka pasti akan
semakin menipis. Selain itu tambang terbuka banyak menghadapi tantangan dari
berbagai elemen dalam masyarakat. Hal itu antara lain dari segi
kerusakan lingkungan ataupun pembebasan tanah rakyat.
Untuk masa depan sistem tambang bawah tanah akan semakin banyak
digunakan. Tambang bawah tanah relatif lebih ramah lingkungan dari pada
tambang terbuka. Selain itu kemungkinan bersinggungan dengan masalah tanah
rakyat juga relatif lebih kecil. Sebagai sebuah teknologi, tambang batubara
mengalami perkembangan yang pesat dari masa ke masa. Di mulai dari yang
manual, semi mekanis sampai dengan yang full mekanis. Untuk itulah diharapkan
Indonesia mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

Pemilihan Metode Penambangan Batubara Bawah Tanah

Secara umum penambangan batubara atau pekerjaan penambangan batubara,


antara lain terdiri dari : pemotongan batubara, pemuatan, pemasangan
penyangga, penanganan gob (ambrukan), transportasi permuka kerja serta
gateaway dan penanganan gas serta debu batubara dipermuka kerja, dimana
diantara pekerjaan tambang batubara merupakan pekerjaan yang paling penting
dan menjadi masalah pokok dalam produksi.
Oleh karena itu, metode penambangan batubara harus dipilih dengan hati-hati
sesuai dengan rencana produksi jangka panjang batubara tersebut. Untuk itu perlu
diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Penentuan struktur pit yang sesuai dengan kondisi alam serta dana yang
diinvestasikan.
Penentuan sistem penambangan batubara.
Cara penanganan transportasi, ventilasi, penimbunan kembali, keselamatan
kerja serta masalah lingkungan.
Pekerjaan persiapan.
Penggunaan mesin penambangan batubara.
Cara penambangan batubara.
Penetapan produksi batubara dan rencana ketenagakerjaan melalui
pelaksanaan butir 1 6 secara terintegrasi.
Kondisi alam

Kondisi alam yang menjadi faktor penentu dalam pemilihan metode penambangan
adalah sebagai berikut :
Ketebalan lapisan batubara
Kemiringan lapisan batubara
Sifat atap dan lantai
Hubungan multiple seam
Kondisi Geologi (Parting dan patahan)
Banyak tidaknya air dan gas yang keluar dan ada tidaknya swabakar
Kedalaman lapisan batubara
Kekerasan batubara
Faktor lain (keterbatasan penambangan dibawah sungai dan dasar laut)

Selain itu masih ada metode penambangan hydraulic dan auger.Sejak dulu telah
digunakan berbagai macam metode, namun disini terutama akan diuraikan
mengenai metode penambangan batubara metode Room & Pillar dan Longwall,
yang saat ini mewakili penggunaan ditambang batubara bawah tanah.
a) Metode Room and Pillar

Suatu metode penambangan yang menyatakan suatu blok akan menggali


masuk 2 sistem atau jalur, masing-masing melintang dan memanjang.
Metode ini hanya penggalian maju terowongan terhadap room and pillar
secara berurutan mulai dari yang terdalam apabila jaringan terowongan digali
telah mencapai batas maksimum.

Syarat metode ini adalah sebagai berikut :

1) Kemiringan lapisan batubara yang landai dengan kemiringan rata-rata di


bawah 100. Namun dengan kondisi yang memungkinkan kemiringan
lapisan dapat mencapai 50o
2) Atap dan lantai lapisan batubara berkondisi baik.
3) Gas yang ditimbulkan sedikit.
4) Jarang ada sesar dan lapisan batubaranya stabil.

Keuntungan :
1) Lingkup penyesuaian terhadap kondisi alam penambangan lebih luas
dibandingkan dengan longwall yang di maksimumkan
2) Hingga batas batas tertentu dapat menyesuaikan terhadap variasi
kemiringan
3) Mampu menambang blok yang tersisa oleh penambangan system longwall
misalnya karena adanya patahan
4) Dapat melakukan penambangan suatu blok yang berkaitan dengan
perlindungan permukaan.
5) Cukup efektif untuk menaikkan Recovery (Pillar Robbing) menaikkan
recovery batubara.
Kelemahan :

1) Recovery penambangan rendah (60 70 %).


2) Banyak terjadi insiden (kecelakaan) atap yang runtuh
3) Ada batas maksimum penambangan bagian dalam karena adanya tekanan
bumi.
4) Karena banyak yang disisakan akan meninggalkan masalah dari segi
keamanan untuk penerapan dilakukan batubara untuk mudah mengalami
swabakar / self combustion.

b) Metode Longwall

Metode longwall mining adalah metode penambangan batubara bawah tanah


dengan membuat lorong membentuk suatu panel atau blok panjang yang
merupakan bidang penambangannya. Metode ini banyak digunakan
pada penambangan batubara bawah tanah.

Ciri-ciri penambangan batubara longwall adalah sebagai berikut :


1) Recoverynya tinggi karena menambang sebagian besar batubara
2) Permulaan kerja dapat dipusatkan karena dapat berproduksi besar.
3) Apabila kemiringannya landai mekanisasi penambangan, transportasi dan
penyanggaan menjadi mudah sehingga dapat meningkatkan efisiensi
penambangan.
4) Karena dapat memusatkan permukaan kerja, panjang terowongan yang dikerja
terhadap produksi batubara menjadi pendek.
5) Mengguntungkan dari segi keamanan karena ventilasinya mudah dan
swabakar/self combustion yang timbul juga sedikit.
6) Karena dapat menguatkan tekanan bumi, pemotongan batubara menjadi
mudah.
7) Apabila terjadi hal-hal keruntuhan kerja dan kerusakan mesin maka
penggunakan produksi batubaranya besar.
METODE LONGWALL BERDASARKAN ARAH PENAMBANGAN

1) Metode Penambangan Longwall Cara Maju


Pada penambangan cara maju, eksploitasi dimulai dari mulut masuk suatu
zona eksploitasi batubara, dan diteruskan pengambilan maju mengarah ke dalam
sampai ke ujung panel eksploitasi, yang dilakukan secara bersamaan.

Kelebihan penambangan cara maju

Setelah permulaan kerja eksploitasi batubara dibuat, dapat segera memulai


pengambilan batubara, sehingga tidak memerlukan waktu yang panjang untuk
persiapan pengambilan batubara.
Jarak penggalian lubang bukaan tidak perlu panjang.

kekurangan penambangan cara maju

Pada zona yang banyak perubahan sesar atau lapisan batubara, atau pada zona
yang banyak gas, sulit dilakukan eksplorasi dan drainase gas.
semakin tinggi biaya perawatan karena lorong yang dirawat semakin panjang.
Mudah terjadi swabakar akibat kebocoran angin di lorong gob, dan apabila
perawatan lorong tidak baik, penampang lorong menjadi sempit, sehingga
menjadi halangan bagi ventilasi dan pengangkutan.
Diperlukan pekerjaan pengisian, sehingga kemajuan permuka kerja terhambat
oleh pekerjaan pengisian.

2) Metode Penambangan Longwall Cara Mundur

Pada sistem mundur, pertama digali seam road dari mulut masuk zona
pengambilan, dan pada waktu lorong tersebut mencapai garis batas
maksimum, dibuat permulaan kerja sepanjang garis batas tersebut untuk
memulai pengambilan batubara menuju mulut masuk.
Kelebihan penambangan cara mundur

Dapat mengetahui kondisi lapisan batubara pada tahap penggalian lubang


bukaan, serta dapat melakukan drainase pada daerah yang banyak emisi gas
(semburan gas), sebelum pengambilan batubara.
Karena tidak perlu mempertahankan lorong di gob dan lorong menjadi
pendek dengan mundurnya permulaan kerja, maka pemeliharaan lorong
mudah, dan menguntungkan juga bagi ventilasi dan pengangkutan.
Dapat mengetahui kondisi penambangan pada panel ekstraksi batubara
sebelum dimulai pengambilan, sehingga dapat dilakukan ekstraksi batubara
yang terencana.

kekurangan penambangan cara mundur

Diperlukan waktu yang panjang untuk persiapan lorong ekstraksi batubara.


Jarak penggalian lubang bukaannya panjang, sehingga investasi awalnya
besar.

Seperti diuraikan di atas, sistem maju dan sistem mundur masing-masing


mempunyai keunggulan dan kekurangan. Sistem mana yang akan digunakan,
ditentukan antara lain oleh kondisi lapisan batuan, masalah keamanan dan sulit
tidaknya pemeliharaan lorong. Namun, dilihat dari segi kerepotan untuk
pemeliharaan lorong serta dari segi keamanan, lebih menguntungkan sistem
mundur.
2. Peralatan Untuk Persiapan Perkerjaan

1. Continouos miner
Sebuah mesin dengan drum besi berputar yang besar dan dilengkapi
dengan gigi tungsten carbide yang mengikis batubara dari lekukan.beroperasi di
sistem ruang dan pilar dimana tambang dibagi menjadi serangkaian ruangan 20
hingga 30 kaki atau wilayah kerja dipotong menjadi coal bed dapat menambang
sebanyak 5 ton batubara permenit.

2.Haul truck underground mining

Underground truck merupakan salah satu jenis alat angkut yang digunakan untuk
mengangkut material tambang pada tambang bawah tanah. Jenis dan mekanis
kerjanya hampir mirip dengan truck tambang terbuka tapi dalam bentuk yang
lebih kecil karena disesuaikan dengan tempat operasinya.

3.Personnel carrier

Adalah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut para penambang dan


peralatan dari permukaan tambang ke lokasi pekerjaan tambang di bawah tanah.

4.Scaler

Scaler merupakan bagian penting dalam siklus pertambangan. Scaler berfungsi


untuk menjatuhkan atau mengambil bagian dari material yg lepas dari atap,
dinding dan rangkaian batuan di pertambangan batuan yang keras.
5.Scissor lift

Digunakan sebagai cara yang aman bagi pekerja dalam operasi bawah tanah dan
permukaan untuk mencapai kerja tinggi.

6.Scooptram

Disebut juga underground loader adalah peralatan yang dirancang untuk


pengoperasian pembersihan landasan tambang bawah tanah dan mengangkut
material. Bentuknya yang didesain pendek memang diperuntukan agar mudah
bermanuver dibawah tanah.
7. Belt Conveyor

Merupakan alat angkut berupa sabuk yang mengangkut dan menumpahkan


muatan secara berkelanjutan

8. Lori (Lokomotif)

Lori dan Lokomotif kegunaan sama seperti belt conveyor sebagai alat angkut tapi
dimensi lebih kecil" penggerak dengan energi listrik" bisa mengurangi polusi