Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

Pemanfatan Limbah Biji Durian (Durio zibenthinus murr) sebagai Sumber Minyak
Nabati (Virgin Durian Seed Oil) Kaya Asam Linolenat : Solusi Cerdas Atasi
Obesitas

BIDANG KEGIATAN
PKM PENELITIAN EKSAKTA

Disusun Oleh:
Dwi Mega Apriliani 16/395506/TP/11555 (2016)
Ariska Avivah 16/395499/TP/11548 (2016)
Ayu Lestari 16/394501/TP/11550 (2016)

UNIVERSITAS GADJAH MADA


YOGYAKARTA
2017
PENGESAHAN PROPOSAL PKM PENELITIAN

1. Judul Kegiatan : Pemanfaatan Limbah Biji Durian


(Durio zibethinus murr) sebagai Sumber
Minyak Nabati (Virgin Durian Seed Oil)
Kaya Asam Linolenat : Solusi Cerdas
Atasi Obesitas
2. Bidang Kegiatan : PKM-P
3. Ketua Plekasana Kegiatan
a. Nama Lengkap : Dwi Mega Apriliani
b. NIM : 16/395506/TP/11555
c. Jurusan : S1 TEKNOLOGI PANGAN DAN
HASIL PERTANIAN
d. Universitas : UNIVERSITAS GADJAH MADA
e. Alamat rumah dan No. Telp/HP : Jalan Gunung Singgalang No. 13A RT
03 RW 02 Bancarkembar/
082225733878
f. Email : dwimegaa7@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan Penulis : 2 orang
5. Dosen Pembimbing
a. Nama Lengkap dan Gelar : Prof. Dr. Ir. E. Purnama Darmadji, M.Sc.
b. NIDN :
c. Alamat rumah dan No. Telp/HP :
6. Biaya Kegiatan Total
a. Kemenristekdikti : Rp 12.500.000,00
b. Sumber lain : Rp 0
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 5 bulan
Mengetahui, Yogyakarta, 25 Oktober 2017
Wakil Dekan Bidang Akademik dan Ketua Pelaksana,
Kemahasiswaan,

Prof. Dr. Yudi Pranoto, S.TP., M.P. Dwi Mega Apriliani


NIP 197308261999031002 NIM 16/395501/TP/11550

Direktur Kemahasiswaan Dosen Pembimbing,


Universitas Gadjah Mada

Dr. R. Suharyadi, M.Sc. Prof. Dr. Ir. E. Purnama Darmadji, M.Sc.


NIP. 196005061986031002 NIP. 195303291985031002

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL............................................................................................. i

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii

DAFTAR ISI ......................................................................................................... iii

BAB I. PENDAHULUAN .................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................................... 2
1.4 Luaran yang Diharapkan ........................................................................... 2
1.5 Manfaat Penelitian .................................................................................... 2

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................... 3


BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masalah gizi di Indonesia memasuki masalah ganda, dimana masalah kekurangan
gizi belum teratasi namun masalah lain sudah muncul. Kelebihan gizi yang menimbulkan
obesitas dapat terjadi baik pada anak-anak hingga usia dewasa. Obesitas disebabkan oleh
ketidakseimbangan antara jumlah energy yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh
untuk berbagai fungsi biologis, seperti pertumbuhan fisik, perkembangan, aktivitas, dan
pemeliharaan kesehatan (Jahari, 2004). Jika keadaan ini berlangsung terus menerus
(positive energy balance) dalam jangka waktu cukup lama, maka berdampak pada
obesitas. Obesitas merupakan keadaan indeks massa tubuh (IMT) anak yang berada di
atas persentil ke-95 pada grafik tumbuh kembang anak sesuai jenis kelaminnya (Anonim,
2000).
Obesitas merupakan masalah kesehatan yang cukup besar. Obesitas pada masa
anak dapat meningkatkan kejadian diabetes mellitus (DM) tipe 2. Selain itu, juga berisiko
menjadi obesitas pada saat dewasa dan berpotensi mengakibatkan gangguan metabolism
glukosa dan penyakit degenerative seperti penyakit jantung, penyumbatan pembuluh
darah,stroke, dan lain-lain. Selain itu, obesitas pada anak usia 67 tahun juga dapat
menurunkan tingkat kecerdasan karena penurunan aktivitas dan kreativitas anak akibat
kelebihan berat badan yang meningkatkan kemalasan (Sjarif, 2004).
Selama ini, bagian buah durian yang lebih umum dikonsumsi adalah bagian salut
buah atau dagingnya. Persentase berat bagian ini termasuk rendah, yaitu hanya 20-35%.
Hal ini berarti kulit (60-75%) dan biji (5-15%) belum termanfaatkan secara maksimal
(Wahyono, 2009). Umumnya, kulit dan biji menjadi limbah yang hanya sebaian kecil
dimanfaatkan sebgai pakan ternak, atau dibuang begitu sja.
Limbah biji durian yang sangat melimpah sebagai salah satu food waste, dapat
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dengan mengekstraksi bijinya. Biji
durian dapat menghasilkan minyak yang mengandung asam linolenat. Tak hanya itu,
kami juga ingin memperkenalkan durian (Durio zibenthinus murr) sebagai tanaman
eksotis yang berasal dari Asia Tenggara. Kandungan dari tanaman ini juga dapat
dieksplorasi untuk dijadikan produk lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Berapakah konsentrasi asam linolenat biji buah durian pada minyak biji durian
(Virgin Durian Seed Oil)?
2. Apakah pengaruh kandungan asam linolenat pada biji durian terhadap penurunan
berat badan?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Mengetahui konsentrasi asam linolenat biji buah durian pada minyak goreng biji
durian (Virgin Durian Seed Oil)
2. Mengetahui pengaruh kandungan asam linolenat dalam minyak biji durian
terhadap penurunan berat badan

1.4 Luaran yang Diharapkan


Setelah penelitian ini terlaksana, diharapkan mampu meningkatkan kesehatan
masyarakat setelah mengonsumsi minyak biji durian (virgin durian seed oil), dengan
adanya bukti penurunan berat badan bagi penderita obesitas dan pencegahan
penumpukan lemak dalam tubuh. Memperkenalkan manfaat biji durian kepada
masyarakat dalam wujud yang berbeda, sehingga dapat memanfaatkan food waste
lebih maksimal.

1.5 Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat menjamin kesehatan masyarakat


serta memaksimalkan pemanfaatan food waste dari buah durian. Asam linolenat
dalam virgin durian seed oil mampu mengurangi timbunan lemak dalam tubuh
dan memperlancar proses pencernaan. Memberikan nilai gizi serta berdampak
positif dalam diet penurunan berat badan dan tidak berdampak pada kegemukan bagi
konsumen.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Durian (Durio zibethinus Murr.)
Durian (Durio zibethinus Murr.) adalah spesies dari genus Durio dan
dibudidayakan di Asia Tenggara. Buah durian dikenal sebagai buah tropis khas, asli dari
Asia Tenggara dan telah diperkenalkan ke seluruh dunia. Di Indonesia, terdapat areal
pertanaman durian dan daerah pusat pengembangan durian yaitu Balaikarangan
(Kalimantan Barat); Sumatera Selatan; Lampung; Nunukan (Kalimantan Utara); Kutai
Kartanegara (Kalimantan Timur); Kaasongan (Kalimantan Tengah); Sulawesi Selatan;
Banyuwangi; Wonosalam (Jawa Timur); Jepara; Purworejo (Jawa Tengah); Lombok
Barat; Bangka. (Reza, dkk, 2016).
Tanaman durian merupakan jenis pohon tahunan, hijau abadi (penguguran daun
tidak tergantung musim); tetapi ada saat tertentu untuk menumbuhkan daun-daun baru
(periode flushing atau peronaan) yang terjadi setelah masa berbuah selesai. Ketinggian
tanaman mencapai 25-50m, daun berbentuk jorong hingga lanset, dan bunga muncul
langsung dari batang (Reza, dkk, 2016). Buah durian memiliki bentuk oval atau bulat dan
panjangnya sekitar 15-30 cm (Li, Schieberle, & Steinhaus, 2012). Kulit buahnya tebal
serta berwarna hijau kekuning-kuningan, kecokelatan, hingga keabu-abuan. Dengan
aroma yang menyengat, durian memiliki daya tarik khusus bagi sebagian orang dan
dikenal sebagai raja buah karena memiliki nutrisi yang melimpah (Feng, et al, 2017).
Buah durian mengandung berbagai nutrisi. Studi terbaru melaporkan bahwa
durian mengandung cukup banyak serat makanan, jumlah karbohidrat dan gula tinggi,
dan asam lemak tak jenuh. Buah ini juga mengandung sejumlah kecil karotenoid, fenolat,
dan flavonoid yang dapat berkontribusi pada promosi buah sebagai makanan sehat
(Charoenkiatul et al., 2015).
2.2 Potensi Limbah Biji Durian
Durian merupakan salah satu komoditas buah yang terkenal di Indonesia.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Hortikultura,
Kementrian Pertanian Republik Indonesia, produksi buah durian di Indonesia tahun 2012-
2016 mengalami peningkatan. Pada tahun 2016 produksi durian mencapai 735.419 ton.
Pemanfaatan buah durian di Indonesia sejauh ini hanya bagian daging buah.
Cangkang dan biji durian (pongge) kurang dimanfaatkan dengan baik dan menjadi limbah
pertanian. Apabila hal ini terus berlanjut, akan menimbulkan masalah lingkungan (Zhao
et al, 2017).
Biji durian memiliki potensi yang besar untuk diolah lebih lanjut. Penelitian telah
menunjukkan bahwa ada peningkatan permintaan komersial untuk buah durian karena
penerapannya yang luas di bidang medis, industri makanan, dan konstruksi bangunan.
Minyak yang diekstraksi dari biji durian terbukti bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Asam oleat dan palmitat merupakan komponen utama dari biji durian. Selain itu, asam
palmitoleat, stearat, linoleat, dan linolenat memiliki konsentrasi yang lebih tinggi dalam
biji durian (Adam et al, 2017).
2.3 Kandungan Minyak Biji Durian
Biji durian ditemukan mengandung asam palmitat (12,2%) sebagai asam lemak
utama yang diikuti oleh asam oleat (8,42%) dan linoleik (6,50%) (Tabel 1). (Noor dkk,
2015)

2.3.1 Asam Palmitat

2.4 Obesitas

Bab. 3 Metode Penelitian


3.1 Bahan
Bahan: Bahan yang digunakan untuk penelitian ini adalah virgin durian seed oil yang
didapat dari ektraksi biji durian (durio zibethinus murr) menggunakan pelarut n-
heptana dan menggunakan rangkaian peralatan sokhlet.
Hewan Uji: Tikus putih (Rattus norvegicus) galur Spraque-Dawley jantan dengan umur
4 bulan dan berat badan ratarata 300 gram. Bahan yang digunakan lainnya terdiri dari
Virgin Durian Seed Oil (VDSO), sumber makanan kaya lemak, air minum, dan pellet
(BR2).
3.2 Alat
Ekstraksi: peralatan ekstraksi berupa labu, refluks kondensor, sokhlet, thermometer, dan
hot plate dirangkai.
Alat yang digunakan antara lain kandang tikus 5 buah, kawat kassa, neraca berat badan,
sonde tikus, botol minum, tempat pakan, sarung tangan, dan spuit injeksi.
3.3 Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan di laboratorium Pasca panen
3.4 Metode Penelitian
a. Persiapan bahan baku
Ekstraksi Minyak biji durian: ekstraksi minyak biji durian dilakukan dengan pelarut n-
heptana dan rangkaian peralatan sokhlet. Biji durian yang telah dihancurkan,
dihaluskan, dikeringkan, dan diayak dimasukan ke dalam ekstraktor kemudian diikuti
dengan penambahan pelarut n-heptana dengan rasio sesuai rancangan penelitian.
Dipanaskan sesuai dengan titik didihnya dan dihitung waktu ekstraksi sesuai rancangan
penelitian. Diperoleh ekstrak berupa campuran minyak biji durian dan pelarut n-
heptana. Kemudian dilakukan distilasi untuk memisahkan pelarut n-heptana dan akan
diperoleh ekstrak minyak biji durian (virgin durian seed oil).
Hewan uji di Jenis penelitian ini adalah eksperimental praklinik dengan rancangan
unrandomized control group. Subyek yang digunakan adalah Tikus putih (Rattus
norvegicus) galur Spraque-Dawley jantan dengan umur 4 bulan dan berat badan ratarata
300 gram
b. perencanaan dosis virgin durian seed oi (VDSO)
VDSO yang diberikan menurut hasil konversi dengan ketentuan : manusia 70 kg setara
dengan tikus 200 gram dan satuan konversi 0,018.6 Sehingga kadar yang diberikan
dapat dihitung sebagai berikut : (1). dosis I (kadar optimal) 50 cc 50 cc x 0,018 = 0,9
cc/ 200 g; (2). dosis II (kadar sedang) 25 cc 25 cc x 0,018 = 0,45 cc/200 g; (3). dosis
III (kadar rendah) 12,5 cc 12,5 cc x 0,018 =0,225 cc/200 g.
c. Pengelompokan Hewan uji
hewan dibagi menjadi 5 kelompok berdasarkan dosis Virgin durian seed oil (VSDO),
1. VDSO dosis optimal (lemak+ )
2. VDSO dosis sedang (lemak+ VDSO II)
3. VDSO dosis rendah (lemak+VDSO III)
4. Kontrol negative
5. Kontrol positive
Menggemukkan tikus dengan memberi makanan kaya lemak (75 g/hari selama 7
hari), Memberi VDSO dengan sonde selama 28 hari
d. pengukuran berat badan (BB) tikus diukur berat badannya setiap 5 hari selama 28
hari dan diukur konsumsi pakan dengan mengukur berat pakan sisa dari pakan awal
e. analisis data
mengetahui pengaruh pemberian VCO intrakelompok dan varians satu jalan (one way
ANOVA) untuk mengetahui pengaruh antarkelompok
dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengetahui perbedaan pengaruh antarperlakuan.
Jika didapatkan distribusi data tidak normal atau variasi tidak homogen maka dilakukan
uji KruskalWallis dilanjutkan uji Mann-Whitney sebagai pengganti uji Tukey.
Biji durian

Pengecilan ukuran

Pengeringan

Pengayakan

Pemasukan ke dalam ekstraktor

Penambahan larutan pelarut n-heptana


Pendistilasian

Virgin Durian Seed Oil (VDSO)

Masing masing tikus diberi perlakuan:


1. VDSO dosis optimal (lemak+ )
2. VDSO dosis sedang (lemak+ VDSO II)
3. VDSO dosis rendah (lemak+VDSO III)
4. Kontrol negative
5. Kontrol positive

pengukuran berat badan (BB) tikus diukur berat badannya setiap 5 hari
selama 28 hari dan diukur konsumsi pakan dengan mengukur berat pakan
sisa dari pakan awal

Analisis data