Anda di halaman 1dari 6

ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON LAPIS

AUS (AC-WC) DENGAN MENGGUNAKAN ABU SEKAM KULIT KOPI


DAN SERBUK BATU BATA SEBAGAI PENGGANTI FILLER SERTA
PENGGUNAAN AGREGAT HALUS SABANG

A. Latar Belakang
Lapis aspal beton (LASTON) terdiri dari 3 jenis yaitu lapis aus atau
permukaan (AC-WC), lapis antara (AC-BC), dan lapis pondasi (AC-Base). Lapisan
aspal beton (LASTON) merupakan campuran dari aspal dan agregat. Agregat yang
digunakan adalah agregat kasar, agregat halus dan filler (bahan pengisi). Filler yang
biasa digunakan adalah semen Portland yang mudah didapat. Selain itu, semen juga
mengandung kapur tohor 60-65%, silica 20-24% dan alumina sekitar 4-8%.
Kandungan bahan tersebut mempengaruhi stabilitas dan viskositas campuran aspal.
Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan adanya penggunaan filler lain
selama masih memenuhi ketentuan yang disyaratkan.
Menurut Gusti Ngurah Sasmitha 2014, dalam penelitian sebelumnya abu
cangkang kulit kopi mengandung senyawa yang hampir mirip dengan kandungan
semen yaitu senyawa CaO sebesar 39,4 % dan kadar SiO2 sebesar 0,6%
Dalam Penelitiannya EM Kharisma 2014, batu bata memiliki silika oksida
(SiO2) berkisar antara 55% - 65% dan alumina oksida Al2O3) berkisar antara 10%
- 20% (Hendro Suseno 2010). Senyawa kimia yang terkandung dalam batu bata
juga memiliki kemiripan dengan senyawa kimia dalam kandungan abu cangkang
kulit kopi dan semen.
Abu sekam kulit kopi dan abu batu bata ini diharapkan dapat mengisi rongga
rongga yang ada pada butiran-butiran agregat penyusun lapisan perkerasan, dan
juga diharapkan dapat merekatkan antar butir agregat, sehingga layak digunakan
sebagai filler.
Selain itu penggunaan zat additive diharapkan mampu meningkatkan
kekuatan dan membantu memperbaiki konstruksi jalan pada lapisan permukaan,
salah satu zat additive tersebut adalah limbah plastik polyprophilene yang banyak
ditemukan disekitar lingkungan kita.
Sedangkan aggregat halus yang digunakan adalah material yang berasal dari
Sabang. Sebagaimana diketahui, material Sabang sebagaimana material daerah
kepulauan pada umumnya memiliki tingkat absorbsi (porous) yang tinggi.
Diharapkan dengan penambahan zat additive dan subtitusi filler di atas dapat
memperbaiki tingkat porositas material.
Berdasarkan hipotesa di atas, maka dilakukan penelitian terhadap pengaruh
penggunaan abu sekam kulit kopi + abu batu bata sebagai filler (dengan komposisi
60% abu sekam kulit kopi dan 40% serbuk batu bata), kombinasi agregat halus dari
material lokal (Sabang) serta substitusi limbah plastik terhadap kinerja campuran
beton aspal lapis aus ( AC-WC ) dengan metode pencampuran cara basah dan
gradasi menerus berdasarkan spesifikasi Bina Marga 2010 revisi 3 (2014).

B. Rumusan Masalah
1. Berapa nilai KAO untuk penggunaan agregat halus Sabang dan filler abu
sekam kulit kopi+ serbuk batu bata pada campuran aspal pen 60/70.
2. Bagaimana karakteristik campuran aspal pen 60/70 terhadap pengaruh
penggunaan agregat halus Sabang terhadap variasi filler abu sekam kulit
kopi+ serbuk batu bata.
3. Bagaimana karakterik campuran aspal penetrasi 60/70 yang disubtitusi
menggunakan limpah PP terhadap variasi penggunaan filler abu sekam kulit
kopi+serbuk batu bata.

C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui karakteristik campuran aspal pen 60/70 yang disubtitusi
menggunakan limbah PP terhadap variasi penggunaan filler abu sekam kulit
kopi+serbuk batu bata dengan menggunakan material halus Sabang
2. Mengetahui karakteristik campuran aspal pen 60/70 terhadap pengaruh
penggunaan agregat halus Sabang terhadap variasi filler abu sekam kulit
kopi+serbuk batu bata.
3. Mengatahui persentase penambahan agregat halus Sabang dan filler abu
sekam kulit kopi+serbuk batu bata efektif pada campuran aspal pen 60/70

D. Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan di laboratorium jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Syiah Kuala. Prosedur penelitian ini mengacu pada Standar Nasional
Indonesia (SNI) dan standar lainnya yang sesuai dengan penelitian ini.
Pembuatan benda uji dilakukan ketika agregat, gradasi agregat, aspal pen.
60/70, filler (abu cangkang kulit kopi +batu bata) dan limbah PP telah memenuhi
persyaratan :

Tabel 1 : Jumlah Benda uji tanpa substitusi filler dan polimer Rendamanan 30 menit
Kadar Aspal Pen. 60/70 Kode Benda Uji Jumlah
4,5 A11 A12 A13 3
5 A21 A22 A23 3
5,5 A31 A32 A33 3
6 A41 A42 A43 3
6,5 A51 A52 A53 3
Jumlah Total 15

Tabel 2. Jumlah benda uji tanpa limbah plastik, dengan filler portland semen
Rendaman 30 menit
Kadar aspal Kode benda uji Jumlah
KAO -5 S11 S12 S13 3
KAO S21 S22 S23 3
KAO +5 S31 S32 S33 3
Jumlah Total 9
Tabel 3. Jumlah benda uji Kombinasi Agregat halus Rendaman 30 menit
Agregat halus Kadar Aspal Kode benda uji Jumlah
25 % SB + 75% IP KAO -0,5 AH11, AH12, AH13 3
KAO AH21, AH22, AH23 3
KAO +0,5 AH31, AH32, AH33 3
50% SB + 50% IP KAO -0,5 AH41, AH42, AH43 3
KAO AH51, AH52, AH53 3
KAO +0,5 AH51, AH52, AH53 3
75% SB + 25% IP KAO -0,5 AH61, AH62, AH63 3
KAO AH71, AH72, AH73 3
KAO +0,5 AH81, AH82, AH83 3
Jumlah Total 27
Tabel 4. Jumlah benda uji Agregat halus + Kombinasi Filler (25 + 75) Rendaman
30 menit
Kadar agregat halus Kadar aspal Jumlah
Kadar agregat halus KAO -0,5 3
efektif KAO 3
KAO +0,5 3
Jumlah total 9

Tabel 5. Jumlah benda uji Agregat halus +Kombinasi filler (50 + 50) Rendaman 30
menit
Kadar agregat halus Kadar aspal Jumlah
Kadar agregat halus KAO -0,5 3
efektif KAO 3
KAO +0,5 3
Jumlah total 9

Tabel 6. Jumlah benda uji Agregat halus + Kombinasi filler (75 +25) Rendaman 30
menit
Kadar agregat halus Kadar aspal Jumlah
Kadar agregat halus KAO -0,5 3
efektif KAO 3
KAO +0,5 3
Jumlah total 9
Tabel 7. Jumlah benda uji Agregat halus + Kombinasi filler (100 +0) Rendaman 30
menit
Kadar agregat halus Kadar aspal Jumlah
Kadar agregat halus KAO -0,5 3
efektif KAO 3
KAO +0,5 3
Jumlah total 9

Tabel 8. Jumlah benda uji Agregat halus (75+25)+Filler(75+25)+limbah PP(1%)


Rendaman 30 menit
Kadar plastik Kadar aspal Jumlah
1% KAO -0,5 3
KAO 3
KAO +0,5 3
Jumlah Total 9

Tabel 9. Benda uji dengan rendaman 30 menit dan 24 jam


Variasi % Kombinasi filler efektif Jumlah benda Uji Jumlah benda uji
Rendaman 30 menit rendaman 24 jam
Tanpa Subtitusi filler, limbah plasti 3 3
PP dan material lokal
Subtitusi kombinasi filler dengan 3 3
material lokal
Subtitusi kombinasi filler, material 3 3
lokal dan limbah plastik PP
Limbah plastik dan material lokal 3 3
tanpa subtitusi filler
Jumlah 12 12
Jumlah total 24
Tabel 10. Rekapitulasi Rencana jumlah benda uji keseluruhan
No Uraian Jumlah
1 Benda uji untuk penentuan KAO 15
2 Benda uji tanpa limbah plastik dan material lokal, 9
semen portland sebagai filler
3 Benda uji dengan variasi subtitusi material lokal 27
4 Benda uji Variasi subtitusi filler dan material lokal 36
5 Benda uji dengan subtitusi filler, material lokal dan 9
penambahan 1 % limbah plastik PP
6 Benda uji dengan pengujian durabilitas 24
Jumlah Total 120

E. Rencana Hasil Penelitian


1. Nilai karakteristik Marshall untuk campuran aspal pen 60/70 yang disubtitusi
limbah PP terhadap variasi penggunaan filler abu sekam kopi+serbuk batu bata
dibandingkan dengan penggunaan material standar.
2. Nilai karakteristi marshall untuk penggunaan agregat halus Sabang terhadap
variasi filler abu sekam kulit kopi+serbuk batu bata.
3. Nilai KAO untuk penambahan agraegat halus Sabang dan filler abu sekam kulit
kopi+serbuk batu bata pada campuran aspal pen 60/70

F. Rencana Manfaat Penelitian


1. Dapat menjadi acuan persentase penggunaan abu sekam kulit kopi+serbuk
batu bata sebagai alternatif pengganti filler untuk konstruksi perkerasan jalan
2. Pemanfaat limbah kulit kopi yang selama ini tidak maksimal.