Anda di halaman 1dari 9

3.

Menggigil
4.
Lesu, dan gelisah
5.
Berkeringat, wajah merah
6.
Selera makan turun
7.
Peningkatan frekuensi pernafasan
8.
Dehidrasi
9. Hangat pada sentuhan
(Julia, 2003)
F. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan pada penderita Demam yaitu:
a.
Mengawasi kondisi klien (monitor suhu berkala 4-6 jam)
b.
Berikan motivasi untuk minum banyak
c.
Tidur yang cukup agar metabolisme berkurang
d.
Kompres dengan air hangat pada dahi, dada, ketiak, dan lipatan paha
e.
Pemberian obat Antipiretik
f.
Pemberian Antibiotik sesuai indikasi
(
Mansjoer, 2009)
G. Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan penunjang pada pasien demam menurut (Mansjoer, 2009) Yaitu:
a.
Pemeriksaan leukosit : Pada kebanyakan kasus demam jumlah leukosit pada
sediaan
darah tepi berada dalam batas normal,kadang kadang terdapat leukositosis
walaupun
tidak ada komplikasi atau infeksi sekunder. Oleh karena itu pemeriksaan
jumlah
leukosit berguna untuk pemeriksaan demam.
b.
Pemeriksaan
SGOT
(Sserum glutamat Oksaloasetat Transaminase) dan
ISGPT
(
Serum Glutamat Piruvat Transaminase)
SGOT SGPT
sering meningkat tetapi kembali
normal setelah sembuhnya demam, kenaikan
SGOT SGPT
tidak memerlukan
pembatasan pengobatan.
c.
Uji Widal : Uji widal aalah suatu reaksi antigen dan antibody /
agglutinin. Agglutinin
yang spesifik terdapat
salmonella
terdapat serum demam pasien. Antigen yang
didigunakan pada uji widal adalah suspensi
salmonella
yang sudah dimatikan dan
telah diolah dilaboratoriaum. Maksud uji Widal ini adalah untuk menentukan
adanya
agglutinin
dalam serum pasien yang disangka menderita demam
thypoid.
Port de
entry
Penurunan suplai
O2 ke j aringan
Dan sel
Intoleransi
aktivitas
Merangsang
Pengaturan suhu
dihipotalamus
Pengaturan suhu
Tidak seimbang
Metabolisme
meningkat
Gg perfusi
jaringan
serebral
Nyeri akut
Ketidakefekti
fan
termoregulasi
Kurang
informasi
Kurang
pengetahuan
Pusing
(Smaltzer, 2002: Price Silvia, 2006)
Kehilangan
cairan
Tindakan
rehidrasi dg
cairan
parenteral
Tindakan
invasif
H. Pathway
Mual muntah
Masukan
nutrisi in
adekuat
Kelemahan
fisik
Perubahan
nutrisi kurang
dari
kebutuhan
Infeksi
septikimia
Bakteri dalam darah
Mengeluarkan toksin
Sintetis dan pelepasan
Pirogen oleh leukosit pada
Jaringan yang meradang
Menghasilkn
prostaglandin
Pembebasan interlikuin 1 oleh
Neutrofil, makrofag dan sel yang cidera
Resiko
infeksi
Penurunan suplai
O2 ke otak
hipertermi
Ketidaktahua
n keluarga
B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a)
Identitas : umur untuk menentukan jumlah cairan yang diperlukan
b)
Riwayat kesehatan
c)
Keluhan utama (keluhan yang dirasakan pasien saat pengkajian) : panas.
d)
Riwayat kesehatan sekarang (riwayat penyakit yang diderita pasien saat
masuk rumah
sakit): sejak kapan timbul demam, sifat demam, gejala lain yang menyertai
demam
(misalnya: mual, muntah, nafsu makn, eliminasi, nyeri otot dan sendi dll),
apakah
menggigil, gelisah.
e)
Riwayat kesehatan yang lalu (riwayat penyakit yang sama atau penyakit lain
yang
pernah diderita oleh pasien).
f)
Riwayat kesehatan keluarga (riwayat penyakit yang sama atau penyakit lain
yang
pernah diderita oleh anggota keluarga yang lain baik bersifat genetik atau
tidak).
1). Data dasar pengkajian pasien.
a).
Bernafas dengan normal
Fungsi mental
:
mungkin menurun, letargi, kegelisahan
Warna kulit
: pucat atau sianosis.
b).
Nutrisi
Kehilangan nafsu makan, mual muntah,
c).
Eliminasi
Peningkatan jumlah urine
d).
Berpakaian: ketidakmampuan dalam berpakaian
Kelemahan atau keletihan dalam berpakain
e). Personal Hygiene
Keletihan atau kelemahan, kelemahan saat aktivitas perawatan diri,
penampilan
menandakan kelalaian perawatan personal.
f).
Gerak dan keseimbangan
Keletihan, kelemahan terus-menerus sepanjang hari, nyeri dada sesuai
dengan aktivitas.
g).
Istirahat dan Tidur
Insomnia, gelisah jika suhu tubuh naik pada saat istirahat/tidur.
h).
Temperatur Suhu dan Sirkulasi
Terjadi peningkatan suhu tubuh dan sirkulasi.
i).
Rasa aman dan nyaman
Perasaan tidak nyaman , tidak tenang, gelisah.
j). Berkomunikasi dengan orang lain.
Marah, ketakutan, mudah tersinggung
k).
Bekerja
Kemampuan bekerja terganggu
l).
Spiritual
Terganggunya aktivitas spiritual seperti biasanya
m).
Belajar
-
n).
Rekreasi
-
I. Diagnosa Keperawatan
1.
Hipertermi b.d peningkatan metabolisme tubuh.
2.
Gangguan perfusi jaringan serebral b.d penurunan suplai O2 ke otak.
3.
Intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik.
4.
Resiko infeksi b.d masuknya mikroorganisme, sekunder terhadap tindakan
infasif.
5. Kurang pengetahuan b.d kurang informasi mengenai penyebab dan
perawatan
demam.
J. Fokus Intervensi
1. Hipertemi b.d peningkatan metabolisme tubuh.
a.
Tujuan suhu dalam batas normal, bebas dari kedinginan
b.
Intervensi :
1)
Pantau
suhu pasien (derajat dan pola), perhatikan
menggigil/diaporesi.
Rasional: mengetahui adanya peningkatan suhu pasien.
2)
Pantau suhu lingkungan , batasi/tambahkan linen tempat tidur
sesuai indikasi.
Rasional:mengetahui suhu peningkatan atau penurunan.
3)
Berikan kompres mandi hangat, hindari penggunaan alcohol.
Rasional:untuk menurunkan panas.
4)
Kolaborasi pemberian antipiretik, misalnya ASA (Aspirin),
paracetamol, Asetaminofen, Tylenol.
Rasional:pemberian obat sesuai program (Doenges, 2000)
2. Gangguan perfusi jaringan serebral b.d penurunan suplai O2 ke otak.
a.
Tujuan melaporkan penurunan berat sakit kepala, tekanan darah dalam
batas normal.
b. Intervensi :
1)
Posisikan pasien head up 30
0

Rasional: memberikan kenyamanan dengan posisi head up.


2)
Pantau tanda tanda vital.
Rasional: mengetahui nilai kekuatan darah dan nadi pasien.
3)
Pantau masukan dan keluaran.
Rasional: masukan dan keluaran sedikit atau banyak.
4)
Berikan teknik relaksasi (masase, imajinasi, asist).
Rasional: mengurangi rasa nyeri pasien (Doenges, 2000).
3. Intoleransi aktivitas b.d kelemahan fisik.
a.
Tujuan pasien melakukan aktivitas mandiri dan tampak segar.
b.
Intervensi :
1)
Kaji aktivitas pasien.
Rasional: mengetahui adanya peningkatan aktivitas.
2)
Monitor tanda tanda vital.
Rasional: mengetahui nilai kekuatan darah dan nadi
3) Bantu klien dalam beraktivias.
Rasional: pemenuhan kebutuhan dalam beraktivitas (Doenges,
2000)
4. Resiko infeksi b.d masuknya mikroorganisme, sekunder terhadap tindakan
invasif.
a.
Tujuan infeksi tidak terjadi.
b.
Intervensi :
1)
Batasi alat alat invasif (IV, spesimen laboratorium untuk yang
benar benar perlu saja).
2)
Amati terhadap manifestasi klinis infeksi.
3)
Kurangi organisme yang masuk kedalam individu dengan mencuci
tangan secara cermat.
4)
Berikan terapi antimikroba yang telah diresepkan dalam waktu 15
menit dari waktu yang telah dijadwalkan.
Rasional: mencegah tidak terjadi resiko infeksi (Doenges, 2000).
5.
Kurang pengetahuan b.d kurang informasi mengenai penyebab dan perawatan
demam.
a.
Tujuan pasien mengatakan atau memperlihatkan peningkatan pengetahuan
mengenai penyabab dan perawatan demam.
b.
Intervensi :
1)
Identifikasi penyebab febris.
Rasional: mengertahui penyebab febris.
2)
Berikan instruksi dan informasi tertulis.
3) Jelaskan tentang perawatan demam.
Rasional: meningkatkan pengetahuan keluarga cara merawat pasien
demam (Doenges, 2000).
BAB III
RESUME KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada hari Senin tanggal 23 Juli 2012 pada pukul 11.00
WIB oleh
Megawati di Ruang Cempaka (U4)