Anda di halaman 1dari 25

TUGAS KELOMPOK 2

KIMIA KUANTUM

MEKANIKA KUANTUM

Disusun Oleh:
IMRON HADI PRAYUDO F1C1 14 034
BAHRIL F1C1 15 012
HABRIN KIFLI HS F1C1 15 034
SAMUEL MANGRURA F1C1 15 068
RIZAL SUHARDIMAN F1C1 15 098

UNIVERSITAS HALU OLEO


KENDARI
2017

MK Kimia Kuantum Page 1


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT
yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Kimia Kuantum dengan materi Mekanika
Kuantum. Tugas ini ini dapat diselesaikan dengan baik karena bantuan dari berbagai
pihak serta squard Kelompok 2. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati
Kemlompok 2 menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya
kepada teman-teman Kimia 2015 kelas B serta bapak Muh. Zakir Muzakkar, Ph. D.
selaku Dosen Penanggung jawab MK Kimia Kuantum yang telah banyak
mengorbankan waktu dan pikiran dalam memberikan pengetahuan kepada kami.

Kendari, 4 Oktober 2017


Penyusun

Kelompok II

MK Kimia Kuantum Page 2


DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
TIU DAN TIK
BAB I. MEKANIKA KUANTUM
1.1 Postulat
1.2 Persamaan Gelombang
1.3 Operator
1.4 Nilai Eigen
1.5 Fungsi Gelombang
BAB II. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
SOAL DAN PEMBAHASAN

MK Kimia Kuantum Page 3


TIU dan TIK
(disini)

MK Kimia Kuantum Page 4


BAB I
MEKANIKA KUANTUM

1.1 Postulat

Postulat 1 , Keadaan sistem fisis untuk sebarang t digambarkan oleh vektor

keadaan (state vector) dalam ruang Hilbert. Untuk konjugat2 kompleksnya

biasa dilambangkan dengan dimana vektor tersebut jika diuraikan dalam

ruang berbasisx akan menghasilkan atau disebut vektor gelombang dalam

ruang posisi. Untuk keadaan sistem yang memungkinkan, ada fungsi, dari koordinat

bagian-bagian sistem dan waktu yang benar-benar menggambarkan sistem.

Untuk partikel tunggal yang dideskripsikan oleh koordinat Cartesian, kita bisa

menulis :

= (x,y,z,t)

Untuk dua partikel, koordinat masing-masing partikel harus ditentukan

sedemikian rupa sehingga:

= (x1, y1, z1, x2, y2, z2, t).

Untuk sistem umum, kita bisa menggunakan koordinat umum, qi :

= ( qi , t )

Karena modelnya adalah gelombang, disebut fungsi gelombang.

MK Kimia Kuantum Page 5


Fungsi gelombang kuadrat ( 2) sebanding dengan probabilitas. Karena

mungkin kompleks, kita tertarik oleh konjugat kompleks. Konjugat kompleks adalah

fungsi saya ganti dengan I, di mana i = 1. Misalnya, jika kita

mengelompokkan fungsi (x + ib) yang kita dapatkan:

( x + ib ) ( x + ib ) = x2 + 2ibx + i2b2 = x2 + 2ibx b2

dan fungsi yang dihasilkan masih kompleks. Jika kita berkembang biak (x + ib)

dengan konjugat kompleksnya (x ib), kita dapatkan:

( x + ib ) ( x - ib ) = x2 + i2b2 = x2 + b2

yang merupakan fungsi nyata.

Kuantitas * d sebanding dengan probabilitas untuk menemukan partikel

sistem dalam elemen volume, d = dx dy dz. Kami mensyaratkan bahwa probabilitas

total menjadi satu kesatuan (1) sehingga partikelnya harus berada di suatu tempat.

Jika kondisi ini terpenuhi, maka dinormalisasi. Selain itu, harus tak terbatas, bernilai

tunggal, dan terus menerus. Kondisi ini menggambarkan fungsi gelombang

"berperilaku baik". Alasan untuk persyaratan ini adalah sebagai berikut:

TERBATAS Probabilitas kesatuan (1.00) menunjukkan sebuah "hal yang

pasti." Probabilitas 0 berarti bahwa suatu peristiwa tertentu tidak dapat terjadi.

Oleh karena itu, probabilitas bervariasi dari 0 ke persatuan. Jika tidak,

probabilitasnya bisa lebih besar dari 1.

SINGLE VALUED Di wilayah tertentu, hanya ada satu kemungkinan untuk

menemukan partikel. Demikian pula, dalam atom hidrogen, ada kemungkinan

MK Kimia Kuantum Page 6


tunggal untuk menemukan elektron pada beberapa jarak spesifik dari nukleus.

Tidak ada dua probabilitas yang berbeda untuk menemukan elektron pada

jarak tertentu dari nukleus.

LANJUTKAN Jika ada kemungkinan tertentu untuk menemukan elektron

pada jarak tertentu dari nukleus dalam atom hidrogen, akan ada probabilitas

yang sedikit berbeda jika jaraknya sedikit berubah. Probabilitasnya tidak

mendadak dua kali lipat jika jaraknya berubah sebesar 0,01%. Fungsi

probabilitas tidak memiliki diskontinuitas sehingga fungsi gelombang harus

kontinyu.

Jika dua fungsi 1 dan 2 memiliki properti itu mereka dikatakan ortogonal.

Apakah hilangnya integral mungkin bergantung pada batasan integrasi, dan

karenanya seseorang berbicara tentang ortogonalitas dalam interval tertentu. Oleh

karena itu, batasan integrasi harus jelas. Dalam kasus sebelumnya, integrasi dilakukan

di atas rentang koordinat yang mungkin digunakan di d. Jika koordinatnya adalah x,

y, dan z, batasnya adalah dari - sampai + untuk setiap variabel. Jika koordinatnya

adalah r, , dan , batas integrasi adalah 0 sampai , 0 sampai , dan 0 sampai 2.

1.2 Persamaan Gelombang

Pada tahun 1923, de Broglie mempostulasikan bahwa sebuah partikel dapat

memiliki panjang gelombang yang berkaitan dengan momentum yang ia miliki di

mana momentum dan panjang gelombang adalah saling berhubungan satu dengan

yang lainnya dan sebaliknya. Sifat gelombang dari sebuah elektron disebut sebagai

MK Kimia Kuantum Page 7


gelombang elektron dan secara umum sifat gelombang dari materi disebut sebagai

gelombang materi atau gelombang de Broglie.

Pada tahun 1926, persamaan dasar yang secara inklusif menyatakan sifat

partikel dan gelombang diusulkan dalam kerangka mekanika gelombang oleh

Schrdinger dan mekanika matriks oleh Heisenberg. Meskipun bentuk matematika

yang diusulkan oleh mereka berbeda, teori ini dibuktikan memiliki kesamaan dalam

pengertian fisika yang sangat penting oleh E. Schrdinger. Sehingga dalam kasus ini,

diperlukan penjelasan untuk menjelaskan sebuah gelombang dalam tiga dimensi.

Persamaan klasik gelombang tiga dimensi

........................................................................(2.1)

Dimana adalah fungsi amplitudo dan V adalah fase kelajuan gelombang.

Untuk gerak harmonik

........................................................................................(2.2)

...............................................................................(2.3)

Dimana v adalah frekuensi.

MK Kimia Kuantum Page 8


Hubungan dengan persamaan de Broglie

...................................................................................(2.4)

Hubungan antara frekuensi dengan panjang gelombang dari gelombang transversal

..............................................................(2.5)

Dari persamaan tersebut, kita dapat mensubtitusikan persamaan (2.5) ke persamaan

(2.6)

.....................................................(2.6)

Kemudian persamaan (2.6) kita subtitusikan ke persamaan umum

.................................(2.7)

Selanjutnya sebuah sistem di mana partikel bergerak dengan energi total (E) adalah

gabungan dari energi kinetik (T) dan energi potensial (V).

...........................................(2.8)

MK Kimia Kuantum Page 9


Kemudian persamaan (2.8) tersebut disubtitusikan ke persamaan (2.9)

............................(2.9)

..................................(2.10)

Persamaan ini dapat digunakan untuk membantu menjelaskan permasalahan

gelombang dalam bentuk tiga dimensi. Ini merupakan bentuk persamaan gelombang

Schrodinger.

1.3 Operator

Operator adalah lambang matematika, yang memberi isyarat untuk mengubah

suatu fungsi menjadi fungsi lain sesuai dengan operator yang dioperasikan. Postulat

ini menyediakan hubungan antara jumlah yang bersifat klasik observable dan teknik

mekanika kuantum untuk melakukan sesuatu. Variabel dinamik adalah jumlah seperti

energi, momentum, sudut momentum, dan koordinat posisi. Dalam mekanika

kuantum, ini adalah digantikan oleh operator. Operator adalah simbol yang

menunjukkan bahwa beberapa operasi matematika harus dilakukan. Simbol tersebut

meliputi ( )2, d / dx, dan . Koordinat sama dalam bentuk operator dan klasik. Untuk

Misalnya koordinat x hanya digunakan dalam bentuk operator sebagai x. Ini akan

diilustrasikan nanti. Observasi klasik lainnya digantikan oleh operator ditunjukkan

pada Tabel 2.1. Juga, seperti yang akan kita lihat, beberapa operator lainnya bisa

digunakan.

MK Kimia Kuantum Page 10


Tabel 2.1. Beberapa Operator Sering Digunakan dalam kimia kuantum

dibentuk dengan menggabungkan yang ada dalam tabel. Misalnya, karena energi

kinetik tersebut mv2 /2, dapat ditulis dalam bentuk momentum, p, sebagai p2 /2m.

Operator yang penting dalam mekanika kuantum memiliki dua karakteristik penting.

Pertama, operator bersifat linier, yang berarti itu

(1 + 2) = 1 + 2

dimana adalah operator dan 1 dan 2 adalah fungsi yang dioperasikan. Juga, jika C

adalah konstan, maka

(C ) = C ( )

MK Kimia Kuantum Page 11


Karakter linier operator berhubungan dengan superposisi wilayah bagian dan

gelombang saling menguatkan dalam prosesnya. Properti kedua operator yang akan

kita lihat di mekanika kuantum bahwa keduanya adalah hermitian. Jika kita

mempertimbangkan dua fungsi 1 dan 2, operator adalah hermitian jika

1*2 dt = 2*1* dt

Persyaratan ini diperlukan untuk memastikan bahwa jumlah yang dihitung itu nyata.

Kita akan memiliki beberapa kesempatan untuk mengamati jenis sifat ini di operator

yang akan kita gunakan.

1.4 Nilai Eigen

Secara umum, pilihan yang tepat dari sebuah fungsi akan menghasilkan

yang berbanding dengan dan sama terhadap suatu konstanta yang dikalikan dengan

. Persamaan 1

Perkalian konstanta a adalah nilai eigen dari operator dan fungsi adalah

nilai eigen dari operator yang berkorespondensi dengan nilai eigen a. Ketika

beberapa fungsi eigen (contoh 1 dan 2) berkaitan dengan nilai eigen a yang sama

saling bebas linier satu dengan lainnya (contoh 1 tidak proporsional dengan 2) nilai

eigen a dikatakan sebagai generate. Jumlah dari fungsi eigen yang saling bebas

berkaitan dengan nilai eigen yang sama disebut sebagai tingkat degenerasi.

MK Kimia Kuantum Page 12


Persamaan (1) termasuk di dalamnya sebuah himpunan yang terdiri dari fungsi eigen

dan nilai eigen a untuk operator disebut sebagai persamaan nilai eigen dari .

Persamaan gelombang untuk keadaan stasioner (persamaan schrdinger bebas waktu)

adalah persamaan nilai eigen dari operator Hamiltonian H yang berhubungan dengan

energi. Persamaan persamaan gelombang memberikan himpunan fungsi eigen dan

nilai eigen E untuk energi yang mungkin terjadi.

Jika melakukan operasi terutama pada fungsi gelombang menghasilkan fungsi

asli dikalikan dengan konstanta, maka adalah fungsi eigen dari operator . Ini dapat

diilustrasikan dengan = e2x dan operator = d/dx. Adapun penulisan persamaan

fungsi operator yaitu.

Oleh karena itu, e2x adalah fungsi eigen dari operator dengan nilai eigen dari 2.

Jika kita memberikan gambaran = e2x dan operator menjadi ()2, kita

dapatkan.

Karena tidak konstan dengan fungsi aslinya. Maka e2x bukan fungsi eigen dari

operator ()2.

Jika kita menggunakan operator untuk komponen z momentum sudut,

MK Kimia Kuantum Page 13


(Ketika h _= h / 2) beroperasi pada fungsi ein (di mana n adalah konstanta), kita

dapatkan

(nh) yang merupakan konstan dari fungsi aslinya. Oleh karena itu, nilai eigen adalah

nh.

Untuk sistem tertentu, mungkin ada berbagai kemungkinan parameter ingin

dihitung Karena sebagian besar sifat dapat bervariasi (seperti jarak dari nukleus ke

elektron), kita ingin menentukan rata-rata atau nilai harapan Dengan menggunakan

persamaan operator = a, di mana adalah beberapa Fungsi, kita mengalikan

kedua sisi persamaan dengan *:

Perhatikan, bagaimana pun, itu * tidak harus sama dengan *. Untuk

memperoleh jumlah probabilitas atas semua ruang, kita menulis ini dalam bentuk

persamaan integral,

Namun, a adalah konstan dan tidak terpengaruh oleh sistem operasi. Melepaskannya

dari integral dan memperoleh hasilnya.

Ingatlah bahwa karena adalah operator, * tidak harus sama dengan *,

Sehingga * harus dilestarikan dan tidak dapat dilepas dari integral.

MK Kimia Kuantum Page 14


Jika dinormalisasi, maka maksudnya * d = 1 dan

Dimana a dan <a> adalah cara biasa untuk menunjukkan rata-rata atau nilai

ekspektasi. Jika fungsi gelombang diketahui, maka secara teoritis sebuah ekspektasi

atau nilai rata-rata dapat dihitung untuk parameter tertentu dengan menggunakan

operator yang sesuai dan prosedur yang ditunjukkan di atas. Perhatikan contoh

berikut, yang menggambarkan penerapan Gagasan ini: Misalkan kita ingin

menghitung jari-jari atom hidrogen dalam keadaan 1s. Fungsi gelombang normal

adalah

dimana a0 adalah radius Bohr pertama. Persamaannya menjadi

Operator disini hanya r karena koordinat posisi memiliki bentuk yang sama dalam

bentuk operator dan klasik. Dalam koordinat polar, elemen volume d = r2 sin dr d

d. Karena itu, masalahnya menjadi

Meskipun ini mungkin terlihat agak sulit, namun sangat menyederhanakannya

Operator r menjadi multiplier dan fungsi r dapat dikalikan. Hasilnya adalah

MK Kimia Kuantum Page 15


Menggunakan teknik kalkulus yang memungkinkan kita memisahkan beberapa tipe

integral.

Kita dapat menuliskannya dalam bentuk.

Integral eksponensial adalah yang biasa terjadi dalam kuantum mekanika.

Mudah dievaluasi menggunakan rumus

Dalam kasus ini, n = 3 dan b = 2 / a0. Karena itu,

Maka,

Demikian,

Jarak rata-rata elektron dari nukleus dalam keadaan 1s dari hidrogen adalah

3/2 jari-jari jari-jari Bohr pertama. Namun, jarak yang mungkin sama dengan jari-jari

orbit Bohr yang pertama. Rata-rata dan kemungkinan besar tidak sama. Alasan untuk

ini adalah probabilitasnya distribusi tidak simetris, seperti yang ditunjukkan pada

Gambar 1.

MK Kimia Kuantum Page 16


1.5 Fungsi Gelombang

MK Kimia Kuantum Page 17


BAB II
KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari pembahasan MEKANIKA KUANTUM, yaitu:

Postulat adalah suatu konsep matematis yang harus diterima kebenarannya karena telah

teruji melalui eksperimen. Dengan kata lain, postulat mekanika kuantum tidak

diturunkan dari teori fisika sebelumnya tetapi semata-mata berdasarkan data-data

eksperimen.

Momentum dan panjang gelombang adalah saling berhubungan satu dengan yang

lainnya dan sebaliknya. Sifat gelombang dari sebuah elektron disebut sebagai

gelombang elektron dan secara umum sifat gelombang dari materi disebut sebagai

gelombang materi atau gelombang de Broglie.

Operator adalah simbol yang menunjukkan bahwa beberapa operasi matematika

harus dilakukan. Simbol tersebut meliputi ( )2, d/dx, dan . Koordinat sama dalam

bentuk operator dan klasik. Untuk Misalnya koordinat x hanya digunakan dalam

bentuk operator sebagai x. Ini akan diilustrasikan nanti.

Nilai eigen menyatakan hasil ukur yang mungkin keluar dalam pengukuran.

Untuk menentukan suatu nilai dari fungsi gelombang, maka fungsi gelombang

tersebut di operasikan sesuai dengan yang diinginkan. Jika memberikan sebuah

fungsi eigen, maka hasilnya adalah nilai eigen. Harga satuan besaran fisis adalah

nilai eigen dari operatornya. Setiap nilai eigen dari suatu operator berkaitan

dengan suatu fungsi eigen, nilai eigen adalah real.

Fungsi gelombang memiliki arti yang sangat penting dalam mekanika kuatum karena dengan

mengetahui fungsi gelombang orang dapat mengetahui semua informasi tentang sistem fisis

MK Kimia Kuantum Page 18


mikroskopik. Ketika posisi dan momentum partikel telah diketahui maka semua

hal tentang partikel tersebut dapat diketahui bahkan masa lalu dan masa depan

partikel tersebut dapat diprediksi dengan sangat presisi.

MK Kimia Kuantum Page 19


DAFTAR PUSTAKA

Ada, A., 2015, Nilai Eigen, http://anissaadah.web.unej.ac.id/2015/09/08/nilai-eigen/,


[Diakses 3 Oktober 2017].
Ady, M., 2015, Postulat-Postulat Mekanika Kuantum,
https://www.academia.edu/11498683/Postulat-Postulat_Mekanika_Kuantum,
[Diakses 3 Oktober 2017].
Boyer, C.B., 1991, A History of Mathematics, New York: John Wiley & Sons, Inc.
Bryce DeWitt, R. Neill Graham, eds., 1973. The Many-Worlds Interpretation of
Quantum Mechanics, Princeton Series in Physics, Princeton University Press.
Chester, Marvin, 1987, Primer of Quantum Mechanics, John Wiley.
Cooksy, A., 2014, Quantum Chemistry and Molekular Interactions, Amerika:
Pearson.
Hagen Kleinert, 2004. Path Integrals in Quantum Mechanics, Statistics, Polymer
Physics, and Financial Markets, 3rd ed. Singapore: World Scientific.
Haouse, J.E., 2004, Fundamentals of Quantum Chemistry, Tokyo: Elsevier Academic
Press.
Leon, S.J., 2001, Aljabar Linear dan Aplikasinya, Edisi Kelima, Jakarta: Erlangga.
Omns, Roland (1999). Understanding Quantum Mechanics. Princeton University
Press.
Prijamboedi, B., 2014, Buku Teks Kimia Kuantum Online, Bandung:ITB
Von, N.J., 1955. Mathematical Foundations of Quantum Mechanics. Princeton
University Press.

MK Kimia Kuantum Page 20


SOAL DAN PEMBAHASAN
1. Operator untuk komponen z momentum sudut dalam koordinat polar adalah
( /i) ( /). Tentukan fungsi mana dari fungsi berikut ini, fungsi eigen dari
operator ini dan tentukan nilai eigen untuk yang ada [dalam (b), l adalah
konstanta bilangan bulat]
a. sin ei
b. sinleil
c. sin e-i
Jawab :

= sin = cos

= sinleil = l sin eil

Karena hasil operasi merupakan kelipatan fungsi asalnya, maka z merupakan fungsi

eigen terhadap operator dengan nilai eigen = 1.

2. Hitunglah nilai harapan komponen z dari momentum sudut untuk fungsi (a)
dan (b) pada Soal 1!
Jawab :
Komponen L searah sumbu-z ialah:


z = ( )


z = [ ( + + ) - y( + + )]

sin 2
z = [ sin cos ( + + )]


= [ ( 2 )]
2

+

z =

MK Kimia Kuantum Page 21


3.

jawab :

~ ~
a. N = 0 ( 5 ) = (-5.2)1/2 5 0 = 101/2 5

~ ~
b. N = 0 ( ) = (-b)1/2 0 = b1/2

4.

Penyelesaian:

MK Kimia Kuantum Page 22


5. Tuliskan persamaan Shrdinger bebas waktu untuk sebuah osilator harmonik
satu dimensi yang mengandung sebuah partikel dengan masa m dan bergerak
sepanjang sumbu-x di bawah pengaruh gaya potensial U (x)= kx2 (k > 0).

Penyelesaian:

MK Kimia Kuantum Page 23


Persamaan Schrdinger bebas waktu dinyatakan sebagai H = E. Dalam kasus ini
gerak partikel dibatasi hanya pada sumbu-x, sehingga fungsi gelombang adalah
sebuah fungsi terhadap x dan direpresentasikan sebagai = (x). Hamiltonian H
yang ada pada sistem ini ada pada sistem ini diperoleh dari fungsi Hamilton H yang
terdiri dari penjumlahan atas energi kinetik dan energi potensial. Untuk sistem ini,
momentum p dari partikel akan menjadi energi kinetik p2/2m dan energi potensialnya
adalah 1/2kx2 dan kita akan mendapatkan

6. Tunjukkan hubungan beriku akan terjadi di antara fungsi gelombang n (x)


dan m(x) dan untuk sebuah partikel dalam sebuah kotak satu dimensi.

nm adalah Kronecker delta di mana akan sama dengan 1 jika n = m dan 0 jika n m.

Penyelesaian:

Fungsi gelombang dengan bilangan kuantum n dalam sebuah kotak ( 0 < x < L)
dengan panjang L diberikan oleh persamaan

7.

MK Kimia Kuantum Page 24


8. Buktikan bahwa adalah fungsi eigen dari operator d/dx, dan carilah

nilai eigen yang bersangkutan. Buktikan bahwa bukan fungsi eigen dari
d/dx !

Penyelesaian:

Maka harus beroprasi pada fungsi dengan operator dan memeriksa apakah hasilnya

adalah faktor numerik kali fungsi asal. Untuk =d/dx dan f= .

Oleh karena itu, eax adalah fungsi eigen dari d/dx, dan nilai eigennya adalah a.

Untuk

Bukan persamaan fungsi eigen.

MK Kimia Kuantum Page 25