Anda di halaman 1dari 9

RESUME ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn. D.

Keluarga Tn. D.R tinggal di RW 2 Dusun Bontoramba, saat ini dalam keluarga
Tn.D.R terdiri dari 4 anggota keluarga yaitu istrinya Ny.S , 2 orang anak masing-masing
An.S 9 tahun dan bayi S 9 bulan serta mertua Ny.D.M. Keluarga Tn. D.R memiliki latar
belakang budaya Makassar dengan bahasa Makassar sebagai pengantar sehari-hari namun
kadang-kadang juga menggunakan bahasa Indonesia. Tidak ada nilai-nilai budaya yang
mempengaruhi kesehatan keluarga. Keluarga Tn. D.R beragama Islam. Kepala Keluarga
bekerja sebagai pedagang dan pembuat batu bata dengan penghasilan Rp.600.000 per
bulan.
Rumah yang ditempati sekarang adalah rumah milik pribadi yang berukuran 7 x 4
meter, permanen, tidak ada ventilasi dan terdiri dari 2 kamar yang diberi sekat menjadi 4
bagian dan pada bagian depan dinding rumah terbuat dari anyaman bambu. Dalam rumah
berdebu karena disimpan batu bata yang siap dijual. Sumber air menggunakan sumur gali
yang berjarak 3 meter dari septik tank dan halaman digunakan untuk pembuatan batu
bata sehingga banyak tumpukan tanah dan debu yang beterbangan bila ada hembusan
angin. Keluarga memiliki WC model leher angsa milik pribadi.
Interaksi dalam keluarga lebih banyak dimalam hari karena pada siang hari Tn.
D.R sebagai kepala keluarga berjualan ke pasar-pasar yang ada di kota Makassar,
sedangkan Ny.S ikut membantu suaminya mencari nafkah bagi keluarga dengan membuat
batu bata dihalaman rumahnya. Keluarga sering berekreasi ke Tanjung dan kerumah
nenek di Makassar. Waktu luang keluarga digunakan untuk menonton televisi.
Tn. D.R memiliki kebiasaan merokok. Sistem pendukung yang dimiliki keluarga
adalah ada tetangga yang hidup berdampingan secara harmonis dan rukun, memiliki
sebuah sepeda motor, sebuah televisi 14 dan lahan sawah sebagai sumber penghidupan
bagi keluarga. Selain itu memperoleh kartu JAMKESMAS yang selalu digunakan untuk
berobat ke Pustu bila ada anggota keluarga yang sakit.
Dalam keluarga, Tn.D.R sebagai kepala keluarga berperan penting secara dominan
dalam pengambilan keputusan. Saat ini dalam keluarga bayi S sudah memperoleh
imunisasi dasar secara lengkap dengan berat badan terakhir ditimbang saat posyandu
tanggal 5 Agustus 2009 adalah 6,6 kg. Menurut Ny.S sebagai ibu kandung, bayi S kurang
makan dan seminggu yang lalu menderita batuk pilek namun saat ini sudah sembuh.
Terdapat luka dikulit kepala bagian belakang dan sudah mendapat obat salep dari Bidan
Pustu Manjalling.
ANALISA DATA
DATA MASALAH
Data subyektif :
Ny.S mengatakan bayi S (9 bulan) Risiko gangguan nutrisi kurang dari
kurang makan. kebutuhan tubuh pada keluarga Tn.D.R
Ny.S mengatakan bayi S seminggu yang khususnya bayi S (9bulan) b/d
lalu menderita batuk pilek namun saat ketidakmampuan keluarga merawat
ini sudah sembuh dan terdapat luka anggota keluarga dengan bayi gizi
dikulit kepala bagian belakang. Luka kurang.
sudah diobati dengan salep yang
diperoleh dari Bidan Desa Manjalling.
Data obyektif :
Berat badan terakhir ditimbang tanggal
5 Agustus di Posyandu Mawar adalah
6,6 kg.
Grafik KMS berada diatas garis merah
dan diarea warna kuning.
Data subyektif : -
Data obyektif : Risiko terjadi penyakit menular (ISPA)
Rumah keluarga Tn. D.R berukuran 7 x pada keluarga Tn. D.R b/d
4 meter, permanen dan tidak ada ketidakmampuan keluarga mengenal
ventilasi. masalah kesehatan akibat lingkungan
Dalam rumah berdebu karena menjadi yang kurang sehat
tempat penyimpanan batu bata yang
siap dijual.
Banyak tanah dihalaman rumah sebagai
tempat pembuatan batu bata dan debu
beterbangan bila dihembuskan angin.
Tn. D.R memiliki kebiasaan merokok.

PRIORITAS MASALAH
Masalah : Risiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada keluarga
Tn.D.R khususnya bayi S (9bulan)
No Kriteria Skor Bobot Skoring Pembenaran
1 Sifat masalah : Keluarga menyadari berat
a. Tidak/kurang sehat 3 badan bayi S sulit
b. Ancaman kesehatan 2 1 ditingkatkan akibat kurang
2/3
c. Krisis/keadaan 1 napsu makan dan baru
sejahtera sembuh dari sakit batuk
pilek.
2 Kemungkinan masalah Keluarga memiliki
dapat diubah : kesibukan dalam musim
a. Dengan mudah 2 2 1 panen padi jadi waktu
b. Hanya sebagian 1 bersama anak dirasakan
c. Tidak dapat 0 berkurang.
3 Potensi pencegahan : Dengan kesibukan saat ini
a. Tinggi 3 sulit membagi waktu untuk
2/3
b. Cukup 2 1 mengurus anak-anak
c. Rendah 1 dirumah.
4 Menonjolnya masalah :
a..Masalah berat, 2 Keluarga merasa perlu
segera diatasi segera mengatasi masalah
b..Ada masalah tapi 1 1 pada bayi S dan memerlukan
1
tidak perlu segera petunjuk untuk bisa
diatasi mengatasi masalah tersebut.
c..Masalah tidak 0
dirasakan
Jumlah 3 1/3

Masalah : Risiko terjadi penyakit menular (ISPA) pada keluarga Tn. D.R
No Kriteria Skor Bobot Skoring Pembenaran
1 Sifat masalah : 1/3 Keluarga merasa masalah
d. Tidak/kurang sehat 3 lingkungan belum terjadi dan
e. Ancaman kesehatan 2 1 merupakan keadaan yang
f. Krisis/keadaan 1 berisiko untuk menimbulkan
sejahtera penyakit.
2 Kemungkinan masalah Keluarga merasa keadaan
dapat diubah : lingkungan yang ada
d. Dengan mudah 2 2 sekarang masih bisa diubah
1
e. Hanya sebagian 1 namun memerlukan waktu
f. Tidak dapat 0 yang agak lama agar bisa
teratasi.
3 Potensi pencegahan : Keluarga memiliki sumber
d. Tinggi 3 pendapatan dari usaha batu
1/3
e. Cukup 2 1 bata jadi setiap hari debu
f. Rendah 1 tetap ada disekitar teratasi.
4 Menonjolnya masalah : Keluarga menyadari banyak
a..Masalah berat, 2 debu didalam dan dihalaman
segera diatasi rumah namun belum
b..Ada masalah tapi 1 1 mengganggu karena ada
tidak perlu segera 1/2 prioritas lain yang perlu
diatasi diutamakan yaitu bagaimana
c..Masalah tidak 0 mendapatkan uang dengan
dirasakan usaha pembuatan batu bata
dan berjualan.
Jumlah 2 1/6
Prioritas Masalah :
1. Risiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada keluarga Tn.D.R
khususnya bayi S (9 bulan) b/d ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga
dengan bayi gizi kurang.
2. Risiko terjadi penyakit menular (ISPA) pada keluarga Tn. D.R b/d ketidakmampuan
keluarga mengenal masalah kesehatan akibat lingkungan yang kurang sehat.
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

A. Diagnosa Keperawatan (Dx.1)


Risiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh pada keluarga Tn.D.R
khususnya bayi S (9bulan) b/d ketidakmampuan keluarga merawat anggota
keluarga dengan bayi gizi kurang.

B. Tujuan
1. Umum
Setelah melakukan intervensi keperawatan pada keluarga Tn.D.R tidak terjadi
gangguan nutrisi khususnya pada bayi S (9 bulan).

2. Khusus
Keluarga dapat menyebutkan kembali pengertian gizi pada bayi.
Keluarga dapat menjelaskan kembali zat-zat gizi yang terkandung di
dalam makanan beserta contohnya.
Keluarga dapat menyebutkan triguna makanan.
Keluarga dapat menjelaskan prinsip-prinsip dalam memilih makanan.
Keluarga dapat menjelaskan prinsip penyajian makanan.
Keluarga dapat menyebutkan pedoman pemberian makanan pada balita.

C. Intervensi :
Berikan penyuluhan tentang gizi balita:
Pengertian gizi
Zat-zat gizi yang terkandung di dalam makanan beserta contohnya.
Triguna makanan.
Prinsip-prinsip dalam memilih makanan.
Prinsip penyajian makanan.
Pedoman pemberian makanan pada bayi.
Implementasi:
Memberikan penyuluhan tentang gizi pada bayi :
Pengertian gizi yaitu zat-zat yang terkandung dalam makanan yang
diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan serta berguna bagi
kelangsungan hidupnya.
Zat-zat yang terkandung di dalam makanan, antara lain:
- Hidrat Arang / karbohidrat, mis: nasi, jagung,ubi, gula, dll.
- Protein, mis: ikan, daging, telur, tempe dan tahu.
- Lemak, mis: minyak, mentega, susu dan santan.
- Mineral, mis: sayuran hijau, kan teri, hati, kacang, dll.
- Vitamin, mis: buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran hijau, ikan,
susu, tauge, kembang kol.
- Air.
Triguna makanan, yaitu sebagai zat tenaga, zat pembangun dan zat
pengatur.
Prinsip-prinsip dalam memilih makanan, antara lain:
harganya murah, nilai gizinya baik, keadaan bahan makanan memenuhi
syarat kesehatan dan mudah didapat.
Prinsip penyajian makanan, antara lain: jumlahnya harus sesuai dengan
kebutuhan, kombinasi bahan makanan, makanan hewani dan nabati di
sesuaikan dengan keuangan, perhatikan variasi hidangan secara
keseluruhan, perhatikan jadwal menu, perhatikan kebersihan makanan.
Pedoman pemberian makanan pada bayi yaitu berikan makan lengkap
3 4 kali sehari dengan porsi separuh porsi orang dewasa.
Evaluasi:
Keluarga mampu menyebutkan dan menjelaskan kembali tentang :
pengertian gizi, zat-zat gizi yang terkadung di dalam makanan beserta
contohnya, triguna makanan, prinsip-prinsip dalam memilih makanan,
prinsip penyajian makanan, pedoman pemberian makanan pada balita.

2). Keluarga dapat mengambil keputusan untuk merawat anggota keluarga dengan
masalah gizi kurang, dengan kriteria:
Keluarga dapat membawa anak ke posyandu untuk mengetahui
pertumbuhan dan perkembangan anak.
Intervensi:
Motivasi keluarga untuk selalu membawa anaknya ke posyandu untuk
mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anaknya.
Implementasi
Motivasi keluarga untuk selalu membawa anaknya ke posyandu untuk
mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anaknya.
Evaluasi:
Keluarga membawa anaknya ke posyandu untuk ditimbang dan mendapat
vitamin A.
3). Keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan masalah gizi kurang
dengan kriteria:
Keluarga mampu menyediakan makanan dengan kandungan gizi yang
cukup.
Intervensi:
Motivasi keluarga untuk selalu memberikan makanan bergizi bagi anak-
anaknya.
Bersama keluarga membuat menu makanan bergizi dengan harga
ekonomis.
Implementasi:

Diagnosa Keperawatan (Dx. 2)


Resiko terjadi penyakit menular (diare, DBD) pada keluarga Tn.D.R b.d
ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan akibat lingkungan yang
kurang sehat.
Tujuan
a. Umum
Setelah dilakukan intervensi keperawatan risiko timbulnya penyakit menular dapat
dicegah.
b. Khusus
1). Keluarga dapat mengenal masalah kesehatan lingkungan dengan kriteria :
Keluarga mampu menjelaskan tentang pengertian Kesling
Keluarga mengerti akibat dari sanitasi lingkunagn yang tidak memenuhi
syarat kesehatan.
Intervensi:
Beri penjelasan tentang Kesling.
HE tentang dampak yang ditimbulkan jika sanitasi lingkungan tidak
memenuhi syarat kesehatan lingkungan.
2). Keluarga mampu mengambil keputusan dalam menentukan tindakan kesehatan
yang tepat dengan kriteria :
Keluarga dapat mengetahui ciri-ciri saluran pembuangan air limbah yang
memenuhi syarat kesehatan.
Rumah dan lingkungan di sekitarnya bersih.
Intervensi:
Motivasi keluarga untuk membuat saluran pembuangan air limbah
Anjurkan dan motivasi keluarga untuk menjaga kebersihan rumah dan
lingkungan.
Motivasi keluarga untuk menata perabot rumah tangga dengan rapi.