Anda di halaman 1dari 27

Tugas Matakuliah Biokimia Perairan

VITAMIN DAN MINERAL

Disusun oleh :
Kelompok 3
Rahmad Afdillah 230110160154
Nadilla Okviannas 230110160161
Yaumil Akbar Rachim 230110160172
Thessa Yusela 230110160183
Fitri Nuraini 230110160204
Muhammad Siraj Al Fayed 230110160205

Perikanan C

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI PERIKANAN
1.Vitamin

Vitamin merupakan nutrien organic yang dibutuhkan dalam jumlah kecil


untuk berbagai fungsi biokimiawi dan yang umumnya tidak disintesis oleh tubuh
sehingga harus dipasok dari makanan.Vitamin yang pertama kali ditemukan
adalah vitamin A dan B , dan ternyata masing-masing larut dalam lemak dan larut
dalam air. Kemudian ditemukan lagi vitamin-vitamin yang lain yang juga bersifat
larut dalam lemak atau larut dalam air. Sifat larut dalam lemak atau larut dalam air
dipakai sebagai dasar klasifikasi vitamin.Vitamin yang larut dalam air, seluruhnya
diberi symbol anggota B kompleks kecuali (vitamin C ) dan vitamin larut dalam
lemak yang baru ditemukan diberi symbol menurut abjad (vitamin
A,D,E,K).Vitamin yang larut dalam air tidak pernah dalam keadaan toksisitas di
didalam tubuh karena kelebihan vitamin ini akan dikeluarkan melalui urin
(Gusrina 2008).

Vitamin dalam jaringan ikan, walaupun terdapat dalam jumlah kecil tetapi
merupakan regulator yang sangat penting bagi proses metabolik. Terdapat dua
jenis vitamin pada ikan, yaitu vitamin larut air dan vitamin larut lemak.
Kandungan vitamin ikan dipengaruhi oleh metode penanganan, pengolahan dan
penyimpanan. Vitamin larut air yang terdapat pada ikan adalah kompleks vitamin
B1 (thiamin, aneurin), B2 (riboflavin), B6 (adermin, piridoksin), Bc (asam folat),
B12 (sianokobalamin, kobalamin, vitamin antianemia, faktor pertumbuhan), BT
(karnitin), vitamin H (biotin)dan PP (asam nikotinat, niasin), inositol dan asam
panthotenat, dan sejumlah kecil vitamin C (asam askorbat, faktor antiscorbutik).
Vitamin B12 ikut berperan di dalam proses biosintesa protein (Vivi 2006).

1.1 Jenis-jenis Vitamin

a) Vitamin A

Vitamin A adalah Vitamin larut dalam lemak pertama yang ditemukan secara
luas. Vitamin A dikenal juga dengan Nama Retinol. Fungsi Vitamin A : Berperan
dalam Penglihatan, dan merupakan salah satu komponen penyusun pigmen mata.
selain itu fungsi vitamin A juga ikut berperan penting menjaga kesehatan,
kekebalan tubuh, pertumbuhan dan perkembangan dan sangat baik untuk menjaga
kesehatan kulit.

Sumber-sumber Vitamin A
Hewani : Hati, Kuning telur, susu, mentega dan minyak ikan.
Nabati : Karoten : sumber karoten adalah sayuran berwarna hijau, dan
buah-buahan yang berwarna kuning seperti Wortel, pisang dan pepaya.
Penyakit Akibat Kekurangan Vitamin A
Kekurangan vitamin A dapat mengakibatkan gangguan penglihatan, rabun
senja, katarak dan penurunan daya tahan tubuh. Info selengkapnya bisa
dibaca disini: Manfaat dan Tanda-tanda Kekurangan Vitamin A

b) Vitamin B

Ada beberapa kelompok golongan Vitamin B (B Komplek) dan secara


umum manfaat vitamin B berperan penting dalam metabolisme tubuh, terutama
dalam hal pelepasan energi saat kita melakukan aktivitas. peranan Vitamin B di
dalam tubuh sebagai senyawa koenzim yang dapat meningkatkan laju reaksi
metabolisme tubuh terhadap berbagai jenis sumber energi. Selain itu
beberapa jenis-jenis vitamin B ini juga berperan dalam pembentukan sel darah
merah Sumber vitamin B berasal dari susu, gandum, ikan, dan sayur-sayuran
hijau. Adapun jenis dan kelompok golongan Vitamin B sebagai berikut:

Vitamin B1

Nama lain Dari Vitamin B1 adalah Tiamin Hidroklorida. salah satu jenis
vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan kulit dan
membantu proses pembakaran karbohidrat menjadi energi, membantu proses
metabolisme protein dan lemak dan masih banyak lagi fungsi Vitamin B1 lainnya.

Jenis penyakit akibat kekurangan vitamin B1

Berbagai gangguan pada kulit, seperti kulit kering dan bersisik.


Tubuh juga dapat mengalami penyakit beri-beri
Gangguan fungsi saluran pencernaan, jantung, dan sistem saraf.

Sumber Vitamin B1

Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung Vitamin B1 antara lain


gandum, nasi, daging (hati), susu, telur, dan kacang-kacangan.

Vitamin B2

Nama lain dari Vitamin B2 adalah Riboflavin. Fungsi vitamin B2 di dalam


tubuh berperan penting dalam metabolisme. vitamin B2 berperan sebagai
komponen Koenzim Flavin Mononukleotida dan Flavin Adenine Dinukleotida.
Kedua enzim ini berperan penting dalam regenerasi energi bagi tubuh, dan
oxsidasi asam lemak dan juga berperan dalam pembentukan sel darah merah serta
menyokong pertumbuhan berbagai organ tubuh, seperti kulit, rambut, dan kuku.

Sumber Vitamin B2 : makanan yang bisa menjadi sumber vitamin


B2 antara lain sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur,
dan susu.
kekurangan vitamin B2 : dapat menyebabkan Daya tahan tubuh
menurun, kulit kering dan bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah
Vitamin B3

Nama lain Vitamin B3 adalah Niasin. Vitamin B3 berfungsi dan berperan


penting dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein untuk menghasilkan
energi. vitamin B3 berperan besar dalam menjaga kadar gula darah, tekanan darah
tinggi dan penyembuhan migrain. selain itu jenis vitamin ini juga ikut terlibat
dalam mentralisir racun/ keracunan tubuh.

Sumber Vitamin B3 : banyak di temukan pada jenis


makanan daging hewani seperti hati, ginjal, ikan dan daging
unggas. sumber pangan lainnya yang juga mengandung vitamin ini
antara lain gandum dan kentang manis.
Kekurangan vitamin B3 : Dampak dari kekurangan vitamin B3
bisa menyebabkan kekejangan, keram otot, gangguan sistem
pencernaan, muntah-muntah, dan mual.
Vitamin B5

Nama lain Vitamin B5 adalah asam pantotenat. Fungsi vitamin B5 antara lain
yaitu berperan dalam reaksi Enzim di dalam tubuh dan reaksi pemecahan nutrisi
makanan. selain itu fungsi lain dari vitamin ini adalah sebagai
neurotransmiter antara sistem saraf pusat dan otak serta membantu memproduksi
senyawa asam lemak dan hormon tubuh.

Sumber Vitamin B5 : Makanan hewani, mulai dari daging, susu, ginjal,


dan hati hingga makanan nabati, seperti sayuran hijau dan kacang
hijau.
Vitamin B6

Nama lain Vitamin B6 yaitu Piridoksin ---> merupakan vitamin yang esensial
bagi pertumbuhan tubuh, selain itu fungsi vitamin B6 lainnya yaitu sintesis energi
dan juga berperan dalam metabolisme nutrisi serta memproduksi antibodi sebagai
sistem pertahanan tubuh (imun).

Sumber Vitamin B6 : banyak ditemukan di beras, jagung, kacang-


kacangan, daging, dan ikan. Kekurangan vitamin B6 dalam jumlah
banyak dapat menyebabkan kulit pecah-pecah, insomnia, dan kram
otot.
Vitamin B12

Nama lain dari Vitamin B12 yaitu Kobalamin --> Vitamin jenis ini Khusus
hanya diproduksi oleh hewan dan tidak ditemukan pada tanaman atau tumbuh-
tumbuhan.

Fungsi Vitamin B12 : Ikut berperan dalam metabolisme energi tubuh,


ikut menjaga dan memelihara kesehatan sel saraf, serta ikut berperan
dalam pembentukan molekul DNA dan RNA.
Sumber Vitamin B12 : Telur, hati, dan daging merupakan sumber
makanan yang baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin
B12. Kekurangan vitamin B12 menyebabkan Penyakit Anemia atau
kekurangan darah, iritasi pada kulit dan mudah lelah.

c) Vitamin C

Nama lain Vitamin C yaitu asam askorbat. --> banyak sekali manfaat
vitamin C bagi kesehatan tubuh kita. Diantara yaitu berperan sebagai senyawa
pembentuk kolagen yang merupakan protein penting penyusun jaringan kulit,
sendi, tulang, dan jaringan penyokong organ lain. Selain itu Vitamin C merupakan
antioksidan alami yang bisa menangkal berbagai radikal bebas yang masuk ke
dalam tubuh kita sehingga meminimalisir risiko terjadinya berbagai penyakit
degenaratif, seperti kanker Servik, kanker payudara dan berbagai jenis penyakit
degeneratif lain. Selain itu, vitamin c juga berperan dalam menjaga kebugaran
tubuh dan mencegah penuaan diri, sangat baik dan ber manfaat vitamin c untuk
kecantikan kulit bisa mencegah mencegah berbagai jenis penyakit dan infeksi.

Sumber Vitamin C : banyak terdapat pada buah-buahan seperti jeruk,


tomat, semangka dan sayur-sayuran lainnya
Kekurangan vitamin C bisa menyebabkan Gusi berdarah dan nyeri pada
persendian, kurangnya imunitas tubuh. namun kelebihan konsumsi vitamin
C berdampak buruk terhadap ginjal dan gangguan saluran pencernaan.

d) Vitamin D

Vitamin D adalah jenis vitamin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan sangat
atau yang paling mempengaruhi bagian tulang.

Sumber Vitamin D banyak di temukan pada jenis makanan seperti ikan,


telur, susu, dan keju. sel kulit akan memproduksi Vitamin ini disaat
terkena cahaya matahari.
Manfaat dan fungsi Vitamin D adalah mempengaruhi pertumbuhan tulang,
membantu metabolisme kalsium dan mineral penting untuk tulang.
Kekurangan Vitamin D bisa menyebabkan pertumbuhan tubuh dan kaki
yang tidak normal, seperti betis kaki akan membentuk huruf O dan X.
selain itu kurangnya vitamin D menyebabkan gigi mudah mengalami
kerusakan, dan hilangnya unsur kalsium dan fosfor secara berlebihan di
dalam tulang yang berakibat rapuhnya kekuatan tulang.

e) Vitamin E

Fungsi Vitamin E berperan sebagai anti oksidan alami dan untuk menjaga
kesehatan berbagai jaringan di dalam tubuh, mulai dari mata, sel darah merah, hati
dan jaringan kulit,. karena itu Vitamin E bisa menghambat dan mencegah penuaan
dini.

Sumber Vitamin E banyak terdapat pada ikan, ayam, kuning telur, ragi,
dan minyak tumbuh-tumbuhan.
kekurangan vitamin E menyebabkan gangguan kesehatan yang fatal bagi
tubuh seperti kemandulan dan keguguran, Konsumsi vitamin E sangat
penting untuk tubuh baik bagi pria maupun wanita dan vitamin ini
mempengaruhi kehamilan

f) Vitamin K

Salah satu Vitamin yang larut dalam Lemak, Fungsi Vitamin K yaitu berperan
dalam pembekuan darah dan berpengaruh terhadap penutupan luka.

Makanan Sumber Vitamin K : Sayur-sayuran hijau, brokoli, kol, hati,


kacang polong dan buncis.
kekurangan Vitamin k akan berakibat pada kesulitan pembekuan darah
saat terjadi luka atau pendarahan.
1.2 Jenis Vitamin Berdasarkan Kelarutannya
A. Vitamin yang larut di dalam lemak

Vitamin yang larut dalam lemak merupakan molekul hidrofobik apolar, yang
semuanya adalah derivat isoprene. Molekul-molekul ini tidak disintesis tubuh
dalam jumlah yang memadai sehingga harus disuplai dari makanan. Vitamin-
vitamin yang larut dalam lemak ini memerlukan absorbsi lemak yang normal agar
vitamin tersebut dapat diabsorbsi secara efisien. Diabsorbsi molekul vitamin
tersebut harus diangkut dalam darah yaitu oleh lipoprotein atau protein pengikat
yang spesifik.Yang merupakan vitamin yang larut di dalam lemak adalah vitamin
A, D, E, dan K (Vivi 2006)

1. Vitamin A

Vitamin A atau retinal merupakan senyawa poliisoprenoid yang mengandung


cincin sikloheksenil. Vitamin A merupakan istilah generik untuk semua senyawa
dari sumber hewani yang memperlihatkan aktivitas biologik vitamin A. Senyawa-
senyawa tersebut adalah retinal, asam retinoat dan retinol. Hanya retinol yang
memiliki aktivitas penuh vitamin A, yang lainnya hanya mempunyai sebagian
fungsi vitamin A. Vitamin A mempunyai provitamin yaitu karoten.Pada sayuran
vitamin A terdapat sebagai provitamin dalam bentuk pigmen berwarna kuning
karoten, yang terdiri atas dua molekul retinal yang dihubungkan pada ujung
aldehid rantai karbonnya. Tetapi karena karoten tidak mengalami metabolisme
yang efisien ,maka karoten mempunyai efektifitas sebagai sumber vitamin A
hanya sepersepuluh retinal. Ester retinal yang terlarut dalam lemak makanan akan
terdispersi di dalam getah empedu dan dihidrolisis di dalam lumen intestinum
diikuti oleh penyerapan langsung ke dalam epitel intestinal. karoten yang
dikonsumsi mungkin dipecah lewat reaksi oksidasi oleh enzim karoten
dioksigenase. Pemecahan ini menggunakan oksigen molekuler, digalakkan
dengan adanya garam-garam empedu dan menghasilkan 2 molekul retinaldehid
(retinal). Demikian pula, di dalam mukosa intestinal, retinal direduksi menjadi
retinal oleh enzim spesifik retinaldehid reduktase dengan menggunakan NADPH.
2. Vitamin D

Vitamin D merupakan prohormon steroid.Vitamin ini diwakili oleh


sekelompok senyawa steroid yang terutama terdapat pada hewan, tetapi juga
terdapat dalam tanaman serta ragi. Melalui berbagai proses metabolic,vitamin D
dapat menghasilkan suatu hormon yaitu Kalsitriol, yang mempun yaitu peranan
sentral dalam metabolisme kalsium dan fosfat. Vitamin D dihasilkan dari
provitamin ergosterol dan 7- dehidrokolesterol. Ergosterol terdapat dalam
tanaman dan 7dehidrokolesterol dalam tubuh hewan. Ergokalsiferol (vitamin D2
) terbentuk dalam tanaman, sedangkan di dalam tubuh hewan akan terbentuk
kolekalsiferol (vitamin D3 ) pada kulit yang terpapar cahaya.Kedua bentuk
vitamin tersebut mempunyai potensi yang sama ,yaitu masing-masing dapat
menghasilkan kalsitriol D2 dan D3 .

3. Vitamin E ( Tokoferol )

Ada beberapa jenis tokoferol dalam bentuk alami. Semuanya merupakan


6- hidroksikromana atau tokol yang tersubsitusi isoprenoid. Penyerapan aktif
lemak meningkatkan absorbsi vitamin E. Gangguan penyerapan lemak dapat
menimbulkan defisiensi vitamin E. Vitamin E di dalam darah diangkut oleh
lipoprotein, pertamatama lewat penyatuan ke dalam kilomikron yang
mendistribusikan vitamin ke jaringan yang mengandung lipoprotein lipase serta
ke hati dalam fragmen sisa kilomikron, dan kedua, lewat pengeluaran dari dalam
hati dalam lipoprotein berdensitas sangat rendah ( VLDL ). Vitamin E disimpan
dalam jaringan adiposa Vitamin E (tokoferol) bertindak sebagai antioksidan
dengan memutuskan berbagai reaksi rantai radikal bebas sebagai akibat
kemampuannya untuk memindahkan hydrogen fenolat kepada radikal bebas
perksil dari asam lemak tak jenuh ganda yang telah mengalami peroksidasi.

4. Vitamin K

Vitamin yang tergolong ke dalam kelompok vitamin K adalah naftokuinon


tersubsitusi poliisoprenoid. Menadion ( K3 ), yaitu senyawa induk seri vitamin
K, tidak ditemukan dalam bentuk alami tetapi jika diberikan, secara in vivo
senyawa ini akan mengalami alkilasi menjadi salah satu menakuinon ( K2 ).
Filokuinon ( K1 ) merupakan bentuk utama vitamin K yang ada dalam tanaman.
Menakuinon 7 merupakan salah satu dari rangkaian bentuk tak jenuh polirenoid
dari vitamin K yang ditemukan dalam jaringan binatang dan disintesis oleh
bakteri dalam intestinum. Penyerapan vitamin K memerlukan penyerapan lemak
yang normal. Malabsorbsi lemak merupakan penyebab paling sering timbulnya
defisiensi vitamin K. Derivat vitamin K dalam bentuk alami hanya diserap bila
ada garam-garam empedu, seperti lipid lainnya, dan didistribusikan dalam aliran
darah lewat system limfatik dalam kilomikron. Menadion, yang larut dalam air ,
diserap bahkan dalam keadaan tanpa adanya garam-garam empedu, dengan
melintas langsung ke dalam vena porta hati . Vitamin K ternyata terlibat dalam
pemeliharaan kadar normal factor pembekuan darah II, VII, IX dan X, yang
semuanya disintesis di dalam hati mula-mula sebagai precursor inaktif. Vitamin K
bekerja sebagai kofaktor enzim karboksilase yang membentu residu
karboksiglutamat dalam protein precursor. Reaksi karboksilase yang tergantung
vitamin K terjadi dalam retikulum endoplasmic. Banyak jaringan dan memerlukan
oksigen molekuler, karbondioksida serta hidrokuinon ( tereduksi ) vitamin K dan
di dalam siklus ini, produk 2,3 epoksida dari reaksi karboksilase diubah oleh
enzim 2,3 epoksida reduktase menjadi bentuk kuinon vitamin K dengan
menggunakan zat pereduksi ditiol yang masih belum teridentifikasi.

B. Vitamin yang larut di dalam air

Vitamin yang larut di dalam air kelompok dari vitamin B kompleks dan
vitamin C merupakan kofaktor dalam berbagai reaksi enzimatik yang terdapat di
dalam tubuh kita. Vitamin B yang penting bagi nutrisi manusia adalah :

1. Thiamin (Vitamin B1)

Thiamin (Vitamin B1) dikenal sebagai vitamin berenergi karena memiliki efek
yang bermanfaat bagi sistem saraf dan energi. Bentuk murni dari Thiamin
(vitamin B1) adalah Tiamin Hidroklorida.
2. Riboflavin (Vitamin B2)

Riboflavin berfungsi sebagai koenzim. Riboflavin membantu enzim untuk


menghasilkan energi dari nutrisi penting untuk tubuh manusia. Riboflavin
berperan pada tahap akhir dari metabolisme energi nutrisi tersebut Susu dan
produk-produk susu, seperti keju, merupakan sumber yang baik untuk riboflavin.
Hampir semua sayuran hijau dan biji-bijian mengandung riboflavin, seperti
brokoli, jamur dan bayam. Kekurangan riboflavin dapat menyebabkan gejala
seperti iritasi, kulit merah dan keretakan kulit dekat dengan sudut mata dan bibir
seperti halnya sensitivitas yang berlebihan terhadap sinar (photophobia) . Hal ini
dapat juga menyebabkan keretakan pada sudut mulut (cheilosis).

3. Vitamin B6 (Piridoksin, piridoksal, piridoksamin)

Tubuh membentuk protein dengan mengubah asam amino yang terdapat


dalam makanan. Proses perubahan ini dibantu oleh vitamin B6. Disamping itu,
vitamin B6 membantu tubuh membentuk energi dengan membakar cadangan gula
yang terselip diantara organ tubuh. Pembentukan hemoglobin dari protein juga
dibantu oleh vitamin B6.

5. Biotin (Vitamin B7)

Biotin (vitamin B7) merupakan atau sering disebut juga sebagai vitamin H,
merupakan co-enzim yang membantu metabolisme asam lemak, leusin, dan
karbohidrat.

6. Folat (Vitamin B9)

Folat (Vitamin B9) adalah vitamin yang diperlukan untuk replikasi sel dan
pertumbuhan. Vitamin ini membantu blok bangunan berupa DNA, yang
menyimpan informasi genetik tubuh, dan membangun blok RNA, yang diperlukan
untuk sintesis protein. Vitamin B9 sangat penting untuk perkembangan janin dan
regenerasi sel, seperti sel darah merah dan sel kekebalan. Sumber terbaik untuk
folat adalah sayur-sayuran, khususnya sayuran berdaun hijau.
7. Kobalamin (Vitamin B12)

Vitamin B12 berperan penting pada saat pembelahan sel yang berlangsung
dengan cepat. Vitamin B12 juga memelihara lapisan yang mengelilingi dan
melindungi serat syaraf dan mendorong pertumbuhan normalnya. Selain itu juga
berperan dalam aktifitas dan metabolisme sel-sel tulang. Vitamin B12 juga
dibutuhkan untuk melepaskan folat, sehingga dapat membantu pembentukan sel-
sel darah merah.

8. Askorbat (Vitamin C)

Vitamin C membantu spesifik enzim dalam melakukan fungsinya. Vitamin C


juga bekerja sebagai antioksidan, membentuk kolagen, serat, struktur protein.
Kolagen dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi dan juga untuk
membentuk jaringan bekas luka. Vitamin C juga meningkatkan ketahanan tubuh
terhadap infeksi dan membantu tubuh menyerap zat besi. Sumber vitamin c adalah
Jambu biji, kiwi, kelengkeng, pepaya, paprika merah, brokoli, kubis, strawberi,
kembang kol, jeruk, tomat, cabe, apel, sayuran hijau, kentang wortel, ubi jalar,
dan blewah. Kekurangan Vitamin C dapat menyebabkan anemia, kulit kering,
kasar dan bersisik, Pendarahan Internal (haemorhages), Radang Gusi (Gingivitis),
tulang Menjadi Kurang Stabil, Kerusakan pada Jaringan Jantung, Penurunan
Kemampuan Melawan Infeksi, Penurunan Tingkat Penyembuhan Luka. Gejala
keracunan vitamin C adalah mual, kejang perut, diare, sakit kepala, kelelahan dan
susah tidur. Hal ini juga dapat mengganggu tes medis, atau menyebabkan buang
air kecil yang berlebihan dan membentuk batu ginjal.

1.3 Struktur Molekul Vitamin


Tiamin (vitamin B1): Kadar tiamin rata-rata pada daging ikan telah
diketahui yaitu sekitar 0,04 mg/100g daging ikan. Struktur kimia tiamin
berbobot molekul 337, dapat dilihat pada gambar dibawah.
Gambar 1. Struktur thiamin
(sumber:http://www.google.co.id/ Thiamin)

Molekul ini tersusun dari inti pirimidin dan inti tiazol yang dihubungkan
oleh jembatan metilen (-CH2-). Bagian pirimidin mempunyai kemantapan
nisbi tinggi, sedangkan bagian tiazol segera terbuka di dalam larutan
alkalis. Tiamin mengandung sebuah gugus amino pada lingkar pirimidin
dan nitrogen kuartener yang sangat aktif pada lingkar tiazol. Lingkar tiazol
juga mengandung sebuah gugus etoksi yang melakukan reaksi seperti
gugus hidroksil dan penting untuk kesehatan enzim.

Riboflavin (vitamin B2): Kadar riboflavin rata-rata pada daging ikan


adalah sekitar 0,07 mg/100g daging ikan. Adapun struktur kimia riboflavin
dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar 2. Struktur Riboflavin


(sumber:http://www.google.co.id/strukturRiboflavin+(vitamin+B2)

Molekul riboflavin terdiri atas struktur lingkar isoalixazin dan rantai


samping gula pentose (ribosa). Riboflavin disintesis oleh semua tumbuhan
hijau dan oleh kebanyakan bakteri, jamur, kapang, dan khamir. Kelompok
piridoksin (vitamin B6): Vitamin B6 bukanlah suatu zat tunggal, tetapi
terdiri dari 3 senyawaan yang berkaitan, yaitu peridoksin, piridoksal, dan

piridoksamin. Adapun tumus struktur ketiga jenis persenyawaan ini adalah


sebagai berikut:

Gambar 3. Struktur Piridoksamin


(sumber: http://www.google.co.id/search?q=+piridoksamin)

Piridoksin disintesis oleh tumbuhan hijau daun dan mikroorganisme.


Vitamin B6 ini sebagian besar terdapat dalam jaringan sebagai fosfat
piridoksal dan piridoksamin. Fosfat piridoksal berfungsi sebagai koenzim
dalam sejumlah reaksi kimia yang melibatkan asam-asam amino.
Sianokobalamine (vitamin B12): Vitamin B12 adalah senyawa Kristal
berwarna merah tua. Vitamin ini mengandung inti porfirin dan logam berat
kobalt. Bentuk koenzim B12 mempunyai sebuah gugus 5 deoksiandenosil
terikat pada gugus metilen. Vitamin B12 bukanlah zat tunggal, melainkan
terdiri atas beberapa senyawa yang berkaitan erat dan mempunyai kegiatan
serupa.
Struktur kimia vitamin B12 dapat dilihat seperti pada gambar berikut.

Gambar 4. Struktur Vitamin B12


(sumber: http://www.google.co.id/ Struktur+kimia+vitamin+B12)

Sianokobalamine (vitamin B12): Vitamin B12 adalah senyawa Kristal


berwarna merah tua. Vitamin ini mengandung inti porfirin dan logam berat
kobalt.
Bentuk koenzim B12 mempunyai sebuah gugus 5 deoksiandenosil terikat
pada
gugus metilen. Vitamin B12 bukanlah zat tunggal, melainkan terdiri atas
beberapa senyawa yang berkaitan erat dan mempunyai kegiatan serupa.
Struktur kimia vitamin B12 dapat dilihat seperti pada gambar berikut.

Vitamin C (asam askorbat): Kandungan vitamin C pada ikan sangat sedikit


yaitu hanya rata-rata 0,33 mg/100g dengan pengecualian pada daging ikan
tuna yang mencapai 0,51 mg/100g daging ikan. Rumus struktur asam
Laskorbat dan L-awahidroaskorbat dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 5. Struktur asam askorbat
(sumber: http://www.google.co.id/search?q=+Vitamin+C+(asam+askorbat))

Tumbuhan dan mamalia selain manusia, kera, dan marmot dapat


mensintesis asam askorbat. Asam askorbat ini meningkatkan penyerapan
besi dari dalam usus. Selain itu asam askorbat ikut dalam pengangkutan
atau transport elektron, dan mempercepat penyembuhan luka dengan
pembentukan jaringan ikat baru.

Vitamin A (anti xeroftalmia): Vitamin A terbagi 2 jenis, yaitu vitamin A1


dan vitamin A2, yang dibedakan pada jumlah ikatan rangkat pada cincin
pirolnya.

Gambar 6. Struktur Vitamin A

Pada vitamin A1 hanya terdapat satu ikatan rangkap, sedangkan vitamin


A2 terdapat dua ikatan rangkap. Rumus struktur vitamin A1 dan A2 bisa
dilihat sebagai berikut. Vitamin D: Vitamin D adalah suatu istilah yang
digunakan untuk menyatakan sekelompok senyawa yang mirip secara
kimia. Terdapat 11 sterol yang mempunyai kegiatan seperti vitamin D,
antara lain vitamin D2 (kalsiferol) dan vitamin D3 (kolesterol aktif).
Selain itu, di alam terdapat juga ergosterol (provitamin D2) dan 7-
dehidrokolesterol (provitamin D3). Vitamin D3 adalah bentuk vitamin
yang terkandung dalam kebanyakan minyak hati ikan, merupakan bentuk
yang dihasilkan oleh kegiatan.
Asam Folat memiliki dua efek fisiologis utama yaitu sebagai kofaktor
enzim sintesis deoxyribonucleic acid (DNA) dan ribonucleic acid (RNA)
yang berperan dalam replikasi sel.

Gambar 7. Struktur Asam folat (Vitamin B9). Wikimedia Commons)

Disamping itu asam folat juga dibutuhkan untuk mengubah homosistein


menjadi metionin yang berperan pada sintesa protein. Asam folat penting
dalam pembentukan sel-sel baru dan pemeliharaan sel, khususnya dalam
kehamilan, karena pada masa itu terjadi pertumbuhan sel-sel baru dengan
sangat pesat. Asam folat sangat penting terutama pada masa-masa awal
kehamilan yaitu dalam replikasi sel, karena pada masa itu sistem saraf bayi
sedang terbentuk (Untoro 2002). Asam folat adalah turunan vitamin B
kompleks (B-9) yang berguna untuk mengurangi risiko cacat bawaan pada
bayi (neural tube defects-NTD), spina bifida dan anenchepaly. Ibu hamil
atau perempuan yang tengah merencanakan kehamilan, dianjurkan
mengonsumsi makanan mengandung folat. Sebab, neural tube defects
terjadi pada masa kehamilan belum disadari, yaitu antara minggu kedua
hingga keempat masa pertumbuhan janin (Grinida 2008).
1.4 Senyawa anti vitamin
Senyawa anti vitamin adalah suatu senyawa yang dapat bekerja mencegah
aktivitas vitamin,sehingga dapat menyebabkan defisiensi vitamin. Sebagian besar
antivitamin bekerja dengan cara kompetisi langsung dengan vitamin. Ada zat-zat
yang ada pada bahan makanan asal hewan dan nabati yang dapat bekerja
sebagaiantivitamin. Sifat ini disebabkan karena rumus bangun kimiawi yang
hampir sama, sehingga ada kompetisi antara vitamin dan anti-vitaminnya, atau
karenaanti-vitamin bereaksi dengan vitamin itu (Almatsier 2013).
a. Anti-vitamin retinol (A)
Zat anti-vitamin A yaitu lipoksidase liposigenase. Lipoksidase merupakan zat
anti-vitamin yang menghancurkan oksidasi dan karoten. Zat ini terdapat dalam
kacang-kacangan. Enzim lipoksigenase yang terdapat dalam biji kedelai
merupakan penyebab flavor langu yang tidak disukai dalam susu kedelai.
Lipoksigenase aktif dengan cepat ketika substrat tersedia dan terdapat air. Oleh
karena itu, flavor langu sebagian besar dihasilkan dalam tahap pengggilingan
karena enzim dan lipid dilepaskan, dan juga terdapat air yang berlebih.
Lipoksigenase merupakan dioksigenase mengandung besi,yang mengkatalisa
oksidasi polyunsaturated asam lemak, seperti asamlinoleat, menghasilkan
hidroperoksida asam lemak tidak jenuh.
off flavors.
b. Anti-vitamin kalsiferol (D)
Anti vitamin Dx terdapat pada pada bungkil kedelai. 5ungkil
kedelaimengandung kalsium agak rendah (0,27%) kandungan fosfornya jugalebih
rendah dibandingkan dengan biji kapas yaitu rata-rata 0,63%. Seperti biji kedelai,
bungkil kedelai tidak menyediakan karotena dan vitamin D.
c. Anti-vitamin (tokoferol) E
Terdapat senyawa-senyawa yang dapat menghambat aktifitas vitamin E pada
kacang-kacangan yang belum diketahui lebih lanjut.
d. Anti-Vitamin (B1)
Thiaminase merupakan enzim yamg berhubungan dengan vitamin B1 dengan
adanya deteksi yaitu 1-metil-4-hidroksimetil-pirimidine,sebagai hasil dari
pemecahan rantai metilin dalam thiamin yang terdapatdalam ekstrak yang tidak
dididihkan. Thiaminase dapat menyebabkandefisiensi B1 yang cukup
membahayakan, dapat menimbulkan gejalaavitaminosis dari thiamin, meliputi
convulsion, gangguan tersebut dapatdihilangkan dengan injeksi vitamin B1.Sifat
dari thiaminase yaitu:
Faktor thiaminolitik mempunyai sifat- sifat protein, dan efeknya
samaterutama dipengaruhi oleh suhu dan p= medium.
Dengan pendidihan akan kahilangan aktivitasnya.
Tersusun atas apo-enzim yang tidak dapat mengalami dialisis dan co-enzim
,yang bila dihilangkan menyebabkan inaktivasi enzim tersebut
Aktifitas optimum thiaminase pada pH 6,6-7,0 aktifitas tersebut naik dengan
penambahan suhu antara 300C -400C dan pada suhu 65-700C aktivitasnya
tinggal separuh.
Thiaminase dapat ditemukan pada beberapa binatang air seperti ikan,molusca,
dan celenterates, dalam beberapa tanaman (pteridophyta) serta dalam bakteri
tertentu.0engan mengurangi konsumsi makanan laut mentah, dan dengan
perlakuan pemanasan yang cukup selama pengolahn makanan, efek
darithiaminase dapat diminimalisir. Dengan pemanasan 1000C selama 20 menit
thiaminase hampir dapat dinonaktifkan.
e. Anti-niasin (B3)
Antagonis dari niasin yaitu disebut niasinoger. Niasogen dapatmengganggu
ketersediaan niasin karena terjadinya suatu reaksi kompleksdengan niasinogen.
Niasinogen banyak terkandung pada jagung.
f. Anti-biotin (B7)
Avidin terdapat pada albumin (putih telur) mentah yang dapatmenghambat
penyerapan biotin dan tiamin. Avidin dapat membentuk senyawakompleks yang
tidak dapat dipisahkan oleh enzim pencernaan. Meskipundemikian, hal ini tidak
menyebabkan kekurangan vitamin biotin pada tubuhmanusia karena biotin banyak
terdapat pada makanan biasa.
g. Anti-vitamin asam askorbat (C)
Asam askorbat oksidase atau disingkat askorbase merupakan enzim yanghanya
mengkatalisis reaksi oksidasi asam askorbat saja, baik asam askorbat
alamiataupun sintesis, tetapi tidak mengkatalisis senyawa yang lain misalnya
sistein,glutation, tirosin, dan phenol. Enzim heksosidase tersebut mempunyai
aktifitasoptimal pada pH 5,6 - 5,9. Asam askorbat oksidase dapat
mengakibatkandefisiensi vitamin C. Akibat intake zat gizi yang kurang dari
makanan.Sifat dari askorbase yaitu:
Asam askorbat menunjukkan metallo-enzim, larut dalam garam
danmempunyai berat molekul 150.000
Ko-enzim mengandung 2 atom tembaga untuk setiap molekul protein.
Seiring dengan kenaikan kadar tembaga, elemen ini membentukbagiandari
enzim.
Dengan kenaikan suhu 100Cdiatas nol jumlah vitamin yangdioksidasikan
naik 2- 2,5 kalinya, dan aktifitas optimal didapatkandidaptkan pada suhu
sekitar 380C. Asam askorbat oksidase berperandalam batas yang luas dari
pH 4,7, tetapi pengaruh maksimal adalah antara pH 5,6 -6,0 dan jika ph
diturunkan 2,0 maka enzim menjadi inaktif.

2. Mineral

Mineral merupakan bahan anorganik yang dibutuhkan oleh ikan untuk


pembentukan jaringan tubuh, proses metabolisme serta mempertahankan
keseimbangan osmotik danuntuk proses pertumbuhan normal ikan maupun udang.
Ikan dan udang dapat menyerap (absorpsi) beberapa mineral, tidak hanya mineral
yang berasal dari pakan tetapi juga berasal dari lingkungan perairan yaitu seperti
kalsium,magnesium,sodium,potassium,iron,zinc,copper dan selenium yang meru
pakan jenis mineral diperoleh dari air untuk memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi
ikan serta phosphat dan sulfat lebih efektif bila diperoleh dari pakan.
Ikan dam udang sebagai organisme air yang memiliki kemampuan dalam
menyerap beberapa unsur anorganik, tidak hanya dari makanan tetapi juga dari
lingkungan. Jumlah mineral yang dibutuhkan oleh ikan sangat sedikit tetapi
mempunyai fungsi yang sangat penting. Dalam penyusunan pakan buatan mineral
mix biasanya ditambahkan berkisar antara 25% dari total jumlah baha baku dan
bervariasi bergantung pada jenis ikan yang akan mengkonsumsinya (Gusrina,
2008).
2.1 Nama Mineral dan rumus kimianya
Berikut ini adalah Gambar nama-nama nineral dan rumus kimianya

Gambar 8. Nama dan rumus kimia Mineral


2.2 Struktur Mineral
Mineral merupakan bagian tubuh yang memegang peranan penting dalam
pemeliharaan fungsi tubuh, baik tingkat sel, jaringan, organ maupun fungsi tubuh
secara keseluruhan. Selain itu, mineral berperan dalam berbagai tahap
metabolisme terutama sebagai kofaktor dalam aktivitas enzim. Keseimbangan
ion-ion mineral di dalam cairan tubuh diperlukan untuk pengaturan kegiatan
enzim.
1. Mineral Makro
a. Natrium (Na)
(sumber: http://www.google.co.id/search?q=a.+Natrium+(Na))

Natrium diabsorpsi di usus halus secara aktif (membutuhkan energi).


Natrium kemudian dibawa oleh aliran darah ke ginjal untuk disaring.
Setelahnya, dikembalikan ke aliran darah dalam jumlah cukup untuk
mempertahankan taraf natrium dalam darah. Kelebihan natrium akan
dikeluarkan melalui urin.
b. Klor (Cl)

Konsentrasi klor tertinggi adalah dalam cairan serebrospinal (otak dan


sumsum tulang belakang), lambung dan pancreas. Klor diabsorpsi di usus
halus dan dieksresi melalui urin dan keringat. Kehilangan klor mengikuti
kehilangan natrium.
c. Kalsium (Ca)

(sumber:http://www.google.co.id/search?sourceid=chrome&ie=UTF8&q
=c.+Kalsium+(Ca))
Sebanyak 30-50 % kalsium yang dikonsumsi diabsorpsi tubuh yang terjadi
di bagian atas usus halus yaitu duodenum. Kalsium hanya bisa diabsorpsi bila
terdapat dalam bentuk larut air dan tidak mengendap karena unsure makanan
lain. Kalsium yang tidak diabsorpsi dikeluarkan melalui feses. Kehilangan
kalsium dapat terjadi melalui urin, sekresi cairan yang masuk saluran cerna
serta keringat.
d. Fosfor (P)

(sumber:http://www.google.co.id/search?q=struktur.+Fosfor+(P))

Fosfor dapat diabsorpsi secara efisien sebagai fosfor bebas di dalam usus
setelah dihidrolisis dan dilepas dari makanan oleh enzim alkalin fosfatase
dalam mukosa usus halus dan diabsorpsi secara aktif yang dibantu oleh
bentuk aktif vitamin D dan difusi pasif. Kadar fosfor dalam darah diatur oleh
hormone paratiroid (PTH) yang dikeluarkan oleh kelenjar paratiroid dan
hormone kalsitonin serta vitamin D, untuk mengontrol jumlah fosfor yang
diserap, jumlah yang ditahan oleh ginjal, jumlah yang dibebaskan dan
disimpan dalam tulang.
e. Magnesium (Mg)

(sumber: http://www.google.co.id/search?q=struktur+Magnesium+(Mg))

Magnesium diabsorpsi di usus halus dengan bantuan alat angkut aktif dan
secara difusi pasif. Eksresi magnesium meningkat oleh adanya hormone
tiroid, asidosis, aldosteron serta kekurangan fosfor dan kalium. Eksresi
magnesium menurun karena pengaruh kalsitonin, glukagon dan PTH terhadap
resorpsi tubula ginjal

2. Mineral Mikro
a. Besi (Fe)
Sebagian besar besi dalam bentuk feri direduksi menjadi bentuk fero.
Absorpsi terutama terjadi dibagian atas usus halus (duodenum) dengan
bantuan alat angkut protein khusus, yaitu transferin dan feritin. Di dalam
sumsum tulang, besi digunakan untuk membuat hemoglobin yang merupakan
bagian dari sel darah merah. Sisanya dibawa ke jaringan tubuh yang
membutuhkan. Kelebihan besi disimpan sebagai protein feritin dan
hemosiderin di dalam hati, sumsum tulang belakang.
b. Seng (Zn)
Seng di absorpsi di bagian atas usus halus (duodenum). Kelebihan seng di
simpan di dalam hati dalam bentuk metalotionein. Di dalam pankreas seng
digunakan untuk membuat enzim pencernaan, yang pada waktu makan
dikeluarkan ke dalam saluran cerna. Absorpsi seng diatur oleh metalotionein
yang disintesis di dalam sel dinding saluran cerna. Seng dikeluarkan tubuh
terutama melalui feses atau urin.
c. Iodium (I)
Iodium dengan mudah di absorpsi dalam bentuk iodida. Ekskresi
dikeluarkan melalui ginjal. Fungsi yodium sebagai komponen esensial
tiroksin dan kelenjar tiroid. Konsumsi yodium di atas 2000mg/hari dianggap
berlebihan. Hal ini dapat menghambat pelepasan yodium dan tiroid.
d. Selenium (Se)
Selenium berada dalam makanan dalam bentuk selenometionin dan
selenosistein. Absorpsi selenium terjadi pada bagian atas usus halus secara
aktif. Selenium diangkut oleh albumin dan alfa-2 globulin. Absorpsi lebih
efisien, bila tubuh dalam keadaan kekurangan selenium. konsumsi tinggi
menyebabkan peningkatan ekskresi melalui urin.
DAFTAR PUSTAKA
Suwetja,I.K.2011.Biokimia Hasil Perikanan.Media Prima Aksara : Jakarta

Brahm.1996.Biokimia kedokteran dasar. Jakarta. penerbit : EGC.

http://majalahkesehatan.com/jenis-jenis-vitamin-yang-wajib-anda-
ketahui.(Diakses pada senin, 27 Maret 2017,Pukul 21.16)

http://www.kesehatan123.com/2453/fungsi-vitamin-dan-manfaatnya.(Diakses
pada Rabu, 29 Maret 2017,Pukul 23.24)

Almatsier .2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Gusrina. 2008. Budidaya Ikan. Direktorat Pembinaan Sekolah Menegah


Kejuruan. Prinsip Dasar Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan

Vivi.2006. Macam-Macam vitamin dan Fungsinya. Jurnal Kesehatan Masyarakat.


Andalas