Anda di halaman 1dari 12

1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada allah SWT. Yang maha menentukan setiap takdir sekaligus
menetapkan segala hikmah dibaliknya. Semata-mata demi kebaikan dan keadilan
kepada hamba-hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada manusia
terbaik sepanjang sejarah manusia, sang khatamul anbiya, Muhammad Al-Musthafa,
beserta seluruh keluarga, sahabat dan seluruh umat yang senantiasa istiqamah
menapaki risalahnya yang paripuma hingga akhir zaman.

Bersyukurlah. Sepahit apapun kondisi kami masih selalu diberikan kesempatan dan
kesehatan untuk mengerjakan dan menyelesaikan penulisan tugas makalah ini.

Dapat kami selesaikan makalah ini tentunya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak
terutama Dosen pembimbing Aqidah Akhlak. Oleh karena itu kami mengucapkan
banyak terima kasih atas bimbingannya.

Akhirnya, besar harapan kami agar makalah ini dapat bermanfaat memberikan
informasi, gambaran dan dapat berguna bagi pembelajaran di dunia. Amin ya rabbal
alamin.

1
2

DAFTAR ISI

Halaman judul..

Kata pengantar..............................................................................................

Daftar isI

BAB I PENDAHULUAN

Rumusan Masalah
Tujuan .
Pembahasan .

BAB II PEMBAHASAN

Pengertian aqidah akhlak.


Tujuan dan ruang lingkup aqidah....
Kedudukan aqidah akhlak

BAB III PENUTUP

Kesimpulan.

DAFATR PUSTAKA

2
3

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Aqidah dan akhlak merupakan pondasi dasar yang wajib ditanamkan
kepada peserta didik sejak dini khususnya di tingkat Madrash Ibtidaiyah.
Sebagai seorang calon guru yang akan dicetak sebagai guru yng profesional,
sudah semestinya kita sebagai calon guru mengenal bagaimana pembelajaran
aqidah akhlak di tingkat madrasah ibtidaiyah. Seperti yang kita ketahui
bahwa pada peserta didik khususnya di tingkat MI masih membutuhka
pondasi akan pentingnya aqidah akhlak tersebut.
Ni1ai suatu prilaku itu ditentukan oleh kandungan moral yang terpatri
dibalik perilaku tersebut. Semakin besar dan bermanfaat nilainya semakin
penting untuk dipelajarinya.Perilaku yang paling penting adalah akhlakul
karimah yang mengenalkan kita kepada Allah SWT, Sang Pencipta.Sehingga
orang yang tidak kenal Allah SWT disebut kafir meskipun dia Profesor
Doktor, pada hakekatnya dia bodoh.Adakah yang lebih bodoh daripada orang
yang tidak mengenal yang menciptakannya?
Allah menciptakan manusia dengan seindah-indahnya dan selengkap--
lengkapnya dibanding dengan makhluk/ciptaan lainnya.Kemudian Allah
bimbing mereka dengan mengutus para Rasul-Nya.
Begitu pentingnya Aqidah ini sehingga Nabi Muhammad, penutup para Nabi
dan Rasul membimbing ummatnya selama 13 tahun ketika berada di Mekkah
pada bagian ini, karena aqidah adalah landasan semua tindakan. Di dalam
tubuh manusia seperti kepadanya.Maka apabila suatu ummat sudah rusak,
bagian yang harus direhabilitisi adalah akhlak dan aqidahnya terlebih dahulu.
Disiniah pentingnya aqidah ini.Apalagi ini menyangkut kebahagiaan dan
keberhasilan dunia dan akherat.Dialah kunci menuju surga.

3
4

B. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian aqidah akhlak
2. Tujuan dan ruang lingkup aqidah akhlak
3. Kedudukan aqidah akhlak

C. TUJUAN
1. Mengetahui pengertian aqidah akhlak
2. Mengetahui tujuan dan ruang lingkup aqidah akhlak
3. Mengetahui kedudukan aqidah akhlak

4
5

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN AQIDAH AKHLAK


Kata aqidah berasal dari kata bahasa arab. Secara bahasa, aqidah berarti
sesuatu yang mengikat. Kata ini, sering juga disebut dengan aqaid, yaitu kata
plural (jama) dari aqidah yang artinya simpulan. Kata lain yang serupa adalah
itiqad, mempunyai arti kepercayaan. Menurut Sayyid Sabiq, seperti dikutip
Nurcholis Madjid (baca: Cak Nur), tauhid atau al-aqidah al-islamiyyah adalah
suatu sistem kepercayaan Islam yang mencakup didalamnya keyakinan kepada
Allah dengan jalan memahami nama-nama dan sifat-sifatNya, keyakinan terhadap
malaikat, ruh, setan, iblis dan makhluk-makhluk gaib lainnya, kepercayaan
terhadap Nabi-nabi, Kitab-kitab Suci serta hal-hal eskatologis lainnya, seperti
Hari Kebangkitan (al-bats), hari kiamat/hari akhir (yaum al-qiyamah/yaum al-
akhir), surga, neraka, syafaat, jembatan gaib (al-shirath al-mustaqim), dan
sebagainya.
Aqidah adalah suatu keyakinan yang mengikat hatinya dari segala keraguan.
Atau dengan kata lain Aqidah adalah suatu perkara yang harus dibenarkan dalam
hati sehingga melahirkan jiwa yang tenang dan mantap serta tidak dipengaruhi
keraguan dan meyakini dengan penuh keyakinan bahwa apa yang menjadi rukun
Iman umat islam benar Mutlaq meyakini keberadaannya.
Akhlak berasal dari bahasa Arab, al-khuluqu atau al-khuluq yang berarti
watak, tabiat, keberanian atau agama. Sedangkan secara istilah Muuhammad
Rabbi Muhammad Jauhari mengutip pendapat Ibnu Maskawaih bahwa Akhlak
adalah suatu keadaan bagi jiwa yang mendorong ia melakukan tindakan-
tindakan dari keadaan itu tanpa melalui fikiran dan pertimbangan. Keadaan ini
terbagi dua: ada yang berasal dari tabiat aslinya, ada pula yang diperoleh dari
kebiasaan yang berulan-ulang. Boleh jadi, pada mulanya tindakan-tindakan itu
melalui fikiran dan pertimbangan, dan dilakukan terus-menerus, maka jadilah
suatu bakat dan akhlak.

5
6

Akhlak merupakan konsep kajian terhadap ihsan. Ihsan merupakan ajaran


tentang penghayatan akan hadirnya Tuhan dalam hidup, melalui penghayatan diri
yang sedang menghadap dan berada di depan Tuhan ketika beribadah. Ihsan juga
merupakan suatu pendidikan atau latihan untuk mencapai kesempurnaan Islam
dalam arti sepenuhnya (kaffah), sehingga ihsan merupakan puncak tertinggi dari
keislaman seseorang. Ihsan ini baru tercapai kalau sudah dilalui dua tahapan
sebelumnya, yaitu iman dan islam. Orang yang mencapai predikat ihsan ini
disebut muhsin. Dalam kehidupan sehari-hari ihsan tercermin dalam bentuk
akhlak yang mulia (al-akhlak al-karimah). Inilah yang menjadi misi utama
diutusnya Nabi Saw. ke dunia, seperti yang ditegaskannya dalam sebuah
hadisnya: Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak
mulia. Tugas yang amat berat dan sangat mulia itu dapat dilaksanakan dengan
baik oleh Nabi berkat bimbingan langsung dari Allah Swt. dan juga didukung
oleh kepribadian beliau yang sangat agung. Terkait dengan ini Allah Swt.
berfirman:
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (QS. al-
Qalam : 4).

B. TUJUAN DAN RUANG LINGKUP AQIDAH AKHLAK


Aqidah akhlak harus menjadi pedoman bagi setiap muslim. Artinya setiap
umat Islam harus meyakini pokok-pokok kandungan aqidah
akhlak tersebut. Adapun tujuan aqidah akhlak itu adalah
1. Memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan yang sejak lahir. Manusia
adalah makhluk yang berketuhanan. Sejak dilahirkan manusia terdorong
mengakui adanya Tuhan. Firman Allah dalam surah Al-Araf ayat 172-173
yang artinya Dan (Ingatlah), ketika Tuhanmu menguluarkan kehinaan anak-
anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa
mereka, seraya berfirman: Bukankah Aku ini Tuhanmu? , mereka

6
7

menjawab: Betul (Engkau Tuhan kami), kami jadi saksi (Kami lakukan
yang demikian itu), agar dihari kiamat kamu tidak
mengatakan: Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang
lengah terhadap ini (Keesaan tuhan) atau agar kamu tidak
mengatakan: Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan
Tuhan sejak dulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang
(datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan
kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu? Dengan naluri
ketuhanan, manusia berusaha untuk mencari tuhannya, kemampuan akal dan
ilmu yang berbeda-beda memungkinkan manusia akan keliru mengerti tuhan.
Dengan aqidah akhlak, naluri atau kecenderungan manusia akan keyakinan
adanya Tuhan Yang Maha Kuasa dapat berkembang dengan benar
2. Aqidah akhlak bertujuan pula membentuk pribadi muslim yang luhur dan
mulia. Seseorang muslim yang berakhlak mulia senantiasa bertingkah laku
terpuji, baik ketika berhubungan dengan Allah SWT, dengan sesama manusia,
makhluk lainnya serta dengan alam lingkungan. Oleh karena itu, perwujudan
dari pribadi muslim yang luhur berupa tindakan nyata menjadi tujuan dalam
aqidah akhlak.
3. Menghindari diri dari pengaruh akal pikiran yang menyesatkan. Manusia
diberi kelebihan oleh Allah dari makhluk lainnya berupa akal pikiran.
Pendapat-pendapat atau pikiran-pikiran yang semata-mata didasarkan atas
akal manusia, kadang-kadang menyesatkan manusia itu sendiri. Oleh karena
itu, akal pikiran perlu dibimbing oleh aqidah akhlak agar manusia terbebas
atau terhindar dari kehidupan yang sesat.

7
8

RUANG LINGKUP AQIDAH AKHLAK

Hasan al-Banna mengatakan bahwa ruang lingkup pembahasan akidah Islam


sebagai berikut :

1. Ilahiyah => Pembahsan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan


Allah, seperti wujud, nama-nama, sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan Allah.
2. Nubuwwah => Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan
dengan nabi dan rasul, termasuk pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah,
mukjizat dan keramat.
3. Ruhaniyah => Pembahasan tentang segala sesuatu yang berhubungan alam
metafisika, seperti malaikat, jin, iblis, setan dan roh.
4. Samiyah => Pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui
lewat samai. Maksudnya, melalui dalil naqli yang berupa al-Quran dan as-
Sunnah, seperti alam barzakh, akhirat, azab kubur, tanda-tanda kiamat, surga
dan neraka.

Di samping itu, ruang lingkup pembahasan akidah Islam juga bisa mengikuti
sistematika arkaanul iman (rukun iman).

8
9

C. KEDUDUKAN AQIDAH AKHLAK


Dalam ajaran Islam, aqidah memiliki kedudukan yang sangat penting.
Ibarat suatu bangunan, aqidah adalah pondasinya, sedangkan ajaran Islam
yang lain, seperti ibadah dan akhlak, adalah bangunan bagian atasnya. Allah
berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 285

Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari


Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman
kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya.
(Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun
(dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami
dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami
dan kepada Engkaulah tempat kembali".

9
10

PENUTUP

A. KESIMPULAN
Aqidah adalah suatu keyakinan yang mengikat hatinya dari segala
keraguan. Atau dengan kata lain Aqidah adalah suatu perkara yang harus
dibenarkan dalam hati sehingga melahirkan jiwa yang tenang dan mantap
serta tidak dipengaruhi keraguan dan meyakini dengan penuh keyakinan
bahwa apa yang menjadi rukun Iman umat islam benar Mutlaq meyakini
keberadaannya. Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang
menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dengan tidak memerlukan
pikiran terlebih dahulu.

10
11

DAFTAR PUSTAKA
http://muhammadden1.blogspot.co.id/2015/06/maklah-pengertian-akidah-akhlak.html
http://darmawatiudding.blogspot.co.id/2016/07/akidah-akhlak-pengertian-akidah.html
http://aqidahakhlak12.blogspot.co.id/2012/12/v-behaviorurldefaultvmlo.html

11
12

MAKALAH AQIDAH AKHLAK

KELOMPOK 1:
TRI JUNIANTI BAHAR
NURFADILLAH
HAJRAH
MAGHFIRA
NURFIAN SYARIF
MUHAMMAD IRVAN

PRODI ILMU PERPUSTAKAAN


FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UIN ALAUDDIN MAKASSAR

12