Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Kesehatan Reproduksi


Sub Pokok Bahasan : Keputihan
Sasaran : / RW V, Sabrangan Buntalan
Target :
Waktu : 30 menit
Hari/tanggal :
Tempat :

A. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan memahami tentang Keputihan.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah diberi penyuluhan masyarakat mampu :
1. Mengetahui tentang pengertian Keputihan
2. Mengetahui penyebab keputihan
3. Mengetahui tanda dan gejala keputihan
4. Mengetahui kontraindikasi keputihan
5. Mengetahui pencegahan dan pengobatan keputihan

B. Materi Pembelajaran
1. Pengertian Keputihan
2. Penyebab keputihan
3. Tanda dan gejala keputihan
4. Kontraindikasi keputihan
5. Pencegahan dan pengobatan keputihan
C. Metode
Ceramah
Diskusi
Tanya jawab

D. Kegiatan Penyuluhan
Respon
No Kegiatan Waktu
klien/keluarga
1 Pendahuluan :
Menyampaikan salam - Membalas salam 10 menit
Menjelaskan tujuan - Mendengarkan
Apersepsi - Memberikan
respon
2. Penjelasan Materi :
1. Pengertian keputihan - Mendengarkan 20 menit
2. Penyebab keputihan dan
3. Tanda dan gejala keputihan memperhatikan
4. Kontraindikasi keputihan
5. Pencegahan dan pengobatan

3. Penutup :
a. Tanya jawab - Menjawab 10 menit
pertanyaan
b. Menyimpulkan hasil penyuluhan - Aktif bersama
dalam
menyimpulkan
c. Memberikan salam - Membalas salam
E. Setting Tempat

1
3
2

Keterangan :
1. Bidan
2. Meja
3. Ibu

F. Media Alat Bantu


Leaflet

G. Evaluasi
Evaluasi proses :
- Peserta hadir tepat waktu sesuai dengan undangan
- Peserta aktif bertanya dan menjawab mengenai keputihan
- Acara berjalan tanpa gangguan

DAFTAR PUSTAKA

- Ida B, 1998, Memehami Kesehatan Reproduksi Wanita, Arcan, Jakarta.


MATERI
KEPUTIHAN

A. Pengertian
Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang
disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan
di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini
antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan
menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih
saat si penderita buang air kecil.

B. Penyebab
Infeksi Gonore, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan
berwarna kuning kehijauan.
Parasit Trichomonas Vaginalis menghasilkan banyak cairan, berupa cairan
encer berwarna kuning kelabu.
Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.

C. Tanda dan gejala


Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran
vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa.
Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada
wanita tertentu.
Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.
Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan
juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan
tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim,
walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.
Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari,
dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan
oleh plasenta atau uri.
Gadis muda terkadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa
pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.

D. Pencegahan dan pengobatan


Bersihkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan
pH di sekitar vagina. Salah satunya produk pembersih yang terbuat dari
bahan dasar susu. Produk seperti ini mampu menjaga seimbangan pH
sekaligus meningkatkan pertumbuhan flora normal dan menekan
pertumbuhan bakteri yang tak bersahabat. Sabun antiseptik biasa umumnya
bersifat keras dan dapat flora normal di vagina. Ini tidak menguntungkan bagi
kesehatan vagina dalam jangka panjang.
Hindari pemakaian bedak pada organ kewanitaan dengan tujuan agar vagina
harum dan kering sepanjang hari. Bedak memiliki partikel-partikel halus
yang mudah terselip disana-sini dan akhirnya mengundang jamur dan bakteri
bersarang di tempat itu.
Selalu keringkan bagian vagina sebelum berpakaian.
Gunakan celana dalam yang kering. Seandainya basah atau lembab, usahakan
cepat mengganti dengan yang bersih dan belum dipakai. Tak ada salahnya
Anda membawa cadangan celana dalam tas kecil untuk berjaga-jaga
manakala perlu menggantinya.
Gunakan celana dalam yang bahannya menyerap keringat, seperti katun.
Celana dari bahan satin atau bahan sintetik lain membuat suasana disekitar
organ intim panas dan lembab.
Pakaian luar juga perlu diperhatikan. Celana jeans tidak dianjurkan karena
pori-porinya sangat rapat. Pilihlah seperti rok atau celana bahan non-jeans
agar sirkulasi udara di sekitar organ intim bergerak leluasa.
Ketika haid, sering-seringlah berganti pembalut
Evaluasi

1. Apakah keputihan itu?


Jawab
Fluor Albus merupakan sekresi vaginal abnormal pada wanita. Keputihan yang
disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagina dan
di sekitar bibir vagina bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini
antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan
menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih
saat si penderita buang air kecil.
2. Apa tanda dan gejalanya?
Jawab
Keluarnya cairan berwarna putih kekuningan atau putih kelabu dari saluran
vagina. Cairan ini dapat encer atau kental, dan kadang-kadang berbusa.
Mungkin gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid pada
wanita tertentu.
Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya.
Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan
juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan
tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim,
walaupun ada yang berasal dari vagina yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.
Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari,
dari vaginanya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan
oleh plasenta atau uri.
Gadis muda terkadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa
pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
3. Bagaimana penanganannya ?
Jawab :
Bersihkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan
pH di sekitar vagina. Salah satunya produk pembersih yang terbuat dari
bahan dasar susu. Produk seperti ini mampu menjaga seimbangan pH
sekaligus meningkatkan pertumbuhan flora normal dan menekan
pertumbuhan bakteri yang tak bersahabat. Sabun antiseptik biasa umumnya
bersifat keras dan dapat flora normal di vagina. Ini tidak menguntungkan bagi
kesehatan vagina dalam jangka panjang.
Hindari pemakaian bedak pada organ kewanitaan dengan tujuan agar vagina
harum dan kering sepanjang hari. Bedak memiliki partikel-partikel halus
yang mudah terselip disana-sini dan akhirnya mengundang jamur dan bakteri
bersarang di tempat itu.
Selalu keringkan bagian vagina sebelum berpakaian.
Gunakan celana dalam yang kering. Seandainya basah atau lembab, usahakan
cepat mengganti dengan yang bersih dan belum dipakai. Tak ada salahnya
Anda membawa cadangan celana dalam tas kecil untuk berjaga-jaga
manakala perlu menggantinya.
Gunakan celana dalam yang bahannya menyerap keringat, seperti katun.
Celana dari bahan satin atau bahan sintetik lain membuat suasana disekitar
organ intim panas dan lembab.
Pakaian luar juga perlu diperhatikan. Celana jeans tidak dianjurkan karena
pori-porinya sangat rapat. Pilihlah seperti rok atau celana bahan non-jeans
agar sirkulasi udara di sekitar organ intim bergerak leluasa.
Ketika haid, sering-seringlah berganti pembalut