Anda di halaman 1dari 31

IDENTIFIKASI MERKURI PADA KOSMETIK

DOSEN PENGAJAR :

DEWI SARI MULIA, M.Si., Apt

SUSI NOVARYATIIN, M.Si

MUHAMMAD RIZKI F.P, M.Si., Apt

ASISTEN DOSEN :

SUNARDI, Amd.Farm

GABRILE NATASIA, Amd.Farm

EMIE MAHDALENA, Amd.Farm

DISUSUN OLEH :
KHAIRIANNUR (15.71.016745) NIDYA (15.71.016329)

RANI DWI A. (15.71.016325) MIRNAWATI (15.71.016332)

NOVITA SARI (15.71.016923)

PROGRAM STUDI D-III FARMASI

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALANGKARAYA

2017
DAFTAR ISI

JUDUL ................................................................................................................................... i

DAFTAR ISI .........................................................................................................................ii


I. Tujuan .............................................................................................................. 1
II. Dasar Teori ...................................................................................................... 1
III. Alat & Bahan ................................................................................................... 4
IV. Prosedur Kerja .................................................................................................. 5
V. Hasil Pengamatan ............................................................................................ 6
VI. Pembahasan ...................................................................................................... 9
VII. Kesimpulan .................................................................................................... 24
VIII. Daftar Pustaka ................................................................................................ 25
IX. Lampiran ........................................................................................................ 26

ii
I. TUJUAN
a. Mengetahui fungsi identifikasi merkuri pada krim kosmetika.
b. Mengetahui batas kandungan merkuri pada krim kosmetika.
c. Mampu melakukan ekstraksi logam berat merkuri dalam sampel kosmetika.
d. Mempu melakukan uji identifikasi merkuri dengan metode reaksi warna,
pengendapan, serta pembentukan amalgam.
II. DASAR TEORI
Kulit putih dan cerah merupakan dambaan setiap orang, terutama kaum
wanita. Oleh karena itu setiap orang berusaha untuk menjaga dan memperbaiki
kesehatan kulitnya sehingga kebanyakan kaum wanita selalu berusaha
berpenampilan menarik. Hal ini didukung pula dengan semakin berkembangnya
teknologi perawatan kulit dan klinikklinik kecantikan yang tersebar di
Indonesia. Perawatan kulit telah menjadi trend masa kini bagi wanita modern
dan merupakan sebuah kebutuhan bagi seorang wanita (Thormfeldt & Bourne,
2010).
Kulit merupakan bagian tubuh paling utama yang perlu diperhatikan
karena merupakan organ terbesar yang melapisi bagian tubuh manusia. Kulit
memiliki fungsi untuk melindungi bagian tubuh dari berbagai gangguan dan
rangsangan luar dengan membentuk mekanisme biologis salah satunya yaitu
pembentukan pigmen melanin untuk melindungi kulit dari bahaya sinar
ultraviolet matahari. Radiasi sinar ultraviolet yang berasal dari matahari dapat
menimbulkan efek negatif yaitu menyebabkan berbagai permasalahan pada
kulit. Bahaya yang ditimbulkan yaitu kelainan kulit mulai dari kemerahan,
noda-noda hitam, penuaan dini, kekeringan, keriput, sampai kanker kulit. Untuk
mengatasi berbagai masalah kulit tersebut diperlukan adanya perawatan
menggunakan kosmetik (Kusantati, 2014).
Kosmetika adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk
digunakan pada bagian luar tubuh manusia. Kosmetik saat ini sudah menjadi
kebutuhan penting bagi manusia, karena penggunaannya selalu digunakan

1
secara rutin dan terus-menerus. Tujuan utama penggunaan kosmetik pada
masyarakat modern adalah untuk kebersihan pribadi, meningkatkan daya tarik
melalui make-up, meningkatkan rasa percaya diri dan perasaan tenang,
melindungi kulit dan rambut dari kerusakan sinar ultra violet, polusi dan faktor
lingkungan yang lain, mencegah penuaan, dan secara umum membantu
seseorang lebih menikmati dan menghargai hidup (Kusantati, 2014).
Penggunaan kosmetik harus disesuaikan dengan aturan pakainya.
Misalnya harus sesuai jenis kulit, warna kulit, iklim, cuaca, waktu penggunaan,
umur dan jumlah pemakaiannya sehingga tidak menimbulkan efek yang tidak
diinginkan. Sebelum mempergunakan kosmetik, sangatlah penting untuk
mengetahui lebih dulu apa yang dimaksud dengan kosmetik, manfaat dan
pemakaian yang benar. Maka dari itu perlu penjelasan lebih terperinci
mengenai kosmetik (Djajadisastra, 2005).
Banyak pilihan produk kosmetik salah satunya, yaitu krim pemutih
wajah (Whitening Cream). Krim pemutih merupakan campuran bahan kimia
dan atau bahan lainnya dengan khasiat bisa memutihkan kulit atau memucatkan
noda hitam pada kulit. Krim pemutih sangat bermanfaat bagi wajah yang
memiliki berbagai masalah di wajah, karena mampu mengembalikan kecerahan
kulit dan mengurangi warna hitam pada wajah (Parengkuan,2013).
Bahan aktif yang biasanya digunakan dalam krim pemutih salah satunya
adalah merkuri. Merkuri disebut juga air raksa atau hydrargyrum yang
merupakan elemen kimia dengan simbol Hg dan termasuk dalam golongan
logam berat dengan bentuk cair dan berwarna keperakan. Merkuri merupakan
salah satu bahan aktif yang sering ditambahkan dalam krim pemutih. Menurut
Dr. Retno I.S Tranggono, Sp.KK merkuri direkomendasikan sebagai bahan
pemutih kulit karena berpotensi sebagai bahan pereduksi (pemucat) warna kulit
dengan daya pemutih terhadap kulit yang sangat kuat. Ion merkuri dianggap
dapat menghambat sintesis melamin pigmen kulit di sel melanosit
(Li Wang and Hong Zhang, 2011).

2
Menurut Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik
Indonesia nomor HK.03.01.23.07.11.6662 tahun 2011 persyaratan logam berat
jenis merkuri (Hg) adalah tidak lebih dari 1 mg/kg atau 1mg/L (1ppm). Hal
tersebut terjadi karena senyawa merkuri akan kontak dengan kulit secara
langsung sehingga mudah terabsorpsi masuk ke dalam darah dan
mengakibatkan reaksi iritasi yang berlangsung cukup cepat diantaranya dapat
membuat kulit terbakar, menjadi hitam, dan bahkan dapat berkembang menjadi
kanker kulit. Pada pemakaian dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan
permanen otak, paru-paru, ginjal, menggangu perkembangan janin, serta dapat
menimbulkan manifestasi gejala keracunan pada sistem saraf berupa gangguan
penglihatan, tremor, insomnia, kepikunan, dan gerakan tangan menjadi
abnormal (ataksia)(BPOM RI, 2011).
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No.
445/MENKES/PER/V/1998 tentang bahan, zat warna, substrat, zat pengawet
dan tabir surya pada kosmetik. Dalam kadar yang sedikitpun merkuri dapat
bersifat racun. Mulai dari perubahan warna kulit, bintik-bintik hitam, alergi,
iritasi, serta pada pemakaian dosis tinggi dapat menyebabkan kerusakan
permanen otak, ginjal dan gangguan perkembangan janin. Bahkan paparan
jangka pendek dalam dosis tinggi dapat menyebabkan muntah-muntah, diare
dan kerusakan paru-paru serta merupakan zat karsinogenik (BPOM RI, 2007).
Penggunaan krim kosmetika serta komposisi zat berbahaya yang
terkandung di dalam sediaan suatu krim kosmetika perlu diperhatikan. Karena
apabila digunakan dalam jangka waktu panjang dan berlebihan dikhawatirkan
dapat membahayakan kesehatan. Dengan latar belakang tersebut mahasiswa
Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya diberikan materi praktikum
pengujian krim kosmetika dengan judul Identifikasi Merkuri Pada Kosmetika
dimana sampel diambil dari penjual-penjual kosmetik dikota Palangkaraya.

3
III. ALAT DAN BAHAN
Alat

1. Tabung reaksi 11. Batang tembaga


2. Rak Tabung Reaksi 12. Amplas
3. Pipet tetes 13. Pipet ukur 25 mL dan 1 mL
4. Cawan porselin 14. Ball Pipet
5. Erlenmeyer 100 mL 15. Botol semprot
6. Gelas ukur 10 mL 16. Kertas Saring
7. Labu ukur 50 mL 17. Corong Pisah 250 mL
8. Timbangan analitik 18. Gelas Beaker 100 mL
9. Hot plate
10. Batang pengaduk

Bahan

1. Sample Krim kosmetik (Kelly)


2. Eter (C2H5)2O
3. HCl 25%
4. KI 0,5 N
5. HNO3 Pekat
6. Aquasdest

4
IV. PROSEDUR KERJA
A. Persiapan Larutan
Pembuatan larutan KI 0,5 N Kalium lodida diambil sebanyak 2 gram,
kemudian di masukkan ke dalam labu ukur 25 mL dan ditambahkan
aquadest sampai tanda 25 mL, serta dikocok hingga homogen (Buyung,
2011).
Pembuatan larutan aqua raja/aqua regia HCI Pekat diambil sebanyak 75
mL, kemudian di masukkan ke dalam labu ukur 100 mL dan
ditambahkan dengan HNO3 Pekat sebanyak 25 mL (perbandingan
volum 3 : I) (HAM Mulyono, 2009).
B. Preparasi/Ekstraksi Sampel (Chang, 2005)
Timbang sampel kurang lebih 5 gram, kemudian sampel dimasukan
kedalam corong pisah, setelah itu ekstraksi dengan 20 mL eter, kocok
kuat hingga homogen lalu buang fase eter secara perlahan.
Panaskan hingga sampel hampir kering, fase ditambah 10 mL campuran
asam klorida pekat dan dan asam nitrat pekat (3 : 1), kemudian Uapkan
di atas penangas sampai hampir kering
Tambahkan 10 mL aquadest, didihkan sebentar, dinginkan, dan saring.
C. Pengujian merkuri (Hg) (Svehla, 1990)
1. Uji Amalgam
Diambil larutan sampel, masukan kedalam tabung reaksi, kemudian
amplas batang tembaga sampai mengkilap, lalu celupkan ke dalam
larutan uji untuk beberapa saat, jika positif mengandung merkuri maka
batang tembaga akan dilapisi bercak abu-abu mengkilap. Panaskan
pada nyala api bebas, warna abu-abu akan hilang.
2. Uji Uji reaksi warna dengan kalium iodida (KI)
Masukkan ke dalam tabung reaksi larutan sampel, kemudian
ditambahkan 2 tetes larutan Kalium lodida 0,5 N perlahan melalui
dinding tabung reaksi. Harus tidak terjadi endapan jingga, jika terjadi
endapan jingga maka positif mengandung merkuri.

5
V. HASIL PENGAMATAN
A. Hasil Pengamatan
1. Hasil Preparasi Sampel Kosmetika (Kelly)
NO SAMPEL PERLAKUAN HASIL
1. 5,105 gram
+ 25 mL Eter Kuning susu
krim Kelly
+ HCl 25%
+ HNO3 Pekat Kuning susu
(Perbandinga 3:1) 10 mL

= Dipanaskan Hingga Hampir kering Kuning susu


Putih
+ Aquadest 10 mL
Kekuningan
= Disaring Putih susu

2. Hasil Pengujian Sampel Kosmetika (Kelly)


NO PROSEDUR KERJA HASIL +/-
Larutan uji dicelupkan Batang tembaga tetap bewarna jingga
1 -
batang tembaga kemerahan (-)
Larutan uji
Tidak ada endapan dan larutan
2 ditambahkan 2 tetes -
berwarna kuning (-)
larutan KI 0,5N

3. Hasil Data Kontrol Positif


NO PROSEDUR KERJA HASIL +/-
Larutan uji dicelupkan Batang tembaga berubah warna
1 +
batang tembaga menjadi abu-abu mengkilap (+)
Larutan uji
2 ditambahkan 2 tetes Terdapat endapan merah jingga (+) +
larutan KI 0,5N

4. Hasil Data Kontrol Positif


NO PROSEDUR KERJA HASIL +/-
Larutan Aquadest 2
Batang tembaga tetap bewarna jingga
1 mL dicelupkan batang -
kemerahan (-)
tembaga
Larutan Aquadest 1
2 mL ditambahkan 2 Tidak ada endapan merah jingga (-) -
tetes larutan KI 0,5N

6
5. Hasil Data Kelas
Uji Amalgam dengan Batang Tembaga
UJI AMALGAM DENGAN BATANG
NAMA TEMBAGA
KEL. +/-
PRODUK
I II
Citra Jingga kemerahan Jingga kemerahan
1. (Lasting Cool (tidak abu-abu (tidak abu-abu (-)
Snow) mengkilap) mengkilap)
Jingga kemerahan Jingga kemerahan
2. Fair & Lovely (tidak abu-abu (tidak abu-abu (-)
mengkilap) mengkilap)
Jingga kemerahan Jingga kemerahan
Kelly (Krim
3. (tidak abu-abu (tidak abu-abu (-)
Sampel Kel. 3)
mengkilap) mengkilap)
Jingga kemerahan Jingga kemerahan
Garnier Sakura
4. (tidak abu-abu (tidak abu-abu (-)
White
mengkilap) mengkilap)
Jingga kemerahan Jingga kemerahan
5. Dr. Pure (tidak abu-abu (tidak abu-abu (-)
mengkilap) mengkilap)
Jingga kemerahan Jingga kemerahan
6. Wardah (tidak abu-abu (tidak abu-abu (-)
mengkilap) mengkilap)
Jingga kemerahan Jingga kemerahan
7. Topsyn (tidak abu-abu (tidak abu-abu (-)
mengkilap) mengkilap)
Jingga kemerahan Jingga kemerahan
8. Baby Pinkiss (tidak abu-abu (tidak abu-abu (-)
mengkilap) mengkilap)
Jingga kemerahan Jingga kemerahan
9. Mizon Vichum (tidak abu-abu (tidak abu-abu (-)
mengkilap) mengkilap)
Terbentuk abu-abu Terbentuk abu-abu
10. Colagen (+)
mengkilap mengkilap
Jingga kemerahan Jingga kemerahan
11. Leupar (tidak abu-abu (tidak abu-abu (-)
mengkilap) mengkilap)
Terbentuk abu-abu Terbentuk abu-abu
12. Natural 99 (+)
mengkilap mengkilap

7
Uji Dengan KI

NAMA UJI DENGAN KI 0,5N


KEL. +/-
PRODUK
I II
Citra
Larutan Berwarna Larutan Berwarna
1. (Lasting Cool (-)
Kuning Kuning
Snow)

Larutan Berwarna Larutan Berwarna


2. Fair & Lovely (-)
Kuning Kuning

Kelly (Krim Larutan Larutan


3. (-)
Sampel Kel. 3) Berwarna Kuning Berwarna Kuning

Garnier Sakura Larutan Berwarna Larutan Berwarna


4. (-)
White Kuning Kuning

Larutan Berwarna Larutan Berwarna


5. Dr. Pure (-)
Kuning Kuning

Larutan Berwarna Larutan Berwarna


6. Wardah (-)
Kuning Kuning

Larutan Berwarna Larutan Berwarna


7. Topsyn (-)
Kuning Kuning

Larutan Berwarna Larutan Berwarna


8. Baby Pinkiss (-)
Kuning Kuning

Larutan Berwarna Larutan Berwarna


9. Mizon Vichum (-)
Kuning Kuning

Terdapat Endapan Terdapat Endapan


10. Colagen Berwarna Merah Berwarna Merah (+)
Jingga Jingga
Larutan Berwarna Larutan Berwarna
11. Leupar (-)
Kuning Kuning
Terdapat Endapan Terdapat Endapan
12. Natural 99 Berwarna Merah Berwarna Merah (+)
Jingga Jingga

8
VI. PEMBAHASAN
KHAIRIANNUR (15.71.016745)
Pada percoaan identifikasi merkuri pada sediaan krim kosmetik secara
analisis kualitatif dilakukan dengan menggunakan uji batang tembaga atau Cu
dan uji dengan reaksi pengandepan dengan Kalium Iodida (KI). Dari hasil
percobaan yang telah dilaksanakan mengenai kandungan bahan berbahaya
merkuri yang diduga terkandung pada sediaan krim pemutih wajah. Sampel
krim diperoleh dari penjual kosmetik yang ada di kota Palangkaraya. Dari hasil
pengujian terdapat 2 sampel yang positif dari total sebanyak 12 sampel
sedangkan sampel lainnya negatif mengandung merkuri. Tempat penelitian
dilakukan di Laboratorium Biologi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Palangkaraya.
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah krim pemutih
Kelly (Sampel percobaan Kelompok 3), Larutan HNO3 pekat, Larutan HCl
25%, Larutan Eter, Larutan KI 0,1N, Aquadest. Alat-alat yang digunakan
adalah Corong, Batang pengaduk, Cawan porselen, Hot Plate, Pipet tetes,
Tabung reaksi, rak tabung, Timbangan digital, Kertas saring, Gelas beker 100
mL, Gelas ukur 10 ml, Erlenmeyer 100 mL, labur ukur 50 mL, Bunsen,
Amplas, Batang Tembaga, Pipet ukur 1 mL & 25 mL, dan Ball Pipet.
Sebelum melakukan melakukan uji dilakukan Preparasi sampel Krim
pemutih Kelly dengan cara sampel di ekstraksi dengan larutan Eter didalam
corong pisah. Mula-mula sampel ditimbang sebanyak kurang lebih 5,105 gram
kemudian dimasukan kedalam corong pisah, kemudian diekstraksi dengan
ditambahkan eter sebanyak 25 mL dan dikocok kuat. Hal ini dimaksudkan
karena eter merupakan pelarut non polar, dan didalam lotion terdapat bahan-
bahan yang bersifat non polar seperti lemak, sehingga digunakan eter untuk
memisahkan lemak serta zat-zat non polar lainnya yang terkandung di dalam
sampel krim kosmetik Kelly.
Tahap berikutnya, fase eter dibuang dan selanjutnya sampel krim
kosmetik Kelly dipanaskan sampai sisa eter menguap dan hampir kering.

9
Kemudian pada ekstrak tersebut ditambahkan sebanyak 10 mL larutan aqua raja
(HCl : HNO3)yang berfungsi untuk melarutkan garam-garam yang sukar larut.
Aqua raja atau aqua regia merupakan campuran antara 3 volume asam klorida
pekat dan 1 volume asam nitrat pekat. Cairan ini sangat reaktif, dapat merusak
berbagai bahan logam termasuk platina. Gas yang timbulkan pun bersifat
merusak. Sehingga saat pengerjaannya harus dilakukan di tempat ruangan
asam. Namun karena keterbatasan ruang asam dan banyak nya praktikan maka
pada praktikum kali ini dilakukan di Laboratorium Biologi. Kemudian Ekstrak
yang dilarutkan air raja dipanaskan diatas hot plate hingga diperoleh ekstrak
yang hampir kering. Selanjutnya ditambahkan dengan aquades sebanyak 10 mL
dan didihkan sebentar dan didinginkan. Selanjutnya disaring dan hasil filtratnya
dimasukkan kedalam tabung reaksi.
Pada pengujian pertama kandungan logam berat merkuri digunakan
batang tembaga atau Cu yang sudah diamplas. Batang tembaga termasuk logam
yang dapat dilarutkan oleh merkuri atau Hg, larutan logam dalam raksa disebut
amalgam. Masing-masing filtrat dari sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi
kemudian dicelupkan batang tembaga untuk beberapa saat. Setelah batang
tembaga diangkat kemudian dilakukan pengamatan. Jika ada permukaan batang
tembaga tersebut dilapisi bercak abu-abu mengkilap, maka terbentuk endapan
logam merkurium. Dengan memanaskan batang tembaga yang sudah dilapisi
bercak abu-abu mengkilap dalam nyala api bebas, maka merkurium akan
menguap dan permukaan batang tembaga yang merah akan terlihat lagi. Pada
sampel Krim kosmetika Kelly batang tembaga yang dicelupkan tidak berubah
menjadi abu-abu mengkilap tetapi hanya membentuk gelembung disekitar
batang tembaga yang berarti sampel negatif pada uji pembentukan amalgam.
Namun pada sampel krim kosmetika kelompok 10 & kelompok 12 yaitu sampel
krim Colagen dan Natural 99 yang dicelupi batang tembaga dilapisi bercak abu-
abu mengkilap serta ketika dibakar lapisan abu-abu mengkilap tersebut hilang.
Hal ini menunjukan bahwa sampel krim kosmetika Colagen dan Natural 99
positif merkuri pada uji pembentukan Amalgam.

10
Selain uji pembentukan amalgam dengan batang tembaga atau Cu, juga
dilakukan uji dengan metode reaksi warna menggunakan kalium iodida 0,5 N.
Kalium iodida 0,5 N dibuat dengan cara ditimbang serbuk kalium iodida
sebanyak 2 gram dan dilarutkan dengan aquades sampai tanda 25 mL. Pada
masing-masing filtrat dalam tabung reaksi ditambahkan dengan reagen kalium
iodida sebanyak 2 tetes secara perlahan-lahan melalui dinding tabung reaksi
agar perubahan warna yang terjadi dapat teramati secara jelas. Apabila sampel
krim kosmetika Kelly mengandung logam berat merkuri, maka akan terbentuk
warna orange dengan endapan merah jingga. Hal ini sama seperti yang terjadi
pada kontrol positif (+). Pada pengujian yang dilakukan pada larutan baku Hg,
yang ditambah dengan 2 tetes kalium iodida 0,5 N dan didapatkan perubahan
warna menjadi orange dengan endapan merah jingga. Tetapi pada percobaan ini
sampel krim kosmetika Kelly hanya warna larutan sampel yang berubah
menjadi jingga namun tidak terdapat endapan apapun yang berarti sampel krim
kosmetika Kelly negatif merkuri. Namun pada sampel krim kosmetika
kelompok 10 & kelompok 12 yaitu sampel krim Colagen dan Natural 99 yang
ditetesi reagen kalium Iodida terdapat endapan jingga kemerahan. Hal ini
menunjukan bahwa sampel krim kosmetika Colagen dan Natural 99 positif
merkuri pada uji pengendapan.
Dari hasil pengujian diatas sampel krim kosmetika Kelly
menggunakan uji amalgam dengan batang tembaga atau Cu didapatkan hasil
sampel negatif merkuri karena batang tembaga tidak terbentuk warna abu-abu
mengkilap tetapi positif pada sampel krim Colagen dan Natural 99. Begitu pula
pada uji dengan metode reaksi warna menggunakan penambahan reagen
Kalium Iodida (KI) 0,5 N diperoleh hasil sampel negatif terdeteksi mengandung
merkuri pada sampel krim Kelly karena tidak mempunyai warna larutan orange
dengan endapan merah jingga tetapi positif pada sampel krim Colagen dan
Natural 99.
Merkuri adalah unsur yang mempunyai nomor atom 80 dengan berat
molekul relatif 200,59. Merkuri diberikan simbol kimia Hg yang berasal dari

11
bahasa yunani hydrargyricum yang berarti cairan berwarna perak (SPU, 2007).
Pada kosmetik biasanya digunakan merkuri anorganik, yaitu ammoniated
mercury. Ammoniated mercury 1-10% digunakan sebagai bahan pemutih kulit
dalam sediaan krim karena berpotensi sebagai bahan pemucat warna kulit. Daya
pemutih pada kulit sangat kuat. Karena toksisitasnya terhadap organ-organ
ginjal, saraf dan otak sangat kuat maka pemakaiannya dilarang dalam sediaan
kosmetik (WHO, 2011).
Data identifikasi merkuri pada krim kosmetika yang diperoleh dapat
divalidkan lagi dengan menggunakan metode spektrofotometri untuk
memastikan adanya kandungan merkuri pada sediaan krim kosmetika. Agar
produsen dapat tindak lanjut atas penggunaan bahan berbahaya yang di
masukan dalam sediaan kosmetika wajah.

12
RANI DWI APRILIAH (15.71.016325)
Pada penelitian identifikasi merkuri pada krim wajah secara analisis
kualitatif dilakukan dengan menggunakan uji pada batang tembaga atau Cu dan
uji dengan reaksi warna menggunakan reagen Kalium Iodida. Sebelum
melakukan penelitian, pertama-tama di lakukan persiapan larutan terlebih
dahulu, kemudian mengekstraksi masing-masing sampel dengan pelarut non
polar yaitu eter. Mula-mula sampel ditimbang sebanyak kurang lebih 5 gram
dan dimasukkan kedalam erlenmeyer, kemudian diekstraksi dengan
menambahkan eter sebanyak 25 mL dan di kocok kuat. Hal ini dimaksudkan
karena eter merupakan pelarut non polar, dan di dalam krim pemutih terdapat
bahan-bahan yang bersifat non polar seperti lemak, sehingga digunakan eter
untuk memisahkan lemak serta zat-zat non polar lainnya yang terkandung di
dalam sampel krim wajah.
Setelah itu, fase eter dibuang dan proses ini dilakukan satu kali.
Kemudian pada ekstrak tersebut ditambahkan sebanyak 10 mL. Selanjutnya
sampel dipanaskan sampai sisa eter menguap dan hampir kering kemudian
ditambahkan aquadest sebanyak 10 mL. Selanjutnya didihkan sebentar,
didinginkan dalam suhu ruangan lalu saring hasil filtratnya dan masukan dalam
tabung reaksi .
Larutan air raja yang berfungsi untuk melarutkan garam-garam yang
sukar larut. Air raja atau aqua regia merupakan campuran antara 3 volum asam
klorida pekat dan 1 volum asam nitrat pekat. Cairan ini sangat reaktif, dapat
merusak berbagai bahan logam termasuk platina. Gas yang ditimbulkan pun
bersifat merusak. Sehingga saat pengerjaannya harus dilakukan diruang asam
(Claudia,2016).
Pada pengujian pertama kandungan logam berat merkuri digunakan
batang tembaga atau Cu yang sudah diamplas. Batang tembaga termasuk logam
yang dapat dilarutkan oleh merkuri atau Hg, larutan logam dalam raksa disebut
amalgam (Connors 1982.).

13
Masing-masing filtrat dari sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi
kemudian dicelupkan batang tembaga untuk beberapa saat. Setelah batang
tembaga diangkat kemudian di lakukan pengamatan. Jika ada permukaan
batang tembaga tersebut dilapisi bercak abu-abu mengkilap, maka terbentuk
endapan logam merkurium :
Cu + Hg2+ Cu2+ + Hg
Dengan memanaskan batang tembaga yang sudah dilapisi bercak abu-
abu mengkilap dalam nyala api bebas, maka merkurium akan menguap dan
permukaan batang tembaga yang merah akan terlihat lagi (Svehla, G. 1990).
Selain uji pembentukan amalgam dengan batang tembaga atau Cu,
juga dilakukan uji dengan metode reaksi warna menggunakan kalium iodida 0,5
N. Masukkan ke dalam tabung reaksi sebanyak 1 mL larutan sampel, kemudian
ditambahkan 2 tetes larutan Kalium Iodida 0,5 N perlahan melalui dinding
tabung reaksi jika terjadi endapan jingga maka positif mengandung merkuri
(Svehla, G,1990).
Hal ini sama seperti yang terjadi pada kontrol (+). Pada pengujian
yang dilakukan pada larutan baku Hg, yang ditambah dengan 2 tetes kalium
iodida 0,5 N dan didapatkan perubahan warna menjadi orange dengan endapan
merah jingga. Endapan merah tersebut merupakan endapan dari HgI2.
Dari hasil pengujian yang dapat terdapat pada tabel hasil pengamatan
bahwa sampel yang pada kelompok 10 dan 12 dengan nama produknya ialah
Collagen dan Natural 99 menggunakan uji amalgam dengan batang tembaga
atau Cu didapatkan hasil sampel positif terdeteksi merkuri karena batang
tembaga berwarna abu-abu mengkilap. Sedangkan uji dengan metode reaksi
warna menggunakan penambahan reagen Kalium Iodida (KI) 0,5 N diperoleh
hasil sampel positif terdeteksi mengandung merkuri karena mempunyai warna
larutan dengan endapan merah jingga.
Dari dua belas krim pemutih wajah yang di uji identifikasi merkuri
terdapat hanya dua krim yang mengandung merkuri. Dari hasil pengujian
sampel krim pemutih menggunakan uji amalgam dengan batang tembaga atau

14
Cu didapatkan hasil sampel negatif merkuri karena batang tembaga tidak
terbentuk warna abu-abu mengkilap. Sedangkan uji dengan metode reaksi
warna menggunakan penambahan reagen Kalium Iodida (KI) 0,5 N diperoleh
hasil sampel negatif terdeteksi mengandung merkuri karena tidak mempunyai
endapan merah jingga.
Walaupun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 10 krim pemutih
wajah dan badan yang diuji tidak mengandung merkuri, masyarakat pengguna
krim tetap harus berhati-hati dalam memilih krim pemutih yang akan
digunakan. Karena tidak menutup kemungkinan didalam krim pemutih ada
kandungan bahan kimia yang berbahaya, maka akan timbul efek pada kulit.
Pada saat menggunakan krim tersebut, flek hitam pada kulit akan memucat
(seakan pudar) dan bila penggunaan dihentikan, flek itu dapat timbul lagi dan
bertambah parah (melebar). Selain itu, dapat menimbulkan efek rebound, yaitu
memberikan respon berlawanan (kulit akan menjadi gelap/kusam saat
penggunaan dihentikan). Efek lainnya juga dapat mengakibatkan kanker kulit.

15
NIDYA (15.71.016329)
Uji merkuri secara kualitatif bertujuan untuk mengetahui apakah
didalam sampel krim pemutih wajah teridentifikasi merkuri atau tidak. Uji
kualitatif merkuri menggunakan larutan KI 0,5 N yang memberikan endapan
berwarna merah HgI2 (merkuri (II) iodida). Sedangkan uji kuantitatif bertujuan
untuk mengetahui berapa konsentrasi merkuri dalam sampel. Penambahan
HNO3 pekat pada sampel bertujuan untuk melarutkan logam merkuri karena
sifat logam merkuri yang mudah bereaksi dengan HNO3 pekat (Vogel, 1990).
Menurut peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik
Indonesia nomor HK.03.01.23.07.11.6662 tahun 2011 persyaratan logam berat
jenis merkuri (Hg) adalah tidak lebih dari 1mg/kg atau 1 mg/L (1ppm).
Kosmetika tidak boleh mengandung bahan yang dilarang dan/atau melebihi
batas dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang dipersyaratkan. (perka
BPOM)
Fungsi mercury dalam kosmetik adalah untuk memutihkan wajah,
Merkuri dalam krim pemutih (yang mungkin tidak mencantumkannya pada
labelnya) bisa menimbulkan keracunan bila digunakan untuk jangka lama.
Kendati hanya dioleskan ke permukaan kulit, merkuri mudah diserap masuk ke
dalam darah, lalu memasuki sistem saraf. Manifestasi gejala keracunan merkuri
akibat pemakaian krim kulit muncul sebagai gangguan sistem saraf, seperti
tremor, insomnia, kepikunan, gangguan penglihatan, gerakan tangan abnormal
(ataxia), gangguan emosi, gagal ginjal, batu ginjal. Oleh karena umumnya tak
terduga kalau itu penyakitnya, kasus keracunan merkuri, sering salah di
diagnosis sebagai kasus Alzheimer, Parkinson, atau penyakit gangguan otak.
Bagi mereka yang memakai krim pemutih sebaiknya perlu selalu mewaspadai
jika tidak jelas apa kandungan bahan kimiawinya. (oktavia,2011)
Pada praktikum ini kami menguji bebarapa krim yang beredar
dipasaran untuk mengidentifikasi kandungan mercuri didalam sampel krim
tersebut, sebagai berikut:
1. Citra (lasting cool snow)

16
2. Fair & lovely
3. Kelly
4. Garnier sakura
5. Dr. pure
6. Wardah
7. Topsyn
8. Baby pinkis
9. Mizon vichum
10. Collagen
11. Leupar
12. Natural 99
Setelah dilakukan pengujian pada 12 sampel tersebut, ternyata ada dua
sampel yang positif teridentifikasi merkuri. diantaranya ada dua sampel yaitu
krim Collagen dan sampel Natural 99.
Kelompok 10 yang menggunakan sampel krim Collagen, pada uji
amalgam dengan batang tembaga (yang sudah di amplas hingga mengkilap)
dicelupkan dalam larutan uji (sampel krim yang sudah di ekstraksi) batang
tembaga berubah menjadi abu-abu mengkilap. Kemudian pada uji ke dua yaitu
larutan uji yang telah ditambahkan 2 tetes larutan KI 0,5 N terbentuk endapan
merah jingga, sampel ini positif mengandung mercuri.
Pada kelompok 12 menggunakan sampel krim Natural 99, pada uji
amalgam dengan batang tembaga (yang sudah di amplas hingga mengkilap)
dicelupkan dalam larutan uji (sampel krim yang sudah di ekstraksi) batang
tembaga berubah menjadi abu-abu mengkilap. Kemudian pada uji ke dua yaitu
larutan uji yang telah ditambahkan 2 tetes larutan KI 0,5 N terbentuk endapan
merah jingga, sampel ini juga positif mengandung mercuri.
Pada praktikum ini kami menggunakan sampel krim Kelly. Pertama-
tama dilakukan uji amalgam dengan batang tembaga (yang sudah diamplas
hingga mengkilap) dicelupkan dalam larutan uji (sampel krim Kelly yang sudah
di ekstraksi) batang tembaga tidak berubah atau tetap berwarna jingga

17
kemerahan, kemudian dilakukan uji kedua, larutan uji (sampel krim Kelly yang
sudah di ekstraksi) ditambahkan 2 tetes larutan KI 0,5 N dan larutan berwarna
kuning. Sampel ini negatif terbukti tidak mengandung bahan mercuri.
Sampel krim Collagen dan sampel krim Natural 99 dan beberapa
sampel yang kami uji sampel ini dipilih karena semua sampel ini banyak
digunakan oleh kebanyakan konsumen. Untuk kedua sampel tersebut (collagen
& natural 99) selain harganya terjangkau kedua krim tersebut juga cepat
mencerahkan wajah, karena alasan inilah banyak konsumen yang
menggunakannya. Pemutih yang baik adalah pemutih yang aman dan efektif,
jika memang dinamakan pemutih harus menghasilkan sesuai dengan yang
dijanjikan yaitu dapat memutihkan. Kerja pertama pemutih kulit adalah
menghancurkan epidermis atau lapisan kulit teratas dari wajah maupun tubuh.
Bahan seperti merkuri, hydroquinone atau steroid memang terbukti reaktif dan
sangat cepat melakukan proses pengangkatan ini. Secara teori, pemutihan kulit
bisa saja dilakukan dengan penipisan kulit. Misalnya dengan luar menggunakan
bahan scrubbing dari bengkuang (secara tradisional) atau bahan kimia. Tapi
kalau kulit tipis terus-terusan terpapar matahari, akibatnya akan berubah warna
jadi merah atau bahkan terbakar. Proses pemutihannya pun, membutuhkan
waktu selama beberapa bulan. Pemakaian pemutih yang benar adalah hanya
pada kulit yang berubah warna akibat terpapar sinar matahari.
Kita perlu berhati-hati dalam memilih dan menggunakan produk
pemutih, kenali dahulu seperti apa pemutih yang aman bagi tubuh dan wajah.
Cirri-ciri kosmetik produk pemutih yang berbahan merkuri umumnya tampak
perly (putih mengkilap). Kendati tidak mencantumkan kandungan merkuri,
tetap tidak boleh yakin pasti tidak bermerkuri. Jadi baca terlebih dahulu label
dan aturan pakai yang tertera dalam kemasan produk skin whitening (prmutih)
yang telah di seleksi dan diteliti kandungan kimia dan keamananya bagi tubuh
oleh BPOM atau Depkes.

18
MIRNAWATI (15.71.016332)
Pada penelitian identifikasi merkuri pada krim kelly wajah secara
analisis kualitatif dilakukan dengan menggunakan uji pada batang tembaga atau
Cu dan uji dengan reaksi warna menggunakan reagen Kalium Iodida. Sebelum
melakukan penelitian, pertama-tama di lakukan persiapan larutan terlebih
dahulu, kemudian mengekstraksi masing-masing sampel dengan pelarut non
polar yaitu eter. Mula-mula sampel ditimbang sebanyak kurang lebih 5 gram
sampel dan dimasukkan kedalam erlenmeyer, kemudian diekstraksi dengan
menambahkan eter sebanyak 25 mL dan di kocok kuat. Hal ini dimaksudkan
karena eter merupakan pelarut non polar, dan di dalam krim pemutih terdapat
bahan-bahan yang bersifat non polar seperti lemak, sehingga digunakan eter
untuk memisahkan lemak serta zat-zat non polar lainnya yang terkandung
didalam sampel krim kelly.Setelah itu, fase eter dibuang dan proses ini
dilakukan sebanyak 1 kali. Selanjutnya sampel dipanaskan sampai eter
menguap dan hampir kering. Kemudian pada ekstrak tersebutditambahkan
sebanyak 10 mL larutan aquadest berfungsi untuk melarutkan garam-garam
yang sukar larut. Ekstrak yang dilarutkan air aquadest dipanaskan diatas hot
plate hinggadiperoleh ekstrak yang hampir kering. Selanjutnya ditambahkan
dengan aquades sebanyak 10 mL dan dididihkan dan didinginkan. Selanjutnya
disaring dan hasil filtratnya dimasukkan kedalam tabung reaksi.
Pada pengujian pertama kandungan logam berat merkuri digunakan
batang tembaga atau Cu yang sudah diamplas. Batang tembaga termasuk logam
yang dapat dilarutkan oleh merkuri atau Hg, larutan logam dalam raksa disebut
amalgam (Linggih, 1985). Masing-masing filtrat dari sampeldimasukkan
kedalam tabung reaksi kemudian dicelupkan batang tembaga untukbeberapa
saat.Setelah batang tembaga diangkat kemudian di lakukan pengamatan. Jika
adapermukaan batang tembaga tersebut dilapisi bercak abu-abu mengkilap,
maka terbentuk endapan logam merkurium : (Vogel,1990)
Dengan memanaskan batang tembaga yang sudah dilapisi bercak abu-
abu mengkilap dalam nyala api bebas, maka merkurium akan menguap dan

19
permukaan batang tembaga yang merah akan terlihat lagi.Selain uji
pembentukan amalgam dengan batang tembaga atau Cu, juga dilakukan uji
dengan metode reaksi warna menggunakan kalium iodida 0,5 N. Kalium iodida
0,5 N dibuat dengan cara menimbang serbuk kalium iodida sebanyak 2,1 gram
dan melarutkannya dengan aquades sampai tanda 25 mL. Pada masing-masing
filtrat dalam tabung reaksi ditambahkan dengan reagen kalium iodida sebanyak
2 tetes secara perlahan-lahan melalui dinding tabung reaksi agar perubahan
warna yang terjadi dapat teramati secara jelas. Apabila sampel krim Kelly
mengandung logam berat merkuri, maka akan terbentuk warna orange dengan
endapan merah jingga pembentukan endapan jingga. Hal ini sama seperti yang
terjadi pada kontrol (+). Pada pengujian yang dilakukan pada larutan baku Hg,
yang ditambah dengan 2 tetes kalium iodida 0,5 N dan didapatkan perubahan
warna menjadi orange dengan endapan merahjingga.Endapan merah tersebut
merupakan endapan dari HgI2.
Dari hasil pengujian Krim kelly, menggunakan uji amalgam dengan
batang tembaga atau Cu didapatkan hasil sampel positif terdeteksi merkuri
karena batang tembaga berwarna abu-abu mengkilap. Sedangkan uji dengan
metode reaksi warna menggunakan penambahan reagen Kalium Iodida (KI)
0,5N sebanyak 2 tetes diperoleh hasil sampel positif terdeteksi mengandung
merkuri karena mempunyai warna larutan orange dengan endapan merah
jingga. Sampel dalam penelitian ini
Tanpa nomor registrasi dan belum diteliti pada penelitian sebelumnya
serta tidak termasuk dalam daftar produk kosmetika yang sudah ditarik dari
pasaran. Sehingga semua produk kosmetik sediaan krim Kelly wajah pagi dan
malam yang digunakan sebagai sampel masih banyak ditemukan dipedagang
kosmetik.

20
NOVITA SARI (15.71.016923)
Kosmetika menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 1176/MENKES/PER/VIII/2010 Tentang Notifikasi Kosmetika adalah
bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh
manusia (epidermis. rambut, kuku, bibir dan organ genital bagian luar) atau gigi
dan mukosa mulut terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah
penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara
tubuh pada kondisi baik. Kosmetika berasal dan kata kosmein (Yunani) yang
berarti berhias. Bahan yang dipakai dalam usaha untuk mempercantik diri,
dahulu diramu dari bahan-bahan alami yang terdapat di sekitarnya. Namun,
sekarang kosmetik tidak hanya dan bahan alami tetapi juga bahan buatan untuk
maksud meningkatkan kecantikan (Wasitaatmadja, S.M., 1997).
Penggunaan kosmetik harus disesuaikan dengan aturan pakainya.
Misalnya harus sesuai jenis kulit, warna kulit, iklim, cuaca, waktu penggunaan,
umur dan jumlah pemakaiannya sehingga tidak menimbulkan efek yang tidak
diinginkan. Sebelum mempergunakan kosmetik, sangatlah penting untuk
mengetahui lebih dulu apa yang dimaksud dengan kosmetik, manfaat dan
pemakaian yang benar. Maka dari itu perlu penjelasan lebih terperinci
mengenai kosmetik.
Dalam bahan-bahan kosmetik terdapat banyak komposisi yang
tercantum didalamnya, namun banyak pada jenis dikosmetik yang
menggunakan bahan logam berbahaya termasuk merkuri. Merkuri hanya bisa
digunakan pada kosmetik dalam kategori sediaan tata rias mata dan pembersih
tata rias mata dengan kandungan Phenylmercuric dalam bentuk garam
(termasuk borates) pada kadar maksimum 0,007% (dihitung sebagai Hg).
Penggunaan merkuri pada sediaan krim pemutih akan menimbulkan
berbagai hal mulai dari perubahan warna kulit yang akhirnya menyebabkan
bintikbintik hitam pada kulit, alergi dan iritasi kulit. Pada dosis tinggi
pemakaian merkuri dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak, ginjal
dan gangguan perkembangan janin.

21
Menurut PP No. 45/MENKES/Per/V/1998 menyatakan bahwa bahan
zat warna, substrat, zat pengawet, tabir surya pada kosmetik dalam kadar
sediktpun merkuri dapat bersifat racun sehingga penggunaan merkuri dalam
kosmetik dilarang. Sementara hidrokiquinon (merkuri) merupakan senyawa
kimia yang berperan sebagai bahan pemutih dan pencegah pigmentasi yang
bekerja menghambat enzim tirosinase yang berperan dalam penggelapan kulit.
Efek buruk yang ditimbulkan apabila pemakaian hidroquinon melebih batas
standard adalah kulit kemerahan dan rasa terbakar pada kulit.
Dari hasil praktikum yang telah dilaksanakan mengenai kandungan
bahan berbahaya merkuri yang diduga terkandung pada sediaan cream Kelly
negatif mengandung merkuri . Pada praktikum identifikasi merkuri pada
sediaan cream secara analisis kualitatif dilakukan dengan menggunakan uji
pada batang tembaga atau Cu dan uji dengan reaksi warna menggunakan reagen
Kalium Iodida. Sebelum melakukan praktikum, pertama-tama dilakukan
persiapan larutan terlebih dahulu, kemudian diekstraksi masing-masing sampel
dengan pelarut non polar yaitu eter. Mula-mula sampel ditimbang sebanyak
kurang lebih 5 gram kemudian dimasukan kedalam corong pisah, kemudian
diekstraksi dengan ditambahkan eter sebanyak 20 mL dan dikocok kuat. Hal ini
dimaksudkan karena eter merupakan pelarut non polar, dan didalam cream
terdapat bahan-bahan yang bersifat non polar seperti lemak, sehingga
digunakan eter untuk memisahkan lemak serta zat-zat non polar lainnya yang
terkandung di dalam sampel cream. Tahap berikutnya, fase eter dibuang dan
proses ini dilakukan sebanyak 1 kali lagi. Selanjutnya masing-masing sampel
dipanaskan sampai sisa eter menguap dan hampir kering.
Air raja atau aqua regia merupakan campuran antara 3 volume asam
klorida pekat dan 1 volum asam nitrat pekat. Cairan ini sangat reaktif, dapat
merusak berbagai bahan logam termasuk platina. Gas yang timbulkan pun
bersifat merusak.
Pada pengujian pertama kandungan logam berat merkuri digunakan
batang tembaga atau Cu yang sudah diamplas. Batang tembaga termasuk logam

22
yang dapat dilarutkan oleh merkuri atau Hg, larutan logam dalam raksa disebut
amalgam. Masing-masing filtrat dari sampel dimasukkan kedalam tabung reaksi
kemudian dicelupkan batang tembaga untuk beberapa saat. Setelah batang
tembaga diangkat kemudian dilakukan pengamatan. Jika ada permukaan batang
tembaga tersebut dilapisi bercak abu-abu mengkilap, maka terbentuk endapan
logam merkurium. Dengan memanaskan batang tembaga yang sudah dilapisi
bercak abu-abu mengkilap dalam nyala api bebas, maka merkurium akan
menguap dan permukaan batang tembaga yang merah akan terlihat lagi.
Dari hasil pengujian maka 7 (tujuh) sampel, yaitu cream Citra(lasting
cool snow), Fair & lovely, Kelly, Garnier sakura white, Dr. pure, Wardah, dan
Topsyn menggunakan uji amalgam dengan batang tembaga atau Cu didapatkan
hasil sampel negatif merkuri karena batang tembaga tidak terbentuk warna abu-
abu mengkilap. Sedangkan uji dengan metode reaksi warna menggunakan
penambahan reagen Kalium Iodida (KI) 0,5 N diperoleh hasil sampel negatif
terdeteksi mengandung merkuri karena tidak mempunyai warna larutan orange
dengan endapan merah jingga.

23
VI. KESIMPULAN
a) Setelah dilakukan nya penelitian pada ke 12 sampel tersebut terdapat dua
sampel yang positif mengandung merkuri yaitu krim kosmetika Colagen
dan Natural 99 sedangkan Krim kosmetika kelompok 3 yaitu Krim Kelly
negatif mengandung merkuri
b) Merkuri apapun jenisnya sangatlah berbahaya pada manusia karena
merkuri akan terakumulasi pada tubuh dan bersifat neurotoxin.
c) Dampak logam merkuri pada tubuh akan berpengaruh terhadap fisiologis,
sistem syaraf, ginjal, dan pertumbuhan.

24
DAFTAR PUSTAKA

Svehla, G. 1990. Vogel Bagian I. Buku teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
Semimikro. Penerjemah : Setiono L, Pudjaatmaka A. Handyana. Kalman
Media PusakaLongman Group Limited: Jakarta. Terjemahan dari: Textbook
Of Macro And Semimicro Qualitative Inorganic Analysis. Hal. 212
Parengkuan, K., Fatimawali, F., dan Citraningtyas, G., 2013, Analisis Kandungan
Merkuri Pada Krim Pemutih Yang Beredar Di Kota Manado, Pharmacon
Jurnal Ilmiah Farmasi, Vol. 2 No. 01. Program Studi Farmasi FMIPA
UNSRAT, Manado.
Wang, L., and Zhang, H., 2015, Mercury content in marketed cosmetics: analytical
survey in Shijiazhuang, China, Cutaneous and ocular toxicology.
Kusantati, H., Prihatin, P. T., dan Wiana, W., 2008, Tata Kecantikan Kulit, Direktorat
Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta.
Badan Pengawas Obat dan Makanan, 2011, Peraturan Kepala Badan POM Republik
Indonesia Nomor: HK.0.3.1.23.07.11.6662 Tahun 2011 TentangPersyaratan
Cemaran Mikroba dan Logam Berat Dalam
Kosmetik,http://www.pom.go.id/public/hukum_p
erundangan/pdf/Per_bhn_kos_FNL.pdf., diakses 18 oktober 2017
Claudia Kalalembang., 2016. Kandungan merkuri pada losion pemutih tangan dan
badan yang digunakan oleh masyarakat di kelurahan tataaran patar
kecamatan tondano selatan kabupaten minahasa Pharmachon Jurnal Ilmiah
Farmasi . Vol. 5 No. 02 Universitas Sam Ratulangi Manado.
Connors, K.A. 1982. A Textbook of Pharmaceutical Analysis. New York: John Wiley
& Sons Inc.
Thornfeldt C and Bourne K, 2010, The New Ideal in Skin Health : Separating Fact
From Fiction, Allured Business Media, USA,1.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2007. Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya
dan Zat Warna Yang Dilarang : Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat
dan Makanan Republik Indonesia No. HK.00.01.432.6081, 1 Agustus 2007 :
Jakarta.
Svehla G. 1990b. Vogel Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan
Semimikro Edisi Ke Lima Bagian II, diterjemahkan dari Bahasa Inggris oleh
Setiono dan Pudjaatmaka, PT. Kalman Media Pustaka, Jakarta. Indonesia.
Thornfeldt C and Bourne K, 2010, The New Ideal in Skin Health : Separating Fact
From Fiction, Allured Business Media, USA,1.

25
Tranggono RI dan Latifah F, 2007, Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik, PT
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Wijaya, Fransisca. 2013. Analisis kadar Mercuri (Hg) Dalam Sediaan Hand Body
Lotion Whitening Pagi Merek X Malam Merek X Dan Bleaching Merek X
Yang Tidak Terdaftar Pada Bpom. Surabaya : Jurnal Ilmiah Mahasiswa
Universitas Surabaya Vol 2 No 2.
World Health Organization. (2011). Mercury In Skin Lightening Products. Public
Health Andenvironment, 20 Avenue Appia, 1211 Geneva 27, Switzerland.
BPOM. 2011. Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Repubik
Indonesia Nmor Hk. 03.1.23.08.11.07517 Tahun 2011 Tentang Persyaratan
Teknis Badan Kosmetika. Jakarta: BPOM
Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2007. Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya
dan Zat Warna Yang Dilarang : Keputusan Kepala Badan Pengawas Obat
dan Makanan Republik Indonesia No. HK.00.01.432.6081, 1 Agustus 2007 :
Jakarta.

26
LAMPIRAN

Gambar 1. Ekstraksi krim Sampel Kelly

Gambar 2. Penguapan Ekstraksi krim Sampel Kelly

27
Gambar 3. Penyaringan Ekstraksi Sampel Krim Kelly

Gambar 4. Perbandingan hasil Uji Sampel dengan Kontrol Positif

28
Gambar 5. Perbandingan hasil Uji Sampel dengan Kontrol Negatif

Gambar 5. Sampel Krim Kelly

29