Anda di halaman 1dari 3

2.6.

Alkoholmeter
Mengukur kadar bioetanol dalam cairan fermentasi adalah salah satu hal
penting yang harus diketahui. Ada banyak cara untuk mengukur bioetanol. Mulai
dari cara yang paling mudah, rumit, dan paling canggih. Setiap metode
pengukuran memiliki keunggulan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Beberapa
metode itu adalah analisis dengan GC (Gas Chromatography), HPLC (High
Performance Liquid Chromatography), metode enzim, dan hydrometer atau
alkoholmeter. Tiga metode yang pertama sangat sensitif, dapat mengukur kadar
bioetanol dalam konsentrasi yang sangat rendah, tetapi juga lebih rumit dan
mahal. Metode terakhir adalah metode yang paling mudah, murah, tetapi juga
kurang teliti.
Alat untuk mengukur kadar etanol tersebut juga dikenal dengan nama
alkoholmeter atau hydrometer alkohol. Alat ini sebenarnya digunakan dalam
industri minuman keras (bir,wine) untuk mengukur kandungan alkohol dalam
minuman tersebut. Di bagian atas alkoholmeter tersebut dilengkapi dengan skala
yang menunjukkan kadar alkohol. Prinsip kerjanya berdasarkan berat jenis
campuran antara alkohol dengan air.

Gambar 1. Alkoholmeter
(Sumber : Isroi, 2008)
Pengunaan alkoholmeter sangat sederhana. Pertama masukkan bioetanol
ke dalam gelas ukur atau tabung atau botol yang tingginya lebih panjang dari
panjang alkoholmeter. Kemudian masukkan batang alkoholmeter ke dalam gelas
ukur. Alkoholmeter akan tenggelam dan batas airnya akan menunjukkan berapa
kandungan alkohol di dalam larutan tersebut.
Gambar 2. Cara Penggunaan Alkoholmeter
(Sumber : Isroi, 2008)
Hydrometer alkohol atau alkoholmeter adalah alat yang digunakan untuk
mengukur berat jenis (atau kepadatan relatif) dari cairan, yaitu rasio kepadatan
cairan dengan densitas air. Alkoholmeter biasanya terbuat dari kaca dan terdiri dari
sebuah batang silinder dan bola pembobotan dengan merkuri untuk membuatnya
mengapung. Cairan yang akan diuji dituangkan ke dalam wadah yang tinggi,
seringkali sebuah silinder lurus dan alkoholmeter dengan perlahan diturunkan ke
dalam cairan sampai mengapung bebas. Titik di mana permukaan cairan
menyentuh alkoholmeter yang dicatat. Di dinding alkoholmeter biasanya terdapat
skala pengukuran sehingga berat jenis dapat dibaca secara langsung. Ada berbagai
skala dan digunakan tergantung pada konteks.

Gambar 3. Bagian-bagian Alkoholmeter


(Sumber : Farx, 2011)
Alkoholmeter dapat dikalibrasi untuk kegunaan yang berbeda, seperti alat
pengukur jumlah susu untuk mengukur kepadatan (creaminess) dari susu,
saccharometer untuk mengukur kepadatan gula dalam cairan, atau pengukur
banyaknya alkohol untuk mengukur kadar alkohol yang lebih tinggi.
Pengoperasian alkoholmeter didasarkan pada prinsip Archimedes bahwa suspensi
pada fluida akan didorong oleh kekuatan yang sama dengan berat fluida yang
dipindahkan. Dengan demikian, semakin rendah kerapatan zat tersebut, maka
alkoholmeter akan lebih jauh tenggelam.
Dalam cairan dengan berat jenis rendah seperti minyak tanah, bensin, dan
alkohol, alkoholmeter akan tenggelam lebih dalam dan dalam cairan dengan berat
jenis tinggi seperti air garam, susu, dan asam alkoholmeter tidak akan tenggelam
terlalu jauh. Biasanya alkoholmeter memiliki dua instrumen yang terpisah, satu
untuk cairan berat, di mana tanda 1.000 untuk air sudah dekat bagian atas batang,
dan satu untuk cairan ringan, di mana tanda 1.000 sudah dekat bagian bawah.
Dalam banyak industri satu set alkoholmeter digunakan mencakup rentang berat
jenis 1,0-0,95 dan 0,95-0,9 untuk memberikan pengukuran yang lebih tepat.

Daftar Pustaka
Isroi. 2008. Mengukur Kadar Bioetanol. (Online) : https://isroi.com/2008/12/19/
mengukur-kadar-bioetanol/ (Diakses pada 14 Oktober 2016)
Farx. 2011. Hidrometer / Alkoholmeter. (Online) : http://artikelteknikkimia.
blogspot.co.id/2011/12/hidrometer-alkoholmeter.html (Diakses pada 14
Oktober 2016)

Anda mungkin juga menyukai