Anda di halaman 1dari 11

1

Di era yang modern ini, persaingan ekonomi semakin sengit. Apalagi


sekarang ini telah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sejak tahun
2015. Ini tentu menjadi sinyal bagi Indonesia agar lebih meningkatkan daya saing
di level yang lebih tinggi. Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat
melimpah, salah satunya kekayaan minyak bumi dan gas alam (migas) untuk
menyukseskan Program Indonesia Emas 2045. Kabupaten Bojonegoro termasuk
salah satu kabupaten penghasil minyak terbesar di Jawa Timur. Bojonegoro
memiliki sumber daya alam yang luar biasa akan tetapi Bojonegoro masih
menempati urutan ke-9 sebagai kabupaten termiskin diantara 38 kabupaten dan kota
di Jawa Timur (Sumber : Badan Pusat Statistik). Fakta ini menunjukkan bahwa
Bojonegoro belum memanfaatkan potensi yang dimilikinya secara maksimal untuk
memperbaiki kondisi perekonomian sehingga belum mampu mengentaskan
masyarakatnya dari kemiskinan dan juga masih berdampak buruk bagi lingkungan
di sekitarnya. Industri migas yang sedang naik saat ini memang seharusnya tidak
menjadikan Pemerintah Bojonegoro terlena. Pemerintah Bojonegoro harus bisa
memaksimalkan potensi Petroleum Geo-Heritage Wonocolo untuk menjadikan
Kabupaten Bojonegoro menjadi lebih baik lagi kedepannya.

Desa Wonocolo terletak pada 659 sampai 737 LS dan 11225 sampai
11209 BT dan termasuk dalam Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro
bagian utara yang didominasi oleh pegunungan kapur. Di sebelah Barat berbatasan
dengan Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, di sebelah Utara berbatasan dengan
Kecamatan Senori, di sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Malo dan di
sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Kasiman.

Desa Wonocolo termasuk ke dalam Formasi Wonocolo yang batuan


penyusunnya merupakan perulangan napal kaya akan kandungan foraminifera
planktonik dengan sisipan kalkarenit, batugamping berlapis dengan ketebalan
bervariasi antara 520 cm. Petroleum system yang ada di Wonocolo ini adalah
batuan induk berupa Formasi Tawun, batuan reservoir berupa Formasi Wonocolo,
batuan penutup berupa Formasi Ledok, serta perangkap berupa Antiklinorium. Hal
2

ini dapat terjadi karena dulunya lapisan tanah di Wonocolo tersesarkan kemudian
naik membentuk jebakan antiklin yang ada hingga saat ini.

Wonocolo merupakan wisata Petroleum Geoheritage pertama di Indonesia.


Di sini terdapat sekitar 245 sumur tua yang dahulu dibuat oleh Belanda. Sumur
sumur tua ini mulai beroperasi sejak tahun 1890. Wonocolo juga satu-satunya desa
di Indonesia yang masyarakatnya melakukan eksplorasi minyak bumi secara
tradisional yang masih aktif. Disini kita bisa membayangkan sejarah migas di
Indonesia pada zaman dahulu. Keadaannya mirip seperti Texas di Amerika Serikat,
sehingga kita biasa menyebutnya Teksas Wonocolo. Di lokasi yang ditetapkan
sebagai sasaran objek wisata itu. Kata Teksas sendiri memiliki kepanjangan
Tekad Selalu Aman & Sejahtera. Aktivitas penambangan dilakukan antara pukul
07.00-11.00 WIB.

Selama puluhan tahun warga Wonocolo Bojonegoro menggantungkan


hidup dari penambangan sumur tua. Dulu, pengelolaan sumur tua dilakukan dengan
cara tali ditarik oleh 4-6 orang sejauh 500 meter. Sekarang, masyarakat tidak lagi
mengebor sumur baru akan tetapi mereka hanya memproduksikan dan
menyulingnya saja. Menara pengeboran (rig) dibuat dari kayu yang menyerupai
susunan api unggun besar. Sekarang yang mereka lakukan adalah mengebor
menggunakan pipa besi berbentuk silinder panjang sekitar 1,5 m yang berlubang.
Pipa besi dimasukkan ke lubang sumur minyak menggunakan truk dengan cara saat
memasukan besi ke lubang sumur adalah besi diikatkan dengan tali yang sudah
diikatkan dengan roda, lalu truk akan digas mundur dan tali akan masuk ke lubang
sumur. Kemudian untuk menarik kembali tali, roda akan digas maju agar tali
tertarik kembali lalu besi akan dibanting menggunakan kayu yang telah dibentuk
sedemikian rupa, kemudian minyak akan tertekan keluar.

Di perkembangan zaman, sumur tua ini termasuk dalam WKP (Wilayah


Kuasa Pertambangan) Pertamina. Pertamina-lah yang berhak mengelola dan
mengusahakan kegiatan penambangan disana. Namun, banyak penyimpangan yang
terjadi. Diantaranya terjadi penambahan titik sumur baru, penjualan minyak mentah
secara illegal, dan penambangan illegal. Jumlah sumur tua legal adalah 251 sumur.
3

Sementara jumlah sumur ilegal sebanyak 285 sumur (Sumber : Badan ESDM).
Sumur tua yang tidak ekonomis sebenarnya menyimpan potensi yang cukup
ekonomis jika diusahakan dgn metode kerakyatan, sesuai ketentuan Permen ESDM
No. 01 Tahun 2008. Sumur Tua adalah sumur-sumur minyak bumi yang di bor
sebelum tahun 1970 dan pernah diproduksikan serta terletak pada lapangan yang
tidak diusahakan pada suatu Wilayah Kerja yang terikat Kontrak Kerja Sama dan
tidak diusahakan lagi oleh kontraktor.

Sesuai dengen Permen ESDM No. 1 Tahun 2008, KUD atau BUMD lah
yang dapat mengusahakan dan memproduksi minyak bumi kemudian KUD atau
BUMD wajib menyerahkan seluruh produksi minyak bumi dari hasil pelaksanaan
memproduksi minyak bumi kepada Kontraktor. Namun faktanya, sumur tua
dikelola oleh paguyuban dan karena nilai jual yang rendah di KUD atau BUMD
maka masyarakat menjual sendiri kepada investor yang berani membeli dengan
harga tinggi atau dijual keluar daerah dengan diangkut menggunakan sepeda motor
dengan ditaruh di jirigen-jirigen.

Mereka mengelola sumur sumur tua tanpa memerhatikan dampak


kerusakan lingkungan yang mengganggu masyarakat sekitar. Seperti pembuangan
limbah yang sembarangan, banyak minyak yang tercecer menyebabkan biota di
sekitarnya terganggu, dan kurangnya lahan hijau di sekitar daerah tambang. Juga
pertambangan yang mereka lakukan tidak sesuai standard keselamatan kerja yang
diberikan oleh pemerintah sehingga keselamatan penambang bisa terancam.
Dikarenakan yang mengelola pertambangan adalah investor asing, maka para
penambang hanya sekedar menjadi kuli dengan pendapatan yang sangat rendah.
Akibat transportasi alat berat yang digunakan untuk kegiatan penambangan, bisa
merusak infrastruktur umum seperti jalan yang berlubang. Tetapi dari pihak
investor tidak memperdulikan untuk perbaikan infrastruktur yang telah rusak.

Selama puluhan tahun warga Wonocolo Bojonegoro menggantungkan


hidup dari penambangan sumur minyak tradisional. Tentu ini ada masa keterbatasan
produksi sehingga juga akan berpengaruh sebagai gantungan hidup. Oleh karena
itu, solusi yang tepat untuk mengantisipasi eksploitasi yang berlebihan dengan
4

melibatkan pemerintah dalam pengelolaan pertambangan minyak tradisional agar


pemanfaatannya bisa digunakan secara optimal tanpa harus mengorbankan generasi
di masa depan sesuai dengan Prinsip Sustainable Development Goals yaitu
lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ketiga prinsip tersebut harus bisa
berkesinambungan untuk mencipatakan pembangunan berkelanjutan yang
berwawasan lingkungan. Lingkungan, maksudnya pembangunan tersebut harus
tetap menjaga kelestarian alam sekitarnya. Sosial, pembangunan tersebut harus
mendapat dukungan dan tidak merugikan bagi masyarakat lokal. Ekonomi,
pembangunan tersebut harus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Solusi utama untuk mengatasi masalah dari pertambangan ilegal di


Wonocolo adalah dengan melibatkan langsung peran pemerintah ke dalam
pengelolaan pertambangan di Wonocolo. Pemerintah bisa melakukan berbagai
kebijakan untuk mengelola pertambangan di Wonocolo, misalnya mengelola semua
kegiatan pertambangan dengan tetap berlandaskan Sustainable Development Goals
tetapi para pekerja tetap berasal dari masyarakat lokal. Dengan cara seperti itu,
pemerintah bisa mengontrol langsung kegiatan pertambangan di Wonocolo dan
masyarakat sekitar bisa tetap bekerja.

Upaya lain yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan menerapkan


Clear and clean artinya tidak tumpang tindih dan ijin sesuai peraturan. Artinya,
Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dinyatakan clear and clean (CnC) adalah
IUP yang status ijinnya sudah benar, tidak menyalahi aturan dan wilayah ijin
usaha pertambangannya tidak tumpang tindih dengan perusahaan/IUP lain dan
kawasan konservasi alam. Dasar hukum dari Cnc ini adalah Peraturan Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 43 Tahun 2015 Tentang Tata Cara
Evaluasi Penerbitan IUP Mineral dan Batubara. Cara lain yang adalah dengan
merekonstruksi tambang tambang yang ilegal agar sesuai dengan standard
pemerintah kemudian mengoperasikannya lagi, membangun AMDAL (Analisis
Dampak Lingkungan) di setiap tambang yang masih beroperasi agar kelestarian
lingkungan tetap terjaga, membangun kawasan hijau di sekitar area
penambangan, dan membangun infrastruktur umum seperti jalan, menjadikan
5

produk yang dihasilkan dari pertambangan langsung dikelola oleh pemerintah


lalu dijual melalui pemerintah agar dana yang dihasilkan bisa untuk dijadikan
Dana Abadi Migas Bojonegoro yang bisa menjadi tabungan (saving) saat
sumber daya Migas telah habis.
Yang dapat kami harapkan kedepannya adalah Petroleum Geo-Heritage
Wonocolo ini akan mampu merubah pola pikir masyarakat dan pemerintah
untuk terus menjaga daerahnya menjadi lebih baik, peningkatan kualitas
penambangan yang aman dan ramah lingkungan berdasarkan Prinsip
Sustainable Development Goals, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
sekitar. Dan juga Petroleum Geo-Heritage Wonocolo bisa menjadi geopark yang
diakui oleh
Petroleum Geo-Heritage Wonocolo memberikan kemajuan, perlindungan,
serta pengelolaan pertambangan, dan mendorong kesejahteraan ekonomi
masyarakat sekitar. Geo-heritage Wonocolo akan menjadi wilayah terpadu dengan
warisan geologi penting di dunia. Nilai wisata di Geoheritage Wonocolo bertujuan
untuk mempertahankan, atau bahkan meningkatkan, karakter geografis setempat
dengan tetap berlandaskan Sustainable Development Goals.

DAFTAR PUSTAKA

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bojonegoro. 2016. Bojonegoro
Menuju Geoheritage Berbasis Petroleum (online).
http://esdm.bojonegorokab.go.id/?p=2025 diakses pada Selasa, 22
November 2016 pukul 20.25 WIB.

Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bojonegoro. 2016. Potensi
Petroleum Geoheritage Kabupaten Bojonegoro (online).
https://drive.google.com/file/d/0B_OwfKTDJR9vYjAzakU1azVTMms/vie
w diakses pada Selasa, 1 November 2016 pukul 21.10 WIB.

Ferdiansyah, Benardy. Pertamina resmikan Petroleum Geoheritage Wonocolo.


Antara News.com edisi 25 Juli 2016
6

Jatmika Setiawan, dkk. 2016. The Potential Geological Sites Of Petroleum


Geoheritage Bojonegoro (online). http://seminar.ftgeologi.unpad.ac.id/wp-
content/uploads/2016/07/1.29.pdf diakses pada Rabu, 2 November 2016
pukul 19.20 WIB.

P., Rabbani. Petroleum Geoheritage Wonocolo, Presiden diharapkan mau


resmikan. Suara Bojonegoro edisi 03 Mei 2016

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. 2016. Geo Heritage Wonocolo (online).


http://www.bojonegorokab.go.id/berita/baca/1182/Geo-Haritage-
Wonocolo diakses pada Selasa, 22 November 2016 pukul 22.06 WIB.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. 2014. Kondisi Geografis Kabupaten


Bojonegoro (online). http://www.bojonegorokab.go.id/geografi diakses
pada Selasa, 11 November 2016 pukul 20.30 WIB.

LAMPIRAN

1) Biodata Ketua Kelompok


Nama Lengkap : Ihza Zhafranianto
Jenis Kelamin : Laki-laki
Nomor Induk Siswa : 10393
Nomor Induk Siswa Nasional : 0006316564
Tempat Tanggal Lahir : 14 Februari 2000
Alamat : Jl. Lisman Gg. Baeno 2 Campurejo
Bojonegoro & 08165466588
No Hp :
Alamat E-mail : ihzarouet@gmail.com
Asal Sekolah : SMA Negeri 1 Bojonegoro
Kelas : 11 (sebelas)
7

Alamat Sekolah : Jl. Panglima Sudirman No. 28 Bojonegoro


No. Telepon Sekolah : (0353) 881574

2) Biodata Anggota Kelompok


Nama Lengkap : Amelia NaurahSyahda
Jenis Kelamin : Perempuan
Nomor Induk Siswa : 10300
Nomor Induk Siswa Nasional : 0006317826
Tempat Tanggal Lahir : Bojonegoro, 12 Maret 2000
Alamat : Jl. TGP RT. 23/03 Banjarejo, Bojonegoro
No Hp : 08113127023
Alamat E-mail : amelianaurah00@gmail.com
Asal Sekolah : SMA Negeri 1 Bojonegoro
Kelas : 11 (sepuluh)
Alamat Sekolah : Jl. Panglima Sudirman No. 28 Bojonegoro
No. Telepon Sekolah : (0353) 881574
3) Biodata Guru Pembimbing
Nama Lengkap : RA Ima Hidayati Purnamasari, S.Pd, M.Pd
Jenis Kelamin : Perempuan
NIP : 19701115 199802 2 004
Tempat Tanggal Lahir : Bojonegoro, 15 November 1970
Alamat : Pacul Permai Blok B/7 Bojonegoro
No Hp : 081554711149
Alamat E-mail : imapurnamasari@gmail.com
Asal Sekolah : SMA Negeri 1 Bojonegoro
Alamat Sekolah : Jl. Panglima Sudirman no 28 Bojonegoro
No. Telepon Sekolah : (0353) 881574

4) Foto dan Tabel


8

DAMPAK PELANGGARAN PENGELOLAAN SUMUR TUA :


1. Kerusakan Lingkungan

FOTO ANALISA PIHAK YANG


DIRUGIKAN

1. Lemahnya pengawasan 1. Masyarakat :


dari pemilik WKP, Lahan Pertanian
sehingga dalam eksploitasi masyarakat kurang
sumur tua penampungan subur.
air & minyak tanpa IPAL,
2. Perhutani :
terjadi ceceran minyak
Tanaman produktif milik
mentah.
Perhutani (pohon jati dll)
2. Blow out sumur minyak,
mengakibatkan
tercemarnya tanah dan
rusaknya ekosistem
(matinya biota air dan
biota darat)

2. Kerusakan Hutan

FOTO ANALISA PIHAK YANG


DIRUGIKAN

1. Rendahnya kesadaran 1. Perhutani :


penambang terhadap Adanya penebangan pohon,
safety, menyebabkan di
kebakaran hutan di area eksploitasi sumur Tua,
Sumur W-43 Lapangan sebagaimana surat Perhutani
Dandangilo Kedewan KPH Cepu No :
(31 Mei 2015) 1350/058.2/Agr.Cpu/Divre-
Jtg
2. Tidak mematuhi UU
Kehutanan, 2. Masyarakat :
investor/penambang a. Terjadi pencemaran
melakukan penebangan udara karena asap kebakaran
liar untuk membuka b. Menimbulkan keresahan
pengeboran sumur
9

baru di Kaligaling (25 di masyarakat sekitar.


Februari 2015) c. Rusaknya ekosistem hutan

3. Keselamatan Penambang Terancam

FOTO ANALISA PIHAK YANG


DIRUGIKAN

1. Merupakan aktivitas yang 1) Negara :


sangat berbahaya karena a. Produksi minyak
dapat merugikan oleh Negara berkurang
penambang akibat b. DBH berkurang
mengabaikan standart
2) Masyarakat :
keselamatan kerja yg telah
Rawan konflik sosial.
ditentukan.
3) Penambang :
2. Potensi konflik sosial
Rentan Keselamatan
akibat rebutan tapak
Kerja
sumur.

4) Rendahnya Pendapatan Penambang

FOTO ANALISA PIHAK YANG


DIRUGIKAN

1. Investor luar banyak Masyarakat :


menguasai sumur tua
a. Rawan konflik social,
penambang sekedar kuli.
karena ada kesenjangan antara
2. Ongkos Angkat-angkut yang kaya (investor luar
menurun dari Rp. 2.700,- daerah) dengan masyarakat.
menjadi Rp. 2.100,- (Nov.
b. Kesejahteraan penambang
2015), sehingga upah
tidak ada peningkatan, saat ini
penambang rendah
harga minyak dari penambang
ke Paguyuban Rp. 1.200
aqua satu botol Rp. 5000.
10

FOTO ANALISA PIHAK YANG


DIRUGIKAN

Akibat transportasi alat berat 1. Merugikan masyarakat


untuk kegiatan drilling dan umum, karena
angkutan minyak, telah mengganggu
terjadi banyak kerusakan kenyamanan dan
infrastruktur pada jalan poros keselamatan masyarakat
desa, poros kecamatan
2. Merugikan pemerintah
maupun jalan kabupaten di
daerah karena inefisiensi
sekitar penambangan sumur
APBD
tua, yangg mana investor
minyak tua tidak pernah
melakukan upaya perbaikan.

5) Kerusakan Infrastruktur
6) WKP PT PERTAMINA EP ASSET 4 dan sekitarnya
11

7) MATRIK PENYELESAIAN SUMUR MINYAK TUA DI WILAYAH


KABUPATEN BOJONEGORO

MASALAH PEMBENAHAN HASIL


KONDISI SAAT INI : 1. Konsolidasi/Normalisasi 1. Pengelolaan Lingkungan
A. Normal : Pertamina. : Hidup Sesuai Standart
B. Setengah Normal : KUD,GCI a. Aspek legal. 2. Kelestarian Hutan
C. Abnormal : b. Kompetensi. Terjaga
Penambangan Ilegal mengakibatkan : c. Skenario Bisnis 3. Pengelola lapangan legal
1. Kerusakan lingkungan d. Pemetaan Pra Kondisi. driling/legal trading
2. Kerusakan Hutan e. Operasional. 4. Kesejahteraan
3. Ilegal Drilling dan Ilegal Trading f. Pemecahan KSO Penambang
4. Rendahnya Pendapatan 2. Cipta Kondisi Meningkat
Penambang 3. Penertiban (Pemda & 5. Perbaikan Infrastruktur
5. Kerusakan Infrastruktur Polres) 6. Konflik social teratasi
6. Adanya Konflik Sosial 4. Penutupan 7. Produksi Minyak
7. Keberadaan Trader 5. Monitoring/Pemantapan Meningkat
8. Transparansi Manajemen
Keuangan KUD tidak transparan.
8) Foto Formasi Batuan di Wonocolo