Anda di halaman 1dari 6

STANDART OPERASIONAL PENGGUNA (SOP) ALAT

No. Nama Alat Kompor Listrik


1. Gambar Alat

Merek VWR
Suhu Maksimal 100 derajat
Fungsi Bahan-bahan kimia, sample serta zat-zat baik
berupa padatan maupun cairan
Cara Kerja Prosedur :
1. Sambungkan steker dengan tegangan
listrik.
2. Letakkan sampel pada piringan kompor.
3. Putar alat pemanas searah jarum jam
hingga lampu indikator menyala.
4. Untuk mematikan alat pemanas, putar
berlawan arah jarum jam.
5. Cabut steker jika selesai digunakan.
Nama Alat pH-Meter
Gambar Alat

Merek Martini
Kapasitas 1-12 satuan pH dengan ketelitian 0,01
Fungsi Mengukur tingkat keasaman larutan
Cara Kerja 1. Mneghubungkan kabel electrode pada alat
pH meter WTW series
2. Menstandarisasi alat :
a. Bilaslah elektrode dengan aquades
(gunakan botol semprot), lap dengan
hati-hati pakai kertas tissue, dan
jangan terlalu keras/kuat menyentuh
membran gelas (bagian elektode yang
tercelup)
b. Ukur suhu larutan buffer dengan
termometer, kemudian sesuaikan knop
pengatur suhu (0C) seperti yang
terbaca pada termometer.
c. Putar knop pengatur pH ke arah kanan
(dari posisi 0 ke posisi pH)
d. Putar knop pH, sehingga dispaly
memperlihatkan angka 7,00 (melihat
tabel pH pada larutan buffer untuk
setiap pengukuran suhu)
e. Putar knop ke arah kiri (dari posisi pH
ke posisi 0) sehingga digital tidak
memperlihatkan angka.
f. Bilas electrode dengan aquades, lap
pakai kertas tissue, kemudian celupkan
elektrode kedalam larutan buffer pada
pH=4,00 atau pH = 10,00, lalu
putarlah knop pH kerah kanan pada
posisi 0 ke posisi pH, kemudian
putarlah knop mV/ pH sehingga :
Display akan memperlihatkan
angka 4,00 untuk pH < 7,00
(sample asam) 14 dispaly akan
memperlihatkan angka 10,00
untuk pH (sample basa/alkali)
g. Ulangi sekali lagi pengontrolan
semula tanpa merubah knop
temperature, knop pH dan knop
mV/pH, hingga digital tetap
menunjukkan nilai pH yang benar.
3. Bilas elektroda dengan aquades, lap pakai
kertas tissue kemudian celupkan elektroda
ke dalam larutan yang akan ditentukan
pH-nya.
4. Putar knop pengatur pH ke rah kanan (dari
posisi 0 ke posisi pH), catatlah pHnya,
kemudian bilas elektroda dengan aquades,
lap pakai kertas tissue.
5. Tutup kembali lubang pengisi elektrolit
pada elektrode dan tempatkan kembali
elektroda seperti sedia kala, lalu yang
harus anda perhatikan bahwa anda
melakukan pekerjaan ini harus dijaga
tempatnya dalam keadaan bersih.
6. Selalu dibersihkan sebelum digunakan.
STANDART OPERASIONAL PENGGUNA (SOP) BAHAN

1. Identitas Produk dan perusahaan


a. Nama Produk : Alamunium Oksida
b. Rumus Kimia : Al2O3
2. Komposisi Bahan
Bahan Al2O3 : 100 % berat CAS No. 1344-28-1
3. Identifikasi Bahaya : Alamunium berbahaya jika terhirup, tertelan, terkena kulit
maupun terkena mata
4. Akibat terhadap kesehatan :
a. Mata : menyebabkan iritasi mata
b. Kulit : menyebabkan iritasi kulit
c. Tertelan : menyebabkan gangguan pencernaan
d. Terhirup : meyebabkan gangguan pernafasan
e. Karsinogenenik : tidaka ada efek
f. Teratogenik : tidak ada efek
g. Reproduksi : tidak ada efek
5. Tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan
Terkena pada :
a. Mata : bilas dengan air mengalir sekurang-kurangnya 15 menit.
b. Kulit : cuci dengan air sebanyak-banyaknya
c. Tertelan : jangan diusahakan untuk muntah, segera bawah kedokter.
d. Terhirup : segera pindahkan korban ke tempat yang cukup udara, berikan
pernafasan buatan atau oksigen korban segera bawah ke dokter.
6. Penyimpanan dan penanganan bahan
a. Penanganan bahan simpan ditempat kering
b. Pencegahan terhadap pamparan : gunakan alat pelindung diri
c. Tindakan pencegahan terhadap kebakaran dan peledakan
d. Penyimpanan : simpan ditempat berventilasi
e. Syarat khusus penyimpanan bahan : jauhkan dari senyawa asam.
Nama Produk : Asam asetat Glasial

Pernyataan bahaya : H226 cairan dan uap yang mudah terbakar

H314 menyebabkan luka bakar pada kulit dan kerusakan mata yang
serius.

Komposisi bahan : Rumus CH3COOH

Tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) setelah terhirup : hirup udara segar, panggil
dokter.

Setelah kontak engan kulit : cuci dengan air yang banyak. Oles dengan polyethylene glycol 400.
Segera lepaskan pakaian yang terkontaminasi. Segera panggil dokter.

Setelah kontak dengan mata : bulas dengan banyak air dengan kelopak mata membuka, lindungi
mata yang tidak terkena bahan (sekurangnya 10 menit). Cari pertolongan medis sesegera mungkin.

Setelah tertelan : beri air minum kepada korban (paling banyak dua gelas), hindari muntah (resiko
perforasi). Segera panggil dokter. Jangan mencoba menetralisir.

Media pemadaman api

Media pemadaman yang sesuai air, karbon dioksida (CO2), busa, serbuk kering.

Zat pemadam kebakaran yang sesuai untuk bahan/campuran ini, tidak ada batasan agen pemadam
yang diberikan.

Metode dan bahan untuk penyimpanan dan pembersihan tutup saliran. Kumpulkan, ikat dan pompa
keluar tumpahan.

Kondisi penyimpanan yang aman, termasuk adanyainkompatibilitas. Jauhkan dari panas dan sumber
apai. Simpan wadah tertutup rapat ditempat yang kering dan berventilasi baik. Simpan pada + 15 0C
hingga + 250C.