Anda di halaman 1dari 4

Bangasa Arya memasuki India melalui celah Kayber atau celah-celah bukit Hindu Kust.

Celah
khyber merupakan penghubung India dengan daerah di luar karena India di kelilingi oleh
pengunungan yang tinggi-tinggi, yang merupakan dinding alam yang sulit untuk di lewati oleh
manusia. Orang-orang Arya pada awalnya tinggal di tanah-tanah di sekitar sungai hulu Sindhu,
yang memiliki 5 anak sungai yang di sebut Panjab yang berarti tanah sungai lima.
Setelah berhasil memasuki India, bangsa Arya menjumpai masyarakat yang sudah me
mpunyai kebudayaan yang tinggi dan terkenal dengan di sebut kebudayaan lebah Sungai Indus.
Kebudayaan lembah sungai Indus berpusat di Harapan dan Mahejo-Daro yang memiliki kota-
kota yang besar dan diperkuat oleh benteng-benteng dan parit yang berada di sekitar kota.
Bangsa Arya melihat bahwa bangsa Dravida adalah bangsa yang tidak pandai dalam hal
berperang, sehingga bangsa Dravida dikalahkan oleh bangsa Arya dan menyebabkan
terdesaknya bangsa Dravida ke selatan. Hal ini dibuktikan pada penggalian di Harappa yang
menemukan tumpukan mayat yang banyak yang menandakan terjadinya peperangan dan di
taklukannya bangsa Dravida oleh bangsa Arya. Selain itu juga kerusakan yang di alami oleh
kota Harapan yang diperkirakan akibat dari terjadinya peperangan. Bangsa Dravida yang
mendiami daerah barat India dan Pakistan sekarang, telah terdesak ke selatan oleh kedatangan
bangsa Arya pada kira-kira 1500 SM.[4] Bangsa Arya melanjutkan penyerbuannya ke arah
timur yaitu sungai Gangga. Hal ini di buktikan dengan isi kitab veda yang menjelaskan tempat-
tempat di India Utara dan Barat.

Agama Weda dapat dikatakan suatu agama alam. Artinya, didalam mendekati dan menyelami
hal kedewaan, agama itu sangat mengarahkan pandangannya kepada alam. Berbagai dewa
dianggap identik dengan gejala-gejala alam.
Zaman Weda, merupakan zaman sejak masuknya bangsa Arya di Punjab hingga
timbulnya agama Budhha pada kira-kira tahun 500 SM. Zaman ini dapat dibagi lagi menurut
pertumbuhan kitab-kitab yang menjadi sumber hidup keagamaan pada zaman ini, menjadi :
a. Zaman Weda purba atau zaman Weda Samhita, dimulai dari tahun 1500 SM hingga kira-kira
tahun 1000 SM. Pada zaman ini bangsa Arya massih berada di Punyab, yaitu daerah Sungai
Indus atau Sindhu. Di sini belum banyak terdapat penyesuaian diri dengan peradaban India
purba.
b. Zaman Brahmana, kira-kira tahun 1000 SM hingga kira-kira tahun 750 SM. Pada zaman ini
para imam, yaitu para Brahmana, sangat berkuasa dan menimbulkan kitab-kitab yang berlainan
sekali sifatnya dibandingkan dengan kitab-kitab Weda Samhita. Sekarang penyesuaian diri
dengan peradaban India purba sudah lebih maju, sehingga timbul jiwa baru.
c. Zaman Upanisad, tahun 750 SM hingga tahun 500 SM. Pada zaman ini pemikiran secara
falsafah mulai berkembang. Pusat peradaban berpindah dari Punyab ke Lembah Gangga.
Pada zaman ini kehidupan keagamaan orang Hindu didasarkan atas kitab-kitab
yang disebut Weda Samhita, yang berarti perkumpulan Weda.

Kronologi turunnya wahyu Tuhan yang kemudian menjadi pegangan kitab suci weda dan
ajaran bagi orang-orang Hindu yaang dikisahkan terjadi melalui beberapa tahap yang
menurut dee-belajar | sejarah agama hindu sebagaimana disebutkan :
Pertama-tama, Brahman (Tuhan, sang Hyang Widhi Wasa) menyampaikan
kepada Dewa Brahma
Dewa Brahma menyampaikan Wahyu tersebut kepada 7 Maha Rsi yang dikenal
dengan sebutan Sapta Maha Rsi seperti : Maha Rsi Grtsamada, Maha Rsi Wiswamitra dll
Kemudian wahyu yang diterima oleh para Maha Rsi tersebut dibukukan oleh Maha Rsi
Vyasa dan muridnya menjadi kitab suci agama Hindu yang dikenal dengan kitab Weda,
yang terbagi kedalam empat bagian yang dikenal dengan sebutan Catur Weda yaitu
Kitab Reg Weda yang dihimpun oleh Maha Rsi Puluha
Kitab Yajur Weda oleh Maha Rsi Vaisampayana
Kitab Sama Weda oleh Maha Rsi Jaimini
Kitab Atharva Weda oleh Maha Rsi Sumantu
Kemudian untuk menjaga keaslian ajaran Weda yang tersimpan dalam beberapa kitab
tersebut dibuatlah pedoman pasti yang dituangkan dalam kitab Manawana
Dharmasastra. Dalam pedoman tersebut ajaran agama Hindu yang dijabarkan dibagi
kedalam 5 struktur yaitu :
Sruti, wahyu Tuhan secara langsung
Smrti, yang disusun berdasarkan ingatan
Sila, norma-norma kebenaran dan kebaikan
Acara, tata cara pelaksanaan ajaran agama
Atmanastuti
Dan walaupun usia weda sudah sangat tua, namun ajaran yang terkandung didalamnya
ternyata sangat relevan dengan perkembangan zaman yang menjadi sumber ajaran suci
dan senantiasa menjadi pegangan bagi umat Hindu di Bali.

Turunnya wahyu yang kemudian menjadi pegangan dan ajaran bagi orang-orang Hindu terjadi
melalui beberapa tahap, yaitu:

pertama-tama, Brahman (Tuhan, sang Hyang Widhi Wasa) menyampaikan kepada Dewa
Brahma
Dewa Brahma menyampaikan Wahyu tersebut kepada 7 Maha Rsi yang dikenal dengan
sebutan Sapta Maha Rsi yaitu:
Maha Rsi Grtsamada
Maha Rsi Wiswamitra
Maha Rsi Atri
Maha Rsi Baravia
Maha Rsi Vasistha
Maha Rsi Kanwa
Maha Rsi Vamadewa.
Kemudian wahyu yang diterima oleh para Maha Rsi tersebut dibukukan oleh Maha Rsi Vyasa
dan muridnya dan menjadi kitab suci agama Hindu yang dikenal dengan kitab Weda, yang terbagi
kedalam empat bagian yang dikenal dengan sebutan Catur Weda yaitu:
Kitab Reg Weda yang dibukukan oleh Maha Rsi Puluha
Kitab Yajur Weda oleh Maha Rsi Vaisampayana
Kitab Sama Weda oleh Maha Rsi Jaimini
Kitab Atharva Weda oleh Maha Rsi Sumantu
Kemudian untuk menjaga keaslian ajaran Weda yang tersimpan dalam beberapa kitab
tersebut dibuatlah pedoman pasti yang dituangkan dalam kitab Manawana Dharmasastra. Dalam
pedoman tersebut ajaran agama Hindu dijabarkan dibagi kedalam 5 struktur yaitu:
Sruti
Smrti
Sila
Acara
Atmanastuti.

Ajaran pokok keimanan Agama Hindu dibagi kedalam 5 bagian yang disebut dengan Panca
Sradha, Yaitu:

1. Percaya adanya Tuhan


2. Percaya adanya Atamn
3. Percaya adanya Hukum Karma Phala
4. Percaya adanya Punarbhawa (Reingkarnasi)
5. Percaya adanya Moksa.

Adapun tujuan agama Hindu ialah Moksartham jagahita ya ca iti dharma yang artinya: agama
(Dharma) bertujuan untuk mencapai kebahagiaan rohani dan kesejahteraan hidup jasmani, dari
rumusan itu, tujuan agama Hindu kemudian secara lebih rinci disebutkan dalam 4 tujuan hidup
manusia Hindu yang disebut Catur Purusa Artha, yaitu:

Dharma (kebenaran yang menuntut umat manusia mencapai kebagiaan dan keselamatan)
Artha (Benda materi yang dapat memuaskan kebutuhan hidup manusia)
Kama (hawa nafsu, keinginan, dan kesenangan)
Moksa (Kebahagiaan yang tertinggi dan abadi).
Selain itu, dalam agama Hindu terdapat sebuah rumusan yang disebut dengan Yadnya, yaitu
persembahan suci atau korban suci yang ditujukan kepada Tuhan dan para dewa yang didasarkan
atas pengabdian dan cinta kasih. Yadnya juga bisa disebut sebagai kebaktian, penghormatan dan
pengabdian atas dasar kesadaram dan cinta kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan YME), yang
terbagi kedalam 5 kategori yaitu: Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Rsi Yadnya, Manusa Yadnya, dan
Butha Yadnya.
ditulis ulang dan disesuaikan dari Roesdy

Daftar Istilah :

Atman : Merupakan percikan kecil dari Brahman yang berada di dalam setiap makhluk hidup.
Brahman : Sebutan atau Nama yang digunakan oleh Umat Hindu untuk Menyebut Tuhan
Dharma : Kebenaran yang abadi
Maha Rsi : Para Penerima Wahyu
Moksa : Keadaan tenang dan bahagianya jiwa karena tidak lagi terikat oleh berbagai nafsu dan
benda material.
Sruti : sesuatu yang dianggap oleh Maha Rsi berasal dari Tuhan
. Dharma
Dharma merupakan kebenaran absolut yang mengarahkan manusia untuk berbudi pekerti luhur
sesuai dengan dasar agama yang menjadi hidupnya. Dharma itulah yang mengatur dan menjamin
kebenaran hidup manusia. Keutamaan dharma merupakan sumber datangnya kebahagiaan,
memberikan keteguhan budi dan menjadi dasar segala tingkah laku manusia.

2. Artha
Artha dalam bahasa sanskerta diartikan tujuan. Segala sesuatu yang menjadi alat untuk
mencapai tujua juga disebut artha. Mendapatkan dan memiliki harta mutlak adanya, tetapi yang
perlu diingat agar jangan sampai diperbudak oleh nafsu keserakahan yang berakibat
mengaburnya wiweka ( pertimbangan rasional) sehingga tidak mampu membedakan mana yang
benar dan salah. Artha perlu diamalkan (Dana Punia) bagi kemanusiaan seperti fakir miskin,
orang cacat, yatim piatu dan sebagainya.
3. Kama
Kama adalah keinginan untuk memperoleh kenikmatan (wisaya). Kama berfungsi untuk
menunjang hidup yang bersifat tidak kekal. Kama dinyatakan sebagai salah satu tujuan hidup
adalah untuk mengubah wisaya kama menuju sriya kama, artinya dari ingin mengumbar hawa
nafsu atau wisaya menuju pada keinginan mencapai keindahan rohani atau sriya.
4. Moksa
Moksa adalah kelepasan atau kebebasan yaitu menyatunya atman dengan Brahman. Sebagai
tujuan yang tertinggi.