Anda di halaman 1dari 3

KESIMPULAN HASIL PENILAIAN ATAS DOKUMEN KA, ANDAL, DAN RKL-RPL

NAMA DOKUMEN Studi Amdal Sutet 500 Kv Mandirancan Indramayu, Provinsi Jawa Barat

NAMA PEMRAKARSA PT. PLN (Persero) unit Induk Pembangunan Jaringan Jawa Bali (UIP JJB)
KOMISI PENILAI Provinsi Jawa Barat
KONSULTAN PENYUSUN PPLH IPB
TIM PENYUSUN
1. Dr. Ir. HefniEffendi, M. Phil (Sertifikasi Ketua Tim/AMDAL A, B, C)
2. Prof. Dr. Ir. Kukuh Murtilaksono, MS (Sertifikasi anggota Tim Penyusun)
3. Ir. Singgih Irianto, M. Si (Vegetasi dan Satwa Liar)
4. Ir. Gatot Yulianto, M. Si (Sertifikasi Anggota Tim Penyusun)
5. Isra Yanuar Giu, S. Pd (AMDAL Penyusun)
6. La Ode Rusyamin, S.K.M (Sertifikasi Anggota Tim Penyusun)
7. Dr. Ir Arief Sabdo Yuwono, M.Sc (Amdal Penyusun)
8. Dede Suhendi, ST, MT

DAMPAK PENTING HIPOTETIK


KOMENTAR:
1. Secara umum proses identifikasi Dampak Potensial cukup baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya matrik
dampak potensial (II-61);
2. Evaluasi dampak potensial menjadi dampak penting hipotetik telah dilakukan dengan baik, hal ini ditunjukkan
dengan adanya tabel evaluasi dampak potensia dan bagan alir pelingkupan (II-63 dan II-75);
3. Alasan penetapan DP menjadi DPH cukup relevan dengan mempertimbangkan aspek teknis dan rencana
kegiatan (II-64 s/d II-76)

METODOLOGI
KOMENTAR:
1. DPH tidak konsisten dengan metode studi, metode analisis data, metode evaluasi dampak, rona lingkungan,
dan prakiraan dampak;
2. Metode pengumpulan data umumnya belum terpenuhi, dimana masih ada DPH yang belum ada metodenya,
ada metode pengumpulan yang penetapan lokasinya tidak disertai dengan pertimbangan/alasannya (untuk
keresahan masyarakat, menurunnya nilai aset, hilangnya mata pencaharian, dan persepsi);
3. Metode analasis yang disampaikan masih umum, dimana belum secara khusus menganalisis suatu parameter
dampak tertentu, misalnya keresahan masyarakat, menurunnya nilai aset, hilangnya mata pencaharian, dan
persepsi, kerusakanjalan.
4. Belum semua DPH dalam KA disertai ada metode prakiraan dampak (umumnya tidak ada metodenya). Ada
DPH yang diprakirakan dengan analogi namun tidak jelas dengan kegiatan apa dan dimana.

PRAKIRAAN DAMPAK
1. Apakah kajian besaran dan sifat penting dampak terdapat dalam Bab Prakiraan Dampak?
Ya Tidak

2. Apakah kajian besaran dampak membandingkan antara besaran dampak dengan dan tanpa proyek (with and
without project)?
Ya Tidak

Catatan: Prakiraan besaran dengan membandingkan antara besaran dampak dengan dan tanpa proyek merupakan
PRINSIP PRAKIRAAN BESARAN DAMPAK dalam AMDAL.
3. Apakah dalam menentukan sifat penting dampak

1
Catatan: Prakiraan Sifat Penting Dampak wajib dilakukan dalam Bab Prakiraan Dampak.
Menggunakan Kep-BAPEDAL No.056/1994 atau PP 27/1999 Ya Tidak
dalam Bab Prakiraan Dampak?
Menggunakan kriteria lain selain Kep-BAPEDAL No.056/1994 Ya Tidak
atau PP 27/1999 dalam Bab Prakiraan Dampak?
KOMENTAR:
1. Kajian prakiraan besaran dampak belum terpenuhi, dimana masih ada DPH yang tidak diprakirakan dampaknya,
prakiraan dampak dengan analogi tanpa menyebutkan dengan kegiatan apa dan dimana, dan umumnya
prakiraan dampak tidak menggunakan metode prakiraan dampak yang telah disepakati dalam dokumen KA.

EVALUASI DAMPAK
1. Apakah evaluasi dampak bersifat holistik?
Ya Tidak

2. Apakah terdapat Arahan Kelayakan Lingkungan Hidup?
Ya Tidak

3. Apakah terdapat Arahan Pengelolaan Lingkungan Hidup?
Ya Tidak

4. Apakah terdapat Arahan Pemantauan Lingkungan Hidup?
Ya Tidak

KOMENTAR:
1. Evaluasi melihat secara holistik, namun kurang mendalam sehingga keterkaitan antar dampak kurang dapat
diperhatikan
RKL
1. Apakah semua dampak penting (atau bersifat strategis) dikelola?
Ya Tidak

2. Apakah pengelolaan lingkungan hidup menggunakan 3 pendekatan (teknologi, sosial-ekonomi, institusional)?
Ya Tidak

3. Apakah semua dampak yang dikelola memiliki tolok ukur pengelolaan dampak?
Ya Tidak

4. Apakah upaya pengelolaan dampak dinyatakan secara jelas?
Ya Tidak

5. Apakah lokasi, periode, biaya, pelaksanaan dan pengawas upaya pengelolaan dampak dinyatakan secara
jelas?
Ya Tidak

KOMENTAR:
1. Umumnya sumber dampak pada RKL tidak konsisten dengan sumber dampak pada DPH di pelingkupan.
2. Upaya pengelolaan tidak jelas (tidak operasional) dan tidak relevan dalam menanggulangi dampak yang terjadi.
3. Lokasi pengelolaan ada yang tidak sesuai dengan sumber dampaknya.
RPL
1. Apakah semua dampak penting (atau bersifat strategis) dipantau?

2
Ya Tidak

2. Apakah semua komponen/parameter yang dipantau dinyatakan secara jelas?
Ya Tidak

3. Apakah metode dan cara pemantauan merujuk pada metode/cara pemantauan sesuai peraturan yang berlaku
atau standar?
Ya Tidak

4. Apakah metode dan cara pemantauan dampak dinyatakan secara jelas?
Ya Tidak

5. Apakah lokasi, jangka waktu, frekwensi dan pelaksana pemantauan dampak dinyatakan secara jelas?
Ya Tidak

KOMENTAR:
1. Metode pemantauan tidak jelas, dimana metode tersebut umumnya lebih mengarah ke upaya pengelolaan
dampak namun tidak ke arah bagaimana memantau efektifitas dari kegiatan pengelolaan yang sudah dilakukan.
2. Periode pemantauan ada yang tidak rinci misalnya hanya disebutkan selama kegiatan operasional tapi tidak
jelas apakah 1 bulan sekali atau 3 bulan sekali.
KONSISTENSI
KOMENTAR:
Konsistensi tidak terpenuhi, dari sisi DPH, metodologi, hingga pengelolaan sehingga disimpulkan dokumen Amdal
dari KA, Andal, hingga RKL-RPL tidak terpenuhi.
KETERANGAN (HASIL PENILAIAN KESELURUHAN/KELAYAKAN):
Apakah studi AMDAL disusun pada saat:
Studi Tidak ada
Konstruksi Operasi
Kelayakan informasi

KOMENTAR: -
Jika AMDAL disusun sebagai bagian dari Studi Kelayakan:
1. Apakah terdapat alternatif-alternatif
Proses Tidak ada
Lokasi Produksi Teknologi
sama sekali

KETERANGAN:
2. Apakah Prakiraan Dampak dilakukan untuk setiap alternatif lokasi/proses produksi/teknologi?
Ya Tidak
KETERANGAN: Tidak ada alternatif.
3. Apakah Evaluasi Dampak dilakukan dengan membandingkan setiap alternatif lokasi/proses produksi/teknologi?
Ya Tidak
KETERANGAN: Tidak ada alternatif.