Anda di halaman 1dari 5

I.

CARA KERJA
A. PEMBUATAN RENNET
1. Disiapkan abomasum anak sapi, kemudian dibersihkan dan disayat lemaknya
sampai bersih.
2. Lalu potong sampai ukurannya kecil kemudian dimasukkan kedalam Erlenmeyer
200 ml lalu ditambah dengan larutan NaCl 5 % yang sudah dicampur dengan
larutan asam asetat 10 %
3. Kemudian di Shaker selama 24 jam, setelah 24 jam larutan dimasukkan kedalam
botol sentrifuge dan di sentrifuge selama 15 menit degan kecepatan 2750 rpm.
4. Setelah selesai di sentrifuge endapan dibuang sedangkan cairan dimasukkan
kedalam Erlenmeyer 1000 ml
5. Kegiatan ini dilakukan selama 4 hari, setelah 4 hari cairan yang berada pada
Erlenmeyer 1000 ml diukur pHnya menggunakan pH strip lalu ditambahkan
NaOH 1 N sampai menunjukkan pH 4 atau 5 lalu ditambahkan garam ammonium
sulfat dan tunggu sampai ada lender putih.
6. Setelah terbentuk lendir putih dilakukan sentrifuge ulang, cairan dibuang dan
endapan dipisahkan kedalam cawan petri yang sudah dilapisi dengan kertas saring
selanjutnya endapan disebut renner.
7. Setelah diletakkan kedalam cawan petri reneet di oven selama 15 menit dengan
suhu kurang lebih 40 500C.
B. PEMBUATAN STARTER
1. Cara A : Disiapkan sebanyak 150 ml susu sapi segar kemudian di otoklaf dengan
suhu 1210C selama 15 menit lalu didinginkan sampai suhu 350C kemudian
ditambahkan youghurt komersial dengan perbandingan 1 : untuk yakult
diberikan sebanyak 35 ml (yang ditambah CaCl?) kemudian di inkubasi selama
24 jam kemudian dipindahkan ke lemari es.
2. Cara B : disiapkan susu sapi segar sebayak 150 ml diletakkan didalam panic
kemudian di pasteurisasi selama 1 2 menit dengan suhu 85 0C 95 0C lalu
diinkubasi pada suhu 30 0 C selam 48 jam kemudian dipindahkan ke lemari es
3. Cara C : disiapkan susu sapi segar sebanyak 150 ml diletakkan kedalam panic
kemudian di pasteurisasi pada suhu 65 0C selama 15 menit kemudian diinkubasi
pada suhu 30 0C selama 48 jam kemudian dipindahan ke lemari es.
C. PEMBUATAN KEJU
1. Disiapkan 2500 ml susu sapi segar ditambahkan dengan CaCl 25% sebanyak
2ml/l susu
2. Kemudian dipasteurisasi dengan suhu 65 0C selama 15 menit lalu didinginkan
sampai 40 0C
3. Setelah itu tambahkan starter dan rennet yang dibuat kemudian diaduk sampai
rata setelah itu dimasukka ke botol kaca lalu ditutup plastic dan karet lalu
diinkubasi selama 24 jam.
4. Setelah 24 jam diasumsikan akan terbentuk gumpalan kemudian disaring
menggunakan kain untuk menghilangkan whey lalu direndam dengan garam NaCl
pekat 3 x 24 jam
5. Setelah 3 x 24 jam gumpalan diperas kemudian dicetak didalam petridish yang
sudah dilpisi plastic lalu di bungkus denganplastik warp lalu disimpan selama
kurang lebih 3 bulan, kemudian dilakukan pengamtan akhir.
II. HASIL PENGAMATAN
Keterangan Penjelasan Foto

Perlakuan A B C A B C

Warna Putih Putih


Tekstur Lunak Agak keras
dan kenyal
Citarasa Asam Asam tanpa
sekali + pahit
pahit
Aroma Susu tapi Susu sangat
tidak kuat kuat
Kepadatan Tidak Agak padat
terlalu
padat

I. CARA KERJA
a. Pembuatan media PDA (Potato Dextrose Agar)
1. Dikupas kentang sebanyak 300 g Kemudian dikupas lalu dicucui bersih setelah itu
direbus menggunakan aquades sampai air mengeruh dan mengeluarkan sari
kentang.
2. Sari kentang yang sudah terbentuk disaring kedalam Erlenmeyer menggunakan
corong kaca dan kertas saring.
3. Kemudian masak hasil saringan bersamaan dengan agar ditambah dextrose lalu
media siap dituang kedalam cawan petri didalam Laminar Air Flow lalu ditutup
supaya menghindari kontaminan masuk direkatkan dengan plastic warp tunggu
sampai memadat.
b. Isolasi cendawan dari akar pohon kelengkeng
1. Media PDA yang sudah siap beserta alat alat yang sudah disterilkan dimasukkan
kedalam inkas degan keadaan aseptic.
2. Akar pohon kelengkeng yang sudah didapatkan dipilih bagian akar yang kecil
tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Kemudian dicuci menggunakan air
keran sampai bersih
3. Setelah bersih dicucui menggunakan bayclin yang sudah ditambah dengan tween
selama 5 menit kemudian dibilas menggunakan etanol selama 1 menit lalu dibilas
kembali menggunakan aquadest steril
4. Emudian disarig dan diletakkan diatas tissue steril lalu akar siap untuk
diisolasikan ke media PDA
5. Setelah isoasi selesai media diinkubasi kedalam incubator selama 48 jam ntuk
melihat pertumbuhan koloni. Setelah Nampak koloni tumbuh hasil isolasi
dipindahkan kedalam lemari es.
c. Identifikasi cendawan
1. Diambil sedikit sample cendawan yang akan diidentifikasi menggunakan jarum
ose
2. Setelah diambil siapkan nigrosine pada kaca preparat lalu hasil pengambilan
sample cendawan dicampur perlahan dengan nigrosine.
3. Setelah tercampur nigrosin dilalukan diatas api Bunsen sampai cairan negrosin
menguap, kemudian ditutp dengan kaca penutup dan diamati menggunakan
mikroskop.
II. HASIL PENGAMATAN
Setelah dilakukan identifikasi terhadap isolate ditemukan beberapa cendawan
yang kemudian diidentifikasi untuk mengetahui apakah termasuk dalam spesies
Trichoderma atau tidak.

Gambar Keterangan

Pada gambar terdapat hifa berwarna


bening
Terdapat hifa yang bersekat sekat

Terdapat kumpulan hifa dan sporran


yang menggumpul dikarenakan
pengambilan sample terlalu tebal.