Anda di halaman 1dari 3

Etiologi Ankilosis

Faktor etiologi yang paling umum adalah trauma dan memang menghipotesiskan bahwa hematoma
intraartikular, bersama dengan jaringan parut dan pembentukan tulang yang berlebihan, mengarah ke
hypomobility

Penyebab intra-artikuler ankilosis dapat berkisar dari fibrosis, fibro-osseous dan osseous dampai
osteokartilagenus. Etiologi dan patognenesisnya adalah:

1. Trauma. Penyebab paling sering ankilosis tulang adalah trauma sendi. Trauma obstetri dikarenakan
penggunaan forceps telah dilaporkan menyebabkan ankilosis karena penyatuan tulang leher kondilus ke
arkus zigomatikus atau dari ankilosis fibrosis. Trauma menyebabkan ekstravasi darah ke ruang sendi.
Hemarthrosis menjadi faktor predisposisi terhadap kalsifikasi dan hilangnya ruang sendi, jika immobilitas
dibiarkan dalam waktu yang lama.

2. Infeksi: infeksi intra-artikuler adalah penyebab kedua ankilosis sejati. Infeksi TMJ dapat menghasilkan
terbatasnya pergerakan yang lebih lama, terganggunya dan kerusakan permukaan artikuler dan
perubahan proses fisiologis normal TMJ. Kerusakan permukaan artikuler bersamaan dengan terbatasnya
pergerakan akan menyebabkan ankilosis.

3. Kondisi inflammasi: ankilosis dikarenakan artritis inflammasi terjadi sekitar kurang dari 7% kasus.
Rheumatoid artritis, penyakit Stills ( artritis rheumatoid anak), penyakit Marie Strampel ( spondilitis
ankilosis), artritis psoriasis, fibrodysplasia ossificans progressiva, osteoartritis.

4. Artoplasty: ankilosis fibrosa dan tulang dapat terjadi bersamaan dengan prosedur arthroplasty TMJ dan
ortognatik mandibula. Pelekatan dapat terbentuk diantara diskus dan eminensia artikularis seiring dengan
prosedur perbaikan diskus. Ankilosis tulang dapat terjadi setelah prosedur disektomi tanpa fisioterapi
postoperatif yang cukup atau setelah prosedur bedah berulang-ulang di TMJ.

5. Neoplasia: jarang, ankilosis dapat berasal dari neoplasia baik tumor kondilus, lesi metastasis, atau
kondromatosis TMJ.

6. Kongenital: penyatuan tulang kongenital maksila dan mandibula adalah kondisi yang jarang terjadi.

Secara dilakukan pemeriksaan klinis, fungsional dan radiografi dilakukan, ankilosis diobati segera dengan
perawatan non invasif, pendekatan non bedah terutama fisioterapi dengan stik es krim

Mulut dibuka setelah 1 bulan-

Mulut dibuka setelah 4 bulan-

Mulut dibuka setelah 6 bulan


Evaluasi pasca perawatan

Pembukaan mulut sebesar 2,5 cm tercatat 6 bulan setelah fisioterapi. Pasien diinstruksikan untuk
melanjutkan latihan minimal selama 1 tahun.

Tujuan dari fisioterapi meliputi:

1. Pengurangan edema

2. Melembutkan dan menyebabkan peregangan jaringan parut

3. Meningkatkan jangkauan pergerakan sendi

4. Meningkatkan kekuatan otot otot masticatory.

Setiap patologi yang menimpa TMJ dan membatasi

Pembukaan mulut membawa stigma mental itu

melebihi kecacatan fisik yang ditimbulkan oleh

masalah pada pertumbuhan anak. Anak-anak seperti itu

cacat psikologis dan karenanya memanggil a

pendekatan yang unik terhadap rehabilitasi mereka. Setiap

Dokter gigi anak yang merawat anak adalah orang yang unik

posisi untuk membantu anak-anak tersebut secara fisik maupun mental


secara psikologis. Riwayat rinci, klinis dan

pemeriksaan fungsional, pemeriksaan radiografi

memfasilitasi diagnosis yang benar diikuti dengan segera

fisioterapi menghasilkan peningkatan drastis di mulut

membuka membantu mengembalikan fisik, psikologis,

dan kesehatan emosional anak penderita