Anda di halaman 1dari 14

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 8 Jakarta
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial
Kelas / Semester : VII / 1 (satu)
Materi Pokok : Perubahan Interaksi Antarruang
Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (4 JP)
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah kegiatan pembelajaran berlangsung, siswa dapat:
1. Kompetensi Pengetahuan
a. Menjelaskan berkembangnya pusat pusat pertumbuhan sebagai salah satu
bentuk interaksi antarruang
b. Menjelaskan perubahan lahan sebagai salah satu bentuk interaksi antarruang
c. Menjelaskan perubahan orientasi mata pencaharian sebagai salah satu bentuk
interaksi antarruang
d. Menjelaskan berkembangnya sarana prasarana sebagai salah satu bentuk
interaksi antarruang
e. Menjelaskan perubahan sosial dan budaya sebagai salah satu bentuk interaksi
antarruang
f. Menjelaskan berubahnya komposisi penduduk sebagai salah satu bentuk
interaksi antarruang
2. Kompetensi Keterampilan
a. Mempresentasikan hasil diskusi mengenai berkembangnya pusat pertumbuhan,
perubahan penggunaan lahan dan perubahan orietasi mata pencaharian sebagai
bentuk perubahan interaksi antarruang
b. Mempresentasikan hasil diskusi mengenai berkembangnya sarana dan prasarana,
perubahan sosial budaya dan berubahnya komposisi penduduk sebagai bentuk
interaksi antarruang

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No Kompetensi Dasar Indikator


3.1.1 Menjelaskan berkembangnya Pusat
3.1Memahami konsep ruang (lokasi, distribusi, pusat pertumbuhan sebagai salah satu
potensi, iklim, bentuk muka bumi, bentuk interaksi antarruang
geologis, flora, dan fauna) dan interaksi 3.1.2 Menjelaskan perubahan lahan sebagai
antarruang di Indonesia serta salah satu bentuk interaksi antarruang
1 pengaruhnya terhadap kehidupan 3.1.3 Menjelaskan perubahan orientasi mata
manusia dalam aspek ekonomi, sosial, pencaharian sebagai salah satu bentuk
budaya, dan pendidikan. interaksi antarruang
3.1.4 Menjelaskan berkembangnya sarana
prasarana sebagai salah satu bentuk
interaksi antarruang
3.1.5 Menjelaskan perubahan sosial dan budaya
sebagai salah satu bentuk interaksi
antarruang
3.1.6 Menjelaskan berubahnya komposisi
penduduk sebagai salah satu bentuk
interaksi antarruang
4.1.1 Mempresentasikan hasil diskusi mengenai
berkembangnya pusat pertumbuhan,
4.1 Menyajikan hasil telaah konsep perubahan penggunaan lahan dan
ruang(lokasi, distribusi, potensi, iklim, perubahan orietasi mata pencaharian
bentuk muka bumi, geologis, flora, dan sebagai bentuk perubahan interaksi
2. fauna) dan interaksi antarruang di antarruang.
Indonesia serta pengaruhnya terhadap 4.1.2 Mempresentasikan hasil diskusi mengenai
kehidupan manusia dalam aspek berkembangnya sarana dan prasarana,
ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan. perubahan sosial budaya dan berubahnya
komposisi penduduk sebagai bentuk
interaksi antarruang

C. Materi Pembelajaran
Perubahan akibat interaksi antarruang

D. Metode Pembelajaran
Pertemuan 1 :Metode Snow ball throwing.
Pertemuan 2 : Metode Sortir Kartu

E. Media/ Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media / Alat
Media Pembelajaran
a. Video alih fungsi lahan di Bali, Video perkembangan kota Jakarta
b. Power Point perubahan akibat interaksi antarruang
c. Lembar Kerja Siswa
d. Alat Pembelajaran : LCD Proyektor dan Laptop/Komputer
Alat Pembelajaran : Laptop, dan Proyektor
2. Sumber Pembelajaran
a. Buku Teks Pelajaran IPS untuk SMP/MTs kls VII
KEMENDIKBUD. 2016. Buku Siswa. Ilmu Pengetahuan Sosial. Kelas VII. Jakarta: KEMENDIKBUD
(hal 75-80).
b. KEMENDIKBUD. 2016. Buku Guru. Ilmu Pengetahuan Sosial. Kelas VII. Jakarta: KEMENDIKBUD
(hal 81-86).

F. Kegiatan Pembelajaran
No Kegiatan Waktu
1 Pertemuan 1
Materi : Berkembangnya pusat pusat pertumbuhan, perubahan
penggunaan lahan dan perubahan orientasi mata pencaharian
sebagai bentuk perubahan akibat interaksi antar ruang
1. Pendahuluan 10 Menit
a) Guru mengawali dengan memberi salam , berdoa, dan mengecek
kehadiran siswa.
b) Guru menjelaskan metode pembelajaran yang akan di gunakan
yaitu Snow Ball Throwing dan memberikan motivasi kepada
peserta didik
c) Guru memberikan apersepsi : Menurut kalian, apakah Jakarta dulu
seramai sekarang? Adakah perubahan antara Jakarta yang dulu
dengan Jakarta yang sekarang? Coba sebutkan dan mengapa hal
tersebut terjadi?
d) Guru menanyakan apakah peserta didik sudah membaca materi
yang akan dipelajari dan memberikan pertanyaan terkait dengan
materi yang akan dipelajari.
e) Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan
pembelajaran dari guru.
f) Peserta didik dibagi menjadi 9 kelompok.
2. Kegiatan Inti 60 Menit
a) Mengamati 15 menit
1) Guru menampilkan video lahan yang berubah fungsi
sebagai pemukiman yang berisikan materi mengenai
berkembangnya pusat pusat pertumbuhan, perubahan
penggunaan lahan dan perubahan orientasi mata
pencaharian akibat perubahan interaksi antarruang.
2) Berdasarkan hasil pengamatan video dan slide power
point peserta didik merumuskan hal hal yang ingin di
ketahui dari video tersebut.
3) Peserta didik diajak untuk menyeleksi apakah hal hal 10 menit
yang ingin diketahui sudah sesuai dengan tujuan
pembelajaran, jika belum dengan panduan guru, peserta
didik diminta untuk memperbaiki.
b) Menanya
1) Peserta didik mendiskusikan dalam kelompok untuk merumuskan
pertanyaan berdasarkan hal hal yang ingin diketahui dari hasil
pengamatan video dan slide power point. Pertanyaan diarahkan
pada hal hal yang subtantiv dengan materi pembelajaran seperti,
mengapa terjadi perubahan penggunaan lahan di kawasan
perkotaan? Apa yang akan terjadi jika perubahan penggunaan 10 menit
lahan terjadi tidak terkendali?
2) Peserta didik mengemukakan pertanyaan mereka. Guru memberikan
pertanyaan tersebut untuk dijawab oleh peserta didik yang lain.
Jika tidak terjawab maka guru memberikan penjelasan. 10 menit
c) Mencoba / Mengumpulkan Data (Informasi)
1) Guru membagikan LKS yang memuat bahan diskusi siswa.
2) Bersama kelompok , peserta didik membuat 5 buah
pertanyaan berkaitan dengan materi yang di sampaikan
oleh guru.
d) Mengasosiasikan / Menganalisi Data (Informasi)
3) Setelah selesai membuat pertanyaan di masing masing
kelompok, kertas dibentuk seperti bola salju (dikepal)
untuk dilemparkan pada kelompok yang lain.
4) Kelompok 1 melemparkan bola pertanyaan kepada
kelompok 4, kelompok 4 melempar ke kelompok 7 dan
kelompok 7 melemparkan ke kelompok 1.
5) Kelompok 2 melemparkan ke kelompok 5, kelompok 5 ke
kelompok 8 dan kelompok 8 melempar ke kelompok 2.
6) Kelompok 3 melemparkan bola pertanyaan ke kelompok 15 Menit
6, kelompok 6 melemparkan ke kelompok 9, dan
kelompok 9 melemparkan ke kelompok 3.
7) Setelah menerima bola soal dari masing masing
kelompok, setiap kelompok mulai mendiskusikan
pertanyaan yang diterima, dan menuliskan jawaban yang
tepat.
e) Mengkomunikasikan
1) Salah satu kelompok membacakan pertanyaan yang didapatkan
dan jawaban yang telah didiskusikan dalam kelompok. 10 Menit
2) Kelompok yang memberikan pertanyaan dan kelompok lain
memberi tanggapan atas hasil diskusi kelompok yang presentasi.
3) Jika peserta didik masih mengalami kesulitan dalam menjawab
maka guru memberikan penjelasan.
4) Peserta didik bersama guru mengambil simpulan atas jawaban
darti pertanyaan
3. Kegiatan Penutup
1) Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang
belum dipahami.
2) Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang disampaikan
oleh peserta didik.
3) Guru memberikan umpan balik peserta didik dalam proses dan
hasil pembelajaran dengan cara tes tertulis
4) Peserta didik secara individu diberikan tugas untuik membuat
ringkasan mengenai perubahan akibat interaksi antarruang dan
dikumpulkan pada pertemuan berikutnya.
1) 5) Siswa bersama guru berdoa bersama untuk mengakhiri
kegiatan pembelajaran
2 Pertemuan 2
Materi : Berkembangnya sarana dan prasarana, perubahan sosial budaya dan
berubahnya komposisi penduduk sebagai akibat perubahan interaksi
antarruang
1. Pendahuluan 10 Menit
a) Guru dan siswa mengawali dengan berdoa, memberi salam dan mengecek
kehadiran siswa.
b) Guru menjelaskan kepada peserta didik mengenai metode pembelajaran
yang akan dilaksanakan pada hari ini, yaitu menggunakan metode sortir
kartu dan memberikan motivasi pada siswa.
c) Guru menyampaikan apersepsi : Apakah kalian mengidolakan artis luar
negeri? Siapa nama artis favorit kalian? Apakah kalian pernah berusaha
untuk meniru cara berpakaian mereka?
d) Peserta didik menerima informasi tentang topik dan tujuan pembelajaran
dari guru.
e) Peserta didik dibagi menjadi 9 kelompok.
2. Kegiatan Inti 60 Menit
a) Mengamati 15 Menit
1) Guru menampilkan video Perkembangan Kota Jakarta dan materi dalam
slide power point yang berisikan materi berkembangnya sarana dan
prasarana, perubahan sosial budaya dan berubahnya komposisi penduduk
sebagai akibat perubahan interaksi antarruang..
2) Siswa mengidentifikasikan mengenai video dan slide power point yang telah
disampaikan oleh guru.
3) Peserta didik diajak untuk menyeleksi hal hal yang ingin diketahui sesuai
dengan tujuan pembelajaran, jika belum dengan panduan guru, peserta 10 menit
didik diminta untuk memperbaiki.
b) Menanya
1) Peserta didik mendiskusikan dalam kelompok untuk merumuskan
pertanyaan berdasarkan hal hal yang ingin diketahui dari hasil pengamatan
video dan slide power point.. Pertanyaan diarahkan pada hal hal yang
substantive terkait dengan tujuan pembelajaran. Contoh : Seperti apakah
perubahan sarana dan prasarana yang terjadi akibat perubahan interaksi
antarruang? Bagaimana bentuk perubahan sosial budaya yang terjadi akibat
perubahan interaksi antarruang?
2) Siswa menyampaikan pertanyaanya dan siswa yang lain menanggapi 10 Menit
pertanyaan tersebut.
c) Mencoba/ Mengumpulkan Data ( Informasi)
1) Guru membagikan LKS kepada siswa yang berisikan materi diskusi.
2) Guru membagikan sticky notes kepada kelompok.
3) Siswa dalam kelompok diminta untuk memberikan contoh bentuk
perubahan interaksi antarruang yang ditulis pada sticky notes.
4) Pada papan tulis, guru menuliskan berbagai perubahan akibat interaksi
keruangan.
5) Masing masing kelompok mengumpulkan informasi berkaitan dengan
pertanyaan dalam LKS dari buku siswa ataupun sumber yang lain. 10 Menit

d) Mengasosiasikan / Menganalisi Data (Informasi)


1) Setelah menuliskan contoh dari bentuk interaksi keruangan, masing
masing perwakilan kelompok maju untuk menempelkan sticky notes pada
papan tulis yang telah dibagi sesuai dengan bentuk perubahan akibat
interaksi antarruang.
2) Setiap kelompok berusaha untuk menempelkan contoh dari bentuk
interaksi antarruang secara tepat.
3) setiap sticky notes yang ditempel wajib dituliskan nama kelompoknya.
4) Guru mendampingi siswa dalam kegiatan menempel. 15 menit

e) Mengkomunikasikan
1) Guru menunjuk beberapa perwakilan kelompok untuk membacakan hasil
tempelan sticky notes sesuai dengan pengklasifikasian bentuk bentuk
perubahan interaksi antarruang.
2) Setiap contoh bentuk perubahan interaksi antar ruang yang di tempel
dengan tepat, akan memperoleh bintang pengjhargaan.
3) Kelompok yang paling banyak dalam menjawab soal menjadi kelompok 10 menit
yang memiliki point tertinggi.
3. Kegiatan Penutup
a) Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum
dipahami.
b) Guru memberikan penjelasan atas pertanyaan yang disampaikan oleh
peserta didik.
c) Guru memberikan umpan balik berupa soal tertulis untuk mengetahui
pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
d) Siswa diberikan tugas individu yang terdapat pada Buku Siswa halaman 75
e) Siswa bersama guru berdoa bersama untuk mengakhiri kegiatan
pembelajaran
Diposting oleh cancan di 23.24 Tida
Perubahan Sosial Budaya Akibat Interaksi
Antarruang
IPS, Kelas 7
Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat pada umumnya menyangkut hal yang
kompleks. Oleh karena itu Alvin L. Bertrand menyatakan bahwa perubahan sosial pada
dasarnya tidak dapat diterangkan oleh dan berpegang teguh pada faktor yang tunggal.
Menurut Robin Williams, bahwa pendapat dari faham diterminisme monofaktor kini sudah
ketinggalan zaman, dan ilmu sosiologi modern tidak akan menggunakai interpretasi-
interpretasi sepihak yang mengatakan bahwa perubahan itu hanya disebabkap oleh satu
faktor saja.

Pengertian Perubahan Sosial Menurut Ahli

1. Menurut William F.Ogburn bahwa ruang lingkup perubahan-perubahan sosial


meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang
ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-
unsur immaterial.
2. Kingsley Davis mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang
terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
3. MacIver mengatakan perubahan-perubahan sosial merupakan sebagai
perubahanperubahan dalam hubungan sosial (social relationships) atau sebagai
perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
4. JL.Gillin dan JP.Gillin mengatakan perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi
dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi
geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi maupun karena adanya
difusi ataupun penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.
5. Samuel Koenig mengatakan bahwa perubahan sosial menunjukkan pada
modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia.f. Definisi lain
adalah dari Selo Soemardjan. Rumusannya adalah segala perubahanperubahan pada
lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi
sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara
kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian perubahan sosial adalah perubahan
perubahan yang terjadi pada masyarakat yang mencakup perubahan dalam aspek-aspek
struktur dari suatu masyarakat, ataupun karena terjadinya perubahan dari faktor lingkung an,
karena berubahnya komposisi penduduk, keadaan geografis, serta berubahnya sistem
hubungan sosial, maupun perubahan pada lembaga kemasyarakatannya.

Pengertian Perubahan Sosial Budaya


Max Weber dalam buku Sociological Writings berpendapat bahwa perubahan sosial budaya
adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-
unsur. Sedangkan W. Kornblum berpendapat bahwa perubahan sosial budaya adalah
perubahan suatu budaya masyarakat secara bertahap dalam jangka waktu lama (Sociology in
Changing World).

Perubahan sosial budaya dapat bersumber pada pengalaman baru, pengetahuan baru,
penemuan baru, persepsi dan konsepsi baru, serta teknologi baru, sehingga menuntut
penyesuaian cara hidup serta kebiasaan masyarakat pada situasi yang baru. Di dalamnya
terjadi juga perubahan sistem nilai budaya, sikap mental demi terciptanya keseimbangan, dan
integrasi terhadap sistem nilai budaya.

Pertantanyaannya sekarang adalah bagaimana suatu perubahan sosial budaya terjadi dalam
masyarakat? Proses perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat umumnya dilakukan
melalui 3 proses yaitu:

1. Akulturasi
Akulturasi adalah proses bertemunya dua budaya atau lebih di mana unsur-unsur budaya lama
atau asli masih terlihat dan tidak hilang. Misalnya, proses percampuran budaya Jawa dengan
budaya Islam yang saling memengaruhi. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa
akulturasi adalah proses masuknya pengaruh budaya asing ke dalam suatu masyarakat di
mana sebagian masyarakat menyerap secara selektif dan sebagian lain berusaha menolaknya.

2. Asimilasi
Proses bertemunya dua budaya atau lebih yang bercampur menjadi satu dalam bentuk budaya
baru, sementara budaya aslinya tidak tampak disebut asimilasi. Proses asimilasi berlangsung
secara intensif dalam kurun waktu yang cukup lama, sehingga unsur-unsur dan wujud tiap
budaya lebur menjadi unsur dan wujud budaya yang lebih dinamis. Asimilasi berbeda dengan
akulturasi. Dalam akulturasi, setiap budaya masih memiliki identitas konkret, sedangkan
dalam asimilasi, identitas budaya dari setiap budaya asli yang mengalami kontak budaya lebur
menjadi unsur dan wujud budaya baru yang jauh berbeda dengan budaya aslinya.
3. Difusi
Difusi adalah proses penyebaran atau perembesan suatu unsur budaya dari seseorang kepada
orang lain, atau dari suatu kelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lainnya. Prinsip
yang pertama dari difusi adalah unsur-unsur kebudayaan itu pertama-tama akan diambil alih
masyarakat yang paling dekat hubungannya atau letaknya paling dekat dari sumbernya. Baru
kemudian, kebudayaan baru tersebut diambil oleh masyarakat yang jauh hubungan atau
letaknya jauh dari sumber unsur budaya baru.

Interaksi adalah suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua atau lebih objek mempengaruhi
atau memiliki efek satu sama lain. Ide efek dua arah ini penting dalam konsep interaksi,
sebagai lawan dari hubungan satu arah pada sebab akibat. Interaksi antarruang dapat terjadi
dalam berbagai bentuk, seperti pergerakan orang, barang, gagasan dan informasi. Semua
pergerakan tersebut menimbulkan perubahan, baik bagi daerah tujuan maupun daerah asal.
Lalu perubahan apa sajakah yang terjadi akibat adanya interaksi antarruang?

Interaksi keruangan meliputi beragam jenis pergerakan seperti perjalanan menuju tempat
kerja, migrasi, pariwisata, pemanfaatan fasilitas umum, transmisi infomasi dan modal, wilayah
pemasaran kegiatan retail, perdagangan internasional, dan distribusi barang. Semua bentuk
interaksi tersebut berdampak pada adanya perubahan. Jika banyak orang dengan berbagai
kepentingannya selalu datang pada suatu tempat, maka tempat yang dituju akan berkembang
menjadi pusat kegiatan manusia atau sering disebut kota. Jadi, pergerakan orang sebagai
bentuk interaksi keruangan menimbulkan perubahan. Dan salah satu perubahan akibat
interaksi keruangan yaitu Perubahan Sosial Budaya.

Adanya pergerakan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya akan disertai dengan
interaksi sosial. Terjadinya insteraksi antaranggota masyarakat tersebut akan disertai pula
dengan saling pengaruh, terkait dengan norma dan nilai yang dianut oleh masing-masing
individu atau kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat pendatang dan penduduk asli saja
memiliki nilai dan norma yang berbeda. Perubahan sosial juga menyangkut perubahan status
sosial. Berkembangnya suatu wilayah karena adanya interaksi spasial akan memengaruhi
status sosial masyarakatnya. Perubahan juga dapat terjadi pada aspek budaya karena
penduduk pendatang dan penduduk asli dapat memiliki budaya yang berbeda.

Perubahan sosial dan budaya pada saat ini tidak lagi hanya karena adanya pergerakan
penduduk, tetapi juga karena adanya aliran informasi dari suatu daerah dengan daerah
lainnya, bahkan antarnegara atau benua yang jaraknya sangat jauh sekali. Contohnya, gaya
busana aktor atau aktris di Amerika kemudian ditiru oleh penduduk Indonesia.
Perubahan Akibat Interaksi Antarruang (kls 7 BAB 1)

Interaksi antarruang dapat terjadi dalam berbagai bentuk, seperti pergerakan orang, barang, gagasan
dan informasi. Semua pergerakan tersebut menimbulkan perubahan, baik bagi daerah tujuan maupun
daerah asal.
Berbagai perubahan akibat interaksi keruangan yaitu sebagai berikut.
1. Berkembangnya Pusat-Pusat Pertumbuhan
Pergerakan orang, barang dan jasa pada suatu lokasi tertentu akan menimbulkan pemusatan aktivitas
manusia pada lokasi tujuan. Pemusatan aktivitas penduduk tersebut kemudian membentuk daerah
perkotaan. Daerah perkotaan merupakan pusat pertumbuhan suatu wilayah karena sebagian besar
aktivitas terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
2. Perubahan Penggunaan Lahan
Aktivitas penduduk yang terus meningkat pada akhirnya akan memerlukan lahan untuk menampung
aktivitas tersebut. Semakin banyak penduduk yang datang pada suatu kota akan disertai dengan
kebutuhan tempat tinggal. Akibatnya terjadi alih fungsi lahan dari lahan hutan menjadi pertanian dan
bahkan menjadi permukiman. Hal yang sama juga terjadi pada industri, perdagangan, jasa, dan lainnya
yang memerlukan lahan untuk menampung aktivitasnya. Dengan demikian, terjadi perubahan
penggunaan lahan dari pertanian ke non pertanian (permukiman, industri, perdagangan, jasa, dan
lainnya).
3. Perubahan Orientasi Mata Pencaharian
Interaksi spasial umumnya terjadi karena adanya kepentingan ekonomi, khususnya berkaitan dengan
pekerjaan. Daerah yang menjadi tujuan pergerakan penduduk akan dihuni oleh mereka yang memiliki
pekerjaan yang beragam. Jenis pekerjaan juga berkembang karena adanya kebutuhan akan barang
dan jasa yang semakin beragam. Orientasi pekerjaan berubah dari
yang tadinya berorientasi pada sumber daya alam, khususnya petani, menjadi pekerjaan lainnya.
4. Berkembangnya Sarana dan Prasarana
Terjadinya pergerakan orang, barang, dan informasi memerlukan sarana dan prasarana.
Pembangunan sarana dan prasarana akan semakin meningkat dengan meningkatnya pergerakan
tersebut. Kendaraan, jalan, fasilitas umum, pusat-pusat perdagangan, dan lain-lain terus bertambah
dengan semakin meningkatnya interaksi keruangan.
5. Adanya Perubahan Sosial dan Budaya
Adanya pergerakan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya akandisertai dengan interaksi sosial.
Terjadinya insteraksi antaranggota masyarakat tersebut akan disertai pula dengan saling pengaruh,
terkait dengan norma dan nilai yang dianut oleh masing-masing individu atau kelompok masyarakat.
Kelompok masyarakat pendatang dan penduduk asli saja memiliki nilai dan norma yang berbeda.
Perubahan sosial juga menyangkut perubahan status sosial. Berkembangnya suatu wilayah karena
adanya interaksi spasial akan memengaruhi status sosial masyarakatnya. Perubahan juga dapat terjadi
pada aspek budaya karena penduduk pendatang dan penduduk asli dapat memiliki budaya yang
berbeda. Perubahan sosial dan budaya pada saat ini tidak lagi hanya karena adanya pergerakan
penduduk, tetapi juga karena adanya aliran informasi dari suatu daerah dengan daerah lainnya, bahkan
antarnegara atau benua yang jaraknya sangat jauh sekali. Contohnya, gaya busana aktor atau aktris di
Amerika kemudian ditiru oleh penduduk Indonesia.
6. Berubahnya Komposisi Penduduk
Interaksi keruangan dalam bentuk pergerakan orang akan menimbulkan konsentrasi penduduk dalam
suatu wilayah. Penduduk tersebut memiliki latar belakang yang berbeda-beda, misalnya agama, status
sosial, usia, jenis kelamin, mata pencaharian, etnik atau suku bangsa, dan lain-lain. Akibatnya komposisi
penduduk berubah dari yang awalnya relatif seragam, misalnya sebagian besar etnik Sunda, kemudian
berkembang menjadi beragam etnik.
Pengertian Mobilitas Penduduk, Jenis dan
Penyebabnya
Antroposfer
A. Pengertian
Mobilitas penduduk atau gerakan penduduk ialah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke
daerah lain.
B. Jenis-jenis Mobilitas Penduduk
Ada dua macam mobilitas penduduk, yaitu sebagai berikut.
1) Migrasi, yaitu mobilitas penduduk yang bertujuan untuk menetap di daerah baru.
2) Mobilitas sirkuler (mobilitas sementara), yaitu mobilitas penduduk untuk sementara waktu,
tidak untuk menetap. Contohnya, setelah panen dan tidak ada kegiatan, para petani pergi ke kota
untuk mencari nafkah (migrasi musiman); atau para pekerja yang pada waktu pagi pergi ke kota,

sorenya kembali ke tempat tinggalnya di pinggiran kota.


C. Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain di dalam negeri maupun
dari suatu negara ke negara lain untuk menetap, baik secara perorangan, keluarga maupun
berkelompok. Pengertian menetap menurut Sensus Penduduk Indonesia adalah orang yang
tinggal di daerah baru selama enam bulan atau lebih.
1) Sebab-Sebab Terjadinya Migrasi
Ada beberapa sebab terjadinya migrasi, yaitu sebagai berikut.
a) Alasan ekonomi, karena kesukaran hidup di suatu daerah mendorong keinginan untuk mencari
kehidupan yang lebih baik ke daerah lain.
b) Alasan politis, yaitu adanya pergolakan politik dalam suatu Negara sehingga kaum politisi
pindah ke negara lain untuk mencari perlindungan dan keamanan dirinya.
c) Alasan agama, karena kurang terjamin atau terkekang dalam kehidupan beragama penduduk
pindah ke daerah lain yang sesuai dengan kehidupan agamanya.
d) Alasan lain, misalnya bencana alam, kekeringan yang panjang, peperangan, kelaparan, dan
wabah penyakit.
2) Jenis-Jenis Migrasi
Ada 2 jenis migrasi, yaitu sebagai berikut.
a) Migrasi antarnegara (internasional), yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara
lain. Yang termasuk migrasi antarnegara adalah sebagai berikut.
1) Imigrasi, yaitu masuknya penduduk negara lain ke satu negara. Misalnya, masuknya orang
Malaysia ke Indonesia. Orang Malaysia tersebut disebut sebagai imigran. Perpindahannya itu
disebut imigrasi. Imigrasi dapat bersifat permanen, artinya tinggal menetap untuk selamanya.
Sebaliknya, dapat pula bersifat sementara, misalnya TKI ke Arab Saudi berdasarkan kontrak
selama dua tahun.
2) Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke Negara lain. Misalnya, orang-orang
Indonesia yang pindah ke New Caledonia dan Suriname. Mereka disebut emigran.
Perpindahannya disebut emigrasi.
3) Remigrasi, yaitu kembalinya para emigran ke negara asalnya. Misalnya, orang-orang Ambon
yang tadinya pindah ke Belanda sebagai emigran, kemudian kembali lagi pindah ke Indonesia.
b) Migrasi dalam negeri (nasional), yaitu perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain
di wilayah negara itu. Misalnya, perpindahan penduduk antarprovinsi. Yang termasuk imigrasi
dalam negeri adalah sebagai berikut.
1) Transmigrasi (migrasi intern), yaitu perpindahan penduduk dari suatu pulau atau provinsi yang
berpenduduk padat ke suatu pulau atau provinsi lain yang berpenduduk jarang di negara sendiri.
Macam-macam transmigrasi adalah sebagai berikut.
a) Transmigrasi umum, yaitu transmigrasi yang semua biayanya ditanggung pemerintah, baik
biaya perjalanan maupun biaya hidup selama satu tahun di daerah transmigrasi. Tiap keluarga
mendapat alat pertanian, rumah, bibit, dan tanah seluas dua hektar.
b) Transmigrasi swakarsa, yaitu transmigrasi yang pembiayaannya sebagian ditanggung sendiri
dan sebagian ditanggung pemerintah. Pemerintah memberi tanah dua hektar dan membiayai
perjalanannya.
c) Transmigrasi spontan, yaitu transmigrasi yang seluruh biaya ditanggung oleh transmigran itu
sendiri. Pemerintah tidak memberikan bantuan apa pun
d) Transmigrasi bedol desa, yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seluruh penduduk desa
beserta pejabat pemerintah desa. Transmigrasi bedol desa dilaksanakan karena bencana alam,
misalnya karena letusan Gunung Merapi, penduduk beserta pejabat desa yang bertempat tinggal
di kaki gunung dipindahkan ke Sumatera. Penduduk Wonogiri dipindahkan ke Sitiung (Sumatera
Barat), karena daerahnya dibuat PLTA Gajah Mungkur (bendungan).
e) Transmigrasi khusus, yaitu transmigrasi yang diselenggarakan oleh Departemen Transmigrasi
bersama instansi pemerintah atau organisasi lain, misalnya KNPI, Pramuka, dan sebagainya.
Penyelenggaraannya sama dengan transmigrasi umum, misalnya transmigrasi pemuda ke
Sumatera Utara (daerah Labuhanbatu).
f) Transmigrasi bekas pejuang, yaitu transmigrasi yang diselenggarakan oleh bekas pejuang dan
yang ditransmigrasikan adalah mantan ABRI yang sudah pensiun. Daerah transmigrasinya
adalah Kalimantan Barat, dan Lampung.
2) Urbanisasi, ialah perpindahan penduduk dari desa ke kota atau kotakota besar. Permasalahan
yang berkaitan dengan urbanisasi adalah sebagai berikut.
a) Keadaan di desa, Banyak penduduk tidak memiliki tanah, pendapatan penduduk rendah, dan
sulit mencari pekerjaan di luar bidang pertanian.
b) Keadaan di kota, Banyak daya tarik di kota, misalnya hiburan, rekreasi, adanya gedung-
gedung, fasilitas pendidikan lengkap, dan luasnya kesempatan kerja di desa.
c) Akibat urbanisasi, Kekurangan tenaga kerja di desa. Akibatnya, sulit mencari tenaga yang
berpendidikan di desa dan sulit mencari tenaga penggerak pembangunan di desa.
d) Akibat urbanisasi di kota, Timbul pengangguran karena tidak semua yang urbanisasi dapat
bekerja; timbul tuna wisma, dan daerah slum (kumuh); meningkatnya kejahatan; dan angkutan
umum tidak dapat mencukupi kebutuhan penumpang yang terus meningkat.
e) Usaha pemerintah mengurangi urbanisasi, Pemerintah membatasi penduduk desa pindah ke
kota; melaksanakan pembangunan sampai ke daerah-daerah; mengembangkan kota-kota kecil;
serta menyediakan fasilitas yang dibutuhkan penduduk desa, misalnya fasilitas pendidikan,
kesehatan, hiburan, rekreasi, dan penerangan.