Anda di halaman 1dari 11

Proposal PKM K Pupuk Organik dari Kotoran Sapi dan Kambing

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA


PUPUK ORGANIK DARI KOTORAN SAPI DAN KAMBING
BIDANG KEGIATAN:
PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan oleh:
Istikomah (K3513026/2013)

UNIVERSITAS SEBELAS MARET


SURAKARTA
2015
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
mencurahkan rahmat dan taufik-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan proposal
PKM ini, sholawat dan salam semoga selamanya dicurah limpahkan kepada Nabi
Muhammad SAW.
Selaku penyusun proposal ini mengucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang ikut terlibat dan memberikan bantuan baik secara materi ataupun non
materi, terutama kepada lembaga Universitas Sebelas Maret sehingga mampu
menyelesaikan proposal ini.
Dalam proposal ini sengaja kami mengambil tema tentang PKM-K dengan
tujuan untuk menambah wawasan dalam hal kewirausahaan, sehingga dengan
kegiatan tersebut kami dapat menambah penghasilan untuk biaya perkuliahan,
selebihnya kami ingin mempunyai keterampilan tentang berwirausaha selepas
menyelesaikan perkuliahan, dengan demikian mampu meningkatkan produktivitas
dan kreatifitas kewirausahaan.
Mengingat rendahnya hasil produktivitas limbah perternakan dalam
pengolahan pupuk organik dari kotoran sapi dan kambing , sehingga memberikan
motivasi kepada untuk berpikir bagaimana mengembangkan pengolahan kotoran
ternak agar dapat meningkatkan produktivitas. Dari itu kami mebuat sebuah tema
untuk pengolahan kotoran ternak menjadi Pupuk Organik dari Kotoran Sapi dan
Kambing.
Akhirnya, penyusun berharap dengan adanya proposal ini kami bisa
diberikan kesempatan untuk berkreativitas mengolah sehingga menjadi pupuk
organik yang banyak diminati banyak masyarakat guna meningkatkan
produktivitas pertanian.
Demikian proposal ini kami buat, kami selaku penyusun mohon maaf
apabila dalam proposal ini terdapat banyak kesalahan, karena kami hanya manusia
biasa yang tak luput dari salah dan dosa, akhirnya kami berharap besar kegiatan
ini mendapatkan dukungan materi.

Surakarta, 13 Desember 2015


DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan........................................................................... i
Kata Pengantar.................................................................................. ii
Daftar Isi.......................................................................................... iii
Ringkasan.........................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang............................................................................. 1
1.2. Tujuan........................................................................................ 2

BAB II GAMBRAN UMUM PELUANG USAHA


2.1. Gambaran Umum......................................................................... 3
2.2. Analisis Peluang Pasar.................................................................. 4
2.3. Tingkat Persaingan....................................................................... 4
BAB III METODE PELKSANAAN
3.1. Rencana Pelaksanaan.................................................................... 5
3.2. Proses Produksi........................................................................... 6

BAB V BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN


4.1. Rencana Anggaran Biaya.............................................................. 7
4.2. Analisis Peluang Pasar................................................................. 8
4.3. Jadwal Kegiatan........................................................................... 8

BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan.................................................................................. 9
5.2. Penutup....................................................................................... 9
RINGKASAN

Mengingat rendahnya produktivitas hasil pengolahan kotoran hewan


ternak di Kalangan, Pedan, Klaten, dengan penjualan hasil panen kotoran hewan
ternak hanya di jual mentah dengan kisaran harga Rp. 500 1000/ Kg.
Penghasilan tersebut sangat minim, belum dengan modal dan tenaga pekerjanya.
Dari itu kami tergugah semangat untuk meningkatkan kreativitas kami dalam
pengolahan hasil kotoran hewan ternak untuk menjadi sebuah pupuk organik yang
dapat diterima oleh masyarakat sehingga mampu meningkatkan hasil
produktivitas di bidang pertanian maupun peternakan.
Sehubungan dengan kreativitas yang dapat dibuat dari kotoran hewan
ternak maka saya membatasinya hanya akan membuat pupuk organik Pupuk
Organik dari Kotoran Sapi dan Kambing. Mengingat sebagai mahasiswa sangat
tidak mungkin jika harus terjun langsung sebagai pelaku usaha tersebut, oleh
karena itu hanya akan menampung pembelian kotoran hewan ternak yang sudah
menjadi pupuk, dengan pengolahan pupuknya atas pengarahan dari kami,
sehingga kami hanya akan melakukan pengepakan dan pemberian label dan nama
produk pada kemasan pupuk organik tersebut.
Jika dalam penjualan kotoran hewan ternak mentah hanya Rp. 500-1000,
tapi jika di olah menjadi pupuk kotoran hewan ternak dari satu kilo bisa
menghasilkan 6 Pcs dengan harga Rp. 7000/pcs. Murahnya harga penjualan
kotoran hewan ternak karena banyaknya pesaing produk pupuk terutama pupuk
kimia sehingga daya saingnya sangat besar dan mengakibatkan harga menurunn.
Dalam proses penjualannya kami akan memperhitungkan jika dalam 1 kg
kotoran hewan ternak akan menghasilkan 6 Pcs dan akan kami jual seharga Rp.
7000/pcs, maka dari 1 kg dapat terjual seharga Rp. 42.000. Jika dalam penjualan
kotoran hewan ternak mentah hanya Rp.1000. Maka pengolahan pupuk kotoran
hewan ternak ini akan sangat besar penghasilanya bila benar-benar diolah dengan
baik.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Rendahnya hasil pengolahan kotoran hewan ternak di Kalangan, Pedan,
Klaten mengakibatkan banyak masyarakat yang mengeluh akibat pengahasilan
yang tak sepandan dengan tenaga yang dikeluarkan dan kesulitan mengatasi
kotoran ternak yang berbau. Hal ini disebabkan karena masyarakat masih belum
bisa mengembangkan kreativitasnya sehingga kotoran hewan ternak hanya di jual
mentah begitu saja tentu dengan harga yang rendah sekitar Rp. 500-1.000/kg. Ini
disebabkan oleh pengetahuan masyarakat yang serba terbatas. Harga ini tentu
masih sangat minim untuk mencapai keseimbangan modal dasar.
Dengan itu kami sanagat ingin sekali bisa membantu meningkatkan
produktivitas pengolahan kotoran ternak tersebut, tentunya untuk kemakmuran
bersama sehinga masyarakat merasa puas dengan penghasilan panenya. Oleh
karena itu kami ingin sekali membuat suatu kreativitas yang dapat membuat
pengolahan kotoran ternak menjadi lebih meningkat harga penjualanya, kami
terinspirasi untuk membuat Pupuk Organik dari Kotoran Sapi dan Kambing.
Pupuk organik dari kotoran hewan ternak akan banyak diminati oleh
masyarakat jika telah diolah dengan tampilan yang kering, kemasan yang
menarik, tidak bau, daya tahan atau penyimpanan lama dan berkualitas. Dengan
demikian meningkatnya kreativitas olahan kotoran hewan ternak dapat
meningkatkan hasil produktivitas masyarakat Kalangan, Pedan, Klaten yang
umumnya sebagai petani.
Usaha pembuatan pupuk kotoran hewan ternak ini dipilih karena pupuk
dikenal sebagai zat yang mengandung unsur hara yang berguna untuk pertanian.
Pupuk organik ini merupakan hasil ekstraksi dari kotoran hewan ternak yang di
olah sehingga tidak bau dan berdaya simpan lama tanpa mengurangi kandungan
unsur hara dan mineral yang dibutuhkan oleh tanaman.
Oleh karena itu prospek usaha pengolahan hasil dari pertanian ini menjadi
sebuah pupuk organik sekarang ini cukup menjanjikan, kandungan unsur yang
terkandung didalamnya memiliki kandungan yang dibutuhkan tanaman pertanian.
Selain itu tingginya harga beberapa jenis pupuk organik sejenis menjadi
peluang/prospek usaha dengan menjadikan pupuk kotoran hewan ternak menjadi
barang substitusi (pengganti) pupuk kimia yang banyak menganduk unsur kimia
yang berujung pada rusaknya kandungan dan fungsional tanah pertanian.
Faktor lain yang menjadikan usaha pupuk kotoran hewan ternak prospektif
adalah mudah dalam pembuatanya. Dengan teknologi dan peralatan yang
sederhana, serta tidak diperlukannya keterampilan khusus, siapapun dapat
melakukan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik dengan kualitas
terjamin.

1.2 Tujuan
Tujuan secara khusus yang ingin dicapai dari penyelenggaraan kegiatan
usaha pupuk kotoran hewan ternak adalah memperluas kesempatan kerja kepada
masyarakat. Selain itu tujuan secara umum sebagai berikut:
a. Meningkatkan kreativitas kewirausahaan kami dan masyarakat,
b. Meningkatkan hasil produktivitas pengolahan kotoran ternak,
c. Menambah lapak lowongan kerja,
d. Menambah wawasan kami dan masyarkat tentang pengolahan kotoran
ternak,
e. Menambah penghasilan sendiri selaku mahasiswa.

1.2 Manfaat
Secara umum manfaat dari program ini untuk memperluas kesempatan
kerja kepada masyarakat dan untuk mengaplikasikan hasil kegiatan ini secara
professional dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri
a. Dapat meningkatkan kreativitas kewirausahaan mahasiswa dan masyarakat,
b. Mampu meningkatkan hasil produktivitas pengolahan kotoran ternak,
c. Mampu menambah lapak lowongan kerja,
d. Mampu menambah wawasan masyarkat tentang pengolahan kotoran ternak,
e. Dapat menambah penghasilan sendiri bagi kami selaku mahasiswa.

BAB II
GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Gambaran Umum


Pupuk kotoran hewan ternak yang telah diproduksi akan dipasarkan
dengan dikemas. Pengemasan di sini dilakukan karena memiliki peranan yang
sangat penting dalam dunia usaha, karena pengemasan tidak sekedar memberi
wadah dari dari produk yang dihasilkan tapi lebih pada pengembangan muatan
misi dalam rangka persaingan pasar dan juga peningkatan penjualan. Di mana
konsumen akan cenderung tertarik dengan produk yang dikemas dengan rapi dan
menarik. Fungsi kemasan tidak sebatas digunakan sebagai pelindung produk
melainkan juga sangat mendukung terjaganya kualitas produk serta adanya
peningkatan kelas (penampilan) image yang baik. Jenis bahan kemasan yang
digunakan adalah plastik.
Selain itu, pada kemasan juga akan diberi label. Pemberian label di sini
tidak hanya sekedar tulisan, tapi di dalamnya terkandung pesan-pesan tertentu
yang disampaikan pada konsumen. Dengan harapan produknya dapat dikenal oleh
konsumen luas, sehingga mudah dicari ketika dibutuhkan. Selain itu label juga
berfungsi sebagai jaminan atas kualitas produk, sarana untuk merk dagang, logo
perusahaan, nama dan alamat perusahaan, dan berat atau volume produk.
Informasi yang ingin disampaikan kepada konsumen tersebut terangkum dalam
tulisan yang dicetak pada kemasan produk. Maka pada kemasan plastik akan
disablon dengan label: Pupuk Organik dari Kotoran Sapi dan Kambing.
Hal ini dilirik sebagai peluang pasar pengembangan usahanya yang dalam
tataran teknis pemenuhan kebutuhan hidup. Indonesia, mampu menyediakan
media dasar pembuatan bermacam macam produksi dan keterampilan. Ditambah
dengan penguatan budaya cinta produk Indonesia yang sedang digembor-
gemborkan. Program ini diharapkan mampu menjamin kebutuhan hidup bagi
kelompok-kelompok tersebut. Maka berdasarkan hal itu, kami yang memiliki
potensi dan keahlian tersebut dengan modal pribadi yang sangat terbatas.
Selama beberapa tahun kami berjuang mengembangkan program ini
dengan modal terbatas melalui strategi sederhana. Sampai saat ini belum ada
perkembangan yang pesat. Akan tetapi pada pelaksanaannya tetap berbenturan
dengan permodalan yang dibutuhkan, karena bidang usaha ini secara kuantitatif
tidak kalah dengan program lain.
Berdasarkan itulah, kami berinisiatif untuk ikut serta membantu
mengembangkan usaha tersebut yang kami pandang sangat potensial. Selain itu
diharapkan terjadi transformasi ilmu kepada generasi-generasi selanjutnya sebagai
kader bangsa yang mampu bertahan dalam mempertahankan keamanan hidup.

2.2 Analisis Peluang Pasar


Peluang pasar untuk produk yang berbahan dasar kotoran hewan ternak ini
sangatlah minin melihat budaya masyarakat petani yang kurang memperhatikan
kelestarian lingkungan dan peluang pasar yang menjanjikan. Selain itu program
ini juga ikut mensosialisasikan pentingnya menjaga kelesatrian ekosistem
lingkungan terutama tanah pertanian.
Metode pemasaran Pupuk Organik dari Kotoran Sapi dan
Kambingini adalah dengan membuat para konsumen merasa puas terhadap hasil
pertanian setelah menggunakan pupuk organik yang ramah lingkungan ini.
Sasaran pasar produk pupuk kotoran hewan ternak ini utamanya adalah
petani Tempat penjualannya pertama akan dilakukan di kampung pertanian,
selebihnya kami ingin menjualnya di toko atau warung-warung di sekitar
perkampungan yang menjual produk pertanian.
Untuk menembus tingkat pasar yang optimal, maka diperlukan sekali
untuk memikirkan strategi yang akan ditempuh untuk membangun usaha agar
mendap
atkan respon yang bagus dari konsumen di pasar bersaing, dengan
menganaliasa lingkungan internal dan eksternal yang ada di pasar domestik akan
mempermudah bagi perusahaan dalam menyusun strategi yang baik dan efisien.

2.3 Tingkat Persaingan


Melihat situasi di tempat yang akan dimasuki produk, sepertinya produk
pupuk kotoran hewan ternak ini akan laku di pasaran. Hal ini dikarenakan
harganya yang terjangkau dan ramah lingkungan. Selain itu pesaing yang akan
menyaingi produk ini tampaknya belum ada.
Selain itu kami akan melakukan penjualan secara pesanan dalam jumlah
banyak dengan menggunakan jejaring sosial seperti blog, whatsup, facebook dan
BBM sehingga penjualan ini tidak akan vakum dan akan mampu bersaing secara
global dan tidak akan monoton sehingga akan mampu berkelanjutan.
Dalam persaingan pasar kami akan menigkatkan inovasi dalam jangka
waktu tertentu sesuai perkembangan zaman dan permintaan konsumen seperti
akan menghilangkan bau, membuat kemasan praktis dan menarik.
BAB III
METODE PELAKSANAAN

3.1 Rencana Pelaksanaan


3.1.1 Product (produk)
Produk yang direncanakan untuk diproduksi adalah Pupuk Organik dari
Kotoran Sapi dan Kambing. Pupuk yang telah diproduksi akan dipasarkan dengan
dikemas dalam plastik. Pada plastik akan diberi dengan label Pupuk Organik dari
Kotoran Sapi dan Kambing. Produk yang dihasilkan memiliki manfaat dan
kualitas yang tinggi. Sudah diketahui bahwa produk yang terbuat dari ekstrak
kotoran hewan ternak pilihan ini memiliki kandungan unsur hara yang bermanfaat
untuk proses pertubuhan tanaman pertanian

3.1.2 Place (lokasi/distribusi)


Usaha ini berlokasi di Kalangan Pedan Klaten. Akan tetapi untuk tempat
pemasaranya akan kami lakukan di depan pasar Pedan Kabupaten Klaten. Adapun
sasaran pasar poduk pupuk ini adalah petani. Selain itu kami akan melakukan
transaksi secara online d jejaring sosial dan internet sebagai bahan penunjang
perkembangan uasaha.

3.1.3 Price (harga)


Penentuan harga jual dilakukan dengan cara menghitung biaya produksi
ditambah biaya lain-lain dan tren yang berlaku. Jika produk yang menjadi idola
(tren) harganya pun bisa dinaikan dari standar harga normal. Adapun rencana
harga jual dari produk pupuk kotoran hewan ternak ini adalah Rp. 7000/kg.

3.1.4 Promotion (promosi)


Promosi akan dilakukan untuk mengenalkan produk ini kepada konsumen.
Promosi akan dilakukan dengan menempel pamflet-pamflet di pinggir jalan dan
tempat-tempat strategis lainnya dan media internet sebagai sarana e-business.

3.2 Proses Produksi

3.2.1 Bahan Pupuk Kotoran hewan ternak:


Kotoran hewan ternak 45 %
Bahan pemacu mikroorganisme 0, 25%
Serbuk gergaji
Kapur 2%

3.2.2 Cara Pembuatan Pupuk dari Kotoran hewan ternak :


Tempat pembuatan yaitu sebidang tempat yang beralaskan tanah serta
dibagi jadi 4 sisi sesuai sama dengan ukuran tempat itu,
Pertama kotoran sapi di ambil dari kandang serta dtiriskan sepanjang 1
minggu untuk memperoleh kandungan air meraih lebih kurang 60%,
Kemudian kotoran sapi yang telah ditiriskan itu dipindahkan ke satu
tempat pembuatan kompos serta diberi serbuk gergaji atau bahan yang
sejenis seperti sekam, jerami dan lain-lain, dan abu, kalsiat/kapur serta
stardec sesuai sama dosis.

Setelah itu seluruhnya bahan basic digabung lalu di aduk dengan cara rata.
Sesudah 1 minggu di tempat pertama, tumpukkan dipindahkan ke tempat
ke dua lewat cara di aduk dengan cara rata untuk menaikkan suplai
oksigen, pada step ini di berharap berlangsung penambahan suhu sampai
meraih 70 derajat celcius untuk mematikan perkembangan biji gulma
hingga pupuk kompos yang dihasilkan bisa bebas dari biji gulma.

3.2.5 Proses Finishing:


Biarkan Pupuk Hingga Mengering
Kemas pupuk Dalam Pcs Plastik yang Sudah Disablon Label
Kemas Pelastik Dengan Mesin Hand Saler
Pack Dalam Kemasan Besar
Pupuk Siap Dijual

BAB V
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Rencana Anggaran Biaya


Rencana penggunaan dana bantuan adalah unuk kebutuhan sebagai berikut:

No Uraian Jml Satuan Harga Total Rp


Satuan Rp
1 Arang Sekam 10 Kg 1000 10.000
2 Kapur 10 Kg 2000 20.000
3 Wadah 4 Unit 50.000 200.000
4 Serok 2 Unit 37.500 75.000
5 Transportasi 1 Paket 200.000 200.000
6 Plastik Bungkus 10 Pak 10.000 100.000
7 Plastik Sablon 600 Pcs 500 300.000
8 P3K 1 Paket 250.000 250.000
9 Kotoran hewan 100 Kg 500 50.000
ternak
22 Total Biaya 1.205.000

4.2. Analisis Penjualan


Rincian analisis penjualan Pupuk Organik dari Kotoran Sapi dan Kambing
yaitu sebagai berikut :
Biaya produksi murni tanpa pembelian alat : Rp 480.000
Biaya produksi pembelian alat : Rp 725.000
Jika dalam proses pembuatan pupuk kotoran hewan ternak dari 100 kg
bahan mentah dapat menghasilkan 24 plastik/ 4 kg pupuk dan akan kami jual
seharga Rp.7000/kg atau Rp 28.000/ plastik. Jika sekali proses kami
menghabiskan 100 kg/hari makan akan menghasilkan Rp. 700.000 per hari dan
Rp. 21.000.000 per bulan. Maka akan mendapatkan laba :

Penghasilan perbulan : Rp. 21.000.000


Biaya produksi : Rp. 14.400.000
Laba : Rp. 6.600.000/bulan

Dengan hasil yang cukup, maka akan sangat mudah mengembalikan


modal, modal awal akan terpenuhi dalam waktu 1 bulan. Dengan demikian sangat
pantas usaha ini untuk dikembangkan.

4.3. Jadwal Kegiatan

No Jenis Kegiatan Bulan


1 2 3 4 5
1 Pengajuan V
Proposal
2 Perancangan Alat- V
Alat
3 Proses Pembuatan V
4 Pengepakan V
5 Penjualan V
6 Evaluasi V
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan

Dari uraian yang tercantum di atas dapat saya simpulkan bahwa pengajuan
kewirausahaan Pupuk Organik dari Kotoran Sapi dan Kambing sangat besar
peluangnya dan sangat bagus untuk di buka dan dikembangkan dengan
penghasilan yang cukup membantu bagi kami. Dengan rincian laba sebagai
berikut :

Biaya produksi murni tanpa pembelian alat : Rp 480.000


Biaya produksi pembelian alat : Rp 725.000

Penghasilan perbulan : Rp. 21.000.000


Biaya produksi : Rp. 14.400.000
Laba : Rp. 6.600.000/bulan

Dengan hasil yang cukup, maka akan sangat mudah mengembalikan


modal, modal awal akan terpenuhi dalam waktu 1 bulan. Dengan demikian sangat
pantas usaha ini untuk dikembangkan.

1.2.Penutup

Demikian proposal ini kami buat dengan sebenar-benarnya, besar harapan


kami dapat disetujui agar dapat membuka usaha ini. Semoga proposal ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.