Anda di halaman 1dari 12

CRITICAL JURNAL REVIEW

HIMPUNAN DAN LOGIKA


Dosen Pengampuh : Drs.Yasifati Hia,M.Si

OLEH:

ROYAMAN SITORUS

4171111046

REGULER DIK C 2017

PENDIDIKAN MATEMATIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,berkat rahmat-Nya,penulis dapat


menyelesaikan Critical Jurnal Review untuk memenuhi salah satu tugas dari 6 tugas wajib
yaitu mata kuliah HIMPUNAN DAN LOGIKA tepat pada waktunya meskipun masih banyak
kekurangan-kekurangan dalam penulisan maupun isi pada tugas ini.Adapun jurnal yang saya
review adalah sebanyak dua jurnal yakni jurnal pertama PEMBUKTIAN PERNYATAAN
LOGIKA PROPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN RULES OF INFERENCE dan jurnal
kedua yang di review adalah PEMBUKTIAN PERNYATAAN LOGIKA PROPOSISI
DENGAN MENGGUNAKAN RULES OF INFERENCE.

Isi dan pembahasan dalm tugas ini sangat terbatas dan banyak kesalahan,oleh karena itu
penulis menginginkan saran dan kritik yang membangun penulis untuk menyempurnakan
tugas selanjutnya,agar pembaca lebih mudah memahami isi dan mengimplementasikannya
pada kehidupan sehari hari.

Akhirnya penulis mengucapkan banyak terimakasih dan semoga tugas yang telah
diselesaikan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Medan,02 Oktober 2017

Royaman Sitorus

4171111046
DAFTAR ISI

Kata Pengantar...............................................................................................................

Daftar isi.........................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG....................................................................................

I.2 TUJUAN..........................................................................................................

I.3 MANFAAT......................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN

II.1 IDENTITAS JURNAL...................................................................................

II.1.1 Blibliografi Jurnal II..............................................................................

II.1.2 Ringkasan Materi...................................................................................

II.1.3 Kelebihan...............................................................................................

II.1.4 Kekurangan............................................................................................

II.1.5 Kesimpulan............................................................................................

II.2.1 Blibliografi Jurnal II...............................................................................

II.2.2 Ringkasan Materi...................................................................................

II.2.3 Kelebihan...............................................................................................

II.2.4 Kekurangan............................................................................................

II.2.5 Kesimpulan.............................................................................................

BAB III PENUTUP

II.1 SARAN...........................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Pada kurikulum KKNI mahasiswa dituntut dengan 6 tugas wajib per mata kuliah,salah
satu dari 6 tugas wajib adalah Critical Jurnal Review,tugas ini salh satu dari mata kuliah
HIMPUNAN DAN LOGIKA dimana supaya penulis dapat menyelesaikan salah satu tugas
tersebut.Dalam melaksanakan tugas Critical Jurnal Riview ini penulis juga didorong rasa
ingin tahu pada tugas yang diberikan.

I.2 TUJUAN

(1)Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dosen

(2)Agar pembaca dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari hari

I.3 MANFAAT

Supaya pembaca lebih mengetahui cara mengatasi masalah dalm pembuktian matematis
normal dan mampu mengimplementasikan dalm kehidupan sehari hari dan dembaca juga
lebih mudah mengerti tentang pembuktian proposisional
BAB II

PEMBAHASAN

II.1 IDENTITAS JURNAL

II.1.1 Blibliografi jurnal I

Judul Jurnal :PEMBUKTIAN PERNYATAAN LOGIKA PROPOSISI DENGAN


MENGGUNAKAN RULES OF INFERENCE

Penulis : Dadi Rosadi, Praswidhianingsih

Kota Terbit :Bandung

Tahun Terbit :2009

Reviewer :Royaman sitorus

Volume :vol 3,no 2.100-104

II.1.2 Ringkasan materi

Logika proposisi adalah logika yang didasarkan pada proposisi. Sebuah proposisi adalah
sebuah pernyataan yang memiliki nilai kebenaran True atau False, tapi tidak keduanya .
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai kebenaran (truth value) dari suatu proposisi
adalah True (T) atau False (F).

Rules of Inference digunakan sebagai pertimbangan langkah-langkah yang digunakan


untuk menunjukkan bahwa sebuah kesimpulan terbukti dengan mengikuti aturan-aturan
secara logika dari sebuah kumpulan hipotesis . Aturan-aturan ini digunakan dalam
pembuktian sebuah pernyataan matematika logika. Salah satu aturan penting disebut dengan
Modus Ponens atau Law of Detachment.

Dalam Rules of Inference terdapat kasuskasus untuk pernyataan tidak langsung berbentuk
konjungsi, disjungsi, implikasi, dan ekuivalensi. Untuk itu terdapat beberapa ketentuan yang
berkaitan dengan bentuk-bentuk tersebut :

1) Untuk membuktikan A ^ B, maka harus dibuktikan A dan kemudian dibuktikan B.


2) Untuk membuktikan A v B, maka dapat diasumsikan A dan harus dibuktikan B (atau
diasumsikan B dan harus dibuktikan A).

3) Apabila diketahui asumsi A v B dan C hendak dibuktikan, maka dapat diasumsikan A dan
harus dibuktikan C, kemudian diasumsikan B dan harus dibuktikan C.

4) Untuk membuktikan A B, maka dapat diasumsikan A dan harus dibuktikan B.

5) Untuk membuktikan A B, maka dapat diasumsikan A dan harus dibuktikan B,


kemudian diasumsikan B dan harus dibuktikan A.

6) Apabila terdapat asumsi A benar dan B benar, maka dapat diasumsikan bahwa A ^ B

benar.

Kontradiksi merupakan proposisi yang selalu logically equivalent berdasarkan aturan


Rules of Inference. Proposisi kesimpulan baru yang didapat selama analisis dilakukan
dimasukkan ke dalam data. Apabila dalam data terdapat asumsi atau proposisi yang cocok
dengan kesimpulan akhir yang hendak dibuktikan, maka program akan menghasilkan
keluaran bahwa soal telah terbukti. Jika tidak ada asumsi atau proposisi yang cocok, maka
program akan menghasilkan keluaran bahwa soal tidak terbukti.

Pengujian program yang telah dilakukan terdiri dari 17 kali pengujian, yang masing-
masing terdiri dari 7 kali pengujian untuk pembuktian secara langsung, 5 kali pengujian
untuk pembuktian secara tidak langsung dan 5 kali pengujian untuk pembuktian dengan
kontradiksi.

II.1.3 Kelebihan

Kelebihan dari jurnal yang ditulis oleh Dadi Rosadi, Praswidhianingsih adalah bahasa
yang digunakan bahasa sederhana dan membuat mudah mengerti dengan bahasa yang dipakai
tidak terlalu berbelit belit,pengertian yang dilakukan jelas dan terarah.

II.1.4 Kekurangan

Kekurangan dari jurnal yang ditulis oleh Dadi Rosadi, Praswidhianingsih adalah
pembuktian pembuktian yang dibuat sedikit sehingga kita sulit mengaplikasikannya begitu
juga dengan tabel tabel kebenarannya tidak ada sehingga tidak mendukung proses
pengaplikasiannya terhadap soal.
II.1.5 Kesimpulan

Setelah dilakukan pembuktian melalui Rules of Inference maka dapat dilakukan


pembuktian dengan benar, baik secara tautologi dan kontradiksi sehingga dapat disimpulkan
bahwa pembuktian dengan cara Rules of Inference adalah benar dan Dari keseluruhan
pembuktian yang telah dilakukan tersebut, pada makalah ini akan diperlihatkan hasil dari 3
kali pengujian program, yang masing-masing terdiri dari 1 kali pengujian program untuk
pembuktian secara langsung, pembuktian secara tidak langsung dan pembuktian dengan
kontradiksi

II.2.1 Blibliografi jurnal II

Judul Jurnal : MENGATASI KESULITAN MAHASISWA KETIKA


MELAKUKAN PEMBUKTIAN MATEMATIS FORMAL

Penulis : Cecep Anwar HF Santosa

Reviewer :Royaman Sitorus

Volume :volume 18 No 2.152-160

Tahun Terbit :2013

II.2.2Ringkasan Materi

Sebelum lebih jauh mengidentifikasi sebab dan cara mengatasi kesulitan membuktikan
matematis, akan dijelaskan terlebih dahulu sejarah dari pembuktian Jika kita tarik ke masa
lalu sejarah pembuktian matematika, tentunya kita tidak akan terlepas dari sejarah
matematika. Tujuan dari melakukan tinjauan sejarah adalah untuk mencoba melihat
perubahan pandangan dari proses membuktikan sepanjang sejarahnya. Kleiner (1991)
menyatakan bahwa gagasan pembuktian itu bukanlah hal yang absolut. Matematikawan
memandang bahwa apa yang mendasari keterterimaan bukti semakin meningkat. Masih
menurut Kleiner (1991) matematika rigor mirip seperti memakai pakaian, gayanya
hendaknya disesuaikan dengan kesempatan tertentu, hal ini akan mengurangi kenyamanan
dan menghalangi kebebasan bergerak jika terlalu longgar atau terlalu ketat. Dari dua
pernyataan Kleiner tersebut bisa kita katakan bahwa standar dari kerigoran dari bukti
matematika dapat berubah-ubah dan tidak harus dari yang kurang rigor menuju ke yang
lebih rigor. Pada bagian ini kita akan mencoba menelusuri secara ringkas evolusi tersebut.
Di mulai pada masa Babylonia (sekitar 2000 SM), pada masa ini matematika berkembang
sangat menakjubkan, namun kurang mengenal konsep pembuktian. Tidak terdapat
pernyataan umum pada matematika Babylonia dan tidak ada usaha untuk membuatnya
deduktif, atau tidak ada validitas dari hasil yang diperoleh. Matematika pada masa ini
menjadi landasan bagi konsep matematika Yunani yaitu munculnya konsep teorema dan
konsep dari sebuah bukti.

Euclid mendesain sebuah struktur logika yang didasarkan pada sebuah kumpulan
aksioma-aksioma yang didefinisikan sebagai kumpulan pernyataan yang tidak didasarkan
pada aksioma yang lain. Euclid menggambarkan sebuah sistem geometris yang seluruhnya
berdasarkan pada aksioma-aksioma yang dibangunnya. Periode panjang ini masih sedikit
aktivitas yang menekankan pada kerigoran (dari validitas bukti)

Walaupun belum terdapat konsensus final dari definisi bukti matematis, namun yang
dirasakan oleh semua pihak yang bergelut di dunia matematika dan pendidikan matematika,
bahwa proses mengkonstruksi

bukti dan menuliskan bukti matematis merupakan masalah tersendiri. Beberapa penelitian
yang membahas kesulitan bukti ini diantaranya oleh Moore (1994). Moore melakukan
penelitian dari 16 mahasiswa sarjana, 8 diantaranya adalah mahasiswa matematika, 6
diantaranya adalah mahasiswa pendidikan matematika, dan 2 mahasiswa adalah mahasiswa
yang telah lulus sarjana. Temuan penelitian Moore adalah terdapat tujuh kesulitan yaitu:

1. Mahasiswa tidak mengetahui definisi dan mereka tidak dapat menyatakan definisi.

2. Mahasiswa mempunyai sedikit pemahaman intuitif dari konsep

3. Gambar konsep mahasiswa tidak memadai untuk melakukan pembuktian.

4. Mahasiswa tidak dapat atau tidak ingin membangun dan menggunakan contoh mereka
sendiri.

5. Mahasiswa tidak mengetahui bagaimana menggunakan definisi untuk menentukan


keseluruhan struktur pembuktian.

6. Mahasiswa tidak mampu mengerti dan menggunakan bahasa dan notasi matematika.

7. Mahasiswa tidak tahu bagaimana cara memulai bukti.

Dari penelitian-penelitian tersebut terdapat beberapa penyebab dari kegagalan atau


ketidaksempurnaan mahasiswa ketika melakukan pembuktian, yaitu berkaitan dengan
beberapa variabel, diantaraya 1. Kurangnya pemahaman konsep 2. Kurangnya pengetahuan
logika dan metode pembuktian 3. Keterbatasan mahasiswa dalam memahami bahasa dan
notasi matematika 4. Kemampuan dan pengetahuan memilih fakta dan teorema untuk
diterapkan 5. Aspek afektif berupa keyakinan dalam membuktikan

Untuk mengetahui bagaimana matematikawan melakukan bukti, Sriraman (2004)


melakukan penelitian kepada 5 matematikawan, dalam melakukan pembuktian para
matematikawan tersebut terlibat dalam interaksi sosial, melakukan perumpamaan (imagery),
intuisi dan kemampuan heuristik seringkali mengawali konstruksi pembuktian. Sriraman
menyatakan bahwa pendekatan matematikawan untuk melakukan pembuktian sangat berbeda
dengan pendekatan logika yang dipresentasikan oleh kebanyakan buku-buku teks. Dalam
melakukan validasi bukti, matematikawan melakukan banyak macamstrategi. Termasuk di
dalamnya adalah penalaran formal, pengkonstruksian bukti yang rigor, penalaran deduktif
informal, dan penalaran berbasis contoh. Begitu pula kemampuan konseptual
matematikawan, domain pembuktian matematis, dan status bukti merupakan faktor yang
penting dalam melakukan validasi.

Dari beberapa definisi bukti tersebut dapat kita tentukan ciri-ciri dari bukti formal, yaitu;
notasi yang digunakan menggunakan notasi-notasi formal (melibatkan variabel, operator, ,
V, --, , , tanda kesamaan =, pengkuantifikasi ); logika yang dibangun harus ketat
(rigor), tidak ambigu, menerapkan dan menggunakan prinsip logika (inferensia), dapat
divaliditas secara mekanistis; dan yang terakhir adalah cara pembuktian diperoleh dari
sekumpulan pernyataan eksplisit (aksioma, definisi) dan pernyataan yang sudah terbukti
sebelumnya.

II.2.3 Kelebihan

Kelebihan dari jurnal yang ditulis oleh Cecep Anwar HF Santosa adalah solusi yang
diberikan untuk mengatasi kesulitan mahasiswa ketika melakukan pembuktian matematis
formal sangat bermanfaat dan mudah dimengerti dan sadar akan cara mengatasi nya dengan
benar.

II.2.4 Kekurangan

Kekurangan dari jurnal yang ditulis oleh Cecep Anwar HF Santosa adalah kata kata yang
dibuat terlalu monoton sehingga kita membaca akan cepat bosan dan pengaplikasian dan
contohnya kurang banyak

II.2.5 Kesimpulan

Jadi kesimpulan yang dapat diambil dari jurnal ini adalah bahwa mahasiswa mengalami
kesulitan pada saat melakukan pembuktian matematis formal karena Kurangnya pemahaman
konsep, Kurangnya pengetahuan logika dan metode pembuktian , Keterbatasan mahasiswa
dalam memahami bahasa dan notasi matematika, Kemampuan dan pengetahuan memilih
fakta dan teorema untuk diterapkan , Aspek afektif berupa keyakinan dalam membuktikan
sehingga mahasiswa sulit melakukan pembuktiannya

Jadi untuk mengatasinya sebaiknya alam membuktikan matematis, mahasiswa perlu


berinteraksi antar mereka dan berinteraksi aktif dengan pengajarnya. Sehingga ketika
pembelajaran di kelas dengan membuat diskusi grup kecil diyakini dapat membantu
mahasiswa dalam proses membuktikan, dimana terdapat interaksiinteraksi yang alami dan
menyenangkan. Hal ini ternyata dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam
membuktikan dibandingkan mereka bekerja sendiri-sendiri.
BAB III

PENUTUP

III.1 SARAN

Setelah melakukan critical jurnal review penulis berharap supaya penulis jurnal lebih
memperhatikan kekurangan kekurangan yang terdapat pada jurnal tersebut seperti ukuran
ukurannya dan defenisi materi materinya.
DAFTAR PUSTAKA

Balacheff, N. (1988). Aspect of proof in pupils practice of school mathematics. In D. Pimm


(Ed.), Mathematics, Teachers and Children (pp. 216-236). Great Britain: Hodder and Stoughton
Educational.

Jamison, R.E. (2000). Learning and Language in Mathematics in Language and Learning Across the
Disciplines. Diunduh dari wac.coloasate.edu. tanggal 10 Mei 2013.

Knuth, E. (2002). Secondary school mathematics teachers conception of proof. Dalam


Journal for Research in Mathematics Education, 33(5), 379405.

Sowder, L., & Harel, G. (2003). Case studies of Mathematics majors proof understanding,
production, and appreciation. Canadian Journal of Science, Mathematics, and Technology, 3, 251-
267.

Aribowo, A.; Transformation of Propositional Logic Formula Into Conjunctive Normal Form With
Prolog, Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komputer, Vol 3. No.3, Universitas Pelita Harapan,
Indonesia, 2005