Anda di halaman 1dari 53

SOAL TRY OUT 5 UKOM NERS

SEPTEMBER 2016

1. Masyarakat RW 14 terdiri dari 525 jiwa. 57% penduduk menggunakan air sungai sebagai
sumber air bersih dan MCK. Saat pengkajian didapatkan data 35% masyarakat
mengalami diare, 45 % terjangkit Thyphoid, 20 % masyarakat terjangkit gatal gatal di
kulit pada 3 bulan terakhir. Perawat akan memberikan penyuluhan tentang kesehatan
lingkungan.Apakah data inti yang perlu dikaji lebih lanjut ?
A. Suku
B. Pekerjaan
C. Pendidikan
D. Pendapatan
E. Jenis Kelamin

2. Data Dinas Kesehatan Jatim, kasus difteri pada 2013 meningkat dibandingkan dengan
2012 yang mencapai 664 kasus dan menyebabkan 20 orang meninggal. Mereka
menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) sejak 2012. Hingga awal November 2014,
difteri terbanyak di Kabupaten Situbondo (117 kasus), 65% anak susah makan, 67% anak
penderita dibawah 15 tahun. Apakah tindakan keperawatan terutama sesuai dengan
program pokok puskesmas?
A. Promkes pencegahan dan pertolongan penyakit difteri
B. Perawatan dan pemberantasan penyakit difteri
C. Memelihara kebersihan lingkungan
D. Peengobatan anak difteri
E. Perbaikan gizi anak

3. Seorang perawat komunitas sedang mengkaji data di posyandu balita , didapatkan


seorang anak balita yang mengalami gizi buruk, dengan hasil pemeriksaan BB 12 Kg, TB
80 Cm. Setelah digali lebih dalam terdapat data kurangnya asupan makan bergizi pada
anak berkaitan erat dengan pola asuh, daya beli, dan penyakit yang diderita anak.
Apakah data yang diperlukan sebagai penunjang penentuan diagnosis keperawatan?
A. Usia
B. Alamat
C. Pendidikan
D. Riwayat penyakit
E. Pendapatan orang tua

4. Sekitar 25.000 bayi di propinsi pada tahun 2013 mengalami kasus gizi buruk. kurangnya
asupan makan bergizi pada anak diduga berkaitan erat dengan pola asuh, daya beli orang
tua, dan penyakit yang diderita anak. Perawat melakukan pengkajian dengan cara
mengidentifikasi terlebih dahulu program yang bisa memfasilitasi masalah
tersebut.Apakah kegiatan pokok puskesmas yang mencakup fenomena tersebut?
A. KIA
B. P2M
C. Kesling
D. Promkes
E. Pengobatan
5. Di Posyandu Melati, terdapat bayi usia 8 bulan mengalami demam tinggi dengan data
suhu 390 C, RR 28 X/mnt, PB 75 Cm,BB 8 Kg, ASI cukup, BAB 1x lembek. Tidak
kejang, tidak muntah, ada batuk pilek , suara nafas wheezing -/-, ronchi +/+. Anak rewel,
belum mendapatkan imunisasi DPT. Ibu bayi pekerja pabrik, sehingga jarang membawa
anaknya ke posyandud dan tidak memiliki KMS . Apakah masalah keperawatan yang
utama pada bayi tersebut?
a. Oksigenasi
b. Hipertermi
c. Ketidakefektifan pola nafas
d. Ketidak efektifan bersihan jalan nafas
e. Kebutuhan Nutrisi kurang dari kebutuhan

6. Data Dinas Kesehatan Jatim, kasus difteri pada 2012 meningkat dibandingkan dengan
2011 yang mencapai 664 kasus dan menyebabkan 20 orang meninggal. Mereka
menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) sejak 2011. Hingga awal November 2012,
difteri terbanyak di Kabupaten Situbondo (117 kasus), Sekitar 33 persen penderita di atas
usia 15 tahun, sisanya anak-anak. Apakah hasil data yang diperlukan untuk menganalisis
lebih lanjut permasalahan tersebut?
A. Surveilance
B. Stratified survey
C. Comunity survey
D. Individual Survey
E. Observasi whinshield survey

7. An B anggota keluarga Tn M, berusia 5 tahun mengalami diare . Hasil pengkajian


didapatkan data. Suhu 36oC, Nadi 96 X/mnt, RR 24 x/mnt . BAB encer 5x/hr. Anak
rewel, tidak mau makan, BB 18 Kg. Anak tidak pernah ke posyandu, dan Tn M
mempunyai perilaku setiap kali ada anggota keluarga yang sakit, hanya dibelikan jamu
atau obat di warung terdekat. Menurut asuhan keperawatan komunitas, sikap seperti Tn
M ini banyak juga dilakukan oleh sebagian besar masyarakat di desa tersebut. Apakah
masalah keperawatan komunitas yang terjadi pada kasus di atas?
A. Risti penularan penyakit
B. Perilaku kurang sehat masyarakat
C. Risti timbulnya penyakit berulang
D. Pertumbuhan dan perkembangan masyarakat yang tidak seimbang
E. Komunikasi kesehatan tidak efektif masyarakat dengan pelayanan kesehatan

8. Jumlah remaja di propinsi X26,7% dari penduduk Indonesia. 32% remaja usia 14-21
tahun pernah berhubungan seks (KPAI). 72,9% remaja yang melakukan seks pra nikah
mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Kasus KTD meningkat sebesar 63%
tiap tahun. Apakah data yang diperlukan untuk menganalisa terjadinya masalah pada
kelompok remaja tersebut?
A. Pendidikan
B. Pendapatan
C. Lingkungan
D. Letak geografis
E. Jumlah anak yang dilahirkan
9. Di desa B, terdapat remaja yang putus sekolah 45 %, pengangguran 25 %, pernikahan
dini 67 %. Sehingga potensial terjadi masalah kesehatan yang muncul. Dari pengkajian
seorang perawat komunitas tersebut, kasus penyakit Hepatitis 35 %, DM 15 %, Narkoba
40 %, Penyakit Menular Sexual (PMS) 10 %, Apakah implementasi yang akan dilakukan
oleh perawat tersebut?
A. Membentuk PIK R
B. Membentuk Karang taruna
C. Mengadakan senam sehat jasmani
D. Mengajari membuat makanan sehat
E. Mengevaluasi besarnya kasus PMS pada remaja

10. Berdasarkan Data Kematian Maternal tahun 2008 (Dinkes Kab Jember, 2008), tercatat
sebanyak 16 (43,24%) kematian ibu dari 37 kematian ibu di Kabupaten Jember terjadi
dengan catatan estafet penolong persalinannya adalah dukun bayi. Apakah kegiatan
pokok yang sesuai dengan permasalahan tersebut di atas?
A. Melatih dukun bayi
B. Mengidentifikasi jumlah dukun bayi
C. Memberi bantuan tunai dukun bayi
D. Mengevaluasi kinerja dukun bayi
E. Mengevaluasi kinerja bidan desa setempat

11. Hasil wawancara dengan seorang kader posbindu didapatkan bahwa diwilayahnya sudah
ada Posbindu tetapi para kader masih merangkap tugasnya dengan kader Posyandu,
pelayanan belum menggunakan sistem 5 meja karena kurangnya jumlah kader, angka
kunjungan lansia baru 64 %, jenis penyakit yang ada hipertensi 67 %, rhematik 13 % dan
10 % penyakit yang lainnya. Jenis pelatihan apa yang perlu diberikan kepada kader
tersebut?
a. Pelatihan tentang penanganan jenis penyakit
b. Pelatihan tentang peran dan fungsi kader
c. Pelatihan Posbindu dengan sistem 5 meja
d. Pelatihan tentang penyuluhan kesehatan
e. Pelatihan tentang memberikan motivasi

12. Hasil survey disebuah perusahaan las besi yang berada dipinggir jalan raya dengan
kondisi lingkungannya berdebu dan bising oleh kendaraan yang melintas dan benturan
besi. Pernah terjadi kecelakaan lalu lintas didepan perusahann terebut. Tenaga pekerja
sebanyak 3 orang, yang setiap hari bekerja menggunakan masker tetapi hanya menutupi
mulutnya, tanpa menggunakan kaca mata dan spatu boot. Apakah fokus Pendidikan
kesehatan yang perlu disampaikan kepada tenaga pekerja tersebut ?
a. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan masker
b. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan kaca mata
c. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan kaca mata
d. Pendidikan kesehatan tentang penggunaan pelindung telinga
e. Pendidikan kesehatan tentang manfaat penggunaan alat pelindung diri

13. Hasil survey di masyarakat daerah perkotaan yang cukup padat, didapatkan data; jarak
antar rumah hanya 0,5 meter. Penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat
adalah ISPA 28.8 %, Diare 3.2 %, TBC 3.2 % dan penyakit lain-lain 46.4 %. Data
lingkungan didapatkan luas jendela/ventilasi yang kurang dari luas lantai sebanyak 52 %,
halaman yang dimanfatkan 68.8 %, jarak pembungan air limbah dengan sumber air
bersih kurang dari 10 meter 84.8 %, tempat pembuangan sampah yang terbuka 84.8 %,
jarak kandang ternak 50 % menempel dirumah, berada di bawah/kolong rumah 28.95 %.
Diagnosa apa yang menjadi prioritas berdasarkan kasus diatas ?
a. Risiko terjadinya penyakit pernafasan
b. Risiko terjadinya penyakit integumen
c. Risiko terjadinya penyakit pencernaan
d. Risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler
e. Risiko terjadinya penyakit demam berdarah

14. Saat perawat laki-laki melakukan kunjungan rumah kepada klien laki-laki berusia 54
tahun sering mengeluh lemas, pusing, sering merasa haus dan kencing pada malam hari.
Hasil pemeriksaan kadar gula darah di rumah sakit 1 minggu yang lalu 180 gr/dl,
tekanan darah 130/90 mmHg, nadi 88 x/menit. Klien tersebut bertanya kepada perawat
tentang apa yang terjadi pada dirinya. Apakah rencana tindakan keperawatan yang paling
tepat ?
a. Berikan penyuluhan kepada keluarga tentang risiko timbulnya DM
b. Diskusikan dengan keluarga tentang kondisi keluarga yang sakit
c. Diskusikan dengan keluarga tentang adanya masalah hipertensi
d. Ajarkan cara perawatan untuk mengatasi DM kepada keluarga
e. Berikan penyuluhan tentang pengertian dan penyebab DM

15. Hasil survey di satu Kelurahan diperoleh data; jumlah penduduk 500 jiwa, Jumlah
balita 75 orang, hasil data KMS 20 % balita berada pada garis kuning, 10 % berada di
garis merah, 10 % balita menderita ISPA, 5 % balita menderita scabies, cakupan
imunisasi Polio 70 %. Posyandu berjalan rutin dengan angka kunjungan 60 %. Apakah
prioritas masalah pada kasus diatas ?
a. Risiko meningkatnyapenyakit kelumpuhan pada balita
b. Risiko terjadinya gangguan tumbuh kembang pada balita
c. Risiko meningkatnya gangguan penyakit kulit pada balita
d. Risiko terjadinya gangguan sistem kekebalan tubuh pada balita
e. Risiko meningkatnya angka kesakitan gangguan pernafasan pada
balita

16. Perkesmas (Perawatan Kesehatan Masyarakat) diharapkan dapat menjadi sarana


pemecahan masalah yang ada di Masyarakat. Untuk menjamin ketercapaian tersebut di
butuhkan sumberdaya manusia kesehatan yang mampu menjalankan program. Maka
perlu dibuat beberapa alternatif strategi sebagai acuan untuk menuju rangkaian
pemecahan masalah sehingga terwujudnya peningkatan kemampuan/keterampilan
petugas Perkesmas. Apakah strategi yang tepat untuk pernyataan diatas?
a. Melaksanakan pembuatan petunjuk teknis pelajaran.
b. Melaksanakan studi banding ke Puskesmas teladan.
c. Melaksanakan pelatihan petugas perkesmas.
d. Melaksanakan pembinaan
e. Melaksanakan pelatihan
17. Sebuah keluarga terdiri dari suami (36 tahun), istri (34 tahun), anak pertama perempuan
12 tahun, anak kedua laki-laki 5 tahun. Suami bekerja sebagai pedagang kain keliling,
suku sunda, beragama islam, dan berpenghasilan rata-rata Rp 800.000 per bulan.
Interaksi dalam keluarga sering dilakukan pada malam hari. Anggota keluarga saling
mendukung, suami berperan sebagai kepala keluarga, dan keluarga menerapkan nilai-
nilai agama pada setiap anggota keluarganya. Apakah yang perlu ditanyakan pada
struktur keluarga kasus diatas?
a. Pola Komunikasi Keluarga, Struktur kekuatan keluarga, struktur peran,Nilai dan
norma keluarga
b. Pola Komunikasi Keluarga, Struktur kekuatan keluarga, Harapan keluarga, Nilai dan
norma keluarga
c. Pola Komunikasi Keluarga, Lingkungan, struktur peran,Nilai dan norma keluarga
d. Pola Komunikasi Keluarga, Fungsi keluarga, struktur peran,Nilai dan norma keluarga
e. Pola Komunikasi Keluarga, Struktur kekuatan keluarga, struktur peran,stress dan
koping keluarga

18. Seorang ibu di Posyandu diberikan penjelasan oleh perawat tentang cara menyusui yang
benar. Setelah itu perawat memutar video tentang cara menyusui yang benar dan saat
mau pulang ibu tersebut diberi leaflet yang berisi gambar-gambar posisi menyusui yang
benar. Apakah teori pembelajaran yang diaplikasikan perawat pada kasus diatas?
a. Cognitive learning theory
b. Social learning theory
c. Behavioral learning theory
d. Humanistic learning theory
e. Social change learning theory

19. Tn. A adalah seorang yang aktif sebagai pengurus yayasan pendidikan dan keagamaan di
daerahnya, secara teratur dan sukarela Tn. A seringkali memberikan sumbangan bagi
kegiatan sosial kemasyarakatan baik dalam bentuk finansial maupun material. Dilihat
dari kategori keluarga, maka keluarga Tn. A adalah keluarga:
a Sejahtera 2
b Sejahtera 3
c Sejahtera 3 plus
d Pra Sehatera
e Sejahtera 1

20. Saat kunjungan rumah seorang Perawat komunitas melakukan pengkajian komunitas dan
menemukan data pada seorang laki-laki umur 56 tahun mengeluh batuk berdahak,
kesulitan mengeluarkan dahak, penggunaan retraksi interkosta, RR 28
kali/mnt,Berdasarkan kasus tersebut diatas maka masalah keperawatan yang muncul
adalah:
a Bersihan jalan nafas tidak efektif
b Pola nafas tidak efektif
c Gangguan pertukaran gas
d Resiko terjadinya infeksi
e Gangguan perfusi jaringan
21. Sebuah keluarga memiliki 2 orang anak yaitu perempuan usia 12 tahun dan laki-laki usia
8 tahun dan masing-masing duduk di kelas 6 dan 2 SD. Anak ke 2 sejak 1 minggu yang
lalu dirawat di Puskesmas DTP. Keluarga merasa bingung dan bersalah atas kejadian
yang menimpa anak. Dua hari sebelum kejadian, keluarga tidak merasa curiga terhadap
demam dan bintik-bintik merah yang muncul pada kulit anaknya. Mereka menganggap
hanya sebatas kejadian biasa seperti terkena ulat bulu. Selama dirawat di Puskesmas,
anak terlihat sangat lemah serta tidak mau makan dan hanya mau minum susu. Apakah
diagnosa keperawatan keluarga tersebut adalah?
a. Keluarga dengan anak menderita DHF
b. Keluarga dengan anak mengalami gangguan rasa nyaman
c. Keluarga dengan anak mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan fisiologis
(makan)
d. Keluarga yang mengalami kecemasan terhadap anaknya yang dirawat
e. Keluarga yang mengalami gangguan peran sebagai orang tua.

22. Sebuah keluarga memiliki 2 orang anak yaitu perempuan usia 12 tahun dan laki-laki usia
8 tahun dan masing-masing duduk di kelas 6 dan 2 SD. Anak ke 2 sejak 1 minggu yang
lalu dirawat di Puskesmas DTP. Keluarga merasa bingung dan bersalah atas kejadian
yang menimpa anak. Dua hari sebelum kejadian, keluarga tidak merasa curiga terhadap
demam dan bintik-bintik merah yang muncul pada kulit anaknya. Mereka menganggap
hanya sebatas kejadian biasa seperti terkena ulat bulu. Selama dirawat di Puskesmas,
anak terlihat sangat lemah serta tidak mau makan dan hanya mau minum susu. Apakah
klasifikasi keluarga untuk kasus diatas berdasarkan teori Duvall?
a. Keluarga inti
b. Keluarga dengan anak usia remaja
c. Keluarga dengan anak usia sekolah
d. Keluarga dengan masalah kesehatan DHF
e. Keluarga dengan sumber daya manusia terbatas

23. Saat kunjungan rumah, perawat menemukan status imunisasi dasar bayi tidak lengkap
sesuai usianya. Hasil anamnesis didapatkan ibu menolak mengimunisasikan bayinya
karena pada imunisasi sebelumnya badannya bertambah panas dan rewel. Apakah
intervensi yang harus dilakukan perawat supaya ibu mau mengimunisasikan bayinya?
a. Penyuluhan tentang manfaat imunisasi dasar
b. Konseling tentang persepsi terhadap imunisasi
c. Ajarkan teknik kompres dingin saat bayi panas
d. Konsultasi alternatif tindakan pencegahan penyakit
e. Anjurkan ibu untuk memberikan obat penurun panas

24. Seorang laki-laki 60 tahun memiliki riwayat serangan stroke dua bulan yang lalu.
Berdasarkan hasil anamnesis saat kunjungan rumah didapatkan riwayat hipertensi sejak
sepuluh tahun yang lalu. Pasiensering mengeluh pusing bila mendengar suara-suara yang
keras. Hasil pemeriksaan fisik diperoleh data bahwa pasien mengalami hemiplegia
ekstremitas sebelah kiri. Apakah intervensi keperawatan yang merupakan prioritas untuk
menyelesaikan kasus tersebut?
a. Anjurkan pasienuntuk mentaati diet rendah garam
b. Latihan mobilisasi pasif pada ekstremitas sebelah kiri
c. Menyarankan pasienuntuk kontrol secara rutin
d. Menganjurkan pasienuntuk membatasi aktivitas
e. Latihan managemen stres dan nyeri

25. Seorang laki-laki berusia 60 tahun tinggal bersama keluarga, memiliki keluhan tidak bisa
menahan kencing segera saat merasa ada rangsangan berkemih. Pasien tersebut merasa
sangat terganggu dengan keluhannya itu. Sebagai perawat keluarga, apa intervensi
keperawatan yang dapat dilakukan pada pasien tersebut?
a. Menganjurkan memakai diapers
b. Melatih pernapasan diafragma
c. Memasang kondom kateter
d. Memasang foley kateter
e. Melatih senam kaegel

26. Saat pengkajian keluarga didapatkan laki laki berusia 35 th yang tinggal serumah dengan
istri dan anak- anaknya serta keponakan dari istri. Selama ini suami tidak senang dengan
kehadiran keponakan itu, sehingga sering terjadi perselisihan dalam keluarga
tersebut.Apakah pengkajian lanjutan pada kasus diatas ?
a. Nilai keluarga
b. Komunikasi keluarga
c. Peran keluarga
d. Kekuatan keluarga
e. Fungsi keluarga

27. Seorang laki-laki yang menikah dengan perempuan sejak 7 tahun yang lalu, karena
alasan pekerjaan maka mereka tidak bertempat tinggal dalam satu rumah. Laki-laki
sebagai kepala keluarga bekerja di luar kota dan peremuan sebagai istrinya bekerja di
kota kelahirannya namun pada kondisi tertentu mereka secara bersama berkumpul dalam
keluarga tersebut. Berdasarkan gambaran diatas maka keluarga Tn. D disebut dengan:
a. Reconstituted Nuclear
b. Commuter Family
c. Communal/commune family
d. Cohibing Coiple
e. Nuclear Family

28. Saat kunjungan rumah ditemukan bahwa sebuah keluarga mempunyai 2 anak, yaitu anak
perempuan yang baru saja lahir 1 bulan yang lalu dan anak laki-laki yang sudah berusia
2,5 tahun. Berdasarkan kasus diatas maka tahap perkembangan keluarga adalah:
a Beginning Family
b Child Bearing
c Families With Presschool
d Families With School Children
e Families With Teenagers

29. Keluarga Tn. T adalah sebuah keluarga dimana sekarang hanya tinggal berdua dgn Ny. T.
Tn T mempunyai dua anak masing-masing Sdr. E yang berusia 27 tahun dan sudah
meninggalkan rumah untuk bekerja di Jakarta 4 tahun yang lalu, sedangkan anak yang
kedua adalah Sdri. D yang juga sudah meninggalkan rumah untuk bekerja di Surabaya
semenjak 3 bulan yang lalu. Saat ini keluarga Tn. T sedang mengasuh keponakannya
yang sedang sekolah setingkat sekolah dasar dan berusia 10 tahun. Kasus diatas
menunjukkan bahwa tahap perkembangan keluarga Tn. T adalah:
a. Families With Teenagers
b. Launching Center Families
c. Child Bearing
d. Middle Age Families
e. Families With School Children

30. Keluarga Tn. B saat ini tengah bergembira dengan kelahiran anak kedua (An. Z).
Sebelumnya Tn. B sudah mempunyai An. E yang sekarang berumur 4 tahun. Tugas
perkembangan keluarga saat ini yang harus dipenuhi oleh Tn. B adalah:
a. Memenuhi ruang bermain, privasi, dan keamanan anak.
b. Berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak
c. Mensosialisasikan anak
d. Mempertahankan etika dan standar moral keluarga
e. Memperahankan ikatan keluarga antar generasi

31. Tn. E dan Ny. B baru aja menikah 2 bulan yang lalu, saat ini mereka sedang menikmati
indahnya awal-awal berkeluarga. Tugas perkembangan yang perlu diperhatikan oleh
Keluarga Tn. B adalah
a. Membentuk keluarga muda sebagai sebu yang mantabah unit
b. Membangun perkawinan yang saling memuaskan
c. Memperluas persahabatan dengan keluarga besar
d. Mempertahankan standar etika dan moral keluarga
e. Rekonsiliasi tugas perkembangan yang bertentangan dan kebutuhan anggota keluarga.

32. Keluarga Tn. B adalah sebuah keluarga yang sudah berlangsung kurang lebih 20 tahunan
ini, ketika keluarga Tn. B ada masalah, maka anggota keluarga Tn. B selalu beranggapan
dan berprinsip bahwa Tn. B-lah yang dipandang mampu untuk mengontrol keluarga dan
anggota keluarga (anak-anaknya). Berdasarkan hal tersebut maka kekuasaan yang
dimiliki oleh keluarga Tn. B adalah:
a. Reward power.
b. Legitimate power
c. Referen power,
d. Ekspert power
e. Informational power

33. Keluarga Tn. F selalu mendasarkan keputusan kepada ayahnya (Tn. F), setiap masalah
diselesaikan oleh Tn. F hal ini didasarkan kepada pemahaman keluarga bahwa Tn. F
memiliki sumber penghasilan yang tinggi, kemampuan, dan pengalaman yang besar
dibanding Ny. F sebagai istrinya. Jika dilihat dari tipe kekuasaan maka kekuasaan yang
dimiliki oleh keluarga Tn. F adalah:
a. Coersif power.
b. Ekspert power
c. Legitimate power
d. Informational power
e. Referen power

34. Keluarga T. E adalah keluarga yang sederhana, maklum yang menjadi tulang punggung
keluarga hanya Tn. E. Keluarga Tn. E. tidak mampu menyisihkan sebagian dari
penghasilan untuk ditabung karena memang hanya cukup untuk makan. Untuk makan
daging/ikan/telur hanya mampu kurang lebih satu minggu sekali, sedangkan untuk
memiliki satu stel pakaian baru bisa dicukupi dalam setahun. erdasarkan kasus tersebut
maka kategori keluarga Tn. E adalah keluarga:
a. Pra Sejahtera
b. Sejahtera 1
c. Sejahtera 2
d. Sejahtera 3
e. Sejahtera 3 plus

35. An. J adalah seorang remaja, yang dikehendaki oleh orang tuanya kelak menjadi anak
yang taat dan berbakti kepada orang tuanya, namun situasi dan kondisi berbicara lain,
An. J tidak ingin diproteksi oleh kedua orang tuanya, dia menginginkan pribadi yang
bebas dan lepas dari pengaruh orang tuanya. Konflik peran yang terjadi pada An. J
adalah:
a. Konflik antar peran.
b. Intersender role conflict
c. Person role conflict
d. Interpersonal role conflict
e. Personal role conflict

36. Tn. B bekerja di derahnya sebagai seorang penjual soto ayam, karena dagangannya
sering tidak laku Tn. B beserta dengan keluarga memutuskan untuk membawa keluarga
pindah ke luar daerah dengan maksud untuk mendapatkan pengalaman baru. Peran
informal yang dijalankan Tn. B adalah:
a. Inisiator
b. Pioner
c. Pendorong
d. Kontributor
e. Motivator

37. Sdr. H seorang remaja berumur 18 tahun kelas 3 SMK, akhir-akhir ini sering pulang larut
malam dalam kondisi mabuk berat, jarang masuk sekolah, padahal sudah menginjak
UNAS. Setiap kali diperingatkan orang tua untuk tidak mabuk-mabukan, Sdr. H hanya
diam dan sesekali mengatakan ya, tapi tetap saja kondisi ini tetap berlangsung.
Komunikasi yang dijalankan oleh Sdr. H adalah:
a. Gagal mendengar.
b. Diskualifikasi.
c. Negativitas.
d. Kurang Eksporasi.
e. Ofensif
38. Tn. B dan Ny. B baru saja menikah 3 bulan yang lalu, sebagai keluarga pemula/baru
tentunya banyak yang harus dimengerti keluarga Tn. B untuk menjalankan fungsi
biologisnya. Keluarga T. B harus mengenali prasyarat yang harus dipenuhi untuk
menjalankan fungsi Biologis ini yaitu:
a. Mempunyai tingkat intelegensi yang meliputi pengetahuan, ketrampilan serta
pengalaman finansial
b. Pengetahuan tentang manajemen fertilitas, kesehatan genetik, dan pemahaman
perawatan selama hamil serta perawatan anak
c. Mempunyai emosi yang stabil dan perasaan antar anggota keluarga baik
d. Mempunyai kemampuan untuk mengatasi stress dan krisis.
e. Pengetahuan tentang standart nilai dan norma yang berlaku

39. Perawat A, akan memberikan asuhan keperawatan pada keluarga Tn. T yang menderita
Hipertensi, Perawat A adalah perawat baru di puskesmas tersebut, Langkah awal yang
perlu dilakukan oleh perawat sebelum kunjungan keluarga adalah :
a. Membangun hubungan saling percaya dengan keluarga.
b. Membaca catatan (medical record) dan mendiskusikan dengan tim kesehatan
yang mengenal keluarga dimaksud.
c. Menyampaikan maksud dan tujuan serta minat untuk membantu keluarga
dalam mengatasi masalah kesehatan mereka.
d. Kontrak untuk melakukan kunjungan dengan keluarga.
e. Survey tempat tinggal keluarga.

40. Mahasiswa A sedang menjalankan praktik untuk memberikan asuhan keperawatan


kepada keluarga Tn. X, semenjak awal pengkajian hingga merumuskan masalah,
keluarga Tn. X tidak kooperatif, karena memang Tn. X dan Ny. X diambang perceraian.
trategi intervensi keperawatan yang diberikan kepada keluarga Tn. X seharusnya bersifat:
a. Promotif
b. Suportif
c. Suportif dan Preventif
d. Promotif dan Preventif
e. Kuratif

41. Kelompok Lansia di RW. 02 sebagian besar mengalami keluhan linu-linu pada kaki, ada
yang mengatakan reumatik, ada juga asam urat, tidak ada yang tahu pasti karena belum
pernah ada yang periksa. Di desanya tak ada Posyandu dan jarak Yankes lumayan jauh,
serta tidak pernah terpapar penyuluhan kesehatan. Keterbatasan fisik dan transportasi
membuat Lansia enggan mencapai Yankes, keluarga juga tidak dapat memaksa. Apakah
diagnosa keperawatan kelompok yang utama sesuai kondisi diatas ?
a.Risiko terjadinya penyakit
b.Sindrom kelemahan Lansia
c.Defisiensi kesehatan komunitas
d.Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
e.Ketidakefektifan manajemen regimen terapeutik keluarga

42. Kelompok Lansia di sebuah desa banyak yang mengeluh batuk dan sesak nafas. Setelah
dikaji, didapatkan 76% mengalami ISPA. Sudah sebulan desa ini tercemar asap hasil
pembakaran jerami di sawah. Lansia menganggap batuk bukan penyakit, hal biasa karena
sudah tua dan akan sembuh sendiri, sehingga tidak mau menggunakan masker penutup
hidung atau periksa ke Yankes. Apakah diagnosa keperawatan kelompok yang utama
sesuai kondisi diatas ?
a. Risiko terjadinya penyakit
b. Defisiensi kesehatan komunitas
c. Perilaku kesehatan cenderung berisiko
d. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan
e. Ketidakefektifan manajemen kesehatan diri

43. Lansia di RW. 03 datang ke Posyandu setiap bulan, jumlah kehadiran rata-rata mencapai
82%. Mereka mengatakan termotivasi mengunjungi Posyandu karena agar dapat
mengetahui gangguan fisik lebih dini, mencegah gejala berkembang menjadi penyakit
dan ingin mengikuti program-program Posyandu supaya lebih sehat. Apakah diagnosa
keperawatan kelompok yang utama sesuai kondisi diatas ?
a.Kesiapan meningkatkan pengetahuan
b. Kesiapan meningkatkan peran serta Lansia
c.Kesiapan meningkatkan koping komunitas
d. Kesiapan meningkatkan pembuatan keputusan
e. Kesiapan meningkatkan manajemen kesehatan

44. Seorang laki-laki berusia 70 tahun di sebuah UPT PSLU mengeluh sering ke toilet untuk
berkemih, selalu merasa lega setelah berkemih, tapi tidak jarang urine sudah keluar
sebelum mencapai toilet. Dia tidak dapat berjalan cepat karena pengelihatannya menurun
dan nyeri panggul. Apakah diagnosa keperawatan individu yang utama dari kasus di
atas ?
a. Inkontinensia urine stres
b. Inkontinensia urine refleks
c. Inkontinensia urine dorongan
d. Inkontinensia urinarius fungsional
e. Inkontinensia urine aliran berlebih

45. Seorang perempuan usia 80 tahun, dibawa ke UGD Puskesmas dengan keluhan utama
sesak nafas. Keluarga mengatakan klien tiba-tiba sesak nafas setelah terpapar udara
dingin. Keadaan umum lemah dan pada pemeriksaan fisik didapatkan wheezing,
frekuensi napas 29x/menit, akral dingin, batuk produktif, frekuensi nadi 90x/menit, TD
120/80 mmHg, suhu 37.6 0C, ronkhi pada semua lapang paru.Apakah masalah
keperawatan pada kasus diatas ?
A. Intoleransi aktifitas
B. Perubahan kenyamanan : sesak nafas
C. Bersihan jalan nafas tidak efektif
D. Gangguan perfusi jaringan perifer
E. Kerusakan mobilitas fisik

46. Seorang bapak berusia 79 tahun tinggal di sebuah keluarga dengan riwayat: selama 6
bulan terakhir mengeluh kesulitan menahan kencing dan sering ngompol. Dalam satu
hari frekwensi kencing lebih dari 10 kali dengan jumlah urine + 1500cc. Keadaan umum:
baik, TD 140/70 mmHg, nadi 70x/menit, RR 18 x/menit. BB 50 kg, warna urine kuning
jernih. Apa tindakan yang tepat sesuai dengan permasalahan diatas ?
A. Pemasangan kateter folley
B. Pemasangan kondom kateter
C. Pemberian pampers
D. Mengajarkan latihan otot dasar panggul
E. Bladder retraining

47. Pada sebuah komunitas lansia di RW 01 didapatkan data: jumlah lansia 100 orang, 60%
wanita dan 40% laki-laki. Masalah kesehatan yang paling banyak dijumpai adalah :
Hipertensi 60%, kencing manis 20% dan sisanya sehat. Pola perilaku kesehatan: 75%
minum kopi 2 gelas/hari, 65% suka makan asin, 45% mengalami sulit tidur dan 75%
kurang beraktifitas olah raga. Fasilitas posyandu lansia ada sejak 2 tahun yang lalu. Rata
rata jumlah kunjungan ke posyandu tiap bulan 21 orang. Kegiatan senam lansia belum
ada.Apakah diagnosa keperawatan kelompok lansia diatas?
A. Pola perilaku tidak sehat pada komunitas lansia di RW 01
B. Hipertensi pada komunitas lansia di RW 01
C. Kurangnya kegiatan kelompok pada komunitas lansia di RW 01
D. Kurangnya pengetahuan lansia tentang pencegahan penyakit
E. Kencing manis pada komunitas lansia di RW 01

48. Seorang perempuan berusia 75 th datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada kaki.
Keluhan sudah berlangsung sejak 1 tahun. Nyeri dirasakan berdenyut dan sendi terasa
kaku, nyeri mulai pinggang hingga kedua kaki, skala nyeri 5, nyeri muncul pada saat
bangun tidur pagi hari dan sore hari setelah mandi. Pasien tidur + 4 jam sehari.Apakah
masalah keperawatan yang muncul pada pasien di atas?
A. Nyeri Akut
B. Kerusakan mobilitas fisik
C. Resiko untuk jatuh
D. Gangguan istirahat tidur
E. Nyeri kronis

49. Seorang perempuan, usia 75 th, tinggal di panti werda. Mengeluh nyeri sejak 1 tahun
yang lalu. Selama ini klien tidak pernah melakukan latihan pergerakan untuk otot dan
sendi. Rasa sakit yang dirasakan saat ini bersifat nyeri berdenyut dan sendi terasa kaku,
nyeri mulai pinggang hingga kedua kaki, skala nyeri 5, nyeri muncul pada saat bangun
tidur pagi hari dan sore hari setelah mandi.Apa tindakan keperawatan yang perlu
dilakukan pada klien lansia tersebut ?
A. Latihan Range Of Motion (ROM)
B. Stimulasi kutaneus kompres hangat dan massage
C. Stimulasi kutaneus kompres dingin
D. Semua kebutuhan aktifitas lansia dibantu
E. Kolaborasi pemberian obat anti nyeri

50. Didalam sebuah keluarga terdapat seorang lansia berusia 90 tahun. rumah keluarga
tersebut tidak rapi, barang-barang berserakan dilantai. Terlihat terdapat genangan air
dilantai. Lansia tersebut berjalan menggunakan tongkat. Apa intervensi pada kasus
diatas?
A. Mengobservasi kemampuan keluarga merawat lansia
B. Mendiskusikan cara penggunaan tongkat yang benar
C. Mendiskusikan cara pencegahan lansia jatuh
D. Mengajarkan cara merapikan rumah
E. Mengajarkan latihan fisik

51. Seorang perempuan berusia 83 tahun menderita hipertensi sejak 30 tahun yang lalu.
pasien tersebut jarang minum obat serta tidak mau control. Pasien mengatakan hanya
minum obat saat ada keluhan. Apakah tujuan dari masalah keperawatan pada kasus
diatas?
A. Pasien dapat menyebutkan pola makan yang benar bagi penderita hipertensi
B. Pasien dapat menyebutkan mengenai pengertian dan gejala hipertensi
C. Keluarga dapat menjelaskan cara pencegahan penyakit hipertensi
D. Pasien dapat melaksanakan program terapi secara efektif
E. Keluarga dapat menerima penyakit yang diderita pasien

52. Bapak A usia 62th tinggal disuatu pemukiman padat di Surabaya bersama istri dan anak
yang berusia 7 tahun, istri Bapak A bernama Ibu S sudah lama batuk dan dinyatakan
menderita TB paru. Dari pengkajian didapatkan data berat badan 40 Kg (Tb 155 Cm),
Ibu S mendapatkan obat Tb paru dari RS, keluarga tidak memiliki tempat penampungan
dahak, tidak memisahkan alat-alat makan, dan ruangan rumah lembab dan gelap. Apakah
masalah keperawatan pada kasus diatas?
a. Ketidakmampuan keluarga dalam mengambil keputusan
b. Potensial peningkatan status kesehatan Ibu S
c. Kurang pengetahuan keluarga
d. Resiko terjadinya penularan
e. Resiko gagal pengobatan

53. Didalam sebuah keluarga terdapat seorang lansia berusia 90 tahun. rumah keluarga
tersebut tidak rapi, barang-barang berserakan dilantai. Terlihat terdapat genangan air
dilantai. Lansia tersebut berjalan menggunakan tongkat. Apa intervensi pada kasus
diatas?
A. Mengobservasi kemampuan keluarga merawat lansia
B. Mendiskusikan cara penggunaan tongkat yang benar
C. Mendiskusikan cara pencegahan lansia jatuh
D. Mengajarkan cara merapikan rumah
E. Mengajarkan latihan fisik

54. Seorang perempuan berusia 83 tahun menderita hipertensi sejak 30 tahun yang lalu.
pasien tersebut jarang minum obat serta tidak mau control. Pasien mengatakan hanya
minum obat saat ada keluhan. Apakah tujuan dari masalah keperawatan pada kasus
diatas?
A. Pasien dapat menyebutkan pola makan yang benar bagi penderita hipertensi
B. Pasien dapat menyebutkan mengenai pengertian dan gejala hipertensi
C. Keluarga dapat menjelaskan cara pencegahan penyakit hipertensi
D. Pasien dapat melaksanakan program terapi secara efektif
E. Keluarga dapat menerima penyakit yang diderita pasien
55. Keluarga Tn J usia 59 th tinggal diRW 5 Kelurahan Raja. Tn J menderita penyakit DM
sudah sejak 3 bulan lalu dan hasil GDA terakhir 310 mg/dl. Saat dilakukan pendataan
didapatkan bahwa Tn J akan mengaku seringkali lupa minum obat karena dia sibuk
bekerja, selain sulit untuk kontrol makan, suka minum es teh manis apalagi saat udara
panas. Apakah masalah keperawatan pada kasus diatas?
a. Ketidakmampuan keluarga dalam mengambil keputusan
b. Ketidakefektifan penatalaksanaan program terapi
c. Kurang pengetahuan keluarga
d. Resiko terjadinya ketoasidosis
e. Resiko gagal pengobatan

56. Ibu B usia 39 th tinggal dibantaran sungai Codet Lampung dengan anaknya yang berusia
10bulan. Ibu B mengatakan anaknya sering batuk pilek, bila tidak panas maka didiamkan
saja karena dia menganggap itu hal biasa, ibu B juga bertanya kenapa anaknya sering
batuk pilek. Suami Ibu B mempunyai kebiasaan merokok. Saat dikaji anak rewel, dan
Ibu B berusaha membuang sekret dengan memencet hidung anak, nadi 100x/mnt dan RR
30x/mnt. Apakah masalah keperawatan pada kasus diatas?
a. Resiko tinggi terjadinya gangguan nutrisi s/d ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga yang sakit.
b. Resiko tinggi ganguan pertumbuhan perkembangan s/d ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang sakit
c. Resiko peningkatan suhu tubuh s/d ketidakmampuan keluarga dalam merawat
anggota keluarga yang sakit
d. Ketidak efektifan bersihan jalan nafas s/d ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga yang sakit.
e. Penurunan status kesehatan anak s/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal
masalah kesehatan
57. Ibu J usia 62 tahun tinggal didesa Ombo dengan cucunya yang berusia 10bulan, dan
suaminya yang berusia 67tahun. Ibu J mengatakan cucunya biasanya makan 3 kali
perhari dengan nasi centong dan sayuran, balita tersebut tidak diperkenankan untuk
makan pakai lauk karena belum saatnya untuk makan pakai lauk. Ibu mengungkapkan
balita tersebut suka minum es teh, kondisi anak saat dikaji rambut kelihatan jarang dan
tipis, tinggi badan 71 cm dan BB 9 Kg. Apakah masalah keperawatan pada kasus diatas?
a. Resiko tinggi terjadinya gangguan nutrisi s/d ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga yang sakit.
b. Resiko tinggi ganguan pertumbuhan perkembangan s/d ketidakmampuan keluarga
merawat anggota keluarga yang malnutrisi
c. Ketidak efektifan bersihan jalan nafas s/d ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga yang sakit.
d. Resiko peningkatan suhu tubuh s/d ketidakmampuan keluarga dalam merawat
anggota keluarga yang sakit
e. Penurunan status kesehatan anak s/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal
masalah kesehatan

58. Tn G usia 53 tahun menderita sakit hipertensi sejak 2 tahun lalu. Tn G tinggal di RW 5
bersama Istrinya. Tn.G mengatakan TD : 160/100 mmHg, dia minum obat hipertensi,
tetapi Tn G sering lupa minum obat dan keluarga tidak mengingatkan juga, istri Tn G
saat memasak juga masih menggunakan penyedap rasa dan garam sesuai seleranya.
Apakah masalah keperawatan pada kasus diatas?
a. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
b. Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan
c. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
d. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkugan
e. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan

59. Ibu T usia 59 tahun menderita nyeri lutut terutama saat pagi hari,saat dikaji Ibu T
mengungkapkan kejadian itu sudah berlangsung selama satu minggu ini. Ibu T
mengungkapkan tidak tahu penyebab serta dampaknya. Tindakan yang dilakukan hanyan
dikompres air hangat saja. Apakah tugas keluarga yang belum dilakukan pada kasus
diatas?
a. Ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
b. Ketidakmampuan keluarga memanfaatkan fasilitas kesehatan
c. Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan
d. Ketidakmampuan keluarga memodifikasi lingkungan
e. Ketidakmampuan keluarga mengambil keputusan

60. Anak P usia 6 tahun tinggal RT 3 RW 7 Kelurahan Hargo, dia tinggal bersama Ayah dan
Ibunya yang setiap hari juga bekerja diluar rumah. Saat dikaji Anak P mengeluh gatal-
gatal dan kemerahan ditelapak tangan dan leher, Ibunya mengungkapkan anak P
memiliki riwayat alergi makanan laut. Saat dikaji Ibu mengungkapkan hanya diberi
bedak biasa saja. Apakah masalah keperawatan pada kasus diatas?
a. Resiko peningkatan suhu tubuh s/d ketidakmampuan keluarga dalam merawat
anggota keluarga yang sakit
b. Penurunan status kesehatan anak s/d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal
masalah kesehatan
c. Gangguan integritas kulit s/d ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota
keluarga yang sakit.
d. Gangguan integritas kulit s/d ketidakmampuan keluarga dalam memanfaatkan
fasilitas kesehatan.
e. Kurang pengetahuan sehubungan dengan ketidak mampuan keluarga mengenal
masalah

61. Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa ke RSJ Menur dengan keluhan utama mendengar
suara yang menyuruh untuk memukul, orang yang berada didekatnya. Setelah dilakukan
pengkajian klien tampak mondar mandir, mulut komat kamit, klien berbicara sendiri dan
tidak kooperatif terhadap tindakan yang dilakukan oleh perawat.

Apakah intervensi yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?


a. Obat obatan
b. Menghardik
c. Bercakap-cakap
d. Melibatkan keluarga
e. Mengenal halusinasi
62. Seorang perempuan berusia 23 tahun dibawa oleh keluarga ke IGD RSJ Menur karena
berteriak ketakutan dan mnegatakan melihat bayangan hitam yang menyuruh pasien untuk
membunuh ibunya. Setelah dilakukan pengkajian pasien mondar-mandir, gelisah dan
mengatakan takut sambil menutup kedua matanya. Keluarga mengatakan semenjak pasien
ditinggal oleh suaminya sering mengunci diri di dalam kamar dan pasien tidak mandi sejak
saat itu.
Apakah masalah utama pada kasus tersebut?

a. Halusinasi
b. isolasi sosial
c. harga diri rendah
d. perilaku kekerasan
e. Defisit perawatan diri

63. Seorang Perempuan beusia 40 tahun dirawat di Ruang Melati RSJ dengan keluhan utama
sering bicara dan tertawa sendiri. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan bahwan pasien
mendengar suara mantan kekasihnya yang mengajaknya bicara, suara tersebut muncul saat
pasien sendiri.

Apakah data penunjang yang diperkukan pada pasien tersebut ?


A. Isi
B. Jenis
C. Waktu
D. Frekwensi
E. Faktor pemicu

64. Seorang Laki-laki, usia 35 tahun, dirawat di RSJ dengan keluhan mendengar suara-suara yang
menyuruh untuk memukul Ayahnya sejak 1 minggu yang lalu. Setelah dilakukan pengkajian
pasien mengatakan suara itu muncul setiap bangun tidur dan sendirian. Keluarga
mengatakan klien bercerai dengan istrinya sejak satu bulan yang lalu, pada tanggal 26 April
2016 pasien mulai tidak mau keluar rumah, tidak mau mandi serta selalu marah kepada
setiap orang yang datang

Apakah masaah keperawatan yang terjadi pada pasien tersebut?


A. Halusinasi
B. Isolasi Sosial
C. Harga diri rendah
D. Defisit perawatan diri
E. Resiko Perilaku Kekerasan

65. Seorang perempuan berusia 25 tahun di bawa ke Poli RSJ Menur karena sejak 2 minggu yang
lalu pasien mengeluh mendengar suara yang tidak ada sumbernya. Saat dilakukan
pengkajian didapatkan pasien komat kamit, mondar mandir, memukul orang yang ada
didekatnya, pasien gelisah serta tidak bisa diajak berinteraksi. Sesekali pasien terdiam sambil
tersenyum sendiri

Berapakah fase halusinasi yang dialami pasien diatas?


a. Fase 1
b. Fase 2
c. Fase 3
d. Fase 4
e. Fase 5

66. Seorang laki-laki berusia 29 tahun dirawat di rumah sakit jiwa karena tidak pernah bergaul
dengan orang lain. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan bahwa paisen selalu
menundukkan kepala ketika diajak bicara, suara lirih, pasien tidak mau melakukan aktifitas
harian, dan pasien menganggap dirinya adalah orang yang paling bodoh. Keluhan ini muncul
sejak pasiendi PHK dan menjadi pengangguran

Apakah intervensi selanjutnya yang dapat dikerjakan untuk pasien diatas?

a. Mengidentifikasi aspek positif yang dimiliki


b. Menganjurkan pasien memasukkan dalam kegiatan harian
c. Membantu pasien menilai aspek positif yang dapat digunakan
d. Mengidentifikai kegiatan-kegiatan positif yang dapat diikuti oleh pasien
e. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki oleh klien

67. Tn.Fr, 38 tahun dibawa ke RSJ oleh keluarganya dikarena sering marah-marah, bicara
sendiri dan merusak barang-barang yang ada di rumahnya. Setelah dirawat selama 2
minggu, Tn Fr sudah tenang tetapi mengeluh masih sering mendengar bisikan dari kyai
sakti yang mengatakan kalau istrinya meninggal karena disantet tetangganya.
Informasi dari keluarganya, perilaku Tn Fr berubah setelah istrinya meninggal sekitar 2
tahun yang lalu, sering diam dan menyendiri di kamar, tidak mau makan dan minum.
Apa core problem atau masalah utama dari kasus diatas?
a. Isolasi sosial
b. Perilaku kekerasan
c. Defisit perawatan diri
d. Halusinasi pendengaran
e. Koping individu tidak efektif.

68. Saudara D, umur 24 tahun seorang perawat jiwa di Ruang flamboyant RSJ Menur pada
waktu operan dinas pagi mendapatkan pasien baru yang belum sempat dikaji oleh
perawat yang dinas malam, perawat D mendapatkan data pada status pasien sebagai
berikut : keluhan utama pasien marah-marah, berterik-teriak dan memaki orang yang
mendekatinya seperti tidak mengenal orang-orang disekitarnya tetapi tidak sampai
menyerangnya. Setelah melakukan pra interaksi perawat D ingin mengkaji tentang
orientasi pasien terhadap lingkungannya.
Pertanyaan apakah yang bisa diajukan perawat D?
a. Siapakah saya?
b. Berapakah umur saudara?
c. Dimanakah anda berada hari ini?
d. Mengapa anda marah dan berteiak?
e. Apa saja yang anda lakukan disini?

69. Saudari K umur 16 tahun datang ke Puskesmas Rejoso dengan keadaan umum badan
tampak kurus, rambut acak-acakan, pakaian lusuh, gigi dan mulut kotor tidak terawat,
selalu mununduk, tidak mau menatap lawan bicara, kadang menutup wajahnya bila
ketemu orang tidak dikenal.
Untuk memastikan kalau pasien mengalami gangguan konsep diri: harga diri rendah,
data perilaku apa yang perlu dikaji oleh perawat berhubungan dengan harga diri yang
rendah?
a. Suka menyalahkan orang lain
b. Mengkritik diri sendiri dan orang lain
c. Perasaan mengambang tentang diri sendiri
d. Ketidakmampuan muntuk empati terhadap orang lain
e. Ketidakmampuan mencari kesenangan untuk mencapai sesuatu

70. Saudara S umur 37 tahun sudah 5 hari di rawat di Ruang Kutilang RSJ, setiap pagi antara
pukul 10.00-11.00 dia selalu pergi ke bawah pohon mangga lalu bicara sendiri dan tersenyum
sendiri. Begitu juga kalau malam menjelang tidur, dia juga ngomong sendiri seolah-olah ada
teman yang diajak tidur (selain pasien di ruang yang sama).

Berdasarkan hasil pengkajiannya perawat melakukan tindakan membantu klien mengontrol


halusinasinya. Bagaimanakah cara perawat membantu klien mengontrol halusinasinya?
a. Menanyakan apakah ada bisikan yang didengar?
b. Membiarkan ketika pasien sedang menikmati halusinasinya
c. Menyatakan perawat percaya pasien mengalami hal tersebut
d. Mengatakan bahwa pasien lain juga ada yang seperti pasien sekarang
e. Membuat dan melaksanakan jadwal kegiatan sehari hari yang telah di susun.

71. Saudara R berumur 19 tahun datang ke UGD RSJ karena marah- marah dan berusaha
memukul orang yang mendekatinya baik memukul langsung pakai tangan atau menggunakan
benda apa saja yang berada didekatnya. Sehingga pasien dibawa ke UGD dalam kondisi
kedua tangan terikat. Begitu melihat kondisi prilaku kekerasan yang dialami saudara R,
perawat menentukan intervensi untuk malakukan restrain.

Prinsip apa yang harus diperhatikan perawat dalam pemberian restrain mekanik?
a. Minum obat secara teratur
b. Tempatkan dalam ruang isolasi
c. Lindungi pasien dari cedera fisik
d. Batasi kesempatan berkomunikasi
e. Memakai pakaian kain terpal yang berat

72. Nn RM, berusia 30 tahun diantar keluarganya ke Rumah Sakit jiwa dengan keluhan klien
mengungkapkan dirinya tidak berguna, tidak mampu, tidak semangat untuk beraktivitas,
sering murung dikamar, tidak keluar rumah, dan malas melakukan perawatan diri. Hasil
pengkajian didapatkan data pasien tampak kurang memperhatikan perawatan diri,
berpakaian tidak rapi, lebih banyak menunduk, mengkritik diri sendiri, pesimistis, tekanan
darah 120/80mmHg, nadi 100x/menit, suhu tubuh 37C, pernafasan 24x/menit

Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada pasien Nn RM?


a. Perilaku kekerasan
b. Harga Diri Rendah
c. Defisit Perawatan Diri
d. Halusinasi pendengaran
e. Isolasi sosial : Menarik Diri
73. Seorang laki-laki, Tn. YK, berusia 35 tahun diantar keluarganya ke Rumah Sakit Jiwa dengan
keluhan klien tidak pernah keluar rumah, tidak mau bergaul dan tidak mau berbicara dengan
orang lain. Hasil pengkajian didapatkan data pasien tampak kurang memperhatikan
perawatan diri, apatis, saat ditanya diam dan menunduk, selalu menyendiri.

Apakah diagnosa keperawatan yang tepat pada pasien Tn YK?


a. Perilaku kekerasan
b. Harga Diri Rendah
c. Defisit Perawatan Diri
d. Halusinasi pendengaran
e. Isolasi sosial : Menarik Diri

74. Ny. K 25 tahun mengunjungi poliklinik psikiatrik, klien mengeluh sering merasa bersalah dan
putus asa dan sering berpikir untuk melakukan bunuh diri, namun pikiran itu tidak pernah
sekalipun dilakukannya. Keluhan dirasakan klien sejak diberitahu bahwa bayi perempuannya
yang berusia 3 bulan didiagnosis Atresia Ani dan harus dilakukan operasi, tetapi karena
keterbatasan ekonomi maka belum dilakukan. Klien saat interaksi lebih banyak menunduk
dan mengkritik diri sendiri.
Manakah intervensi yang utama untuk mengatasi masalah klien ?
a. Melindungi klien
b. Menggali perasaan klien
c. Meningkatkan harga diri klien
d. Meningkatkan koping adaptasi klien
e. Menguatkan koping yang konstruktif klien

75. Di ruang perawatan salah satu RSJ, Tn. P 45 tahun dengan riwayat perilaku kekerasan. Setelah
3 hari dirawat, Tn P masih mengungkapkan kemarahannya dengan berteriak-teriak dan
membenturkan kepalanya berkali-kali ke almari setelah menerima kunjungan dari
keluarganya. Tn. J mengatakan dia marah karena tidak diperbolehkan pulang bersama
keluarga.
Manakah tindakan keperawatan yang merupakan prinsip kesegeraan ?
a. Segera telpon dokter
b. Memberikan obat penenang
c. Memasangkan jaket restrain
d. Mengeksplorasi perasaan marah
e. Mengajarkan cara mengekspresikan marah secara konstruktif

Nn G 22 tahun dirawat di RSJ karena sering mengurung diri dikamar. Saat dikaji klien
mengatakan bahwa dirinya merasa malu karena wajahnya penuh jerawat dan usianya
sekarang belum menikah. Saat berinteraksi klien tidak mau kontak mata dan baru berbicara
bila ditanya.

Bagaimanakah sikap yang tepat perawat dalam menanggapi nilai dan keyakinan klien ?
a. saya percaya suatu saat nanti mba G akan menikah
b. Saya bisa memahami klo mba G malu karena belum menikah
c. Sebenarnya mba G tidak perlu malu jika pada usia 22 th sekarang belum menikah
d. saya memahami apa yang menyebabkan mba G malu pada usia 22 tahun belum
menikah
e. mbatahu tidak rasa malu yang mba rasakan itu adalah salah satu sebab mengapa
saat ini belum menikah
76. Ny. DS 40 tahun, dibawa ke RSJ oleh keluarga karena sejak ditinggal suaminya menikah lagi
dan melahirkan anak ketiganya klien sering mengurung diri, beribadah lama dan puasa terus
menerus sesekali berceramah dengan suara lantang. Saat dikaji Ny. DS mengatakan bahwa
dirinya utusan yang dikirim Tuhan untuk menenangkan roh-roh yang tidak tenang.

Manakah respon perawat yang tepat agar dapat mempertahankan hubungan saling
percaya ?
a. saya percaya dan mengerti kalau saat ini ibu DS merasa bahwa ibu adalah utusan
Tuhan
b. saya mengerti dengan apa yang ibu DS pikirkan, tapi saya kurang percaya kalau ibu
utusan Tuhan
c. ibu DS merasa sebagai utusan Tuhan, saya coba untuk mengerti, tapi coba ibu
perhatikan apa benar ibu adalah utusan Tuhan ?
d. Ibu DS yang baik, saya percaya apa yang ibu DS katakan, tapi orang lain pasti tidak
akan percaya dengan yang anda ungkapkan
e. saya mengerti ibu DS merasa bahwa ibu adalah utusan Tuhan, tapi sulit bagi saya
untuk mempercayainya karena setahu saya utusan Tuhan itu adalah nabi dan sekarang sudah
tidak ada lagi

77. Tn. Z, 40 tahun mencoba membakar dirinya dengan bensin karena selama dua tahun ini
mengidap penyakit HIV. Percobaan bunuh diri ini sudah sering dilakukan oleh Tn. Z. Saat
ditanyakan perasaan klien tentang penyakitnya klien merasa putus asa, pesimis dengan
hidupnya dan menyatakan ide bunuh dirinya secara berulang-ulang

Manakah pernyataan komunikasi yang benar untuk menciptakan lingkungan yang aman ?
a. Pak Z, saya temukan gunting dilaci meja Bapakini harus saya amankan
b. Pak Z, demi keamanan bapak, semua benda keras dan tajam yang ada diruang ini
harus saya amankan
c. Ternyata Pak Z masih memiliki keinginan bunuh diri, saya akan mengisolasi bapak
diruang khusus
d. Pak Z, mendengar apa yang tadi bapak utarakan, sepertinya Bapak masih
berkeinginan melakukan bunuh diri. Bagaimana kalau sekarang saya lakukan
penggeledahan di kamar Bapak!
e. Pak Z, mendengar apa yang tadi bapak utarakan, sepertinya Bapak masih memiliki
pikiran untuk melakukan bunuh diri. Bagaimana kalau sekarang saya lakukan pemeriksaan
di kamar Bapak!

78. Ny K 40 tahun dengan waham, mondar mandir dengan pandangan yang tertuju hanya pada
perawat N di ruangan yang sedang melakukan operan shift. Tiba-tiba tanpa disadari oleh
perawat N, Ny.K sudah berada di belakangnya dan menjambak rambutnya sambil
mengatakan kamu wanita nakal..tukang mengambil suami orang

Apakah tindakan yang sebaiknya perawat N lakukan pada Ny.K?


a. Melakukan restrain pada Ny. K
b. Mengidentifikasi perasaan berulang yang muncul dipikiran klien
c. Memasukkan Ny. K keruang isolasi dan memberikan obat penenang
d. Megidentifikasi dan menuhi kebutuhan Ny. K yang belum terpenuhi
e. Mengidentifikasi pencetus tindakan yang dilakukan Ny.K ke perawat N
79. Anak D, usia 7 tahun ditegur gurunya dan dihukum tidak boleh masuk kelas karena tidak
mengerjakan tugas. Kemudian An. D pulang dengan berjalan sambil membanting-banting tas
sekolahnya.

Apakah jenis mekanisme pertahan ego yang digunakan oleh An. D ?


a. Denial
b. Regresi
c. Introyeksi
d. Rasionalisasi
e. Displacement

80. Seorang perempuan Ny G, 39 tahun dirawat di unit psikiatri dengan kondisi tampak
menyendiri, tampak senyum-senyum sendiri, mulut komat kamit, dan bicara sendiri. Saat
dilakukan pengkajian Ny G mengatakan mendengar suara-suara yang mengajak bicara.

Manakah yang bukan tindakan keperawatan untuk mengendalikan halusinasi?


a. Mengenal halusinasi
b. Membantu pasien minum obat
c. Melatih pasien menghardik halusinasi
d. Melatih pasien mengungkapkan perasaanya dengan baik
e. Menganjurkan pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari

81. Seorang laki laki berusia 23 thn mengalami kecelakaan lalu lintas dan di bawa ke UGD. Dari hasil
pengkajian tingkat kesadaran didapatkan data sebagai berikut. Pasien membuka mata setelah diberi
perintah, pasien hanya menggumam dan gerakan pasien melokalisir nyeri.

Berapakah nilai GCS pada kasus tersebut ?

a. 1-1-1

b. 2-2-4

c. 2-2-3

d. 3-2-5

e. 3-3-5

82. Seorang perempuan berusia 36 Thn mengalami kecelakaan dan dibawa ke UGD. Pasien mengeluh
sesak dan kesakitan di bagian dada, terdapat perdarahan di hidung dan mulut, tampak deformitas
pada lengan kiri dan abrasi diseluruh dada. Skala nyeri 4, Skor GCS : 13, TD : 100/80 mmHg; frekuensi
nadi : 100x/menit; frekuensi nafas: 30x/menit.

Apakah masalah keperawatan pada kasus diatas?

a. Pola nafas tidak efektif

b. Gangguan pertukaran gas

c. Gangguan rasa nyaman nyeri


d. Bersihan jalan nafas tidak efektif

e. Gangguan perfusi jaringan cerebral

83. Seorang laki-laki berusia 7 thn, terjatuh dari sepeda. Ia mengalami perdarahan profus yang keluar
melalui luka sepanjang 6 cm pada sisi medial paha kanannya

Apakah tindakan segera yang harus dilakukan untuk menghentikan perdarahan?

A. Beri tourniquet.

B. Penekanan langsung pada luka.

C. Penekanan langsung pada arteri femoralis.

D. Chek tekanan darahnya.

E. Lakukan immobilisasi dengan pembidaian

84. Seorang laki-laki berusia 53 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri di dada sebelah kiri, seperti
ditusuk- tusuk, menjalar ke lengan kiri, rahang, dagu dan punggung, nyeri dirasakan sudah lebih dari
20 menit, keluar keringat dingin, muntah. Setelah dilakukan pemeriksaan EKG didapatkan segmen ST
elevasi di lead V1-V6.

Manakah arteri koronaria yang mengalami sumbatan pada kasus tersebut?

a. Left Anterior Descending

b. Left Coronary Artery

c. Sircumlex

d. Right Coronary Arteri

e. Aorta Descending

85.Seorang perempuan berusia 38 tahun dibawa ke UGD setelah jatuh dan tidak sadar. setelah
dilakukan cek kesadaran pasien tidak berespon, dan nadi carotis tidak teraba.

Apakah tindakan yang dilakukan pada kasus diatas?

a. Bawa pasien ke tempat yang aman

b. Berikan resceu breathing

c. Lakukan RJP 5 Siklus

d. Lakukan RJP sampai ada respon atau sampai bantuan datang


e. Stabilisasi airway

86.Seorang laki- laki berusi 47 tahun datang ke UGD dengan keadaan tidak sadar. keluarga mengatakan
pasien mendadak tidak sadar pada saat membersihkan rumah. riwayat penyakit dahulu, pasien
menderita hipertensi sejak 5 tahun yang lalu.

Pasien apakah berdasarkan gejala di atas?

a. Stroke non hemoragik

b. Stroke hemoragik

c. Stroke infark

d. Cedera otak

e. Koma hipoglikemia

87. Seorang laki laki berusia 40 tahun korban kecelakaan sepeda dibawa ke UGD. Dari hasil pengkajian
Didapatkan suara ngorok, muntah, TD: 180/100 mmHg, frekuensi Nadi : 60 x/ menit, frekuensi nafas
20 x/ menit, pemeriksaan GCS dengan rangsangan nyeri respon membuka mata, suara tidak jelas,
ekstensi anggota gerak.

Apakah kemungkinan diagnose medis pasien tersebut?

a. Cedera otak ringan

b. Cedera otak sedang

c. Cedera otak berat

d. Stroke haemoragik

e. CVA infark

88. Seorang pria berusia 35 tahun dibawa ke UGD dalam keadaan lemah dan pucat. pasienmengeluh
sesak dan nyeri pada dada. Dari hasil pegkajian didapatkan frekuensi nafas 30x/menit, TD : 110/ 70
mmHg, frekuensi Nadi : 90x/mnt.

Apakah masalah keperawatan pada kasus diatas?

a. Pola nafas tidak efektif

b. Bersihan jalan nafas tidak efektif

c. Gagguan rasa nyaman nyeri

d. Kelebihan cairan dan elektrolit


e. Gangguan rasa aman cemas

89. Seorang anak, usia 8 tahun, dibawa ke UGD dengan keluhan sesak dan memegangi lehernya. setelah
2 menit pasien tiba-tiba tidak sadar.

Apakah tindakan selanjutnyapada pasien tersebut?

a. Mengecek denyut nadi carotis

b. Mengecek denyut nadi brakhialis

c. Melihat pergerakan dinding dada

d. Melihat pernapasan cuping hidung

e. Melihat penggunaan otot bantu pernapasan

90.Seorang perempuan, usia 25 tahun, datang ke UGD dengan keluhan sesak sejak tadi malam, pada
saat anamnesis pasien tidak dapat menceritakan keluhannya dengan lancar. Terdapat whezzing di
semua lapang paru, frekuensi nafas = 30 x/menit, PCH (+), retraksi intercostae (+).

Apakah tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien tersebut?

a. kolaborasi pemberian tx iv line

b. Memberikan nebulizer

c. Memberikan posisi fowler

d. Melakukan fisioterapi dada

e. Memberikan oksigen dengan nasal canula

91. Seorang laki-laki, berusia 68 tahun, datang ke UGD dengan keluhan sesak beberapa jam yang lalu.
Pasien mengatakan tiba-tiba dadanya terasa berat dan susah untuk bernapas. frekuensi nafas= 32
x/menit, gerakan dada asimetris, suara napas melemah di dada sebelah kanan, pernapasan cepat
dan dangkal, nilai SaO2 = 80%.

Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut?

a. Mengkaji pernafasan cuping hidung

b. Memberikan posisi semi fowler

c. Kolaborasi dengan dokter dalam pemasangan needle thoracosentesis

d. Melakukan observasi SaO2


e. Memberikan oksigen dengan nasal canula

92. Seorang laki-laki, usia 45 tahun, datang ke UGD dengan keluhan sesak sejak tadi malam dan dalam
kondisi gelisah. Hasil pemeriksaan fisik : frekuensi nafas = 40 x/menit, diaforesis, PCH (+), takipnea,
retraksi intercostae (+),ronkhi basah di seluruh lapang paru.

Apakah tindakan pada pasien tersebut?

a. Memasang IV line kolaborasi pemasangan iv line

b. Memberikan nebuliser kolaborasi pemeberian nebulizer

c. Memberikan posisi fowler

d. Memberikan injeksi furosemid kolaborasi injeksi furosemide

e. Memberikan oksigen dengan non-rebreathing mask

93. Seorang laki-laki, usia 34 tahun, datang ke UGD setelah mengalami kebakaran. Badan pasien terbakar
di daerah leher, wajah, dada, dan kedua tangan. Suara pasien parau, terdapat jelaga di rongga mulut,
mengalami sesak napas, RR = 30 x/menit.

Apakah tindakan yang dilakukan pada pasien tersebut?

a. Memasang trakeostomi

b. Memasang endotracheal tube

c. Memasang oropharingeal airway

d. Memberikan oksigen dengan nasal canula

e. Memberikan oksigen dengan non-rebreathing mask

94. Seorang laki-laki usia 40 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri dada terus-menerus diikuti
dengan sesak. Nyeri tidak hilang dengan istirahat ataupun pemberian obat antiangina. TD : 140/90
mmHg, frekuensi nafas : 28x/menit, frekuensi nadi : 100x/menit.

Apakah tindakan keperawatan yang dilakukan pada kasus diatas ?

a. Mengobservasi nyeri

b. Memberikan oksigenasi

c. Mengatur posisi telentang

d. Mengukur tanda-tanda vital

e. Memberikan HE tentang penyebab nyeri dada


95. Seorang laki-laki usia 45 tahun dengan berat badan 65 kg dirawat di critical care unit mengalami
penurunan hemodinamik. TD 70/40 mmHg, frekuensi nadi 120-130 x/menit, frekuensi nafas 32
x/menit, produksi urin 80 cc/3 jam. Kulitpasien tampak pucat, akral dingin, dan CRT >3 detik.

Apakah masalah keperawatan pada pasien tersebut?

a Intoleransi aktivitas

b Gangguan eliminasi uri

c Penurunan curah jantung

d Gangguan pertukaran gas

e Ketidakefektifan pola nafas

96. Seorang perempuan usia 34 tahun dirawat di UGD . TTV frekuensi Nadi : 110x/menit dengan irama
ireguler.

Apakah jenis pemeriksaan laboratorium yang sebaiknya dilakukan untuk mengetahui penyebab
gangguan tersebut?

a Elektrolit

b Faal hepar

c Faal ginjal

d Gula darah

e Darah lengkap

97. Seorang perempuan usia 45 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan sesak nafas, lemah, dan bengkak
pada kedua tungkai kaki. Hasil rontgen menunjukkan kardiomegali dan efusi pleura masif. Suara paru
ronkhi di kedua lapang paru bagian bawah. SaO2 90%.

Apakah masalah keperawatan pada kasus tersebut?

a Gangguan pertukaran gas

b Penurunan curah jantung

c Ketidakefektifan pola nafas

d Penurunan perfusi jaringan

e Ketidakefektifan bersihan jalan nafas


98. Seorang laki-laki usia 50 tahun dibawa ke UGD dengan keluhan nyeri dada sebelah kiri menjalar
sampai ke punggung, dirasakan seperti terbakar, durasi >30 menit dan tidak hilang dengan
nitrogliserin.

Apakah tindakan kolaboratif yang dilakukan pada pasien tersebut?

a Pemeriksaan EKG

b Pemasangan intra vena line

c Pemeriksaan enzim jantung

d Pemberian analgesik narkotik

e Pemberian analgesik golongan NSAID

99. Seorang anak,usia 5 tahun datang ke UGD dengan keluhan susah napas. Menurut keluarga, anak
bermain disekitar peternakan lebah dibelakang rumah. Frekuensi nadi 100x/menit teraba cepat dan
lemah. Anak tampak sianosis.

Berdasarkan analisis kasus, jenis syok apakah yang dialami anak tersebut?

a. Syok hipovolemik
b. Syok kardiogenik
c. Syok neurogenik
d. Syok anafilaksis
e. Syok septic

100. Seorang laki-laki, usia 36 tahun, BB 68 Kg , diantar rekannya ke UGD dengan keluhan nyeri akibat luka
bakar karena ledakan gas di lokasi kerja. Dari hasil pengkajian, ditemukan luka bakar 27% di dada,
perut dan lengan. Tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi nadi 110x/menit, frekuensi pernafasan
21xpermenit.

Berapa ml cairan yang harus diberikan dalam 8 jam pertama?

a. 1800 ml
b. 2500 ml
c. 3700 ml
d. 4800 ml
e. 7300 ml

101. Seorang perempuan usia 42 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan keluar
darah segar saat BAB sudah 3 hari dan daerah anus terasa nyeri sehingga sulit dibuat tidur dan
beraktivitas. Hasil pemeriksaan fisik: wajah tampak pucat, terdapat benjolan didaerah perianal yang
tidak dapat dimasukkan ke anus dengan jari. Tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 88x/menit, RR 20
x/menit, suhu 37C. Pasien tampak tegang dan bertanya ke perawat tentang kemungkinan tindakan
operasi untuk penyakitnya.
Apakah diagnosa keperawatan yang utama?

a. Ansietas

b. Keterbatasan aktivitas

c. Kurangnya pengetahuan

d. Gangguan rasa nyaman (nyeri)

e. Gangguan pola istirahat tidur

102. Seorang perempuan usia 42 tahun dirawat di ruang bedah, post op hemorrhoidektomy hari
ke 3. Pasien mengeluh minta segera pulang karena tidak kerasan di rumah sakit dan luka post
operasinya sudah tidak nyeri. Tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 80x/menit, RR 18 x/menit, suhu
38C.

Apakah tindakan saudara?

a. Memberikan inform consent

b. Melakukan pendekatan personal

c. Konsultasi ke dokter yang merawat

d. Mengajarkan tehnik relaksasi nyeri

e. Memberikan obat antipiretik sesuai advis

103. Seorang perempuan usia 49 tahun dirawat di ruang bedah selama 5 hari, post op Ca
mammae. Setelah selesai proses perawatan, Pasien diijinkan pulang oleh dokter, tapi pasien tampak
murung dan menangis sedih ketika mendengarnya. pasien minta dirawat sampai luka post.op nya
benar-benar tidak nyeri, kering dan sembuh.

Apakah pendidikan kesehatan yang tepat diberikan pada pasien?

a. Menganjurkan kontrol

b. Manfaat perawatan di rumah

c. Pentingnya perawatan payudara

d. Memberikan penjelasan tentang tehnik relaksasi nyeri

e. Menjelaskan prosedur perawatan dan proses pemulihan post.op


104. Seorang laki-laki berusia 46 tahun dirawat di ruang penyakit bedah sejak 6 hari yang lalu, dengan
diagnosa CVA dan kelumpuhan. Pasien mengeluh sedikit pusing, tubuhnya terasa capek semua dan
kulitnya terasa perih. K/U lemah, Pasien dalam posisi tidur terlentang. Tekanan Darah 170/100
mmHg, Nadi 88 x/menit, Suhu 38C, pernafasan 18 x/menit.

Apakah pengkajian lanjutan untuk Pasien ?

A. Amati posisi tidur Pasien

B. Monitor Tekanan darah rutin

C. Catat perkembangan ROM Pasien

D. Identifikasi kulit Pasien area dekubitus

E. Observasi tanda-tanda peningkatan TIK

105. Seorang laki-laki berusia 45 tahun di rawat di ruang bedah, post op appendiktomy. Pasien
mengeluh nyeri pada luka post op sehingga tidak bisa tidur, perut sebah dan mual. Setelah 5 hari
menjalani perawatan, Pasien sudah diperbolehkan pulang oleh dokternya.

Apakah kriteria yang tepat untuk mengevaluasi keberhasilan perawatan ?

A. Luka post op appendiktomy sudah kering

B. Kebutuhan tidur di RS terpenuhi

C. Melakukan ADL dengan dibantu

D. Keluhan nyeri berkurang

E. Intake nutrisi adekuat

106. Seorang perempuan usia 35 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan kepala sedikit
pusing dan tidak bisa tidur sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh was-was, kondisi ini dialami
sejak Pasien akan operasi katarak pada mata sebelah kanan.

Apakah masalah keperawatan utama pada kasus diatas?

A. Gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur

B. Gangguan persepsi sensori; penglihatan

C. Gangguan rasa nyaman (nyeri)

D. Resiko tinggi cidera

E. Ansietas
107. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan gatal di sekitar
ostoma. Hasil pengkajian didapatkan: ostoma berwarna merah dan basah, saat daerah sekitar
ostoma ditekan; tidak mengeluarkan darah maupun nanah. Pasien riwayat post operasi kolostomi
dua bulan yang lalu.

Apakah tindakan keperawatan yang diberikan?

A. Membersihkan ostoma dengan NaCl 0,9%

B. Menutup ostoma dengan kassa kering

C. Menekan daerah iritasi dengan lembut

D. Mengoleskan salep antibiotik

E. Memasang kolostomi-bag baru

Kasus (vignete)

108. Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan gatal dan agak nyeri di
sekitar luka operasi. Pasien riwayat post operasi batu ginjal dua minggu yang lalu.

Apakah pengkajian yang harus dilakukan?

A. Memeriksa lebih lanjut daerah luka pos op

B. Identifikasi derajat dan kualitas nyeri

C. Observasi tanda-tanda vital

D. Palpasi kandung kemih

E. Pantau urin Pasien

109. Seorang laki laki berumur 46 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak
sudah 1 minggu. Riwayat penyakit TB paru 2 tahun lalu dan putus pengobatan OAT sejak 3 bulan lalu
karena Pasien merasa bosan minum obat.

Apakah pendidikan kesehatan yang tepat diberikan pada Pasien ?

a. Menyampaikan tanda dan gejala TB paru

b. Mengingatkan agar teratur minum OAT

c. Menjelaskan dampak putus/berhenti minum OAT

d. Memberitahukan pentingnya kontrol di puskesmas


e. Mengajarkan cara minum obat yang tidak membosankan

110. Perempuan berusia 35 tahun di rawat di ruang bedah, post op appendiktomy hari ke-2.
Pasien mengeluh belum BAB, disertai rasa tidak nyaman/sebah di perut sehingga tidak ada nafsu
makan. Pasien belum bisa duduk, karena masih pusing kalau dibuat duduk. Hasil pemeriksaan fisik :
KU lemah, Bising usus 3x/menit, TD 100/70 mmHg, frekuensi nadi 80x/menit, frekuensi pernafasan
18x/menit, Suhu 37C.

Apakah tindakan mandiri perawat ?

a. Memberikan bantuan ADL setiap saat

b. Memberikan kompres hangat di daerah perut

c. Meningkatkan intake cairan (infus 20 tts/mnt)

d. Memberikan posisi miring kanan/kiri tiap 2 jam

e. Memberikan makan lunak dengan penyajian dan hangat

111. Seorang laki-laki berusia 35 tahun, diantar keluarga ke rumah sakit dengan keluhan tidak
buang air besar sejak 5 hari yang lalu, perut terasa sebah dan anoreksia. Hasil pemeriksaan/palpasi
abdomen teraba keras. Kebiasaan minum pasien hanya 500 cc perhari dan jarang makan sayuran
dan buah.

Apakah yang harus dilakukan oleh perawat?

a. Mengkaji lebih lanjut penyebab konstipasi

b. Melakukan huknah pada pasien

c. Menganjurkan banyak minum

d. Memberikan manual manuver

e. Memberikan diit tinggi serat

112. Seorang laki-laki berusia 25 tahun, dirawat di bangsal medikal bedah suatu rumah sakit
dengan post operasi ORIF hari ke-4 akibat fraktur femur dekstra 1/3 distal. Pasien mengeluh nyeri
dan kaku terutama pada kaki sebelah kanan.

Apakah tindakan keperawatan yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi?

A. Elevasi area fraktur

B. Latihan ROM tungkai

C. Alih baring setiap 2 jam


D. Lakukan masase pada area fraktur

E. Mobilisasi berjalan sedini mungkin

113. Seorang perempuan berusia 25 tahun di rawat di bangsal penyakit dalam, pesien terpasang
gips pada kaki kanan akibat fraktur tibia 1/3 proksimal selama 3 hari. pasien mengeluhkan kaki yang
fraktur seperti mati rasa (parastesia) sejak satu jam lalu, akral dingin.

Apakah tindakan pertama yang dilakukan oleh perawat?

A. Melaporkan kepada dokter atas temuan

B. Melatih mobilisasi pada kaki yang fraktur

C. Meninggikan kaki yang fraktur dari posisi tubuh

D. Memeriksa gips yang terpasang pada kaki yang fraktur

E. Memeriksapulsasi nadi, nyeri, paralisis pada kaki yang fraktur

114. Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat di ruang penyakit dalam, dengan keluhan kesulitan
berkemih, badan cepat lelah dan terasa berat, nafsu makan menurun, hasil pemeriksaan: edema
pada muka dan kaki, kulit kering, urine tampung 500 cc / 24 jam, hasil laboratorium: ureum 73
mg/dL, kreatinin : 4,1 mg/dL.

Apakah masalah utamakeperawatan pada kasus tersebut ?

A. Intoleran aktivitas

B. Kelebihan volume cairan

C. Gangguan integritas kulit

D. Gangguan eliminasi bak: retensi urine

E. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

115. Seorang laki-laki 60 tahun dirawat bangsal medikal bedah mengatakan nyeri pada area genitalnya
terasa panas dan perih, nyeri bertambah apabila merubah posisi, ekspresi wajah tampak menahan
rasa sakit, skala nyeri 4 (1-10). Pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah: 130/80 mmHg,
nadi: 90 x/mnt, suhu: 37 0C , pernafasan: 23 x/mnt, terpasang kateter menetap, dengan diagnosis
post Trans Urethra Resection (TUR) BPH hari-1.

Apakah intervensi keperawatan yang tepat pada kasus diatas ?

A. Berikan analgetik
B. Berikan kompres hangat

C. Ajarkan tehnik relaksasi atau distraksi

D. Observasi kepatenan kateter menetap

E. Berikan posisi berbaring selama 24 jam pertama

116. Seorang laki-laki berusia 57 tahun dirawat di ruangan medikal bedah dengan penurunan
kesadaran. Hasil pemeriksaan menunjukkan: pasien mampu membuka mata setelah diberikan
rangsang nyeri pada area sternum, saat diberi pertanyaan hanya menggumam.posisi kedua tangan
deserebrasi

Berapakah nilai Glasgow Coma Scale (GCS) pasien tersebut?

A. E3 V5M4

B. E3 V4M4

C. E3 V3M3

D. E2 V2M3

E. E2 V2M2

117. Seorang laki-laki berusia 20 tahun dirawat di ruangan bedah hari ke-3 dengan cedera kepala.
Saat dilakukan pemeriksaan, pasien mengalami penurunan kesadaran dengan GCS E3V2M3, kesan
hemiparese sinistra, tekanan darah 220/100 mmHg, suhu 37.6C, Nadi 76 kali/menit, pernapasan 30
kali/menit, irreguler. Terdengar ronkhi pada seluruh area lapang paru. Saat ini sudah diberikan
oksigen dengan masker rebreathing 6 liter/menit.

Apakah masalah keperawatan utama pada pasien tersebut?

A. Gangguan pola napas

B. Resiko pengingkatan TIK

C. Gangguan pertukaran gas

D. Gangguan perfusi jaringan serebral

E. Ketidakefektifan bersihan jalan napas

118. Seorang pasien, usia 49 tahun datang di poli bedah dengan keluhan ada benjolan di leher
bagian depan, dia merasa nyeri saat menelan dan sesak saat bernafas. Dokter yang menangani
memutuskan untuk melakukan tindakan operasi. Pemeriksaan fisik teraba massa dianterior leher,
tekanan darah 130/90mmhg, nadi 98x/menit dan frekuensi pernafasan 23x/menit. Data laborat TSH,
T3 dan T4 normal.

Apakah tindakan pendidikan kesehatan yang penting untuk persiapan pasien setelah operasi nanti?
A. Menjelaskan tentang tehnik batuk yang efektif

B. Menjelaskan tentang prosedur perawatan luka

C. Menjelaskan tentang biaya yang perlu dipersiapkan

D. Menjelaskan tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi

E. Menjelaskan tentang komplikasi yang mungkin terjadi

119. Seorang Laki-laki usia 45 tahun dirawat di ruang penyakit dalam dengan diagnosa SLE dengan
komplikasi kerusakan ginjal stadium akhir. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan bengkak (odem
anasarka) dan anuria. Hasil pemeriksaan laboratorium : BUN 90 mg/dl, kreatinin 7,2 mg/dl
Apakah tidakan kolaborasi yang tepat terhadap kasus diatas?
A. memberikan oksigen
B. memberikan diuretik
C. melakukan hemodialisa
D. memberikan terapi cairan
E. memberikan obat imunosupresan

120. Seorang perempuan usia 30 tahun dirawat di ruang paru dengan keluhan sesak napas.
Pasien memiliki riwayat asma sejak kecil. Hasil pemeriksaan fisik: TD 110/70 mmHg, frekuensi nadi
110 x/menit (nadi teraba lemah), frekuensi napas 30 kali/menit, Suhu 37 0C, bibir dan kuku pucat.
Saturasi oksigen menunjukkan 90%. Tindakan yang akan dilakukan adalah kolaborasi pemberian
oksigen.
Apakah alat yang paling tepat digunakan pada pasien tersebut?
A. Nasal Canul
B. Masker Ventury
C. Masker Sederhana
D. Masker Rebreathing
E. Masker Non Rebreathing

121. Seorang ibu multipara, usia 28 tahun, dirawat di bangsal maternitas. Pasien masuk masa nifas
hari ke 2 postpartum, pasien mengeluh mules terutama saat menyusui, sehingga ibu enggan untuk
menyusui dan tidak bisa tidur. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan payudara lembek, colostrum +/+,
kontraksi uterus baik, Tinggi Fundus Uteri (TFU) 2 jari dibawah pusat, lochea rubra cukupan dan tidak
bau.
Apa masalah keperawatan utama pada kasus diatas?
a. Ketidakefektifan menyusui
b. Gangguan rasa nyaman
c. Gangguan pola tidur
d. Resiko perdarahan
e. Resiko infeksi
122. Seorang ibu primipara, usia 28 tahun, dirawat di bangsal maternitas, 8 jam postpartum pasien
mengungkapkan takut untuk kencing karena luka jahitan pada perineumnya terasa perih. Hasil
pemeriksaan fisik didapatkan TFU 1 jari diatas pusat, kontraksi uterus baik, vesika urinaria teraba
distensi, pada perineum terdapat jahitan, keadaan jahitan baik.
Apa masalah keperawatan utama pada kasus diatas?
a. Gangguan rasa nyaman nyeri
b. Resiko perdarahan
c. Resiko infeksi
d. Retensi urine
e. Ansietas

123. Seorang perempuan berusia 27 tahun, para 2, nifas hari ke 2, bayi meninggal. Dari hasil
pemeriksaan fisik didapatakan payudara lembek, puting susu menonjol, areola hiperpigmentasi,
Colostrum +/+ .
Apa intervensi yang tepat untuk kasus diatas?
A. Anjurkan ibu untuk melakukan stimulasi pada puting susu
B. Motivasi ibu untuk melakukan perawatan payudara nifas
C. Anjurkan ibu untuk melakukan bebat tekan
D. Berikan dukungan pada Ibu
E. Berikan nutrisi adekuat

124. Seorang perempuan berusia 21 tahun, primipara, nifas hari ke 2, mengeluh ASI keluar sedikit ,
nyeri pada puting saat menyusui dan bayi hanya menghisap pada puting saja. Pemeriksaan fisik
didapatkan payudara lembek, puting susu menonjol dan lecet, Colostrum +/+.
Apa intervensi yang tepat untuk kasus diatas?
A. Anjurkan untuk memerah ASI untuk merangsang pengeluaran ASI
B. Motivasi Ibu untuk meneteki setiap 3 jam sekali
C. Berikan PASI untuk memenuhi kebutuhan bayi
D. Ajarkan teknik menyusui yang benar
E. Ajarkan perawatan payudara nifas

125. Seorang ibu multipara, nifas hari ke 2 postpartum mengeluh mules terutama saat menyusui,
sehingga ibu enggan untuk menyusui dan tidak bisa tidur. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan
payudara lembek, colostrum +/+, kontraksi uterus baik, Tinggi Fundus Uteri (TFU) 2 jari dibawah
pusat, lochea rubra cukupan dan tidak bau
Apa intervensi yang tepat untuk kasus diatas?
a. Anjurkan ibu untuk mobilisasi untuk mencegah locheastasis yang dapat meningkatkan rasa
mules
b. Jelaskan bahwa kemunngkinan penyebab mules adalah karena adanya infeksi pada rahim
c. Anjurkan ibu untuk memerah ASI sehingga ibu tidak perlu menyusui secara langsung
d. Jelaskan penyebab mules akibat kontraksi uterus dan itu adalah fisiologis
e. Anjurkan ibu untuk tetap meneteki

126. Seorang perempuan nulipara berkunjung ke BKIA untuk mendapatkan pelayanan KB. Hasil
pengkajian didapatkan usia 21 tahun, siklus haid tidak teratur, tidak ada riwayat penyakit jantung,
hipertensi dan diabetes melitus, perempuan tersebut ingin menunda kehamilan untuk sementara
waktu.
Apa jenis kontrasepsi yang tepat untuk diberikan pada perempuan tersebut?
a. KB alamiah sistem pantang berkala
b. Pil oral kombinasi
c. Susuk/ Implant
d. Minipil
e. AKDR

127. Seorang bayi baru lahir dengan berat badan lahir 3500 gram. Pada hari kedua bayi mengalami
penurunan berat sebanyak 250 gram. Pada bayi dilakukan inisiasi menyusui dini dan juga pemberian
asi eksklusif, namun ASI masih belum keluar. Ibu merasa cemas dengan penurunan berat tersebut.
Apa intervensi yang tepat untuk kasus diatas?
a. Anjurkan Ibu untuk memberikan PASI untuk mencegah penurunan berat badan
b. Anjurkan Ibu untuk memberikan cairan glukosa untuk mencegah hipoglikema
c. Anjurkan ibu untuk menghentikan pemberian ASI sampai dengan ASI keluar
d. Anjurkan pada ibu untuk tetap menyusui tanpa pemberian PASI
e. Anjurkan ibu untuk tetap menyusui disertai pemberian PASI

128. Seorang bayi laki-laki, baru lahir dengan berat badan lahir 3500 gram. Pada saat pengkajian
didapatkan bayi terjaga, mata terbuka, berespon terhadap stimulus, menghisap penuh semangat,
menangis, pernapasan 80 x/mnt, denyut nadi 180 x/menit.
Apa intervensi yang tepat untuk kasus diatas?
a. Membungkus bayi dengan selimut tebal
b. Mengenakan baju dan topi pada bayi
c. Menghangatkan di Infant warmer
d. Perlekatan kulit ibu dan bayi
e. Merawat bayi di inkubator
129. Seorang perempuan hamil, umur 25 tahun, hamil anak I, datang ke Poli BKIA RSK dengan
keluhan : ammenorhea 7 bulan, HPHT 28 Oktober 2013, siklus haid 30 hari, hasil pemeriksaan fisik:
TFU 2 jari atas pusat, puka, let kep U
Kapan perkiraan persalinan untuk kasus diatas?
a. 4 7 2014
b. 4 8 2014
c. 6 8 2014
d. 5 7 2014
e. 5 8 2014

130. Seorang perempuan berusia 34 tahun, para 4, nifas hari ke 6, dengan riwayat persalinan partus
anjuran atas indikasi ketuban pecah dini. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan payudara teraba
lembek, puting susu menonjol, ASI +/+, lochea rubra, setengah pembalut dalam 4 jam, berbau. Suhu
380C, Nadi 96 x/menit, Tekanan darah 120/80 mmHg.
Apa intervensi yang tepat untuk kasus diatas?
A. Ajarkan perawatan payudara nifas untuk meningkatkan produksi ASI
B. Massase fundus uteri untuk mencegah perdarahan
C. Kolaborasi pemberian uterotonika
D. Kolaborasi pemberian antibiotik
E. Kolaborasi pemberian analgesik

131. Perempuan 34 tahun G1P0 hamil 26 minggu dengan diabetes melitus lebih dari 5 tahun datang
keklinik kebidanan mengeluh sakit kepala, berkeringat, dan merasa sangat gugup (nervous). Apakah
yang terjadi pada klien berdasarkan kasus diatas?
a. Hipoglikemia
b. Hiperemesis gravidarum
c. Hipotiroidisme
d. Phenylketonuria
e. Hiperglikemia

132. Perempuan 25 tahun 7 hari postpartum, datang kepoliklinik kebidanan. Mengeluh payudara
terasa nyeri dan lecet sehingga takut untuk menyusui bayinya. Klien mengatakan bayinya sering
menangis meskipun telah disusui. Apakah tindakan perawatan yang tepat pada klien?
a. Penggunaan susu formula
b. Nutrisi setelah melahirkan
c. Perawatan puting dan payudara
d. Posisi menyusui yang baik dan benar
e. Cara merangsang bayi untuk menyusu
133. Seorang perempuan, 23 tahun datang ke UGD dengan perdarahan jalan lahir. Mengaku
amenorrhea 16 minggu yang lalu. Dari hasil pemeriksaan didapatkan data: TFU 1 jari di atas simphisis
pubis, kontraksi kuat. Hasil pemeriksaan dalam: portio lunak, pembukaan (+).Apakah yang dialami
oleh Ny L berdasarkan pengkajian yang telah anda lakukan?
a. KET
b. Molahidatidosa
c. Abortus
d. Plasenta Previa
e. Solutio Plasenta

134. Seorang perempuan, P4A0 post partum 3 hari yang lalu, tampak sedih, marah dan frustasi
karena bayi yang dilahirkannya tidak sesuai dengan harapannya. Apakah yang dialami oleh pasien
diatas?
a. Bipolar
b. Gangguan mood
c. Post partum blues
d. Depresi postpartum
e. Psikosis postpartum

135. Seorang perempuan berusia 21 tahun hamil anak pertama dengan usia kehamilan 37 minggu
datang ke Rumah Sakit dengan keluhan mulas-mulas yang dirasakan semakin sering dan terdapat
pengeluaran cairan bening dari jalan lahir. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan servik 8
cm, penurunan kepala 3/5, terdapat molase tetapi masih dapat dipisahkan, selaput ketuban sudah
pecah dan kontraksi uterus 5 x 10 menit lama 45 detik. Apakah tindakan keperawatan utama yang
tepat untuk mengatasi masalah keperawatan pada kasus diatas?
a. Memantau kontraksi uterus
b. Mengajarkan tekhnik meneran
c. Mengobservasi pembukaan servik
d. Menganjurkan klien untuk miring kiri
e. Mengatasi nyeri dengan lumbal pressure

136. Seorang perempuan dalam keadaan hamil, berusia 25 tahun datang ke Rumah Sakit Islam sudah
dalam keadaan inpartu. Hasil pemeriksaan didapatkan tekanan darah 140/80 mmHg, pembukaan
servik 10 cm, penurunan kepala 1/5 dan denyut jantung janin 135 x/menit. Pasien segera dipimpin
untuk meneran dan 20 menit kemudian bayi perempuan lahir dengan selamat, berat badan 3000
gram, panjang badan 48 cm, bayi menangis dengan spontan.
Apakah tindakan manajemen aktif kala tiga persalinan yang harus segera dilakukan setelah
bayi lahir?
a. Berikan ergometri
b. Lakukan massase fundus
c. Lakukan manual plasenta
d. Berikan oksitosin 10 unit IM
e. Lakukan penegangan tali pusat terkendali
137. Seorang perempuan hamil 37 minggu masuk kala II persalinan segera dipimpin untuk meneran.
Pada pukul 21.30 WIB seorang bayi laki-laki lahir, berat badan 2800 gram, tinggi badan 45 cm dan
bayi menangis spontan. Plasenta lahir 5 menit setelah bayi lahir dan diperkiraan kehilangan darah
150 ml. Observasi pemantauan keadaan umum pasien dilakukan secara ketat selama dua jam
pertama pasca persalinan.
Apakah masalah keperawatan utama yang harus diperhatikan oleh seorang perawat
maternitas yang kemungkinan beresiko pada kala IV persalinan?
a. Retensi urin
b. Resiko perdarahan
c. Resiko tinggi infeksi
d. Gangguan rasa nyaman: Nyeri
e. Resiko gangguan perlekatan orang tua dan bayi

138. Seorang bayi perempuan lahir pada tanggal 20 Oktober 2013 pukul 05.15 WIB dengan berat
badan 3100 gram. Kondisi bayi waktu lahir bernafas spontan frekuensi pernafasan 40-48 kali/menit,
tidak ada tarikan dinding dada bawah, frekuensi jantung 130-140 kali/menit, warna kulit kemerahan,
tonus otot aktif. Setelah bayi lahir segera dilakukan IMD kemudian diberikan pemberian vitamin K 1 1
mgintramuskularserta salep mata.
Apakah tujuan utama pemberian vitamin K1 pada bayi baru lahir?
a. Mencegah terjadinya infeksi bayi baru lahir
b. Mencegah terjadinya asfiksia bayi baru lahir
c. Mencegah terjadinya perdarahan bayi baru lahir
d. Mencegah terjadinya hipothermi bayi baru lahir
e. Mencegah terjadinya hidrochephalus bayi baru lahir
139. Seorang wanita berusia 27 tahun dibawa ke UGD karena mengalami perdarahan pasca
melahirkan. Pada saat pengkajian di ruang kebidanan, perdarahan sudah tidak muncul, konjungtiva,
bibir, dan kuku terlihat pucat, badan lemah, nafsu makan menurun. Tekanan darah 110/90 mmHg,
frekuensi nadi 72 x/menit, frekuensi pernafasan 18 x/menit, Nilai Hb 6,2 g/dL (normal Hb 13-17
g/dL). Apakah diagnosa keperawatan prioritas dari kasus tersebut?
a. Pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
b. Gangguan perfusi jaringan perifer
c. Defisit volume cairan dan elektrolit
d. Risiko perdarahan ulang
e. Penurunan curah jantung

140. Ibu post partum, 23 tahun berada di Klinik Bersalin, telah melahirkan bayi laki-laki 30 menit
yang lalu dengan berat badan 3800 gram. Mengeluh nyeri pada jalan lahir. Hasil pemeriksaan,
robekan derajat III pada perinium, perdarahan 200 cc, tinggi fundus uteri 2 jari di atas pusat. Apakan
tindakan yang diberikan pada pasien tersebut?
a. Melakukan rujukan ke Rumah Sakit
b. Memberikan obat anti perdarahan
c. Memasang cateter untuk mengeluarkan urine
d. Menjahit luka perinium setelah dilakukan anestesi
e. Memasang tampon untuk menghentikan perdarahan
141. Bayi laki-laki, berumur 3 hari, dirawat di ruang bayi karena bayi kuning. Riwayat perinatal lahir
36 minggu, ditolong bidan praktek mandiri, AS 5-6. Hasil pemeriksaan suhu 36,8C, frekuensi nadi
100 x/mnt, frekuensi nafas 40 x/mnt, BBL 2250 gram, BB saat ini 2200 gram, kuningsampai leher
timbul pada hari ke 2 kelahiran.
Apakah diagnosis keperawatan pada Bayi tersebut?
A. Prematur
B. Asphiksia sedang
C. Ikterus neonatorum
D. Penurunan berat badan
E. Berat Badan Lahir rendah

142. Anak laki-laki, berumur 3 tahun, dirawat di ruang Anak, dengan diagnosis Leukemia. Keluhannya
panas, dan gusi berdarah. Hasil pemeriksaan didapatkan: frekuensi nafas 32 x/mnt, TD 90/70 mmHg,
suhu 39,2C, frekuensi nadi 100 x/mnt, BB 15 Kg. Anak belum dapat mengancingkan baju.
Apakah diagnosis keperawatan risiko pada bayi tersebut?
A. Anemia
B. Hipertermi
C. Gangguan pertumbuhan
D. Ketidakefektifan pola nafas
E. Keterlambatan perkembangan

143. Bayi laki-laki, umur 3 hari, dirawat di ruang intensive bayi. Lahir spontan, pada umur kehamilan
28 mgg, A-S 4-6. BBL 1200 gram. Hasil pemeriksaan saat ini BB 1195 gram, PB 42 cm, LK 20 cm, LLA 9
cm, LD 28 cm, suhu 36,8C bayi berada di infant warmer, frekuensi nadi 130 x/mnt, frekuensi nafas
42 x/mnt, saturasi O2 88 - 92%.
Apakah diagnosis keperawatan pada bayi tersebut?
A. Aphiksia berat
B. Ketidakefektifan pola napas
C. Ketidakefektifan pola makan bayi
D. Ketidakseimbangan termoregulasi
E. Ketidak efektifan pemberian ASI

144. Anak perempuan berumur 3,5 tahun dibawa ibunya ke Poli tumbuh kembang dengan keluhan
belum bisa bicara. Hasil pemeriksaan DDST didapatkan hasil 2 delay pada sektor interpersonal sosial,
1 delay pada sektor motorik halus, 4 delay pada sektor bahasa, dan tidak ada yang delay pada sektor
motorik kasar.
Apakah interprestasi hasil dari pemeriksaan DDST tersebut?
A. Caution
B. Normal
C. Abnormal
D. Meragukan
E. No opportunity

145. Bayi laki-laki lahir pada tanggal 01-01-2015 dibawa ibunya ke poli tumbuh kembang pada
tanggal 29-12-2015. Hasil penimbangan 9 kg dengan tinggi badan 75 cm. Perawat bermaksud
melakukan pemeriksaan DDST pada bayi tersebut.
Apakah langkah pertama yang harus dilakukan perawat?
A. Membuat garis usia
B. Menentukan usia anak
C. Memulai dari sektor interpersonal sosial
D. Memulai dari pertanyaan yang paling mudah bagi anak
E. Memulai dari kotak yang terletak disebelah kiri garis usia

146. Anak perempuan, 35 bulan, dibawa ibunya ke Posyandu. Hasil pemeriksaan DDST pada sektor
interpersonal sosial didapatkan fail pada kotak yang berpotongan garis usia (kotak tidak berarsir),
pada sektor motorik halus terdapat fail pada kotak yang terletak disebelah kanan garis usia,pada
sektor bahasa didapatkan pass pada kotak yang terletak di sebelah kiri garis usia, dan tidak ada delay
pada sektor motorik kasar.
Apakah interpretasi dari hasil pengukuran DDST anak tersebut?
A. No Opportunity
B. Caution
C. Normal
D. Deley
E. Lebih

147. Anak laki-laki, berumur 2 tahun, dibawa ibunya ke Posyandu. Perawat sedang melakukan
pengukuran DDST pada sektor interpersonal sosial. Pada kotak yang terletak di sebelah kiri garis usia
hasilnya fail.terlalu mudah krn hanya 1 sektor
Apakah langkah selanjutnya yang harus dilakukan perawat?
A. Mengukur pada kotak yang lebih kiri di sektor yang sama
B. Mengukur pada kotak yang berpotongan garis usia di sektor yang sama
C. Mengukur pada kotak yang terletak di sebelah kiri pada sektor sebelumnya
D. Mengukur pada kotak yang terletak di sebelah kiri pada sektor sesudahnya
E. Mengukur pada kotak yang terletak di sebelah kanan garis usia di sektor yang sama

148. Bayi perempuan, berumur 2 hari, di rawat di ruang bayi. Riwayat perinatal: lahir spontan,
dengan indikasi PEB ketuban keruh, BB lahir 1940 gram, PB 40 cm, LK 35 cm, AS 5-7. Hasil
pemeriksaan saat ini: BB 1930 gram, Pernafasan Cuping Hidung, sianosis perifer, retraksi (+).
Apakah masalah keperawatan utama pada bayi tersebut?

A. Gagal nafas berat


B. Gangguan pertukaran gas
C. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas
D. Ketidakmampuan melanjutkan ventilasi spontan
E. Menurunnya kebutuhan oksigen tingkat seluler

149. Bayi laki-laki, berumur 8 bulan, di rawat di ruang anak dengan Gatroenteritis Akut dehidrasi
ringan. Hasil pemeriksaan saat ini: frekuensi nadi 94 x/menit, frekuensi nafas 20 x/menit, suhu 37C,
bab cair 5 kali/hari, Ubun Ubun Besar lunak datar berdenyut, anak rewel dan mau minum terus,
perut kembung.
Apakah tindakan keperawatan pada bayi tersebut?
A. Observasi bising usus
B. Memberi makan bubur halus
C. Mencegah bau yang merangsang muntah
D. Monitoring frekuensi bab dan konsistensi feses
E. Memberi minuman yang banyak mengandung kalium
150. Anak perempuan, 16 tahun, dirawat di ruang anak dengan spondilitis TB. Hasil pemeriksaan di
dapatkan kakeknya yang satu rumah meninggal karena TBC, uji tuberkulin posistif dengan indurasi 12
mm, TB 150 cm, BB 26 kg, demam hampir 4 minggu disertai dengan batuk terutama di malam hari,
nyeri pada kaki dan punggung frekuensi nadi 100 x/menit, frekuensi nafas 20 x/menit, suhu 38,3C,
Berapakah skore TB pada anak tersebut?
A. 9
B. 10
C. 11
D. 12
E. 13

151. Anak perempuan berumur 2,5 tahun diantar ibunya ke Posyandu. Hasil pemeriksaan didapatkan
data BB 13 Kg, TB 105 Cm, lingkar kepala 49 Cm. Hasil kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP)
didapatkan jawaban ya 7.
Apakah intervensi yang perlu diberikan pada anak tersebut?
A. Lakukan penilaian BB dan TB 2 minggu kemudian dengan menggunakan kurva NCHS
B. Berikan stimulasi pada anak yang sesuai dan lakukan pemeriksaan rutin menggunakan KPSP
setiap 3 bulan
C. Lakukan penilaian ulang KPSP 2 minggu kemudian dengan menggunakan daftar KPSP yang
sesuai dengan umur anak
D. Lakukan penilaian lingkar kepala 2 minggu kemudian dengan menggunakan kurva lingkar
kepala anak perempuan (Balita)
E. Rujukan ke rumah sakit dengan menuliskan jenis dan jumlah penyimpangan perkembangan
(gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa, sosialisasi dan kemandirian)

152. Anak laki-laki berumur 4,5 tahun dibawa ibunya ke Posyandu. Hasil pemeriksaan didapatkan
skor Tes daya dengar semua jawaban ya, skor Tes daya lihat pada mata kanan tidak ada kesulitan
melihat sampai dengan baris ke 3 kartu E, pada mata kiri mampu mencocokkan kartu E sampai
dengan baris kedua.
Apakah intervensi prioritas pada anak tersebut?
A. Lakukan penilaian ulang tes daya lihat 2 minggu kemudian
B. Lakukan penilaian ulang tes daya dengar 2 minggu kemudian
C. Lakukan penilaian BB dan TB 2 minggu kemudian dengan menggunakan kurva NCHS
D. Rujukke rumah sakit dengan menuliskan mata yang mengalami gangguan (kanan, kiri, atau
keduanya)
E. Lakukan penilaian ulang KPSP 2 minggu kemudian dengan menggunakan daftar KPSP yang
sesuai dengan umur anak
153. Anak laki-laki berumur 30 bulan dibawa ibunya ke Puskesmas dengan keluhan terlambat
berbicara. Hasil pemeriksaan didapatkan BB 14 Kg, skor KPSP jawaban ya berjumlah 7, skor Tes
daya dengar semua jawaban ya, skor cheklist authis for toddler (CHAT) didapatkan jawaban tidak
pada pertanyaan A5, A7, B2, B3, dan B4
Apakah intervensi untuk anak tersebut?
A. Rujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan tes DDST lebih lanjut
B. Lakukan penilaian ulang tes daya dengar 4 minggu yang akan datang
C. Rujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas kesehatan jiwa/tumbuh kembang anak
D. Lakukan penilaian BB dan TB 2 minggu kemudian dengan menggunakan kurva NCHS
E. Berikan stimulasi pada anak yang sesuai dan lakukan pemeriksaan rutin menggunakan KPSP
setiap 6 bulan

154. Anak perempuan berumur 4 bulan dibawa ke Puskesmas dengan keluhan panas setelah
diimunisasi DPT HB Combo II kemarin pagi. Hasil pemeriksaan di dapatkan Erythemadengan
indurasi9 cm, rewel, bengkak di tempat suntikan imunisasi.
Apakah tindakan yang harus diberikan pada anak tersebut?
A. Kompres dingin
B. Kompres hangat
C. Distraksi dan relaksasi
D. Pemberian kotrimoksasol
E. Rujuk ke rumah sakit terdekat

155. Seorang ibu datang ke Posyandu dengan keluhan produksi ASInya sangat sedikit. Hasil
pemeriksaan menunjukkan payudara lembek dan tidak tampak ada susu ketika puting ditekan, bayi
berusia 4 bulan tampak sering menangis ingin menyusu tetapi tidak puas setelah menyusu, berat
badan bayi 5 Kg.
Apakah diagnosis keperawatan prioritas pada kasus tersebut?
A. Ketidakefektifan menyusu
B. Ketidakcukupan air susu ibu
C. Risiko kekurangan volume cairan pada bayi
D. Kurang pengetahuan ibu tentang perawatan payudara
E. Risiko perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan pada bayi

156. Anak perempuan berumur 3 tahun dirawat di ruang Anak. Saat ini mengeluh panas, batuk, pilek.
Hasil pemeriksaan didapatkan frekuensi nafas 24 x/ menit, frekuensi nadi 100 x/menit, suhu 37,5C,
ronchi +/+, BB 14 Kg, konjungtiva anemis, bab cair 2 x/hari
Apakah masalah keperawatan pada pasien tersebut?
A. Ketidakefektifan bersihan jalan napas
B. Ketidakefektifan pola napas
C. Kerusakan pertukaran gas
D. Anemia
E. Diare

157. Anak perempuan berumur 9 tahun dirawat di ruang Anak dengan Demam Thipoid. Saat ini
mengeluh panas, tidak enak makan, lidah terasa pahit, dan diare. Hasil pemeriksaan didapatkan
frekuensi nafas 20 x /menit, frekuensi nadi 80 x /menit, suhu 38,C, lidah thipoid, BB 25 Kg, dan gall
kultur positif salmonella thiposa.
Apakah tindakan keperawatan pada pasien tersebut?
A. Mempertahankan nutrisi dan cairan adekuat
B. Isolasi di ruang imunitas menurun
C. Personal hygiene secara mandiri
D. Distraksi dan relaksasi
E. Diit lunak tinggi kalori

158. Anak laki-laki berumur 8 tahun dirawat di ruang anak dengan keluhan sudah 2 hari panas
mendadak langsung tinggi. Saat ini mengeluh pusing, nyeri ulu hati, mual, dan mimisan. Hasil
pemeriksaan diadapatkan TD 110/80 mmHg, frekuensi nafas 20 x/menit, frekuensi nadi 100 x/menit,
suhu 39,5C, hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 13,5gr/dl, PCV 45%, trombosit 180.000
gr/dl
Apakah tanda utama yang menunjukkan bahwa anak tersebut menderita Demam Berdarah Dengue?
A. Mimisan
B. Nyeri ulu hati
C. Hemokonsentrasi
D. Penurunan trombosit
E. Pusing, nyeri ulu hati, dan mual

159. Anak laki-laki berumur 6 tahun dirawat d ruang anak dengan keluhan sudah 3 hari panas, batuk
pilek dan matanya merah. Hasil pemeriksaan didapatkan data frekuensi nafas 22 x/menit, ronchi +/+,
frekuensi nadi 100 /menit, suhu 38,8C, konjungtivitis, copliks spot positif, rash eritomakulo papuler
Apakah imunisasi yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit pada anak tersebut?
A. BCG
B. DPT
C. Polio
D. Campak
E. Hepatitis B
160. Bayi laki-laki berumur 1 hari dirawat di ruang bayi dengan labiopalatoshizis. Bayi lahir dengan BB
3000 gram pada umur kehamilan 38 minggu, AS 7-8. Hasil pemeriksaan saat ini bayi mengalami
kesulitan mengisap, produksi ASI cukup.
Apakah tindakan keperawatan pada kasus tersebut?
A. Berikan ASI sesering mungkin sewaktu-waktu
B. Lakukan fisioterapi oral secara kontinue
C. Pertahankan posisi ekstensi kepala
D. Ajari ibu perawatan bayi baru lahir
E. Berikan ASI melalui sonde

161. Seorang kepala ruang bedah pada hari yang sama harus menghadiri beberapa kegiatan yaitu
rapat dengan direktur, kemudian memimpin Ronde keperawatan, dan harus mengikuti rapat rutin
bulanan di ruangan.
Apakah kemampuan yang harus dimiliki oleh kepala ruangan tersebut ?
A. Kecedasan Emosional yang bagus
B. Pengelolaan waktu yang efektif
C. Pengetahuan yang luas
D. Stamina yang bagus
E. Kerja cepat selesai

162. Ruangan Penyakit dalam di salah satu rumah sakit swasta mempunyai jumlah tenaga 35 orang
perawat dengan kualifikasi D3 20 orang, Ners 15 orang. Pada ruangan tersebut dalam memberikan
asuhan keperawatan,ada perawat yangbertanggung jawab penuh selama 24 jam terhadap Asuhan
keperawatan pasien. Mulai pasien masuk sampai keluar rumah sakit. Dalam pelaksaaannya ada juga
perawat Asosiate.
Apakah metode asuhan keperawatan yang digunakan dalam pengelolaan pasien di atas ?
A. Fungsional
B. Case Manager
C. Tim
D. Primer
E. Kombinasi Primer dan Tim

163. Seorang Kepala ruangan Anak di rumah sakit, kepala ruangan tersebut ingin lingkungan kerja di
tempatnya nyaman dan kondusif dalam menghadapi tuntutan akreditasi rumah sakit. Dari analisa
tenaga masih banyak berpendidikan SPK dan D3 keperawatan.
Apakah tindakan utama yang harus dilakukan kepala ruangan tersebut ?
A. Selalu mengambil keputusan sendiri
B. Memberi motivasi untuk lanjut studi
C. Mengerjakan semuanya di usahakan sendiri.
D. Memberi beban keja yang sama antar anggota
E. Menjadwalkan dinas sesuai dengan beban kerja

164. Seorang kepala ruanga memberikan kebebasan kepada anggotanya untuk melakukan
perubahan atau ide untuk dijalankan dengan tidak di kontrol oleh kepala ruangan tersebut. kepala
ruangan hanya memberikan arahahan apabila diminta, karena kepala ruangan menilai bahwa
bawahannya mampu dan mempunyai motivasi dan komitmen yang tinggi.
Apakah gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala ruangan tersebut?
A. Autokratic
B. Demokratik
C. Laisess faire.
D. Transformasional
E. Spiritual

165. Seorang manajer di suatu rumah sakit swasta. selalu mengambil keputusan sendiri walaupun
banyak anggotanya yang berpendidikan sederajat dengannya, selalu memberikan beban kerja yang
diluar aturan yang sudah ada dengan harapan visi dari rumah sakit tersebut cepat tercapai, dan dia
selalu menyampaikan kalo keputusan yang di ambil adalah mewakili dari anggota walaupun tanpa
ada proses musyawarah dahulu
Apakah gaya kepemimpinan yang di gunakan manajer rumah sakit tersebut?
A. Autokratic
B. Demokratik
C. Laisess faire.
D. Transformasional
E. Spiritual

166. Seorang perawat primer bertanggung jawab pada seorang pasien di ruang perawatan. Salah
satu pasien yang dirawat mengalami penurunan kondisi dan status gizi drastic. Intervensi telah
dilaksanakan sesuai rencana, namun belum menujukan adanya perubahan. Kemudian perawat
tersebut merencakanan untuk mendiskusikan kasus tersebut dengan tim kesehatan yang lain.
Apakah kegiatan yang di rencanakan pada kasus tersebut di atas?
A. Supervisi
B. Pendelegasian
C. Timbang terima
D. Dischard planning
E. Ronde keperawatan

167. Seorang kepala ruang di bangsal anak sedang melakukan penilaian kinerja terhadap anggotanya.
Hasil kinerja menunjukkan tidak ada inisiatif, dan kurang berpikir kritis dalam menganalisis hasil
pengkajian dan hanya bekerja sesuai rutinitas yang berjalan. Dari kesimpulan menujukan stagnansi
prestasi kerja perawat dalam memberikan asuhan keperawatan.
Apa tindakan prioritas yang dilakukan kepala ruang lakukan dalam kondisi tersebut?
A. Menyiapkan reward bagi perawat dengan kinerja baik
B. Merancang inovasi pelaksanaan asuhan keperawatan
C. Menyusun ulang standar operasional prosedur di ruangan
D. Menyusun standar supervisi yang ideal untuk perawat pelaksana
E. Mengajukan rancangan perubahan aturan insentif perawat kepada manajemen keperawatan RS

168. Seorang kepala ruang melihat bahwa proses timbang terima yang berjalan di ruangan berjalan
tidak efektif sehingga berdampak pada kinerja anggota perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan pada shift berikutnya. Perawat cenderung melaporkan hal yang sama setiap waktu dan
tidak memenuhi aspek proses keperawatan.
Apa tindakan yang tepat untuk dilaksanakan oleh karu?
A. Mensupervisi dokumen kehadiran timbang terima
B. Mensupervisi tindakan keperawatan yang dilakukan
C. Mensupervisi jalannya timbang terima setiap shift dinas
D. Mensupervisi isi kegiatan dan laporan asuhan keperawatan
E. Mensupervisi standar prosedur kegiatan timbang terima di ruangan

169. Perawat di ruang ICU melakukan fokus keperawatan sesuai dengan kebutuhan pasien sehingga
berkesempatan untuk melakukan keperawatan yang komprehensif.
Apakah metode asuhan keperawatan yang digunakan?
A. Metode tim
B. Metode kasus
C. Metode primer
D. Metode Modular
E. Metode fungsional

170. Seorang lulusan Ners baru 3 bulan bekerja di sebuah pelayanan kesehatan swasta. Berdasarkan
penampilannya 3 bulan ini, perawat tersebut menunjukkan antusiasme dan komitmen yang tinggi
pada institusi dan bidang yang digelutinya, namun secara kompetensi ia masih tergolong kurang
terampil dan kurang kecakapannya, ia cenderung belum tanggap terhadap apa yang seharusnya
dilakukan.
Bagaimana sikap manager terhadap perawat muda tersebut?
A. Diajarkan dan dibimbing (coaching)
B. Diberdayakan (empower)
C. Diarahkan (directing)
D. Diawasi (controlling)
E. Didukung (Support)
171. Kepala ruang ICU sedang merencanakan pengembangan staf ruangan melalui pendikan dan
pelatihan selama 6 bulan untuk meningkatkan kemampuan serta ketrampilan staf yang berada di ICU
tersebut.
Apakah fungsi manajemen keperawatan yang sedang dijalankan oleh kepala ruang tersebut?
A. Perencanaan
B. Pengorganisasian
C. Pengaturan staf
D. Pengarahan
E. Pengawasan

172. Seorang laki-laki usia 38 tahun selama perawatan memerlukan bantuan minimal dalam tindakan
keperawatan dan pengobatan. Klien melakukan aktivitas perawatan diri sendiri secara mandiri
biasanya dibutuhkan waktu 1-2 jam dengan waktu rata-rata efektif 1,5 jam/24 jam.
Apakah Kategori keperawatan klien menurut Swanburg dari kasus diatas ?
A. Self-care
B. Minimal care
C. Intermediate care
D. Intensive care
E. Mothfied intensive care

173. Seorang perawat bertanggung jawab merawat seorang pasien dengan infark miocard acute.
Pasien mampu melakukan ADL secara mandiri, mampu mandi, makan dan minum sendiri, ambulasi
dengan pengawasan, pemantauan tanda-tanda vital setiap pergantian shift.
Apakah tingkat ketergantungan perawatan pada pasien tersebut menurut Douglass ?
A. Self-care
B. Minimal care
C. Intermediate care
D. Intensive care
E. Mothfied intensive care

174. Seorang kepala ruangan diruang bedah melakukan evaluasi terhadap prosedur pengendalian
infeksi, dari hasil didapatkan laporan bahwa lama hari rawat pasien bertambah akibat perawatan
luka yang kurang optimal, hal ini disebabkan karena kurangnya kepatuhan perawat pelaksana dalam
melakukan cuci tangan. Kepala ruangan telah melakukan beberapa inovasi salah satunya
melaksanakan pelatihan kepada perawat pelaksana dan supervise terhadap tindakan tersebut.
Apakah tahap perubahan yang sudah dilakukan diruangan tersebut ?
A. Tahap interst
B. Tahap moving
C. Tahap refreezing
D. Tahap awareness
E. Tahap unfreezing

175. Diruang bedah umum memiliki Jumlah tenaga keperawatan sebanyak 18 orang, yang terdiri
dari 4 orang lulusan Sarjana keperawatan, 11 orang lulusan diploma keperawatan dan 3 orang
pekarya kesehatan. Ruangan memiliki kapasitas tempat Tidur sejumlah 22 Tempat tidur . BOR 60% .
Tingkat ketergantungan pasien yaitu total care 4 orang, parsial 6 orang.
Apa metode asuhan keperawatan yang tepat dilakukan dengan kondisi ruangan tersebut ?
A. Metode asuhan fungsional
B. Metode asuhan modifikasi
C. Metode asuhan primer
D. Metode asuhan kasus
E. Metode asuhan tim

176. Seorang perawat pelaksana di Ruang Penyakit Dalam mengambil beberapa sampel darah untuk
keperluan diagnostic pada penyakit HIV/AIDS. Secara tidak sengaja jarinya tertusuk jarum bekas pakai
dari pasien tersebut .
Apakah tindakan yang harus segera dilakukan perawat tersebut ?
A. Meminta resep obat ARV pada dokter
B. Melakukan pemeriksaan darah HIV- AIDS
C. Melaporkan kejadian ini pada TIM keselamatan kerja
D. Mencoba mengeluarkan darah dan desinfeksi bekas tusukan
E. Membasuh luka tusukan pada air yang mengalir

177. Seorang perawat di Ruang Bedah bekerja dalam satu tim keperawatan yang diketuai oleh satu
ketua tim. Perawat tersebut melakukan perawatan luka dengan seorang teman sejawatnya sesama
perawat pelaksana. Ketika sedang bekerja perawat tersebut melihat teman sejawatnya tidak mencuci
tangan saat akan mengganti balutan pasien
Apa yang sebaiknya dilakukan perawat pada keadaan tersebut?
A. Melaporkan pada pimpinan
B. Menegur teman sejawat anda
C. Menjelaskan pentingnya cuci tangan
D. Mengingatkan untuk mencuci tangan
E. Menjelaskan tentang pencegahan umum

178. Pasien datang ke IGD diantar polisi dengan open fraktur femur terjadi perdarahan masif.
Perawat yang pertama segera memakai sarung tangan steril untuk merawat lukanya, sementara
perawat kedua melakukan observasi kondisi pasien, saat observasi didapatkan banyaknya tanda
bekas tusukan jarum suntik di pergelangan tangan pasien tersebut
Apakah yang dilakukan perawat kedua setelah melihat hal tersebut ?
A. Memberi perawat pertama sarung tangan lagi
B. Memberitahukan adanya jejas bekas suntikan pada pergelangan tangan
C. Memberi kode untuk menjauhi pasien
D. Mengigatkan standar precaution penanganan pasien yang khusus
E. Mengigatkan untuk mengisolasikan pasien

179. Seorang keluarga klien mendatangi anda yang hari itu bertugas sebagai perawat pelaksana dan
berkata saya kecewa dengan pelayanan disini, saya sudah bayar mahal, tapi tidak sesuai dengan
pelayanannya yang saya dapat Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang keluhan
diatas,
Bagaimana sikap profesional yang harus dilakukan perawat tersebut?
A. maaf saya kurang jelas, manakah pelayanan yang tidak berkenan dihati bapak
B. maaf, pelayanan manakah yang mengecewakan bapak ?
C. maaf bila ada hal yang kurang berkenan dihati bapak
D. maaf , maksud bapak , yang tidak baik apa ya?
E. maaf bila kami telah mengecewakan bapak
180. Pada shiff pagi ketua tim dan anggota tim sedang melaksanakan timbang terima, ditemukan
masalah perawatan pada klien yang terpasang infus, terdapat kemerahan pada lokasi pemasangan,
infus terpasang sudah 3 hari. Pada saat di ners station ketua Tim mengingatkan waktu pemasangan
tidak boleh lebih dari 3 hari, disarankan untuk mengganti infus dengan yang baru agar tidak terjadi
plebitis.
Apakah Peran ketua Tim pada kasus tersebut ?
A. Sebagai motivator
B. Sebagai koordinator
C. Sebagai kontroling
D. Sebagai konselor
E. Sebagai evaluator

1. C 11. C 21. A 31. B 41. C 51. C


2. B 12. E 22. C 32. B 42. D 52. B
3. A 13. A 23. B 33. B 43. E 53. C
4. A 14. D 24. E 34. B 44. D 54. C
5. D 15. B 25. E 35. B 45. C 55. B
6. E 16. C 26. B 36. B 46. D 56. D
7. B 17. A 27. B 37. B 47. B 57. B
8. A 18. A 28. B 38. B 48. E 58. A
9. A 19. B 29. B 39. B 49. B 59. B
10. A 20. B 30. B 40. B 50. C 60. C
KUNCI JAWABAN :

61. A 71. C

62. A 72. C

63. D 73. C

64. A 74. C

65. D 75. C

66. 76. C

67. C 77. B

68. C 78. A

69. C 79. E

70. E 80. D

81. 1 D 91. 11 C 101. C 111. A

82. 2 A 92. C 102. C 112. B

83. 3 B 93. B 103. E 113. E

84. 4 A 94. B 104. D 114. B

85. 5 D 95. C 105. A 115. C

86. 6 B 96. A 106. E 116. E

87. 7 B 97. A 107. A 117. E

88. 8 A 98. D 108. A 118. A

89. 9 A 99. D 109. C 119. C

90. 10 C 100. C 110. D 120. A

121. B 131. A 141.C 151.C 161.B 171.C

122. D 132.C 142.E 152.A 162.D 172.A

123. C 133.C 143.D 153.C 163.B 173.B


124. D 134.C 144.C 154.B 164.C 174.B

125. D 135.E 145.B 155.B 165.A 175.E

126. B 136.D 146.C 156.A 166.E 176.D

127. D 137.B 147.A 157.A 167.B 177.D

128. D 138.C 148.B 158.C 168.D 178.D

129. C 139.B 149.E 159.D 169.B 179.B

130. D 140.D 150.C 160.C 170.D 180.C