Anda di halaman 1dari 4

Wacana hukuman mati bagi koruptor kembali digulirkan oleh sejumlah pihak termasuk oleh

dua organisasi besar seperti Nahdatul Ulama dan Muhammadiyah. Bahkan selain
menyatakan koruptor harus dihukum mati mereka mengatakan jika meninggal koruptor
tidak boleh disholatkan.

Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia Miko Susanto Ginting, Minggu
mengatakan hukuman mati bagi koruptor tidak akan efektif dalam mengurangi tindak
pidana pidana korupsi di Indonesia sehingga hal itu bukanlah solusi yang baik.

Persoalan korupsi menurutnya sebenarnya bukan hanya persoalan personal saja tetapi
juga ada sistem yang membentuk seseorang menjadi korup atau melakukan tindak pidana
korupsi.

Regulasi yang ada saat ini menurutnya masih banyak yang membuka peluang bagi
terjadinya korupsi seperti regulasi tentang pengadaan barang dan jasa, sehingga hal ini
perlu dievaluasi oleh pemerintah.

Pemerintah juga harus menerapkan punish dan reward yang jelas sehingga dapat
mengurangi niat seseorang untuk melakukan korupsi. Selain itu, tambah Miiko perlu pula
adanya edukasi bagi masyarakat untuk tidak melakukan korupsi.

Dia mengatakan sanksi hukum bagi mereka yang melakukan korupsi memang penting
tetapi tambahnya lebih penting melakukan pencegahan. Sistem deteksi dan pencegahan di
masing-masing institusi penyelenggaran negara harus ditingkatkan.

Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch Tama S. Langkun mengatakan


sektor pengadaan barang dan jasa adalah sektor yang paling rentan terjadinya praktek
korupsi.

Pengadaan barang dan jasa kata Tama bukan hanya dilakukan oleh pihak pemerintah saja
tetapi di sejumlah perkara justru ada yang melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan
juga DPRD.Dia mengungkapkan tingginya korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa di
Indonesia disebabkan tidak adanya regulasi yang tepat dan ketat untuk mengatur masalah
tersebut.

Selain itu tambahnya kerap kali kepala daerah, kepala dinas, DPRD dan DPR
mengintervensi proses pengadaan barang dan jasa yang ada sehingga pengadaan barang
dan jasa di Indonesia menjadi kacau.
Proses pengadaan barang dan jasa tidak dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka
(tender) melainkan dengan penunjukan langsung. Padahal lanjut Tama lelang terbuka
sangat penting karena mendorong tercapainya efektivitas dan efisiensi anggaran belanja.

"Pengadaan barang dan jasa itu tidak kebal terhadap intervensi, intervensinya apa
misalnya untuk memenangkan pihak pertama dalam proyek. Untuk apa? Untuk
mendapatkan keuntungan akibatnya pengadaan-pengadaan barang dan jasa di Indonesia
sangat rendah tidak sepadan dengan harga yang disajikan contonya jalan gampang rusak,
infrastruktur pelayanan pada rusak sehingga masyarakat menjadi orang yang lansung
dirugikan," tambah Tama.

Menurut Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja, lembaganya selain melakukan penindakan
terkait kasus korupsi, KPK juga melakukan pencegahan.

"Selain penindakan, pencegahan juga terus KPK lakukan. Hal ini juga sangat penting,"
katanya.
Discourse of the death penalty for criminals re-launched by a number of parties, including the
two major organizations such as Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah. Even apart from stating
criminals should be sentenced to death if deceased criminals they say should not be disholatkan.

Center researchers Indonesian Law and Policy Studies Miko Susanto Ginting said on Sunday
that the death penalty for criminals will not be effective in reducing criminal acts of corruption in
Indonesia so it is not a good solution.

According to him the problem of corruption is not only a personal problem but also no system to
form one becomes corrupt or guilty of corruption.

The current regulation is thought still many opportunities for corruption such as regulations on
procurement of goods and services, so this needs to be evaluated by the government.

The government should also implement Punish and reward clear so as to reduce one's intention
to engage in corruption. In addition, the added Miiko need also for educating people not to
commit corruption.

He said the legal sanctions for those who engage in corruption are important but added more
important to do prevention. Detection and prevention systems in their respective countries
organizing institutions must be improved.

Investigation Division Coordinator of Indonesia Corruption Watch said Tama S. Langkun


procurement sector is the sector most susceptible to corruption.

Procurement of goods and services Tama said not only done by the government alone, but in fact
there are a number of cases involving the House of Representatives (DPR) and also DPRD.Dia
revealed high levels of corruption in the procurement of goods and services sector in Indonesia
due to the absence of proper regulation and strictly to regulate the issue.

Moreover he added often regional heads, heads of departments, Parliament and the House of
Representatives intervened in the process of procurement of goods and services so that the
procurement of goods and services in Indonesia became chaotic.

The procurement process is not carried out through open auction (tender) but by direct
appointment. Though Tama auction open up very important because it encourages the
achievement of effectiveness and efficiency of budget spending.

"Procurement of goods and services were not immune to intervention, intervention anything for
example, to win the first party in the project. For what? For the benefit consequently
procurements of goods and services in Indonesia is very low is not worth the price presented
contonya way easily damaged, infrastructure service to the community become damaged so that
the person directly harmed, "added Tama.

According to KPK Deputy Chairman Adnan Pandu Praja, the institution in addition to the
prosecution of corruption-related cases, the Commission also take precautions.

"In addition to repression, prevention has also continued KPK did. It is also very important," he
said.