Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

HAND HYGIENE DAN MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR


R. 26 IPD RSSA-Malang

PROMOSI KESEHATAN RUMAH SAKIT (PKRS)


RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG
2017
LEMBAR PENGESAHAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


HAND HYGIENE DAN MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR
R. 26 IPD RSSA-Malang

Tanggal, 25 Oktober 2017

Oleh :
Kelompok 1 Poltekkes Kemenkes Malang
Rodhiyasyfa Kirana (1501460002)
Dimas Bagus Kurniawan (1501460005)
Azizah Fadhilah Nuha (1501460014)
Ayu Fatmasari (1501460026)

Pembimbing Lahan Pembimbing Institusi

Kepala Ruang 26 IPD


SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Hand Hygiene dan Memandikan Pasien di Tempat Tidur


Sasaran : Pasien dan keluarga pasien yang di rawat di ruang 26 IPD
RSSA
Tempat : R. 26 IPD RSSA-Malang
Waktu : Rabu, 25 Oktober 2017 pukul 10.00 WIB
Durasi : 30 menit
Metode : Ceramah dan tanya jawab
Media : Leaflet dan Demontrasi
Penyuluh : Kelompok 1 Keperawatan Malang-Poltekkes Malang

I. LATAR BELAKANG
Kebersihan diri adalah upaya individu dalam memelihara kesehatan diri yang
meliputi kebersihan rambut, gigi dan mulut, mata, telinga, kuku, kulit dan kebersihan
dalam berpakaian. Dalam upaya pemeliharaan kebersihan diri ini, pengetahuan akan
pentingnya akan pentingnya kebersihan diri tersebut sangat diperlukan. Karena
pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk
tindakan seseorang.
Tangan merupakan pembawa utama kuman penyakit. Praktek CTPS (Cuci Tangan
Pakai Sabun) setelah ke jamban dan sebelum menjamah makanan dapat menurunkan
hampir separuh kasus diare dan sekitar seperempat kasus ISPA. Praktek CTPS juga dapat
mencegah infeksi kulit dan mata.
Mencucui tangan terbukti lebih efektif mengontrol virus dibandingkan dengan
obata. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Cochrane Library yang mengatakan
bahwa mencuci tangan dengan sabun dan air adalah cara paling sederhana dan efektif
untuk menahan penyebaran virus dan bakteri, mulai dari virus penyebab flu, bakteri
penyebab diare hingga virus dan bakteri yang mematikan seperti penyebab Hepatitis A.
Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling
murah dan efektif dibandingkan hasil intervensi kesehatan dengan cara lainnya serta telah
terbukti mampu mengurangi resiko penyakit bukan hanya yang terkait dengan diare,
namun juga beberapa penyakit berbahaya lainnya seperti kolera, dan disentri sampai
dengan 48-59%.
Pengetahuan masyarakat yang minim akan kesehatan seakan menjadi penyulit
terbesar dalam meningkatkan taraf hidup dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu ,
diperlukan adanya sosialisasi dan pendidikan kesehatan kepada masyarakat untuk
menjaga kesehatan dengan cara yang minimal, murah, namun menimbulkan dampak
yang maksimal dengan menjaga kesehatan.
Kegiatan mencuci tangan memiliki peranan penting untuk pencegahan infeksi
nosokomial di rumah sakit. Pada klien yang sedang mendapatkan terapi di rumah sakit,
kegiatan mencuci tangan dapat mencegah mereka dari penularan berbagai virus dan
bakteri yang ada di ruamh sakit. Pada klien yang harus menjalani intervensi kemoterapi,
CTPS sangat dianjurkan untuk dilakukan karena salah satu efek samping dari kemoterapi
adalah penurunan kekebalan tubuh sehingga tindakan pencegahan dengan menjaga
kebersihan diri mutlak diperukan.
Dalam kehidupan sehari-hari kebersihan merupakan hal yang sangat pentingdan
harus diperhatikan karena kebersihan akan mempengaruhi kesehatan dan psikis
seseorang. Kebersihan itu sendiri sangat berpengaruh diantaranya kebudayaan,
ocial,keluarga, pendidikan. Persepsi seseorang terhadap kesehatan,serta perkembangan
(Wartonah, 2006).
Praktik hygiene sama dengan peningkatan kesehatan. Dengan implementasi
tindakan hygiene pasien, atau membantu anggota keluarga untuk melakukan tindakan itu
dalam lingkungan rumah sakit, perawat menambah tingkat kesembuhan pasien. Dengan
mengajarkan cara hygiene pada pasien, pasien akan berperan aktif dalam meningkatkan
kesehatan dan partisipan dalam perawatan diri ketika memungkinkan (Perry & Potter,
2005).
Jika seseorang sakit, biasanya masalah kebersihan kurang diperhatikan.Hal ini
terjadi karena kita menganggap masalah kebersihan adalah masalah sepele, padahal jika
hal tersebut dibiarkan terus dapat mempengaruhi kesehatan secara umum (Wartonah,
2006).
II. TUJUAN
Tujuan Umum : Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan sasaran mampu
mengerti dan memahami tentang hand hygiene dan cara
memandikan pasien di tempat tidur.
Tujuan Khusus :Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan sasaran mampu
Menjelaskan tentang manfaat cuci tangan pakai sabun.
Menyebutkan 5 waktu cuci tangan pakai sabun.
Mempraktekkan 6 langkah cuci tangan pakai sabun.
Menjelaskan pengertian memandikan pasien di tempat tidur.
Menyebutkan cara memandikan pasien di tempat tidur.

III. SUB POKOK BAHASAN


Manfaat cuci tangan pakai sabun.
5 waktu cuci tangan pakai sabun.
6 langkah cuci tangan pakai sabun.
Pengertian memandikan pasien di tempat tidur.
Cara memandikan pasien di tempat tidur.

IV. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR


Tahap Kegiatan Penyuluh Kegiatan Sasaran Metode &
Media
Pembukaan Memperkenalkan diri Menjawab salam Ceramah
(5 menit) Menyampaikan tujuan dan Memperhatikan dan dan tanya
topik dilaksanakannya menjawab pertanyaan jawab
penyuluhan
Menggali pengetahuan
sasaran

Penyajian Menjelaskan tentang Mendengarkan Ceramah


(15 menit) manfaat cuci tangan pakai Mengajukan pertanyaan dan tanya
sabun. seputar materi jawab
Menyebutkan 5 waktu cuci
tangan pakai sabun. Leaflet
Mempraktekkan 6 langkah
cuci tangan pakai sabun.
Menjelaskan pengertian
memandikan pasien di
tempat tidur.
Menyebutkan cara
memandikan pasien di Ceramah

tempat tidur. dan tanya


Penutup Menjawab pertanyaan jawab
(10 menit) Membuka waktu untuk Menjawab salam
diskusi Leaflet

Mengevaluasi hasil
penyuluhan
Menjelaskan hasil evaluasi
Memberikan umpan balik
Membagikan leafleat,
salam penutup

V. EVALUASI
a. Evaluasi Struktur
Materi dan media yang akan dibawakan pada saat penyuluhan telah
dikonsultasikan terlebih dahulu oleh pembimbing klinik dan telah
mendapat persetujuan.
Media yang diperlukan untuk penyuluhan sudah tersedia sebelum hari-H.
Penyuluh telah membuat janji dan menginformasikan waktu pelaksanaan
penyuluhan kepada setiap pihak yang terlibat.

b. Evaluasi Proses
Sasaran aktif bertanya dan menjawab selama penyuluhan berlangsung.
Sasaran dapat tenang dan berkonsentrasi terhadap materi yang dipaparkan.

c. Evaluasi Hasil
Pengetahuan sasaran tentang pokok bahasan meningkat dibuktikan dengan
kemampuan sasaran dalam menjawab pertanyaan sebesar 80%.
Tingkat partisipasi dan keaktifan sasaran dalam kegiatan tinggi mencapai
80%.
VI. MATERI (TERLAMPIR)
VII. DAFTAR PUSTAKA

American Society Clinical Oncology, (2004). Criteria for facility and personnel for
administration of parenteral systemic antineoplastic therapy, Journal of
Clinical Oncology, 22 (22): 1 3
Wartonah, M, 2006 .Ilmu Keperawatan.EGC: Jakarta
Aziz Alimul Hidayat , 2002. Pengantar Dokumentasi Proses Keperawatan. EGC : Jakarta

HAND HYGIENE, CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS)


DAN MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR
1. Definisi dan Manfaat Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
Menurut Perry & Potter (2005), mencuci tangan merupakan teknik dasar yang
paling penting dalam pencegahan dan pengontrolan infeksi. Cuci tangan adalah proses
membuang kotoran dan debu secara mekanik dari kulit kedua belah tangan dengan
memakai sabun dan air (Tietjen, et.al., 2004).
Menurut Susiati (2008), tujuan dilakukannya cuci tangan yaitu untuk mengangkat
mikroorganisme yang ada di tangan, mencegah infeksi silang (cross infection), menjaga
kondisi steril, melindungi diri dan pasien dari infeksi, memberikan perasaan segar dan
bersih.

2. Lima Waktu Cuci Tangan


Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebaiknya dilakukan pada lima waktu penting,
yaitu:
(1) sebelum makan;
(2) sesudah buang air besar;
(3) sebelum memegang bayi;
(4) sesudah menceboki anak;
(5) sebelum menyiapkan makanan.

3. Enam Langkah Cuci Tangan


Untuk mendapatkan hasil yang optimal, maka mencuci tangan haruslah dengan air
bersih yang mengalir, baik itu melalui kran air atau disiram dengan gayung,
menggunakan sabun yang standar, setelah itu keringkan dengan handuk bersih atau
menggunakan tisu.
Untuk penggunaan jenis sabun dapat menggunakan semua jenis sabun karena
semua sabun sebenarnya cukup efektif dalam membunuh kuman penyebab penyakit.
Teknik mencuci tangan yang benar harus menggunakan sabun dan di bawah air yang
mengalir dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a Basahi tangan dengan air di bawah kran atau air mengalir.
b Ambil sabun cair secukupnya untuk seluruh tangan, akan lebih baik jika sabun
yang mengandung antiseptik.
c Gosokkan pada kedua telapak tangan.
d Gosokkan sampai ke ujung jari.
e Telapak tangan kanan menggosok punggung tangan kiri (atau sebaliknya)
dengan jari-jari saling mengunci (berselang-seling) antara tangan kanan dan
tangan kiri, gosokkan sela-sela jari tersebut. Hal ini dilakukan pada kedua
tangan.
f Letakkan punggung jari satu dengan punggung jari lainnya dan saling
mengunci.
g Usapkan ibu jari tangan kanan dengan punggung jari lainnya dengan gerakan
saling berputar, lakukan hal yang sama dengan ibu jari tangan kiri.
h Gosokkan telapak tangan dengan punggung jari tangan satunya dengan
gerakan kedepan, kebelakang, berputar. Hal ini dilakukan pada kedua tangan.
i Pegang pergelangan kanan kanan dengan pergelangan kiri dan lakukan
gerakan memutar. Lakukan pula pada tangan kiri.
j Bersihkan sabun dari kedua tangan dengan air mengalir.
k Keringkan tangan dengan menggunakan tissue atau handuk, jika
menggunakan kran, tutup kran dengan tissue.

4. Pengertian Memandikan Pasien di Tempat Tidur


Tindakan keperawatan di lakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara
sendiri dengan cara memandikan di tempat tidur.Tujuannya adalah menjaga kebersihan
tubuh ,mengurangi infeksi akibat kulit kotor ,memperlancar sistem peredaran darah , dan
menambah kenyamanan pasien.
5. Alat dan Bahan Memandikan Pasien di Tempat Tidur
a. Baskom mandi dua buah, berisi air hangat
b. Timba kecil
c. Pakaian pengganti
d. Kain penutup
e. Handuk besar
f. Handuk kecil untuk mengeringkan badan
g. Sarung tangan pengusap/waslap (2 buah)
h. Tempat untuk pakaian kotor
i. Sampiran
j. Sabun
k. Baby oil
l. Minyak kayu putih

6. Cara Memandikan Pasien di Tempat Tidur


a. Jelaskan prosedur pada pasien
b. Cuci tangan
c. Atur posis pasien
d. Lakukan tindakan memandikan pasien yang diawali dengan membentangkan
handuk di bawah kepala, kemdian bersihkan muka, telinga, dan leher degan
sarung tangan pengusap. Keringkan dengan handuk.
e. Kain penutup diturukan, kedua tangan pasien diangkat dan pindahkan handuk
di atas dada pasien, lalu bentangkan. Kemudian kembalikan kdua tangan ke
posisi awal diats handuk, lalu basahi kedua tangan dengan air bersih. Keringkan
dengan handuk.
f. Kedua tangan diangkat, handuk dipindahkan di sisi pasien, bersihkan daerah
dada dan perut, lalu keringkan dengan handuk
g. Miringkan pasien ke kiri, handuk dibentangkan kebawah punggung sampai
glutea dan basahi punggung hingga glutea, lalu keringkan dengan handuk.
Selanjutnya miringkan pasien ke kanan dan laukan hal yang sama. Kemudian
kembalikan pasien pada posisi terlentang dan pasangkan pakaian dengan rapi.
h. Letakkan handuk di bawah lutut lalu bersihkan kaki. Kaki yang paling jauh
didahulukan dan keringkan dengan handuk..
i. Ambil handuk dan letakkan di bawah glutea. Pakaian bawah perut dibuka, lalu
bersihkan daerah lipatan paha dan genitalia. Setelah selesai, pasang kembali
pakaian dengan rapi.
j. Cuci tangan.