Anda di halaman 1dari 220
Rahnon TS. 12 HIDRAULIKA 1 Bambang Triatmodjo Beta Offset HIDRAULIKA I Disusun oleh : Dr. Ir. Bambang Triatmodjo, CES., DEA. Dosen Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ISBN 1 979-8541-02-2 Operator Cetak ——: Jumali dan Subiran Setting : Sudarwanto dan 8. Jodhy Sumitro Design sampul dan gambar : Sarono dan Lugiran Cetakan pertama, 1993 Dilarang keras mengutip, menjiplak atau memphotocopy sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa seijin penerbit. HAK CIPTA DILINDUNG! OLEH UNDANG-UNDANG I. PENDAHULUAN 11. Definist dan Ruang Lingkup Hidraulika berasal dari kata hydor dalam bahasa Yunani yang berarti air Dengan demikian ilmu hidraulika dapat didefinisikan sebagai cabang dari ime teknik yang mempelajari perilaku air baik dalam keadaan diam maupun bergerak. Sudah sejak lama ilu hidraulika dikembangkan di Eropa, yang pa- da waktu itu digunakan sebagai dasar dalam pembuatan bangunan-bangunan air. mu tersebut dikembengkan berdasarkan pendekatan empiris dan eksperi- mental, dan terutama hanya digunakan untuk mempelajari perilaku air, se- hingga ruang lingkupnya terbatas. Dengan berkembangnya ilmu aeronotika, teknik kimia, mesin, sip, pertambangan dan sebagainya, maka dipertukan il- mu dengan tinjauan yang lebih luas. Keadaan ini telah mengantarkan para abli untuk menggabungkan ilmu hidraulika eksperimen dengan hidrodinamika ‘asik, dan ilmu baru tersebut dikenal dengan mekanika fluida. Thm mekani: ka fluida mempunyai rvang lingkup yang lebih Iuas, yait mempelajari perilaku fluida baik dalam bentuk zat cair maupun gas. Hidrautika dapat dibedakan dalam dua bidang yaitn hidrostatika yang ‘mempelajari zat cair dalam keadaan diam, dan hidrodinamika yang mempela- jari zat cair bergerak. Di dalam hidrodinamika dipelajari zat cair ideal, yang, tidak mempunyai kekentalan dan tidak termampatkan. Sebenamya zat cair ideal tidak ada di alam. Tetapi anggapan zat cair ideal perlu dilakukan ter- 2 HIDRAULIKA utama untuk memudahkan analisis perilaku gerak zat cair. Air mempunyai kekentalan dan pemampatan (pengurangan volume karena pertambahan te- kanan) yang sangat kecil, sehingga pada kondisi tertentu dapat dianggap seba- gai zat cair ideal. IImu hidraulika mempunyai arti penting mengingat air merupakan salah satu jenis fluida yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Air sangat diperlukan untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti air minum, irigasi, pembangkit listrik dan sebagainya. Perencanaan bangunan air untuk meman- faatkan dan mengatumya merupakan bagian dari teknik hidro yang termasuk dalam bidang teknik sipil. Bidang teknik hidro masih dapat dibagi menjadi beberapa bidang berikut ini 1. Hidrologi terapan, yang merupakan aplikasi dari prinsip-prinsip hidrologi seperti hidrometeorologi, pengembangan air tanah, perkiraan debit sungai, hidrologi perkotaan, dan sebagainya. 2. Teknik irigasi dan drainasi, yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan jaringan dan bangunan-bangunan irigasi dan drainasi permu- kaan serta bawah tanah. 3. Teknik transportasi air, meliputi perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan pelabuhan, saluraa-saluran pelayaran. 4. Bangunan tenaga air, terdiri dari pengembangan tenaga hidroelektrik dengan menggunakan waduk, turbin, dan fasilitas-fasilitas lainnya. 5. Pengendalian barjir dan sedimen, meliputi perencanaan dan pelaksanaan bangunan-banguran pengendali banjir dan penanggulangan erosi dan se~ dimentasi. 6. Teknik bendungan, merencanakan dan melaksanakan pekerjaan bendung- an dan bangunan-bangunan pelengkapnya. Bendungan merupakan ba- hgunan utama untuk pekerjaan lainnya seperti irigasi, pengendalian banjir dan pembangkit listrik tenaga air. 7. Teknik jaringan pipa, seperti pengangkutar/pengaliran air, minyak, gas dan fluida lainnya melalui sistem pemipaan. 8. Teknik pantai, perencanaan dan pelaksanaan bangunan-bangunan pelabuh- an dan penanggulangan erosi pantai serta bangunan lepas pantai. 9. Teknik sumber daya air, perancangan sistem waduk (reservoir) dan fasili- tas-fasilitas lainnya untuk mencapai penggunaan sumber daya air secara optimum. 10. Teknik penyehatan, yang meliputi sistem pengumpulan dan distribusi air untuk berbagai keperluan, dan sistem pembersihan (treatment) dari air bu- angan. | PENDAHULUAN 3 1.2. Sejarab Perkembangan Ilmu Hidraulika Pada zaman Mesir kuno dan Babilonia, teknik hidraulik telah diprak- tekkan dalam kehidupan sehari-hari. Bangunan-bangunan irigasi dan drainasi seperti bendungan, saluran, akuaduk, dan sebagainya telah dibangun pada tahun 2500 sebelum masehi. Pada masa tersebut juga telah dibuat saluran besar dari Laut Tengah ke Laut Merah. Sekitar tahun 1400 sebelum masebi dibuat saluran serupa dari Sungai Nil ke Laut Merah Sejarah ilmiah ilmu hidraulika dimulai oleh Archimedes (287-212 SM) yang mengemukakan hukum benda terapung dan teori yang mendukungnya. Pada masa kekaisaran Romawi, beberapa saluran/terowongan air dibangun se- telah diketahuinya hukum-hukum aliran air, Sesudah kemunduran kekaisaran Romawi (476 M), perkembangan ilmu hidraulika terhenti selama hampir 1000 tahun. Timu hidraulika mulai berkembang lagi, ketika Leonardo da Vinci (1452-1519) melakukan penelitian mengenai aliran melalui saluran terbuka, gerak relatif fluida dan benda yang. terendam dalam air, gelombang, pompa hidraulis, dan sebagainya. Pada masa tersebut muncul juga seorang ahli mate- matika Belanda yaitu Simon Stevin (1548-1620) yang menyumbang perkem- bangan ilmu hidrostatika. Hasil karyanya yang dipublikasikan pada tahun 1586 memberikan analisis gaya yang dilakukan oleh zat cair pada bidang terendam, Prinsip hidrostatika yang dikemukakan yaitu : pada bidang horison- tal yang terendam di dalam zat cair bekerja gaya yang besamya sama dengan berat kolom zat cair di atas bidang tersebut. Selain itu juga perlu diingat karya dari Galileo (1564 - 1642) yang menemukan hukum benda jatuh dalam zat cair. Masa antara Leonardo da Vinci sampai dengan Galileo disebut dengan zaman Renaisance. Pada zaman setelah renaisance dapat dicatat Evangelista Torricelli (1608-1647), murid Galileo, yang menemukan kecepatan aliran melalui lo- bang. Selanjutnya Edme Mariotte (1620-1684) menentukan secara eksperi- mental nilai koefisien debit pada lobang. Pada masa yang sama, Robert Hooke (1635-1703), yang terkenal dengan teori elastisitas, meneliti tentang anemo- meter dan baling-baling yang akhimya menjadi dasar dalam pengembangan baling-baling kapal, Antoin Parent (1666-1716) mempelajari kincir air dan mencari hubungan antara kecepatan roda dan kecepatan air untuk mendapat- kan rendemen maksimal, Pada tahun 1692, Varignon menemukan pembuktian secara teoritis theorema Torricelli untuk aliran melalui lobang. Pada abad ke 17, imu matematika dan mekanika mulai dikembangkan dalam ilmu hidraulika. Blaise Pascal (1623-1662), seorang ahli matematika terkenal, memberi sumbangan yang sangat penting pada bidang hidraulika ‘ HIDRAULIKA I dengan teori hidrostatika, Hukum Pascal tersebut menyatakan babwa pada zat cair diam, tekanan hidrostatis pada suatu titik adalah sama dalam segala arah. Sir Isaac Newton (1642-1728), ahli fisika terkenal, juga memberi sumbangan pada ilmu hidraulike dengan merumuskan hukum aliran fluida viskos (kental), yaitu bentuk hubungan antara tegangan geser yang terjadi dan gradien kecepatan. Pada dekade kedua dari abad ke 18, karena pengaruh matematika te- rapan ke teknik praktis, perkembangan ilmu hidraulika mengalami perubahan. Hidraulika teoritis terpisah dari hidraulika praktis. Hidraulika teoritis dikem- bangkan menjadi ilmu hidrodinamika, Kelahiran ilmu hidrodinamika tidak lepas dari sumbangan empat ahli matematika pada abad ke 18 yaitu Daniel Bernoulli, Leonard Euler, Clairault dan Jean d'Alembert. Hidrodinamika me- rupakan aplikasi ilmu matematika untuk analisis aliran fluida. Iimu ini mem- pelajari gerak zat cair ideal. Bemoulli (1700-1782) mengemukakan hukum kekekalan energi dan Kehilangan energi sclama pengaliran. Studi miatematis yang dilakukan oleh d’Alembert (1717-1783) dan Clairault (1713-1765) yang, kemudian disempumakan oleh Leonard Euler (1707-1783) merupakan dasar dari ilmu hidrodinamika. Persamaan yang menggambarkan aliran fluida ideal dikenal dengan persamaan Euler. Rintisan keempat ahli tersebut kemudian dilanjutkan oleh banyak abli. Dapat disebutkan disini, Louis Navier (1785- 1836) dan Sir George Stokes (1819-1903) yang menyempurmakan persarnaan Euler menjadi persamaan gerak fluida viskos, yang dikenal dengan persamaan Navier-Stokes. Sir George Airy (1801-1892) menemukan persamaan gelom- bang amplitudo kecil; Hermann von Helmholtz. (1821-1894) mempelajari aliran vortex, garis arus, analisis dimensi, dan sebagainya. Lord Kelvin (1824- 1907) mengembangkan’ teori hidrodinamika untuk berbagai bidang dan pene- muannya yang terpenting adalah hukum pertama dan kedua thermodinamika Lord Rayleigh (1842-1919) orang pertama yang mempopulerkan prinsip- prinsip kesebangunan dan analisis dimensi. Perkembangar hidrodinamika terpisah dengan studi hidraulika eksperi- ‘men, yang juga berkembang sangat pesat pada abad ke 18 dan 19. Henri Pitot (1695-1771) menemukan alat untuk mengukur kecepatan aliran zat cair, dan alat tersebut kemudian dikenal dengan tabung Pitot. Antoine Chezy (1718-1798) mempelajari tahanan hidraulis yang kemudian dikenal dengan rumus Chezy untuk aliran melalui saluran terbuka. Jean Borda (1733-1799) mempelajari aliran melalui lobang dan orang pertama yang menggunakan faktor 2g secara eksplisit dalam rumus-rumus hidraulika. Dapat disebut di sini beberapa ahli lainnya seperti Jean Baptiste Belanger (1789-1874) yang mem- pelajari garis pembendungan (backwater); Benoit Fourneyron (1802-1867) mengembangkan turbin hidraulis, Gaspar de Coriolis (1792-1843) mempela- 1 PENDAHULUAN 3 Jari distribusi kecepatan aliran dan pengaruh perputaran bumi terhadap aliran. Jean Louis Poiseuille (1799-1869) mengembangkan persamaan aliran lami- ner; Barre de Saint Venant (1797-1886) mempelajari gerak gelombang di saluran terbuka; Arsene Dupuit (1804-1866) mengembangkan hidraulika air tanah; Antoine Charles Bresse (1822-1883) melakukan studi hitungan profil muka air. Henri Darcy (1803-1858) mengemukakan hukum tahanan aliran ‘melalui pipa yang diturunkan berdasarkan percobaan pipa, dan aliran melalui media berpori. Paul du Boys (1847-1924) melakukan penelitian gerak se- dimen dasar di saluran den sungai. Henri-Emile Bazin (1829-1917) melaku- kan studi distribusi kecepatan pada arah transversal saluran dan mengusulkan rumus kekasaran dinding saluran dalam bentuk Koefisien Chezy. Pada saat yang hampir bersamaan dengan Darcy dan Bazin, Emile Oscar Ganguillet (1818-1894) dan Wilhelm-Rudolph Kutter (1818-1888) juga mengusulkan Tumus tahanan aliran. Rumus serupa juga diusulkan oleh Philippe-Gaspard Gauckler (1826-1905) dan Robert Manning (1816-1897), Giovanni Venturi (1746-1822) mempelajari pengaruh perubahan penampang pipa dan saluran terhadap tekanan dan profil aliran. Osbom Reynolds (1842-1912) mengem- bangkan teknik model fisik gerak sedimen dasar dan meneliti masalah kavitasi. Selain itu dia juga mengusulkan bilangan tak berdimensi yang di- kenal dengan Angka Reynolds, dan meneliti kondisi aliran laminer, turbulen dan kritis. Pada sckitar akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 terjadi perkembang- an yang sangat penting dalam sejarah ilmu hidraulika, Ludwig Prandtl (1875-1953) menggabungkan teori hidrodinamika dan hidraulika eksperimen menjadi ilmu mekanika fluida. Sampai saat ini Prandtl dianggap sebagai pencetus lahimya ilmu mekanika fluida. Karyanya yang terpenting adalah konsep lapis batas (1901). Murid beliau yaitu Paul Heinrich Blasius meneliti aliran melalui pipa halus din mengusulkan hubungan antara koefisien gesekan dan Angka Reynolds; dan Johann Nikuradse meneliti aliran melalui pipa kasar. Pada awalnya, ilmu hidraulika, hidrodinamika dan mekanika fluida berkembang dengan pesat di Eropa. Mulai akhir abad ke 19 dan awal abad ke 20 para peneliti dan insinyur Amerika juga banyak melakukan penelitian tentang ilmu tersebut. Dapat dicatat di sini nama-nama seperti Buckingham (1867-1940) yang mengembangkan teknik analisis dimensi dan keseba- ngunan; Boris Alexandrovitch Bakhmeteff (1880-1951) banyak meneliti aliran melalui saluran terduka; Keulegan yang banyak meneliti gerak ge- lombang, tahanan pada aliran melalui pipa dan saluran terbuka, dan aliran dengan perbedaan rapat massa, 6 HIDRAULIKA I 1.3, Hukum Newton I ‘Semua gerak yang ada di alam dapat dijelaskan oleh Hukum Newton If yang menyatakan bahwa laju perubahan momentum (massa M x kecepatan V) adalah berbanding langsung dengan gaya yang bekerja dan dalam arah yang sama dengan gaya tersebut. acy) FL) Apabila M adalah konstan, maka gaya akan sebanding dengan perkalian antara massa dan Iaju perubahan kecepatan (V), yaitu percepatan (a); atau d(v) r=mi) atau F=Ma an dengan : F : gaya : massa benda + pereepatan : kecepatan SA Hukum Newton IT ini akan banyak digunakan dalam analisis gerak flui- a. Berikut ini diberikan contoh pemakaian hukum Newton Il. Sistem satuan yang ada dalam contoh tersebut akan diberikan dalam sub bab 1.4. Contoh 1 Berapakah gaya yang harus diberikan pada benda dengan massa 100 kg dan percepatan 10 m/d2, Penyeles: Gaya yang bekerja dapat dihitung berdasarkan hukum Newton II: F=Ma~= 100 x 10= 1000 kgm /d?= 1000N (untuk satuan SI) atau F 1p BaP = 101,94 ty (satuan MKS) | PENDAHULUAN 1 Contoh 2 Benda mempunyai berat 10 kgf di bumi. Hitung berat benda tersebut di bulan dan matahari. Percepatan gravitasi di bulan dan matahari adalah 86 = 1,7 m/d? dan gm =270 m/d?. Percepatan gravitasi bumi 9,81 m/d?. Penyelesai Dengan menggunakan hukum Newton I, 10=Mx9,81 ‘atau M= sar = 1,01937 kefid?/m ‘Massa benda adalah tetap, tidak tergantung pada tempat, Berat benda di bulan, W = M gp =1,01937«1,7 = 1,73293 kof Berat benda di matahari, W = M &q=1,01937%270 =275,2294 ke 1.4. Dimensi dan Satuan Dimensi merupakan besaran terukur yang menunjukkan karakteristik suatu obyek seperti massa, panjang, waktu, temperatur, dan sebagainya. Satu- an adalah suatu standar untuk mengukur dimensi, misalnya satuan untuk ‘massa, panjang dan waktu adalah kilogram (kg), meter (mi), dan detik (d) untuk satuan SI; atau kilogram massa (kgm), meter (m) dan detik (4) dalam Sejak beberapa tahun terakhir ini, dunia dalam masa transisi untuk menggunakan bahasa satuan intemational tunggal. Sistem satuan tersebut ada- lah Systeme International d’Unite (SI). Di Indonesia juga telah dianjurkan untuk menggunakan sistem safuan tersebut. Tetapi dalam kenyataannya, di Indonesia masih sering digunakan sistem satuan SI dan MKS, schingga di dalam buku ini dipakai kedua sistem tersebut. Sistem MKS masih banyak P=g_=yyra7136 Ta Dengan menggunakan rumus (1.5), nilai rapat massa di atas menjadi : P= 71,36 x 9,81 = 700 kgm/m? Rapat relatif, Contoh 2 Satu liter minyek mempunyai berat 7,02 N. Hitung berat jenis, rapat massa, dan rapat relatif. Penyelesaian Soal ini menggunakan sistem satuan SI. Volume minyak, V = 1,0 liter = 0,001 m? Berat minyak, W = 7,02 N W=yV —> 12 Y= appr = 1020N/m? IL SIFAT-SIFAT 2AT CAIR 0 2.3. Kemampatan Zat Cair Kemampatan zat cair didefinisikan sebagai perubahan (pengecilan) volu- me Karena adanya perubshan (penambahan) tekanan, yang ditunjukkan oleh perbandingan antara perubahan tekanan dan perubahan volume terhadap volu- me awal. Perbandingan tersebut dikenal dengan modulus elastisitas. Apabila dp adalah pertambahan tekanan dan dV adalah pengurangan volume dari volume awal V, maka x=-2 (24) Vv ‘Modulus elastisitas air pada temperatur berbeda ditunjukkan dalam tabel 2.1 Nilai K untuk zat cair adalah sangat besar sehingga perubahan volume karena perubahan tekanaa adalah sangat kecil. Oleh karena itu perubahan volume zat cair sering diabaikan dan zat cair dianggap sebagai zat tak termampatkan. Tetapi pada kondisi tertentu di mana perubahan tekanan sangat besar dan mendadak, maka anggapan zat cair adalah tak termampatkan tidak bisa berlaku. Keadaan ini terjadi misalnya pada penutupan katub turbin pem- bangkit listrik tenaga air secara mendadak sehingga mengakibatkan perubahan (Kenaikan) tekanan yang besar. Contoh 3 Modulus elastisitas air adalah K= 2,24 x 10° N/m. Berapakah peru- bahan volume dari 1m° air bila terjadi pertambahan tekanan sebesar 20 bar (1 bar.=10° N/m). Penyelesaian Digunakan persamaan : = 40. & Keay av Vv Vv atau: —_VAp__ 1x 20% 10° _ 3 IV = gr =~ 0.00089 ‘Tanda negatip menunjukkan pengurangan volume. Terlihat bahwa pertam- bahan tekanan yang sangat besar hanya memberikan perubahan volume yang. sangat kecil. Perubahan tersebut dapat diabaikan dan air dianggap sebagai zat yang tak termampatkan. 18 HIDRAULIKA 1 2.4, Kekentalan Zat Cair Kekentalan adalah sifat dari zat cair untuk melawan tegangan geser pada waktu bergerak/mengalir. Kekentalan disebabkan karena kohesi antara parti- kel zat cair. Zat cair ideal tidak mempunyai kekentalan. Zat cair kental, seperti sirop atau oli, mempunyai kekentalan besar; sedang zat cair encer, seperti air, mempunyai kekentalan keeil. Gambar 2.1. menunjukkan zat cair yang terletak diantara dua plat sejajar yang berjarak sangat kecil Y. Plat bagian bawah adalah diam sedang plat atas bergerak dengan kecepatan U. Partikel zat cair yang bersinggungan dengan plat yang bergerak mempunyai kecepatan yang sama dengan plat tersebut. Tegangan geser antara dua lapis zat cair adalah sebanding dengan gradien kecepatan dalam arah tegak lurus dengan gerak (dw/d)). sng es) ——> F y Z| Gambar 2.1. Deformasi zat cair dengan (mu) adalah kekentalan dinamik (Nd/m?) dan + (tau) adalah tegangan geser (N/m?). Zat cair yang mempunyai hubungan linier antara tegangan geser dan gradien kecepatan disebut zat cair Newton (gambar 2.2.). Pada zat cair ideal, tegangan geser adalah nol dan kurvanya berimpit dengan absis. Untuk zat ceir bukan Newton, tegangan geser tidak berbanding lurus dengan gradien kecepatan. Dalam beberapa masalah mengenai gerak zat cair, kekentalan absolut pre =0,95 x 1000 = 950 kg/m? Digunakan rumus berikut, 5 OTE = 1,16 x 10% m/e Penurunan satuan kekentalan kinematik, kgm d ig w_Nd/m “a mw _md_ igi gga moe 0 HIDRAULIKAI Contoh 5 Dua buah plat horisontal ditempatkan sejajar dengan jarak 12,5 mm. Ruang diantaranya diisi oli dengan viskositas 14 poise. Hitung tegangan geser pada oli, apabila plat atas bergerak dengan kecepatan 2,5 mid. Penyelesaian 1 poise = 0,1 N dim? w= 14 P=14Nd/m? Tegangan geser dihitung dengan rumus : du rng Karena distribusi kecepatan adalah linier maka : wie du _ ge sehingga 2,5 v t=p-p= M4 x gprys = 280 N/m? 2.5. Tegangan Permukaan Molekul-molekul zat cair saling tarik menarik di antara sesamanya dengan gaya berbanding Iurus dengan massa dan berbanding terbalik dengan kkuadrat jarak antara pusat massa. Gaya tarik menarik tersebut adalah setim- bang. Tetapi pada permukaan antara zat cair dan udara, atau antara zat satu dengan zat lainnya, gaya tarik ke atas dan ke bawah tidak setimbang (lihat gambar 2.3.) Ketidak-setimbangan tersebut menyebabkan molekul-molekul Gambar 2.3. Gaya-gaya molekul di dalam zat cair I SIFAT-SIFAT ZAT CAIR a pada permukaan melakukan kerja untuk membentuk permukaan zat air. Kerja yang dilakukan untuk melawan gaya tarik ke bawah tersebut dikenal dengan tegangan permukaan. Adanya tegangan permukaan tersebut menye- babkan terbentuknya lapisan tipis pada permukaan zat cair yang mempunyai kemampuan untuk menahan tegangan tarik. Tegangan permukaan o (sigma) bekerja pada bidang permukaan yang sama besar di semua titik. Di dalam bidang teknik, besamya gaya tegangan permukaan adalah sangat kecil dibanding dengan gaya-gaya lain yang bekerja pada zat cair, sehingga biasanya dapat diabaikan. Tegangan permukaan air pada beberapa temperatur ditunjukkan dalam tabel 2.1. 2.6. Kapilaritas Kapilaritas disebabkan oleh gaya Kkohesi dan adesi. Di dalam suatu tabung yang dimasukkan ke dalam zat cair, jika kohesi lebih Kecil dari adesi maka zat cair akan naik; jika kohesi lebih besar dari adesi maka zat cair akan turun, Sebagai contoh, kapilaritas akan membuat air naik pada tabung gelas, sementara air raksa akan turun seperti yang ditunjukkan dalam gambar 2.4. 4 In Nl " oY Air reksa d| Gambar 2.4. Kapilaritas Kenaikkan kapiler (atau penurunan) di dalam suatu tabung dapat dihi- tung dengan menyamakan gaya angkat yang dibentuk oleh tegangan permu- kan dengan gaya berat (gambar 2.5). Pocos0=Ahy 2arocosO=nrhy 260080 Yr an n HIDRAULIKA 1 dengan : : keliling tabung, : Tuas tampang tabung tegangan permukaan berat jenis zat cair jari-jari tabung kenaikan kapiler Apabila tabung bersih, @= 0? untuk air dan 140° untuk air raksa. satan Gambar 2.5. Gaya-gaya pada kepilaritas, Contoh 6 Tabung gelas berdiameter 3 mm dimasukkan secara vertikal ke dalam air. Hitung kenaikan kapiler apabila tegangan permukaan o = 0,0736 N/m, Tabung adalah bersih. Penyelesaian Kenaikan kepiler h di dalam tabung dengan diameter kecil dihitung de. ngan rumus berikut 2acosd ar Apabila tabung bersih dan untuk air, @ = 0. A Il. SIFAT-SIFAT ZAT CAIR, B Sistem satuan SI = 0,0736 Nim d= 0,3. cm=0,003 m ——> r=0,0015 m 26 2%0,0736 _ =F Fe = TOON UBT XOOOTS = 0.010 m= 10 om Sistem satuan MKS © = 0,0736 N/m = 0,0075 kfm 26 __ 2x0,0075 . f= FF = TOOOS OUTS = 00010 m= 1,0.¢m 2.7, Tekanan Uap Zat cair yang terbuka pada gas akan mengalami penguapan. Penguapan terjadi karena molekul zat cair selalu bergerek sehingga beberapa molekul pada permukaan akan mempunyai energi untuk melepas diri dari tarikan molekul-molekul yang ada disekitarnya dan berpindah ke ruang yang ada di atasnya. Laju penguapan tergantung pada perbedaan energi molekul antara zat cair dan gas yang ada di atasnya. Dipandang suatu zat cair di dalam ruang tertutup dengan udara di atasnya dan pada temperatur Konstan. Beberapa molekul zat cair yang mempunyai energi tinggi akan meninggalkan zat cair dan berubah dalam kondisi uap yang bergabung dengan udara di atasnya. Semakin banyak molekul zat cair ber- gabung dengan udara di atasnya, tekanan akan naik dan akibatnya beberapa molekul uap akan Kembali ke dalam zat cair di bawahnya. Pada suatu saat jumlah molekul zat cair yang masuk ke udara akan sama dengan jumlah mole- kul gas yang kembali ke zat cair. Pada keadaan tersebut dicapai kondisi kese- imbangan, dan udara di atas zat cair disebut jenuh dengan uap air. Dalam kondisi ini tekanan yang bekerja pada permukaan zat cair disebut tekanan uap jenuh. Pada awalnya, tekanan udara di atas zat cair di dalam tangki tertutup ada- lah tekanan atmosfer. Apabila tekanan udara dikurangi, yaitu dengan menge- lwarkannya, maka pada tekanan tertentu zat cair mulai mendidih dan meng- uap. Tekanan pada mana zat cair mulai mendidih disebut tekanan ap zat cair pada temperatur tersebut. 4 HIDRAULIKA I Penguapan akan terjadi sampai tekanan i atas zat cair di bawah tekanan uap jenuh zat cair tersebut pada temperatur yang diberikan. Tekanan uap jenuh untuk berbagai zat cair pada temperatur 20°C diberikan dalam tabel 2.2., dan untuk air pada temperatur berbeda diberikan dalam tabel 2.3. ‘Tabel 2.2. Tekanan wap jonuh zat cair pada 20° C. Zat Cair — ‘ekanan Uap Yenuh kegf/om? Nini “Air raksa\ 163x108 | 0,16 Minyak tanah 3,36x102 3.300 Alkohol 595x102 5.900 Bensin 10,1010 10.000 Tabel 2.3. Tekanan uap jenuh air t aa Tekanan Uap Jenuh ‘emperatur (° kef/ont™ N/wt | = in 0,623x102 623 1,246.10 1.230 2373x102 2.340 7,490x10-2 7.400 20,230x10-2 20.000 48,300x102 47.400 1,03 101.500 2.8. Soal Latihan 1. Suatu tangki berisi zat cair dengan massa 1,200 kg dan volume 0,952 m°. Hitung berat, rapat massa, berat jenis, dan rapat relatif zat cair. 2. Minyak mempunyai rapat relatif S = 0,7. Hitung berat jenis dan rapat mas- sa. 3. Hitung viskositas kinematik zat cair yang mempunyai rapat relatif 0,95 dan viskositas dinamik 0,0011 N d/m* IL SIFAT-SIFAT ZAT CAIR 25 4, Dua buah plat borisontal ditempatkan sejajar dengan jarak 15 mm, Ruang diantaranya diisi oli dengan viskositas kinematik 1,1x10~ m*/d dan rapat relatif 0,9. Hitung tegangan geser pada of, apabila plat atas bergerak dengan kecepatan 2,5 m/d. 5. Dua buah plat sejajar berjarak 0,02 cm. Plat bagian bawah tetap, sedang bagian atas bergerak dengan kecepatan 50 cm/d. Untuk menggerakkan plat dengan kecepatan tersebut diperlukan gaya tiap satuan luas sebesar 2 N/m?. Tentukan viskositas zat cair yang berada di antara kedua plat. 6. Dua buah plat berbentuk bujursangkar dengan sisi 0,6 m, saling sejajar dan berjarak 12,5 mm. Di antara kedua plat terdapat oli. Plat bawah diam dan plat atas bergerak dengan kecepatan 2,5 m/d, dan diperlukan gaya 100 N untuk menjaga kecepatan tersebut. Hitung viskositas dinamik dan kinema- tik oli apabila rapat relatifnya adalah 0,95. 7. Ruang antara dua plat paralel berjarak 21 mm diisi air dengan kekentalan dinamis 1,12107N d/m?. Plat datar dengan ukuran 200 x 200 mm? dan tebal 1 mm ditarik melalui ruang tersebut sedemikian sehingga satu per- mukaannya paralel pada jarak 5 mm dari dinding. Dianggap bahwa profil Kecepatan antara plat dan dinding adalah linier. Tentukan gaya yang diper- lukan oleh plat agar supaya kecepatan plat adalah 125 mm/d. Tahanan yang terjadi pada sisi depan plat diabaikan. 8, Plat bujur sangkar dengan ukuran 1 mx 1m dengan berat 392,4 N menggelincir pada bidang miring dengan kecepatan seragam sebesar 0,2 m/d, Kemniringan bidang adalah 5 (vertikal) : 13 (horisontal) dan bagian atasnya terdapat Japis cli setebal 1 mm. Hitung viskositas dinamis minvak. 9. Tabung gelas berdiameter 5 mm dimasukkan secara vertikal ke dalam air. Hitung Kenaikan kapiler apabila tegangan permukaan o = 0,0736 N/m. ‘Tabung adalah bersih. 10. Tentukan tinggi kolom air yang terbentuk di dalam tabung vertikal berdia- meter 1 mm Karena geya kapiler apabila tabung tersebut dimasukkan ke dalam air. Tegangan permukaan = 7,410? W/m dan sudut kontak o=5". 11. Tabung berdiameter 2 mm berisi air raksa dimasukkan ke dalam bak berisi air raksa. Tegangan permukaan air raksa o = 480 x 107? N/m dan sudut Kontak @= 45°. Hitung penurunan permukaan air raksa dalam tabung. Rapat relatif air raksa S= 13,6. 12, Tekanan statis adalah sedemikian rupa sehingga air naik di dalam tabung kkaca sampai setinggi 7 cm. Apabila diameter tabung adalah 0,5 cm dan %6 HIDRAULIKAT temperatur air adalah 20° C, hitung tinggi total pada mana air di dalam tabung akan bertahan 13, Suatu barometer terkontaminasi oleh air pada tabung yang berisi air raksa Apabila tinggi kolom air raksa adalah 735 mm pada temperatur atmosfer 20° C, tentukan tekanan barometer. Apabila ruang di atas air raksa tersebut dianggap hampa, berapakah tekanan udara yang terjadi 14.Zat cair di dalam silinder berada di bawah tekanan. Pada tekanan 1MN/m?* volumenya adalah 1 liter, sedang pada tekanan 2M N/m? volumenya adalah 0,995 liter. Hitung modulus elastisitas zat cair 15. Apabila modulus elastisitas air adalah 210.000 N/cm?, berapakah tekanan yang diperluken untuk mereduksi volumenya sebesar 2% ? Berapakah Perubahan rapat massanya ? 16. Tangki baja tahan tekanan tinggi berisi zat cair, yang pada tekanan 10 atmosfer mempunyai volume 1,232 liter. Pada tekanan 25 atmosfer volu- me zat cair adalah 1,231 liter. Berapakah modulus elastisitas zat cair ? 17. Tangki baja betisi minyak 4 dan air B. Di atas minyak terdapat udara yang bisa diubah tekanannya. Dimensi yang ada pada gambar adalah pada tekanan atmosfer. Apabila tekanan dinaikkan sampai 1 M Pa, berapakah Penurunan permnukaan air dan minyak. Modulus elastisitas zat cair adalah 2050 MN/ m? untuk minyak dan 2075 MN/m? untuk air. Dianggap tangki tidak mengalami perubahan volume, Gambar 2.6. Soal 17. II. HIDROSTATIKA 3.1. Pendahuluan Zat cair dalam keadaan diam yang berada di dalam tangki atau kolam ‘mempunyai permukaan horisontal di mana tekanannya adalah Konstan. Pada tangki terbuka permukaa tersebut mengalami tekanan atmosfer, sedang pada tangki tertutup tekananaya bisa lain dari tekanan atmosfer. Hidrostatika adalah cabang dari hidraulika yang mempelajari perilaku zat cair dalam keadaan diam. Pada zat cair diam, tidak terjadi tegangan geser di antara partikel zat cair. Hal ini terfihat pada hukum Newton tentang kekentalan, di mana apabila Kecepatan (gradien kecepatan) nol akan memberikan tegangan geser nol. Suatu benda yang berada di dalam zat cair diam akan mengalami gaya-gaya ‘yang ditimbulkan oleh tekanan zat cair. Tekanan tersebut bekerja tegak lurus pada permukaan benda. Selain itu, tekanan yang bekerja pada suatu titik adalah sama dalam segala arah. Dalam bab ini akan dipelajari tekanan zat cair, variasi tekanan sebagai fungsi jarak vertikal, alat yang digunakan untuk mengukur tekanan hidro- statis, gaya tekanan yang bekerja pada dinding permukaan dan pada benda yang terendam, serta aplikasinya yang ada pada permasalahan hidrostatika seperti analisis stabilitas bendungan, pintu air, dan sebagainya, 28 HIDRAULIKA I 3.2. Tekanan Tekanan didefinisikan sebagai jumlah gaya tiap satuan luas. Apabila gaya terdistribusi secara merata pada suatu luasan, maka tekanan dapat diten- tukan dengan membegi gaya dengan luas, yang diberikan oleh bentuk berikut ini Pq G1) P : tekanan (kgf/m? atau N/m?) F : gaya (kgf atau N) A’: tuas (m?) Suatu plat dengan luas A terletak pada lantai (gambar 3.1.a). Apabila di atas plat bekerja gaya F, maka plat akan memberikan tekanan ke lantai sebe- sar p= F/A. Demikian juga suatu benda dengan berat WY dan tampang lin- tang A akan memberikan tekanan pada lantai sebesar p = W/A. 3 |. oe P| Gambar 3.1. Gaya dan tekanan Dalam sistem satuan MKS, gaya dan luas mempunyai satuan kgf (kilo- gram gaya) dan_m? sehingga tekanan mempunyai satuan kilogram gaya per meter persegi (kg//m’). Sedang dalam sistim satuan Sl, gaya dan luas mempunyai satuan Newton (N) dan meter persegi (m*) sehingga tekanan ada- Jah dalam Newton per meter persegi (N/m). Tekanan sebesar 1 N/m? dike- nal sebagai 1 Pascal (Pa), 1 N/m? =1Pa 1 RN/m? = 1k Pa = 1000 N/m? Ill HIDROSTATIKA 29 Apabila gaya yang bekerja tidak merata pada bidang, maka tekanan p diberikan dalam bentuk berikut: = % (62) Apabila tekanan pada svatu Iuasan diketahui, maka gaya tekanan yang bekerja pada Iuasan adalah F=pA 63) 33. Tekanan Pada Suatu Titik Di dalam zat cair diam tidak terjadi tegangan geser dan gaya yang bekerja pada suatu bidang adalah gaya tekanan yang bekerja tegak lurus pada bidang tersebut. Tekanan pada setiap titik di dalam zat cair diam adalah sama alam segala arah. Untuk membuktikan hal ini, dipandang suatu elemen zat cair berbentuk prisma segitiga sangat kecil dengan lebar satu satuan panjang (legak lurus bidang gambar), panjang dan tinggi adalah dx dan dy yang berada dalam keadaan diam seperti yang ditunjukkan dalam gambar 3.2. Q ov 3 fe Hy) oo | Gambar 32. Elemen zat cair diam Dalam gambar tersebut p adalah tekanan, ps dan p, adalah tekanan dalam fikal. Sisi-sisi segitiga tersebut mempunyai hubungan 30 HIDRAULIKAT erat prisma segitiga zat cair adalah : w=y8 (a1) ‘Oleh karena tidak ada tegangan geser maka gaya-gaya yang bekerja hanya gaya tekanan dan gaya berat. Gaya tekanan (F) adalah tekanan (p) kali Juas bidang yang mengalami tekanan (4). Gaya tekanan yang bekerja pada permukean adalah: Fraps A= pedy Fy=py dl = pydx Fy=pdsl = pds Persamaan kesetimbangan untuk arah x adalah : F.= Fssina ps dy=pdssina ps ds sina =p ds sina sehingga Px=P G4) Sedang untuk arah y: F,-W-F,cosa=0 Pye 1 ete ~ pds cos a=0 au Py ds cos 0. ¥ 5 dy ds 08 ~ p ds cos a=0 B-Z1h-p=0 ‘Oleh karena prisma adalah sangat kecil sehingga dy mendekati nol, maka suku kedua dari persamaan di atas dapat diabaikan, sehingga : Py=P G5) IL HIDROSTATIKA u Dari persamaan (3.4) dan (3.5) didapat : Pr=Py=P 3.6) ‘yang berarti bahwa tekanan dalam berbagai arah yang bekerja pada suatu titik dalam zat cair diam adalah sama. Besarnya gaya tekanan yang bekerja pada suatu bidang diberikan oleh bentuk berikut ini. r= J pas ‘A F=pa BD 3.4, Distribusi Tekanan Pada Zat Cair Diam Gambar 3.3. menunjukkan beberapa tangki berisi zat cair yang sama dalam keadaan diam, Zat cair mempunyai permukaan horisontal. Kedalaman zat cair adalah /y, ho, dan fy . Luas dasar semua tangki adalah sama yaitu 4 Apabila berat jenis zat cair adalah y maka berat zat cair di atas dasar ‘masing-masing tangki adalah : WW; = berat zat cair di atas dasar tangki = x volume zat cair =yxVi =yAhy at Ca Gambar 3.3. Tangki berisi zat cair x HIDRAULIKAL Dengan cara yang sama, Wr=yAhy Ws=yAhy ‘Tekanan yang beke-ja pada masing-masing dasar tangki adalah : payh G8.) Dengan cara yang sama untuk kedua tangki yang lain, pmayh (3.8b) Ps=hs G8.) Dari ketiga bentuk persamaan di atas terlihat bahwa tekanan pada dasar tangki yang ditimbulkan oleh zat cair dalam keadaan diam tergantung pada kedalaman vertikal titik tersebut dari permukaan zat cair dan berat jenis zat cair. Untuk zat cair yang sama, berat jenis y yang ada dalam persamaan tersebut adalah korstan. Dengan demikian tekanan p hanya tergantung pada variabel A (kedalaman zat cair); dengan kata lain tekanan merupakan fungsi dari kedalaman zat cair, p = (h). Secara umum persamaan (3.8.a, b, dan c) dapat ditulis dalam bentuk berikut ini p=yh G9) Dalam sistim satuan SI dimana lebih sering digunakan rapat massa (0) dari pada berat jenis (y) maka persamaan (3.9) ditulis menjadi p=pgh G.10) Tekanan p seperti dalam persamaan (3.9) dan (3.10) disebut dengan tekanan hidrostatis, Apabila di atas permukaan zat car terdapat tekanan p,, maka tekanan yang bekerja pada dasar tangki adalah : P=1h+po G.11.a) P=Pgh+po G.11.b) IL HIDROSTATIKA, 3 Apabila permukaan zat cair terbuka ke udara luar, tekanan di atas zat cair adalah tekanan atmosfer, p= Pa, schingga tekanan absolut (lihat sub bab 3.5): p=yh+Po ata p=PRh+pa ‘Untuk tekanan relatif atau terukur, pa = 0 sehingga : p=yh — atau—sp=pgh Karena tekanan hanya tergantung pada kedalaman zat cair 1, maka untuk Kedalaman yang sama akan memberikan tekanan yang sama meskipun bentuk tangki berbeda. Seperti_ yang ditunjukkan dalam gambar (3.4), untuk keempat tangki berbeda tetapi dengan luas dasar A, tinggi ht dan berat jenis zat cair ‘y yang sama, akan menimbulkan tekanan pada dasar yang sama pula. | = A : a A was A Gambar 3.4. Tekanan hidrostatis pada kolam dengan bentuk berbeda ‘Tekanan pada dasar untuk masing-masing tangki adalah : payh Gaya pada dasar F =tekanan x luas =p x A Fsyha G.12a) atau F=pgha G12.) 4 HIDRAULIKAI Jadi walaupun berat zat cair di dalam masing-masing kolam adalah ber- beda, tetapi tekanan dan gaya pada dasar masing-masing kolam adalah sama ‘yang tergantung pada h. Contoh 1 ‘Tangki dengan ukuran panjang x lebar x tinggi (LBH)) = 4 mx2 m x2 m diisi air sedalam 1,5 m. Hitung dan gambar distribusi tekanan pada dinding tangki. Hitung pula gaya yang bekerja pada dinding dalam arah panjang dan Tebar serta pada dasar tangki. Penyelesaian Contoh soal ini diselesaikan dengan sistem satuan MKS. Distribusi tekanan dinitung dengan menggunakan rumus = path Distribusi tekanan di dinding, pada kedalaman : h=0,5 m $ pos = 1000 x 0,5 = 500 kgf/m? h=1,0 m; pip = 1000 x 1,0 = 1.000 kgf/m? A= 1,5 m5 pis = 1000 x 1,5 = 1.500 kef/m? Distribusi tekanan di dasar adalah merata, yaitu : p= 1000 x 1,5 = 500 kg/m? Distribusi tekanan seperti terlihat dalam gambar. Gaya pada dinding dalam arab panjang: Gambar 3.5. Distribusi tekanan pada dinding dan dasar tangki IL HIDROSTATIKA 38 Fy = luas distribusi tekanan x panjang, =0,5 x pis hax L=0,5 x 1.500 x 1,5 x4 = 4.500 kef Gaya pada dinding dalam arah lebar, F,=0,5 x 1.500 x 1,5 x2=2.250 kef Gaya pada dasar, Fy =pxL x B= 1.500 x4 x2 = 12.000 kgf Contoh2 Suatu tangki dengan panjang 2,5 m, lebar 2 m dan tinggi 2 m diisi air sampai pada ketinggian 1,25 m dan sisanya diisi minyak sampai penuh dengan rapat relatif $=0,9, Tangki tersebut terbuka ke udara luar. Hitung dan gambar distribusi tekanan pada dinding dan dasar tangki. Hitung gaya tekanan yang bekerja pada sisi arah panjang dan lebar serta dasar tangki. Penyelesaian Contoh soal ini diselesaikan dengan sis- tem satuan SI. =Pme a Pair 09 Pm = 0,9 Pair PL=Pm 8 hm = 0,9 x 1000 x 9,81 x 0,75 = 6621,75 N/m? = 6,62175 kN/m? P2=Pi+ Pair & Fair = 6621,75 + 1000x9,81x1,25 = 18.884,25 N/m? = 18,88425 kN/m?™ Gaya tekanan pada sisi arah panjang, FL=[ ppt hn + Qi + Pay ho) L 36 HIDRAULIKA | =[ a x 662175 x 0,75 + (6,62175 + 1888425) 5 x 1,25 2,5 = 46,0610 kN Gaya tekanan pada sisi arah lebar, Fa=[ : % 6,62175 x 0,75 + (6,62175 + 18,88425) r x 1,25]2,0 = 36,8488 kN Gaya tekanan pada dasar, Fp = po Lx B= 18,88425 x 2,5 x = 94,42125 kN 3.5. Tekanan Atmosfer, Relatif dan Absolut Telah diketahui bahwa udara di atmosfer ini mempunyai berat. Karena mempunyai berat maka udara tersebut bisa menimbulkan tekanan pada per- mukaan bumi. Rapat massa udara tidak Konstan, yang tergantung pada keting- gian, temperatur dan kelembaban. Oleh karena itu tekanan atmosfer, yang disebabkan oleh berat atmosfer atau udara di atas permukaan bumi, sulit (tidak bisa) dihitung, Tekanan atmosfer dapat diukur berdasarkan tinggi kolom zat cair yang bisa ditahan. pD ipermnuaa laut, tekanan yang ditimbul- kan oleh Kolom udara seluas 1 cm? dan setinggi atmosfer adalah sebesar 1,03 ef. Dengan kata lain tekanan atmosfer pada permukaan laut adalah 1,03 kgf/cm’, atau dapat juga ditunjukkan oleh 10,3 m air atau 76 cm air raksa (Hg). Tekanan atmosfer akan berkurang dengan elevasi/ketinggian tempat. ‘Tekanan relatif atau tekanan terukur adalah tekanan yang diukur berda- sarkan tekanan atmosfer. Tekanan ini bisa lebih besar atau lebih kecil dari tekanan atmosfer. Tekanan relatif dari zat cair yang berhubungan dengan uudara luar (atmosfer) adalah nol, sehingga tekanan relatif adalah positip bila lebih besar dari tekaran atmosfer dan negatip apabila lebih kecil. Seandainya udara di atmosfer tidak mempunyai berat maka udara tidak memberikan tekanan pada permukaan bumi, atau tekanan pada permukaan bumi adalah nol, Tekanan nol tersebut dikenal dengan tekanan nol absolut Tekanan absolut diukur terhadap tekanan nol absolut. Dengan kata lain, tekanan absolut merupakan jumlah dari tekanan atmosfer dengan tekanan relatif. Apabila tekenan relatif adalah negatif, maka tekanan absolut adalah tekanan atmosfer dikurangi tekanan relatif. 1M HIDROSTATIKA 7 Gambar 3.7. menunjukkan ketiga macam tekanan tersebut. Tekanan relatip, untuk selanjutnya disebut tekanan. - “Tekanan terukur Tekanan Tokanan atmoster ‘okanan tarukur regatp frau) Tekanan absolut Tekanan atmoster ‘Tokanan absotut Nol absolut Gambar 3.7. Tekanan atmosfer, Relatif dan absolut Tekanan atmosfer di suatu tempat dapat diukur dengan menggunakan barometer air raksa (gambar 3.8.). Barometer ini terdiri dari tabung kaca cukup panjang yang pada salah satu ujungnya tertutup dan diisi penuh dengan air raksa, sedang pada ujung lainnya yang terbuka dimasukkan ke dalam air raksa, Pada kondisi setimbang, permukaan air raksa di dalam tabung akan ‘turun sampai tinggi kolom air raksa di dalam tabung adalah h. Ruangan di atas air raksa mengandung vap air raksa. ‘Apabila berat jenis air raksa adalah y, a dan tekanan uap air raksa dan tekanan (4 atmosfer adalah p, dan pa, maka Pa=hy+ Pu Oleh Karena tekanan uap air raksa pada temperatur 20°C adalah kecil, ba- nya 1,610 kef/cn? (0,16 N/n?), maka biasanya diabaikan, schingga ic akea 74 Pa=hy Pa is fh = 92 = 760 mmm air raksa Gambar3.8. Barometer as HIDRAULIKAL Tekanan atmosfer juga bisa dinyatakan dalam tinggi air, yang besarnya adalah 10,33 m. Contoh 3 Suatu tabung berbentuk silinder dengan tinggi 1,5 meter dan luas tampang lintang 5 cm? diisi dengan air que sampai pada ketinggian 1,0 meter dan sisanya diisi dengan minyak dengan rapat relatif 0,8. Tabung tersebut semen terbuka terhadap udara luar. Hitung x tekanan terukur dan absolut pada dasar tabung dalam satuan SI dan tinggi air dan minyak. Hitung pula gaya pada nee tom dasar tabung, Tekanan atmosfer adalah abe tee Ue) Penyelesaian TIT pam pi: rapat massa minyak 2! rapat massa air Gambar 3.9. ‘Tekanan terukur : p = pgh Tekanan absolut : pass =p + Pa a. Tekanan dalam satuan SI PA=Pighi+Pa Po= Pat Prgha=Pre(In+Shi)+Pa dengan S adalah rapet relatif. Pa= 1,013 bar. = 1,013 x 10° N/m? ‘Tekanan terukur : a= Prg (Fiz+Shy)=1000x9,81(1,040,8%0,5)=0,1373%10° N/m" Tekanan absolut : pe =0,1373 x 10° + 1,013 x 10% = 1,1503 x 10° N/m? ». Tekanan dalam tinggi air dan minyak Tekanan terukur Wl, HIDROSTATIKA 39 pa=prg(In+Shy ——> Figrn+sh $B = (n+ Shi )= 1,040.8 «0,5 = 14 m air. Po__ (in+Sh)_ 14 _ Foen SOG = 175 m minyale Tekanan absolut Pobs=P + Pa Tekanan atmosfer dinyatekan dengan tinggi air dan minyak : s 1013 x It = 10,326 m air Yar” TOOOX9.8T Pa __ 10,326 _ Gee = “Bg = 12,907 mminyak jadi: FR = 1,4 + 10,326 = 11,726 m air Pobs_ _ 1,75 + 12,907 = 14,657 m minyak Yrinyak c. Gaya pada dasar tabung Pada permukaan dasar bagian dalam (yang berhubungan dengan air) be- kerja tekanan absolut, sedang pada permukaan dasar bagian luar bekerja te- kanan atmosfer. Dengan demikian gaya neto yang bekerja pada dasar adalah : F= Pars A — Pa A= Pierukur XA = 0,1373%10°x5x10" = 6,865 N. 3,6, Tekanan Dinyatakan Dalam Tinggi Zat Cait Tekanan zat cair pada suatu titik dengan kedalaman f adalah : PHYh+Po Biasanya untuk mengukur tekanan digunakan tekanan atmosfer sebagai referensi, sehingga pada persamaan di atas pa adalah nol, path Persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk : 40 HIDRAULIKAI aa G13.) atau & .13.b) Parameter h adalah penting di dalam mekanika fluida dan hidraulike, yang disebut dengan tinggi tekanan. Tinggi tekanan h menunjukkan keda- Jaman zat cair yang diperlukan oleh zat cair dengan berat jenis y (rapat massa p ) untuk menghasitkan tekanan p. Gambar 3.10.a. adalah tangki terbuka berisi zat cair yang dihubungkan dengan tabung yang ujung atasnya berhubungan dengan udara luar (atmosfer). Dalam keadaan ini zat cair akan naik di dalam tabung sampai permukaannya sama dengan yang ada di dalam tangki. Tinggi kenaikan zat cair di dalam tabung dari suatu titk yang ditinjau A adalah Ay yang sama dengan p4/y, dengan p, adalah tekanan zat cair pada titik tersebut. Nilai p4 adalah sama dengan kedalaman titik tersebut dari permukaan zat cair di dalam tangki kali berat jenis zat cair, pa=yha (Pa=pgha). Dalam gambar 3.10.b. tangki adalah tertutup dan udara di atas permukaan zat cair di dalam tangki berada dalam tekanan (tekanan lebih besar dari tekanan atmosfer), yaitu sebesar po. Tekanan pada titik A yaitu p, adalah sama dengan jumlah tekanan udara (p,) ditambah tekanan yang disebabkan oleh zat cair di ata titik tersebut (p1). Zat cair di dalam tabung naik setinggi hy yang sama dengan (po +p1)/y. Parameter hp dan hy adalah tinggi tekanan untuk tekanan pp dan p;. Besar tekanan udara di atas zat cair adalah sama dengan selisih tinggi tekanan 50,000 =800x9,81xh =08 ——> Pse=0,8x1000 = 800 kg/m? h=6371 m 3.7.Manometer Manometer adalah alat yang menggunakan kolom zat cair untuk meng- ukur perbedaan tekanan. Prinsip manometer adalah apabila zat cair dalam Kondisi keseimbangan maka tekanan di setiap titik pada bidang horisontal untuk zat cair homogen adalah sama. Beberapa macam manometer yang tergantung pada masing-masing penggunaannya akan dibicarakan dalam sub bab berikut ini. 3.7.1. Bidang dengan tekanan sama ‘Tekanan hidrostatis pada suam titik di dalam zat cair tergantung pada jarak vertikal dari permukaan zat cair ke titik tersebut. Tekanan pada semua titik yang terletak pada bidang horisontal yang terendam di dalam zat cair atup recta (o @ Gambar 3.11. Tekanan hidrostatis pada tangki 2 HIDRAULIKAT mempunyai tekanan yang sama. Seperti yang ditunjukkan dalam gambar 3.1.a,, titik 1, 2, 3, dan 4 mempunyai tekanan sama, dan bidang horisontal yang melalui titik-titik tersebut adalah bidang dengan tekanan sama. Dalam gambar 3.11.b., titik 5 dan 6 berada pada bidang horisontal, tetapi tekanan pada titik 5 dan 6 tidak sama, Karena air di dalam kediia tangki tidak bethubungan. Gambar 3.11.c. menunjukkan tangki yang diisi dengan dua zat cair yang berbeda rapat massanya. Bidang horisontal yang melalui titik 7 dan 8 yang melalui batas antara kedua zat cair mempunyai tekanan yang sama, karena berat kolom zat cair tiap satuan luas di atas titik 7 dan 8 adalah sama: sedang bidang yang melalui titik 9 dan 10 adalah bukan bidang dengan tekanan sama. 3.72. Piezometer Bentuk paling sederhana dari mano- meter adalah piezometer (gambar 3.12.) yang terdiri dari tabung gelas vertikal I dengan ujung terbuka yang dihubungkan | dengan ruangan (pipa) yang akan divkur tekanannya. Karena adanya perbedaan h= tekanan antara ruangan dan udara luar, maka zat cair di dalam tabung gelas akan naik sampai dicapai suatu keseimbangan. Tekanan diberikan oleh jarak vertikal h dari permukaan zat cair (di dalam tabung) ke titik yang diukur tekanannya, yang dinyatakan dalam tinggi zat cai Gambar 3.12. Piezometer Piezometer tidak dapat digunakan untuk mengukur tekanan negatip, karena udara akan masuk ke dalam ruangan melalui tabung. Selain itu alat ini tidak praktis untuk mengukur tekanan besar, Karena diperlukan tabung vertikal yang sangat panjang. Apabila berat jenis zat cair adalah y , maka tekanan di titik adalah : Paahy Contoh 5 Minyak (S = 0,8) berada di dalam pipa yang dihubungkan dengan piezometer seperti terfihat dalam gambar. Hitung tekanan dalam pipa. UL, HIDROSTATIKA Penyelesaian Digunakan sistem satuan MKS. p=yh=0,8x1000%0,48 = 384 kgf/nr Contoh 6 ‘Tangki terbuka dengan dua buah piezometer ditempatkan pada sisinya, berisi dua macam zat cair yang tidak bisa tercampur seperti terlihat dalam gambar, Berapakah elevasi permukaan zat cair pada piezometer A den B. Hitung pula tekanan, pada dinding dan dasar tangki. Penyclesaian Digunakan sistem satuan SI a. Blevasi permukaan zat cair di 43 Gambar 3.13 piezometer A sama dengan i da. 5 lama tangki, yaitu 2 m | b, Zat cair B akan naik di dalam piezometer B pada elevasi 0,3 m (hasil dari tekanan yang ditim- | bulkan oleh zat cair 3) ditambah =| dengan tinggi tekanan yang di- | timbulkan oleh zat cair A. Tinggi F tekanan yang disebabkan oleh zat cair A dapat ditentukan dari persamaan berikut. Fes S-o72 s=238 Gambar 3.14. Sa= 24 ——> p4=0,72x1000 = 720 kg/m? P=pagh= 720x981 (2,0-03) = 12.0074 N/m? = 12.007,4 Pa= 12,00 k Pa Tinggi zat cair B yang naik di dalam piezometer B karena adanya tekan- an zat cair A adalah meet Pair Sp 36 “ HIDRAULIKAT Pp = 2,36x1000 = 2.360kg/n? oa THR eT = 05186 m Jadi elevasi zat cair B di dalam piezometer B adalah : hg =0,3 + 0,5186 = 0,8186m c. Tekanan hidrostatis pada dinding dan dasar tangki. ‘Tekanan pada dinding po=0 PE= pa ha=720 x981 (2,0 0,3) = 12.0074 Pa= 12,0074 k Pa Pr=Pa8ha+paghe = 12.007,4+ 2.360 x9,81 «0,3 = 18.952,9 Pa = 18,9529 kPa Tekanan pada dasar Poasar = Pr = 18,9529 k Pa 3.73. Manometer Tabung U Gambar 3.15. adalah bentuk manometer tabung U, yang terditi dari tabung kaca yang dihubungkan dengan rvangan (pipa) yang akan diukur tekanannya, Bagian bawah dari tabung berbentuk U diisi zat cair dengan berat jenis besar. Misalkan berat jenis zat cair yang mengalir di dalam pipa adalah ‘yi dan berat jenis zat cair manometer adalah y2. Perbedaan elevasi permukaan zat cait manometer pada kedua kaki tabung U adalah x. Untuk menghitung tekanan di pusat pipa A, ditarik garis horisontal PQ yang melalui ujung bawah zat cair manometer (P) dan memotong kaki tabung yang lain (Q). Untuk keadaan pada gambar 3.15.a. tekanan pada P dan Q adalah sama. AY + PA=PetX¥2 dengan pg adalah tekanan atmosfer. Persamaan di atas dapat ditulis dalam bentuk PA=PatX¥2— hy .12) Apabila tekanan di dalam pipa (p,) adalah lebih kecil dari tekanan atmosfer, maka zat cair manometer di dalam kaki tabung kiri (P) akan lebih IL HIDROSTATIKA 45 tinggi (gambar 3.15.b). Berdasarkan persamaan keseimbangan pada kondisi tersebut, maka : PA+hYL+XY2= Pa atau PA=pa-hyi-x7 @.13) Bet ‘Gambar 3.15. Manometer tabung U Soal7 Manometer tabung seperti terlihat dalam gambar 3.15.a. dengan rapat relatif zat cair di dalam pipa dan manometer adalah $1=0,86 dan S:=13,6; sedang h =90 mm dan x ~50 mm. Hitung tekanan terukur p4 dalam tinggi air raksa dan N/m, Apabila ‘ekanan barometer adalah 760 mm Hg (air raksa) berapakah tekanan absolut p, dalam tinggi air, air raksa dan N/m. Penyelesaian Digunakan sistem satuan SI ‘Tekanan terukur, PaxS dengan y adalah berat jenis air. Dari beberapa nilai yang diketahui maka : Pathy=petxn > Fi ehs PA 490 x 0,86 = 0+ 50 x 13,6 a = 602,6 mm air = 0,6026 m air 46 HIDRAULIKA I ea a =44,309 mm Hg =0,0443 m Hg Yarracsa Apabila tekanan dinyatakan dalam N/nf, maka : Pa=0,6026 pg =0,6026 x 1000 x 9,81 = 5.9115 N/m? = 5911S k N/m Tekanan absolut, Pat hy =PpatXY2 PA 4 900,85 = 760%13,6 + 50x13,6 10.9386 mm air =10,9386 m air weet 108586 _ 504.3 mm He=08043 m He Pa = 10,9386 x 1000 x 9,81 = 107.308 N/m? = 107,308 kN/m? Dalam contoh ini tekanan (terukur) di dalam pipa adalah positip. Contoh 8 Soal seperti dalam contoh 7, untuk $;=0,86 dan S;=1, h=90 mm dan x=50 mm. Hitung tekanan terukur dan absolut p, dalam kgf/cm?. Penyelesaian Digunakan sistem satuan MKS ‘Tekanan terukur, PA = 0+ 50x1 — 90x0,86 =~27,4 mm air = -0,0274 m air atau Pa =~-0,0274 x 1000 = -27,4 kef/m? = -0,00274 kgf/om™ Tekanan absolut, Pa 760x1 3,6 + 50x1 — 90x0,86= 10.308,6 mm air Ill HIDROSTATIKA, a = 10,3086 m air Pa= 10,3086 x 1000 = 10.308,6 kef/m? = 1,03 kgf/cm? Dalam contoh ini tekanan terukur adalah negatip, yang berarti tekanan di dalam pipa lebih kecil dari satu atmosfer. Contoh 9 Manometer tabung U seperti terlihat dalam gambar digunakan untuk mengukur tekanan di dalam pipa yang berisi air (S; = 1). Manometer tersebut berisi air raksa (5)=136). Apabila k=20 mm dan x = 50 mm. Hitung tekanan di dalam pipa. Penyelesaian Persamaan keseimbangan untuk kondisi se- perti dalam gambar. ‘Tekanan terukur, Pa=pathytxye ean eae =0~ 20x1 - 50x13,6 = -700 mm air 0,7 mair mar Gambar 3.16 atau Pa=~0,7 pg =—0,7%1000x9,81= ~6.867 N/ m= -6,87 KN/m> ‘Tekanan di dalam pipa adalah negatip (lebih kecil dari satu atmosfer). Tekanan absolut, PA = 760x13,6 ~ 20x1 ~ 50x13,6 = 9.636 mm air = 9,636 m air atau Pa =9,636 p g = 9,636x1000x9,81= 94.529 N/m? = 94,529 KN/mi bes HIDRAULIKA 3.74, Manometer Mikro Pada manometer tabung U, seperti yang dijelaskan di atas, memerlukan pembacaan elevasi zat cair di kedua kaki tabung manometer. Perubahan tekanan di tangki (pipa) yang diukur tekanannya menyebabkan penurunan permukaan zat cair di satu kaki tabung dan kenaikan pada tabung yang lain Dengan mengganti salah satu kaki manometer dengan suatu tangki dengan luas tampang lintang yang besar dibanding dengan tabung yang lain, maka pembacaan dapat dilakukan pada satu tabung. Manometer ini dikenal dengan manometer mikro (micromanometer), seperti yang ditunjukkan dalam gambar 3.17. Gambar 3.17. Manometer mikro Karena perbandingan yang besar antara tangki dan tabung manometer, penurunan elevasi permukaan yang kecil pada tangki akan menyebabkan kenaikan kolom zat cair yang besar pada kaki tabung U. Kenaikan tekanan akan menyebabkan penurunan permukaan zat cair di dalam tangki sebesar Ay, sehingga : Ady=ah G.14) dengan A dan @ adalah luas tampang tangki dan tabung manometer Persamaan kesetimbangan terhadap bidang yang melalui permukaan zat cair i dalam tangki = ya (Ay) + Pa = 18 (Ay) G.15) ‘Substitusi persamaan (3.14) ke dalam persamaan (3.15) 40+) +Pa=veh Gh)