Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN OBSERVASI CHECKLIST & TABEL PANDUAN

OBSERVASINYA

D
I
S
U
S
U
N

OLEH :
USWATUL HIKMAH (1509110020)
INNIKE RANI SAFITRI (1509110025)
AINDA SITI RAHAYU (1509110029)
NELLY WAHYUNI (1509110019)
MARDHATINA PUTRI (1509110024)

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH


TAHUN AJARAN 2017/2018
I. PENGERTIAN SKIZOFRENIA
Skizofrenia adalah gangguan mental kronis menyebabkan penderitanya
mengalami delusi, halusinasi, pikiran kacau, dan perubahan perilaku orang tersebut.
Kondisi ini biasanya berlangsung lama dan sering diartikan gangguan mental atau
disebut juga gangguan jiwa, mengingat sulitnya perbedaan antara kenyataan dengan
diri sendiri.
II. GEJALA SKIZOFERNIA
Gejala skizofrenia dibagi menjadi dua kategori, negatif dan positif, antara lain;
A. Gejala Positif Skizofernia
Mengalami halusinasi yaitu mendengar suara-suara atau melihat yang sesuatu
sebenarnya tidak ada
Mengalami Delusi yaitu kepercayaan kuat yang tidak masuk dalam logika kita
sendiri
Pikiran kacau atau perubahan pikiran yaitu tidak mampu memahami antara
kenyataan dan logikanya.

B. Gejala Negatif Skizofernia


Perasaan yang datar
keterbatasan pembicaraan dan pikiran, dalam hal kelancaran dan
produktivitas atau disebut alogia
Kesulitan dalam berpikir secara abstrak dan memiliki pikiran yang khas
(stereotipik).
Perawatan diri dan fungsi sosial yang menurun
Keterbatasan prilaku dalam menentukan tujuan yang disebut avolition

III. PENGERTIAN OBSERVASI


Observasi adalah mengamati atau memperhatikan tingkah laku seseorang
yang dilakukan dengan sadar baik langsung maupun tidak langsung yang bertujuan
tertentu.

IV. TUJUAN OBSERVASI


Tujuan observasi yaitu menggambarkan segala sesuatu yang berhubungan
dengan objek penelitian, mengambil kesimpulan yang disusun menjadi sebuah
laporan yang relevan dan dapat bermanfaat sebagai sebuah bahan pembelajaran atau
studi. Dari hasil observasi kita akan memperoleh gambaran yang jelas tentang
masalahnya dan mungkin petunjuk-petunjuk tentang cara pemecahannya dengan
menggunakan model checklist, mampu membuat kesimpulan mengenai observasi
yang telah dilakukannya, serta mampu mengevaluasi kelebihan dan kelemahan dari
praktek observasi yang telah dilakukan.

V. PROSEDUR OBSERVASI
Pilihlah satu variabel yang ingin di observasi sebagai tujuan observasi. Carilah
pengertian, definisi operasional, aspek, dan indikator dari variabel tersebut. Tentukan
indikator-indikator manakah yang dapat di observasi dan buatlah panduan observasi.
Pilihlah seorang individu yang dapat dijadikan subjek. Observasilah subjek tersebut
selama minimal satu jam. Catatlah perilaku dari individu tersebut. Isilah catatan
observasi. Setelah melakukan observasi, beberapa mahasiswa akan di minta untuk
mempresentasikan laporan hasil observasi yang telah di buatnya.

VI. TINJAUAN PUSTAKA


A. Variabel
Variable yang digunakan dalam observasi ini adalah perilaku agresi.
B. Definisi Konsep
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional pada Kamus Besar Bahasa
Indonesia (Hedo dan Hilda, 2014) mendefinisikan Agresif sebagai perasaan marah
atau tindakan kasar akibat kekecewaan atau kegagalan dalam mencapai pemuasan
atau tujuan, yang dapat diarahkan kepada orang atau benda; perbuatan bermusuhan
yang dapat diarahkan kepada orang atau benda; sifat atau nafsu menyerang sesuatu
yang dipandang sebagai hal atau situasi yang mengecewakan, menghalangi, atau
menghambat. Applefield (Setiawan, 2009) menyatakan bahwa agresivitas merupakan
sikap yang mengandung unsur kesengajaan yang mengakibatkan atau mempunyai
kemungkinan mengakibatkan penderitaan fisik atau psikis pada orang lain atau
mengakibatkan kerusakan pada barang dan benda lainnya. Agresivitas juga
dinyatakan oleh Tremblay ( Hedo dan Hilda, 2014) sebagai sikap yang cenderung
menggunakan perwujudan perilaku dalam cara atau interaksi yang bersifat antagonis
kepada orang lain. Sedangkan Berkowitz (Hedo dan Hilda, 2014) menyatakan bahwa
agresivitas merupakan sikap menyerang yang menyakiti seseorang baik secara fisik
maupun mental.

C. Aspek-aspek
Menurut Buss dan Perry (Praptiani, 2013) agresi terbagi dalam empat jenis
yang menggambarkan perilaku agresi dari setiap indivdu diantaranya adalah Physical
Agression, Verbal Agression, Anger, dan Hostility.
1. Physical Agression
Physical Agression merupakan perilaku agresi yang dapat diobservasi (terlihat/overt).
Physical Agression kecenderungan individu untuk melakukan serangan secara fisik
untuk mengekspresikan kemarahan atau agresi. Bentuk serangan fisik tersebut seperti
memukul, mendorong, menendang, dan lain sebagainya.
2. Verbal Agression
Verbal Agression merupakan perilaku agresi yang diobservasi (terlihat/overt). Verbal
Agression adalah kecenderungan untuk menyerang orang lain atau memberikan
stimulus yang merugikan dan menyakitkan kepada organisme lain secara verbal, yaitu
melalui kata-kata atau penolakan. Bentuk serangan verbal tersebut seperti cacian,
ancaman, mengumpat, atau penolakan.
3. Anger
Beberapa bentuk anger adalah perasaan marah, kesal, sebal, dan bagaimana cara
mengontrol hal tersebut. Termasuk di dalamnya Irritability, yaitu mengenai
temperamental, kecenderungan untuk cepat marah, dan kesulitan untuk
mengendalikan amarah.
4. Hostility
Hostility tergolong dalam agresi covert (tidak terlihat). Hostility terdiri dari dua
bagian, yaitu: Resentment seperti cemburu dan iri terhadap orang lain,
dan Suspicion seperti adanya ketidakpercayaan, kekhawatiran, dan proyeksi dari rasa
permusuhan terhadap orang lain.

VII. CATATAN OBSERVASI


A. Variabel : perilaku agresi
B. Definisi Operasional : Agresi adalah segala bentuk perilaku yang dimaksudkan
untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental.
C. Identitas Subyek
Nama : Tn. B
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Usia : 40 tahun
Suku Bangsa : Indonesia
Status Pernikahan : Menikah
Latar Observasi : di sebuah laut di ujung kota banda aceh dimana terletak
bebatuan yang berderetan sepanjang pinggir laut. Dipinggir bebatuan tersebut terdapat
tanaman dan semak- semak. Disamping semak-semak tersebut terdapat sebuah jalan
ber-aspal. Disamping jalan tersebut terdapat batu kerikil, sebuah kereta dan sebuah
mobil.

Tabel Panduan Observasi


NO. Aspek Indikator Deskriptif Cheklist

1. Agresi Fisik Mencubit Subjek menyakiti orang lain dengan -


menjepit kulit dari tangan subjek
tersebut
Memukul Subjek mengayunkan tangan kepada -
orang lain
Menampar Subjek menganyukan tangan ke -
wajah orang lain
Menendang Subjek mengayunkan kaki ke tubuh -
orang lain
Mengambil Subjek mengambil sebuah benda -
Benda untuk memukul dan menghilangkan
nyawa seseorang baik menggunakan
benda tajam, benda tumpul
, menembak menggunakan pistol ,
dll.
Mendorong Subjek menghempaskan tubuh -
orang lain kedepan dan belakang.
2. Agresi Verbal Mengancam Subjek mencoba untuk mengatakan
kata-kata yang mengancam orang
lain
Memaki Subjek mengatakan kata-kata keji,
tidak pantas, kurang sopan
Menggunjing Subjek mengatakan hal-hal yang -
tidak benar mengenai orang lain
(bergosip)

Berkomunikasi Subjek mengobrol dengan subjek


yang lain pada saat dia memandang
subjek lain tersebut

Membantah Subjek tidak mau mendengar


perkataan orang lain
Berlari Subjek berlari jika dirinya dalam -
terancam di sekitarnya
Berkurangnya konsentrasi
Gangguan
terhadap sesuatu hal yang dia
Perhatian
perhatikan

3. Agresi Kemarahan Marah Subjek memerahnya muka dan urat-


uratnya menonjol pada saat emosi
Depresi Subjek merasakan stress dan sedih

Cemburu Subjek menunjukkan rasa tidak


suka seperti marah-marah tidak
jelas, dll

4. Agresi Permusuhan Benci Subjek menunjukkan rasa tidak


suka seperti perilaku menghindar,
dll
Ketidak Subjek menajamkan pandangan
percayaan mata saat menatap atau
mendengarkan orang yang
berbicara.
kekhawatiran Subjek mempunyai Prilaku yang
dilihat dari tidak bisa tenang
(gelisah), menggigit jari, dll

VIII. KESIMPULAN OBSERVASI


Dari hasil observasi di atas tersebut, Subjek memiliki perilaku agresi karena
beberapa indikator dalam aspek tersebut sudah terpenuhi.

IX. EVALUASI OBSERVASI


A. Kelebihan
Jarak antara observer dan Subjek tidak terlalu jauh sehingga memudahkan
observer untuk mengobservasi subjek tersebut.
B. Kelemahan
Tempat observasi yang cukup ramai dan kendaraan berlalu lalai sehingga
observer susah mendengarkan kata-kata subjek.
X. REFERENSI
Hedo, Dian Jayantari Putri K. dan Hilda Sudhana. (2014). Perbedaan Agresivitas
pada Anak Usia Dini yang Dibacakan Dongeng Dengan yang Tidak Dibacakan
Dongeng Sebelum Tidur Oleh Ibu. Jurnal psikologi Udayana,1(2), 213-226.

Direje, Ade Hermas S(2011). Buku Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Nuha
Medika

Praptiani, Santi. (2013). Pengaruh Kontrol Diri Terhadap Agresivitas Remaja


Dalam Menghadapi Konflik Sebaya Dan Pemaknaan Gender. Jurnal Sains Dan
Praktik Psikologi, 1(1), 01-13.

Setiawan, A. (2009). Mengatasi prilaku agresif pada siswa. Artikel Pendidikan


Luar Biasa Universitas Pendidikan Indonesia, 2-5.