Anda di halaman 1dari 19

NAMA : MUHAMMAD BACHTIAR

NPM : 1515041010

MATA KULIAH : MANAJEMEN PROYEK

SISTEM MANAJEMEN INDUSTRI KIMIA

Definisi Manajemen dan Industri

Manajemen industri terdiri dari 2 kata yakni, Manajemen dan Industri . Dua kata ini
memiliki arti yang berbeda. Namun jika bergabung, kedua kata tersebut akan menjadi satu kalimat yang
sangat padu karena memiliki kesinambungan satu sama lain.

a. Manajemen

Dalam mengartikan dan mendefinisikan manajemen ada berbagai ragam yaitu manajemen
sebagai suatu proses, manajemen sebagai kolektivitas manusia, manajemen sebagai ilmu dan
manajemen sebagai seni. Manajemen sebagai suatu proses, definisi manajemen sebagai suatu
proses dapat dilihat pemaparan dari beberapa tokoh sebagai berikut:

1. Encylopedia Of The Social Science, yaitu suatu prose dimana pelaksanaan suatu tujuan
tertentu dilaksanakan dan diawasi.

2. Haiman, yaitu fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalu kegiatan orang lain, melakukan
usaha-usaha yang dilakukan individu untuk mencapai tujuan.

3. Giorgy R. Terry, yaitu cara pencapaian yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui
kegiatan orang lain.

4. Manajemen sebagai suatu kolektinitas merupakan suatu kumpulan dari orang-orang yang
bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Kolektivitas atau kumpulan orang-lorang inilah
yang disebut dengan manajemen, sedangkan orang yang bertanggung jawab terhadap
terlaksananya suatu tujuan atau berjalannya aktivitas manjemen disebut manejer.

5. Manajemen sebagai suatu ilmu karena telah dipelajari sejak lama dan telah diorganisasikn
menjadi suatu teori manajemen.

6. Manajemen sebagai suatu seni, yaitu suatu keahlian, kemampuan, keterampilan,dalam aplikasi
prinsip, metode, dan teknik dalam menggunakan sumber daya manusia dan sumber daya
lainnya secara efisisen dan efektif guna mencapai tujuan organisasi.
Dari definisi-definisi yang telah dipaparkan diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen
adalah sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan
pengontrolan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya untuk mencapai sasaran atau
tujuan secara efektif dan efisien dimana untuk dapat mencapai tujuan tersebut sumber daya
manusia bekerjasama secara kolektivitas.

b. Industri

Industri adalah suatu upaya sistemik untuk menggerakan pembangunan ekonomi dalam
menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang tersusun atas faktor-faktor
seperti sejarah, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi geografi dan dampak sosial.
Dalam realitanya, industrialisasi diwujudkan dalam pengertian seperti skala (kecil-besar),
hulu-hilir terpadu, aplikasi teknologi tertentu beserta penciptaan nilai tambah yang
mengandung keunggulan secara komparatif, kompetitif dan kombinasi komparatif-kompetitif
yang mampu menjamin kemampuan tumbuh dan berkembang atas kekuatan sendiri untuk
meningkatkan kegiatan produksi dan memperkuat sektor ekonomi lainnya.

c. Manajemen Industri

Dari pemaparan diatas dapat disimpulakan bahwa manajemen industri adalah suatu proses
perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya manusia dan
sumber daya lainnya untuk menggerakan pembangunan ekonomi manusia secara sistematik
yang tersusun atas faktor-faktor seperti sejarah, seni dan desain, ekonomi pemasaran, teknologi
geografi dan dampak sosial sehingga mengandung keunggulan secara komparatif, kompetitif
dan kombinasi komparatif-kompetitif yang mampu menjamin kehidupan manusia dan
prosesnya dapat berjalan efektif dan efisien.

Macam macam Manajemen

Di dunia terdapa beberapa macam manajemen. Manajemen di bedakan berdasarkan hirarki dan
bentuknya.

1. Manajemen Berdasarkan Hirarkinya

Berdasarkan Hirarkinya ( tigkatannya ), Manajemen I bedakan menjadi 3, yaitu manajemen


puncak, manajemen menengah, dan manajemen lini awal.

a. Manajemen puncak
Manajemen ini berada di ujung dari pembuat keputusan. Biasanya di manajemen puncak
inilah kepala dari manajemen tersebut berada dan di sanalah seluruh kebijakan di rumuskan
dan keputusan manajemen tersebut bersifat mengikat untuk semua yang ada di perusahaan
tersebut.

b. Manajemen Menengah

Manajemen ini berada setingkat dibawah manajemen puncak. Perbadannya hanya pada
wilayah keberlakuan suatu keputusan. Jika di manajemen puncak, keputusan mengikat
seluruh pegawai/pekerja, namun jika manajemen menengah hanya berlaku untuk beberapa
sub/bagian dan tidak menentang keputusan yang telah di ambil dari manajemen puncak

c. Manajemen Lini Awal

Manajemen ini lebih sedikit pengaruhnya dari manajemen manajemen lainnya. Biasanya
manajemen lini awal hanya sebagai pelaku keputusan, walaupun memang beberapa saat
mereka tetap membuat keputusan namun harus tidak bertentangan dengan keputusan dari
manajemen puncak serta manajemen menengah.

2. Manajemen Menurut Bentuk

Menurut bentuknya manajemen di bagi menjadi 2 macam yaitu :

a. Manajemen Umum

Manajemen ini lebih bersifat umum dan keputusan berlaku untuk semua bagian dari
perusahaan tersebut.

b. Manajemen Fungsional

Manajemen ini lebih bersihat bagian dan keputusan tidak berlaku untuk semua bagian
dari perusahaan tersebut

Komponen dari Manajemen

Dalam sebuah sistem manajemen, terdapat komponen komponen yang mempengaruhi


manajemen tersebut. Komponen tersebut dibutuhkan untuk menjalankan suatu sistem manajemen
seperti manajemen dalam industri tersebut. Komponen-komponen tersebut antara lain resources
(sumber daya/bahan), people (orang), ideas (ide), dan objectives (tujuan).

a. Resources

Sumber daya ( Resources ) merupakan komponen penting dalam manajemen. Antara


resources dan manajemen saling berkaitan dan saling membutuhkan. Resources tidak
akan terkelola dengan baik tanpa adanya manajemen yang baik pula. Resources ialah
bahan yang tidak terlepaskan dari manajemen tersebut.

b. People

People ( Orang ) juga merupakan salah satu komponen terpenting untuk sebuah
manajemen. Hal tersebut terjadi karena dari segala kegiatan dalam manajemen itu akan
melibatkan orang sebagai player / pelaku dari manajemen tersebut. Oleh karena itu
people merupakan hal yang paling penting dalam manajemen.

c. Ideas

Untuk menggerakkan suatu manajemen, seseorang membutuhkan ide ( ideas ) untuk


menjalankannya. Ide akan berguna jika terjadi sebuah masalah / problem jika terjadi
dalam sebuah industri

d. Objectives

Dalam sebuah manajemen, biasanya telah ada sebuah tujuan ( objectives ). Tujuan
tersebut dijadikan patokan manajemen tersebut untuk hasil industrinya. Jadi tujuan juga
akan menjadi hal penting dari suatu manajemen untuk menaikkan kualitas manajeme
tersebut.

Fungsi dari Manajemen

Dalam sebuah industri terdapat fungsi fungsi manajemen. Ini penting sekali karena di sinilah
peran manajemen dbutuhkan. Fungsi fungsi tersebut antara lain

1. Planning ( perencanaan )

Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan menghubungkan evaluasi fakta di masa
lalu dan sekarang serta antisipasi perubahan dan kecenderungan di masa mendatang untuk
menentukan strategi dan taktik yang tepat guna mewujudkan sasaran dan tujuan yang
ditetapkan. Selain itu ada perencanaan lain yang di butuhkan antara lain :

Menetapkan tujuan dan sasaran

Merumuskan strategi dan taktik untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut

Merancang rencana yang diperlukan meliputi sumber daya (who), jadwal (when),
lokasi (where) dan metode (how) untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan
aktivitas (what)

Menetapkan target yang menjadi indikator keberhasilan pencapaian tujuan dan


sasaran
2. Organizing ( pengorganisasian )

Proses yang menyangkut upaya memilih, menghimpun dan mengkoordinasi sumber daya
untuk mempersiapkan dan membangun struktur manajemen yang tepat dan tangguh serta
sistem dan lingkungan manajemen yang kondusif, dengan memastikan bahwa semua pihak
dalam manajemen dapat bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan
manajemen. Dan di bawah ini ialah tahap tahap organizing.

Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan


tanggungjawab

Merumuskan, membagi dan menetapkan tugas

Mengalokasikan dan menempatkan sumber daya pada posisi dan tugas yang tepat

Menyusun prosedur untuk mengatur aktivitas sesuai prioritas atau urutan

3. Actuating ( Pengarahan )

Proses yang menyangkut upaya melaksanakan rencana yang disusun dengan memimpin,
menggerakkan, mengarahkan dan memotivasi seluruh pihak dalam organisasi untuk
menjalankan tanggungjawabnya dengan komitmen dan loyalitas yang tinggi. Selain itu
bentuk dari fungsi pengarahan manajemen ialah :

Mendelegasikan tugas dan memberikan penjelasan mengenai pekerjaan

Memimpin, memotivasi dan membimbing sumber daya agar bekerja secara efektif
dan efisien

Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan

4. Controlling ( Pengawasan )

Proses yang menyangkut upaya untuk mengendalikan dan memastikan seluruh rangkaian
aktivitas yang telah direncanakan, diorganisasikan dan dilaksanakan dapat berjalan sesuai
dengan target tujuan dan sasaran yang ditetapkan sekalipun terdapat beberapa perubahan
dan penyesuaian yang terjadi. Penerapan lain dari fungsi pengawasan manajemen ialah :

Mengevaluasi pencapaian tujuan dan sasaran berdasarkan indikator kinerja terhadap


target yang telah ditetapkan.

Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin


ditemukan .
Menetapkan kebijakan untuk menyusun strategi dan taktik alternatif menangani
berbagai masalah yang terjadi.

Bagian Manajemen

Di dalam suatu manajemen, harus ada pembagian tugas yang jelas sehingga semua yang ada di
dalam manajemen tersebut dapat bertanggung jawab sesuai dengan keahlian masing masing. Di
makalah ini kami akan membahas beberapa bagian dari manajemen yang dapat dikatakan sebagai
bagian yang terpenting dalam manajemen industri

a. Manajemen Produksi

Definisi Produksi

Produksi adalah bagian yang penting dalam kegiatan industri. Di kegiatan produksi inilah
proses pembuatan barang terjadi. Arti produksi sendiri ialah Secara umum produksi
diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses yang menstranspormasikan masukan
(input) menjadi hasil keluaran (output). Dalam pemgartian yang bersifat umum ini
penggunaannya cukup leas, sehingga mencakup keluaran (output) yang berupa barang
atau jasa. Dalam arti sempit, pengertian produksi hanya dimaksud sebagai kegiatan yang
menghsilkan barang baik barang jadi maupun barang setengah jadi, bahan industri dan
suku cadang atau spareparts dan komponen. Hasil produksinya dapat berupa barang-
barang konsumsi maupun barang-barang industri. Produksi adalah kegiatan untuk
menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa. (Sofjan Assauri, 1999:
him 11)

Selain itu, Produksi adalah suatu proses mengubah input menjadi output sihingga nilai
barang tersebut bertambah. Input dapat berupa terdiri dari barang atau jasa yang digunakan
dalam proses produksi, dan output adalah barang atau jasa yang di hasilkan dari suatu
proses produksi.(sri adiningsih, 1999 : him 3-4). sedangkan menurut, sukanto dan indriy,
Produksi merupakan pusat pelaksanaan kegiatan konkrit mengadakan barang-barang dan
jasa-jasa. Tanpa kegiatan ini kosonglah arti suatu badan usaha.(sukanto, indriyo, 1992, him
12-13)

Produksi adalah suatu kegiatan yang mengubah input menjadi output. Kegiatan tersebut
dalam ekonomi biasa di nyatakan dalam fungsi produk, Fungsi produk menunjukkan
jumiah maksimum output yang dapat dihasilkan dari pemakaian sejumlah input dengan
menggunakan teknogi tertentu. (sugiarto, dkk, 2002 : him 202) sedangkan menurut Ari
sudarman, Produksi sering didefenisikan sebagai penciptaan guna, dimana guna bararti
kemampuan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia(Ari Sudarman, 2004
: him 103)
Menurut definisi diatas produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup
pengertian yang sangat luas, produksi meliputi semua aktivitas dan tidak hanya mencakup
pembuatan barang-barang yang dapat dilihat dengan menggunakan faktor produksi.
Faktor produksi yang dimaksud adalah berbagai macam input yang digunakan untuk
melakukan proses produksi. Faktor-faktor produksi tersebut dapat diklasifikasi menjadi
faktor produksi tenaga kerja, modal, dan bahan mentah. Ketiga faktor produksi tersebut
dikombinasikan dalam jumlah dan kualitas tertentu. Aktivitas yang terjadi didalam
proses produksi yang meliputi perubahan-perubahan bentuk, tempat dan waktu
penggunaan hasil-hasil produksi.

Disamping itu produksi juga diartikan sebagai penciptaan nilai guna (utility) suatu
barang dan jasa dimana nilai guna diartikan sebagai kemampuan barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan manusia. Pengertian lain dengan lebih sederhana mengatakan
bahwa produksi adalah suatu kegiatan mengubah input (faktor produksi menjadi output
barang dan jasa). adanya perbedaan produksi dalam arti teknis dan ekonomi adalah
secara teknis merupakan suatu pendayagunaan sumbersumber yang tersedia. Dimana nantinya
diharapkan terwvujudnya hasil yang lebih baik dari segala pengorbanan yang telah
diberikan. Sedangkan bila ditinjau dari pengertian ekonomi, produksi merupakan suatu
proses pendayagunaan segala sumber yang tersedia untuk mewujudkan hasil yang terjamin
kualitas, terkelola dengan baik sehingga kegiatan tersebut haruslah dilakukan dengan
biaya serendah mungkin untuk mencapai hasil maksimal.

Fungsi Produksi

Pada umumnya ekonomi menggunakan fungsi produksi untuk menggambarkan hubungan


antara input dan output. Fungsi produksi menunjjukan berapa banyak jumlah
maksimum output yang dapat diproduksi apabila sejumlah input yang tertentu
dipergunakan pada proses produksi(Sri Adiningsi, 1999: hlm 5)

Fungsi produksi adalah suatu skedul (atau tabel atau persamaan matematis) yang
menggambarkan jumlah output maksimum yang dapat dihasilkan dari satu set faktor
produksi tertentu, dan pada tingkat teknologi tertentu pula. Singkatnya fungsi produksi
adalah katalog dari kemungkinan hasil produksi(Ari Sudarman, 2004: hlm 108)

Fungsi produksi menunjukkan sifat hubungan di antara faktorfaktor produksi dan tingkat
produksi yang dihasilkan. Faktor-faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan
jumlah produksi selalu juga disebut sebagai output.(Sadono Sukirno, 2008 : him 193)

Faktor yang Mempengaruhi Produksi

Dari pengertian diatas dapat dipahami mengenai unsur-unsur dan Faktor-faktor produksi
disini yang dimaksud adalah tanah, modal, tenaga kerja dan keahlian keusahawan dimana
tetap jumlahnya. Hanya tenaga kerja dipandang sebagai faktor produksi yang berubah-
ubah. jumlahnya. Dengan demikian perkaitan antara faktor produksi yang digunakan dan
tingkat produksi yang dicapai adalah perkaitan antara jumlah tenaga kerja yang digunakan
dan jumlah produksi yang dicapai. 3 variabel independen yaitu Bahan Baku, Tenaga
Kerja, dan Pemasaran Hasil produksi.

a. Bahan baku

Menurut Mulyadi (1986: 118) bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian
integral produk jadi. Bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur
dapat diperoleh dari pembelian lokal, pembelian import atau dari pengolahan sendiri.

Adapun jenis jenis bahan baku menurut Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri
(1982: 185) terdiri dari

1. Bahan baku langsung (direct material)

Bahan baku langsung adalah semua bahan baku yang merupakan bagian
daripada barang jadi yang dihasilkan. Biaya yang dikeluarkan untuk membeli
bahan mentah langsung ini mempunyai hubungan yang erat dan sebanding
dengan jumlah barang jadi yang dihasilkan.

2. Bahan baku tak langsung (indirect material)

Bahan baku tak langsung adalah bahan baku yang ikut berperanan dalam proses
produksi, tetapi tidak secara langsung tamapak pada barang jadi yang
dihasilkan. Seandainya barang jadi yang dihasilkan adalah meja dan kursi maka
kayu merupakan bahan baku langsung, sedangkan paku dan plamir
merupakan bahan mentah tak langsung. Sumber : id.shvoong

b. Tenaga kerja

Tenaga Kerja adalah seluruh jumlah penduduk yang dianggap dapat bekerja dan
sanggup bekerja jika ada permintaan kerja, tenaga kerja dapat dilihat dari konsep
produktivitasnya. Sumber : socialrewardsurvey

Tenaga kerja faktor produksi ini bukan saja berarti jumlah buruh yang
terdapat dalam perekonomian. Pengertian tenaga kerja meliputi juga keahlian dan
ketrampilan yang mereka miliki. Dari segi keahlian dan pendidikannya, tenaga
kerja di bedakan kepada tiga golongan berikut:

1. Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau rendah
pendidikannya dan tidak memiliki keahlian dalam suatu bidang pekerjaan,
2. Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memilki keahlian dari
pelatihan atau dari pengalaman kerja seperti montir mobil, tukang kayu dan ahli
merepasi TV dan radio.

3. Tenaga karja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki pendidikan cukup
tinggi dan ahli dalam bidang tertentu seperti dokter, akuntan, ahli ekonom dan
insinyur. .(sudono sukirno, 2003: hlm 7)

Konsep produktivitas kerja dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu dimensi
individu dan dimensi organisasian. Dimensi individu melihat produktivitas
dalam kaitannya dengan karakteristikkarakteristik kepribadian individu yang
muncul dalam bentuk sikap mental dan mengandung makna keinginan dan upaya
individu yang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas kehidupannya.
Sedangkan dimensi keorganisasian melihat produktivitas dalam kerangka
hubungan teknis antara masukan (input) dan keluaran (out put). Oleh karena
itu dalam pandangan ini, terjadinya peningkatan produktivitas tidak hanya
dilihat dari aspek kuantitas, tetapi juga dapat dilihat dari aspek kualitas,

c. Pemasaran Hasil produksi

Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok
mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan
pihak lain (Kotler, 2002: hlm 9)

Perencanaan pemasaran harus dimulai dari penetapan tujuan perusahaan, misalnya


tujuan yang ingin dicapai:

a. Menciptakan kepuasan pelanggan melalui tawaran produk

b. Meningkatkan kwalitas produk

c. Meningkatkan pasar

d. Medapat laba dalam jangka pendek dan panjang (Ali Hasan 2008: hlm 31)

Meskipun beberapa perusahaan mempunyai tujuan yang sama, tetapi strategi yang
digunakan berbeda-beda. Umumnya strategi pemasaran adalah:

a. Memilih pelanggan sasaran yang dituju atau dilayani

b. Mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pelanggan

c. Menentukan bauran pemasaran panjang (Ali Hasan 2008: Mm 32)

Agar strategi pemasaran dapat dijalankan, menajer pemasaran diharuskan untuk


mengembangkan program-program pemasaran, seperti berikut:
a. Target penjualan

b. Anggaran pemasaran

c. Alokasi bauran pemasaran

d. Penetapan harga

e. Alokasi anggaran pemasaran pada masing-masing kelompok(Ali Hasan 2008:


him 32)

Implementasi perencanaan pemasaran akan menjadi aktivitas terbaik


perusahaan harus diorganisasikan melalui struktur organisasi yang mencerminkan
kegiatan pemasaran yang optimal.

Selain itu ada faktor produksi menurut ilmu ekonomi dalam ilmu ekonomi
dikenal ada empat macam faktor produksi. Faktor-faktor ini sangat berpengaruh
besar dalam keberhasilan sebuah perusahaan untuk berkembang dan mampu
bersaing dengan kondisi yang ada di Lapangan. Inilah 4 faktor produksi dalam ilmu
ekonomi

A. Tanah & Sumber daya alam (SDA)

Faktor produksi yang palig utama yang harus ada adalah tanah yang
mencakup lahan, bangunan, ruko dan tempat usaha itu dibangun kemudia di
tambah dengan bahan mentah yang menjadi sumber utama yang akan diproduksi
oleh sebuah perusahaan. Tanpa adanya tanah dan sumber daya alam maka sebuah
usaha yang bergerak dalam bidang produksi tidak akan jalan dengan semsetinya.

B. Tenaga kerja

Tenaga kerja adalah mereka yang mengguanakan akal, pikiran dan tenaganya
dalam megolah faktor yang pertama. Tenaga kerja adalah manusia yang di
pekerjakan dalam sebuah perusahaan atau badan usaha dengan tujuan
mencipatakan produk dan servis jasa bagi calon konsumen yang membutuhkan.
Kualifikasi tenaga kerja dalam ilmu ekonomi di bagi menjadi tiga antara lain :

1) Tenaga kerja kasar : Tenaga kera kasar ini adalah meraka yang memiliki skill
kurang akan tetapi jasa mereka sangat dibutuhkan dalam mengembangkan sebuah
usaha. Tenga kerja kasar ini dibagi menjadi dua yaitu : Tenaga kerjaa tidak terdidik
dan berpendidikan rendah, pada umumnya akan menempati posisi paling bawah
dalam sebuah organisasi. Mislakan buruh dan pekerja gudang.

2) Tenaga kerja terampil : Tenaga kerja terampil memiliki kedudukan yang lebih
tinggi dibandingkan dengan tenaga kerja kasar. Yang menjadi tolak ukurnya
biasanya tingkat kemampaun dalam mengolah sebuah usaha dalam organisasi
tentunya juga dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Posisi yang berada dalam
tenaga kerja terampil ini contohnya : Karyawan dan asisten yang membantu
manajer perusahaan dan gajinya juga lebih tinggi di bandingakan tenaga kerja
kasar.

3) Tenaga kerja terdidik : Tenaga kerja terdidik adalah mereka yang memiliki
keahlian, skill, soft skill dalam sebuah bidang yang mereka sengaja tekuni dari
awal. Contoh jabatang yang terolong tenaga kerja terdidik adalah konsultan IM,
Dokter, dan orang-orang yang sudah menjadi pakar dalam sebuah bidang
keilmuan.

C. Modal (Capital )

Inilah fator produksi yang terakhir Modal, setiap usaha yang akan berdiri wajib
hukumnya memiliki modal usaha sebagai landasan utama bergeraknya usaha yang
mereka lakukan. Kebanyakan mindset orang ketika mendengar kata modal akan
lari ke sebuah alat tukar yaitu Uang, padahal modal dalam sebuah usaha diartikan
sebagai keseluruhan aktiva perusahaan yang dijadikan atau di gunakan untuk
mengoptimakan pendapatan perusahaan.

D. Kewiraswastaan

Faktor yang terahir ini lebih mengarah pada kemampuan yang dimiliki oleh
seorang pengusaha dalam mengolah dan mengembankan usahanya untuk mampu
bersaing dan eksis dalam menghadapi tantangan jaman dan kondisi ekonomi yang
ada dalam sebuah Negara.

b. Manajemen Pemasaran

Definisi Pemasaran

Definisi Pemasaran menurut William J. Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari
kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik
kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

Definisi lainnya, Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya
individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

Dengan pemasaran perusahaan berusaha menghasilkan laba dari penjualan barang dan jasa
yang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Disinilah peran manajer pemasaran
dibutuhkan, dimana tugas dari manajer pemasaran adalah memilih dan melaksanakan
kegiatan pemasaran yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi.

Manajemen Pemasaran

Pada dasarnya manajemen itu terdiri atas perancangan dan pelaksanaan rencana-rencana.
Dalam membuat suatu perencanaan, dibutuhkan kemampuan untuk membuat strategi dan
rencana. Untuk rencana jangka panjang maka dibutuhkan waktu yang lebih banyak.
Sedangkan untuk pelaksanaan rencana tersebut, dia harus mendelegasikan keputusan-
keputusannya yang rutin dilakukan setiap hari kepada para bawahan.

Secara umum Manajemen mempunyai tiga tugas pokok, yaitu :

1. Mempersiapkan rencana/strategi umum bagi perusahaan

2. Melaksanakan rencana tersebut

3. Mengadakan evaluasi, menganalisa dan mengawasi rencana tersebut dalam


pelaksanaannya. (untuk mengukur hasil dan penyimpangannya serta untuk
mengendalikan aktivitas). Sehingga yang dimaksud dengan manajemen pemasaran,
menurut Philip Kotler adalah : penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan
pengawasan program-program yang ditujukan untuk mengadakan pertukaran dengan
pasar yang dituju untuk mencapai tujuan organisasi.

Untuk membuat suatu rencana, fungsi penganalisaan sangat penting agar


rencana yang dibuat dapat lebih matang dan tepat. Penerapan merupakan kegiatan
untuk menjalankan rencana. Fungsi pengawasan adalah untuk mengendalikan segala
macam aktivitas agar tidak terjadi penyimpangan.

Tugas-tugas Manajemen Pemasaran

Tugas-tugas manajer pemasaran dapat dilihat dari segi fungsi manajemen yang
dilakukan dalam bidang pemasaran, yaitu bagaimana proses manajemen itu dijalankan
untuk mengubah sumber-sumber menjadi produk yang dapat memenuhi kebutuhan
manusia. Tugas-tugas itu antara lain :

Mempelajari kebutuhan dan keinginan konsumen

Mengembangkan suatu konsep produk yang ditujukan untuk memuaskan/


melayani kebutuhan

Membuat desain produk

Mengembangkan pembungkusan dan merk


Menetapkan harga agar memperoleh Return on investment yang layak

Mengatur distribusi

Memeriksa penjualan

Menciptakan komunikasi pemasaran yang efektif dengan menggunkan media


atau cara lain yang tepat

c. Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah aktivitas pemilik dan manajemen perusahaan untuk


memperoleh sumber modal yang semurah-murahnya dan menggunakannya se-efektif, se-
efisien, seproduktif mungkin untuk menghasilkan laba. Aktivitas itu meliputi :

1. AKTIVITAS PEMBIAYAAN ( FinancingActivity )

Aktivitas pembiayaan ialah kegiatan pemilik dan manajemen perusahaan untuk mencari
sumber modal ( sumber eksternal dan internal ) untuk membiayai kegiatan bisnis.

A.Sumber eksternal

.Modal Pemilik atau modal sendiri (Owner Capital atau Owner


Equity). Atau modal saham (Capital Stock ) yang terdiri dari : Saham
Istimewa (Preferred Stock) dan Saham Biasa (Common Stock).

Utang (Debt), Utang Jangka Pendek (Short-term Debt) dan Utang


Jangka Panjang (Long-term Debt).

Lain-lain, misalnya hibah.

B. Sumber Internal :

Laba Ditahan (Retained Earning)

Penyusutan, amortisasi, dan Deplesi ( Depreciation, Amortization,


dan Deplention)

Lain-lain, misalnya penjualan harta tetap yang tidak produktif.

2. Aktivitas Investasi (Investment activity)

aktivitas investasi adalah kegiatan penggunaan dana berdasarkan pemikiran


hasil yang sebesar-besarnya dan resiko yang sekecil-kecilnya. Aktivitas itu
meliputi :

Modal Kerja (working Capital) atau harta lancar (Current Assets)


Harta Keuangan (Finaceal assets) yang terdiri : investasi pada saham
(stock) dan Obligasi (Bond)

Harta Tetap (real Assets) yang terdiri dari : Tanah,gedung, Peralatan.

Harta Tidak Berwujud (intangible assets) terdiri dari : Hak Paten, Hak
Pengelolaan Hutan, Hak Pengelolaan Tambang, Goodwill.

3. Aktivitas Bisnis (Business Activity)

Aktivitas bisnis adalah kegiatan untuk mencari laba melalui efektivitas penjualan
barang atau jasa efisiensi biaya yang akan mengahsilkan laba. Aktivitas itu dapat
dilihat dari laporan Laba-Rugi, yang terdiri dari unsur :

Pendapatan (sales atau Revenue)

Beban ( Expenses)

Laba-Rugi ( Profit-Loss)

4. Tanggung Jawab Manager Keuangan

Aktivitas perusahaan ditinjau dari sudut manajemen keuangan menjadi tugas manajer
keuangan. Tugasnya antara lain adalah sebagai berikut :

Perolehan dana dengan biaya murah.

Penggunaan dana efektif dan efisien

analisis laporan keuangan

Analisis lingkungan Internal dan eksternal yang berhubungan dengan


keputusan rutin dan khusus.

Berdasarkan tugas tersebut, manajemen keuangan memiliki tujuan antara lain adalah ;

Memaksimalkan nilai perusahaan

Membina relasi dengan pasar modal dan pasar uang.

Manager
a. Pengertian manajer
Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan
kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.

b. Tingkatan manajer
Pada organisasi berstruktur tradisional, manajer sering dikelompokan menjadi
manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama (biasanya
digambarkan dengan bentuk piramida, di mana jumlah karyawan lebih besar di
bagian bawah daripada di puncak).

1. Manajer lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah


manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang
bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam
proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift,
manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).

2. Manajer tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen


yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas
sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah
di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer
divisi.

3. Manajer puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer,
bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan
mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief
Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial
Officer).

Meskipun demikian, tidak semua organisasi dapat menyelesaikan pekerjaannya


dengan menggunakan bentuk piramida tradisional ini. Misalnya pada organisasi yang
lebih fleksibel dan sederhana, dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tim karyawan
yang selalu berubah, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya sesuai dengan
permintaan pekerjaan.

c. Peran Manajer

Selain menjalankan fungsi manajemen, seorang manajer juga dituntut untuk


menjalankan perannya sebagai seorang manajer. Tugas menajer meliputi
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkordinasi da pengendali, seluruh
sumber daya yang ada guna mencapai tujuan. Menurut Mintzberg peran seorang
manajer dapat dibagi menjadi tiga peran besar yaitu, interpersonal, informational, dan
decisional. Interpersonal merupakan peran manajer yang berkaitan dengan pekerjaan
yang berhubungan denga orang lain dan tugas-tugas yang bersifat seremonial dan
simbolik. Informational merupakan peran manajer yang berkaitan dengan menerima,
menyimapn dan menyebarluaskan informasi. Sedangikan decisional merupakan peran
manajer yang berkaitan dengan penentuan berbagai pilihan.
1. Peran Interpersonal Manajer (Interpersonal Manajerial)

Manajer mempunyai tiga peran dalam hubungannya dengan sesame anggota


perusahaan atu industry yaitu:

1. Peran figure

Peran figure artinya bahwa seorang maanjer merupakan symbol.


Manajer harus berperan melakukan tugas rutin yang berkaitan dengan
tugas-tugas resmi dan pekerjaan-pekerjaan3yang bersifat social.
Sebagai contoh adalah memberi sambutan pada acara resmi,
membuka acara yang diselenggarakan industry, menjadi penanggung
jawab setiap kegiatan dan sebagainya.

2. Peran pemimpin

Manajer adalah pemimpin sehingga manajer harus mampu


memimpin, membimbing, memotivasi, memberikan reward dan
pusnishmen, mengatur anggotanya melalui pembagian kerja agar
tujuan dapat tercapai.

3. Peran Penghubung

Peran manajer yamg lain adalah sebagai penghubung antar anggota


atau sumber daya manusia, antar anggota dan pihak eksternal. Untuk
itu diperlukan kemampuan komunikasi dari manager agar dapat
terjadi hubungan yang harmonis antara anggota organisasi maupun
dengan pihak eksternal.

2. Peran informasional Manajer

Manajer mempunyai peran dalam hal pencarian, pengelolahan dan penistribusian


baik dari maupun untuk anggotanya. Peran manajer dalam bidang informasi
meliputi tiga peran:

1. Pemonitor

Manajer harus menjalankan peran dalam hal mencari, menerima


berbagai informasi pengembangan pemahaman terhadap
industry. Seorang manajer harus mampu melakukan monitoring
terhadap semua kejadian yang dapat memberikan pegaruh
terhadap industry.

2. Deseminasi
Manajer harus menjalankan peran sebagai desiminator yaitu
dalam penyebaran informasi baik kepada internal maupun
eksternal perusahaan atau industry. Manajer harus dapat
membedakan antara informasi yang berasal dari fakta
(kebenaran) atau informasi yang bersifat interpretasi.

3. Juru bicara

Manajer mempunyai peran yang sangat sebagai juru bicara yaitu


dalam hal menyampaikan dan menyebarkan informasi kepada
pihak luar kegitan-kegiatan ataupun produk dan hasil yang
dicapai.

3. Peran manajer dalam pengambilan keputusan

Peran manajer lainnya adalah dalam hal pengambilan keputusan. Manajer


mempunyai minimal 4 yang berkaitan dengan pengambilan keputusan:

1. Kewirausahaan

Seorang manajer harus mampu mencari berbagai peluang bagi perusahaan


atau industry terhadap lingkungannya dan mengambil inisiatif untuk
mengembangkan berbagai proyek perubahan. Manajer perlu mengembangkan
jiwa enterprenuership guna mengembangkan organisasi menjadi lebih profit,
lebih baik dan lebih skses.

2. Penyelesai masalah, manajer mempunai tanggung jawab terhadap tindakan


perbaikan ketika terjadi masalah yang tidak diharapkan.

3. Pembagi sumber daya, manajer mempunyai tugas yang utama yaitu Planning,
organizing, actuating, leading, staffing anda controlling sehingga manajer
berperan dalam mengalokasikan sumber daya yang ada baik material,
machine, money dan sumber day industry yang lain.

4. Negosiator atau juru runding, manajer bertanggung jawab dalam mewakili


perusahaan atau industry pada kegiatan negosiasi dengan pihak luar
perusahaan atau industry, sehingga manajer perlu mengembangkan
kemampuan negosiasi.

ii. Kompetensi Manajer

Seorang manejer dituntut untuk memiliki kompetensi yang meliputi pengetahuan,


keterampilan dan etika. Pengetahuan yang meliputi bidang teknis dan bidang
manejerial. Seorang manejer harus memahami proses bisnis yang dipimpinnya dan
mempunyai pengetahuan tentang bidang manejerial agar mampu menjalankan
industry atau perusahaan dengan baik. Pengetahuan dapat diperoleh dari pendidikan
formal maupun pendidikan non formal. Selain engetahuan, seorang manajer harus
mempunyai keterampilan atau skill baik dalam bidang teknis maupun keterampilan
dalam mengelola industry atau perusahaannya. Selain pengetahuan dan keterampilan,
seorang manejer juga ituntut untuk memiliki etika profesi dalam menjalankan bisnis
sesuai kaidah atau hokum dan aturan yang berlaku.

Setiap jenjang manajemen membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang


berbeda. Manejer puncak lebih membutuhkan kemampuan konseptual dibandingkan
kemampuan teknis. Manejer menengah membutuhkan kemampuan konseptual dan
teknis secara berimbang, sedangkan manejer tingkat bawah lebih membutuhkan
keterampilan teknis. Ketiga manejer tersebut membutuhkan kemampuan hubungan
manusiawi yang kurang lebih sama besarnya. Dengan kemampuan yang baik
diharapkan seorang manejer mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga
tujuan perusahaan atau industry yang tercantum dalam visi dan misi dapat tercapai
dengan baik. Kompetensi manajer dapat dikelompokan menjadi:

1. Management skill

Kemampuan manajemen merupakan kemampuan dalam menerapkan fungsi-


fungsi maanjemen (Planning, organizing, actuating, staffing, coordinating,
commanding, budgeting and controlling) dan kemampuan untuk menyelesaikan
masalah yang muncul.

2. Technical Skill, kemmpuan teknis merupakan kemampuan dalam menggunakan


alat, ermasuk alat bantu (Tools), menerapkan prosedur operasional standard an
pengetahuan teknis yang berkaitan dengan bidang kerja. Manajer harus memiliki
keahlian yang cukup dalam bidang kerjanya.

3. Human Skill, kemampuan manusiawi merupakan emampuan untuk bekerjasama


dengan orang lain dan memotivasi orang lain baik sebagai individu maupun
kelompok.

4. Conceptual skills, kemampuan konseptual merupakan kemampuan untuk


mengkordinasi dan memadukan berbagai kepemntingan dan kegiatan didalam
perusahaan atau industry.manajer harus mempunyai konsep yang jelas, terarah,
terukur untuk menjalankan industry tersebut.

Oleh karena itu manajer tidak akan lepas dari pengambilan keputusan. Pengambilan
keputusan berangkat dari masalah atau kescempatan. Pengambilan keputusan pad
dasarnya memilih alternative yang terbaik dari serangkaian alternative yang ada. Ada
dua tipe keputusan yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram
keputusan tidak terprogram untuk memecahkan masalah yang tidak muncul secara
rutin sedangkan keputusan yang terprogram untuk memecahkan masalah secara rutin.
Dalam pengambilan keputusan situasi yang dihadapi oleh seorang manajer dapat
bervariasi dari kondisi yang pasti sampai kondisi yang tidak pasti.

Pendekatan rasional dalam pengambilan keputusan ditunjukan untuk mengurangi


ketidakpstian. Urutan dalam pendekatan tersebut adalah meneliti situasi,
mengembangkan alternative pemecahan, mengevaluasi alternative dan memilih yang
terbaik, implementasi dan follow-up serta evaluasi. Disamping pendekatan rasional
ada beberapa model yang realistis. Beberapa model tersebut adalah administratif,
heuristic, intuisi, eskalasi serta pengaruh politik dan etika. Model-model tersebut
menunjukan bahwa manajer tidak selalu rasional dalam pengambilan keputusan,
pengambilan keputusan dapat ditingkatkan efetivitas individu maupun kelompok.