Anda di halaman 1dari 12

ANALISA TUMBUH KEMBANG PADA AN.

ALF ( 9 bulan)
DENGAN ALAT UKUR TUMBUH KEMBANG KPSP
DI PUSKESMAS SRONDOL
Disusun untuk memenuhi tugas praktek klinik profesi Keperawatan Anak
Dosen Pembimbing : Ns. Zubaidah,S.Kep,M.Kep,Sp.Kep.An
Clinical Instructor : Sugiyanto,S.KM,S.Kp

Disusun oleh :
LUH JUITA AMARE PUTRI
22020116210

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS XXIX


DEPARTEMEN KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
2017
ANALISA TUMBUH KEMBANG PADA ANAK

I. IDENTITAS KLIEN
An. ALF usia 9 bulan aktif dan pintar. Anak dapat berinteraksi
dan mudah akrab dengan orang yang baru dikenalnya, anak dapat
mengikuti semua instruksi yang diberikan oleh ibu dan keluarga
dekat seperti salim, atau meperlihatkan senyumnya. Anak ALF tipe
anak yang cepat menangkap.
An. ALF mampu berekspresi sesuai dengan suasana hati yang
dirasakan.
Dari hasil wawancara didapatkan data dari orangtua An. ALF
yaitu :
a. Ayah
Nama : Tn.R
Usia : 37 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Kayawan
Jam kerja : 07.00-16.00
b. Ibu
Nama : Ny.R
Usia : 32 tahun
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT

II . RIWAYAT KLIEN

1) Riwayat penyakit klien sebelumnya


Ibu klien mengatakan An.ALF tidak pernah dirawat di rumah
sakit. Ibu klien mengatakan klien tidak memiliki riwayat
penyakit berat, seperti asma, jantung. Ibu klien juga
mengatakan jika anaknya pernah mengalami sakit demam,
batuk dan pilek. Penyakit ini dapat diatasi setelah klien dibawa
ke puskesmas dan minum obat dari puskesmas srondol.
2) Riwayat kehamilan (ANC, masalah kesehatan selama
kehamilan, dll)
ANC : Status kehamilan G2P1A0. Ibu klien memeriksakan
kehamilannya kebidan sebanyak 15 kali. Ibu klien mengatakan
memeriksakan kehamilan secara teratur ke Puskesmas setiap
satu bulan sekali. Selama hamil An. ALF ibu klien mengatakan
bahwa dirinya mengalami masalah kesehatan yang
mengganggu seperti pusing, mual dan muntah di awal
kehamilan. Ibu klien mengatakan jika pada saat usia kehamilan
lebih dari 5 minggu mengalami bengkak pada kedua kakinya.
Klien mengatakan BB saat hamil, naik sekitar 15,5 kg, dari 53
kg menjadi 68,5 kg. TD saat hamil normal, yaitu sekitar 100-
120 sistole dan 80-90 diastole mmHg. Klien mengatakan
selama hamil hanya meminum vitamin dan susu hamil. Klien
tidak mengkonsumsi obat yang tidak direkomendasikan oleh
Puskesmas. Ibu klien mengatakan tidak memiliki alergi
3) Riwayat persalinan
a) Jenis persalinan : SC (Sectio Caesaria)
b) Penolong persalinan : Dokter kandungan
c) APGAR skor : 8 9 10
d) Penyulit persalinan : Bayi besar
e) BBL : 3800 gram
f) PB : 50 cm
g) Jenis kelamin : Laki-laki
4) Riwayat Imunisasi
Hepatitis B I BCG
Hepatitis B II Hepatitis B III
Polio I Polio II
Polio III Polio IV
DPT I DPT II
DPT III - Campak
5) Riwayat alergi
Klien tidak memiliki alergi obat, makanan minuman maupun
debu.
6) Riwayat pemakaian obat-obatan
Ibu klien mengatakan An.ALF tidak mengkonsumsi obat-
obatan atau vitamin.
7) Riwayat kesehatan keluarga
a) Riwayat penyakit dalam keluarga
Ibu klien mengatakan jika dirinya dan ayahnya tidak
memiliki penyakit gula, darah tinggi, jantung dan asma,
akan tetapi nenek dari klien memiliki penyakit bronchitis
dan penyakit jantung.
b) Genogram

Keterangan gambar :
: laki-laki : klien
: perempuan
: tinggal dalam satu rumah
8) Riwayat tumbuh kembang sebelumnya
a) Motorik halus
Ibu klien mengatakan usia 4-6 bulan sudah mulai mampu
menggenggam, mengpalkan tangan dan menarik rambut.
Hasil pengkajian dengan KPSP klien mampu
memperhatikan keadaan sekitar seperti kain yang tiba-tiba
dijatuhkan di hadapannya (KPSP usia 9 bulan).
b) Motorik kasar
Duduk : 5 bulan
Merangkak : 6 bulan
Berdiri : 9 bulan
c) Bahasa
Ibu klien mengatakan ketika usia 6 bulan sudah mulai
bergumam tetapi tidak jelas, ketika usia 8 bulan sudah
mulai bisa dimengerti. Kata-kata yang pertama kali
diucapkan klien adalah mama. Berdasarkan pengkajian
dengan KPSP klien masih memerlukan orang tua.
d) Personal sosial
Ibu klien mengatakan sejak kecil klien anak yang periang
dan ramah dengan semua orang. Berdasarkan pengkajian
dengan KPSP terbukti dari gerakan aktif bayi dalam
mencari mainan yang dijauhkan dari jangkauannya.
e) Reflek primitif (Neonatus)
Ibu klien mengatakan klien masih menyusu dengan kuat
sampai saat ini.
9) Hasil Pemeriksaan Antopometri
1. Berat badan : 8 kg
2. Tinggi badan : 70,9 cm
3. Lingkar kepala : 46 cm
4. Lingkar Lengan : 16 cm
III. ANALISA TUMBUH KEMBANG

Dari hasil pengkajian tumbuh kembang menggunakan alat pengkajian


KPSP diperoleh hasil bahwa An.AFL dapat mencapai kemampuan dasar
tumbuh kembang sesuai usia An. saat ini, yaitu 9 bulan. Dilakukan tes
KPSP pada An.AFL dengan alat uji KPSP untuk usia 9 bulan,
didapatkan hasil:
1. Pada posisi bayi telentang, pegang kedua tangannya lalu tarik perlahan-
lahan ke posisi clucluk. Dapatkah bayi mempertahankan lehernya secara
kaku seperti gambar di sebelah kiri ? (Ya)
Tubuh anak mempertahankan lehernya kaku ke belakang.
2. Pernahkah anda melihat bayi memindahkan mainan atau kue kering dari
satu tangan ke tangan yang lain? Benda? Benda panjang seperti sendok
atau kerincingan bertangkai tidak ikut dinilai. (Ya)
Anak di dampingi biskuit dan diambil dengan tangan kanan lalu
dipindahkan kekiri karna tangannya kanannya kotor.
3. Tarik perhatian bayi dengan memperlihatkan selendang, sapu tangan
atau serbet, kemudian jatuhkan ke lantai. Apakah bayi mencoba
mencarinya? Misalnya mencari di bawah meja atau di belakang kursi?
(Ya) Anak memperhatikan kain warna-warni yang dijatuhkan
dihadapannya.
4. Apakah bayi dapat memungut dua benda seperti mainan/kue kering, dan
masing-masing tangan memegang satu benda pada saat yang sama? (Ya)
anak mampu memegang 2 biskuit dengan tangan kanan dan kiri dalam
waktu 30 detik.
5. Jika anda mengangkat bayi melalui ketiaknya ke posisi berdiri, dapatkah ia
menyangga sebagian berat badan dengan kedua kakinya? (Ya) Anak
berusaha bertumpuan pada kedua kakinya dan menapakan telapak kakinya.
6. Dapatkah bayi memungut dengan tangannya benda-benda kecil seperti
kismis, kacang?kacangan, potongan biskuit, dengan gerakan miring atau
menggerapai seperti gambar ? (Ya) Anak mampu memungut sesuatu yang
kecil seperti bungkus biskuit atau bungkus permen.
7. Tanpa disangga oleh bantal, kursi atau dinding, dapatkah bayi duduk
sendiri selama 60 detik? (Tidak) Anak mampu duduk dengan
mencondongkan badannya kedepan sambil memainkan boneka kecil hanya
45 detik.
8. Apakah bayi dapat makan kue kering sendiri? (Ya) Anak dapat makan
kue kering, saat pengkajian dilakukan anak hanya mampu mengigit
ujung-ujung kue hanya kue. Ny. R berkata biasanya 1 biskuit tidak
habis kalo dimakan anaknya sendiri, habis saat dihancurkan dan
diberikan oleh Ny. R.
9. Pada waktu bayi bermain sendiri dan anda diam-diam datang berdiri di
belakangnya, apakah ia menengok ke belakang seperti mendengar
kedatangan anda? Suara keras tidak ikut dihitung. (Ya) Anak merespon
bisikan dengan menaikan bahunya, menoleh dan melirik.
10. Letakkan suatu mainan yang dinginkannya di luar jangkauan bayi, apakah
ia mencoba mendapatkannya dengan mengulurkan lengan atau badannya?
(Ya) Anak mencoba meraih boneka yang dijauhkan darinya dalam jarak
25 cm, namun susah untuk meraihnya.

IV. HASIL
1. Motorik kasar
- Anak mampu memindahkan biskuit dari tangan kanan ke kiri.
- Anak sudah mampu duduk sekitar 45 detik.
- Anak sudah mamunggut benda kecil seperti bungkus permen.
2. Motorik halus
- Anak mampu menahan atau mempertahankan lehernya
kebelakang saat ditarik dalam posisi tidur.
- Anak mampu menaruh perhatian pada benda yang ada
disekitarnya.
- Anak mampu bertumpuan pada kedua kakinya.
3. Bahasa
- Anak hanya baru mampu menyebutkan mama dan bahasa belum
jelas.
4. Personal sosial
- Anak mampu memunjukkan sesuatu yang diinginkan dengan
menunjuk dan menangis.

V. KESIMPULAN
Klien mampu melakukan gerakan- gerakan yang melibatkan beberapa
koordinasi otot seperti, menahan kepala, duduk, mengambil/ memungut
benda / bungkus permen, menaruh perhatian pada benda-benda sekitar.
Kemampuan bicara dan bahasa klien belum jelas hanya jelas saat
mengucapkan mama.
VI. Pembahasan
Secara umum tidak ada permasalahan tumbuh kembang pada An.
ALF hasil interpretasi alat ukur KPSP menunjukan bahwa
perkembangan anak sesuai dengan tahapan perkembangannya. Pada
askep motorik halus yaitu gerakan yang melibatkan bagian tubuh
tertentu dan melibatkan otot- otot kecil (Soetjiningsih,
2000).Perkembangan motorik halus anak usia 9 bulan berbeda-beda
untuk setiap anak. Perkembangan motorik merupakan perkembangan
pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat
syaraf, dan otot yang terorganisasi dan tugas-tugas perkembangan anak
usia 9 bulan diantaranya yaitu melempar barang disekitarnya,
mengambil barang dengan kedua tangannya dan mencari benda-benda
yang jatuh disekitarnya. (Hurlock 1999). An.ALF dapat mencapai
seluruh kemampuan motorik halus sesuai usia.
Peningkatan kemampuan motorik halus dapat dilakukan dengan
stimulasi yang dilakukan oleh orang tua. Stimulasi adalah upaya orang
tua atau keluarga untuk mengajak anak bermain dalam suasana penuh
gembira dan kasih sayang. Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan
berinteraksi dengan bayi/balita, setiap hari, terus-menerus, bervariasi,
disesuaikan dengan usia perkembangan kemampuannya, dilakukan oleh
keluarga. Stimulasi hendaknya dilaksanakan pada saat suasana yang
menyenangkan dan kegembiraan antara pengasuh dan bayi/balita.
Jangan memberikan stimulasi dengan terburu-buru, memaksakan
kehendak pengasuh, tidak memperhatikan minat balita, atau bayi sedang
mengantuk, bosan atau bermain yang lain (Silawati,2008).
Pada aspek sosialisasi dan kemandirian, secara umum sudah baik.
An.ALF dapat memberi perhatiannya untuk berinteraksi dengan orng
lain. Namun pada saat tes, permainan hanya dilakukan antara penguji
dan An. saja, sehingga kurang tampak proses sosialisasi antara An.ALF
dengan teman sebayanya. Sesuai hasil observasi yang dilakukan,
An.ALF tampak jarang bersosialisasi dengan teman sebayanya karna
belum bisa berkenalan dan hanya melakukan permainan sesusianya.
Pada aspek bicara dan bahasa, secara umum juga tidak ada
permasalahan. An.ALF dapat mencapai kompetensi bahasa dan bicara
sesuai usianya. An. ALF memanggil ibunya dengan mamama dan blm
jelas. Pada aspek motorik kasar yaitu pergerakan yang memerlukan
sikap tubuh dan melibatkan otot- otot besar (Soetjiningsih, 2000).
An.ALF juga dapat mencapai kompetensi motorik kasar sesuai usianya,
namun anak sepertinya masih mengalami kelemahan otot sehingga
karena anak hanya dapat duduk sendiri tanpa disangga dengan waktu
kira-kira 45 detik, anak harus sering ditaruh di lantai dan di posisikan
duduk. Hal ini dapat dilatih setiap hari hingga anak dapat terlatih dengan
mudah dengan dibeikan stimulasi.
Stimulasi adalah rangsangan yang diberikan untuk memicu tumbuh
kembang seorang anak. (Ronald, 2011). Orang tua harus menyadari
pentingnya memberikan stimulasi bagi perkembangan anak. (Nursalam,
2005). Kurangnya stimulasi pada anak dapat menimbulkan
penyimpangan perilaku sosial, emosional dan motorik pada
anak.(Soetjiningsih,1995). Penelitian yang dilakukan oleh Munawaroh
2015 menyatakan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat
pengetahuan tentang perkembangan bayi usia 6-9 bulan yang kurang
yaitu sebanyak 50 (57,5%) orang khususnya pada tingkat pengetahuan
tentang pemberian stimulasi perkembangan yang kurang yaitu sebanyak
38 (43,7%) orang. Hal ini berarti masi kurangnya pengetahuan orang tua
tentang pentingnya menstimulasi pertumbuhan anak.

Intervensi dan Rencana Tindak Lanjut


1. Intervensi
Intervensi yang diberikan kepada orangtua khususnya Ibu yaitu :
a. Menjelaskan kepada ibu hasil observasi sikap An.ALF menjelaskan hasil
pemeriksaan KPSP sesuai usia An.ALF.
b. Menjelaskan pentingnya melakukan stimulasi untu tumbuh kembang anak
selanjutnya.
2. Rencana Tindak Lanjut
a. Menganjurkan kepada pihak puskesmas untuk memberikan penjelasan
tahapan tumbuh kembang sejak lahir hingga usia saat ini dan peran orangtua
dalam mendukung tumbuh kembang anak.
b. Menganjurkan untuk kolaborasi bersama ayah atau keluarga lain untuk
bersama melakukan stimulasi untuk tumbuh kembang anak.
DAFTAR PUSTAKA

Hurlock, E.B. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang


Rentang Kehidupan. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga
Kania, N. (2006). Stimulasi tumbuh kembang anak untuk mencapai tumbuh
kembang yang optimal.
Kassanti Annia. 2008. Buku Pintar kesehatan dan Tumbuh Kembang Anak. Yogyakarta:
Araska Piranti
Munawaroh, Christin dan Tuti. 2014. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu
Tentang Perkembangan Bayi Dengan Pemberian Stimulasi Perkembangan
Bayi Usia 6 9 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Dharmarini Kabupaten
Temanggung Tahun 2014. JURNAL KEBIDANAN Vol.4 No. 8. April 2015
ISSN .2089-7669
Silawati,Endah.2008. Aspek Perkembangan Motorik dan Keterhubungannya
dengan Aspek Fisik dan Intelektual Anak. http://goolescholar.com [diakses
pada 16 Desember 2015]
Soetjiningsih.2000. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC