Anda di halaman 1dari 3

Pre-induksi : pastikan airway tidak terganggu, pasien diminta menghirup udara dari sungkup

Induksi : Ketika obat-obatan anastesi mulai diinjeksikan, trias anestesi : hipnotik, analgesi, relaksasi.
Tujuan induksi adalah untuk pelumpuhan otot, sehingga mempermudah dalam pelaksanaan intubasi

Assist airway : Kapan mulai bagging? Ketika pasien sudah tidak bernafas spontan (apneu), refleks
bulu mata dan kornea sudah negatif, beri bantuan sesuai dengan volume tidal (6-8 cc/kgBB),

Intubasi : merupakan airway defiinitif (bisa ET, NT, Cuff, KMA, TIVA)

Ekstubasi : pelepasan alat intubasi, bisa dalam/sadar

Monitoring

Stadium anastesi

Stadium I : Stadium analgesia (sampai tidak sadar)

- Ritme respirasi tidak teratur, volume kecil


- Pupil ukuran kecil dan divergen
- Belum ada depresi refleks

Stadium II : Stadium eksitasi (sampai pernafasan teratur/otomatis)

- Ritme respirasi tidak teratur, volume besar


- Pupil ukuran lebar dan divergen
- Bulu mata dan kelopak mata ada depresi reflek

Stadium III : Stadium pembedahan

- Pelana I : Sampai gerakan bola mata hilang


Ritme respirasi teratur, volume besar
Pupil ukuran kecil dan divergen
Refleks kulit konjunctiva depresi refleks
- Pelana II : Sampai awal parese otot lurik
Ritme respirasi teratur, volume sedang
Pupil ukuran lebar dan menetap ditengah
Refleks kornea depresi
- Pelana III : Sampai otot nafas lumpuh
Ritme respirasi teratur pause, volume sedang
Pupil ukuran lebar dan menetap ditengah
Refleks faring peritoneum depresi
- Pelana IV : Sampai diafragma lumpuh
Ritme respirasi tidak teratur, nafas cepat dan panjang, volume kecil
Pupil lebar maksimal dan menetap ditengah
Refleks sfingter ani dan karina depresi

Stadium IV : Stadium paralisis (kelebihan obat)


-Henti nafas dan henti jantung

LEMON kriteria

L : Look externally (Lihat di bagian luar) adakah trauma pada wajah, ukuran terbukanya mulut,
kumis, jenggot

E: Evaluasi 3-3-2, Ukur apakah mulut dapat terbuka 3 jari, ukuran 3 jari dari submental kekartilago
hyoideum, 2 jari dari kartilago tiroid ke mulut

M : Mallampati; kelas I : tampak palatum mole dan uvula seluruhnya, kelas II :tampak pallatum
mmole dan sebagian uvula, kelas III : tampak tampak palatum molle dan pangkal uvula, kelas IV
:hanya pallatum durum dan uvula tidak terlihat

O: Obstruksi, lihat adakah trauma yang menyebabkan obstruksi jalan nafas, ataupun abses

N: Neck mobility, nilai apakah gerakan leher bebas atau tidak

Obat-obatan :

Fentanyl (analgesi dan antiansietas)

Efek samping : memperpanjang waktu pemulihan, depresi kardiovaskular, vasodilatasi perifer

Dosis : 0,5-1,5 mikrogram/kgBB/jam

Onset : IV immediate, jika IM: 7-15 mneit

Durasi : IV 0,5 hingga 1 jam, jika IM 1-2 jam

Morfin (obat pilihan jika ada rasa nyeri sebelum pembedahan berlangsung)

Onset : IV < 5 menit, jika PO 15-30 menit

Durasi : 4 jam

Midazolam (gol sedatif)

Efek samping : sedasi, penurunan RR, apnea

Dosis : 0,07-0,15 mg/kgBB

Onset : IM 15-20 menit, IV 3-5 menit

Durasi : 1-6 jam

Ondansetron (gol. Neuroleptik)

Untuk mengurangi mual muntah akibat anastetik pada induksi maupun pemulihan
Dosis sedasi intensif : 02 mg/kg

Propofol (2-2,5 mg/kgBB)

Menyebabkan depresi SSP

Onset : 3-10 menit

Durasi : 30-45 menit

Bersifat analgetik kurang kuat, sebagai obat induksi dan maintenance