Anda di halaman 1dari 37

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah swt yang telah senantiasa memberikan rahmat dan
nikmat yang tiada terkira bagi kami. Sehingga dengan nikmat dan rahmat-Nya
kami mampu untuk menyelesaikan makalah sebagai tugas kelompok dalam mata
kuliah Lingkungan Bisnis dan Hukum Komersial di ampuh oleh Bapak Prof.
Dr. H. B. Isyandi, SE, MS
Terimakasih juga kami sampaikan kepada Bapak, yang telah memberikan
tugas tersebut sehingga kami menjadi semakin mengerti tentang mata kuliah
Lingkungan Bisnis dan Hukum Komersial, khususnya pada materi Kebijakan
Ekonomi Jokowi
Selanjutnya, terimakasih kepada teman-teman dari kelompok lain yang
telah berkenan mempelajari hasil dari tugas kami.
Sekian dari kami semoga bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi semua
orang umumnya.

Pekanbaru, 10 Agustus 2017

Tim Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kebijakan ekonomi suatu negara tidak bisa lepas dari keterlibatan pemerintah
karena pemerintah memegang kendali atas segala sesuatu, menyangkut semua
kebijakan yang bermuara kepada keberlangsungan negara itu sendiri. Setiap
pemerintahan yang sedang memimpin suatu negara tentu saja memiliki kebijakan
ekonomi andalan untuk menjamin perekonomian negara yang baik dan stabil demi
tercapainya kemakmuran dan kesejahteraan, karena sudah menjadi kewajiban
pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi agar tercapainya kehidupan yang
makmur dan sejahtera bagi rakyatnya.
Kebijakan ekonomi suatu negara juga tidak bisa dilepaskan dari paham atau
sistem ekonomi yang dipegang oleh pemerintahan suatu negara, seperti sistem
ekonomi Kapitalisme, Sosialisme, Campuran, maupun sistem ekonomi Islam.
Tentu saja pemerintah, sebagai pengendali perekonomian suatu negara, menganut
salah satu sistem ekonomi sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan ekonomi.
Apapun sistem ekonomi yang dipegang oleh suatu pemerintahan, sistem ekonomi
itulah yang diyakini sebagai sistem ekonomi terbaik bagi perekonomian negara
yang dipimpin oleh suatu pemerintahan tersebut walaupun nantinya dalam sistem
ekonomi yang dipegang memiliki berbagai kelemahan.
Seperti apa yang dilakukan pemerintah Indonesia saat ini, Di tengah
melemahnya ekonomi dunia dan nasional, presiden Jokowi membuat kebijakan-
kebijakan untuk menstabilkan ekonomi Indonesia. Dan adanya paket kebijakan
yang diluncurkan pemerintah akan menciptakan sumber perekonomian yang baru.
Presiden menyatakan bahwa dalam menyikapi perkembangan ekonomi dunia
yang telah berdampak pada perekonomian banyak Negara termasuk Indonesia,
Pemerintah bersama dengan otoritas moneter yaitu Bank Indonesia dan Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan langkah-langkah dalam upaya
menciptakan kondisi ekonomi makro yang kondusif, yaitu upaya stabilisasi
fiskal dan moneter termasuk pengendalian inflasi, menggerakkan mesin

1
pertumbuhan dengan mendorong percepatan belanja pemerintah melalui
peningkatan daya serap anggaran, dan melakukan langkah-langkah penguatan
neraca pembayaran.
Maka saat ini penulis ingin lebih membahas tentang PAKET KEBIJAKAN-
KEBIJAKAN PEMERINTAHAN JOKOWI dalam system ekonomi Indonesia.
Ada beberapa paket kebijakan yang presiden Jokowi buat masa pemerintahannya,
dan hal itu akan terus terjadi sampai pemerintahan bisa menstabilkan
perekonomian Indonesia.

B. RUMUSAN PERMASALAHAN
Berdasarkan penjelasan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan
sebagai berikut;
1. Pembahasan paket kebijakan-kebijakan masa pemerintahan Jokowi
2. Peraturan Pemerintah Dalam Organsiasi Bisnis Lokal dan Global

C. TUJUAN
Adapun tujuan atas penulisan makalah yang berjudul kebijakan-kebijakan
masa pemerintahan Jokowi ;
1. Untuk lebih mengetahui secara konkrit paket kebijakan pemerintahan
Jokowi
2. Untuk lebih mengetahui Peraturan Pemerintah Dalam Organsiasi Bisnis
Lokal dan Global

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PAKET KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAHAN JOKOWI


Presiden dalam sambutannya menyatakan bahwa dalam menyikapi
perkembangan ekonomi dunia yang telah berdampak pada perekonomian banyak
Negara termasuk Indonesia, Pemerintah bersama dengan otoritas moneter yaitu
Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan langkah-
langkah dalam upaya menciptakan kondisi ekonomi makro yang kondusif, yaitu
upaya stabilisasi fiskal dan moneter termasuk pengendalian inflasi, menggerakkan
mesin pertumbuhan dengan mendorong percepatan belanja pemerintah melalui
peningkatan daya serap anggaran, dan melakukan langkah-langkah penguatan
neraca pembayaran.
1. KEBIJAKAN EKONOMI JILID I
Kebijakan presiden Jokowi yang pertama ada tiga langkah yaitu:
a. Mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokrasi,
penegakan hukum dan kepastian usaha. Jokowi mengatakan ada 89
peraturan yang dirombak dari 154 peraturan yang masuk ke tim.
"Sehingga ini bisa menghilangkan duplikasi bisa memperkuat koherensi,
dan memangkas peraturan yang tak relevan dan menghambat daya saing
industri nasional," kata Jokowi. Selain itu, sudah disiapkan 17 peraturan
pemerintah, 11 rancangan peraturan presiden, 2 rancangan instruksi
presiden, 63 rancangan peraturan menteri, dan 5 rancangan peraturan lain.
"Selain itu, pemerintah melakukan langkah penyederhanaan izin,
memperbaiki prosedur kerja perizinan, memperkuat sinergi, menggunakan
pelayanan berbasis elektronika," kata Jokowi. Jokowi mengatakan
pemerintah berkomitmen menyelesaikan semua paket deregulasi pada
September dan Oktober 2015. "Jadi nanti akan ada paket I, Paket II, dan
paket III akan secara konsisten," kata Jokowi.
b. Mempercepat proyek strategis nasional, menghilangkan berbagai
hambatan, sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis

3
nasional. Menurut Jokowi antara lain penyederhanaan izin tata ruang dan
penyediaan lahan, percepatan pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta
deskrisi dalam hambatan masalah hukum. "Pemerintah juga memperkuat
peranan kepala daerah untuk melakukan dan memberikan dukungan
percepatan proyek strategis nasional,"kata Jokowi
c. Meningkatkan investasi di sektor properti. Menurut Jokowi pemerintah
mendorong pembangunan perumahan untuk masyarakat berpenghasilan
rendah dan membuka peluang investasi yang lebih besar di properti.
Adapun empat urutan prioritas yang dimaksudkan menko Darmin
Nasution, yakni pertama, untuk mendorong ekspor melalui program
National Interest Account (NIA) dan mengoptimalkan peran Lembaga
Penjamin Ekspor Indonesia (LPEI). Kenapa ekspor? karena itu langsung
berimplikasi pada pemasukkan devisa, seraya menambahkan dengan
penambahan devisa membuat persedian USD dalam negeri semakin
bertambah dan bisa mengurangi tekanan terhadap rupiah. Kedua, untuk
mendorong investasi baik investasi dalam negeri maupun investasi asing.
Dengan masuknya sejumlah investasi ke Tanah Air maka dana tersebut
bisa diputar untuk menggerakkan perekonomian nasional. Ketiga, guna
meningkatkan pengeluaran pemerintah. Apalagi, untuk pengeluaran
belanja modal yang utamanya digunakan dalam pembangunan
infrastruktur. Keempat, menjaga stabilitas harga utamanya harga pangan
yang menjadi faktor penentu pergerakan inflasi. Selain itu, pergerakan
inflasi juga dipengaruhi oleh administer price yakni harga BBM dan tarif
listrik. Jika inflasi semakin besar akan menurunkan daya beli masyarakat.
Akibatnya akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

2. PAKET KEBIJAKAN EKONOMI JILID II


Inilah isi lengkap kebijakan ekonomi tahap II Presiden Jokowi:
a. Kemudahan Layanan Investasi 3 Jam. Untuk menarik penanaman modal,
terobosan kebijakan yang akan dilakukan adalah memberikan layanan
cepat dalam bentuk pemberian izin investasi dalam waktu tiga jam di

4
Kawasan Industri. Dengan mengantongi izin tersebut, investor sudah bisa
langsung melakukan kegiatan investasi. Regulasi yang dibutuhkan untuk
layanan cepat investasi 3 jam ini adalah Peraturan Kepala BKPM dan
Peraturan Pemerintah mengenai Kawasan Industri serta Peraturan Menteri
Keuangan.
b. Pengurusan Tax Allowance dan Tax Holiday Lebih Cepat. Setelah dalam
25 hari syarat dan aplikasi dipenuhi, pemerintah mengantongi keputusan
bahwa investasi tersebut dapat menerima tax allowance atau tidak.
Sedangkan untuk tax holiday, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
memutuskan pengesahannya maksimun 45 hari setelah semua persyaratan
dipenuhi.
c. Pemerintah Tak Pungut PPN Untuk Alat Transportasi. Kebijakan tersebut
termaktub regulasi yang telah terbit, Peraturan Pemerintah nomor 69 tahun
2015 tentang impor dan penyerahan alat angkutan tertentu dan penyerahan
jasa kena pajak, terkait angkutan tertentu yang tidak dipungut PPN.
Pemerintah akan memberikan insentif berupa tidak memungut PPN untuk
beberapa alat transportasi, terutama adalah galangan kapal, kereta api,
pesawat, dan termasuk suku cadangnya
d. Insentif fasilitas di Kawasan Pusat Logistik Berikat. Dengan adanya pusat
logistik, maka perusahaan manufaktur tidak perlu impor dan tidak perlu
mengambil barang dari luar negeri karena cukup mengambil dari gudang
berikat. Rencananya hingga menjelang akhir tahun akan ada dua pusat
logistik berikat yang siap beroperasi, yakni di Cikarang terkait sektor
manufaktur dan di Merak terkait BBM. "Kita ingin dengan PP ini, daya
saing kita untuk pusat logistik berikat bisa diperkuat dan makin banyak
pusat logistik berikat yang beroperasi di Indonesia," kata Bambang
Brodjonegoro Menteri Keuangan.
e. Insentif pengurangan pajak bunga deposito. Insentif ini berlaku terutama
eksportir yang berkewajiban melaporkan devisa hasil ekspor (DHE) ke
Bank Indonesia. DHE disimpan dalam bentuk deposito 1 bulan, tarifnya
akan diturunkan 10 persen, 3 bulan maka menjadi 7,5 persen, 6 bulan

5
menjadi 2,5 persen dan di atas 6 bulan 0 persen. Jika dikonvert ke rupiah,
maka tarifnya 1 bulan 7,5 persen, 3 bulan 5 persen, dan 6 bulan langsung 0
persen.
f. Perampingan Izin Sektor Kehutanan. Izin untuk keperluan investasi dan
produktif sektor kehutanan akan berlangsung lebih cepat. Saat ini
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan sebanyak
14 izin. Dalam paket kebijakan tahap dua, proses izin dirampingkan
menjadi 6 izin . Perampingan ini melibatkan revisi 9 peraturan Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

3. PAKET KEBIJAKAN EKONOMI JILID III


a. Penurunan harga BBM, listrik dan gas
1. Harga BBM
Harga avtur, LPG 12 kg, Pertamax, dan Pertalite efektif turun sejak 1
Oktober 2015.
Harga solar turun Rp 200 per liter baik untuk solar bersubsidi ataupun
non-subsidi. Dengan penurunan ini, harga eceran solar bersubsidi akan
menjadi Rp 6.700 per liter. Penurunan harga solar ini berlaku 3 hari sejak
pengumuman ini.
Harga BBM jenis premium tetap alias tidak berubah, yakni Rp 7.400 per
liter di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) dan Rp 7.300 per liter (di luar
Jamali).
2. Harga gas
Harga gas untuk pabrik dari lapangan gas ditetapkan sesuai dengan
kemampuan daya beli industri pupuk, yakni sebesar 7 dollar AS million
metric british thermal unit (MMBTU).
Harga gas untuk industri lainnya (seperti petrokimia dan keramik) akan
diturunkan sesuai dengan kemampuan industri masing-masing. Penurunan
harga gas dimungkinkan dengan melakukan efisiensi pada sistem
distribusi gas serta pengurangan penerimaan negara atau PNBP gas. Meski
demikian, penurunan harga gas ini tidak akan memengaruhi besaran

6
penerimaan yang menjadi bagian perusahaan gas yang berkontrak kerja
sama.
Penurunan harga gas untuk industri tersebut akan efektif berlaku mulai 1
Januari 2016.
3. Tarif listrik
Tarif listrik untuk pelanggan industri I3 dan I4 akan turun mengikuti
turunnya harga minyak bumi (automatic tariff adjustment).
Diskon tarif hingga 30 persen untuk pemakaian listrik mulai tengah malam
pukul 23.00 hingga pagi hari pukul 08.00, pada saat beban sistem
ketenagalistrikan rendah.
Penundaan pembayaran tagihan rekening listrik hingga 60 persen dari
tagihan selama setahun dan melunasi 40 persen sisanya secara angsuran
pada bulan ke-13, khusus untuk industri padat karya.
b. Perluasan penerima KUR
Setelah menurunkan tingkat bunga KUR dari sekitar 22 persen menjadi 12
persen pada paket kebijakan ekonomi tahap III ini, pemerintah
memperluas penerima KUR. Kini keluarga yang memiliki penghasilan
tetap atau pegawai dapat menerima KUR untuk dipergunakan dalam sektor
usaha produktif.
c. Penyederhanaan izin pertanahan untuk kegiatan penanaman modal
Kementerian ATR/BPN merevisi Permen Nomor 2 Tahun 2015 tentang
Standar Pelayanan dan Pengaturan Agraria, Tata Ruang, dan Pertanahan
dalam Kegiatan Penanaman Modal.
Beberapa substansi pengaturan baru ini mencakup beberapa hal, seperti:
o Pemohon mendapatkan informasi tentang ketersediaan lahan
(semula 7 hari menjadi 3 jam).
o Seluruh permohonan didaftarkan sebagai bentuk kepastian bagi
pemohon terhadap ketersediaan dan rencana penggunaan lahan.
Surat akan dikeluarkan dalam waktu 3 jam.
o Kelengkapan perizinan prinsip: Proposal, pendirian perusahaan,
hak atas tanah menjadi persyaratan awal untuk dimulainya kegiatan

7
lapangan. Ada persyaratan yang dapat menyusul sampai dengan
sebelum diterbitkannya keputusan tentang hak penggunaan lahan.
Jangka waktu pengurusan (persyaratan harus lengkap)
o Hak guna usaha (HGU) dari semula 3090 hari menjadi 20 hari
kerja untuk lahan dengan luas sampai dengan 200 hektar, dan
menjadi 45 hari kerja untuk lahan dengan luas di atas 200 hektar.
o Perpanjangan/pembaruan HGU dari semula 2050 hari menjadi 7
hari kerja untuk lahan dengan luas di bawah 200 hektar atau 14
hari kerja untuk lahan dengan luas di atas 200 hektar.
o Permohonan hak guna bangunan/hak pakai dari semula 2050 hari
kerja dipersingkat menjadi 20 hari kerja (luas lahan sampai dengan
15 hektar) atau 30 hari kerja (luas lahan di atas 15 hektar).
o Perpanjangan/pembaruan hak guna bangunan/hak pakai dari
semula 2050 hari kerja menjadi 5 hari kerja (luas lahan sampai
dengan 15 hektar) atau 7 hari kerja (luas di atas 15 hektar).
o Hak atas tanah dari semula 5 hari kerja diperpendek menjadi 1 hari
kerja saja.
o Penyelesaian pengaduan dari semula 5 hari kerja dipersingkat
menjadi2 hari kerja.
Perpanjangan hak penggunaan lahan yang didasarkan pada evaluasi
tentang pengelolaan dan penggunaan lahan, termasuk audit luas lahan,
tidak lagi memakai persyaratan seperti awal permohonan.
4. PAKET KEBIJAKAN EKONOMI JILID IV
Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV ini berfokus kepada kesejahteraan pekerja,
antara lain formula upah minimum provinsi (UMP), memperluas penyaluran
Kredit Usaha Rakyat (KUR) khususnya bagi pekerja yang terkena PHK dan
pemberian kredit modal kerja untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
Ada dua topik penting yang menjadi perhatian pemerintah dalam mendorong
penguatan ekonomi masyarakat.
1) soal kebijakan pengupahan yang adil, sederhana dan terproyeksi.
2) kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih murah dan luas.

8
Tujuan utama dari penetapan Upah Minimum Provinsi adalah membuka
lapangan kerja seluas-luasnya. Kedua juga berfungsi untuk meningkatkan
kesejahteraan buruh, jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin
Nasution kepada wartawan.
Kebijakan itu merupakan bukti kehadiran negara dalam bentuk pemberian
jaring pengaman sosial melalui kebijakan upah minimum dengan sistem formula.
Secara khusus pemerintah ingin memastikan buruh tidak terjatuh ke dalam upah
murah. Melalui kebijakan ini upah buruh akan naik setiap tahun dengan besaran
yang terukur. Kebijakan itu juga memberi kepastian kepada pengusaha dalam
berusaha.
Formula pengupahan ini lanjut Hanif memberikan kepastian bagi para
pengusaha dengan memprediksi besaran kenaikan di tahun berikutnya.
Penghitungan ini tambah Hanif dikecualikan untuk 8 provinsi yang besaran upah
minimumnya masih di bawah Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Selain itu,
Pemerintah meminta kepada masing-masing kepala daerah untuk mengevaluasi
jenis dan komponen KHL setiap 5 tahun sekali. Pemerintah, tambah Hanif, juga
menerapkan aturan bagi pengusaha untuk menerapkan struktur dan skala upah.
"Jadi ini wajib sifatnya. Di mana, pengupahan ke depannya harus
mempertimbangkan mengenai masa kerja, kompetensi, pendidikan, prestasi atau
kinerja dan lain sebagainya," kata Hanif. Sementara itu, Menteri Keuangan
Bambang Brodjonegoro menjelaskan, Pemerintah melalui Lembaga Pembiayaan
Ekspor Indonesia ingin memberikan dukungan kepada Usaha Kecil Menengah
yang berorientasi ekspor maupun yang terlibat dalam kegiatan itu. Bentuk
dukungannya itu adalah berupa kredit modal kerja dengan tingkat bunga lebih
rendah dari tingkat bunga komersial.
"Diutamakan untuk perusahaan yang padat karya dan yang rawan PHK, tetapi
mempunyai kegiatan ekspor (UKM-nya). Maupun yang terlibat dalam kegiatan
ekspor. LPII sudah melakukan pemetaan di seluruh Indonesia berdasarkan kriteria
tersebut dan sampai saat ini sudah ada 30 perusahaan. Yang potensial diberikan
kredit modal kerja itu," kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro.

9
Bambang menambahkan, besaran pinjaman yang diberikan mencapai Rp 50
milyar per perusahaannya. Program ini lanjut Bambang berpotensi
menyelamatkan puluhan ribu orang dari ancaman PHK.
"Jenis komoditi yang akan dibantu adalah furniture, barang-barang dari kayu,
handicraft, tekstil, perikanan kelautan, alas kaki, hasil pertanian dan perikanan dan
perkebunan. Jumlah pekerja dalam perusahaan-perusahaan tersebut kisarannya
paling kecil 50 orang adalah 5520 orang. Kalau kami jumlahkan ada potensi kita
bisa menyelamatkan karyawan sebanyak 27 ribu dari ancaman PHK," lanjutnya.
5. PAKET KEBIJAKAN EKONOMI JILID V
Pemerintah mengeluarkan paket kebijakan kelima pada tanggal 22 Oktober
tahun lalu.Dan kebijakan ini mempunyai poin utama. Poin utama paket kelima
adalah insentif pajak untuk proses revaluasi aset dan instrumen investasi REIT
akan bebas dari pajak berganda.
Berikut poin-poin paket kebijakan ekonomi kali ini sebagaimana disampaikan
oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan
Bambang Brodjonegoro serta tanggapan dari pihak BI.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution
Revaluasi aset diperlukan oleh banyak perusahaan kita. Tapi banyak yang
tidak melakukan karena harus membayar pajak. Dalam paket kelima ini,
diberikan insentif pajak untuk mereka yang melakukan revaluasi aset. Bisa
sebagian bisa keseluruhan.
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro
o Akan ada pemotongan tarif Pajak Penghasilan (PPH) revaluasi baik
untuk badan usaha maupun individu yang melakukan pembukuan.
Jika proposal revaluasi diserahkan sebelum akhir tahun, besaran tarif
khusus revaluasi akan menjadi 3 persen dari sebelumnya 10 persen.
Apabila diserahkan pada semester pertama 2016, menjadi 4 persen
dan bila semester dua 2016, menjadi 6 persen.
o Instrumen investasi Real Estate Investment Trust (REIT) akan bebas
dari pajak berganda.

10
Gubernur BI Agus Martowardoyo
o Langkah konkret pemerintah telah menimbulkan dampak positif
terhadap fundamental ekonomi, salah satunya terlihat dari angka
inflasi.Bank Indonesia (BI) meyakini tahun ini akan ada di bawah 4
persen.
o Defisit transaksi berjalan akan membaik dari -27 miliar dolar AS
menjadi -18 miliar dolar AS.
o Semester dua pertumbuhan ekonomi akan lebih baik. Di 2015 secara
total pertumbuhan ekonomi diperkirakan ada di 4,7 persen hingga
5,1 persen. Sedangkan untuk kuartal ketiga sendiri sebesar 4,85
persen.
Angka 4,85 menjadi titik balik karena di saat dunia memperhatikan
perekonomian negara berkembang yang sedang melambat, pertumbuhan kita
meningkat dari sebelumnya.
6. PAKET KEBIJAKAN EKONOMI JILID VI
Pada Kamis, 5 November 2015, Pemerintah kembali menerbitkan Paket
Kebijakan Ekonomi ke-6 terdiri dari tiga paket kebijakan, yakni (i) upaya
menggerakkan perekonomian di wilayah pinggiran dengan pengembangan
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), (ii) penyediaan air untuk masyarakat secara
berkelanjutan dan berkeadilan, (iii) simplifikasi perizinan di Badan Pengawasan
Obat dan Makanan (BPOM).
a. KAWASAN EKONOMI KHUSUS
Paket yang pertama mengenai upaya untuk menggerakkan perekonomian di
wilayah pinggiran dengan pengembangan KEK. Secara sederhananya, melalui
paket ini ada beberapa kawasan di daerah yang ditetapkan menjadi kawasan
ekonomi khusus yang tujuan utamanya adalah mengolah sumber daya yang ada di
wilayah itu dan sekitarnya.
Walaupun ada kegiatan yang bukan termasuk sumber daya utama yang ada di
daerah itu tetap diberikan perhatian walaupun fasilitasnya lebih rendah. Sekarang
ini ada 8 kawasan ekonomi yang ditetapkan melalui peraturan pemerintah menjadi
wilayah khusus yang akan dikembangkan.

11
Kedelapan kawasan itu adalah Tanjung Lesung (Banten), Sei Mangkei
(Sumatera Utara), Palu (Sulawesi Tengah), Bitung (Sulawesi Utara), Mandalika
(NTB), Morotai (Maluku Utara), Tanjung Api-Api (Sumatera Selatan) dan Maloi
Batuta Trans Kalimantan/MBTK (Kalimantan Timur). Pada saat ini baru dua
KEK yang pengoperasiannya sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada awal
tahun 2015 dan selebihnya sedang dalam tahap pembangunan.
Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari kebijakan ini untuk memberikan
kepastian dan juga daya tarik bagi penanaman modal sehingga menciptakan
lapangan kerja dan memberikan penghasilan bagi para pekerja di wilayah masing-
masing. Fasilitasnya ditetapkan dalam bentuk peraturan pemerintah dengan
sejumlah insentif dan bertujuan untuk mendorong pengembangan dan pendalaman
kluster industri berbasis sumber daya lokal yang dimiliki oleh masing-masing
wilayah di sekitar KEK.
Mendorong keterpaduan upaya menciptakan iklim investasi yang baik, yang
dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pelaksanaan PP ini akan
efektif apabila Pemda setempat berkomitmen untuk memberikan fasilitas daerah
yang diperlukan.
Pokok-pokok fasilitas dan kemudahan yang akan diberikan di KEK
meliputi:
I. Pajak Penghasilan (PPh)
Kegiatan Utama (Tax Holiday) meliputi pengurangan
PPh sebesar 20-100% selama10-25 tahun dengan nilai investasi
lebih dari Rp. 1 triliun; pengurangan PPh sebesar 20-100%
selama 5-15 tahun dengan nilai investasi lebih dari Rp. 500
milyar.
Kegiatan di luar Kegiatan Utama (Tax Allowance) meliputi
pengurangan penghasilan netto sebesar 30% selama 6 tahun;
penyusutan yang dipercepat
PPh atas deviden sebesar 10%
Kompensasi kerugian 5-10 tahun.

12
II. PPN dan PPnBM
Impor: tidak dipungut
Pemasukan dari Tempat Lain Dalam Daerah Pabean (TLDDP)
ke KEK tidak dipungut
Pengeluaran dari KEK ke TLDDP tidak dipungut
Transaksi antar pelaku di KEK: tidak dipungut
Transaksi dengan pelaku di KEK lain: tidak dipungut
III. Kepabeanan
Dari KEK ke pasar domestik: tarif bea masuk memakai
ketentuan Surat Keterangan Asal (SKA)
Pemilikan Properti Bagi Orang Asing
Orang asing/badan usaha asing dapat memiliki hunian/properti
di KEK (Rumah Tapak atau Satuan Rumah Susun).
Pemilik hunian/properti diberikan izin tinggal dengan Badan
Usaha Pengelola KEK sebagai penjamin
Dapat diberikan pembebasan PPnBM dan PPn atas barang
sangat mewah (luxury)
IV. Kegiatan Utama Pariwisata
Dapat diberikan pengurangan Pajak Pembangunan I sebesar 50-
100%
Dapat diberikan pengurangan Pajak Hiburan sebesar 50-100%
V. Ketenagakerjaan
Di KEK dibentuk Dewan Pengupahan dan LKS Tripartit
Khusus
Hanya 1 Forum SP/SB di setiap perusahaan
Pengesahan dan perpanjangan Rencana Penggunaan Tenaga
Kerja Asing (RPTKA) di KEK
Perpanjangan Ijin Menggunakan Tenaga kerja Asing
(IMTA) di KEK

13
VI. Keimigrasian
Fasilitas Visa Kunjungan Saat Kedatangan selama 30 hari dan
dapat diperpanjang 5 (lima) kali masing-masing 30 hari
Visa Kunjungan Beberapa Kali (multiple visa) yang berlaku 1
tahun
Izin tinggal bagi orang asing yang memiliki properti di KEK
Izin tinggal bagi orang asing lanjut usia yang tinggal di KEK
Pariwisata
VII. Pertanahan
Untuk KEK yang diusulkan Badan Usaha Swasta diberikan
HGB dan perpanjangannya diberikan langsung bersamaan
dengan proses pemberian haknya.
Administrator KEK dapat memberikan pelayanan pertanahan
VIII. Perizinan
Administrator berwenang menerbitkan izin prinsip dan izin
usaha melalui pelayanan terpadu satu pintu di KEK
Percepatan penerbitan izin selambat-lambatnya 3 jam (dalam
hal persyaratan terpenuhi)
Penerapan perizinan dan nonperizinan daftar pemenuhan
persyaratan (check list)
Proses dan penyelesaian perizinan dan non perizinan
keimigrasian, ketenagakerjaan, dan pertanahan di
Administrator KEK.
b. PENYEDIAAN AIR
Kebijakan dalam penyediaan air berhubungan dengan keputusan Mahkamah
Konstitusi (MK) No.85/PUU-XI/2013 yang memutuskan Undang-Undang Nomor
7 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air bertentangan dengan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak memiliki kekuatan
hukum mengikat. Untuk mengisi kekosongan hukum sebagai dampak pembatalan
undang-undang tersebut, maka diberlakukan kembali Undang-Undang No. 11
Tahun 1974 tentang Pengairan.

14
Terdapat 6 prinsip batasan MK, yaitu
Setiap pengusahaan atas air tidak boleh mengganggu,
mengesampingkan, dan menghilangkan hak rakyat atas air;
Negara harus memenuhi hak rakyat atas air;
Kelestarian lingkungan hidup sebagai salah satu hak asasi manusia;
Pengawasan dan pengendalian atas air sifatnya mutlak;
Prioritas utama pengusahaan air diberikan kepada BUMN/BUMD
sebagai kelanjutan hak menguasai dari negara;
Apabila semua pembatasan tersebut sudah terpenuhi dan ternyata
masih ada ketersediaan air;
Pemerintah masih dimungkinkan untuk memberikan izin kepada usaha
swasta untuk melakukan pengusahaan atas air dengan syarat-syarat tertentu dan
ketat.
Untuk memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan sumber daya air
khususnya dalam hal pengusahaan dan/atau penyediaan air oleh para pelaku usaha
yang berinvestasi di Indonesia, maka pemerintah menyusun RPP tentang
Pengusahaan Sumber Daya Air (RPP Pengusahaan SDA) dan RPP tentang Sistem
Penyediaan Air Minum (PP SPAM).
Melalui kedua RPP tersebut, pemerintah tetap menghormati kontrak
kerjasama pengelolaan sumber daya air hingga berakhirnya perjanjian kerjasama.
Namun pemerintah akan meningkatkan pengendalian pelaksanaan kerjasama
tersebut melalui penguatan tata kelola perijinan penggunaan air sesuai amanat
Putusan Mahkamah Konstitusi untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Selain itu, perizinan dalam Pengelolaan Sumber Daya Air melalui PP SDA
diselenggarakan untuk memberikan perlindungan terhadap hak rakyat atas air,
pemenuhan kebutuhan para pengguna sumber daya air dan perlindungan terhadap
sumber daya air.
Perizinan dalam penyelenggaraan SPAM melalui PP SPAM
diselenggerakan dengan tujuan tersedianya pelayanan air untuk memenuhi hak
rayat; terwujudnya pengelolaan dan pelayanan air minum yang berkualitas dengan
harga terjangkau; tercapainya kepentingan yang seimbang antara pelanggan

15
dengan BUMN, BUMD, UPT, UPTD, Kelompok Masyarakat, dan Badan Usaha;
dan tercapainya penyelenggaraan air minum yang efektif dan efisien untuk
memperluas cakupan pelayanan air minum.
c. SIMPLIFIKASI PERIZINAN BPOM
Selama ini BPOM sudah melakukan sejumlah penyederhanaan khususnya di
bidang impor obat atau bahan baku obat, dan juga makanan. Pada paket deregulasi
pertama menyebutkan adanya penyederhanaan. Meski belum semuanya dilakukan
secara online karena sebagian masih dilakukan secara manual menggunakan
kertas, sehingga masih harus mengurus sedikit di sana-sini.
Setelah Paket Kebijakan Ekonomi pertama itu dikeluarkan, BPOM melakukan
perbaikan dan penyederhanaan sehingga saat ini betul-betul 100 persen tanpa
kertas dan dilakukan secara online.
7. KEBIJAKAN EKONOMI PAKET VII
Dalam paket ini terdapat kemudahan mendapatkan izin investasi, keringanan
pajak untuk pegawai industri padat karya, dan kemudahan mendapatkan sertifikat
tanah. Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan,
substansi pertama dalam paket kebijakan ketujuh adalah penambahan kemudahan
pada izin investasi.
Jika sebelumnya diperlukan waktu tiga jam untuk mendapatkan empat izin,
maka kemampuannya kali ini ditingkatkan oleh Badan Koordinasi Penanaman
Modal menjadi sembilan izin dalam waktu tiga jam. Kedua, keringanan pajak
penghasilan (PPh) bagi industri padat karya selama 2 tahun. Keringanan PPh ini
akan dievaluasi, dan bisa diperpanjang melalui penerbitan peraturan pemerintah.
Untuk mendapatkan fasilitas itu, kata Darmin, perusahaan harus memiliki tenaga
kerja minimal 5.000 orang. Setelah itu, perusahaan tersebut harus menyampaikan
daftar pegawai yang akan diberikan keringanan. Selanjutnya, hasil produksi yang
diekspor oleh perusahaan padat karya minimal 50 persen berdasarkan hasil
produksi tahun sebelumnya.
Ada perubahan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2015 mengenai
fasillitas pajak penghasilan untuk penanaman modal di wilayah tertentu. Fasilitas
keringanan pajak ini juga diperpanjang dari 5 tahun menjadi 10 tahun. Jenis

16
industri yang mendapat fasilitas ini juga meliputi industri alas kaki, industri sepatu
olahraga, industri sepatu teknik lapangan, industri pakaian jadi, serta pakaian
berbahan kulit. Aturannya akan dimasukkan dalam lampiran PP 18 Tahun
2015. Substansi ketiga mengenai percepatan kemudahan sertifikasi tanah rakyat
dalam rangka kepastian hak atas tanah dan mendorong pembangunan ekonomi
masyarakat.
8. KEBIJAKAN EKONOMI PAKET VIII
Pemerintah Indonesia mengumumkan paket kebijakan ekonomi ke-8 yang
menitikberatkan pada percepatan pembangunan kilang minyak dan insentif bagi
perusahaan pemeliharaan pesawat.
Paket Kebijakan Ekonomi ke-8 yang diumumkan pemerintah Senin (21/12)
siang meliputi tiga hal, yaitu kebijakan satu peta nasional (one map policy)
dengan skala 1 banding 50.000, membangun ketahanan energi melalui percepatan
pembangunan kilang minyak di dalam negeri, dan insentif bagi perusahaan jasa
pemeliharaan pesawat (maintenance, repair and overhaul/MRO).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan
pengembangan kawasan atau infrastruktur seringkali terbentur dengan sejumlah
masalah terkait pemanfaatan ruang dan penggunaan lahan. Karena itu, kebijakan
satu peta yang mengacu pada satu referensi geospasial, satu standar, satu basis
data dan satu geoportal untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan nasional
menjadi salah satu prioritas pemerintah. Basis referensi peta yang sama, juga akan
meningkatkan keandalan informasi terkait lokasi dari berbagai aktivitas ekonomi.
Untuk kebijakan, percepatan pembangunan kilang minyak di dalam negeri
perlu segera dilakukan guna memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM)
dan mengurangi ketergantungan impor BBM. Kebijakan ini akan tertuang dalam
Peraturan Presiden (Perpres). Selain membangun kilang baru, pemerintah juga
akan meningkatkan kilang yang sudah ada. Menurut Darmin Pemerintah
memproyeksikan produksi BBM akan meningkat dari 825 ribu barel per hari pada
2015 menjadi 1,9 juta barel per hari pada 2025. Darmin memastikan, dengan
terpenuhinya kebutuhan BBM dari produksi kilang dalam negeri, maka harga jual
BBM pada dunia usaha dan masyarakat, diharapkan dapat ditekan menjadi lebih

17
murah. Sampai saat ini, setidaknya ada empat kilang yang beroperasi dan perlu
perbaikan, yaitu di Cilacap, Balikpapan, Balongan dan Dumai. Kilang baru akan
dibangun di Bontang dan Tuban. Sementara itu, untuk kebijakan insentif bagi
perusahaan jasa pemeliharaan pesawat, Darmin Nasution menjelaskan, industri
dalam negeri hingga saat ini belum mampu memproduksi beberapa komponen
pesawat terbang. Kalaupun ada lanjut Darmin, belum mempunyai sertifikasi Part
Manufacturing Approval (PMA) dari pabrik pesawat seperti Boeing dan Airbus.
Padahal industri jasa pemeliharaan pesawat terbang membutuhkan kecepatan
dalam proses impor suku cadang dan komponen untuk proses perbaikan dan
pemeliharaan pesawat. "Dengan deregulasi ini maka bea masuknya tidak usah
ditanggung pemerintah. Di nol kan saja. Sehingga tidak perlu ada rekomendasi.
Dengan demikian perusahaan penerbangan yang memerlukan spareparts (suku
cadang) itu, kapanpun dia mau mendatangkannya itu bisa diperoleh dengan cepat.
Pemerintah mengharapkan dengan kebijakan ini, akan mempermudah
pemeliharaan dan perawatan pesawat di dalam negeri," kata Darmin. Dalam
kesempatan yang sama Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan berbagai
paket ekonomi yang digulirkan Pemerintah selain untuk penguatan ekonomi
nasional, juga disiapkan untuk dimulainya masyarakat ekonomi ASEAN.
"Pemerintah selain jangka pendek dan menengah juga jangka panjang
mengantisipasi perkembangan dan juga daya kompetitif pemerintah di pasar
ekonomi juga pasar global. Karena bagaimanapun kta harus siap menyambut
masyarakat ekonomi ASEAN. Dan juga pmerintah sedang menyiapkan untuk
bergbung dengan berbagai hal.
9. KEBIJAKAN EKONOMI PAKET IX
Pemerintah meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid IX pada Kamis
(27/1/2016) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Paket kebijakan jilid IX ini bertumpu
pada percepatan pembangunan infrastruktur tenaga listrik, stabilisasi harga
daging, dan peningkatan sektor logistik desa-Kota
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyatakan
pemerintah akan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk mempercepat
pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

18
Selain demi memenuhi kebutuhan listrik untuk rakyat, pembangunan
infrastruktur ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan
rasio elektrifikasi. Pemerintah menargetkan kapasitas listrik terpasang di
Indonesia mencapai 53 gigawatt (GW) dengan energi terjual mencapai 220
triliunwatthour (TWh) sampai 2015. Sedangkan rasio elektrifikasi saat ini sebesar
87,5 persen. Untuk mencapai rasio elektrifikasi hingga 97,2 persen pada 2019,
diperlukan pertumbuhan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sekitar 8,8
persen per tahun.Untuk mengejar target tersebut, lanjut dia, diperlukan kebijakan
percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berupa penugasan
kepada PT PLN (Persero). Dengan adanya Perpres ini, PLN akan memiliki dasar
hukum yang kuat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur
ketenagalistrikan.
Pemerintah akan mendukung berbagai langkah PLN seperti menjamin
penyediaan energi primer, kebutuhan pendanaan dalam bentuk PMN dll. Juga
fasilitas pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), penyederhanaan
perizinan melalui PTSP, penyelesaian konflik tata ruang, penyediaan tanah serta
penyelesaian masalah hukum, serta pembentukan badan usaha tersendiri yang
menjadi mitra PLN dalam penyediaan listrik.
Namun PLN juga wajib mengutamakan penggunaaan barang/jasa dalam
negeri melalui proses pengadaan yang inovatif. Misalnya pengadaan secara
openbook, pemberian preferensi harga kepada penyedia barang/jasa dengan
tingkat kandungan dalam negeri yang tinggi, serta penerapan pengadaan yang
memungkinkan pabrikan-pabrikan dalam negeri menyediakan komponen untuk
sistem pembangkit listrik.
Stabilisasi pasokan dan harga daging sapi
Selain listrik, yang masuk dalam paket kebijakan ekonomi IX adalah
kebijakan tentang pasokan ternak dan/atau produk hewan dalam hal
tertentu. Kebijakan ini didasari kebutuhan daging sapi dalam negeri yang terus
meningkat dari tahun ke tahun. Pemerintah sebenarnya telah melakukan langkah-
langkah untuk meningkatkan pasokan atau produksi daging sapi dalam negeri.
Antara lain melalui upaya peningkatan populasi, pengembangan logistik dan

19
distribusi, perbaikan tata niaga sapi dan daging sapi, dan penguatan kelembagaan
melalui Sentra Peternakan Rakyat (SPR). Namun karena upaya tersebut
memerlukan waktu perlu dibarengi pasokan dari luar negeri untuk menutup
kekurangan yang ada. Mengingat terbatasnya jumlah negara pemasok,pemerintah
Indonesia perlu memperluas akses dari negara maupun zona tertentu yang
memenuhi syarat kesehatan hewan -- yang ditetapkan Organisasi Kesehatan
Hewan Internasional (OIE) -- untuk menambah alternatif sumber penyediaan
hewan dan produk hewan. Untuk itu, Menteri Pertanian akan menetapkan negara
atau zona dalam suatu negara, unit usaha atau farm untuk pemasukan ternak
dan/atau produk hewan berdasarkan analisis resiko dengan tetap memperhatikan
ketentuan OIE. Dengan demikian, pemasukan ternak dan produk hewan dalam
kondisi tertentu tetap bisa dilakukan, seperti dalam keadaan bencana, kurangnya
ketersediaan daging, atau ketika harga daging sedang naik yang bisa memicu
inflasi dan mempengaruhi stabilitas harga. Jenis ternak yang dapat dimasukkan
berupa sapi atau kerbau bakalan, sedangkan produk hewan yang bisa
didatangkan berupa daging tanpa tulang dari ternak sapi dan/atau kerbau.
Kebijakan ini diharapkan mampu menstabilisasi pasokan daging dalam negeri
dengan harga yang terjangkau dan kesejahteraan peternak tetap meningkat.
Sektor logistik, dari desa ke pasar global
Lima jenis usaha yang dideregulasi, yakni:
a. Pengembangan usaha jasa penyelenggaraan pos komersial.
Menyelaraskan ketentuan tentang besaran tarif untuk mendorong efisiensi
jasa pelayanan pos. Ini dilatari adanya Peraturan Menteri Komunikasi dan
Informatika Nomor 32 Tahun 2014 sebagaimana diubah dengan Peraturan
Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2015 yang
menetapkan besaran tarif jasa pos komersial harus lebih tinggi dari tarif
layanan pos universal yang ditetapkan pemerintah. Ketentuan ini dinilai
membatasi persaingan pelaku penyelanggara pos komersial. Perubahan ini
diharapkan mampu mendorong daya saing dan perluasan layanan usaha jasa
kiriman yang dapat meningkatkan kegiatan logistik desa-kota secara efisien.

20
b. Penyatuan pembayaran jasa-jasa kepelabuhanan secara elektronik (single
billing).
Menyatukan pembayaran jasa-jasa kepelabuhanan secara elektronik (single
billing) oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengoperasikan
pelabuhan. Ini sebagai penegasan pelaksanaan Peraturan Menteri BUMN
Nomor 2 Tahun 2013 tentang Panduan Penyusunan Pengelolaan Teknologi
Informasi BUMN. Selama ini pelaku usaha yang menggunakan jasa
kepelabuhan umumnya masih melakukan pembayaran secara parsial dan
belum terintegrasi secara elektronik. Ini berdampak terhadap lamanya waktu
pemrosesan transaksi (20 persen dari lead time) di pelabuhan. Melalui
penyatuan pembayaran secara elektronik ini, efisiensi biaya dan waktu untuk
memperlancar arus barang di pelabuhan akan bisa lebih ditingkatkan.
c. Sinergi BUMN membangun agregator/konsolidator ekspor produk UKM,
geographical inidications, daneEkonomi kreatif.
Melalui BUMN, pemerintah ingin membuka peluang lebih besar kepada
UKM, terutama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Selama ini beragam produk UKM, produk khas daerah, dan produk kreatif
masyarakat masih sulit memenuhi ketentuan dan dokumen yang diperlukan
ketika hendak mengekspor produknya. Produk-produk yang memiliki
keunggulan tertentu itu misalnya furnitur, baju muslim, makanan tradisional
siap saji, perhiasan, geographical indications (akar wangi, gambir dan
sejenisnya), dan ekonomi kreatif (film, musik, tenun, rajutan, dan
sebagainya). Untuk itu perlu ada sinergi, terutama di Badan Usaha Milik
Negara, yang bertindak sebagai agregator/konsolidator ekspor hingga ke
tingkat eceran. Pokok kebijakan yang dikeluarkan berupa penugasan Menteri
BUMN kepada BUMN logistik agar bersinergi dengan BUMN lainnya untuk
membangun agregator/konsolidator bagi produk/komoditi ekspor UKM,
geographical indications, dan ekonomi kreatif. Upaya ini diharapkan mampu
mendorong kreativitas dan perluasan kegiatan ekonomi masyarakat dalam
menciptakan nilai tambah produk UKM dan produk unggulan daerah yang
berdampak langsung terhadap ekonomi pedesaan. Sekaligus untuk

21
meningkatkan konektivitas ekonomi desa-kota serta ekspor Indonesia ke
pasar ASEAN dan global.
d. Sistem pelayanan terbadu kepelabuhan secara elektronik.
Indonesia saat ini sudah memiliki Portal Indonesia National Single Window
(INSW) yang menangani kelancaran pergerakan dokumen ekspor impor.
Portal Indonesia National Single Window (INSW) sudah diterapkan di 16
pelabuhan laut dan 5 bandar udara di Indonesia. Efektifitas Portal INSW
dalam rangka penyelesaian dokumen kepabeanan belum didukung oleh
sistem informasi pergerakan barang di pelabuhan yang terintegrasi
(inaportnet), seperti yard planning system, kepabeanan, delivery order,
trucking company, hingga billing system. Karena belum terpadunya
pergerakan barang dan dokumen di pelabuhan maka berpengaruh terhadap
lead time barang yang selanjutnya akan berdampak pada dwelling time di
pelabuhan.yang berdampak pada kelancaran arus barang dan dwelling time
inilah maka perlu pengembangan-pengembangan port system menjadi
inaportnet yang terintegrasi ke dalam INSW.
e. Penggunaan mata uang rupiah untuk transaksi kegiatan transportasi.
Pembayaran beberapa kegiatan logistik seperti transportasi laut dan
pergudangan masih menggunakan tarif dalam bentuk mata uang asing yang
dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah dengan besaran kurs yang
ditentukan oleh masing-masing pemberi jasa (tidak ada acuan kurs). Pada
umumnya ketentuan kurs yang digunakan di atas kurs Bank Indonesia. Untuk
itu diperlukan kepastian tarif dalam bentuk mata uang rupiah dengan merevisi
Instruksi Menteri Perhubungan nomor 3 tahun 2014.
10. KEBIJAKAN EKONOMI PAKET X
Pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid 10 pada
tanggal 11 Februari 2016. Paket kebijakan ekonomi kali ini dimaksudkan untuk
memperlonggar investasi dengan meningkatkan perlindungan bagi Usaha Mikro,
Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK).Peningkatan investasi yang diatur
dalam paket kebijakan ekonomi ini adalah investasi yang berasal dari dalam

22
negeri maupun luar negeri. Peningkatan investasi sangat penting untuk memacu
pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabil, inklusif dan berkelanjutan.
Peningkatan investasi juga diharapkan dapat mendorong Indonesia
menyesuaikan posisinya agar menjadi basis produksi dan sentra logistik dalam
memanfaatkan peluang perluasan pasar. Hal ini tak lepas dari pemberlakuan
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta upaya untuk dapat mengintegrasikan
diri dalam global supply chain. Langkah konkret pelaksanaan paket kebijakan
ekonomi ini adalah melalui perubahan ketentuan mengenai daftar bidang usaha
tertutup dan bidang usaha yang terbuka dengan persyaratan di bidang penanaman
modal. Secara umum, inilah yang disebut sebagai Daftar Negatif Investasi (DNI)
yang diatur dengan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2014. Walaupun paket
kebijakan ekonomi ini memang dimaksudkan untuk mendorong peningkatan
investasi, namun kebijakan ini bukanlah proses liberalisasi ketika negara tidak
memiliki strategi dan kontrol. Sebaliknya, negara hadir dalam upaya
mengembangkan potensi geopolitik dan geoekonomi nasional, dengan mendorong
UMKMK sebagai subyek. Caranya adalah dengan meningkatkan kreativitas,
sinergitas, inovasi dan kemampuan mereka untuk menyerap teknologi baru dalam
era keterbukaan.
Sesungguhnya paket kebijakan ini memberikan perlindungan kepada pelaku
usaha kecil dan menengah berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008
tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (yang mempunyai kekayaan bersih di
bawah Rp 10 miliar). Untuk memperluas kegiatan usaha UMKMK dilakukan
reklasifikasi yang menyederhanakan bidang usaha, misalnya 19 bidang usaha jasa
bisnis/jasa konsultasi konstruksi dijadikan 1 jenis usaha yang dapat dilakukan oleh
UMKMK untuk 19 bidang kegiatan. Oleh karena itu jenis/bidang usaha yang
dicadangkan untuk UMKMK menjadi lebih sederhana dari 139 menjadi 92
kegiatan usaha. Dalam DNI baru bertambah 19 bidang usaha yang tercakup dalam
kegiatan jenis usaha jasa bisnis/jasa konsultasi konstruksi yang menggunakan
teknologi sederhana/madya dan/atau risiko kecil/sedang dan/atau nilai pekerjaan
di bawah Rp10 miliar. Sebelumnya, dipersyaratkan saham asing sebesar 55%,
seperti jasa pra desain dan konsultasi, jasa desain arsitektur, jasa administrasi

23
kontrak, jasa arsitektur lainnya. Juga diatur agar kemitraan yang ditujukan agar
Penanaman Modal Dalam Negeri dan Penanaman Modal Asing untuk bekerja
sama dengan UMKMK yang semula 48 bidang usaha, bertambah 62 bidang usaha
sehingga menjadi 110 bidang usaha. Selain itu terdapat 39 bidang usaha yang
dicadangkan untuk UMKMK yang ditingkatkan nilai pekerjaannya dari semula
sampai dengan Rp1 miliar menjadi sampai dengan Rp50 miliar. Paket Kebijakan
Ekonomi Jilid 10 ini diharapkan juga dapat memotong mata rantai pemusatan
ekonomi yang selama ini dinikmati oleh kelompok tertentu. Kebijakan ini pun
diharapkan dapat membuat harga lebih murah, misalnya untuk obat dan alat
kesehatan, serta mengantisipasi era persaingan dan kompetisi karena Indonesia
sudah memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Terakhir, kebijakan ini
tentu saja berpeluang membuka lapangan kerja dan memperkuat modal untuk
membangun bangsa.
11. KEBIJAKAN EKONOMI PAKET XI
Pemerintah telah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XI pada
Selasa (29/3/2016) . Dalam paket kebijakan XI ini, ada empat poin utama terkait
deregulasi dan infrastruktur yang menjadi fokus utama pemerintah. Keempat hal
yang tercakup dalam Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XI tersebut yaitu pertama,
terkait Kredit Usaha Rakyat Berorientasi Ekspor (KURBE). Melalui KURBE,
pemerintah akan menyediakan fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan
terpadu untuk modal kerja dan investasi bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM).
Kedua, terkait Dana Investasi Real Estate (DIRE). Dalam hal ini, Pemerintah
akan menerbitkan DIRE dengan biaya yang relatif rendah. Hal ini dilakukan
dalam rangka peningkatan efisiensi dalam penyediaan dana investasi jangka
panjang, untuk menunjang percepatan pembangunan infrastruktur dan perumahan
sesuai Program Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019.
Ketiga, pengendalian risiko untuk memperlancar arus barang di pelabuhan
melalui Indonesia Single Risk Management (ISRM). Hal ini dilakukan untuk
mempercepat pelayanan kegiatan impor/ekspor yang dapat memberikan kepastian
usaha, efisiensi waktu dan biaya perizinan, serta menurunkan dwelling time,

24
melalui peningkatan efektifitas pengawasan dengan integrasi pengelolaan risiko
antara kementerian/lembaga terkait.
Keempat, terkait pengembangan industri farmasi dan alat kesehatan. Dalam
hal ini, pemerintah akan menjamin kesediaan farmasi dan alat kesehatan sebagai
upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan
Nasional (JKN) dan mendorong keterjangkauan harga obat di dalam negeri.
Dengan paket kebijakan ini, lanjutnya, pemerintah berharap dunia usaha kita
dapat lebih kompetitif. Pemerintah akan lebih memberikan kemudahan (agar)
para pelaku usahanya lebih lincah, lebih sehat, lebih efisien, dan harapannya paket
ini benar-benar bermanfaat bagi UMKM dan dunia usaha, jelasnya.
12. KEBIJAKAN EKONOMI PAKET XII
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution
mengemukakan, Paket Kebijakan Ekonomi Jilid XII yang diumumkan oleh
Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/4/2016)
petang, merupakan paket yang besar dan penting dengan cakupan yang luas.
Paket-paket tersebut, kata Darmin, menyangkut 10 indikator tingkat
kemudahan berusaha yang telah ditetapkan oleh Bank Dunia, yaitu: Memulai
Usaha (Starting Business), Perizinan terkait Pendirian Bangunan (Dealing with
Construction Permit), Pembayaran Pajak (Paying Taxes), Akses Perkreditan
(Getting Credit), Penegakan Kontrak (Enforcing Contract), Penyambungan
Listrik (Getting Electricity), Perdagangan Lintas Negara (Trading Across
Borders), Penyelesaian Perkara Kepailitan (Resolving Insolvency), dan
Perlindungan Terhadap Investor Minoritas (Protecting Minority Investors).
Dari ke-10 indikator itu, total jumlah prosedur yang sebelumnya berjumlah
94 prosedur, dipangkas menjadi 49 prosedur. Begitu pula perizinan yang
sebelumnya berjumlah 9 izin, dipotong menjadi 6 izin, kata Darmin kepada
wartawan. Ia menyebutkan, jika sebelumnya waktu yang dibutuhkan total
berjumlah 1,566 hari, kini dipersingkat menjadi 132 hari. Perhitungan total waktu
ini belum menghitung jumlah hari dan biaya perkara pada indikator Resolving
Insolvency karena belum ada praktik dari peraturan yang baru diterbitkan.

25
Meski survei Bank Dunia hanya terbatas pada wilayah Provinsi DKI Jakarta
dan Kota Surabaya, lanjut Menko Perekonomian, pemerintah menginginkan
kebijakan ini bisa berlaku secara nasional.
Upaya Perbaikan
Untuk meningkatkan peringkat kemudahan berusaha ini, menurut Menko
Perekonomian sejumlah perbaikan dilakukan pada seluruh indikator yang ada.
Pada indikator Memulai Usaha misalnya, sebelumnya pelaku usaha harus melalui
13 prosedur yang memakan waktu 47 hari dengan biaya berkisar antara Rp6,87,8
juta. Izin yang harus diurus meliputi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Tanda
Daftar Perusahaan (TDP), Akta Pendirian, Izin Tempat Usaha, dan Izin
Gangguan.
Kemudahan lain yang diberikan kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah
(UMKM), lanjut Menko Perekonomian, adalah persyaratan modal dasar pendirian
perusahaan. Ia menyebutkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas, modal minimal untuk mendirikan PT adalah Rp50
Juta.
Kini dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2016 tentang
Perubahan Modal Dasar Perseroan Terbatas, kata Darmin, modal dasar Perseroan
Terbatas tetap minimal Rp50 Juta, tapi untuk UMKM modal dasar ditentukan
berdasarkan kesepakatan para pendiri PT yang dituangkan dalam Akta Pendirian
PT. Begitu pula dengan perizinan yang terkait Pendirian Bangunan. Kalau
sebelumnya harus melewati 17 prosedur yang makan waktu 210 hari dengan biaya
Rp 86 juta untuk mengurus 4 izin (IMB, UKL/UPL, SLF, TDG), menurut
Darmin, kini hanya ada 14 prosedur dalam waktu 52 hari dengan biaya Rp 70 juta
untuk 3 perizinan (IMB, SLF, TDG).
Pembayaran pajak yang sebelumnya melalui 54 kali pembayaran, lanjut
Menko Perekonomian, dipangkas menjadi hanya 10 kali pembayaran dengan
sistem online. Sedangkan Pendaftaran Properti yang sebelumnya melewati 5
prosedur dalam waktu 25 hari dengan biaya 10,8% dari nilai properti, menjadi 3
prosedur dalam waktu 7 hari dengan biaya 8,3% dari nilai properti/transaksi.
Dalam hal Penegakan Kontrak, untuk penyelesaian gugatan sederhana belum

26
diatur. Begitu pula waktu penyelesaian perkara tidak diatur. Tapi berdasarkan
hasil survei EODB, waktu penyelesaian perkara adalah 471 hari. Dengan terbitnya
Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara
Penyelesaian Gugatan Sederhana, maka sekarang untuk kasus gugatan sederhana
diselesaikan melalui 8 prosedur dalam waktu 28 hari.
Penerbitan Peraturan Baru
Berkaitan dengan upaya memperbaiki peringkat EODB ini, menurut
Menko Perekonoian, pemerintah telah menerbitkan 16 peraturan, yaitu:
1. PP No. 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Modal Minimum bagi Pendirian
PT Permenkumham No. 11/2016 tentang Pedoman Imbalan Jasa Bagi
Kurator dan Pengurus;
2. Permen PUPR No 5/2016 tentang Izin Mendirikan Bangunan;
Permen ATR/BPN no. 8/2016 tentang Peralihan HGB Tertentu di Wilayah
Tertentu;
3. Permendag No. 14/M-Dag/Per/3/2016 tentang Perubahan Atas Peraturan
Menteri Perdagangan No. 77/M-Dag/Per/12/2013;
4. Permen ESDM No 8 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan
Menteri ESDM No 33/2014 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya
yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN;
5. Permendag No. 16/M-Dag/Per/3/2016 tentang Perubahan atas Permendag
No. 90 Tahun 2014 tentang Penataan dan Pembinaan Gudang;
6. Permendagri No 22/2016 tentang Pencabutan Izin Gangguan;
7. Peraturan Dirjen Pajak No. PER-03/PJ/2015 tentang Penyampaian Surat
Pemberitahuan Elektronik secara Online;
8. SE Menteri PUPR No 10/SE/M/2016 tentang Penerbitan IMB dan SLF
untuk Bangunan Gedung UMKM Seluas 1300m2 dengan menggunakan
desai prototipe;
9. SE Direksi PT PLN No. 0001.E/Dir/2016 tentang Prosedur Percepatan
Penyambungan Baru dan Perubahan Daya bagi Pelanggan Tegangan
Rendah dengan Daya 100 s.d 200 KVA;
10. Perka BPJS No. 1/2016 untuk Pembayaran Online;

27
11. Instruksi Gubernur DKI Jakarta No.42/2016 tentang Percepatan
Pencapaian Kemudahan Berusaha;
12. SE Mahkamah Agung No2/2016 tentang Peningkatan Efisiensi dan
Transparansi Penanganan Perkara Kepailitan dan Penundaan Kewajiban
Utang di Pengadilan
13. Keputusan Direksi PDAM DKI Jakarta Tentang Proses Pelayanan
Sambungan Air
14. Keputusan Direksi PDAM Kota Surabaya tentang Proses Pelayanan
Sambungan Air.
15. Adapun dua peraturan lain yang sedang pada tahap penyelesaian adalah
Revisi PP No. 48/1994 tentang Pajak Penghasilan dan Perda tentang
Penurunan BPHTB
13. KEBIJAKAN EKONOMI PAKET XIII
Melalui PKE XIII ini, pemerintah akan menerbitkan Peraturan Pemerintah
(PP) yang isinya meliputi penyederhanaan jumlah dan waktu perizinan dengan
menghapus atau mengurangi berbagai perizinan dan rekomendasi yang diperlukan
untuk membangun rumah MBR dari semula sebanyak 33 izin dan tahapan,
menjadi 11 izin dan rekomendasi. Dengan pengurangan perizinan dan tahapn ini,
maka waktu pembangunan MBR yang selama ini rata-rata mencapai 769-981 hari
dapat dipercepat menjadi 44 hari. Adapun rinciannya:
1. Perizinan yang dihilangkan antara lain: izin lokasi dengan waktu 60 hari
kerja, persetujuan gambar master plan dengan waktu 7 hari kerja,
rekomendasi peil banjir dengan waktu 30-60 hari kerja, persetujuan dan
pengesahan gambar site plan dengan waktu 5-7 hari kerja dan Analisa
Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Andal Lalin) dengan waktu 30 hari kerja.
2. Perizinan yang digabungkan, meliputi: (1) Proposal Pengembang (dengan
dilampirkan Sertifikat tanah, bukti bayar PBB (tahun terakhir) dengan Surat
Pernyataan Tidak Sengketa (dilampirkan dengan peta rincikan tanah/blok
plan desa) jika tanah belum bersertifikat; (2) Ijin Pemanfaatan Tanah (IPT)/
Ijin Pemanfaatan Ruang (IPR) digabung dengan tahap pengecekan kesesuaian
RUTR/RDTR wilayah (KRK) dan Pertimbangan Teknis Penatagunaan

28
Tanah/Advise Planning, Pengesahan site plan diproses bersamaan dengan izin
lingkungan yang mencakup: SPPL atau Surat Pernyataan Pengelolaan
Lingkungan (sampai dengan luas lahan 5 Ha); serta (3) Pengesahan site plan
diproses bersamaan dengan izin lingkungan yang mencakup SPPL (luas < 5
ha), rekomendasi damkar, dan retribusi penyediaan lahan pemakaman atau
menyediakan pemakaman.
3. Perizinan yang dipercepat, antara lain: (1) Surat Pelepasan Hak (SPH) Atas
Tanah dari Pemilik Tanah kepada pihak developer (dari 15 hari menjadi 3
hari kerja); (2) Pengukuran dan pembuatan peta bidang tanah (dari 90 hari
menjadi 14 hari kerja); (3) Penerbitan IMB Induk dan pemecahan IMB (dari
30 hari menjadi 3 hari kerja); (4) Evaluasi dan Penerbitan SK tentang
Penetapan Hak Atas Tanah (dari 213 hari kerja menjadi 3 hari kerja); (5)
Pemecahan sertifikat a/n pengembang (dari 120 hari menjadi 5 hari kerja);
dan (6) Pemecahan PBB atas nama konsumen (dari 30 hari menjadi 3 hari
kerja).
Pemerintah berharap, dengan PKE yang baru ini maka pembangunan rumah
untuk MBR dapat lebih cepat terealisasi. Sebab, pengurangan, penggabungan, dan
percepatan proses perizinan untuk pembangunan rumah MBR, akan mengurangi
biaya untuk pengurusan perizinan hingga 70%

B. Peraturan Pemerintah Dalam Organsiasi Bisnis Lokal dan Global


Berdasarkan paparan dalam paket kebijakan Jokowi tersebut di atas, maka
regulasi Pemerintah Dalam Organsiasi Bisnis Lokal dan Global adalah sebagai
berikut:
1) REGULASI DALAM KONTEKS LOKAL
Karena pemerintah beroperasi pada banyak tingkatan (pusat, povinsi,
kabupaten), bisnis modern menghadapi sejumlah regulasi yang komplek.
Masyarakat mengandalkan pemerintah untuk menetapkan aturan tingkah laku
atau regulasi untuk masyarakat dan organisasi. Ada beberapa jenis regulasi,
yaitu:

29
1.1. Regulasi Ekonomi
Regulasi ekonomi bertujuan untuk memodifikasi operasi normal pasar
bebas dan kekuatan penawaran dan permintaan. Regulasi ekonomi meliputi
regulasi yang mengendalikan harga atau gaji, alokasi sumber daya publik,
penetapan area layanan, penetapan banyaknya peserta, dan penjatahan sumber
daya. Keputusan komisi komunikasi pemerintahan (FCC) berkenaan dengan
bagaimana untuk mengalokasikan porsi spektrum elektromagnetik.
Operasi tertentu atau fungsi bisnis telah dipilih untuk diperhatikan secara
khusus oleh regulator pemerintah. Badan pemerintahan menetapkan gaji
minimum, mengatur gaji lembur, menetapkan aturan bagi kampanye serikat
kerja, dan menengahi perselisihan pekerja dengan manajemen. Kompetisi
adalah fungsi bisnis yang lain yang sangat dipengaruhi oleh regulasi. Hukum
antitrust berusaha untuk mencegah monopoli, mempertahankan harga yang
kompetitif, dan melindungi konsumen terhadap praktek-praktek yang tidak
jujur. Hal ini tercermin dalam paket kebijakan jokowi sebagai berikut:
JADWAL
TAHAP ISI PAKET FOKUS PAKET
PELUNCURAN
1. Adanya one map policy atau satu
peta pada tingkat nasional dengan skala
Memperkuat daya
1:50.000
PKE 8 21 Desember 2015 saing dan daya
2. Membangun ketahanan energi melalui
tahan ekonomi
pembangunan kilang minyak
3. Kebijakan insentif sektor penerbangan
Menitikberatkan
kepada percepatan
1. Percepatan pembangunan infrastruktur
di sektor
tenaga listrik
kelistrikan dan
PKE 9 27 Januari 2016 2. Stabilisasi pasokan dan harga daging
stabilitas pasokan
sapi
dan harga daging
3. Peningkatan sektor logistik desa-Kota
sapi.

Revisi daftar
negatif investasi
1. Meningkatkan Investasi (DNI) yang
PKE 10 11 Februari 2016
2. Melindungi UMKMK sebelumnya diatur
dalam Perpres No
34/201

30
1.2. Regulasi sosial
Regulasi sosial dimaksudkan pada pentingnya tujuan sosial seperti
perlindungan konsumen dan lingkungan serta menyediakan para karyawan
dengan kondisi kerja yang aman dan sehat. Kesempatan kerja yang sama,
perlindungan terhadap imbalan pensiun, dan perawatan kesehatan bagi para
karyawan merupakan area lain yang penting dalam regulasi sosial. Regulasi
sosial tidak terbatas pada satu jenis bisnis atau industri. Hukum memperhatikan
polusi, keamanan dan kesehatan, dan diskriminasi pekerjaan yang diterapkan
untuk semua bisnis, hukum perlindungan konsumen diterapkan untuk semua
bisnis terkait dengan produksi dan penjualan barang-barang konsumsi. Hal ini
tercermin dalam paket kebijakan jokowi sebagai berikut:
JADWAL
TAHAP ISI PAKET FOKUS PAKET
PELUNCURAN
1. Kemudahan Layanan Investasi 3 Jam
2. Pengurusan Tax Allowance dan Tax
Holiday Lebih Cepat
3. Pemerintah Tak Pungut PPN Untuk langkah untuk
29 September Alat Transportasi menyelesaikan
PKE 2
2015 4. Insentif fasilitas di Kawasan Pusat kendala investasi
Logistik Berikat dan perizinan
5. Insentif pengurangan pajak bunga
deposito
6. Perampingan Izin Sektor Kehutanan
1. Penurunan tarif listrik dan harga BBM
serta gas.
Diskon tarif dan
2. Perluasan penerima kredit usaha rakyat
PKE 3 7 Oktober 2015 kemudahan izin
(KUR).
penanaman modal
3. Penyederhanaan izin pertanahan untuk
kegiatan penanaman modal.
Mendorong
tenaga kerja agar
1. Kebijakan pengupahan yang adil, terus meningkat.
sederhana dan terproyeksi Sehingga,
PKE 4 15 Oktober 2015
2. Kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pemberhentian
yang lebih murah dan luas. Hubungan Kerja
(PHK) tidak lagi
terjadi.
1. Insentif pajak kepada industri padat
karya
2. Kemudahan bagi industri tertentu yang
Kemudahan izin
PKE 7 7 Desember 2015 mempekerjakan karyawan dalam
investasi
jumlah besar
3. Percepatan penerbitan sertifikat tanah.
4.

31
1. Kredit Usaha Rakyat Berorientasi
Ekspor (KURBE).
2. Dana Investasi Real Estate (DIRE). deregulasi dan
3. Indonesia Single Risk Management infrastruktur yang
PKE 11 29 Maret 2016
(ISRM). menjadi fokus
4. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) utama pemerintah
dan mendorong keterjangkauan harga
obat di dalam negeri.
Fokus kepada
perumahan untuk
1. Mempercepat tahap perizinan
masyarakat
2. Mengilangkan 7 perizinan
berpenghasilan
PKE 13 4 Agustus 2016 3. Menggabungkan perizinan
rendah, Menuju
4. Menurunkan biaya perizinan hingga
target
70%
pembangunan
satu juta rumah

2) REGULASI DALAM KONTEKS GLOBAL


Perdagangan internasional menyatukan orang dan bisnis dengan cara baru
dan komplek. Pola perdagangan internasional tumbuh lebih komplek,
pemerintah merasa perlu untuk menetapkan aturan yang melindungi
kepentingan warganya. Tidak ada negara yang mau menerima produk-produk
manufaktur yang berbahaya bagi warganya dan tidak ada pemerintah yang
ingin melihat ekonominya rusak karena persaingan yang tidak jujur dari para
pesaing luar negeri. Hal-hal inilah yang menjadi perhatian untuk dijadikan
dasar adanya kerjasama dan kesepakatan regulasi internasional.

2.1. Regulasi Terhadap Produk Impor


Setiap negara mempunyai kekuasaan terhadap produk yang dijual
dinegaranya. Contoh: Mainan yang diproduksi diluar negeri tapi dijual di
Indonesia haruslah memenuhi standar keamanan yang berlaku seperti halnya
yang berlaku bagi industri sejenis yang berasal dari dalam negeri. Hal ini
tercermin dalam paket kebijakan jokowi sebagai berikut:

JADWAL
TAHAP ISI PAKET FOKUS PAKET
PELUNCURAN
1. Upaya menggerakkan perekonomian di kawasan ekonomi
PKE 6 6 November 2015 wilayah pinggiran dengan khusus, sumber
pengembangan Kawasan Ekonomi daya air dan

32
Khusus (KEK) penyederhanaan
2. Penyediaan air untuk masyarakat izin impor obat.
secara berkelanjutan dan berkeadilan
3. Simplifikasi perizinan di Badan
Pengawasan Obat dan Makanan
(BPOM).

2.2. Regulasi Terhadap Produk Ekspor


Pemerintah mempunyai kepentingan untuk mengetahui apakah produk-
produk bisnis di ekspor keseluruh dunia. Pemerintah pusat memperhatikan
produk yang dibuat Di Indonesia merupakan produk berkualitas bagus. Hal
ini tercermin dalam paket kebijakan jokowi sebagai berikut:
JADWAL ISI PAKET
TAHAP FOKUS PAKET
PELUNCURAN
1. Mendorong daya saing industri
nasional melalui deregulasi,
debirokratisasi, serta penegakan hukum
deregulasi untuk
dan kepastian usaha;
menggerakkan
2. Mempercepat proyek strategis
sektor riil dalam
PKE 1 9 September 2015 nasional dengan menghilangkan
mengantisipasi
berbagai hambatan, sumbatan dalam
dampak krisis
pelaksanaan dan penyelesaian proyek
global
strategis nasional; dan
3. Meningkatkan investasi di sektor
properti.
1. Memulai Usaha
(Starting
Business),
2. Perizinan terkait Pendirian Bangunan
(Dealing with Construction Permit)
3. Pembayaran Pajak (Paying Taxes),
4. Akses Perkreditan (Getting Credit),
Revolusi
5. Penegakan Kontrak (Enforcing
kebijakan
Contract),
PKE 12 28 April 2016 kemudahan
6. Penyambungan Listrik (Getting
berusaha
Electricity),
Indonesia
7. Perdagangan Lintas Negara (Trading
Across Borders),
8. Penyelesaian Perkara Kepailitan
(Resolving Insolvency), dan
9. Perlindungan Terhadap Investor
Minoritas (Protecting Minority
Investors).

33
3) Regulasi Terhadap Perilaku Bisnis Internasional
WTO (World Trade Organization), yang bertugas membentuk aturan-
aturan pelaksanaan perdagangan internasional. Aturan ini dapat
dipertimbangkan sebagai regulasi multinasional. Hal ini tercermin dalam paket
kebijakan jokowi sebagai berikut:

JADWAL
TAHAP ISI PAKET FOKUS PAKET
PELUNCURAN
1. Revaluasi Aset
2. Menghilangkan pajak berganda dana Insentif pajak dan
investasi Real Estate, Properti dan deregulasi bidang
PKE 5 22 Oktober 2015 Infrastruktur. perbankan
3. Deregulasi di bidang perbankan syariah syariah

10. Memulai Usaha (Starting Business),


11. Perizinan terkait Pendirian Bangunan
(Dealing with Construction Permit)
12. Pembayaran Pajak (Paying Taxes),
13. Akses Perkreditan (Getting Credit),
14. Penegakan Kontrak (Enforcing
Revolusi
Contract),
kebijakan
15. Penyambungan Listrik (Getting
PKE 12 28 April 2016 kemudahan
Electricity),
berusaha
16. Perdagangan Lintas Negara (Trading
Indonesia
Across Borders),
17. Penyelesaian Perkara Kepailitan
(Resolving Insolvency), dan
18. Perlindungan Terhadap Investor
Minoritas (Protecting Minority
Investors).

34
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Presiden menjelaskan bahwa tujuan paket kebijakan ekonomi ini adalah
untuk menggerakkan kembali sektor riil yang akhirnya memberi pondasi bagi
lompatan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan. Presiden yakin bahwa paket
kebijakan ekonomi tahap pertama September 2015 akan memperkuat industri
nasional, mengembangkan usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi,
memperlancar perdagangan antar daerah, membuat pariwisata semakin bergairah,
dan menjadikan kesejahteraan nelayan semakin membaik dengan menaikkan
produksi ikan tangkap dan penghematan biaya bahan bakar sebesar 75% melalui
konversi solar ke elpiji.
Dalam rangka perbaikan ekonomi, Pemerintah tidak mungkin bisa bekerja
sendirian. Pemerintah membutuhkan kerja sama, kebersamaan, dan dukungan
semua pihak. Ditekankan Presiden bahwa Pemerintah tidak sekedar memiliki
komitmen menggerakkan ekonomi nasional dengan meluncurkan paket ekonomi
ini, tetapi pemerintah juga sangat serius melaksankana komitmen kebijakan ini.

35
DAFTAR PUSTAKA

https://www.bappenas.go.id/id/
http://rainyviolet.blogspot.com/2017/6/tantangan-dalam-globalisasi.html
www.Hukum+Komersial/Globalisasi/Globalisasi.html.com
www.google.hubungan+antara+organisasi+bisnis+pemerintah+ppt+com

36