Anda di halaman 1dari 6

PROSEDUR KLINIS PNEUMONIA

SPO
No. Dokumen
:

Terbitan
:

No. Revisi
:

Tgl. MulaiBerlaku
:

Halaman
:

PUSKESMAS MEKARMUKTI

H.Firman, SKM
NIP 19730201 199903 1 005

1. Pengertian
1. Pneumonia adalah Suatu peradangan / inflamasi parenkim paru, distal dari bronkiolus
terminalis yang meliputi bronkiolus respiratorius dan alveolus, serta menimbulkan
konsolidasi jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat. Pneumonia yang
dimaksud adalg Pneumonia Non Spesifik ( Infeksi oleh bakteri, virus, jamur, parasit ).
2. Klasifikasi
3.1 Berdasarkan klinis dan epidemiologis
Pneumonia komunitas
Pneumonia nosokomial
Pneumonia aspirasi
Pneumonia pada penderita immunocompromised
3.2 Berdasarkan bakteri penyebab
Pneumonia bakterial / tipikal
Pneumonia atipikal
Pneumonia virus
Pneumonia jamur
3.3 Bedasarkan predileksi bakteri
Pneumonia lobaris
Bronkopneumonia
Pneumonia interstisial
3. Diagnosi
4.1. Anamnesa
Batuk dengan dahak mukoid / purulen.
Sesak nafas
Demam tinggi
Nyeri pada bagian dada
Trias Penumonia : Batuk, Demam, Sesak
4.2. Pemeriksaan Fisik
Pasien tampak sakit berat, disertai dengan sianosis
Suhu tubuh meningkat dan nadi menjadi cepat
Laju pernapasan meningkat tipe cepat dan dangkal
Nafas cuping hidung ( + )
Retraksi sela iga
Pemeriksaan Paru :
o Pada inspeksi terlihat bagian yang sakit tertinggal waktu bernapas
o Pada palpasi : Fremitus taktil meningkat
o Pada perkusi : Redup / pekak
o Auskultasi : Rhonki basah halus hingga rhonki basah kasar

4.3. Pemeriksaan Penunjang


Rontgen Thorax PA :Terdapat perselubungan pada lapang paru
Laboratorium :
o Leukositosis (10.000 15.0000/ mm3)
o Hitung jenis bergeser ke kiri ( neutrofil batang meningkat )
o Gram Sputum

5 Diagnosis banding :
5.1. Bronkitis akut
5.2. Pleuritis eksudatif karena TB paru
5.3. Ca Paru
5.4. Infark Paru
6 Komplikasi
6.1 Efusi Pleura
6.2 Empiema
6.3 Abses paru
6.4 Pneumothoraks
6.5 Gagal napas
6.6 Sepsis
7 Penatalaksanaan
7.1 Pemberian oksigen bila diperlukan.
7.2 Istirahat yang cukup dan banyak minum air untuk menghindari dehidrasi.
7.3 Terapi definitif dapat dilakukan menggunakan antibiotik sebagai berikut :
a. Penisilin Sensitif Streptococcus pneumonia (PSSP), yaitu :
Golongan Penisilin : Dewasa : Penisilin V 4 x 250 500 mg / hari, Anak : Penisilin
25 50 mg / KgBB dalam 4 dosis, atau Dewasa : Amoxicilin 3 x 250-500 mg / hari
, Anak : 50 mg / KgBB dibagi dalam 3 dosis.
Sefalosporin golongan 1 : Dewasa : Sefadroksil 2 x 500 mg ; Anak : Sefadroksil
30 mg / KgBB / hari dalam 2 dosis.
b. Penisilin Resisten Streptococcus pneumonia (PRSP), yaitu :
Makrolid : Azitromisin 1 x 500 mg selama 3 hari ( Anak 10 mg / KgBB/ hari dosis
tunggal )
Fluorokuinolon : Ciprofloxacin 2 x 500 mg / hari selama 5 hari.
7.4 Pemberian Antitusif : Untuk menekan pusat batuk di otak. Kodein 3 x 10 mg / hari
( Antitusif tidak boleh diberikan pada ibu hamil, ibu menyusui dan anak < 6 tahun, serta
pasien yang makin mengalami sesak bila minum antitusif)
7.5 Pemberian Ekspektoran : Untuk mengencerkan dahak. GG ( Glyseril Guaiacolate ) 3 x
1 tablet, Ambroksol 3 x 1 tablet.
7.6 Pemberian antipiretik : Paracetamol 3 x 500 mg
8 Kriteria rujukan
8.1 Kriteria CURB ( Conciousness, Kadar Ureum, Respiratory Rate > 30 x/ mnt, Blood
Preassure : Sistolik < 90 mmHg dan diastolik < 60 mmHg ; masing-masing 1 poin ;
dan pasien dirujuk bila mendapatkan 2 poin atau lebih ).
8.2 Untuk Anak : kriteria rujukan sesuai dengan panduan MTBS ( Manajemen Terpadu
pada Balita Sakit ) yaitu : Pneumonia berat, Pneumonia yang tidak responsif dengan
pengobatan kotrimoksasol.
2. Tujuan
Prosedur ini sebagai acuan dalam penatalaksanaan Pneumonia di Puskesmas Mekarmukti.
3. Kebijakan
SK Kepala Puskesmas Mekarmukti tentang pelayanan Puskesmas
4. Referensi
1. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 5 tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter Pelayanan Primer
5. Prosedur/Langkah-langkah
1. Bidan melakukan pengukuran berat badan, respirasi rate, suhu badan dan mencatat dalam
buku status pasien.
2. Dokter melakukan anamnesa terarah dan pemeriksaan fisik.
3. Dokter melakukan pemeriksaan penunjang: laboratorium dan rontgen thorax PA.
4. Dokter mendiagnosa Pneumonia.
5. Dokter mengklasifikasikan Pneumonia : Pneumonia berat, Pneumonia dan bukan
Pneumonia.
6. Dokter menjelaskan kepada orang tua pasien / keluarga mengenai penyakit pasien.
7. Dokter memberikan edukasi mengenai penyakit dan menjelaskan tentang rencana
pengobatan.
8. Dokter memberikan resep sesuai dengan diagnosis.
9. Petugas melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan.
6. Bagan Alur

Bidan melakukan pengukuran berat badan, respirasi rate, suhu


badan dan mencatat dalam buku status pasien.

Dokter melakukan anamnesa terarah, pemeriksaan fisik

Dokter melakukan pemeriksaan penunjang : Laboratorium dan


Rontgen Thorax PA.

Dokter mendiagnosa Pneumonia

Dokter mengklasifikasikan Pneumonia : Pneumonia


berat, Pneumonia dan bukan Pneumonia.

Dokter menjelaskan kepada orang tua pasien / keluarga mengenai


penyakit pasien..

Dokter memberikan edukasi mengenai penyakit dan


menjelaskan tentang rencana pengobatan.

Petugas melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan.


No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan 7. Unit terkait
1. Poli MTBS
- - - - 2. Poli anak

8. Rekamanhistorisperubahan
DAFTAR TILIK
SOP PROSEDUR KLINIS PNEUMONIA

No Ya Tidak
Uraian Kegiatan

1 Apakah bidan
melakukan pengukuran
berat badan, respiratori
rate, suhu badan dan
mencatat dalam buku
status pasien.
2 Apakah Dokter
melakukan anamnesa
terarah dan
pemeriksaan fisik.
3 Apalah dokter
melakukan pemeriksaan
penunjang :
Laboratorium dan
Rontgen Thorax PA.
4 Apakah Dokter
mendiagnosa
Pneumonia.
5 Apakah Dokter
mengklasifikasikan
Pneumonia :
Pneumonia berat,
Pneumonia dan
bukan Pneumonia.

6 Apakah Dokter
menjelaskan kepada
orang tua pasien /
keluarga mengenai
penyakit pasien.
7 Apakah Dokter
memberikan edukasi
mengenai penyakit
pneumonia dan
menjelaskan tentang
rencana pengobatan.
8 Apakah Dokter
memberikan resep
sesuai dengan
diagnosis.
9 Apakah Petugas
melakukan
dokumentasi
kegiatan yang
dilakukan.

Jumlah

Compliance rate (CR) : ..%


..,..
Pelaksana / auditor

.
NIP: ..........................