Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG

Pasca terjadinya bencana alam tsunami tahun 2004 silam, provinsi Aceh
kini telah bangkit dan berkembang dengan baik, terutama pada sektor ekonomi
dan pengembangan tata kota. Kota Banda Aceh sebagai ibukota dari provinsi
tersebut juga turut mengalami perkembangan yang sangat signifikan, seperti pada
bidang tata kota, pariwisata, perdagangan, pendidikan dan budaya, dan lain-lain.
Seiring dengan perkembangan zaman, Kota Banda Aceh memiliki banyak
tuntutan yang harus dipenuhi dalam rangka mengembangkan potensi daerah Kota
Banda Aceh, agar terus mampu bersaing, baik dalam tingkat nasional maupun
internasional.

Perkembangan Kota Banda Aceh tidak hanya dipengaruhi oleh pemerintah


kota setempat saja, namun peran masyarakat juga memiliki andil dalam
menjadikan Kota Banda Aceh lebih baik lagi. Berdasarkan data kependudukan
dari Badan Pusat Statistik (BPS), didapatkan informasi bahwa jumlah penduduk
di Banda Aceh pada tahun 2014 adalah 249.499 jiwa, meningkat sebanyak
10.715 jiwa bila dibandingkan dengan tahun 2012 yang berjumlah sebanyak
238.784 jiwa. Terhitung tahun 2014, Kota Banda Aceh menempati posisi kedua
laju pertumbuhan penduduk tertinggi di Provinsi Aceh dengan jumlah 4,22%
dibawah Kabupaten Aceh Jaya dengan jumlah 4,54%. Laju pertumbuhan
penduduk tersebut mempengaruhi meningkatnya taraf hidup masyarakat,
kebutuhan yang semakin bertambah, serta sifat konsumerisme yang semakin
mengemuka.

Pada awal tahun 90-an mulai marak dibangun pusat-pusat perbelanjaan


(shopping center) yang kemudian seiring perkembangannya mulai dipadukan
dengan konsep hiburan (entertainment), sehingga mulai memicu perkembangan
mall untuk bersaing dalam dunia bisnis dengan memberikan konsep-konsep yang
berbeda untuk menarik minat masyarakat. Terlihat perkembangan ketertarikan

Siti Zahrina Fakhrana


1304104010038 1
BAB I PENDAHULUAN

konsumen akan tempat berbelanja yang menawarkan fasilitas hiburan untuk


menghabiskan waktu dari kejenuhan hidup perkotaan (refreshing) lebih diminati
daripada hanya sekedar tempat untuk berbelanja. Sehingga di Banda Aceh sebagai
ibukota provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi kedua, memerlukan
suatu pusat perbelanjaan yang mampu memberikan konsep entertainment yang
dapat memenuhi tingkat kebutuhan hidup, taraf hidup masyarakat perkotaan, serta
sifat konsumerisme masyarakat kota Banda Aceh.

Tujuan pembangunan mall tersebut kemudian bersinergi dengan


permasalahan pemerintah kota Banda Aceh, yaitu meningkatnya angka Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) di kota tersebut. TPT adalah persentase jumlah
pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Pekerja Tidak Penuh adalah
mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu)
(Sumber: bps.go.id). Peningkatan angka tersebut dapat dilihat pada Grafik I.1.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)


14
12
Jumlah TPT (%)

10
8
6
4
2
0
2009 2010 2011 2012 2014
Tingkat Pengangguran
9.8 11.6 8.5 7.17 10.24
Terbuka (TPT)

Grafik I.1 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Banda Aceh


Sumber: Banda Aceh dalam Angka 2013; Statistik Banda Aceh 2015

Bila dilihat pada grafik, jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)


pada tahun 2010 merupakan angka tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun. Pada
tahun berikutnya terjadi pengurangan jumlah TPT sebanyak 3,1%, lalu penurunan
tingkat TPT berlanjut ke tahun 2012 dengan selisih 1,33% dibanding tahun 2011.
Keadaan aman tersebut berakhir pada tahun 2014, dimana angka TPT meningkat

Siti Zahrina Fakhrana


1304104010038 2
BAB I PENDAHULUAN

sebanyak 3,07% dari tahun 2012 yang berjumlah 7,17% (data tahun 2013 tidak
tersedia/not published). Selisih tersebut merupakan angka yang besar bila
dibandingkan dengan selisih peningkatan jumlah TPT pada tahun 2009-2010 yang
hanya sebesar 1,8%. Peningkatan angka selisih tersebut merupakan angka awas,
karena jumlah TPT bisa saja meningkat, atau terjadi siklus yang sama dengan
kurun waktu 2009-2014, yaitu penurunan terjadi dalam hal jumlah angka per
tahun, namun bila diperhatikan lebih seksama peningkatan terus terjadi pada
selisih jumlah TPT. Maka dari itu untuk mengurangi kembali jumlah TPT
dibutuhkan lapangan kerja yang dapat menampung 10,24% pengangguran.

Berdasarkan data dan fakta serta analisis yang telah diuraikan, Kota Banda
Aceh sebagai tempat berkumpulnya masyarakat perkotaan membutuhkan suatu
mall dengan konsep berbeda yang tidak hanya berperan sebagai pusat
perbelanjaan, namun juga dapat menghadirkan fasilitas-fasilitas hiburan
(entertainment) sebagai pemuas gaya hidup masyarakat dan tempat untuk
melepaskan kejenuhan dari hiruk-pikuk perkotaan (bersifat refreshing). Mall juga
dapat membantu permasalahan pemerintah kota dalam menanggulangi angka
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

I.2 MAKSUD DAN TUJUAN

I.2.1 Maksud

Maksud dari Perancangan Waterfront Mall di Banda Aceh adalah untuk


menghadirkan sebuah mall dengan fasilitas bagi masyarakat yang mampu
memenuhi kebutuhan perbelanjaan, hiburan, kuliner serta gaya hidup bagi
masyarakat perkotaan. Selain itu, kehadiran mall juga dapat membantu
mengurangi angka pengangguran dengan dibukanya lowongan pekerjaan.

I.2.2 Tujuan

Tujuan dari Perancangan Waterfront Mall di Banda Aceh adalah:


1. Memenuhi kebutuhan hidup masyarakat perkotaan yang tidak hanya terdiri
dari kebutuhan primer dan sekunder, namun juga tersier dengan hadirnya
sebuah pelengkap gaya hidup.

Siti Zahrina Fakhrana


1304104010038 3
BAB I PENDAHULUAN

2. Mengurangi angka pengangguran di Kota Banda Aceh yang terus


mengalami siklus selisih peningkatan, dengan terbukanya lapangan
pekerjaan.

I.2.3 Sasaran

Adapun sasaran dari Perancangan Waterfront Mall ini adalah:

1. Semua lapisan masyarakat yang ingin berbelanja sekaligus berekreasi


sehingga dapat memenuhi kebutuhan dari primer, sekunder, hingga tersier.
2. Mengurangi tingkat pengangguran dengan membuka lapangan kerja baru.

I.3 IDENTIFIKASI MASALAH

Permasalahan dalam Perancangan Waterfront Mall di Banda Aceh yaitu:

I.3.1 Umum

Mentransformasikan konsep perencanaan dan perancangan Waterfront


Mall di Banda Aceh sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang
meningkat akibat pertumbuhan penduduk.

I.3.2 Khusus

1. Pemanfaatan tapak dengan konsep waterfront yang dapat dioptimalkan


dengan baik, sehingga dapat menciptakan daya tarik yang menjadi nilai
khas dari mall tersebut.
2. Pengaturan massa bangunan yang didasarkan pada jenis aktifitas serta
pengolahan lingkungan sekitar, sehingga menciptakan sirkulasi yang baik,
terpenuhinya kebutuhan, serta dapat beradaptasi dengan lingkungan
sehingga memberikan view yang baik.
3. Menerapkan tema perancangan ke dalam bangunan.

Siti Zahrina Fakhrana


1304104010038 4
BAB I PENDAHULUAN

I.4 LINGKUP/BATASAN PERANCANGAN

Lingkup ataupun batasan perencanaan dalamlaporan seminar Perancangan


Waterfron Mall di Banda Aceh yaitu:

Lingkup kajian
Berupa penguraian literatur-literatur mengenai bangunan mall dengan
lokasi tepi air yang kemudian dibahas dengan asumsi-asumsi, hasil survei
dan studi banding pada bangunan dan tema sejenis.
Batasan khusus
Menjelaskan batasan arsitektural pada perancangan Waterfront Mall di
Banda Aceh yang meliputi rencana tapak, organisasi ruang luar dan dalam,
utilitas, struktur dan konstruksi, serta pengolahan desain bangunan yang
sesuai.
Batasan proyek
Meliputi letak site dan potensi yang dapat dioptimalkan dari site tersebut
dengan mengacu pada peraturan-peraturan pemerintah (Qanun Banda
Aceh mengenai RTRW kota Banda Aceh) tentang batas pemakaian lahan
yang meliputi KDB, KLB, GSB, Garis Sempadan Sungai, dan lain-lain.

Siti Zahrina Fakhrana


1304104010038 5
BAB I PENDAHULUAN

I.5 KERANGKA PIKIR

LATAR BELAKANG
Banda Aceh sebagai ibukota provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi
kedua, memerlukan suatu pusat perbelanjaan yang mampu memberikan konsep
entertainment yang dapat memenuhi tingkat kebutuhan hidup, taraf hidup
masyarakat perkotaan, serta sifat konsumerisme masyarakat kota Banda Aceh.

MAKSUD DAN
TUJUAN

IDENTIFIKASI
MASALAH

STUDI LAPANGAN DAN STUDI LITERATUR DAN


DATA
WAWANCARA STUDI BANDING SEJENIS

ANALISA PROYEK

KONSEP
PERANCANGAN

PRA-RANCANGAN

Siti Zahrina Fakhrana


1304104010038 6