Anda di halaman 1dari 3

PROSEDUR KLINIS SERUMEN PROP

No. Dokumen :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tgl. MulaiBerlaku :
Halaman :

H.Firman, SKM
PUSKESMAS
NIP 19730201 199903 1 005
MEKARMUKTI

1. Pengertian 1. Serumen adalah sekret kelenjar sebasea, kelenjar seruminosa, epitel


kulit yang terlepas dan partikel debu yang terdapat pada bagian
kartilaginosa liang telinga. Bila serumen ini berlebihan maka dapat
membentuk gumpalan yang menumpuk di liang telinga, dikenal dengan
serumen prop.
2. Faktor Resiko
2.1. Dermatitis kronik liang telinga luar
2.2. Liang telinga sempit
2.3. Produksi serumen banyak dan kering
2.4. Adanya benda asing di liang telinga
2.5. Kebiasaan mengorek telinga
3. Diagnosis :
3.1. Anamnesa
Pendengaran berkurang
Rasa penuh pada telinga
Terdapat tinitus bunyi ngiing
3.2. Pemeriksaan Fisik
Otoskopi: dapat terlihat adanya obstruksi liang telinga oleh
material berwarna kuning kecoklatan atau kehitaman.
Konsistensi dari serumen dapat bervariasi.
Pada pemeriksaan penala dapat ditemukan tuli konduktif akibat
sumbatan serumen.
3.3. Pemeriksaan Penunjang
Tidak memerlukan pemeriksaan penunjang
4 Diagnosis banding :
4.1 Benda asing di telinga
5 Komplikasi
5.1 Trauma pada liang telinga dan atau membran timpani saat
mengeluarkan serumen
6 Penatalaksanaan
6.1 Tatalaksana farmakoterapi: 1. Serumen yang lembek, dibersihkan
dengan kapas yang dililitkan pada pelilit kapas.
6.2 Serumen yang keras dikeluarkan dengan pengait atau kuret.
Apabila dengan cara ini serumen tidak dapat dikeluarkan, maka
serumen harus dilunakkan lebih dahulu dengan tetes karbogliserin
10% selama 3 hari.
6.3 Serumen yang sudah terlalu jauh terdorong kedalam liang telinga
sehingga dikuatirkan menimbulkan trauma pada membran timpani
sewaktu mengeluarkannya, dikeluarkan dengan mengalirkan
(irigasi) air hangat yang suhunya disesuaikan dengan suhu tubuh.
6.4 Indikasi untuk mengeluarkan serumen adalah sulit untuk
melakukan evaluasi membran timpani, otitis eksterna, oklusi
serumen dan bagian dari terapi tuli konduktif. Kontraindikasi
dilakukannya irigasi adalah adanya perforasi membran timpani.
Bila terdapat keluhan tinitus, serumen yang sangat keras dan
pasien yang tidak kooperatif merupakan kontraindikasi dari suction
7 Kriteria rujukan
7.1 Jika indikasi miringotomi.
7.2 Bila membran tymphani tidak menutup kembali setelah 3 bulan.
2. Tujuan Prosedur ini sebagai acuan dalam penatalaksanaan Serumen Prop di
Puskesmas Mekarmukti.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Mekarmukti tentang pelayanan Puskesmas
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014 tentang
Puskesmas
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 5 tahun 2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter Pelayanan Primer

5. Prosedur/Langk 1. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah, suhu badan dan


ah-langkah mencatat dalam buku status pasien.
2. Dokter melakukan anamnesa terarah, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
status lokalis telinga.
3. Dokter mendiagnosa Perdarahan Subkonjungtiva .
4. Dokter memberikan tata laksana / resep sesuai dengan diagnosis.
5. Dokter memberikan edukasi mengenai penyakit Perdarahan
Subkonjungtiva dan menjelaskan tentang rencana pengobatan.
6. Dokter melakukan rujukan jika sudah terjadi komplikasi dan keadaannya
semakin berat.
7. Petugas melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan.
6. Bagan Alur
Perawat melakukan pengukuran tekanan darah, suhu badan dan
mencatat dalam buku status pasien.

Dokter melakukan anamnesa terarah, pemeriksaan fisik,


pemeriksaan status lokalis telinga.

Dokter mendiagnosa Serumen Prop

Dokter memberikan tata laksana / resep sesuai dengan diagnosis.

Dokter memberikan edukasi mengenai penyakit Serumen


Prop dan menjelaskan tentang rencana pengobatan.

Dokter melakukan rujukan jika sudah terjadi komplikasi dan


keadaannya semakin berat.

Petugas melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan.

1. Poli Umum
7. Unit terkait 2. Pelayanan 24 jam
3. Poli MTBS
8. Rekamanhistoris
perubahan
No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan

- - - -

DAFTAR TILIK
SOP PROSEDUR KLINIS SERUMEN PROP

No Uraian Kegiatan Ya Tidak


1 Apakah Perawat melakukan pengukuran tekanan darah, suhu badan dan
mencatat dalam buku status pasien.
2 Apakah Dokter melakukan anamnesa terarah, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan status lokalis telinga.
3 Apakah Dokter mendiagnosa Serumen Prop.
4 Apakah Dokter memberikan tata laksana / resep sesuai dengan diagnosis.

5 Apakah Dokter memberikan edukasi mengenai penyakit Serumen Prop dan


menjelaskan tentang rencana pengobatan.
6 Apakah Dokter melakukan rujukan jika sudah terjadi komplikasi dan
keadaannya semakin berat.
7 Apakah Petugas melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan.
Jumlah

Compliance rate (CR) : ..%


..,..
Pelaksana / auditor

.
NIP: ..........................