Anda di halaman 1dari 23

Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG PEMBUATAN PROGRAM PROTEKSI DAN KESELAMATAN


RADIASI

Alasan pembuatan program proteksi dan keselamatan radiasi adalah bahwa Nama Instansi
mempunyai tugas untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan. Untuk mendukung proses
belajar mengajar, Nama Instansi mempunyai peralatan dan sumber radiasi yang digunakan
untuk pelatihan Proteksi Radiasi, Teknik Radiografi dan lain sebagainya. Agar kegiatan tersebut
dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan dan prosedur yang telah ditetapkan
maka diperlukan program proteksi dan keselamatan radiasi, sehingga pekerja maupun
lingkungan di sekitarnya dapat dipantau dan dijamin keselamatannya.

I.2. TUJUAN PEMBUATAN PROGRAM PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI

Program proteksi dan keselamatan radiasi dibuat untuk menunjukkan tanggungjawab


manajeman untuk proteksi dan keselamatan radiasi melalui penerapan struktur manajemen,
kebijakan, prosedur, dan susunan rencana organisasi yang sesuai dengan sifat dan besarnya
potensi bahaya radiasi bagi manusia sehingga risiko pemanfaatan zat radioaktif dapat dikurangi
serendah mungkin sedangkan manfaat yang diperoleh sebesar-besarnya .

I.3. RUANG LINGKUP

Program proteksi dan keselamatan radiasi dilaksanakan di lingkungan Nama Instansi. Rencana
kegiatan yang akan dilakukan meliputi : pemantauan daerah kerja, pemantauan perorangan,
perawatan peralatan, pemantauan kesehatan pekerja radiasi.

I.4. DEFINISI

1. Keselamatan Radiasi Pengion yang selanjutnya disebut Keselamatan Radiasi adalah


tindakan yang dilakukan untuk melindungi pekerja, anggota masyarakat, dan lingkungan
hidup dari bahaya radiasi.
2. Proteksi Radiasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi pengaruh radiasi yang
merusak akibat paparan radiasi.
3. Pemegang Izin adalah orang atau badan yang telah menerima izin pemanfaatan tenaga
nuklir dari BAPETEN.
4. Petugas Proteksi Radiasi adalah petugas yang ditunjuk oleh Pemegang Izin dan oleh
BAPETEN dinyatakan mampu melaksanakan pekerjaan yang berhubungan dengan
Proteksi Radiasi.
5. Ahli Radiografi yang selanjutnya disingkat AR adalah orang yang berwenang melakukan

Halaman 1 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

pekerjaan radiografi dengan menggunakan zat radioaktif dan/atau Pembangkit Radiasi


Pengion, yang memiliki paling kurang sertifikat keahlian uji tak rusak level II , dan
bertanggung jawab kepada Pemegang Izin.
6. Operator Radiografi yang selanjutnya disingkat OR adalah orang yang berwenang
melakukan pekerjaan radiografi dengan menggunakan zat radioaktif dan/atau Pembangkit
Radiasi Pengion, yang memiliki sertifikat keahlian paling kurang uji tak rusak level I, dan
bekerja di bawah pengawasan AR.
7. Koordinator Petugas Proteksi Radiasi adalah tim yang ditunjuk berdasarkan Sk Kepala
Nama Instansi No. ..................... yang disebut sebagai Tim Organisasi Proteksi Radiasi
dan mempunyai tugas untuk mengkoordinir PPR yang ada di Nama Instansi.
8. Intervensi adalah setiap tindakan untuk mengurangi atau menghindari paparan atau
kemungkinan terjadinya paparan kronik dan Paparan Darurat.
9. Kecelakaan Radiasi adalah kejadian yang tidak direncanakan termasuk kesalahan operasi,
kerusakan ataupun kegagalan fungsi alat, atau kejadian lain yang menimbulkan akibat atau
potensi-akibat yang tidak dapat diabaikan dari aspek Proteksi atau Keselamatan Radiasi .

Halaman 2 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

BAB II

ORGANISASI PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI

II.1. Struktur Organisasi

Berkaitan dengan keselamatan radiasi, Nama Instansi harus memiliki suatu Organisasi
Proteksi Radiasi (OPR) yang bertanggung jawab pada penyelenggaraan dan pengawasan
pemanfaatan zat radioaktif di dalam perusahaan. Di dalam OPR terdapat 4 (empat) komponen
yang memiliki tugas, kewajiban dan tanggung jawab terhadap keselamatan radiasi yaitu
Pemegang Izin, Petugas Proteksi Radiasi, Pekerja Radiasi (Ahli Radiografi dan Operator
Radiografi), Koordinator Petugas Proteksi Radiasi.

II.2. Tanggung Jawab

1) Tanggung Jawab Pemegang Izin

Pemegang Izin adalah Kepala Nama Instansi atau orang lain yang ditunjuk untuk mewakili
dan bertanggunjawab pada Instalasi, dan memiliki tanggung jawab sebagai berikut:
a. menyediakan, mengimplementasi, dan mendokumentasi program Proteksi dan
Keselamatan
b. memverifikasi secara sistematis bahwa hanya personil yang sesuai dengan kompetensi
yang dapat bekerja dalam penggunaan Peralatan Radiografi;
c. menyelenggarakan pelatihan Proteksi dan Keselamatan Radiasi;
d. menyelenggarakan pemantauan kesehatan bagi personil;
e. menyediakan perlengkapan Proteksi Radiasi; dan
f. melaporkan kepada Kepala BAPETEN mengenai pelaksanaan program Proteksi dan
Keselamatan Radiasi, dan verifikasi keselamatan.

2) Tanggung Jawab Petugas Proteksi Radiasi

Petugas Proteksi Radiasi mempunyai tanggung jawab sebagai berikut:


a. memahami dan melaksanakan semua ketentuan keselamatan kerja radiasi;
b. membuat program Proteksi dan Keselamatan Radiasi;
c. memantau aspek operasional program Proteksi dan Keselamatan Radiasi;
d. menjamin bahwa perlengkapan Proteksi Radiasi tersedia dan berfungsi dengan baik;
e. memantau pemakaian perlengkapan Proteksi Radiasi;
f. meninjau secara sistematik dan periodik, program pemantauan di semua tempat di
mana zat radioaktif digunakan, disimpan, atau diangkut;
g. memberikan konsultasi yang terkait dengan Proteksi dan Keselamatan Radiasi;
h. berpartisipasi dalam mendesain fasilitas penyimpanan zat radioaktif;
i. melaksanakan pengambilan sampel uji kebocoran zat radioaktif;
j. memelihara Rekaman;
Halaman 3 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

k. mengidentifikasi kebutuhan dan mengorganisasi kegiatan pelatihan;


l. melaksanakan latihan penanggulangan dan pencarian keterangan dalam hal
kedaruratan;
m. melaporkan kepada Pemegang Izin setiap kejadian kegagalan operasi yang berpotensi
Kecelakaan Radiasi;
n. melaksanakan penanggulangan keadaan darurat;
o. menyiapkan laporan tertulis mengenai pelaksanaan program Proteksi dan Keselamatan
Radiasi, dan verifikasi keselamatan yang diketahui oleh Pemegang Izin untuk dilaporkan
kepada Kepala BAPETEN; dan
p. melakukan inventarisasi zat radioaktif.

Daftar nama Petugas Proteksi Radiasi untuk pesawat sinar-X Rigaku, Radioflex 250 EGM
dicantumkan pada lampiran 1.

3) Tanggung Jawab Ahli Radiografi dan Operator Radiografi

Ahli Radiografi (AR) mempunyai tanggung jawab sebagai berikut:


a. memahami dan melaksanakan semua ketentuan keselamatan yang ditetapkan dalam
Peraturan Kepala BAPETEN ini;
b. menggunakan perlengkapan Proteksi Radiasi sesuai prosedur;
c. melaporkan setiap kejadian kecelakaan kepada Petugas Proteksi Radiasi;
d. melaporkan setiap gangguan kesehatan yang dirasakan, yang diduga akibat bekerja
dengan radiasi kepada Pemegang Izin melalui Petugas Proteksi Radiasi;
e. mempelajari ketentuan pengoperasian Peralatan Radiografi dari referensi untuk
diterapkan ke dalam prosedur pemeriksaan Peralatan Radiografi dan peralatan
penunjang;
f. menyiapkan dan memverifikasi kesiapan Peralatan Radiografi;
g. melaksanakan dan memantau pengujian radiografi;
h. menyiapkan instruksi kerja berdasarkan prosedur pengoperasian;
i. memantau pekerjaan OR;
j. melatih atau membimbing OR; dan
k. mengelola hasil pengujian radiografi.

Operator Radiografi (OR) mempunyai tanggung jawab sebagai berikut:


a. memahami dan melaksanakan semua ketentuan keselamatan yang ditetapkan dalam
Peraturan Kepala BAPETEN ini;
b. menggunakan perlengkapan Proteksi Radiasi sesuai prosedur;
c. melaporkan setiap kejadian kecelakaan kepada Petugas Proteksi Radiasi;
d. melaporkan setiap gangguan kesehatan yang dirasakan, yang diduga akibat bekerja
dengan radiasi kepada Pemegang Izin melalui Petugas Proteksi Radiasi;
e. melakukan pengujian sesuai instruksi kerja berdasarkan prosedur pengoperasian; dan
f. melaporkan hasil pengujian radiografi kepada AR.

Halaman 4 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

Daftar nama Ahli Radiografi dan Operator Radiografi untuk pesawat sinar-X Rigaku, Radioflex
250 EGM dicantumkan pada lampiran 2.

4) Tanggung Jawab Koordinator Petugas Proteksi Radiasi

Susunan Tim Organisasi Proteksi Radiasi (OPR) Nama Instansi tahun 2010 adalah sebagai
berikut

Ketua : ...........................
Sekretaris : ...........................
Anggota : 1.
2.
3.
4.
5.

Tanggung jawab Tim OPR terdapat dalam Sk Kepala Nama Instansi No. .......... yang
dicantumkan pada lampiran 3.

Halaman 5 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

STRUKTUR ORGANISASI PROTEKSI RADIASI

Halaman 6 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

II.3. Pelatihan

Pelatihan Proteksi Radiasi


Sebelum pekerja radiasi melakukan kegiatan yang berhubungan dengan radiasi,
pekerja wajib mengikuti pelatihan proteksi radiasi. Para pengajar pelatihan proteksi
radiasi berasal dari Nama Instansi.
Materi pelatihan tersebut dapat dilihat pada lampiran 4.

Penyegaran Proteksi Radiasi


Setelah bekerja dengan radiasi dalam kurun waktu tertentu, secara berkala pekerja
radiasi harus mengikuti pelatihan penyegaran proteksi radiasi. Para pengajar pelatihan
ini berasal dari Nama Instansi .

Pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat


Pelatihan penanggulangan keadaan darurat dilakukan minimal sekali dalam setahun,
dan dalam pelatihan ini melibatkan para pekerja radiasi yang ada di ................

Penyuluhan/Ceramah Proteksi Radiasi


Tim Organisasi Proteksi Radiasi (OPR) juga melakukan penyuluhan/ceramah bagi
para pekerja radiasi. Tujuan dari penyuluhan/ceramah adalah agar para pekerja
radiasi selalu memperhatikan keselamatan dan keamanan. Penyuluhan/ceramah ini
dilakukan sekali dalam setahun, yaitu pada pertengahan tahun (bulan Juni/Juli).
Penyuluh/penceramah berasal dari tim Organisasi Proteksi Radiasi Nama Instansi .

Halaman 7 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

BAB III

DESKRIPSI FASILITAS, PERALATAN, DAN PERLENGKAPAN PROTEKSI RADIASI

III.1. Deskripsi Fasilitas

Pemanfaatan pesawat sinar-X Rigaku, Radioflex 250 EGM dilakukan di fasilitas tertutup,
dimana laju dosis efektif yang diterima anggota masyarakat tidak melampaui 0,5 mSv/tahun
(nol koma lima milisievert per tahun) atau 0,01 mSv/ minggu (nol koma nol satu miliesievert
per minggu). Laju dosis efektif yang diterima oleh pekerja radiasi tidak melampaui 10
mSv/tahun (sepuluh milisievert per tahun) atau 0,02 mSv/per minggu (nol koma nol dua
milisievert per minggu). Fasilitas Tertutup tersebut dilengkapi dengan:
a. peralatan pemantau radiasi;
b. tombol atau sistem penghentian paparan jika terjadi Paparan Darurat; dan
c. tanda radiasi dan tanda peringatan.
Denah ruangan tempat penyimpanan dan penggunaan fasilitas ruangan di sekitar pesawat
sinar-X dicantumkan pada lampiran 5.

III.2. Deskripsi Peralatan Radiografi

Pemegang izin harus menjaga sistem akuntabilitas, termasuk rekaman lokasi dan diskripsi
setiap peralatan yang mengandung sumber radiasi, termasuk peralatan radiografi
pembangkit radiasi pengion. Semua sumber radiasi yang berada / tersimpan di setiap
laboratorium dan pengadaan sumber radiasi untuk kegiatan rutin maupun pelatihan dikelola
secara baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu :
- Inventaris sumber
- Perawatan peralatan yang mengandung sumber radiasi, misalnya pengukuran
tingkat kebocoran sumber radiasi (dilakukan 6 bulan sekali), program
perawatan dicantumkan pada lampiran 6.
Penanggungjawab pengukuran tingkat kebocoran sumber radiasi adalah masing-masing
Petugas Proteksi Radiasi yang tercantum dalam izin pemanfaatan sumber radiasi.

III.3. Deskripsi Perlengkapan Proteksi Radiasi

Peralatan proteksi radiasi wajib tersedia di fasilitas yang menggunakan sumber radiasi.
Peralatan proteksi yang digunakan disesuaikan dengan potensi bahaya yang ditimbulkan
oleh sumber radiasi tersebut, antara lain :

Monitor Perorangan ( Film Badge, TLD dan Dosimeter Saku )


Monitor perorangan digunakan untuk mengetahui besar dosis radiasi yang diterima pekerja
dalam suatu periode tertentu. Dosimeter saku dipakai terutama pada saat bekerja di medan
radiasi tinggi sehingga penerimaan dosis dapat diketahui segera setelah kegiatan
Halaman 8 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

berakhir. Film badge / TLD digunakan pada setiap kegiatan di medan radiasi. Setiap bulan
(maksimal 3 bulan) film badge/TLD harus dikirimkan ke PTKMR-BATAN untuk dievaluasi.
Program kalibrasi monitor perorangan dicantumkan pada lampiran 7.
Penanggungjawab penyimpanan monitor perorangan adalah Kepala Sub Bidang Sarana
Laboratorium.

Survaimeter
Survaimeter digunakan untuk mengukur laju penyinaran sumber. Survaimeter berfungsi
untuk memeriksa daerah aman bagi pekerja radiasi atau pekerja non radiasi dan
memeriksa kebocoran radiasi sumber. Survaimeter yang dipergunakan harus sesuai
dengan jenis sumber dan energi radiasi. Survaimeter yang dipergunakan harus yang sudah
dikalibrasi oleh PTKMR-BATAN dan sertifikat kalibrasinya masih berlaku. Kalibrasi ulang
dilakukan setiap tahun sekali. Program kalibrasi survaimeter dicantumkan pada lampiran 8.
Penanggungjawab penyimpanan survaimeter dan sertifikat kalibrasi adalah Kepala Sub
Bidang Sarana Laboratorium.

Penahan Radiasi
Penahan radiasi Pb digunakan untuk melindungi pekerja dari sumber radiasi eksterna
pemancar radiasi sinar-X.

Tanda Bahaya Radiasi dan Tali Kuning


Tanda bahaya radiasi dipasang di tempat - tempat yang dianggap perlu, misalnya di
sekitar alat. Pada saat alat dioperasikan tanda radiasi biasanya dipasang pada laju paparan
7,5 Sv/jam dan 2,5 Sv/jam yang menandakan daerah aman untuk pekerja non radiasi
dan masyarakat. Tali kuning biasanya di pasang pada saat sumber radiasi dioperasikan
yaitu pada laju paparan 25 Sv/jam yang menandakan derah aman untuk pekerja radiasi.
Selain itu juga di luar ruangan pesawat sinar-X dilengkapi dengan lampu tanda bahaya.

Halaman 9 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

BAB IV

PROSEDUR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI

IV.1. Prosedur Proteksi dan Keselamatan Radiasi dalam Operasi Normal

IV.1.1. Pemantauan Daerah Kerja

Untuk mengetahui telah dipenuhinya ketentuan keselamatan kerja terhadap radiasi maka
pemantauan daerah kerja dilakukan secara rutin, yaitu setiap 3 (tiga) bulan sekali dengan cara
sebagai berikut :

Pemantauan Radiasi Eksterna


Pemantauan radiasi eksterna dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali, dengan cara mengukur laju
dosis dan dosis akumulasi di setiap laboratorium dan ruangan kerja di Nama Instansi yang
mempunyai potensi bahaya radiasi, yaitu :
- laboratorium proteksi radiasi
- laboratorium HPLC
- laboratorium radiokimia
- Ruang pesawat sinar-X
- laboratorium spektroskopi
- bunker (tempat penyimpanan sumber radiasi)\
- ruangan administrasi bidang Perencanaan (lantai 2)
- ruangan administrasi bidang Evaluasi (lantai 3)
- di halaman depan kantin Nama Instansi
Denah ruangan pemantauan dicantumkan pada lampiran 9. Penanggungjawab kegiatan ini
adalah Tim Organisasi Proteksi Radiasi

Pemantauan Kontaminasi Permukaan


Pemantauan kontaminasi permukaan dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali, dengan cara
mengukur tingkat kontaminasi di setiap laboratorium dan ruangan kerja di Nama Instansi yang
mempunyai potensi bahaya radiasi dan kontaminasi, yaitu : laboratorium radiokimia dan
laboratorium HPLC. Penanggungjawab kegiatan ini adalah Tim Organisasi Proteksi Radiasi.

Pemantauan Kontaminasi Udara


Pemantauan kontaminasi udara dilakukan setiap 3 (tiga) bulan sekali, dengan cara mengukur
tingkat kontaminasi udara di setiap laboratorium dan ruangan kerja di Nama Instansi yang
mempunyai potensi bahaya radiasi dan kontaminasi, yaitu : laboratorium radiokimia, HPLC,
spektroskopi, proteksi radiasi, kantin Nama Instansi, bunker sumber radiografi, dan halaman
depan Nama Instansi. Penanggungjawab kegiatan ini adalah Tim Organisasi Proteksi Radiasi.

Halaman 10 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

IV.1.2. Pemantauan Perorangan

Untuk mengetahui telah dipenuhinya ketentuan keselamatan kerja terhadap radiasi dan
mengetahui besar dosis yang diterima oleh pekerja maka pemantauan dosis radiasi dilakukan
dengan cara sebagai berikut :

Pemantauan Dosis Radiasi Sebelum Masa Kerja


Catatan dosis radiasi yang pernah diterima oleh calon pekerja radiasi harus tersedia apabila
calon pekerja radiasi tersebut pernah bekerja di medan radiasi.

Pemantauan Dosis Radiasi Selama Masa Kerja


PPR berkewajiban melakukan pengukuran dosis radiasi secara periodik selama masa kerja
dan apabila seseorang menerima dosis sama atau melebihi Nilai Batas Dosis yang telah
ditentukan maka petugas segera menyelidiki sebab-sebabnya serta melakukan tindakan
koreksi. PPR berkewajiban mencatat hasil evaluasi dosis radiasi yang diterima oleh pekerja
radiasi. Nilai dosis tersebut dicatat secara periodik di dalam kartu dosis. Setiap pekerja radiasi
harus memiliki kartu dosis tersendiri.

Pemantauan Dosis Radiasi Saat Akan Berhenti kerja


Jika pekerja radiasi akan memutuskan hubungan kerja atau dipindahkan ke bagian lain harus
di evaluasi besar dosis yang diterima terlebih dahulu. Pekerja radiasi tersebut juga berhak
memperoleh catatan dosis radiasi yang pernah diterima selama bekerja sebagai pekerja
radiasi.

Jika terjadi kecelakaan radiasi, petugas proteksi radiasi harus segera melakukan penilaian
penerimaan dosis radiasi dari para pekerja yang terlibat dan segera melakukan
penanggulangan kecelakaan tersebut. Laporan kecelakaan dan penanggulangannya harus
segera dilaporkan kepada BAPETEN. Kartu dosis dan kartu kesehatan yang berkaitan dengan
kecelakaan radiasi harus disimpan secara terpisah dengan dokumen yang sama pada
keadaan normal. Setiap pekerja radiasi harus memiliki kartu dosis masing-masing yang berisi
data dosis yang diterima selama bekerja di medan radiasi. Hasil evaluasi dosis perorangan
dikirimkan ke BAPETEN setiap 6 (enam) bulan atau bila terjadi kecelakaan radiasi.

Pemeriksaan Kesehatan
a) Setiap pekerja radiasi harus menjalani pemeriksaan kesehatan sedikitnya sekali dalam
setahun atau lebih bergantung kondisi penyinaran yang diterima oleh pekerja atau
apabila keadaan kesehatan pekerja memerlukan

b) Pemeriksaan ini harus meliputi pemeriksaan umum dan juga pemeriksaan khusus pada
organ tubuh yang dianggap peka terhadap radiasi serta mengadakan pemeriksaan
lanjutan atau perawatan kesehatan yang dianggap perlu oleh dokter. Juga apabila ada
pekerja yang dalam waktu singkat telah menerima dosis lebih dari 100 mrem, harus
menjalani pemeriksaan kesehatan secara intensif dan terperinci.

Setiap pekerja radiasi harus memiliki kartu kesehatan yang berisi semua hasil pemeriksaan
kesehatan dan selalau dimutakhirkan sepanjang masih bekerja sebagai pekerja radiasi.

Halaman 11 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

IV.2. Prosedur Intervensi Dalam Keadaan Darurat

Tindakan pertama apabila terjadi kecelakaan adalah mengevakuasi dan mengisolasi tempat
kejadian untuk menghindari adanya penerimaan dosis berlebih dan mempersiapkan rencana
penanggulangannya. Kemudian meninjau kemungkinan-kemungkinan yang terjadi serta mencatat
semua kejadian kecelakaan untuk dilaporkan ke BAPETEN oleh petugas proteksi radiasi serta
diketahui oleh pengusaha instalasi.

IV.2.1. Jenis / klasifikasi kecelakaan yang mungkin terjadi


Kecelakaan yang mungkin terjadi masuk dalam klasifikasi kecil sampai sedang, kemungkinan
kecelakaan yang terjadi adalah :
Timer yang mengatur waktu paparan yang seharusnya bekerja secara otomatis gagal
mematikan paparan yang dihasilkan tabung pesawat
Tabung bekerja secara tidak disengaja
Operator tidak mereset timer ke posisi 0 dan tidak melakukan monitor paparan radiasi
sebelum mengoperasikan tabung
Terjadi kerusakan atau tidak berfungsinya sistem dan peralatan keselamatan, misalnya
tidak berfungsinya lampu signal yang menunjukkan pesawat sinar-X sedang beroperasi
Kerusakan fisik yang mempengaruhi penahan radiasi atau filter
Masuknya seseorang ke ruang pesawat sinar-X pada saat pesawat sinar-X dalam kondisi
operasi.

IV.2.2. Prosedur Penanggulangan Keadaan Darurat

a. Pekerja Radiasi/Radiografer
Identifikasi situasi tidak normal yang terjadi
Hentikan operasi pesawat sinar-X dengan cara menekan tombol OFF atau memutuskan
daya listrik pesawat sinar X
Lakukan survai radiasi untuk memastikan tabung sudah tidak berenergi
Jangan pindahkan peralatan sampai posisi tabung, arah penyinaran, kondisi penyinaran
(tegangan, arus dan waktu) direkam.
Peralatan jangan dipergunakan sampai dilakukan pengujian dan perbaikan secukupnya
oleh ahli yang ditunjuk atau pabrikan.
Beritahu Ketua Tim K-3 tentang apa yang terjadi

b. Tim K-3
Bila ada korban maka Ketua Tim K-3 memberitahu Tim Medis, sedangkan bila ada
kecelakaan radiasi maka Ketua Tim K-3 memberitahu Tim OPR
Ketua tim K-3 memberitahukan kejadian kecelakaan tersebut kepada Tim Pengamanan
Bila ada kebakaran maka Ketua Tim K-3 memberitahu Tim Pemadam Kebakaran
Ketua Tim K-3 melaporkan keadaan darurat/kejadian kecelakaan kepada Kepala Nama
Instansi

c. Kepala Nama Instansi


Kepala Nama Instansi memerintahkan Ketua Tim K-3, dan atau ketua Tim OPR untuk
mengambil langkah penanggulangan keadaan darurat
Setelah penanggulangan keadaan darurat selesai maka Kepala Nama Instansi membuat
berita acara sebagai laporan kecelakaan kepada Komandan Satgas ............... dan
Kepala ...............serta Badan Yang Berwenang dengan alamat :

Halaman 12 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

DIREKTORAT KETEKNIKAN DAN KESIAPSIAGAAN NUKLIR


BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR
Jl. Gajah Mada No. 8, Jakarta, 10120
TELP : 021-63856518
FAX : 021-6302187
E-MAIL: sos @ bapeten.go.id

d. Tim Organisasi Proteksi Radiasi (OPR)


Lakukan survey radiasi
Amankan pesawat sinar-X
Lakukan rekonstruksi kecelakaan dan memperkirakan dosis yang diterima
Kirim dosimeter personal untuk pengkajian paparan

e. Tim Medis
Melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan dan membawa korban ke poliklinik dan
atau ke Rumah Sakit

f. Tim Pengamanan
Melakukan pengamanan di tempat kejadian perkara

g. Tim Pemadam Kebakaran


Memadamkan api akibat kecelakaan dengan menggunakan APAR

IV.2.3. Organisasi dan Personil Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD)

Struktur organisasi penanggulangan keadaan darurat adalah sebagai berikut :

Ketua PKD

Pengendali Operasi

Pelaksana Operasi Penganalisis Radiologi

Ketua PKD adalah seseorang yang bertanggungjawab dalam penanggulangan secara


keseluruhan. Ketua PKD di Nama Instansi adalah Kepala Nama Instansi.
Pengendali Operasi adalah seseorang yang menerima pelaporan adanya kecelakaan, dan
segera melakukan tindakan penanggulangan . Pengendali operasi di Nama Instansi adalah
ketua tim K-3 (kepala Bagian Tata Usaha).

Halaman 13 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

Pelaksana Operasi adalah seseorang atau tim yang pertama kali datang di lokasi
kecelakaan dengan tugas penanggulangan kedaruratan. Pelaksana operasi di Nama Instansi
BATAN terdiri atas pekerja radiasi dan satuan tugas pelaksana lain dengan keahlian
penanggulangan kedaruratan, misalnya Tim K-3, Tim OPR, Tim Medis, Tim Pemadam
Kebakaran dan Tim Pengamanan.
- Tim Kesehatan dan Keselamatan Kerja (Tim K-3) adalah suatu tim yang dibentuk
untuk melaksanakan tugas pelaksanaan dan penyebarluasan program kesehatan
kerja di lingkungan unit kerja
- Tim Organisasi Proteksi Radiasi ( OPR ) adalah suatu organisasi yang dibentuk
sesuai dengan ketentuan Bapeten bagi instansi yang memiliki fasilitas pemanfaatan
sumber radiasi yang terdiri dari Pengusaha Instalasi Nuklir (PIN), Petugas Proteksi
Radiasi (PPR) dan Pekerja Radiasi (PR) yang mempunyai tugas memperhatikan
keselamatan radiasi
- Tim Pengamanan adalah tim yang bertugas untuk mengamankan orang dan
kendaraan serta mengatur lalu lintas kendaraan di Nama Instansi
- Tim Pemadam Kebakaran adalah tim yang bertugas untuk memadamkan api akibat
kecelakaan dengan menggunakan APAR
- Tim Medis/Kesehatan adalah tim yang bertugas menangani orang yang mengalami
keadan darurat/kecelakaan. Dalam melaksanakan tugasnya tim melakukan
koordinasi dengan poliklinik ........................ dan juka perlu melakukan pengiriman
korban dan atau minta bantuan ke Rumah Sakit.
Penganalisis Radiologi adalah pimpinan tim radiologi yang berada di lokasi kecelakaan
yang berkewajiban meneliti bahaya radiologi, menyediakan peralatan dan informasi data
proteksi radiasi bagi pelaksana operasi, memberikan rekomendasi tindakan perlindungan
kepada pengendali operasi. Penganalisis radiologi di Nama Instansi adalah ketua tim OPR.

IV.2.4. Peralatan dan Pemeliharaan Peralatan Penanggulangan Keadaan Darurat


Pemegang izin harus mengidentifikasi dan menyediakan fasilitas, peralatan dan sarana
pendukung yang diperlukan untuk penanggulangan dan menjamin bahwa peralatan tersebut
selalu siap dipergunakan sewaktu-waktu. Fasilitas, peralatan dan sarana pendukung meliputi :
- Sistem deteksi dini dan alarm;
- Peralatan monitoring dan survei;
- Peralatan medis kedaruratan;
- Peralatan proteksi pekerja kedaruratan dan pekerja;
- Peralatan komunikasi;
- Pos koordinasi.

IV.2.5. Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat


Pemegang izin menyusun dan melaksanakan program latihan keadaan darurat secara
komprehensif dan teratur minimal dua tahun sekali dan latihan kedaruratan ini dilakukan untuk
kawasan ........................ Pelaksanaan dan hasil program pelatihan disampaikan kepada
Bapeten.

Halaman 14 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

IV.2.6. Sistem Komunikasi Penanggulangan Keadaan Darurat

Jalur komunikasi antar unsur organisasi ditetapkan supaya penanggulangan bisa berjalan dengan
efektif, yang meliputi :
- Sistem hubungan antar organisasi yang terkait dalam fungsi penanggulangan;
- Prosedur koordinasi dengan organisasi terkait lain;
- Perjanjian atau dokumen tertulis dengan organisasi atau pihak-pihak terkait lain untuk
melaksanakan tindakan penanggulangan.

Halaman 15 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

BAB V

REKAMAN DAN LAPORAN

Pemegang Izin membuat, memelihara, dan menyimpan rekaman yang terkait dengan proteksi
dan keselamatan radiasi. Rekaman untuk pemanfaatan pesawat sinar-X meliputi : data
inventarisasi peralatan radiografi, dosis yang diterima personil, dan hasil pemantauan laju
paparan radiasi di tempat penyimpanan, tempat kerja dan lingkungan, hasil pemeriksaan
peralatan radiografi, kalibrasi alat ukur radiasi, pencarian keterangan akibat kecelakaan
radiasi, pelatihan, hasil pemantauan kesehatan personil.

Inventarisasi peralatan pesawat sinar-X dilakukan oleh penanggungjawab ruangan pesawat


sinar-X Penanggungjawab penyimpanan rekaman inventarisasi peralatan radiografi adalah
Tim Organisasi Proteksi Radiasi.

Pencatatan dosis dalam kartu dosis dilakukan oleh Petugas Proteksi Radiasi yang terkait
dalam pelatihan dan penanggungjawab penyimpanan kartu dosis adalah Tim Organisasi
Proteksi Radiasi. Periode retensi rekaman kartu dosis adalah 30 tahun sejak pekerja tersebut
berhenti bekerja dengan radiasi.

Pemantauan daerah kerja dilakukan oleh tim Organisasi Proteksi Radiasi dan
penanggungjawab penyimpanan rekaman hasil pemantauan daerah kerja adalah tim
Organisasi Proteksi Radiasi. Periode retensi rekaman hasil pemantauan daerah kerja adalah 5
tahun.

Pemeriksaan atau perawatan peralatan sinar-X dilakukan oleh penanggungjawab ruangan


pesawat sinar-X. Penanggungjawab penyimpanan rekaman hasil pemeriksaan peralatan
radiografi adalah Tim Organisasi Proteksi Radiasi.

Penanggungjawab penyimpanan rekaman kalibrasi alat ukur radiasi adalah Kepala Sub
Bidang Sarana Laboratorium. Periode retensi rekaman kalibrasi alat ukur radiasi adalah 5
tahun.

Kartu kesehatan terbagi menjadi 2 golongan, yaitu kartu kesehatan untuk pekerja radiasi dan
pekerja non radiasi. Penanggungjawab penyimpanan kartu kesehatan adalah Kepala Bagian
Tata Usaha. Periode retensi rekaman kartu kesehatan adalah 30 tahun sejak pekerja tersebut
berhenti bekerja dengan radiasi.

Halaman 16 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

BAB VI

PROGRAM JAMINAN MUTU

Program jaminan mutu merupakan bagian dari program proteksi dan keselamatan radiasi, cakupan
program jaminan mutu harus sesuai dengan besar dan kemungkinan potensi paparan dari sumber
radiasi yang digunakan. Program jaminan mutu dikelompokkan secara fungsi dalam :
- Manajemen
- Aktivitas unjuk kerja
- Aktivitas evaluasi

Tanggungjawab manajemen dalam program jaminan mutu :


- Menetapkan, menerapkan, dan menjaga program jamianan mutu
- Memastikan bahwa personil yang terkait dalam program jaminan mutu adalah orang
yang kompeten dalam melaksanakan pekerjaaannya
- Memastikan bahwa proses yang tidak memenuhi kriteria dapat diidentifikasikan dan
dikoreksi dengan segera
- Memastikan bahwa dokumen penetapan program proteksi dan keselamatan radiasi
disiapkan, direview, disetujui, diterbitkan, didistribusikan, disyahkan, dan direvisi bila
perlu
- Menetapkan sistem manajemen rekaman sehingga rekaman dapat diidentifikasi,
difiling, disimpan di ruang yang aman, diawasi, diambil, dan kapan dapat dimusnahkan
- Menetapkan sistem pengadaan yang memastikan bahwa barang-barang yang dibeli
memenuhi kriteria yang ditetapkan dan berfungsi seperti yang diharapkan
- Menetapkan kegiatan mana yang perlu diuji terlebih dahulu sebelum diberlakukan.

Program jaminan mutu aktivitas unjuk kerja dapat dilihat dari program kerja Tim Organisasi Proteksi
Radiasi yang dicantumkan pada lampiran 10 . Sedang untuk pelaksanaan program kerja tersebut
telah disusun pedoman, prosedur, dan instruksi kerja yang dicantumkan pada lampiran 11.
Penanggungjawab kegiatan tersebut adalah Tim Organisasi Proteksi Radiasi Nama Instansi .

Program jaminan mutu aktivitas evaluasi dicantumkan pada laporan verifikasi. Penanggungjawab
kegiatan tersebut adalah Tim Organisasi Proteksi Radiasi Nama Instansi.

Halaman 17 dari 18
Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi

BAB VII

PENUTUP

Pada prinsipnya penggunaan sumber radiasi pesawat sinar X relatif lebih mudah daripada
radioisotop dan mempunyai potensi bahaya yang relatif lebih kecil. Walaupun begitu untuk
menghindari terjadinya kecelakaan radiasi para pekerja radiasi diharapkan mematuhi
peraturan-peraturan dan prosedur yang telah ditetapkan, serta melakukan pekerjaannya
dengan hati-hati menggunakan perlengkapan proteksi radiasi yang sesuai dengan kebutuhan.
Untuk menjamin bahwa pemanfaatan pesawat sinar-X ini memenuhi prosedur keselamatan
maka program proteksi dan keselamatan radiasi ini harus dilaksanakan dan dipatuhi, sehingga
pemanfaatan ini aman bagi pekerja, masyarakat, maupun lingkungan sekitarnya.

Halaman 18 dari 18
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Tujuan Pembuatan Prosedur ..... 1


I.2 Latar Belakang Prosedur .................... 1
I.3 Ruang Lingkup ....... 1
I.4 Definisi.............................................................................................................. 1

BAB II ORGANISASI PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI

II.1. Struktur Organisasi............................... 3


II.2. Tanggung Jawab................................................ 3
II.3. Pelatihan.............................................. 7

BAB III DESKRIPSI FASILITAS, PERALATAN & PERLENGKAPAN PROTEKSI RADIASI

III.1. Deskripsi Fasilitas...... 8


III.2. Deskripsi Peralatan Radiografi........ 8
III.2. Deskripsi Perlengkapan Proteksi Radiasi..................................................... 8

BAB IV PROSEDUR PROTEKSI DAN KESELAMATAN RADIASI


IV.1. Porsedur Proteksi dan Keselamatan Radiasi dalam Operasi Normal........... 10
IV.2. Prosedur Intervensi Dalam Keadaan darurat................................................. 12

BAB V REKAMAN DAN LAPORAN ............................................................................... 16

BAB VI PROGRAM JAMINAN MUTU . 17

BAB VII PENUTUP........................................ 18


DAFTAR LAMPIRAN

1. Daftar Nama Petugas Proteksi Radiasi


2. Daftar Nama Pekerja Radiografi
3. Surat Keputusan Kepala Nama Instansi No.
4. Kurikulum Pelatihan Proteksi Radiasi
5. Denah ruangan tempat penyimpanan dan penggunaan fasilitas ruangan di sekitar
pesawat sinar-X
6. Program Perawatan Peralatan Radiografi
7. Program Kalibrasi Monitor Perorangan
8. Program Kalibrasi Survaimeter
9. Denah Ruangan Pemantauan Radiasi
10. Progran Kerja Tim Organisasi Proteksi Radiasi
11. Daftar Judul Pedoman, Prosedur dan Instruksi Kerja
Lampiran 4
KURIKULUM PELATIHAN PROTEKSI
RADIASI
NO. MATERI JML.JAM

I. DASAR
1 Dasar Fisika Radiasi 4
2 Dosimetri 2
3 Deteksi dan Pengukuran Radiasi 3
4 Efek Radiasi bagi Manusia 3
5 Dasar Proteksi Radiasi 3

II. UTAMA
1 Karakteristik Operasi 3
2 Pengelolaan Limbah Radioaktif 2
3 Keamanan Sumber Radioaktif 2
4 Ketentuan Keselamatan Radiasi 2
5 Peraturan Perundangan Ketenaganukliran 3
6 Pengangkutan Zat Radioaktif 2
7 Penanggulangan Keadaan Darurat 2
III
PENUNJANG
.
1 Responsi Teori 3
2 Responsi Hitungan 3
3 Mid Tes I 1
4 Diskusi I 1
5 Mid Tes II 1
6 Diskusi II 1
7 Diskusi Pembahasan soal ujian 2
8 Penjelasan Praktikum 3
9 Kapita Selekta 2
IV. PRAKTIKUM
1 Alat Ukur Radiasi 3
2 Dasar Proteksi Radiasi Eksterna 3
3 Dasar Proteksi Radiasi Interna 3
4 Penanggulangan Keadaan Darurat 4
5 Logging 6
6 Gauging 6
7 Radiografi 6
8 Analisis 6
9 Kesehatan 6
Penentuan TK dan Intervensi pada Paparan
10
Darurat Sumber Terbuka
11 Peragaan Operasi Pesawat Sinar-X
V. LAIN-LAIN
1 Tes awal/Tes akhir 2
2 Pembukaan/Penutupan 1
3 Instruksional Pelatihan 1
4 Ujian Tertulis 2
5 Ujian Lisan 2
6 Evaluasi 1
JUMLAH 79

PROGRAM PROTEKSI
DAN
KESELAMATAN RADIASI