Anda di halaman 1dari 4

PROSEDUR KLINIS KONJUNGTIVITIS

No. Dokumen :
Terbitan :
SPO No. Revisi :
Tgl. MulaiBerlaku :
Halaman :

H.Firman, SKM
PUSKESMAS
NIP 19730201 199903 1 005
MEKARMUKTI

1. Pengertian 1. Konjungtivitis adalah radang konjungtiva yang dapat disebabkan oleh


mikroorganisme (virus, bakteri), iritasi atau reaksi alergi. Konjungtivitis
ditularkan melalui kontak langsung dengan sumber infeksi. Penyakit ini
dapat menyerang semua umur.
2. Faktor Resiko
2.1. Daya tahan tubuh yang menurun
2.2. Adanya riwayat atopi
2.3. Penggunaan kontak lens dengan perawatan yang tidak baik
2.4. Higiene personal yang buruk
3. Diagnosis :
3.1. Anamnesa
Pasien datang dengan keluhan mata merah, rasa mengganjal,
gatal dan berair, kadang disertai sekret. Umumnya tanpa disertai
penurunan tajam penglihatan.
3.2. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Fisik Oftalmologi
Tajam penglihatan normal
Injeksi konjungtiva
Dapat disertai edema kelopak, kemosis
Eksudasi; eksudat dapat serous, mukopurulen atau purulen
tergantung penyebab.
Pada konjungtiva tarsal dapat ditemukan folikel, papil atau papil
raksasa, flikten, membran dan pseudomembran.
3.3. Pemeriksaan Penunjang
Sediaan langsung swab konjungtiva dengan perwarnaan Gram
atau Giemsa
Pemeriksaan sekret dengan perwarnaan metilen blue pada
kasus konjungtivitis gonore
4 Diagnosis banding :
4.1 Konjungtivitis viral
4.2 Konjungtivitis bakteri
4.3 Konjungtivitis alergi
5 Komplikasi
5.1 Keratokonjungtivitis
6 Penatalaksanaan
6.1 Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah
menangani mata yang sakit
6.2 Sekret mata dibersihkan.
6.3 Pemberian obat mata topikal 1. Pada infeksi bakteri: Kloramfenikol
tetes sebanyak 1 tetes 6 kali sehari atau salep mata 3 kali sehari
selama 3 hari. 2. Pada alergi diberikan flumetolon tetes mata dua
kali sehari selama 2 minggu. 3. Pada konjungtivitis gonore
diberikan kloramfenikol tetes mata 0,5- 1%sebanyak 1 tetes tiap
jam dan suntikan pada bayi diberikan 50.000 U/kgBB tiap hari
sampai tidak ditemukan kuman GO pada sediaan apus selama 3
hari berturut-turut. 4. Konjungtivitis viral diberikan salep Acyclovir
3% lima kali sehari selama 10 hari.
7 Kriteria rujukan
7.1 Pada bayi dengan konjungtivitis gonore jika terjadi komplikasi pada
kornea dilakukan rujukan ke spesialis mata.
7.2 Konjungtivitis alergi dan viral tidak ada perbaikan dalam 2 minggu
rujuk ke spesialis mata
7.3 Konjungtivitis bakteri tidak ada perbaikan dalam 1 minggu rujuk ke
spesialis mata.
2. Tujuan Prosedur ini sebagai acuan dalam penatalaksanaan Konjungtivitis di
Puskesmas Mekarmukti.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Mekarmukti tentang pelayanan Puskesmas
4. Referensi 1. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 75 tahun 2014 tentang
Puskesmas
2. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 5 tahun 2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter Pelayanan Primer
5. Prosedur/Langk 1. Perawat melakukan pengukuran tekanan darah, suhu badan dan
ah-langkah mencatat dalam buku status pasien.
2. Dokter melakukan anamnesa terarah, pemeriksaan fisik.
3. Dokter mendiagnosa Konjungtivitis .
4. Dokter memberikan tata laksana / resep sesuai dengan diagnosis.
5. Dokter memberikan edukasi mengenai penyakit Konjungtivitis dan
menjelaskan tentang rencana pengobatan.
6. Dokter melakukan rujukan jika sudah terjadi komplikasi dan keadaannya
semakin berat.
7. Petugas melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan.
6. Bagan Alur
Perawat melakukan pengukuran tekanan darah, suhu badan dan
mencatat dalam buku status pasien.

Dokter melakukan anamnesa terarah, pemeriksaan fisik

Dokter mendiagnosa Konjungtivitis

Dokter memberikan tata laksana / resep sesuai dengan diagnosis.

Dokter memberikan edukasi mengenai penyakit Konjungtivitis


dan menjelaskan tentang rencana pengobatan.

Dokter melakukan rujukan jika sudah terjadi komplikasi dan


keadaannya semakin berat.

Petugas melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan.

1. Poli Umum
7. Unit terkait 2. Pelayanan 24 jam
3. Poli MTBS
8. Rekamanhistoris
perubahan
No Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan

- - - -
DAFTAR TILIK
SOP PROSEDUR KLINIS KONJUNGTIVITIS

No Uraian Kegiatan Ya Tidak


1 Apakah Perawat melakukan pengukuran tekanan darah, suhu badan dan
mencatat dalam buku status pasien.
2 Apakah Dokter melakukan anamnesa terarah, pemeriksaan fisik.
3 Apakah Dokter mendiagnosa Konjungtivitis.

4 Apakah Dokter memberikan tata laksana / resep sesuai dengan diagnosis.

5 Apakah Dokter memberikan edukasi mengenai penyakit Konjungtivitis dan


menjelaskan tentang rencana pengobatan.
6 Apakah Dokter melakukan rujukan jika sudah terjadi komplikasi dan
keadaannya semakin berat.
7 Apakah Petugas melakukan dokumentasi kegiatan yang dilakukan.
Jumlah

Compliance rate (CR) : ..%


..,..
Pelaksana / auditor

.
NIP: ..........................