Anda di halaman 1dari 6

Tugas Mata Kuliah Agen Penyakit

KARAKTERISTIK AGEN FISIK

DISUSUN OLEH

1. Andi Indra Wijaya 70200110014


2. Ani Asriani Basri 70200110020
3. Bani Akbar 70200110024
4. Delfani Gemely 70200110026
5. Dwi Putri Nursetyaningsih 70200110029

JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAKASSAR
2011
KARAKTERISTIK AGEN FISIK

A. Trauma
1. Pengertian Trauma

Trauma berasal dari bahasa Yunani yang berarti luka. Kata tersebut digunakan
untuk menggambarkan situasi akibat peristiwa yang dialami seseorang. Para Psikolog
menyatakan trauma dalam istilah psikologi berarti suatu benturan atau suatu kejadian
yang dialami seseorang dan meninggalkan bekas. Biasanya bersifat negative, dalam
istilah psikologi disebut post-traumatic syndrome disorder.

2. Dampak Trauma
Dalam perkembangannya, berdasarkan dampak yang ditimbulkan
dikategorikan dua, yaitu trauma fisik dan psikologis. Trauma fisik adalah trauma yang
diakibatkan oleh suatu kejadian yang melukai secara fisik, misalnya kecelakaan, kerap
mendapatkan pukulan dan sebagainya. Sedangkan trauma psikologis diakibatkan
kejadian yang melukai secara batin, misalnya dibandingkan dengan saudara atau
teman, sering dicaci maki dan dilabeli anak bodoh, pemalas, perceraian, kekerasan
seksual dan sebagainya. Keduanya memiliki potensi dampak yang sama, namun para
ahli menegaskan trauma psikologis yang dampaknya paling buruk dan bisa menetap.
Luka di badan mungkin mudah sembuh, tapi luka batin akibat sering dicaci maki, tak
ada yang tahu pastinya kecuali orang itu sendiri.
Gejala trauma dibagi menjadi empat kategori. Seseorang yang mendapat pengalaman
traumatis akan memperlihatkan beberapa gejala dan kombinasinya.

Gejala-gejala yaitu:

Memutar kembali peristiwa traumatis seperti. Seseorang yang mengalami trauma sering
merasa peristiwanya terulang kembali. Hal ini biasanya disebut flashback, atau
menghidupkan kembali peristiwa. Orang ini mungkin mempunyai gambaran mental di
kepalanya tentang trauma, mengalami mimpi buruk, atau bahkan mungkin mengalami
halusinasi tentang trauma. Gejala ini sering menyebabkan seseorang kehilangan saat
sekarang dan bereaksi seolah-olah mereka mengalaminya seperti awal trauma terjadi.
Contoh, beberapa tahun kemudian seorang anak akibat penganiayaan mungkin akan
bersembunyi gemetaran di closet bila merasa ketakutan, meskipun ketakutan itu tidak
berhubungan dengan penganiayaan.

Penghindaran. Seseorang yang mengalami trauma berusaha untuk menghindari segala sesuatu
yang mengingatkan mereka kembali pada kejadian traumatis. Mereka mungkin akan
menghindari orang-orang, tempat, benda-benda yang mengingatkan, termasuk juga bersikap
dingin untuk menghindari rasa sakit, perasaan yang berlebihan. Membekukan pikiran dan
perasaan akibat trauma disebut juga disasociation dan merupakan karakteristik trauma.
Pelampiasan. Seseorang yang menderita trauma kadang mengkonsumsi obat-obatan
penenang atau alkohol atau rokok untuk menghindari ingatan-ingatan dan perasaan yang
berhubungan dengan trauma. Dengan mengkonsumsi obat-obatan penenang atau alkohol atau
rokok memang mereka dapat merasa tenang, tetapi hal itu sifatnya hanya sementara pemicu.
Gejala-gejala pemicu psikologis dan fisiologis sangat berbeda-beda pada orang-orang dengan
trauma. Mereka mungkin sangat cemas, mudah gelisah, mudah tersinggung atau marah, dan
mungkin mengalami sulit tidur seperti insomnia, atau mimpi buruk. Mereka akan terlihat
terus menerus waspada dan mengalami kesulitan konsentrasi. Sering orang dengan trauma
akan mengalami panic attack yang dibarengi dengan nafas yang pendek dan sakit di bagian
dada.

Perasaan bersalah. Sering seseorang merasa bersalah tentang apa yang telah terjadi
dan mereka salah meyakini bahwa mereka pantas untuk disalahkan atau pantas mendapatkan
hukuman.

Setiap orang dapat mengembangkan trauma, tidak peduli dia laki, perempuan, anak-
anak, tua dan muda. Korban trauma yang berhubungan dengan serangan fisik dan seksual
menghadapi resiko yang besar berkembang menjadi trauma. Wanita dua kali lebih besar
mengembangkan trauma dari pada laki-laki. Hal ini mungkin disebabkan karena fakta bahwa
wanita lebih emosional dibanding pria. Peristiwa yang berpotensi menyebabkan trauma
antara lain:

Menyaksikan sebuah peristiwa kekerasan atau mengerikan, atau berulang-ulang menghadapi


situasi yang mengerikan.

Kekerasan dalam rumah tangga atau pasangan intim


Perkosaan atau pelecehan seksual
Serangan tiba-tiba atau pembajakan
Perlakuan kekerasan di tempat umum, di sekolah, atau di tempat kerja.
Kecelakaan mobil atau kebakaran
Bencana alam, seperti gempa bumi
Kejadian kecelakaan besar, seperti kecelakaan pesawat terbang atau serangan teroris
Bencana yang disebabkan oleh kesalahan manusia, seperti kecelakaan industri.
Veteran perang atau korban perang sipil.
Kematian mendadak salah satu anggota keluarga atau orang yang dicintai.
Orang yang ditinggal atau dihianati oleh orang dekat.
Kadang seseorang yang menderita trauma tidak tahu bahwa trauma yang dialami tersebut
dapat disembuhkan, atau tidak tahu harus kemana untuk mendapatkan pertolongan. Banyak
jenis terapi yang bisa ditempuh. Salah satu terapi yang sangat cepat menyembuhkan trauma
adalah kombinasi dari hipnoterapi dan EFT.

B. Radiasi
1. Pengertian Radiasi
Radiasi yang berasal dari alam dan bukan dari hasil aktivitas manusia disebut
radiasi alam. Berdasarkan sumbernya, radiasi alam dikelompokkan ke dalam dua
jenis, yaitu radiasi kosmik dan radiasi yang berasal dari bahan radioaktif yang berada
dalam kerak bumi. Radiasi kosmik terdiri dari radiasi kosmik primer yang berasal dari
luar angkasa dan masuk ke atmosfir bumi, dan radiasi kosmik sekunder yang terjadi
akibat interaksi antara radiasi kosmik primer dengan unsur-unsur di angkasa.
URAIAN
Radiasi alam adalah radiasi yang ada di alam berupa radiasi kosmik dan radiasi yang
berasal dari bahan radioaktif yang ada dalam kerak bumi (radionuklida terestrial).
Radiasi yang terpancar dari inti atom akibat interaksi antara radiasi kosmik dengan
inti atom yang ada di atmosfir bumi (radionuklida kosmogenik) adalah radiasi yang
paling umum. Di sini akan dibahas radiasi yang berasal dari radiasi kosmik dan dari
radionuklida terestriall.

BERBAGAI JENIS RADIASI

BERDASARKAN SUMBERNYA DIKENAL DUA MACAM RADIASI, yaitu:

a. Radiasi Alam;

b. Radiasi Buatran.

RADIASI ALAM SENDIRI TERDIRI DARI DUA KELOMPOK:

a. Radiasi Kosmogenis;

b. Radiasi Primordial (Teresterial)

BERDASARKAN STRUKTUR DAN SIFATNYA

SINAR ALFA:Berupa partikel bermuatan positif, dikeluarkan oleh berbagai unsur yang
terdapat di alam, seperti radium dan uranium atau oleh unsur buatan manusia.

Terdiri dari dua partikel proton dan dua partikel neutron.


Daya tembusnya kecil, dapat terlindungi dengan secarik kertas saja. Namun bahayanya
terhadap kesehatan muncul terutama karena masuknya zat-zat yang mengandung unsur-unsur
tersebut ke dalam tubuh melalui minuman, makanan dan pernafasan.

SINAR BETA:Berupa radiasi elektron. Daya tembusnya agak panjang, dapat menembus 1-2
cm air dalam jaringan tubuh manusia. Namun, secarik aluminium dengan ketebalan beberapa
miimiter saja sudah dapat melindungi dari sinar beta. Tritium adalah salah satu elemen
pemancar sinar beta.

SINAR GAMMA:Gelombang elektromagnetik dengan daya tembus besar. Sinar gamma


dapat tembus jaringan tubuh manusia, namun dapat secara penuh terabsorbsi oleh beton
dengan ketebalan satu meter. Material dengan berat jenis besar seperti beton dan timah hitam
banyak dipakai sebagai pelindung terhadap radiasi gamma.

SINAR NEUTRON:Termasuk jenis radiasi dengan daya tembus besar. Dapat dideteksi di
tempat ketinggian. Radiasi neutron terjadi dalam reaktor nuklir, tapi dapat dibuat pelindung
terhadapnya misalnya dengan menggunakan air.

TIMBULNYA RADIASI

Radiasi dilepaskan oleh atom-atom dengan inti yang tidak stabil, karena komposisi penyusun
inti tidak seimbang.

EFEK RADIASI

Zat radioaktif sering disebut pembunuh yang tak kelihatan karena keberadaan dan
bahayanya tidak dapat dilihat dengan mata biasa.

Paparan radiasi dapat membawa berbagai akibat diantarnya penyakit yang


berkepanjangan seperti leukimia dan kaknker.

Kerusakan Sel Tubuh Manusia disebabkan oleh empat proses yang berbeda, yaitu proses
ionisasi, proses kimia fisika, proses biokimia dan proses biologi

EFEK RADIASI EFEK RADIASI PADA TUBUH MANUSIA

Efek Somatik sel rusak/mati

Deterministik (Efek awal)

Stokastik (Efek tertunda Stochastic / Late effect)

Efek Genetik

Penggunaan radiasi :
Dalam kedokteran

Radiasi dan zat radioaktif digunakan untuk diagnosis, pengobatan, dan penelitian.
sinar X, misalnya, melalui otot dan jaringan lunak lainnya tapi dihentikan oleh bahan padat.
Properti sinar X ini memungkinkan dokter untuk menemukan tulang rusak dan untuk
menemukan kanker yang mungkin tumbuh dalam tubuh. Dokter juga menemukan penyakit
tertentu dengan menyuntikkan zat radioaktif dan pemantauan radiasi yang dilepaskan sebagai
bergerak melalui substansi tubuh.

Dalam Komunikasi

Semua sistem komunikasi modern menggunakan bentuk radiasi elektromagnetik.


Variasi intensitas radiasi berupa perubahan suara, gambar, atau informasi lain yang sedang
dikirim. Misalnya, suara manusia dapat dikirim sebagai gelombang radio atau gelombang
mikro dengan membuat gelombang bervariasi sesuai variasi suara.

Dalam iptek

Para peneliti menggunakan atom radioaktif untuk menentukan umur bahan yang dulu
bagian dari organisme hidup. Usia bahan tersebut dapat diperkirakan dengan mengukur
jumlah karbon radioaktif mengandung dalam proses yang disebut penanggalan radiokarbon.
Kalangan ilmuwan menggunakan atom radioaktif sebagai atom pelacak untuk
mengidentifikasi jalur yang dilalui oleh polutan di lingkungan.

Radiasi digunakan untuk menentukan komposisi bahan dalam proses yang disebut
analisis aktivasi neutron. Dalam proses ini, para ilmuwan membombardir contoh zat dengan
partikel yang disebut neutron. Beberapa atom dalam sampel menyerap neutron dan menjadi
radioaktif. Para ilmuwan dapat mengidentifikasi elemen-elemen dalam sampel dengan
mempelajari radiasi yang dilepaskan.