Anda di halaman 1dari 20

ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN DENGAN

PENYAKIT CARSINOMA RECTI


DI RUANG ANGSOKA 2 RSUP SANGLAH DENPASAR
TANGGAL 18-19 NOVEMBER 2014

I. PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada tanggal 18 November 2014 pukul 20.00 WITA di Ruang
Angsoka 2 RSUP Sanglah. Pasien masuk rumah sakit pada hari senin, 17 November 2014
pukul 21.00 WITA. Sumber data diperoleh dari teknik anamnesa, observasi, pengkajian fisik,
dan catatan medik. No Rm : 14005110.

A. IDENTITAS PASIEN
Pasien Penanggung jawab
Nama : NKL : MS
Jenis kelamin : Perempuan : Laki-laki
Usia : 53 Tahun : 55 Tahun
Status perkawinan : Menikah : Menikah
Agama : Hindu : Hindu
Suku bangsa : Bali, Indonesia : Bali, Indonesia
Pendidikan : SD : SMP
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga :-
Alamat : Br. Pasek Kedonganan Tuban, Badung.
Diagnosa medis : Adeno Ca Recti
Sumber biaya : JKBM Badung
Hubungan dengan pasien : Suami
B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat Kesehatan Sekarang
a. Alasan Masuk Rumah Sakit
Pasien masuk rumah sakit dengan alasan akan menjalankan
kemoterapi terhadap kanker recti yang dialaminya. Pasien
sebelumnya dirujuk dari RS Badung menuju RSUP Sanglah untuk
menjalankan kemoterapi.
b. Keluhan Utama
Pada saat pengkajian, pasien mengeluhkan cemas dengan
kemoterapi yang akan dijalaninya, pasien merasa tegang meskipun
ini bukan merupakan kali pertama pasien kemoterapi tetapi pasien
takut akan perkembangan penyakitnya, pasien takut jika suatu saat
penyakitnya tidak dapat ditangani lagi.
c. Kronologis Keluhan
Pasien mengatakan, sudah sejak lama mengalami gangguan
pada BABnya, terkadang terdapat darah dalam fesesnya. Pasien
juga merasa tidak nyaman pada perutnya dan merasa nyeri pada
perut bagian bawahnya. Sejak setahun yang lalu pasien mengalami
penyakit ini. Sebelumnya pasien sempat mendatangi puskesmas
Kuta beberapa kali, kemudian akhirnya dibawa ke RS Badung
kemudian dirujuk ke Poli Interna RSUP Sanglah Denpasar pada
tanggal 17 November 2014 pukul 21.00 WITA. Kemudian
dippindahkan ke ruangan Angsoka 2. Pasien masuk rumah sakit
dengan diagnose medis Adeno Ca Recti. Setelah pasien masuk
rumah sakit pasien mendapat terapi :
1) Avastin 200mg
2) Oxaliplatin
3) Leucovorin
4) Fluorouracil
2. Riwayat Kesehatan Masa Lalu
a. Riwayat Imunisasi
Saat pengkajian, pasien mengatakan sudah mendapatkan
imunisasi secara lengkap.
b. Riwayat Alergi
Saat pengkajian, pasien mengatakan tidak mempunyai alergi
terhadap makanan ataupun obat.
c. Riwayat Kecelakaan
Saat pengkajian, pasien mengatakan tidak pernah mengalami
kecelakaan.
d. Riwayat Dirawat di Rumah Sakit
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelumnya pernah
dirawat di rumah sakit.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga
Saat pengkajian, pasien mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang
memiliki riwayat penyakit serupa, tidak pula memiliki riwayat penyakit
keturunan seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan lain-lain.

C. DATA BIO-PSIKO-SOSIO-SPIRITUAL
1. Bernafas
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk rumah
sakit tidak pernah mengalami gangguan dalam bernafas.
2. Makan dan Minum
Makan
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk
rumah sakit, nafsu makan pasien tetap bagus. Sebelum masuk rumah sakit,
dalam satu harinya biasa makan tiga porsi. Setelah masuk rumah sakit, pasien
selalu menghabiskan makanan dan snack yang disediakan.
Minum
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk
rumah sakit selalu rajin untuk minum air putih. Pasien mengatakan apalagi di
saat cuaca panas seperti saat ini pasien mampu menghabiskan dua sampai tiga
botol aqua 1500 cc.
3. Eliminasi
BAB
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum masuk rumah sakit
pasien memiliki kebiasaan BAB setiap pagi hari, jadi dalam satu hari pasien
BAB satu kali. Pasien mengatakan setelah masuk rumah sakit, BAB pasien
tidak lancar, waktu BABnya tidak tetap, terkadang pagi hari, terkadang sore
hari. Setelah masuk rumah sakit, kebiasaan BAB pasien tidak tetap satu kali
dalam sehari.
BAK
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk
rumah sakit, kebiasaan BAK pasien tidak mengalami perubahan. Dalam satu
hari kuantitas BAK pasien kira-kira setengah sampai satu botol aqua 1500 cc.
Pasien mengatakan warnya urinenya kekuningan.
4. Gerak dan Aktivitas
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk rumah
sakit tidak mengalami kesulitan dalam gerak dan menjalankan aktivitas. Pasien
mengatakan mampu makan, minum, ke toilet, MCK sendiri tanpa bantuan orang
lain.
5. Istirahat Tidur
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum masuk rumah sakit pasien
tidur 6-8 jam seharinya. Namun, setelah pasien masuk rumah sakit, pasien merasa
tidurnya tidak nyenyak, pasien selalu terbangun di malam hari.
6. Pengaturan Suhu Tubuh
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk rumah
sakit pasien tidak pernah mengeluhkan suhu tubuhnya panas.
7. Kebersihan Diri
Saat pengkajian, pasien mengatakan sebelum dan setelah masuk rumah
sakit tidak mengalami gangguan dalam menjaga kebersihan diri. Saat pengkajian,
pasien mengatakan sudah mandi sendiri tanpa bantuan orang lain.
8. Rasa Aman
Saat pengkajian, pasien mengeluhkan cemas dengan kemoterapi yang akan
dijalaninya, pasien merasa tegang meskipun ini bukan merupakan kali pertama
pasien kemoterapi tetapi pasien takut akan perkembangan penyakitnya, pasien
takut jika suatu saat penyakitnya tidak dapat ditangani lagi..
9. Rasa Nyaman
Saat pengkajian, pasien mengatakan merasa tidak nyeri pada perut bagian
bawah.
10. Sosial
Saat pengkajian, pasien mampu berkomunikasi dengan baik, mampu
memberikan respon yang tepat, bahkan dapat memberikan pertanyaan kepada
perawat yang merawatnya. Selain itu pasien bisa bercanda dengan keluarga yang
mendampinginya.
11. Rekreasi
Saat pengkajian, pasien mengatakan suka mendengarkan lagu pop Bali
melalui siaran radio yang dihidupkan dari handphonenya.
12. Prestasi
Saat pengkajian, pasien mengatakan pendidikan terakhirnya adalah SD.
13. Pengetahuan
Saat pengkajian, pasien mengatakan tidak mengetahui informasi secara
detail tentang penyakit yang dialaminya, pasien tidak tahu tentang maksud
kemoterapi yang akan dijalaninya, serta pasien tidak tahu kenapa dia bisa
menderita penyakit yang dialaminya.
14. Spiritual
Saat pengkajian, pasien mengatakan selalu memohon dan berserah diri
kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar dia diberikan kesembuhan dan
kemoterapi yang akan dijalankan lancar dan berhasil.

D. PEMERIKSAAN FISIK
1. Keadaan Umum
a. Kesan Umum : Baik
b. Kesadaran : Compos Mentis
c. Bentuk tubuh : Tegak
d. Warna Kulit : Sawo matang
e. TB/BB : 160cm / 48kg
f. Turgor Kulit : Sedang
g. Kebersihan Diri : Baik
2. Gejala Kardinal
a. TD : 110/70 mmHg
b. Suhu : 36,2 C
c. Nadi : 88x/menit
d. Respirasi : 20x/menit
3. Keadaan Fisik
a. Kepala
Inspeksi : bentuk simetris, rambut pendek warna hitam, tegak, kulit kepala
bersih, tidak ada lesi.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan , tidak ada benjolan.
b. Mata
Inspeksi : bentuk simetris, bola mata hitam, konjungtiva merah muda,
sklera kemerahan, terdapat lingkaran hitam sekitar mata.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan.
c. Hidung
Inspeksi : bentuk simetris, terdapat sekret.
d. Telinga
Inspeksi : bentuk simetris, pendengaran baik, daun telinga bersih, tidak ada
lesi.
e. Mulut dan Gigi
Inspeksi : bibir tidak pecah-pecah, gigi rapi dan bersih, lidah bersih.
f. Leher
Inspeksi : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada lesi.
Palpasi : arteri karotis teraba, tidak ada benjolan, tidak ada massa.
g. Thorax
Inspeksi : bentuk simetris, pergerakan dada simetris.
Palpasi : tidak ada nyeri tekan, tidak ada benjolan.
Auskultasi : tidak ada wheezing, tidak ada ronchii.
h. Abdomen
Inspeksi : tidak ada lesi, bentuk simetris.
Auskultasi : bising usus terdengar 8x/menit.
Palpasi : tidak ada ascites, tidak ada distensi.
i. Ekstremitas
Atas
Inspeksi : jari-jari tangan lengkap, terpasang infus di tangan kanan,
kuku bersih dan pendek, tidak ada lesi.
Palpasi : tidak ada edema.
Bawah
Inspeksi : jari-jari kaki lengkap, kuku bersih dan pendek, tidak ada
lesi.
Palpasi : tidak ada edema.
j. Genetalia
Inspeksi : tidak ada lesi.
k. Anus
Inspeksi : tidak ada eritema, tidak ada lesi.
4. Pemeriksaan Penunjang
Hasil Laboratorium Pemeriksaan Darah Lengkap 18 November 2014.
TEST RESULT ABN NORMALS UNITS
WBC 1,54 ( 4,1 - 11,0 ) 10e3/L
RBC 3,02 ( 4,0 5,2 ) 10e6/L
HGB 8,9 ( 12,0 16,0 ) g/dL
HCT 27,9 ( 36,0 46,0 ) %
MCV 92,1 ( 80,0 100,0 ) fL
MCH 29,5 ( 26,0 34,0 ) pg
MCHC 32,0 ( 31,0 36,0 ) g/dL
CHCM 32,5 (33 37 ) g/dL
RDW 16,2 ( 11,5 14,5 ) %
HDW 4,08 ( 2,2 3,2 ) g/dL
PLT 96 ( 140 440 ) 10e3/L
MPV 9,1 ( 6,80 10,0 ) fL
%NEUT 43,6 ( 47,0 80,0 ) %
%LYMPH 33,0 ( 13,0 40,0 ) %
%MONO 12,7 ( 2,0 11,5 ) %
%EOS 3,8 ( 0,0 5,0 ) %
%BASO 0,4 ( 0 1,5 ) %
%LUC 6,4 ( 0,00 4,0 ) %
#NEUT 0,67 ( 2,5 7,5 ) 10e3/L
#LYMPH 0,51 ( 1,0 4,0 ) 10e3/L
#MONO 0,19 ( 0,1 1,25 ) 10e3/L
#EOS 0,06 ( 0,0 0,55 ) 10e3/L
#BASO 0,01 ( 0,0 0,1 ) 10e3/L
#LUC 0,10 ( 0 0,4 ) 10e3/L
HYPO +++
LG +++
LS +
BLASTS +++

II. DIAGNOSA KEPERAWATAN


a. Analisa Data
No Data Standar Normal Masalah Keperawatan
1. DS: pasien tidak cemas
pasien mengeluhkan pasien tidak merasa
cemas dengan kemoterapi tegang Ansietas / kecemasan
yang akan dijalaninya, pasien tidak takut
pasien merasa tegang akan perkembangan
meskipun ini bukan penyakitnya
merupakan kali pertama TD : 120/80 mmHg
pasien kemoterapi tetapi N : 60-100x/menit
pasien takut akan Rr : 20-28x/menit
perkembangan S : 36,50C
penyakitnya, pasien takut
jika suatu saat penyakitnya
tidak dapat ditangani lagi.
DO : Pasien tampak
kebingungan
TD : 110/70 mmHg
nadi : 88x/menit,
respirasi : 20x/menit.
Suhu : 36,20C
2. DS : Pasien mengetahui
pasien mengatakan informasi tentang
tidak mengetahui penyakit yang
informasi secara detail dialaminya
tentang penyakit yang Pasien tentang
dialaminya, pasien tidak maksud kemoterapi
tahu tentang maksud yang akan
kemoterapi yang akan dijalaninya,
dijalaninya, serta pasien Pasien tahu kenapa Kurang Pengetahuan
tidak tahu kenapa dia bisa dia bisa menderita
menderita penyakit yang penyakit yang
dialaminya. dialaminya.
DO : pasien tampak pasien tidak bingung
kebingungan TD : 120/80 mmHg
TD : 110/70 mmHg N : 60-100x/menit
nadi : 88x/menit,
Rr : 20-28x/menit
respirasi : 20x/menit.
S : 36,50C
Suhu : 36,20C
b. Analisa Masalah
1. P : Ansietas/kecemasan
E : faktor psikologis (ancaman perubahan status kesehatan, status sosio-
ekonomi, fungsi-peran, pola interaksi)
S : pasien mengeluhkan cemas dengan kemoterapi yang akan dijalaninya,
pasien merasa tegang meskipun ini bukan merupakan kali pertama
pasien kemoterapi tetapi pasien takut akan perkembangan penyakitnya,
pasien takut jika suatu saat penyakitnya tidak dapat ditangani lagi.
Pasien tampak kebingungan, TD : 110/70 mmHg, nadi : 88x/menit,
respirasi : 20x/menit, Suhu : 36,20C
Proses terjadinya : Fungsi dari hampir semua sistem tubuh dapat mengalami
gangguan akibat stress emosional yang lama. Apabila
individu mengalami kecemasan, ketakutan, atau marah,
muncul respons stress, yang memungkinkan tubuh membuat
pertahanan. faktor psikologis merupakan faktor yang berasal
dari individu itu sendiri yang berasal dari pikiran seseorang.
Pikiran seseorang mempengaruhi keadaan pasien, dimana
pasien cemas akan penyakitnya dan perubahan-perubahan
yang akan terjadi pada diri dan lingkungaan pasien.
Akibat bila tidak ditangani : pasien akan depresi dikarenakan ancaman perubahan
status dan pola interaksi.
2. P : kurangnya pengetahuan
E : kurang pemaparan dan atau kesalahan interpretasi informasi.
S : pasien mengatakan tidak mengetahui informasi secara detail tentang
penyakit yang dialaminya, pasien tidak tahu tentang maksud kemoterapi
yang akan dijalaninya, serta pasien tidak tahu kenapa dia bisa menderita
penyakit yang dialaminya. pasien tampak kebingungan, TD : 110/70
mmHg, nadi : 88x/menit,, respirasi : 20x/menit, Suhu : 36,20C
Proses terjadinya : kurangnya pemaparan informasi serta kurangnya rasa
keingintahuan pasien mengakibatkan pasien kurang
memperhatikan kesehatannya sehingga pasien tidak
mengetahui apa yang harus dilakukan untuk mencegah
terjadinya penyakit tersebut.
Akibat bila tidak ditangani : penyakit pasien semakin menyebar sehingga
terjadinya komplikasi.

c. Diagnosa Keperawatan
1. Ansietas/kecemasan berhubungan dengan faktor psikologis (ancaman perubahan
status kesehatan, status sosio-ekonomi, fungsi-peran, pola interaksi) ditandai
dengan pasien mengeluhkan cemas dengan kemoterapi yang akan dijalaninya,
pasien merasa tegang meskipun ini bukan merupakan kali pertama pasien
kemoterapi tetapi pasien takut akan perkembangan penyakitnya, pasien takut jika
suatu saat penyakitnya tidak dapat ditangani lagi. Pasien tampak kebingungan, TD
: 110/70 mmHg, nadi : 88x/menit, respirasi : 20x/menit, Suhu : 36,20C
2. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan kurang pemaparan dan atau
kesalahan interpretasi informasi ditandai dengan pasien mengatakan tidak
mengetahui informasi secara detail tentang penyakit yang dialaminya, pasien
tidak tahu tentang maksud kemoterapi yang akan dijalaninya, serta pasien tidak
tahu kenapa dia bisa menderita penyakit yang dialaminya. Pasien tampak
kebingungan, td : 110/70 mmhg, nadi : 88x/menit,, respirasi : 20x/menit, suhu :
36,20c.

III. PERENCANAAN
Hari, tgl, Diagnosa Tujuan
No. Intervensi Rasional
jam Keperawatan Keperawatan
1. Selasa, 18 Ansietas/kecemasan Setelah dilakukan Monitoring TTV Data dasar untuk
November berhubungan dengan asuhan mengetahui
2014 pukul faktor psikologis keperawatan keadaan normal.
20.15 wita (ancaman perubahan selama 2x24 jam Eksplorasi Mengidentifikasi
status kesehatan, diharapkan ansietas kecemasan klien faktor
status sosio-ekonomi, pasien teratasi dan berikan pencetus/pemberat
fungsi-peran, pola dengan kriteria umpan balik. masalah
interaksi) ditandai hasil: kecemasan dan
dengan pasien pasien tidak menawarkan
mengeluhkan cemas cemas solusi yang dapat
dengan kemoterapi pasien tidak dilakukan klien.
yang akan dijalaninya, merasa tegang Tekankan bahwa Menunjukkan
pasien merasa tegang pasien tidak kecemasan bahwa kecemasan
meskipun ini bukan takut akan adalah masalah adalah wajar dan
merupakan kali perkembangan yang lazim tidak hanya
pertama pasien penyakitnya dialami oleh dialami oleh klien
kemoterapi tetapi TD : 120/80 banyak orang satu-satunya
pasien takut akan mmHg dalam situasi dengan harapan
perkembangan N : 60- klien saat ini. klien dapat
penyakitnya, pasien 100x/menit memahami dan
takut jika suatu saat Rr : 20- menerima
penyakitnya tidak 28x/menit keadaanya.
dapat ditangani lagi. Ijinkan klien Memobilisasi
S : 36,50C
Pasien tampak ditemani sistem pendukung,
kebingungan, TD : keluarga mencegah
110/70 mmHg, nadi : (significant perasaan terisolasi
88x/menit, respirasi : others) selama dan menurunkan
20x/menit, Suhu : fase kecemasan kecemasan.
36,20C dan pertahankan
ketenangan
lingkungan.
Kolaborasi Obat sedasi dapat
pemberian obat menurunkan
penenang/sedasi tingkat
ringan bila kecemasan.
diperlukan
Hari, tgl, Diagnosa Tujuan
No. Intervensi Rasional
jam Keperawatan Keperawatan
2. Selasa, 18 Kurangnya Setelah dilakukan Monitoring TTV Data dasar untuk
November pengetahuan asuhan mengetahui
2014 pukul berhubungan dengan keperawatan keadaan normal.
20.15 wita kurang pemaparan selama 2x24 jam Kaji tingkat Proses
dan atau kesalahan diharapkan pengetahuan pembelajaran
interpretasi pengetahuan klien/orang terdekat sangat
informasi ditandai pasien dapat dan dipengaruhi oleh
dengan pasien bertambah dengan kemampuan/kesiapan kesiapan fisik
mengatakan tidak kriteria hasil : belajar klien. dan mental klien.
mengetahui Pasien Jelaskan tentang Meningkatkan
informasi secara mengetahui proses penyakit, pengetahuan
detail tentang informasi penyebab/faktor klien tentang
penyakit yang tentang risiko penyakit. masalah yang
dialaminya, pasien penyakit yang dialaminya.
tidak tahu tentang dialaminya Jelaskan tentang Meningkatkan
maksud kemoterapi Pasien tentang kemoterapi serta efek partisipasi dan
yang akan maksud samping yang dapat kemandirian
dijalaninya, serta kemoterapi terjadi klien untuk
pasien tidak tahu yang akan mengikuti
kenapa dia bisa dijalaninya, program terapi.
menderita penyakit Pasien tahu
yang dialaminya. kenapa dia
Pasien tampak bisa menderita
kebingungan, td : penyakit yang Tekankan pentingnya Penderita kanker
110/70 mmhg, nadi : dialaminya. mempertahan-kan yang mengikuti
88x/menit,, respirasi pasien tidak asupan nutrisi dan program terapi
: 20x/menit, suhu : bingung cairan yang adekuat. yang tepat
0
36,2 c. TD : 120/80 dengan status
mmHg gizi yang adekuat
N : 60- meningkatkan
100x/menit kualitas
Rr : 20- hidupnya.
28x/menit
S : 36,50C

IV. PELAKSANAAN
Hari, tgl,
No. Tindakan Keperawatan Evaluasi Formatif Paraf
jam
1. Selasa, 18 Memonitoring TTV TD : 110/70 mmHg
November S : 36,2 C
2014 pukul N : 88x/menit
20.35 wita Rr : 20x/menit
Pukul Mengeksplorasi Pasien kooperatif.
20.55 wita kecemasan klien dan Pasien mengatakan merasa cemas
berikan umpan balik. dengan kemoterapi yang akan
dijalankannya.
Pukul Mengijinkan klien Pasien kooperatif dan pasien
21.15 wita ditemani keluarga mengatakan merasa lebih tenang
(significant others) bila ditemani keluarga
selama fase kecemasan
dan pertahankan
ketenangan lingkungan.
Pukul Menekankan bahwa Pasien kooperatif, pasien tampak
21.30 wita kecemasan adalah mengangguk.
masalah yang lazim
dialami oleh banyak
orang dalam situasi klien
saat ini.
Pukul Mengkolaborasikan Obat masuk, tidak ada alergi
22.55 wita pemberian obat
penenang/sedasi ringan
bila diperlukan
Rabu, 19 Memonitoring TTV TD : 120/80 mmHg
November S : 36,50 C
2014 Pukul N : 84x/menit
10.30 wita Rr : 18x/menit
Pukul mengkaji tingkat Pasien kooperatif. Pasien
12.11 wita pengetahuan klien/orang mengatakan tidak mengetahui
terdekat dan informasi tentang penyakitnya.
kemampuan/kesiapan Namun setelah diberikan
belajar klien. penjelasan pasien mulai tahu
mengenai penyakitnya.

Pukul menjelaskan tentang Pasien koperatif, pasien mulai


14.15 wita proses penyakit, mengerti proses dan penyebab
penyebab/faktor risiko yang menyebabkan penyakitnya.
penyakit.
Pukul menjelaskan tentang Pasien kooperatif, pasien
16.00 wita kemoterapi serta efek mengatakan mengerti tentang
samping yang dapat kemoterapi serta efek sampingnya.
terjadi
pukul 18.08 menekankan pentingnya Pasien kooperatif, pasien
wita mempertahan-kan asupan mengatakan akan mencoba
nutrisi dan cairan yang mengatur asupan nutrisi dan cairan
adekuat. yang adekuat
Pukul Memonitoring TTV TD : 110/80 mmHg S : 360 C
20.00 wita N : 80x/menit Rr : 20x/menit
Hari, tgl,
No. Tindakan Keperawatan Evaluasi Formatif Paraf
jam
2. Kamis, 18 Memonitoring TTV TD : 110/80 mmHg
November S : 36,60C
2014 pukul N : 82x/menit
09.00 wita Rr : 18x/menit
Pukul Mengijinkan klien Pasien kooperatif dan pasien
10.30 wita ditemani keluarga mengatakan merasa lebih tenang
(significant others) bila ditemani keluarga
selama fase kecemasan
dan pertahankan
ketenangan lingkungan.
Pukul Mengeksplorasi Pasien kooperatif.Pasien
11.55 wita kecemasan klien dan mengatakan merasa cemas dengan
berikan umpan balik kemoterapi yang akan
dijalankannya.
Pukul mengkolaborasikan Obat masuk, tidak ada alergi
13.00 wita pemberian obat
penenang/sedasi ringan
bila diperlukan
Pukul menekankan bahwa Pasien kooperatif, pasien tampak
14.35 wita kecemasan adalah mengangguk.
masalah yang lazim
dialami oleh banyak
orang dalam situasi klien
saat ini.
Pukul Memonitoring TTV TD : 110/70 mmHg
16.50 wita S : 36,80 C
N : 80x/menit
Rr : 20x/menit
Pukul mengkaji tingkat Pasien kooperatif. Pasien
16.40 wita pengetahuan klien/orang mengatakan tidak mengetahui
terdekat dan informasi tentang penyakitnya.
kemampuan/kesiapan Namun setelah diberikan
belajar klien. penjelasan pasien mulai tahu
mengenai penyakitnya.

Pukul menjelaskan tentang Pasien koperatif, pasien mulai


18.08 wita kemoterapi serta efek mengerti proses dan penyebab
samping yang dapat yang menyebabkan penyakitnya.
terjadi
Pukul menekankan pentingnya Pasien kooperatif, pasien
19.45 wita mempertahan-kan asupan mengatakan akan mencoba
nutrisi dan cairan yang mengatur asupan nutrisi dan cairan
adekuat. yang adekuat
pukul 21.22 menjelaskan tentang Pasien kooperatif, pasien
wita proses penyakit, mengatakan mengerti tentang
penyebab/faktor risiko kemoterapi serta efek sampingnya.
penyakit.
Jumat, 21 Memonitoring TTV TD : 120/80 mmHg S : 360 C
November N : 86x/menit Rr : 20x/menit
Pukul
20.00 wita
V. EVALUASI
Hari, tgl,
No. Diagnosa Keperawatan Evaluasi Paraf
jam
1. Jumat, 21 Ansietas/kecemasan S:
November berhubungan dengan pasien mengatakan
2014 pukul faktor psikologis sudah tidak cemas dan
08.00 wita (ancaman perubahan tidak merasa tegang
status kesehatan, status
sosio-ekonomi, fungsi- O : TD : 120/80 mmHg,
peran, pola interaksi) S : 360 C,
ditandai dengan pasien N : 86x/menit,
mengeluhkan cemas Rr : 20x/menit.
dengan kemoterapi
yang akan dijalaninya, A : Masalah teratasi
pasien merasa tegang
meskipun ini bukan P : -
merupakan kali pertama
pasien kemoterapi
tetapi pasien takut akan
perkembangan
penyakitnya, pasien
takut jika suatu saat
penyakitnya tidak dapat
ditangani lagi. Pasien
tampak kebingungan,
TD : 110/70 mmHg,
nadi : 88x/menit,
respirasi : 20x/menit,
Suhu : 36,20C
Hari, tgl,
No. Diagnosa Keperawatan Evaluasi Paraf
jam
1. Jumat, 21 Kurangnya S:
November pengetahuan pasien mengatakan
2014 pukul berhubungan dengan sudah mulai mengerti
08.00 wita kurang pemaparan dan dan memahami tentang
atau kesalahan penyakitnya dan sudah
interpretasi informasi mendapat banyak
ditandai dengan pasien informasi tentang
mengatakan tidak penyakitnya. Pasien
mengetahui informasi mengatakan akan
secara detail tentang mencoba memulai
penyakit yang mengatur asupan nutrisi
dialaminya, pasien dan cairan yang adekuat.
tidak tahu tentang
maksud kemoterapi O : TD : 120/80 mmHg,
yang akan dijalaninya, S : 360 C,
serta pasien tidak tahu N : 86x/menit,
kenapa dia bisa Rr : 20x/menit.
menderita penyakit
yang dialaminya. A : Masalah teratasi
Pasien tampak
kebingungan, td : P:-
110/70 mmhg, nadi :
88x/menit,, respirasi :
20x/menit, suhu :
36,20c.
Denpasar, 22 November 2014
Mengetahui,
Pembimbing Praktik Mahasiswa

(Ns. I Gd Suartra Putra M. S.Kep.) (Ni Wayan Pebriyanti)


NIP. 196601061989031001 NIM. P07120013040

Mengetahui,
Pembimbing Akademik

( )
NIP.