Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Kusta merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri


Mycobacterium leprae dimana pertama kali menyerang susunan saraf tepi,
selanjutnya menyerang kulit, mukosa (mulut) saluran pernafasan bagian atas,
sistem retikulo endotelial, mata, otot, tulang dan testis. Penyakit ini menjadi
penyebab utama kecacatan fisik permanen diantara penyakit menular lainnya. 1
Health Organization diperkirakan jumlah penderita kusta di dunia pada tahun
2011 sebesar 219.075 orang. Indonesia peringkat ketiga di dunia setelah India
dan Brasil.2

Kemenkes menyatakan bahwa Provinsi Jawa Tengah menempati urutan


ke-3 kasus baru kusta tertinggi se-Indonesia setelah Provinsi Jawa Timur dan
Jawa Barat.3 Pada tahun 2014 penderita kusta terbanyak di Jawa Tengah
meliputi: Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Jepara dan Blora.4 Penyakit
kusta di Kabupaten Pemalang merupakan penyakit yang lama, data jumlah
penderita tahun 2010 terdapat 118 penderita, tahun 2011 sejumlah 115
penderita dan Tahun 2012 terdapat 245 penderita. Penemuan kasus baru
penderita kusta di Kabupaten Pemalang tahun 2014 sebanyak 148 kasus. Dari
jumlah tersebut penderita yang ditemukan sudah dalam kondisi cacat
5
sebanyak 23 penderita. Karena masih tingginya angka penderita kusta di
kabupaten pemalang, maka dari itu terutama di wilayah puskesmas paduraksa
melakukan penjaringan penderita kusta. Hal ini untuk mencegah lebih luasnya
penularan kusta. Pada penjaringan kusta kali ini sasarannya yaitu siswa siswi
sekolah dasar di 3 desa antara lain; desa saradan, desa paduraksa dan desa
pegongsoran yang merupakan cakupan wilayah puskesmas paduraksa.
Penjaringan dilakukan pada semua siswa siswi sekolah dasar mulai dari kelas
1 s/d kelas 6. Berdasarkan pengamatan dari puskesmas paduraksa dalam 5
tahun terakhir ketiga desa tersebut banyak laporan ditemukan penderita kusta.
Maka dari itu untuk mencegah meluasnya penularan kusta kami melakukan
pemeriksaan kusta pada siswa siswi sekolah dasar di ke 3 desa tersebut.

2. Tujuan
a. Untuk menjaring dan mendata penderita kusta pada siswa siswi
sekolah dasar di 3 desa wilayah Puskesmas Paduraksa.
b. Untuk menindaklanjuti temuan yaitu penderita kusta pada siswa siswi
sekolah dasar di 3 desa wilayah Puskesmas Paduraksa.
c. Untuk memberikan penatalaksanaan kusta dan edukasi kepada
penderita kusta yang ditemukan pada siswa siswi sekolah dasar di 3
desa wilayah Puskesmas Paduraksa
d. Untuk mengurangi penularan kusta pada siswa siswi sekolah dasar di 3
desa wilayah Puskesmas Paduraksa

3. Manfaat
a. Puskesmas paduraksa mendapat data penderita kusta pada siswa siswi
sekolah dasar di 3 desa.
b. Mengurangi angka kejadian kusta pada siswa siswi sekolah dasar di 3
desa wilayah Puskesmas Paduraksa
c. Mencegah sejak dini penularan kusta yang lebih luas
d. Mengurangi angka kecacatan yang disebabkan oleh penyakit kusta

Daftar Pustaka

1. WHO. Guide to eliminate leprosy as a public health problem. 1st ed.


Switzerland: WHO; 2000.
2. Kemenkes, RI. 2012. Pedoman Nasional Program Pengendalian Penyakit
Kusta. Direktorat Jendral Pemberntasan Penyakit Menular dan Penyehatan
Lingkungan. Jakarta : Kemenkes RI.
3. Kemenkes RI. Kusta. Jakarta; 2015.
4. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Profil kesehatan Provinsi Jawa
Tengah Tahun 2014. Semarang; 2014.
5. Dinkes Pemalang. 2014. Profil Kesehatan Kabupaten Pemalang 2014.
Pemalang : Dinkes Pemalang