Anda di halaman 1dari 12

TSUNAMI

TANDA- TANDA TERJADINYA BENCANA TSUNAMI

1. Terjadinya gempa atau getaran yang berpusat dari bawah laut


Terjadinya tsunami diawali oleh adanya gempa bumi atau semacam getaran yang asalnya dari
bawah atau dari dalam lautan. Gempa yang terjadi ini tentu seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya, yakni berpusat atau memiliki kedalam kurang dari 30 kilometer dan getarannya
melebihi 6,5 scala richter.

2. Air laut tiba- tiba surut


Setelah adanya gempa atau getaran, selanjutnya adalah surutnya air laut (baca: ekosistem air laut)
secara tiba- tiba. surutnya air laut secara tiba- tiba ini merupakan tanda- tanda yang paling jelas
ketika akan terjadi tsunami. Semakin jauh surut air laut (baca: pasang surut air laut), maka
kekuatan tsunami yang akan terjadi akan semakin besar. Dengan demikian ketika surut air ini
terjadi maka langkah yang paling tepat adalah segera melakukan evakuasi supaya tidak banyak
korban yang jatuh. Surutnya air laut ini sebenarnya karena disebabkan oleh permukaan laut turun
secara mendadak sehingga terdapat kekosongan ruang dan menyebabkan air laut pantai tertarik.
Dan ketika gelombang tsunami telah tercipta yang baru, maka air akan kembali ke pantai dengan
wujud gelombang yang sangat besar.

3. Tanda- tanda alam yang tidak biasa


Sebelum terjadinya tsunami, juga terdapat beberapa tanda alam yang tidak biasa. Tanda- tanda
alam yang tidak biasa ini seperti gerakan angin (baca: jenis angin) yang tidak biasa, perilaku hewan
yang aneh. Beberapa perilaku hewan yang aneh ini contohnya adalah aktifnya kelelawar di siang
hari, kemudian banyak burung- burung terbang bergerombol (padahal biasanya tidak pernah
terlihat), dan juga beberapa perilaku binatang darat. Contoh di Thailand, sebelum terjadinya
tsunami, gajah- gajat Thailang saling berlarian menuju ke bukit untuk menyelamatkan diri.

4. Terdengar suara gemuruh


Tanda akan etrjadinya tsunami yang selanjutnya adalah terdengarnya suara gemuruh. Ada
pengalaman oleh masyarakat yang mengalami bencana tsunami tahun 2004 di Aceh, dimana
beberapa saat sebelum tsunami terjadi mereka mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari
dalam laut, yakni seperti suara kereta pengangkut barang. Beberapa diantaranya juga mendengar
suara ledakan dari dalam lautan. Hal ini cukup menjadi suatu pertanda yang kuat akan terjadinya
bencana tsunami.

DAMPAK BENCANA TSUNAMI


1. Terjadi kerusakan dimana- mana
Dampak terjadinya tsunami yang pertama adalah terjadinya kerusakan dimana- mana. Kerusakan
yang dimaksud adalah kerusakan fisik baik bangunan dan non bangunan. Gelombang besar yang
timbul karena tsunami ini dapat menyapu area daratan, baik daerah pantai (baca: manfaat pantai)
maupun daerah- daerah di sekitarnya. Kerusakan yang terjadi ini adalah di daerah yang terkena
sapuan ombak. Gelombang ombak yang berkekuatan tinggi ini dalam sekejap bisa meluluh
lantakkan bangunan, menyapu pasir atau tanah, merusak perkebunan dan persawahan masyarakat,
merusak tambak dan ladang perikanan, dan lain sebagainya. Kerusakan yang terjadi ini akan
menimbulkan banyak kerugian, terutama kerugian berupa material.

2. Lahan pertanian dan perikanan rusak


Gelombang tsunami yang dasyat juga dapat menyebabkan lahan pertanian dan perikanan rusak.
Gelombang tsunami dengan kekuatan yang besar mampu menyapu bersih apa saja yang ada di
daratan. Jangankan tanaman yang ada di sawah, bahkan bangunan pun banyak sekali yang roboh.
Selain itu ikan- ikan yang ditanam di kolam perikanan juga akan tersapu oleh air dari gelombang
tsunami tersebut.
3. Menghambat kegiatan perekonomian
Kita sepakat bahwa semua bencana alam dapat mengacaukan kegiatan perekonomian di suatu
wilayah. Hal ini juga termasuk bencana tsunami. Kerusakan dan kehilangan yang terjadi akibat
gelombang tsunami akan melumpuhkan kegiatan perekonomian sampai beberapa waktu. Tidak
hanya itu saja, namun kerugian yang disebabkan oleh tsunami mungkin akan menggantikan
kegiatan produksi dan perdagangan dalam waktu tertentu.

4. Kerugian material
Semua bencana alam dapat menimbulkan kerugian yang bersifat materiil, termasuk juga
gelombang tsunami. Kerugian material diantaranya karena robohnya bangunan, rusak lahan
pertanian dan perikanan, dan kehilangan harta bendanya.

5. Kerugian spiritual
Selain kerugian yang bersifat material atau yang dapat diukur dengan uang, bencana tsunami juga
dapat menimbulkan kerugian spiritual. Yang dimaksud dengan kerugian spiritual adalah kerugian
yang tidak berupa harta benda, namun lebih ke jiwa. Bagaimana seorang anak kecil akan tabah
setelah mengalami bencana alam yang besar, apalagi apabila ia kehilangan anggota keluarganya,
maka hal itu akan menimbulkan trauma di jiwa anak kecil. Akibatnya anak tersebut harus
menjalani beberapa terapi agar terbebas dari traumanya itu. Bahkan hal seperti ini hanya dialami
oleh anak kecil saja, namun juga orang dewasa dan bahkan lanjut usia.

6. Menimbulkan bibit penyakit


Dampak selanjutnya dari bencana alam tsunami adalah timbulnya bibit penyakit. Ketika
gelombang laut yang tinggi meluluh lantakkan daratan, maka yang akan kitemukan adalah benda-
benda kotor, tanah yang berlumpur dan sebagainya. Lingkungan yang tidak bersih akan
meimbulkan bayak sekali bibit penyakit. Apalagi jika ditambah dengan jasad- jasad makhluk hidup
yang meninggal, maka lingkungan akan semakin tidak sehat. Disamping itu, apabila tinggal di
pengungsian maka yang akan terjadi adalah timbulnya bibit penyakit karena kurangnya saranan
dan pra sarana.

CIRI CIRI AKAN TERJADI TSUNAMI


1. Kondisi air
Biasanya orang yeng letak daerahnya berada di sekitar pantai, memang di lebih di waspadai dari
pada yang ada di daratan. Pasalnya tsunami lebih mungkin bisa terjadi di daerah yang sekitarnya
lautan. sebelum terjadi tsunami, keadaan air akan berbeda. Biasanya lebih surut secara tiba tiba.

2. Terdengar suara gemuruh


Bukan hanya soal keadaan air dan luat, ada pula di tandai dengan bentuk lain. Salah satunya
adalah terdengar suara gemuruh yang besar dari kejauhan. Suara ini terdengar besar dan keras.

3. Keberadaan hewan hewan lain

Selain itu juga bisa di deteksi dengan hewan lain. Salah satunya adalah keberadaan burung
burung. Sebelum terjadi gejala tsunami, ada beberapa hal yang aneh. Misalnya keberadaan
burung yang tiba tiba berpindah pindah dari keadaan pulau kecil. Biasanya mereka akan pergi
menuju ke tengah lautan.

4. Terdapat gempa pengiring


Tsunami tidak bisa tiba tiba datang begitu saja. Pasti sudah ada gempa yang mengawali terlebih
dahulu. Salah satunya adalah gempa tektonik dan gempa vulkanik. Maka jika di daerah anda tiba
tiba ada gempa, anda perlu sedikit waspada. Gempa yang baru saja terjadi adalah gempa yang
memiliki kekuatan tinggi atau tidak. Jika masih memasuki kekuatan rendah, maka anda bisa
tersenyum lega. Tapi jika sudah masuk dalam kategori tinggi, maka ada resiko adanya gempa
susulan bahkan sampai mencapai tsunami.
5. Adanya gelombang yang tidak biasanya
Gelombang yang ada merupakan salah satu tanda tanda adanya tsunami akan datang. Apalagi
gelombang yang muncul merupakan gelombang yang di nilai aneh dan tidak biasanya. Bisa saja
gelombang yang memicu terjadinya tsunami merupakan bagian dari renteten gelombang yang ada.
Atau bisa juga gelombang yang muncul di mulai dari gelombang yang kecil, kemudian gelombang
yang besar. Baru setelah itu muncul tsunami yang sisanya akan mengakibatkan erosi tanah.

6. Ada suara gemuruh yang menggelegar


Bukan hanya itu, terjadinya tsunami juga bisa timbul karena adanya suara gemuruh yang
menggelegar. Hal ini di sebabkan karena air yang ada menghantam lautan. Jika anda mendengar
ini maka ada baiknya anda khawatir akan timbul tsunami. Kemungkinan suara ini muncul karena
lempengan yang patah tadi menabrak air lautan. Sehingga menghasilkan suara yang keras.

7. Keadaan awan langit


Tanda tanda alam lainnya sebelum terjadi tsunami akan berubah. Salah satunya adalah keadaan
awan yang berbentuk lebih gelap dan mendung. Bahkan tak jarang di jumpai tornado atau angin
serupa yang lainnya. Hal ini semua bisa terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis dari
dasar lapisan atmosfer bumi. Ini menyebabkan daya listrik di awan tertelan oleh gelombang
gelombang lainnya.

8. Lampu tetap bisa menyala, meskipun tidak ada aliran listrik


Apakah ini menguntungkan? Anda tidak perlu membayar listrik, namun lampu rumah tetap
menyala? Iya secara ekonomi. Tapi tidak secara fisika. Hal ini menjadi tanda bahwa di
lingkungan anda ada gelombang elektromagnetis yang bergerak bebas di udara. ini menjadi
tanda akan ada bencana yang hebat segera terjadi. Salah satunya adalah gempa dan tsunami.

PENANGGULANGAN TSUNAMI.:

1. apabila terdengar gemuruh dahsyat yang berasal dari laut segeralah berlari menuju tempat
yang lebih tinggi dan beri tahu warga sekitar guna mencari tempat yang aman.
2. apabila sudah tidak sempat berlari ke tempat yang lebih tinggi seperti bukit, gunung dan
sebagainya carilah rumah bertingkat yang tinggi agar tidak terseret ombak tsunami.
3. apabila dari keduanya sudah tidak memungkinkan naiklah ke atas pohon yang cukup tinggi
dan kokoh seperti pohon kelapa dan lainnya.
4. jangan turun dari tempat tinggi sebelum ada pengumuman bahwa situasi telah aman dari
badan seperti BMKG dan lainnya.
5. Tolonglah korban lain yang luka- luka terlebih dahulu ke tempat yang lebih aman
6. Apabila ada anggota keluarga yang hilang maka carilah di posko-posko penanggulangan
bencana.
GEMPA BUMI
CIRI-CIRI GEMPA BUMI

1.Lihat ke langit

kalau di langit ada awan yang berbentuk seperti angin tornado/seperti pohon/seperti batang,
bentuknya berdiri, itu adalah awan gempa yang biasanya muncul sebelum gempa terjadi.
Awan yang berbentuk aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan
hebat dari dasar bumi, sehingga gelombang elektromagnetis tersebut menghisap daya listrik di
awan, oleh karena itu bentuk awannya jadi seperti tersedot ke bawah. Gelombang elektromagnetis
berkekuatan besar itu sendiri terjadi akibat adanya patahan atau pergeseran lempeng bumi. Tapi
kemunculan awan gempa seperti itu di langit tidak selalu berarti akan ada gempa. Bisa saja
memang bentuknya seperti itu.

2.Coba diuji medan elektromagnetis di dalam rumah

Cek siaran TV, apakah ada suara brebet-brebet ataukah tidak


Jika terdapat mesin fax, cek apakah lampunya blinking biarpun lagi tidak transmit data
Coba minta orang lain mengirim fax ke kita, cek apakah teksnya yang diterima berantakan
atau tidak
Coba matikan aliran listrik. Cek apakah lampu neon tetap menyala redup/remang-remang
biarpun tak ada arus listrik Kalo tiba-tiba TV brebet-brebet, lampu fax blinking, padahal
sedang tidak transmitting, teks yang kita terima berantakan dan neon tetap menyala biarpun
tidak ada arus listrik, itu berarti memang sedang ada gelombang elektromagnetis luar biasa
yang sedang terjadi tapi kasat mata dan tidak dapat dirasakan oleh manusia.

3.Perhatikan hewan-hewan
Cek apakah hewan-hewan seperti menghilang, lari atau bertingkah laku aneh/gelisah. Insting
hewan biasanya tajam dan hewan bisa merasakan gelombang elektromagnetis.

4.Air tanah
Lihat juga apakah air tanah tiba-tiba menjadi surut tidak seperti biasanya.

TANDA-TANDA GEMPA BUMI


Gempa bumi merupakan gejala alam yang sampai sekarang masih sulit untuk diperkirakan
kedatangannya. Sehingga dapat dikatakan bahwa gejala alam ini sifatnya seolah-olah mendadak
dan tidak teratur. Namun para ilmuwan terus menerus mengembangkan teknik prediksi terjadinya
gempa. Cara yang ditempuh ilmuwan tentu menggunakan metode ilmiah. Berikut adalah dasar
prediksi ilmiah yang digunakan saat ini.

Pengetahuan tentang zona seismic dan daerah beresiko yang dipelajari lewat studi
dampak historis dan lempeng tektonik.
Memonitor aktifitas seismikdengan menggunakan seismogram dan instrument lain
Menggunakan observasi ilmiah
Memonitor tingkat seismik global.

Selain melalui metode ilmiah, gempa bumi juga seringkali diprediksi dengan menggunakan cara-
cara tradisional. Masyarakat menyebutnya sebagai tanda-tanda terjadi gempa. Ada tiga tanda yang
umumnya dijadikan patokan masyarakat, yaitu

Terdapat goyangan- goyangan halus terhadap bangunan-bangunan


Binatang dan burung-burung menunjukan gejala yang tidak normal misalnya gelisah
Air sumur keruh dan berbau tidak enak.
Gempa bumi memang menjadi perhatian banyak orang. Dalam hal prediksi pun demikian. Ada di
antaranya pendapat mengenai tanda-tanda gempa bumi yang masih kontroversial. Pendapat
tersebut dikemukakan oleh seorang pensiunan ahli kimia di Kalifornia, Zhonghao Shou.
Menurutnya gempa bumi dapat juga diketahui tanda-tandanya melalui fenomena awan. Ada jenis
awan tertentu yang merupakan pertanda akan terjadinya gempa. Shou berpendapat bahwa tekanan
dan gesekan dari tanah dapat menguapkan air jauh sebelum gempa bumi terjadi, dan awan yang
terbentuk akibat mekanisme ini memiliki bentuk yang amat berbeda dengan awan-awan pada
umumnya. Shou mengungkapkan, dari 36 awan yang diteliti, 29 terbukti menjadi awal pertanda
gempa. Prediksinya yang paling terkenal adalah ketika dia mengamati awan mengarah ke Barat
Laut. Pendapat ini masih bersifat kontroversial. Namun sebagian ilmuwan sangat menyarankan
untuk meneliti lebih lanjut studi yang dilakukan oleh Zhonghao Shou.

DAMPAK YANG DITIMBULKAN OLEH GEMPA


Gelombang tsunami
Salah satu akibat dari gempa bumi adalah munculnya gelombang tsunami jika sumber gempa di
bawah laut. Gelombang tsunami tersebut muncul jika di pusat gempa terjadi patahan lempeng
bumi turun sehingga air laut surut sementara. Akan tetapi tidak lama kemudian gelombang sangat
tinggi dan berkecepatan luar biasa menerjang pantai dan masuk jauh ke daratan. Selanjutnya
gelombang ini merusak apa saja yang dilaluinya. Sebelum tsunami muncul, biasanya muncul
tanda-tanda seperti terjadi gerakan tanah, getaran kuat, muncul cairan hitam atau putih dari arah
laut, biasanya juga terdengar bunyi keras, tercium bau garam menyengat dan air laut terasa dingin.

Kerusakan bangunan
Gempa merupakan suatu pergerakan permukaan bumi disebabkan oleh pergerakan lempeng
tektonik yang terdapat di bawah permukaan bumi. Dengan bergoyangnya permukaan bumi, maka
bangunan-bangunan seperti gedung sekolah, pusat pertokoan, perkantoran, maupun rumah-rumah
penduduk dapat hancur atau paling tidak retak.

Mengubah topografi atau bentuk muka bumi


Dari hasil penelitian Walhi (Wahana Lingkungan Hidup) Yogyakarta diketahui bahwa terjadi
perubahan topografi tanah di sekitar Yogyakarta akibat gempa bumi tanggal 27 Mei 2006 yang
lalu. Gempa bumi tersebut memicu longsoran tanah dan mengakibatkan perubahan struktur tanah
di daerah-daerah berlereng curam akibat guncangan gempa. Struktur tanah seperti ini berbutir
kasar dan dalam kondisi kering akan merapat. Akibat pengaruh gempa, tegangan pori udara dalam
lapisan tanah pasir meningkat, dan tegangan efektif tanah menurun hingga mencapai nilai
terendah. Dengan demikian tanah kehilangan kekuatan sehingga mengakibatkan runtuhnya lapisan
di atas pembentuk lereng dan memicu terjadi tanah longsor.

Menyebabkan keretakan permukaan bumi


Selain tsunami dan hancurnya infrastruktur, gempa bumi juga mengakibatkan keretakan
permukaan tanah. Keretakan ini disebabkan permukaan tanah ikut bergerak ketika lempeng
tektonik di bawahnya saling berbenturan.

Menyebabkan perubahan tata air tanah


Pada dasarnya sebelum terjadi gempa tata air tanah bersifat terbuka, tidak bertekanan, berlapis-
lapis sesuai dengan struktur batuan dan tanah sehingga ada mata air kecil, relatif besar, dan sudah
terbentuk kantong-kantong air di bawah tanah. Kantong-kantong air tersebut secara rutin terisi
oleh saluran primer, sekunder, dan tersier berdasarkan struktur dan kestabilan tanah yang telah
terbentuk sebelumnya. Ketika terjadi gempa bumi lapisan dalam kantong-kantong air ini patah
sehingga terjadi kebocoran, lapisan tanah terkoyak, dan bergeser. Oleh karena itu wajar jika setelah
gempa tiba-tiba ada mata air yang mati, sumur kering, atau muncul mata air baru di tempat lain.
Hilangnya mata air atau munculnya mata air baru di tempat lain akibat patahan dan pergeseran
kantong-kantong air ini menunjukkan adanya perubahan tata air setelah guncangan gempa.
UPAYA PENANGGULANGAN SEBELUM TERJADI GEMPA:
o Mengetahui pintu-pintu keluar masuk untuk keadaan darurat.
o Barang/benda yang berbobot berat disimpan di tempat yang kokoh dan stabil terhadap
guncangan.
o Pipa saluran gas dan pipa saluran air dipastikan tidak bocor dan tertutup baik saat tidak
digunakan untuk mencegah bencana pengiring gempa seperti kebakaran dan gangguan
sanitasi.
o Kabel-kabel listrik ditata rapi untuk menghindari hubungan singkat akibat guncangan dan
dipastikan sekering berfungsi dengan baik.

Upaya penanggulangan saat terjadi gempa:


o Jika berada di dalam bangunan: usahakan tetap tenang dan tidak panic, gunakan pintu dan
tangga darurat untuk keluar dan jangan menggunakan lift atau elevator, jangan berlindung
di bawah jembatan, jalan laying, ataupun benda-benda yang menggantung tapi
berlindunglah di bawah meja yang kokoh, dan jangan dulu masuk bangunan sebelum
dipastikan tidak terjadi gempa susulan selang beberapa lama.
o Jika berada di luar bangunan: carilah tanah lapang, jangan berlindung di bawah pohon atau
di tempat dekat tiang/gardu listrik, dan jika getaran gempa kuat, ambillah posisi duduk
daripada berdiri.
o Jika sedang mengemudikan kendaraan; hentikan perjalanan dan segera menepi, jangan
memberhentikan kendaraan di atas jembatan, jalan laying, atau persimpangan jalan, dan
jangan segera melanjutkan perjalanan sebelum dipastikan tidak terjadi gempa susulan
selang beberapa lama.

Upaya penanggulangan setelah terjadi gempa:


o Periksa diri Anda dan orang di sekeliling Anda apakah baik-baik saja atau mengalami luka-
lukaa.
Jika terdapat korban yang mengalami luka-luka, gunakan kotak P3K sebagai pertolongan
pertama dan segera bawa ke Puskesmas/rumah sakit terdekat.
o Nyalakan radio atau televise untuk mengetahui informasi dari instansi pemerintah.
Jika getaran gempa cukup kuat, dirikanlah untuk sementara tenda-tenda darurat di halaman
atau tanah lapang untuk menghindari gempa susulan.
o Periksa keadaan rumah dan sekeliling rumah Anda, jika terdapat puing-puing segera
dibersihkan..
GUNUNG MELETUS
DAMPAK YANG DITIMBULKAN OLEH GUNUNG MELETUS

Dampak Negatif:
o Bahaya langsung, terjadi pada saat letusan (lava, awan panas, jatuhan piroklastik/bom,
lahar letusan dan gas beracun).
o Bahaya tidak langsung, terjadi setelah letusan (lahar hujan, kelaparan akibat rusaknya
lahan pertanian/perkebunan/ perikanan), kepanikan, pencemaran udara/air oleh gas racun:
gigi kuning/ keropos,endemi gondok, kecebolan dsb.
Dampak Positif :
o Bahan galian: seperti batu dan pasir bahan bangunan, peralatan rumah tangga,patung, dan
lain lain.
o Mineral : belerang, gipsum,zeolit dan juga mas (epitermal gold).
o Energi panas bumi: listrik, pemanas ruangan, agribisnis
o Mata air panas : pengobatan/terapi kesehatan.
o Daerah wisata: keindahan alam
o Lahan yang subur: pertanian dan perkebunan
o Sumberdaya air: air minum, pertanian/peternakan, dll.

TANDA- TANDA GUNUNG AKAN MELETUS


1. Suhu di sekitar gunung tersebut meningkat
Tanda atau ciri dari gunung api akan meletus yang pertama adalah meningkatnya suhu udara yang
ada di sekitar gunung berapi tersebut. Peningkatan suhu ini terutama dirasakan oleh masyarakat
yang berada di sekitar lereng gunung tersebut ataupun kaki gunung. Naiknya suhu disekitar
gunung berapi disebabkan oleh aktivitas magma yang semakin banyak atau semakin meningkat
sehingga akan berkumpul di dekat permukaan bumi. Dengan demikian, suhu panas yang dimiliki
oleh magma tersebut akan merambat hingga mempengaruhi lapisan tanah yang ada atau yang
menyusun badan gunung tersebut. Untuk penjelasan yang lebih sederhana mengenai naiknya suhu
disekitar gunung ini adalah karena magma naik mendekati permukaan bumi, sehingga jaraknya
lebih dekat dengan permukaan bumi dan suhunya terasa semakin panas.
2. Mata air di seitar gunung mengering
Tanda atau ciri gunung akan meletus selanjutnya adalah mata air ada di sekitar gunung tersebut
telah mengering. Mengenai mata air yang mengering ini, pada dasarnya alasannya adalah sama,
yakni semkain meningkatnya suhu di sekitaran gunung berapi. Apabila magma yang ada di perut
bumi mengalami kenaikan hingga mendekati permukaan bumi, maka suhu yang kita rasakan pun
semakin panas. Akibatnya sumber air atau mata air yang berada di sekitar gunung tersebut akan
kepanasan pula. Seperti sifat air yang kepanasan, mata air tersebut akan menguap menjadi gas- gas
dan terbang ke atas. Akibatnya jumlah air manjadi semakin sedikit karena banyak yang telah
menguap, lalu mata air tersebut akan mengering. Alasan mengapa air yang ada di dalam tanah ini
menguap karena ketika magma naik ke atas, pada lapisan tanah tertentu akan terasa sangat panas,
hingga dapat mengeringkan sumber air yang ada di dalam tanah tersebut.

3. Tumbuhan yang berada di sekitar gunung layu

Tanda atau ciri- ciri gunung berapi akan mengalami erupsi atau meletus yang selanjutnya adalah
tumbuhan yang berada di sekitar gunung tersbeut menjadi layu. Masih sama seperti alasan
sebelumnya, bahwa sumber dari kekeringan dan kelayuan tanaman adalah suhu panas yang datang
dari magma yang naik ke atas. Suhu panas yang ada di dalam panas dapat membuat tanaman-
tanaman menjadi layu, terlebih panasnya ini meningkat secara signifikan. Efeknya akan lebih
parah daripada layu akibat musim kemarau. Karena ketika magma terkumpul tepat di balik
gunung, ada salah satu lokasi dimana magma dapat bergerak ke atas dekat dengan lapisan tanah.
Hal inilah yang menyebabka tumbuhan layu, bahkan mati seketika.

4. Hewan- hewan liar yang tinggal di gunung lari ke bawah atau turun gunung
Tanda lainnya yang juga mencolok dan dapat dilihat oleh manusia yang berada di kaki gunung
adalah, banyak binatang liar yang tinggal di lereng gunung berbondong- bondong turun ke bawah.
Hal ini sudah dapat dipastikan karena binatang- binatang tersebut merasa tidak nyaman berada di
atas akibat suhu yang bertambah panas, bahkan sangat panas. Binatang- binatang tersebut turun
gunung untuk menjauhi panas yang menyengat dan menuju ke kaki gunung, bahkan ke pemukiman
warga. Binatang- binatang yang turun ini merupakan bianatang liar yang habitatnya berada di
gunung tersebut, sehingga diantara dari mereka mungkin terlihat asing. Ketika hal ini sudah terjadi,
maka manusia harus waspada, bukan hanya terhadap turunnya binatang liar, namun juga terhadap
status dari gunung berapi tersebut.

5. Sering terdengar suara gemuruh gunung adalah


Tanda selanjutnya adalah sering terdengarnya suara gemuruh. Suara gemuruh ini berasal dari
dalam gunung. Suara gemurung ini terjadi karena peningkatan aktivitas dari magma yang berada
di perut bumi. Biasanya, suara gemuruh ini terjadi pada waktu malam hari. maka dari itulah rata-
rata pada gunung berapi yang akan mengalami erupsi, mereka mengeluarkan suara gemuruh yang
semakin lama semakin sering. Bahkan frekuensi keluarnya suara gemuruh tersebut bisa puluhan
kali terjadi dalam satu malam. Suara gemuruh ini semacam menandakan adanya tanda- tanda
gunung tersebut seolah- olah akan longsor.

6. Sering terjadinya gempa vulkanik


Tanda gunung akan meletus yang selanjutnya adalah sering terjadinya gempa vulkanik Gempa
vulkanik merupakan gempa yang berasal dari aktivitas gunung berapi. Aktivitas gunung berapi
ketika akan meletus yang paling banyak adalah berupa aktivitas magma di dalam perut bumi.
Magma yang semakin aktif di dalam perut bumi selain menimbulkan suara yang gemuruh juga
akan menimbulkan getaran- getaran. Getaran- getaran inilah yang pada akhirnya sampai hingga ke
permukaan bumi dan kita menyebutnya sebagai gempa. Gempa yang ditimbulkan karena aktivitas
gunung berapi ini memanglah tidak terlalu besar. Gempa vulkanik umumnya lebih kecil daripada
gempa tektonik. Gempa vulkanik ini akan sering kita rasakan, terlebih oleh masyarakat yang ada
di sekitar gunung tersebut. Semakin mendekati gunung akan meletus maka intensitas terjadinya
gempa akan semakin tinggi. gempa vulkanik akan sering terjadi, baik yang berkekuatan sangat
rendah maupun yang besar. Semua aktivitas kegempaan vulkanik akan dicatat oleh alat pengukur
gempa bumi, yakni seismograf yang dimiliki oleh Badan Meteorologi dan Geofisika di sekitar
wilayah gunung tersebut. Gempa vulkanik ini akan semakin kita rasakan terlebih pada malam hari,
karena mungkin aktivitas kita juga lebih tenang. Pada satu malam saja kita bisa merasakan hingga
puluhan kali gempa yang terjadi.

7. Keluarnya awan panas


Selain suara gemuruh dan gempa vulkanik, tanda dari gunung akan meletus selanjutnya adalah
terdapat awan panas. Awan panas merupakan asap yang dikeluarkan oleh gunung berapi sebagai
tanda bahwa gunung tersebut mempunyai aktivitas magma yang tinggo dan siap untuk erupsi.
Awan panas dari gunung berapi ini berupa kepulan asap berwarna terkadang putih dan terkadang
coklat yang mana keluarnya bisa dalam jumlah sangat besar, ataupun jumlah yang biasa. Awan
panas ini mempunyai sifat yang sangat panas. Awan panas berasal dari dalam perut gunung atau
berut bumi yang bersumber dari magma yang mempunyai suhu yang sangat panas. Awan panas
mempunyai sifat seperti asap, yakni mudah terbawa angin sehingga awan panas pun bisa berpindah
tempat hingga membumbung tinggi ke angkasa atau terbang ke wilayah lain. Kecepatan
perpindahan awan panas ini juga sangat tinggi lho, maka dari itulah kita harus waspada. Awan
panas ini sifatnya merusak, terlebih jika melewati tumbuhan, binatang atau bahkan manusia.
Apabila jumlah kepulan besar awan panas ini menerjang hutan, maka pohon- pohon yang ada di
hutan tersebut bisa mati. Apabila awan panas menerjang kandang ternak, maka terna- ternak yang
ada di kandang juga bisa mati. Tidak lain apabila awan panas menerjang pemukiman manusia,
pastilah juga terdapat banyak korban jiwa. Selain bersifat panas, awan panas juga mengandung
gas- gas yang sifatnya tidak baik bagi pernafasan. Awan panas oleh masyarakat yang berada di
sekitar gunung Merapi (Yogyakarta) dijuluki sebagai Wedhus Gembel yang berarti biri- biri.
Dijuluki demikian karena awan panas ini mempunyai bentuk yang menggulung- gulung layaknya
bulu kambing biri- biri.
8. Terjadinya hujan abu
Tanda yang paling ekstrim dari tanda- tanda atau ciri- ciri gunung api akan meletus adalah
terjadinya hujan abu. Apabila kita biasanya hujan air, maka lain halnya ketika gunung berapi
disekitar kita akan meletus. Hujan yang turun biasanya adalah abu. Hujan abu menandakan bahwa
bahwa gunung sudah mengalami erupsi atau akan mengalami erupsi lebih besar lagi. Hujan abu
ini layaknya awan panas, jadi bisa terbawa oleh angin. Abu yang turun berasal dari dalam perut
bumi. Oleh karena massa nya yang ringan, maka abu ini terbawa kemanapun angin berhembus.
Jadi tidak harus area yang dekat dengan gunung saja yang harus terkena hujan abu ini. misalnya
ketika gunung Merapi di Yogyakarta yang tengah mengalami erupsi dan menyemburkan abu
vulkanik. Pada saat itu angin yang bertiup lebih banyak menuju ke arah barat. Maka hujan abu
yang terjadi adalah di wilayah yang berada di barat gunung Merapi. Pada waktu itu, hujan abu
bahkan sampai mengguyur Kota Bandung. Sementara di daerah yang berada di timur gunung
Merapi (bahkan yang dekat sekalipun, seperti Kabupaten Klaten) tidak terkena hujan abu dari
gunung Merapi.

UPAYA PENAGGULANGAN
Lakukan rencana evakuasi
Apabila anda tinggal di daerah rawan bencana gunung api, harus ingat route mana yang aman
untuk dilalui. Bentuk komunitas bahaya bencana gunungapi Apabila anggota keluarga tidak
berkumpul ketika terjadi letusan (misalnya yang dewasa sedang bekerja dan anak-anak sedang
sekolah) usahakan untuk berkumpul dalam keluarga jangan terpisah. Mintalah keluarga yang
tinggal berjauhan untuk saling mengontak sebagai hubungan keluarga sebab sehabis terjadi
bencana biasanya lebih mudah untuk kontak jarak jauh.Tiap anggota keluarga usahakan untuk
mengetahui nama, alamat dan nomor telepon anggota keluarga yang lain.
Buatlah persediaan perlengkapan darurat seperti :
Batere/ senter dan extra batu batere
Obat-obatan untuk pertolongan pertama
Makanan dan air minum untuk keadaan darurat.
Pembuka kaleng
Masker debu
Sepatu
Pakailah kacamata dan gunakan masker apabila terjadi hujan abu. Hubungi pihak-pihak
yang berwenang mengenai penanggulangan bencana. Walaupun tampaknya lebih aman
untuk tinggal di dalam rumah sampai gunungapi berhenti meletus, tapi apabila anda
tinggal di daerah rawan bahaya gunungapi akan sangat berbahaya. Patuhi instruksi yang
berwenang dan lakukan secepatnya.

Upaya penanggulangan saat terjadi Letusan:


Ikuti perintah pengungsian yang diperintahkan oleh yang berwenang.
Hindari melewati searah dengan arah angin dan sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung
yang sedang meletus.
Apabila terjebak di dalam ruangan/ rumah :
Tutup seluruh jendela, pintu-pintu masuk dan lubang /keran
Letakkan seluruh mesin ke dalam garasi atau tempat yang tertutup.
Bawa binatang atau hewan peliharaan lainnya ke dalam ruang yang terlindung
o Apabila berada di ruang terbuka:
Cari ruang perlindungan .
Apabila terjadi hujan batu, lindungi kepala dengan posisi melingkar seperti
bola. Apabila terjebak dekat suatu aliran, hati-hati terhadap adanya aliran lahar.Cari tempat
yang lebih tinggi terutama
Lindungi diri anda dari hujan
Kenakan pakaian kemeja lengan panjang dan celana
Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda
Gunakan masker debu atau gunakan kain/ sapu tangan untuk melindungi pernapasan
anda
Matikan mesin mobil atau kendaraan lainnya kalau mendengar adanya aliran lahar
Hindari daerah bahaya yang telah ditetapkan oleh pemerintah/ lembaga yang berwenang/lihat peta
daerah bahaya gunung api Akibat letusan gunungapi bisa dirasakan berkilo meter jauhnya dari
gunung api yang sedang meletus. Aliran lahar dan banjir bandang, kebakaran hutan bahkan aliran
awan panas yang mematikan dapat mengenai anda yang bahkan tidak melihat ketikagunung api
meletus. Hindari lembah-lembah sungai dan daerah yang rendah. Mencobamendekati gunung api
yang sedang meletus merupakan ide yang dapat membawa maut. Apabila anda melihat permukaan
aliran air sungai naik cepat-cepat cari daerah yang lebih tinggi. Apabila aliran lahar melewati
jembatan jauhi jembatan tersebut. Aliran lahar memiliki daya kekuatan yang besar , membentuk
aliran yang mengandung lumpur dan bahan gunung api lainnya yang dapat bergerak dengan
kecepatan 30-60 kilometer perjam. Awan panas yang mengandung debu gunungapi dapat
membakar tumbuhan yang dilaluinya dengan amat cepat. Dengarkan berita dari radio atau televisi
mengenai situasi terakhir bahaya letusan gunung api.

Upaya penanggulangan setelah Letusan:


Apabila mungkin, hindari daerah-daerah zona hujan abu. Apabila berada di luar ruangan:

Tutup mulut dan hidung anda. Debu gunungapi dapat mengiritasi system pernapasan anda.
Gunakan kacamata untuk melindungi mata anda.
Lindungi kulit anda dari iritasi akibat debu gunungapi.
Bersihkan atap dari hujan debu gunungapi
Hujan debu yang menutupi atap sangat berat dan dapat mengakibatkan runtuhnya

atap bangunan. Hati-hati ketika bekerja di atap bangunan rumah. Hindari mengendarai kendaraan
di daerah hujan abu yang lebat. Mengendarai kendaraan mengakibatkan debu tersedot dan dapat
merusak mesin kendaraan tersebut. Apabila anda punya penyakit pernapasan, hindari sedapat
mungkin kontak dengan debu gunung api.Tinggallah di dalam rumah sampai keadaan dinyatakan
aman di luar rumah. Ingat untuk membantu tetangga yang mungkin membutuhkan pertolongan
seperti orang tua, orang yang cacat fisik, anak-anak yang tidak memiliki orang tua dan sebagainya.
ANGIN TOPAN

Ciri-ciri Terjadinya Angin Topan

1. Tekanan udara yang sangat berbeda sehingga tekanan udara itu membuat sebuah pusaran
dalam sistem cuaca. Angin topan lebih sering terjadi di samudera karena tekanan udara
yang jauh berbeda dibanding dengan daratan. Angin topan lebih sering muncul saat musim
kemarau di siang hari, dimana saat tersebut suhu sengan mencapai puncaknya sedangkan
suhu di dalam samudera tidak dapat mengimbanginya, karena itu maka di samudera sering
terjadi angin topan bahkan sudah biasa terjadi.
2. Angin topan lebih sering terjadi saat tengah hari saat suhu udara sangat panas, lapisan
atmosfer bumi juga akan menerima suhu panas lebih besar akan tetapi tekanan udaranya
rendah. Maka akan terjadi perpindahan tekanan udara dari tempat yang mempunyai suhu
rendah menuju tempat yang mempunyai suhu tinggi sehingga terjadi pusaran angin yang
disebut angin topan.
3. Angin topan terjadi pada daerah samudera yang dekat dengan katulistiwa seperti di
samudera pasifik dan laut atlantik. Pada saat tengah hari suhu akan mencapai lebih dari
batas normal yakni 27 derajad akan naik dan membuat suhu pada permukaan laut menjadi
lebih tinggi dibanding dengan suhu dalam iar, ini akan menyebabkan penguapan yang
sangat besar dan cepat, saat proses penguapan akan terjadi proses pembekuan sehingga
akan menyebabkan pusaran angin.
4. Angin topan biasanya terjadi dnegan tiba-tiba akan tettapi sebelum itu sudah terjadi proses
pembentukan pusaran angin yang berlangsung salama beberapa jam. Jadi kita dapat
menghindari angin tersebut dengan memperkirakan tanda-tanda yang telah diberi oleh
alam, belum lagi sekarang sudah alat untuk mendeteksi angin topan yang canggih.
5. Angin topan yang terjadi di lautan sudah biasa terjadi dan kebanyakan tidak menyebabkan
korban jiwa, akan tetapi angin topan yang

Tanda-Tanda Akan Terjadi Angin Topan

1. Suhu udara di suatu wilayah akan meningkat sangat drastis dan disertai dnegan kilat atau petir
yang cukup kuat.
2. Hewan-hewan atau burung akan berkumpul dan menjauhi pantai dengan bersama-sama, jika
tanda ini sudah terjadi maka sebaiknya anda menjauhi pantai.
3. Angin yang sangat cepat ari biasanya dan angin tiu terasa kering dan panas, jika terkena badan
maka terasa tidak nyaman
4. Munculnya awan-awan, seperti awan Cb atau awan putih yang bergerombol sangat tebal
dilangit. Lamanya pembentukan pusaran angin mungin akan mencpai beberapa jam lamanya
dan biasanya disertai dengan nagin kencang sehingga pohon-pohon dan ranting akan
bergiyang sagat kencang.

Dampak Terjadinya Angin Topan

1. Bidang Perhubungan
Angin ini sangat memperngaruhi transportasi disemua jenih karena suhu dan udara yang tidak
stabil akan mengganggu semua aktivitas transportasi. Pesawat akan tidak stabil karena suhu dan
udara yang buruk, Transportasi darat akan terganggu karena biasanya akan disertai dengan hujan
yang sangat lebat, dan pada transportasi laut sudah sangat jelas bahayanya karena kapal yang
terkena bisa saja akan tenggelam.

2. Bidang Telekomunikasi
Saat topan terjadi akan mempengaruhi atmosfer terrutama pada ionosfer, akan terjadi perpindahan
gelombang elektronik dari berbagai alat komunikasi. televisi dan radio. Sebaiknya saat terjadi
angin kencang kita tidak menyalakan alat elektronik untuk mencegah hal-hal yang tidak kita
inginkan.
3, Bidang Periwisata
Dengan kecepatan angin yang begitu cepat dan suhu yang tidak teratur maka akan membuat
wisataan dalam keadaan bahaya dan tidak dapat menikmati pemandangan alam yang seharusnya
indah.

4. Bidang Pertanian

Angin topan akan merusah semua area pertanian dan akan mengganggu proses penyerbukan pada
tanaman.

5. Bidang Pembangunan
Daerah yang terkena angin topan maka bangunan yang ada akan terangkat, bergesar dari pndasinya
atau bahkan roboh karena terkena nagin topan, dampak yang paling kecil ialah atap bangunan yang
terangkat. Angin topan yang merobihkan pohon-pohon akan membuat pohon tersebut menimpah
apa saja yang ada didekatnya, bisa saja menimpah bangunan atau tiang sehingga menyebabkan
kerusakan pada bidang pembangunan.

Cara Mengatasi Angin Topan


1. Perkirakan wilayah saat akan membangun karena ada wilayah-wilayah tertentu yang rawan
terjadi angin topan, dan buatlah pondasi bangunan yang sangat kokoh, dalam dan kuat.
2. Diperlukan SOP untuk bangunan yang akan dibangun di wilayah yang rawan bencana
nagin topan.
3. Jika bangunan yang akan dibangun ialah utnuk keperluan umum maka sebaiknya tidak
dibangun di daerah yang rawan, sehingga bangunan tersebut bisa digunakan sebagai tempat
pengungsian jika terjadi bencana.
4. Lakukan latihan mitigasi bencana.