Anda di halaman 1dari 2

DIREKTUR RUMAH SAKIT PETUKANGAN

TENTANG
PENDELEGASIAN WEWENANG APOTEKER KEPADA PERAWAT
DI RUMAH SAKIT PETUKANGAN

NOMOR : 233.10/SK/RSP/X/17

Menimbang : a. Bahwa demi keberlangsungan pelayanan klinis apoteker perlu


mendelegasikan wewenang apabila meninggalkan tugas dengan
tetap melakukan pengawasan.
b. Bahwa pemberian dan pencampuran obat untuk mengobati
seorang pasien membutuhkan pengetahuan dan pengalaman
yang spesifik.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud
dalam butir a, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009


tentang Rumah Sakit.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 51 Tahun 2009
Tentang Pekerjaan Kefarmasian.
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 58
Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di
Rumah Sakit.
5. Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan di Rumah Sakit.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia tahun 2008.
6. Peraturan Direktur RS Petukangan Nomor 012.01/SK-
RSP/IX15 Tentang Kebijakan Pelayanan Farmasi Rumah
Sakit Petukangan
MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN
SAN KEPALADIREKTUR
UPTD PUSKESMAS
RS PETUKANGAN
SEMEMI TENTANG
TENTANG
JENIS PELAY
PENDELEGASIAN WEWENANG APOTEKER KEPADA
PERAWAT
KESATU : Apoteker mendelegasikan wewenang kepada perawat yang telah
terlatih untuk melakukan penyiapan obat injeksi dan pemberian
obat untuk pasien rawat inap dan rawat jalan di RS Petukangan
KEDUA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila
dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, maka
akan diadakan pembetulan sebagaimana mestinya.
.

Ditetapkan di Jakarta
Pada tanggal 1 September 2016
Direktur RS Petukangan

dr. Ardiansyah