Anda di halaman 1dari 6

PERIODONSIA

PENGARUH DM = PERIODONTITIS (hubungan bolak balik)

- Bakteri perio menyebabkan gula darah susah turun. DM menyebabkan luka lambat dan gula
darah yang tinggi menyebabkan bakteri perio berkembang dengan baik.
- Pemeriksaan GD Normal
< 200 mg/dl -> GDS (Gula darah sewaktu 2 jam setelah makan)
< 126 mg/dl -> GDP (Gula darah puasa)
4-6% -> HbA1C (prediksi GD 3 bulan ke depan)

KURETASE

1. Siapkan alat dan bahan


- Alat standart : 2 kaca mulut, 1 sondet, pinset, ekskavator
- Pocket probe
- Scaler
- kuret gracey : 1-4 anterior
5-6 anterior, posterior
7-8, 9-10 facial lingual molar
11-12 mesial molar
13-14 distal molar
- 1 ampul pehacain, spuit, tensi, spuit irigasi
- H2O2 3%, PI 10%/CHX0,2%, akuabides/salin 0,9%, PI irigasi 1%
- Cotton roll, cotton pellet, kassa
- Masker, glooves, tissu, polibib, gelas kumur
2. Senyum salam sapa perkenalkan diri dan jelaskan tindakan ke pasien
3. Dudukkan pasien di DU, tensi pasien, dan minta informed consent
4. Posisikan pasien dengan posisi supinasi
5. Operator berada di belakang kanan pasien
6. Cek OHIS, cek pocket kuret dapat dilakukan jika OHIS <0,5 (OHIS tergolong baik)
7. Asepsis mukobukal fold dengan PI 10% masukan larutan anastesi, hilangkan bubble , anastesi
teknik infiltasi nerve ....., aspirasi, depositkan 1,5 cc perlahan, diamkan 1-2 menit kemudian cek
anastesi sudah jalan
8. Isolasi daerah kerja
9. Lakukan Root Planning bagian kuret yang tajam menghadap permukaan gigi dengan tekanan
lateral (blade menghadap akar membentuk sudut <80) digerakkan secara apikooklusal untuk
membuang sementum nekrotik, hingga didapatkan permukaan akar yang halus
10. Lakukan kuretase bagian yang tajam menghadap ke gingiva/ dinding lateral poket 45o dengan
tekanan lateral digerakkan apikooklusal. Fiksasi jari di gingiva pada sisi yang lain. Kuret jaringan
granulasi sampai keluar darah segar.
11. Irigasi H2O2 3%, akuabides, PI 1%
12. Adaptasikan permukaan gingiva ke gigi (massage)
13. Kontrol 7 hari
14. Medikamen : antibiotik (amox 500), asmef 500mg, minosep 0,12%.
15. Instruksi pasien : jaga ohis, minum obat sesuai anjuran dokter, jangan makan minum panas
pedas, jangan merokok sehari, jangan dipake makan seharian, dan tetap disikat secara halus.
16. Tidak melakukan poketing 1 bulan
ANUG

Kunjungan 1

1. Siapkan alat dan bahan


- Alat standart : 2 kaca mulut, 1 sonde ekskavator pinset
- Anastesi topikal, pehacaine, spuit infiltrasi, spuit irigasi
- Kasa, cutton roll, cutton pellet
- Air hangat
- Masker, glooves, polibib, tisu, gelas kumur
2. Senyum salam sapa pasien perkenalkan diri, Jelaskan tindakan ke pasien
3. Dudukkan pasien di DU, tensi pasien, dan minta informed consent.
4. Posisikan pasien dengan posisi supinasi
5. Keringkan daerah ANUG, aplikasikan anastesi topikal tunggu 2-3 menit
6. Lakukan debridemen, bersihkan pseudomembran, jaringan nekrotik, debris dan plak dengan
cotton pelet lembab yang dibasahi dengan air hangat hingga bersih dan debridemen dilakukan
per area kecil.
7. Setelah debridement dapat di lanjutkan dengan scalling supragingiva
8. Resepkan medikamen antibiotik kombinasi dan analgetik, minosep 0,12%
- Antibiotik
R/ Amoxicillin tab 500 mg no. XL
S 4 dd 1
- Analgesik
R/ Asam mefenamat tab 500 mg no. XV
S 3 dd 1 p.c.p.r.n
- R/ H202 3% fl No.1
S 2 jam sekali, encerkan perbandingan 1:1 dengan air hangat
- Kumur minosep 0,12% sehari 2kali
R/ CHX 0,12% 120 ml Fl No 1
S Coll oris 2 dd 1

9. Instruksi pasien : jangan merokok, minum alkohol, makanan pedas dan panas berbumbu, jaga
OHIS, minum obat sesuai anjuran dokter, istirahat, hindari kegiatan di luar, kontrol 2 hari

Kunjungan 2

1. Sama seperti kunjungn 1, jika sudah membaik SRP


2. Kontrol 5 hari

Kunjungan 3

1. Kontrol OHIS
2. H2O2 dihentikan
3. Chx dihabiskan

GINGIVAL ENLARGEMENT

Obat yang menyebabkan :

1. Antihipertensi : Mevedipine, Calcium channel bocker


2. Antikonvulsan : penintoin, dilantin
3. Imunosuppresan : siklossporin

Tatalaksana

1. KIE
2. SRP untuk menghilangkan faktor lokal (plak dan kalkulus) jika tensi normal, jika hipertensi konsul
internis. Medikamen : minosep 0,2%
3. Kontrol 1 minggu, evaluasi gingival enlargement. Jika tidak membaik, curiga ada pengaruh obat,
konsul internis untuk substitusi obat
4. Kontrol jika tidak membaik -> gingivektomi

Obat menyebabkan Lichenoid drug reaction (anamnesa konsumsi obat rutin seperti antidiabetikum)

Amalgam menyebabkan Licheniod contact reaction (di sekitarnya ada tambalan amalgam)

GINGIVEKTOMI

Gingivektomi blade no 12

1. Siapkan alat dan bahan


- Alat standart : 2 kc mulut, 1 sonde, ekskavator, pinset
- Poket probe, pocket marker, bur bulat diamond fine, scaler, orban knifee, kirkland knife,
- Tensi
- Kassa, cutton roll, cotton pellet
- PI 10%, Akuabides/salin0,9%, PI 1% untuk irigasi
- Spuit irigasi
- Anastesi 1 ampul pehacain, spuit 3 ml 27G
- Periodontal pack, spatle, mixing slab
- Masker, glooves, tisu, gelas kumur, polibib
2. Senyum salam sapa pasien perkenalkan diri, jelaskan kepada pasien, tanda tangan informed
consent, lakukan tensi.
3. Dudukkan pasien di DU, posisikan pasien, posisi supinasi
4. Posisi operator di belakang kanan pasien.
5. Cek OHIS, poketing
6. Asepsis anastesi infiltasi
7. Isolasi daerah kerja cutton roll
8. Tandai gingiva yang akan digingivektomi dengan poket marker di bagian mesial, tengah distal
tandai 1-3 mm ke apikal dari tanda tersebut. Insisi bevel eksternal dilakukan pada tanda tersebut
dengan sudut 45 derajat, terhadap sumbu gigi ke arah koronal.
9. Insisi interdental dengan orban dan marginal dengan kirckland knifee, haluskan dengan bur intan
bulat sambil di irigasi dengan PI 1%
10. Irigasi akuades/salin bilas PI10%, lakukan SRP, irigasi, keringkan, isolasi.
11. Aduk periodontal pack (non eugenol surginal dressing), base : katalis 1 :1 aduk konsistensi
dempul, bulatkan dan pipihkan adaptasikan ke labial jangan sampai oklusal, adaptasikan ke area
interdental untuk retensi.
12. Keringkan daerah operasi dengan cotton pellet aplikasikan periodontal pack tunggu hingga
setting
13. Resepkan medikasi(analgetik antibiotik), minosep
14. Instruksi pasien : jangan makan minum panas pedas, dan jangan merokok 1 hari, jaga OHIS dan
minum obat sesuai anjuran dokter. Kontrol 1 minggu untuk melepas periodontal pack.
ABSES PERIO (fase emergensi)

- Asepsis, anastesi infiltrasi


- Insisi abses dengan fistula
- Tanpa fistula retraksi poket dengan menggunakan poket probe, area abses dimassage sampai
keluar darah segar, lakukan scaling dan root planning. Di irigasi dengan H2O2, saline, dan
povidone iodine.
- Resepkan medikasi : kombinasi antibiotik, analgetik, minosep
- Kontrol 7 hari evaluasi OHIS, Pocketing -> flap / kuret

PEMERIKSAAN INDEKS PLAK, PBI, POCKETING, KEGOYANGAN, RESESI

Indeks Plak : Loe and Silness

0 : Tidak ada plak

1 : terlihat di probe

2: terlihat mata

3: banyak

Elemen udah pada tau yaaa

Indeks kalkulus

0 : tidak ada

1 : kalkulus supragingiva

2 : kalkulus subgingiva

3 : kalkulus supra & subgingiva

Elemen : idem atas

PBI

0: tidak perdarahan

1: titik

2: garis

3: segitiga

4: menyebar

Elemen: idem atas

Teknik : menggunakan probe dimasukkan sulkus gingiva digoreskan dengan tekanan ringan di sisi
bukal/labial dan lingual/palatal. Untuk PBI tunggu selama 30 detik.

POCKETING
Pocketing dilakukan pada 6 titik mesiobukal, mid bukal, distobukal, mesiolingual, mid lingual,
distolingual

Pegang pocket probe dengan teknik pen grip, masukkan poket probe sejajar dengan sumbu gigi
dengan tekanan ringan hingga dasar poket, gerakan walking stroke dengan mengangkat probe 2 mm
masih menyentuh gigi, lalu masukkan lagi ke poket pada 6 titik. Lakukan pada seluruh gigi.

KEGOYANGAN

- Menggunakan ujung handle kaca mulut dan jari telunjuk


- Menggunakan pinset

Derajat 1 : fisiologis, terasa namun tidak terlihat mata

Derajat 2 : terasa dan terlihat mata

Derajat 3 : goyang bukal lingual, dapat digerakkan oleh lidah pasien

Derajat 4 : goyang bukal lingual, dan vertikal (segala arah)

RESESI, POKET, LOSS ATTACHMENT

- Resesi diukur dari CEJ margin gingiva


- Poket diukur dari margin gingiva dasar poket
- LA diukur dari resesi + poket (CEJ dasar poket)

SOP SPLINTING

ALAT DAN BAHAN

- alat standar

- Kawat 0,2 mm

- needle holder

- tang potong

- amalgam plugger

- resin komposit

LANGKAH

- ambil kawat untuk kawat utama , dilipat menjadi 2 bagian salah satu ujung di cantolkan dengan
sonde halfmoon, ujung bebas di jepit dengan needle holder, pilin searah jarum jam sampai rapat.

- kelilingkan kawat utama sekeliling gigi yang akan displinting diatas singulum dibawah titik kontak

- pilin kawat utama pada bagian distal gigi terakhir jangan terlalu kencang

- ambil kawat interdental sepanjang 10 cm di buat tapal kuda masukkan dari lingual satu ujung di
bawah kawat utama satu ujung diatas kawat utama, pilin hingga rapat, cek kegoyangan gigi harus
sudah terfiksasi

- lakukan kawat interdental sampai gigi terakhir


- potong kawat 4 mm kemudian bengkokkan dan adaptasikan ke insisial menggunakan amlgam
plugger

- berikan resin pada setiap ujung kawat interdental

- instruksi jaga OHIS, sikat interdental dan obat kumur, diet lunak

- instruksi kontrol 1 minggu kemudian ; 1 bulan dan 3 bulan

Nb : Jika ss 0,2 mm kawat harus dipilin; sedangkan jika ss 0,4 mm kawat tidak perlu di pilin