Anda di halaman 1dari 9
SORTASI DAN GRADING TEMBAKAU VIRGINIA Samsuri Tirtosastro’? PENDAHULUAN Mutu tembakau vieginia dipengarubi oleh faktor genctik (leredig), lingkungan, teknik budi daya, posisi daun, dan_pengolahan basil, Mutu tembakau dapat ditinjau dari aspek fisik, kimia, dan sensori. Aspek fisik antara lain warna, ukuran kerosok, besarnya ibu tulang dawn dan tulang daun, ketebalan dawa, elastisitas, bodi, butiran (grain), daya bakar, daya mekar (fill- ingpower), dan warns. Aspek kimia antara lain kedar nikotin, nitrogen, pati, lemak, miayak, jumlab asam menguap (tora! volatie acid = TVA) dan juntah basa menguap (‘oral volatile basa ‘TVB), scdangkan aspek sensori adalah rasa dan aroma asap tembakau setelah dibakar. Di dalam daun tembakau Cerdapat ratusan Komponen kimia yang menunjukkan indikasi berpengaruh terhadap mutu tembakau, walaupun para pencliti umumnya masib berbeda pen- Capat mengenai peran masing-masing Komponen kina tersebut (Mendell ef al, 1984). Nau- paknya mutu tembakay selaia ditcutukan ofeh lengkapnya Komponen kimia yang tersedia juga ditentukan oleb kombinasi sta persentase Komponen kitnia yang terdapat di dalamaya, Warna merupakan karakter fisik yang paling mudab diukur dan dapat memberi gambaran Komponen kimia, rasa scrta aroma tembakau, Kerosok berwarna kuning trang menunjakkan Kandungan gula yang tinggi dan Komponen pendukung cita rasa dan aroma yang optimal, sedangkin warns cokelat menunjukkan Kandungan gula rendah dan aroma yang kurang menyenangkan, weskipun kadar nikotin sada sesuai, Rasio gula nikotin pada Kerosok vir- ginia FC yang paling bait adalah lebih dari 10 (Terril, 1975) dan angka demikian terdapat pada tembakat virginia berwarna kuning limau (lemmon) atau kuning oranye (orange) yang cerah. Pada saat ini ada kecenderungan untuk mengaitkan mutu tembakau dengan kandungan tar dan nikotin asap tembukau yang akon digunakan sebagai bakan rokok. Hal ini sebubungan dengan makin banyaknya rokok yang dirancang dengan kadar tor dan nikotin rendah untuk mengurangi bahaya merokok. Penentuan tar menggunakin mesin perokok (smoking-machine) yang dilengkapi dengan alat penangkap (trapping) sehingga diperoleh endapan yang terdiri atas tor, nikotin, dan bagian air. Tar adalah endapan (condensate) dari asap rokok, setelah dibilangkan bagian nikotin dan airaya (Voges, 1984). Tar pada tembakau merupakan sisa pen- bakaran komponen-komponen seperti selulosa, gula, nitrogen total, lemak, minyak, garam atau asam organik yang lain, sedaugkan pada rokok yaug menggunakan saus dimasukkan juge sisa pembakaran saus (licorice atau liquorice) atau bahan Jain yang ditambahkan. Mutu tembakau yang memuat informasi kadar tar daw nikotin diharapkan dapat memenubi kepentingan in- dustri rokok yang akin memproduksi berbagai racikan atau campuran (blend) dengan kadar tar dan nikotin tertenty Definisi mutu tembakaw yong disusun oleh para abli terdahulu cukup sulit dimengerti Karena banyaknya fakjor yang berpengaruh sebagai tolok ukur penentuan wut. Tolok ukur ‘J Poelti Madya pada Dalai Peneliian Tenbalau daa Tananvan Sorat, Malang 100 ‘mutu yang paling utama untuk tembakau sebenarnya adalah pada rasa dan aroma asap dari rokok yang dihasilkan. Karena tidak semua orang dapat dengan mudah mendeteksi rasa dan aroma, maka rasa dan aroma diduga menggunakan unsur fisik antara lain wama dan clastisitas, serta unsur kimia seperti kandungan gula, nikotin, dan lain-1Stn, Karena sat Batang Fokok yang. tersusun daft campuran berbagat Jeni embiakau tersebut harus mempunyai rasa dan aroma konstan, maka tembakau untuk penyusun atau komponen dari rokok tersebut harus tetap ada, tidak peduli mutu rendah atau mutu baik yang diperlukan, Jika pada suatu saat tembakau mutu baik melimpah dan tembakau mutu Iebih rendah yang diperiukan oleh pabrik rokok tertentu jumiahaya menurun, maka tembakau-tembakau mutu rendah tersebut harganya akan ‘imeningkat. Sesuai definisi-definisi penilaian mutu tembakau yang telah tersusun sebelumaya, mutu dapat dilihat dari berbagai kepentingan yang senuanya masih dibatasi oleh aspek ekonomi dan perkiraan rasa dan aroma yang diharapkan. Tso (1972) memberi gambaran bahwa muttu tem- bakau mempunyai pengertian yang relatif, yang dapat berubah karena pengaruh orang, waktu, dan tempat. SORTASI DAN GRADING Sortasi adalah usaha memisah-misah daun tembakau yang telah diolah sesuai dengan mutuaya. Grading pada tembakau mempunyai pengertian sama dengan sortasi tetapi pemisahan mutu dengan mempertimbangkan pula posisi daun atau letak daun pada batang. Menurut Voges (1984), grading juga diartikan sebagai pemisahan mutu sampai sescragam ‘mungkin berdasar posisi daun pada batang dan unsur-unsur luar lainnya (extemal appreciation) yang dianggap penting dan berpengaruh terhadap mutu, Pemisahan seseragam mungkin berarti pemisahan sempai tingkat paling kecil, sehingga siap dipakai dalam proses produksi pada in- dustei rokok, Abdullah (1973) menegaskan bahwa grading adalah istilah yang dipcrgunakan pada perdagangan tembakau yang menunjukkan adanya pembagian daun dari bawah ke atas atau disebut pembagian berdasar posisi daun pada batang (stalk position atau regional clas- sification). Grading adalah sesuatu yang mantap, berbeda dengan mutu yang mempunyai pengertian relatif, muda berubah karena waktu dan tempat (Tso, 1972). Seeara umum pembagian posisi daun pada batang yang diikuti Wasifikasi mutu menurut BAT Indonesia (Arwata, dalam Ab- dultah, 1973) seperti pada Gambar 1. Sortasi dengan memasukkan unsur posisi daun pada ‘batang memungkinkan konsumen mendapatkan pembagian mutu sesuai dengan keinginannys, 101 Batang tembakaw Kissifikasi posisi daun Kiusifikasi mutu menurut BAT (1971) pada batang — Hs ‘Tips Pucuk — Ha Fies_|}-—___—__- —— Ih Tat catters }————|—— Hiya Le nga —b Lugs uy Sand ogs]| ———_~ Ls Bawah —lL Priming lugs “- ovs L_ = Light, bodi ringan H_ = Heavy, bodi berat OVS = Overschat Gambar 1, Pembagian daun berdasar posisi daun pada batang Sumber: Arwata dalam Abdullat (1973) GRADING TEMBAKAU KEROSOK VIRGINIA FC Grading dilakukan untuk memisahkan tembakau menjadi kelompok mutu yang seragam, Standar grade dibuat untuk menggambarkan sifat-sifat kerosok FC sccara visual. Setiap grade akan memberikan gambaran tentang kandungan kimia kerosok. Walaupun demikian perly diketabui bahwa tidak ada korelasi yang erat antara grade dengan kandungan kimia. Dengan diketabuinya grade dari kerosok, maka pengguna yaitu industri rokok akan lebib mudah memi- 1h mutu yang diinginkan untuk menghasilkan rokok dengan mutu tertentu. Sifat fisik dan kimia kerosok tembakau virginia FC dapat dipengarubi olch tanab, iklim, varietas, teknik budi daya, dan pengolahan. Di Amerika Serikat pembagian sifat yang didasarkan pada varietas, tanab, metode budi daya, panen, dan pengolaban dibedakan menjadi kkelas. Selanjutaya kelas dibagi menjadi tipe berdasarkan persamaan kualitas, warna, dan pan- Jang daun. Di Indonesia, tidak semua pabrik rokok atau pengusaha menggunakan sistem grad- ing tersebut di atas. Perbedaan terscbut dapat dilihat pada beberapa contoh grading tembakay virginia FC yang dianut olch PT BAT Indonesia (Tabel 1), PT Sadana Arif Nusa (Tabel 2), dan Standar Nasional Indonesia (Tabe! 3). 102 ‘abel 1. Deskripsi grade PT BAT Indonesta di Lombok No. Grade Deskripsi 1. PO Dain koseran berwarna jingea, hampir tua, berbodi kepak, tidak supel, cacat tidak lebih cari 30% 2 PL Daun koseran berwarna kuning, hampir tua, berbodi lebih kepak dari PO, tidak supel, tacat tidak eth dani30% pax ™ 3. LO Daun kaki berwarna jingge, tua, berbodi kepak sampai sedang, tidak supel sampai ‘agak supel, cacat tidak lebih dari 30% 4. LL Daun kaki berwarna kuning, kurang tus sampai tua, berbodi kepak, tidak supe! sampai agak supel, cacat tidak lebih dari 30% 5. HO Daun tengah bawah berwama jingga, tua, berbodi kepak sempai sedang, agak supe!, bea ee onda 3036 = arene re 6 HL Daum tengah bawah berwarna kuning, kurang twa sampai te, berbodi kepak, agak supel, ‘cacat tidak lebih dari 30% 7. RIO Daun tengah atas berwarna jingga, tua, berbodi egak meras, agak supel sampai supel, ‘cacat tidak lebih dari 20% 8 R20 Daun tengah atas berwama jingga, twa, berbodi agak meras, agak supel,cacat tidak lebin dari 30% 9. RIL Daun cengah atas berwarna kuning, tua, berbodi sedang sampai agak meras, agak supel ‘sampai supel, cacat tidak lebih dari 20% 10. R2L_ Daun tengah atas berwama kuning, kuning tua sampai tua, berbodi sedang sampai ‘agak meras, agak supe, cacat tidak lebin dari 30% 11, CF10 Deun porok berwarns jing, ta, berbodi aga meras, aga supe, carat és bin ari 12. CF20 Deun pusok berwarna jing, tua, berbodi agak meres, agak supe, coca teak bib ari 18, CFIL Daun pocuk berwarna kuning, ta, berbodi apa eras, agak sup, cat tidak eb fi 14, CF2L. Daun pucuk berwarna kuning, kuning tua sempai tua, berbodi agak meras, agak supe, ‘cacat tidak lebih dari 30% 15, -¥_—Daun tengah bawah, davn tengab atas, atau daun pucuk berwarna kuning atau jingga dan ‘mengandang warna kebijauan pada sekitar urat-urat daun, hampir tua, berbodi kepak ‘sampai agak meras, agek supel sampai supel, cacat tidak lebih dari 20% 16, 18 Daun tengah atas dan pucuk, tus, berwarna jingga cokelat tua, berbodi meras, tidak supel, cacat tidak lebih dari 30% 17. G —__Daun.daun dari semua grup berwarna kuning mengandung tidak lebih dari 20% hijau dang dapat menghlang, muds sempai hari ua, berbodl kepaksampel ugak meres, tidak supe, cacat tidak lebih dari 30% 18, NA Daun tengah sampai pucuk yang tidak memenuhi syarat-syarat minimum dati grade-grade ‘yang ada, tidak berwarna bijau, mati dan hitam, cacat tidak lebih dari 40% 19. NB Daun-daun tengah bawah ke bawah yang tidak memenuhi syarat-syarat minimum deri irade-grade yang ada, tidak berwarna hijaw, matidan hitam, eacat tidak lebih dari 40% 20. ZA Robekan daun tembakau kering berwarna kuning dan jingga dengan ukuran minimum 2,5 em, bebas dari material bukan tembakeu dan gagang Sumber: Badri (1993) 103 ‘Tubel 2. Standar grading PT Sadhana Arifausa di Lombok Kode Posisi daun Kategori muta ‘Warns Faktor spesial SPO “Tengah dan Aras, Bai/l Orange ‘Daun masak SPL “Tengah dan Atas Balk Lemon Dawn tua 10 “Tengah dan Atas Baik/1 Orange Daun masak noda=5% 1b “Tengab dan Atas Baik/1 ‘Lemon Daun tua oda =5% 20 Kaki, Tengah, dan Atas—Baik/2 Orange Daua masait noda= 10% aL ‘Kaki, Tengah, dan Atas —Baik/2 Lemon Daun wa ‘noda=10% 30 Kaki, Tengah, Atas, dan Sedang/3 Orange Daun masak Pucuk noda=20% 3L Kaki, Tengah, Atas, dan Sedangj3 Lemon Daun tua Pucuk noda=20% 40 Kaki, Tengah, Atas, dan Sedang/4 ‘Orange Daun masak Pucok noda=30% 4L Kaki, Tengah, Aras, dan Sedang/4 Lemon Daun twa Pucuk oda =30% ‘Sumber: PT Sadhana Arifnusa (konsuitasi) ‘Tabel 3. Standar Nasional Indonesia (SN1) tembakau virginia EC “Tansa grade Posisi Pessyarat No Jenis (‘andateci) daun ‘Kesaivan Kérapitan Godt Kesupelan Inica- Ukaran Toleron- Wana Saum Sins penjeng. atest Sere Stele ftaina om 1 Mow TALK TA+sbgn Masak Kompok Meray) Sangat Dalam 253) Kuning Mime B meses pel on TALK TA+sbgn Masak sedang- Sangat Dalem 25 2 Koning B Kemeko sora coer 2 Mutull TA2KF ‘TAdsbgn Mask Kompak Mera Sanat Dalam 25S King tonee B not a 3 ARK TAsogn Mask Komp Sedang: Sungat Dalam 25 S—_Kaning Tr meas: supel_ oo mons 3. MuwIl TASKF TA+tsbgn Mastk Terbuka Sedang Supel Cukup, 2575. Kuning apa) wa men om TASK TAtshm Twa Terbula 1 Coup 25S ani Tio mont . 1S Koning = 4. MutuIVKAKF TB4abgn Masak —Texbuka Sedang. Supel Lema 25 15-—‘Raning (ein DB = KsK K Toa Tesbuka Tipe Supe Lemsh 25 15—Kuning ehong 5. Mutu SK R4sbgn MaakA Texbuka Tips Kurang Leoah 25-20 Kaning (kurang) K ‘supel PSK PHshys Tha ‘Test Cokup Kain Prope apet Test Karey Calo e end orl 6 MouwVI TAGKH TA+sbp Kurang Terttup Mera) Kurang Lemah 25 30 Kunin (euraag, Toe tue Terbuke mncmtes- eopel = a ‘sokati) sogaP tebal kehi- aku Javan 7. Mow ‘TRI.KC TB+sbgn Masak © Terbuka_ Pucat- ry 40 vn TA Teretup ema supel Lema wet Gelek) ‘mentes campur Sadar KTKC Késhpe Tue Tovbuia Tigi Kang Post 2540 Kaning 5 Tenutep welang pe? lemeh fo coral & Mow ZA Ta Kom Sup Leman 50 Kini vi mek ewes mem ES i Geek =e sist) 2 Kurang Teka Tipe Kurang Culup 50 Kaning tua ‘supel”—pucat Masak = Tertutup Tebal mee % Mask Terbuka Tipie- Kurang. 2s mm eat tpt pus Sumber: Lembaga Tembakau (1996) Keterangan: TA =dauo tengabalas TB = dawn tengah bawah K = daun kaki P = daun pucuk Hasil kerosok tembakau virginia FC pada dasarnya dibagi menjadi sembilan kelas mutu, berdasarkan posisi daun dan warna kerosok serta beberapa syarat tertentu. Syarat tersebut an- tara lain: tingkat kemasakan daun, kekompakan daun, bodi, kesupelan atau elastisitas, ketajam- an atau intensitas warna, ukuran, dan nilai cacat. Dalam perdagangan tembakau virginia atau tembakau lain sebaiknya tembakau kering hasil pengolahan disajikan dalam bentuk hasil grading. Jika petani mengalami kesulitan untuk menyajikan sampai bentuk hasil grading secara lengkap, dapat disajikan dalam bentuk pemisahan berdasar posisi daun pada batang yang merupakan dasar utama dari grading. Selan- jutaya pemisahan yang lebih rinci yaitu sampai dengan warna dan elastisitas dapat dilakukan ‘oleh perusahaan atau konsumen, Gambar 2 menunjukkan skema pemisahan hasil daun tem- ‘bakau yang dapat ditindaklanjuti dengan grading, } daun-pucuik (Tips) }daun-tengah (Cutters) }}daun-kaki (Lugs) }}daun-koseran (Premings) Gambar 2, Pemisatan daun berdasar posisi daun pada batang. GRADING TEMBAKAU RAJANGAN VIRGINIA SC Daun tembakau virginia yang diolah menjadi tembakau rajangan sampai saat ini hanya yang ditanam di daerah Bojonegoro, sehingga di dalam Standar Nasional Indonesia ditegaskan sebagai tembakau rajangan virginia Bojonegoro yang disetujui Dewan Standarisasi Nasional (Tabel 4). Varietas yang banyak ditanam untuk bahan tembakau rajangan virginia adalah DB 101 dan Coker 298, Mutu tembakau rajangan virginia SC yang berasal dari varictas Coker 208 sedikit Iebih tahan terhadap pengarub hujan dibanding varictas lain. ‘Tabel 4. Standar muta tembakau rajangan vinginia Bojonegoro No. Tenis Seven Mowwt Mow ‘uct Mowiv | Wame ‘Kuning/keemasan/ Kuning Kuning bebijauan Koning kehijauan sinarcerah 2 Peganganiood Beratberdaging, Bernt berdaging Sedang Sedang supetante supelelamis 3 Aroma Senpatseyar —Sangatsegar — Sangatergar—_Agak clasts 4 Uturan ajangan Cakvp Cup cap Cawwp 5. Kebersinan Baik Caine Cainp Cakup 6& Posi dav “Tengah ‘Tengah ‘Teogah + teagah Kaki + tengah-+ uae tengahaias 7. Kemumian Mori Murai Mer Murai 8 Tinglatkokeringan Keringpasar —Keringpasar —Keringpasar_—_‘Kering pater 9. Ketuaan daun PetikantoaPetianta——Peianun——_Petican tua ‘Sumber: Dewan Standarisasi Nasional (1996) Prinsip grading pada tembakau rajangan virginia SC sama dengan pada tembakau kerosok virginia FC, Pemisahan daun sebelum dirajang berdasarkan posisi daun pada batang tetap merupakan langkah pertama yang harus dipenubi. Pada tembakau rajangan virginia, grading akan sulit dilakukan jika pada saat panen tidak sekaligus dilakuken pemisahan daun karena daun yang sudah dirajang tidak mungkin dipisab, Penilaian mutu tembakau rajangan virginia ‘SC didasarkan pada warna kuning yang rata dan terang, aroma serta elastisitas. Tembakau yang clasts jika dipegang memberi kesan halus dan lemas dan tidak mudah patah alau remuk. Setiap pabrik rokok kretek umumnya mempunyai klasifikasi mutu yang berbeda. Meski- pun demikian terdapat beberapa persamaan, terutama dalam hal warna, pegangan, dan aroma. ‘Mutu tembakau yang baik warnanya makin kuning, pegangannya lebih elastis serta terasa aroma khasaya, biasanya berasal dari daun tengab, pada saat panen dan penjemuran tidak kehujanan, Komponen kimia yang banyak berperan terhadap mutu tembakau rajangan virginia SC seperti halaya pada kerosok FC adalah kadar gula, nikotin, dan pati. Kadar gula tembakau rajangan lebih rendah dibanding kerosok FC karena pada pengolaban kerosok suhu dapat Gikendalikan sesuai kebutuhan. Elastisitas yang tinggi mencerminkan kandungan gule yang tinggi selain daun atau kerosok relatif lebih tipis. Gula merupakan senyawa higroskopis sebingga dapat mempertahankan kadar air yang tinggi untuk ikut menjaga etastisitas. 107 ‘Hasii penelitian kadar gula yang berasal dari daun tengah tembakau virginia yang diolah menjadi tembakau rajangan ditampilkan pada Tabel 5, Jika daun tembakau tersebut diolah menjadi kerosok FC nilai kadar gula dapat mencapai 20% atau lebih, sedangkan kadar nikotin tidak mengalami perubahan karena pengolahan menjadi kerosok FC atau rajangan SC. ‘Tabel 5. Kadar gula tembakau virginia rajangan dari dua hasil penelitian dl Tuban tabun 1985 dan di Bojonegoro tabua 1995 Sumber data Kadar gula ‘Kadar nikotin Keterangan ne se a Tirtosasteo et a, 1985 951-14,11 3,16-4,07 Percobaan Pengontrol tunas Rachman et al, 1995 13,93-15,84 184-249 Pereobaan Pemupukan Salah satu syarat agar dapat diperolch tembakau rajangan virginia SC bermuty baik adalah pengeringannya harus selesai dalam satu hari penjemuran, Daun tembakau yang telah dirajang jika terlambat kering dalam penjemuran akan berwarna cokelat dan kehilangan sifat clastisnya, DAFTAR PUSTAKA ‘Abdullah, A. 1973, Pemantapan grading tembakau virginia, Makalah disampaikan pada Workshop ‘Tem- bakau, Fenuari 1971 di Lawang, Jawa Timur. Badei, M. 1993. Analisa biaya produksi tanaman tembakau virginia MT 1993. PT BAT Indonesia Per- ‘wakilan Bagian Pertembakavan Lombok. ‘Dewan Standarisasi Nasional. 1996. Standar Nasional Indonesia, embakau rajangan virginia Bojonegoro, ‘SNIO1-4102-1996. Dewan Standarisasi Nasional-DSN,, Jakarta. Lembaga Tembakau. 1996. Konsep Standar Nasional Iodonesia, tembakau virginia FC. Lembaga Tem- ‘bakau, Jakarta, Mendell,S., E.C. Bourlas, and M.Z. de Bardeleben. 1984, Factors influencing tobacco leaf quality: An in- vestation of the literature. Beitrage zur Tabactorchung International 12 (3}: 153-167. ‘Brit 1975. Production factors affecting chemical properties of the flue-cured tobacco leaf, V. Influence ‘of harvesting variables. Tob. Int., April 28: 72-75. ‘To, TC. 1972. Physiology and biochemistry of tobacco plants, Hutchinson and Rose, Ine, Stroudsburg. ‘Voges, E. 1984. Tobaceo encyclopedia. Tbb. J. Int. Publ, Mainz, FRG,