Anda di halaman 1dari 24

BENTUK LAHAN ASAL FLUVIAL

Makalah
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Geomorfologi Umum
yang dibina oleh Drs. Sudarno Herlambang, M.Si.

Oleh:

Kelompok 4 (Off A):

Adinda Grafiola Putri (170721636541)


Aldita Nurul Burhan (170721636579)
Anditya Bagus Krisna Mukti (170721636515)
Batuta Fichry H (170721636621)
Cindy Choir Rani A F (170721636648)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN GEOGRAFI
TAHUN 2017
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Air merupakan salah satu dari sekian banyak faktor yang menyebabkan
perubahan bentuk lahan khususnya terbentuknya bentuk lahan fluvial. Selain
mempunyai manfaat yang penting bagi kehidupan air juga mempunyai peranan
penting bagi terbentuknya bentang lahan. Meskipun membutuhkan waktu yang lama
untuk mengubah bentang lahan, tetapi air bersifat konstan dalam mengubah bentang
lahan. Bentuk-bentuk bentang lahan dipermukaan bumi terjadi oleh erosi atau
pengendapan.

Air yang berasal dari aliran hujan begerak turun melalui lereng-lereng
gunung, jika lereng tersebut terdiri dari lapisan yang tipis maka berubah menjadi
alur-alur yang makin besar menjadi sunga. Ada pula contoh kasus yang ada di
Indonesia ini yang dipengaruhi oleh kegiatan dari air. Sehingga untuk lebih
memperjelas bagaimana semua proses itu terjadi perlu dibahas bagaimana semua
bentang lahan itu terjadi khususnya yang disebabkan oleh faktor air atau bentuk
lahan fluvial.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari bentuk lahan fluvial?
2. Apa saja faktor yang mempengaruhi bentuk lahan fluvial?
3. Apa saja bentuk lahan asal fluvial?
4. Bagaimana contoh kasus bentuk lahan fluvial dan solusinya?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari bentuk lahan fluvial.
2. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi bentuk lahan fluvial.
3. Untuk mengetahui bentuk lahan asal fluvial.
4. Untuk mengetahui contoh kasus bentuk lahan fluvial dan solusinya.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bentuk Lahan Fluvial


Bentuk lahan fluvial adalah semua proses yang terjadi di alam baik fisika,
maupun kimia yang mengakibatkan adanya perubahan bentuk permukaan bumi,
yang disebabkan oleh aksi air permukaan, baik yang merupakan air yang mengalir
secara terpadu (sungai), maupun air yang tidak terkonsentrasi ( sheet water). Proses
fluviatil akan menghasilkan suatu bentang alam yang khas sebagai akibat tingkah
laku air yang mengalir di permukaan. Bentang alam yang dibentuk dapat terjadi
karena proses erosi maupun karena proses sedimentasi yang dilakukan oleh air
permukaan.

2.2 Faktor yang Mempengaruhi Bentuk Lahan Fluvial


Bentuk lahan fluvial dipengaruhi oleh beberapa macam faktor diantaranya :
1. Erosi
Erosi adalah suatu proses geomorfologi, yaitu proses pelepasan dan
terangkutnya material bumi oleh tenaga geomorfologis. Erosi yang dilakukan
oleh air dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:
a. Quarrying, yaitu pendongkelan batuan yang dilaluinya.
b. Abrasi, yaitu penggerusan terhadap batuan yang dilewatinya.
c. Scouring, yaitu penggerusan dasar sungai akibat adanya ulakan sungai,
misalnya pada daerah cut off slope pada Meander.
d. Korosi, yaitu terjadinya reaksi terhadap batuan yang dilaluinya.
Erosi yang disebabkan oleh sungai
Sumber: 2.bp.blogspot.com

2. Transportasi
Proses transporasi adalah proses perpindahan / pengangkutan material oleh suatu
tubuh air yang dinamis yang diakibatkan oleh tenaga kinetis yang ada pada sungai
sebagai efek dari gaya gravitasi yang seperti pada gambar. Ada beberapa istilah yang
digunakan dalam membahas transportasi yaitu stream capacity, yaitu jumlah beban
maksimum yang mampu diangkat oleh aliran sungai dan stream competence, yang
merupakan ukuran maksimum beban yang mampu diangkut oleh aliran sungai.

Proses pengangkutan oleh sungai


Sumber: userscontent2.emaze.com
3. Sedimentasi
Proses sedimentasi yang terjadi ketika sungai tidak mampu lagi mengangkut
material yang dibawanya. Apabila tenaga angkut semakin berkurang, maka material
yang berukuran kasar akan diendapkan terlebih dahulu baru kemudian diendapkan
material yang lebih halus. Ukuran material yang diendapkan berbanding lurus
dengan besarnya energi pengangkut, sehingga semakin ke arah hillir ukuran butir
material yang diendapkan semakin halus.

Sedimentasi yang terjadi pada sungai


Sumber: http://img.bandungnewsphoto.com

2.3 Air Tanah


Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di
bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber daya air Selain air
sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting
terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk
kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri.
Lapisan yang dapat mudah dilalui oleh air (permiable) adalah seperti krikil
dan pisir. Lapisan yang sulit dilalui atau ditembus air (impermiable) adalah misal
tanah lempung. Lapisan permiable yang jenuh atau sudah tidak dapat menampung
lagi air tanah disebut akuifer. Akuifer dibedakan menjadi:
1. Akuifer tertekan/terkekang (confined aquifer) terdapat pada lapisan
permiable yang tertutup oleh lapisan impermiable.
2. Akuifer Bebas (Unconfined Aquifer) yaitu lapisan yang hanya sebagian terisi
oleh air dan berada di atas lapisan kedap air. Permukaan tanah pada akuifer
ini disebut dengan water table, yaitu permukaan air yang mempunyai tekanan
hidrostatik sama dengan atmosfer.

Akuifer bebas dan tertekan


Sumber: 2.bp.blogspot.com

2.4 Mata Air


Mata Air yaitu tempat keluarnya air tanah di permukaan batuan/tanah. Jenis
mata air dapat dibedakan menjadi lima (Verstappen, 1962) sebagai berikut:
1. Mata air lapisan terdapat pada lapisan batuan perangkap air diantara lapisan
impermiabel yang tersingkap.
2. Mata air celah, terdapat pada batuanjenuh air tersingkap karena ada celah/retakan.
3. Mata air bendung, terdapat pada lapisan tembus air yang terbendung oleh kisaran
tektonik atau peristiwa vulkanik.
4. Mata air sesar, berada pada lapisan tembus air menyesar sungkup terhadap batuan
impermiabel.
5. Mata air kompleks batuan jenuh air, terjadi karena membanjimya kompleks
batuan jenuh air.
2.5 Sungai
Sungai adalah sistem aliran yang terdapat di permukaan bumi.
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan aliran sungai:

a. Kemiringan lereng (gradient), makin besar semakin maka cepat alirannya.

b. Volume air, makin banyak semakin cepat alirannya.

c. Muatan, sungai yang membawa materi berat alirannya cenderung lambat.

b. Klasifikasi sungai
a) Sungai Permanen, yaitu sungai yang mengalir sepanjang tahun, karena
pasokan air konstan atau terletak di bawah ground water. Sumber pemasok air
dari curah hujan, curah salju, atau mata air.
b) Sungai Intermittent, mengalir secara periodik. Berdasarkan sumber air
dibedakan:
1). Spring Fed Intermittent river: alirannya berkaitan dengan permukaan
air tanah.
2). Surface Fed Intermittent river: pasokan air dari curah hujan atau
efisiensi yang mencair. Ada aliran apabila ada pasokan air, sebaliknya
tidak ada aliran apabila tidak ada pasokan air.
c) Sungai Epherical (Epheriral), mengalir karena respon dari air hujan.

c. Klasifikasi pola aliran sungai

a. Dendritik: Pola pengaliran ini berbentuk cabang-cabang seperti pohon, dengan


anak-anak sungai dan cabang-cabangnya mempunyai arah yang tidak beraturan,
pola ini mencermnkan kekerasan batuan yang sama atau jenis tanah yang
seragam.

Sumber: wisata tambang


b. Parallel: Pola aliran ini membentuk cabang-cabang sungai yang sejajar atau
paralel. Mencerminkan daerah dengan dengan kekerasan atuan hampir ama
dengan kemiringan lereng yang cukup besar dan seragam.

Sumber: Harapan untuk masa depan - blogger

c. Radial: Pola pengaliran ini memiliki pola memusat atau menyebar dengan satu
titik pusat yang dikontrol oleh kemiringan lereng, membentuk cabang-cabang
yang seolah-olah memencar dari satu titik pusat yang mencerminkan daerah
gunung api atau kubah.

Sumber: wisata tambang

d. Rectanguler: Pola pengaliran dimana anak-anak sungai membentuk sudut tegak


lurus dengan sungai utamanya dengan aliran yang memotong daerah secara tidak
kontinyu umumnya pada daerah patahan yang teratur dan mencerminkan daerah
kekar atau sesar yang saling tegak lurus .
Sumber: wisata tambang

e. Trellis: Pola pengaliran dimana aliran air berbentuk seperti cabang-cabang


sungai yang kecil, berukuran sama dengan aliran yang tegak lurus sepanjang
sungai-sungai utama. Pola ini mencerminkan daerah lipatan, patahan yang
pararel, blok punggungan pantai hasil pengangkatan laut atau daerah yang
banyak terdapat kekar.

Sumber: wisata tambang

f. Anular: Pola aliran sungai ini tegak lurus terhadap sengai utama yang melingkar.
Pola aliran ini dikontrol oleh sesar atau kekar pada bedrock. Pola ini
mencerminkan struktur kubah atau dome.
Sumber: Harapan untuk masa depan - blogger

g. Multi-Basinal: Pola aliran ini terbentuk pada daerah antar bukit batuan dasar
yang tererosi. Pola ini ditandai dengan cekungan-cekungan yang kering dan
terisi air yang terpisah-pisah dengan aliran yang terputus dan arah yang berbeda.
Pola ini mencerminkan daerah karst.

Sumber: Harapan untuk masa depan - blogger

2.6 Topografi Sebagai Hasil Deposisi Aliran/Penimbunan

1. Dataran aluvial

Dataran alluvial merupakan dataran yang terbentuk akibat proses-proses


geomorfologi yang lebih didominasi oleh tenaga eksogen antara lain iklim, curah
hujan, angin, jenis batuan, topografi, suhu, yang semuanya akan mempercepat proses
pelapukan dan erosi. Hasil erosi diendapkan oleh air ke tempat yang lebih rendah
atau mengikuti aliran sungai.

Dataran aluvial
Sumber: upload.wikimedia.org

Dataran alluvial menempati daerah pantai, daerah antar gunung, dan dataran
lembah sungai. daerah alluvial ini tertutup oleh bahan hasil rombakan dari daerah
sekitarnya, daerah hulu ataupun dari daerah yang lebih tinggi letaknya. Potensi air
tanah daerah ini ditentukan oleh jenis dan tekstur batuan.

2. Dataran banjir

Dataran banjir berupa dataran yang luas yang berada pada kiri kanan sungai
yang terbentuk oleh sedimen akibat limpasan banjir sungai tersebut. Umumnya
berupa pasir, lanau, dan lumpur. Pada gambar dijelaskan sketsa tempat lokasi
dataran banjir
Sketsa lokasi dataran banjir
Sumber: rovicky.com

3. Tanggul alam sungai (natural levee)

Tanggul yang terbentuk akibat banjir sungai di wilayah dataran rendah yang
berperan menahan air hasil limpasan banjir sehingga terbentuk genangan yang dapat
kembali lagi ke sungai. Seiring dengan proses yang berlangsung kontinyu akan
terbentuk akumulasi sedimen yang tebal sehingga akhirnya membentuk tanggul alam

Pembentukan tanggul alam


Sumber: e-edukasi.net
4. Rawa belakang (backswamps)

Backswamp atau Rawa belakang adalah bagian dari dataran banjir dimana
simpanan tanah liat menetap setelah banjir. Backswamps biasanya terletak di
belakang sungai alam sebuah tanggul. Kemudian kembali rawa-rawa yang terletak
agak jauh dari saluran sungai di dataran banjir tersebut. Ketika air tumpah ke dataran
banjir, material terberat tetes keluar pertama dan materi terbaik dilakukan jarak yang
lebih besar

Relief : Cekung datar


Batuan/struktur :Berlapis, tidak kompak
Proses :Sedimentasi
Karakteristik :Relief cekung - datar, selalu tergenang, proses sedimentassi.

5. Kipas aluvial

Bila suatu sungai dengan muatan sedimen yang besar mengalir dari bukit atau
pegunungan, dan masuk ke dataran rendah, maka akan terjadi perubahan gradien
kecepatan yang drastis, sehingga terjadi pengendapan material yang cepat, yang
dikenal sebagai kipas aluvial, berupa suatu onggokan material lepas, berbentuk
seperti kipas, biasanya terdapat pada suatu dataran di depan suatu gawir. Biasanya
pada daerah kipas aluvial terdapat air tanah yang melimpah. Hal ini dikarenakan
umumnya kipas aluvial terdiri dari perselingan pasir dan lempung sehingga
merupakan lapisan pembawa air yang baik.

Kipas Aluvial
Sumber: smartzone - blogger
6. Teras sungai

Teras sungai dapat dimanfaatkan untuk mengetahui proses-proses yang telah


terjadi di masa lalu. teras sungai merupakan satu morfologi yang sering dijumpai
pada sungai. Proses deposisi, proses migrasi saluran, proses erosi sungai meander
dan aliran overbank sangat berperan dalam pembentukan dan perkembangan dataran
banjir. Faktor yang mempengaruhi proses pembentukan dan perkembangan teras
sungai adalah perubahan base level of erosion dan perubahan iklim.

Teras sungai
Sumber: http://elisa.ugm.ac.id

7. Sungai teranyam (braided stream)

Terbentuk pada bagian hilir sungai yang memiliki slope hampir datar datar,
alurnya luas dan dangkal. terbentuk karena adanya erosi yang berlebihan pada bagian
hulu sungai sehingga terjadi pengendapan pada bagian alurnya dan membentuk
endapan gosong tengah. Karena adanya endapan gosong tengah yang banyak, maka
alirannya memberikan kesan teranyam. Keadaan ini disebut juga anastomosis (
Fairbridge, 1968).
Sungai teranyam
Sumber: WhiteList_14 blogger

8. Gosong sungai (point bar)

Relief : Datar berombak


Batuan/struktur : Berlapis, tidak kompak
Proses :Sedimentasi
Karakteristik : Terbentuk pada tubuh sungai bagian hilir, bagian hulu gosong
tumpul dan bagian hilir menyudut.

Gosong sungai
(geografiupi2010.blogspot.co.id)
9. Sungai meander dan entrenched meander

Bentukan pada dataran banjir sungai yang berbentuk kelokan karena pengikisan
tebing sungai, daerah alirannya disebut sebagai Meander Belt. Meander ini terbentuk
apabila pada suatu sungai yang berstadia dewasa/tua mempunyai dataran banjir yang
cukup luas, aliran sungai melintasinya dengan tidak teratur sebab adanya
pembelokan aliran Pembelokan ini terjadi karena ada batuan yang menghalangi
sehingga alirannya membelok dan terus melakukan penggerusan ke batuan yang
lebih lemah.

Sungai meander
Sumber: Dandelion - blogger

Entrenched meander
Sumber: Geocaching
10. Delta dan macamnya

Delta adalah bentang alam hasil sedimentasi sungai pada bagian hilir setelah
masuk pada daerah base level. Pada saat
aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut maka kecepatan aliranya
menjadi lambat. Akibatnya, terjadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan
diendapkan sedangkan tanah liat dan lumpur akan tetap terangkut oleh

aliran air. Setelah sekian lama , akan terbentuk lapisan lapisan sedimen.
Akhirnyn lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang
luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta.

Pembetukan delta memenuhi beberapa syarat. Pertama, sedimen yang dibawa


oleh sungai harus banyak ketika akan masuk laut atau danau.
Kedua, arus panjang di sepanjang pantai tidak terlalu kuat. Ketiga , pantai harus
dangkal. Contoh bentang alam ini adalah delta Sungai Musi, Kapuas, dan Kali
Brantas.

Delta
Sumber: Wikipedia
2.7 Danau
Danau adalah sebuah cekungan dimuka bumi dimana jumlah air yang masuk
lebih besar dari air yang keluar. Danau mendapatkan air dari curahan hujan, sungai,
dan air tanah. Ketiga sumber tersebut bersama-sama dapat mengisi dan memberikan
suplai air pada danau.
Berdasarkan proses terjadinya danau dibedakan menjadi dua yakni danau
alam dan danau buatan.
A. Danau Alam

a) Danau Tektonik merupakan danau yang terjadi karena gerakan tektonik yang
menimbulkan bentuk slenk/graben (lembah patahan) atau patahan yang diapit
oleh horst (puncak patahan) dan mendapat air dalam jumlah yang cukup (air
hujan, sungai, mata air). Contohnya: Danau Maninjau, Danau Tempe, Danau
Poso, dan Danau Tondano.

Danau Manijau
Sumber: Wikipedia

b) Danau Vulkanik merupakan adalah danau bekas letusan gunung berapi yang
menyebabkan cekungan. Apabila dasar cekungan tertutup material
vulkan,maka air hujan yang tertampung dipuncak gunung menjadi danau.
Contohnya: Danau Maar, Danau kaldera, Danau batur, dan Danau
Kalimutu.
Danau Vulkanik
Sumber: Wikipedia

c) Danau Vulkan-Tektonik merupakan danau yang terjadi karena gerakan


tektonik dan letusan gunung api. Contohnya: Danau Toba.

Danau Toba
Sumber: goodnewsfromindonesia.id

d) Danau Gletser merupakan danau yang daerah-daerah dahulunya dilalui


gletser menjadi kering dan diisi air. Danau-danau ini hanya terdapat di
Amerika Utara, perbatasan kanada dan Amerika Serikat. Contohnya: Danau
Superior dan Danau Michigan.
Danau Gletser
Sumber: night sky - blogger

e) Danau Dolina merupakan danau yang terdapat di daerah horst dan umumnya
berupa danau kecil yang bersifat temporer. Contohnya: danau disekitar
gunung kidul.

Danau Dolina
Sumber: Earthy-Moony - blogger

f) Danau Tapal Kuda merupakan danau yang terbentuk karena adanya


sedimen pada sungai meander saat aliran sungai menurun.
Danau Tapal Kuda
Sumber: sainsmini.blogspot.co.id

B. Danau Buatan

Danau buatan atau lebih dikenal dengan waduk, dibuat untuk tujuan
tertentu artinya pembuatan waduk sudah direncanakan dan disesuaikan
penggunaannya seperti irigasi, penanggulangan banjir, pembangkit listrik,
perikanan, transportasi dll. Contohnya: Waduk Jatiluhur, Waduk Cirata
dan masih banyak lagi.
2.8 Contoh Kasus Bentuk Lahan Fluvial dan Solusinya

Dari adanya proses geomorfologi fluvial menyebabkan perubahan bentuk


lahan pada suatau wilayah. Contoh, Sungai-sungai yang berhulu di merapi
Yogyakarta adalah salah satu sungai yang ketika dilereng merapi terjadi hujan lebat
akan terjadi banjir lahar dingin. Ketika terjadi banjur lahar dingin ini bisa
mengakibatkan perubahan bentuk lahan di sekitar sungai. Salah satunya yaitu
terjadinya perluasan lebar sungai akibat pengikisan/erosi yang dikarenakan aliran
banjir yang deras dan membawa material-material vulkanik dari lereng merapi.
Setelah terjadinya banjir juga terjadi pendangkalan sungai karena tersedimentasinya
bahan material vulkanik yang berhenti saat proses pengangkutan. Jika hal tersebut
dibiarkan, maka air akan meluap dan pembelokan lajur aliran sungai karena sungai
tidak mampu menampung debit air.

Solusi untuk mengatasi perubahan bentuk lahan tersebut ialah dengan cara
menggali sungai tersebut agar sungai lebih dalam dan dapat menampung debit air
dari Sungai. Galian dari Sungai-sungai juga bisa dimanfaatkan oleh kita untuk bahan
material bangunan
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Bentuk lahan fluvial adalah semua proses yang terjadi di alam baik fisika,
maupun kimia yang mengakibatkan adanya perubahan bentuk permukaan bumi,
yang disebabkan oleh aksi air permukaan, baik yang merupakan air yang mengalir
secara terpadu (sungai), maupun air yang tidak terkonsentrasi ( sheet water).

Bentuk lahan fluvial terdiri dari beberapa jenis yang memiliki pengaruhnya
sendiri sendiri, dan dapat menimbulkan perubahan bentuk lahan suatu wilayah.
Daftar Rujukan

Herlambang, Sudarn.2004Dasar-dasar GeomorfologiFakultas Matematika dan


Ilmu Pengetahuan Alam Universita Negeri Malang. Malang
https://id.wikipedia.org/wiki/Fluvial diakses 7 September 2017
http://pencariilmu-goresantinta.blogspot.co.id/2011/11/bentuklahan-bentukan-
asal-fluvial.html diakses 7 September 2017
https://sainsmini.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-dan-penjelasan-
danau.html?m=1 diakses 24 Oktober 2017