Anda di halaman 1dari 16

Makalah Hematologi dan Imunologi

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Di dalam tubuh manusia, ada alat transportasi yang berguna sebagai pengedar oksigen dan zat makanan
ke seluruh sel-sel tubuh serta mengangkut karbon dioksida dan zat sisa ke organ pengeluaran. Alat
transportasi pada manusia terkoordinasi dalam suatu sistem yang disebut sistem peredaran darah.
Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, jantung, dan pembuluh darah.

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang
berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut
bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo atau hemato yang berasal dari
kata Yunani yang berarti haima yang berarti darah.

Darah manusia berwarna merah, namun dalam hal ini warna darah ada dua jenis warna merah pada
darah manusia. Warna merah terang menandakan bahwa darah tersebut mengandung banyak oksigen,
sedangkan warna merah tua menandakan bahwa darah tersebut mengandung sedikit oksigen atau
dalam arti lain mengandung banyak karbondioksida. Warna merah pada darah disebabkan oleh adanya
hemoglobin. Hemoglobin adalah protein pernafasan (respiratory protein) yang mengandung besi (Fe)
dalam bentuk heme yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Darah juga mengangkut bahan-bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati
untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni. Manusia dan hewan mempunyai system
untuk mempertahankan diri terhadap penyakit yang dikenal dengan system imunitas. Ada dua jenis
imunitas , yaitu imunitas bawaan dan imunitas adaptif. Kedau imunitas tersebut merupakan garis
pertahanan pertama terhadap semua pengganggu. Bagian utama tubuh yang berfungsi sebagai imunitas
bawaan adalah kulit,air mata dan air liur.
System kekebalan tubuh sangat mendasar perannya bagi kesehatan , tentunya harus disertai dengan
pola makan yang sehat, makan cukup berolahraga, dan terhindar dari masuknya senyawa yang beracun
kedalam tubuh. Sekali senyawa beracun hadir dalam tubuh, maka harus segera dikeluarkan.tem
kekebalan tubuh.

Kondisi system kekebalan tubuh menentukan kualitas hidup. Dalam tubuh yang sehat terdapat system
kekebalan tubuh yang kuat sehingga daya tahan tubuh terhadap penyakit juga prima. Pada bayi yang
baru lahir, pembentukan system kekebalan tubuhnya belum sempurna dan memerlukan ASI yang
membawa system kekebalan tubuh sang ibu untuk membantu daya tahan tubuh sang bayi . semakin
dewasa, sis tem kekebalan tubuh terbentuk sempurna. Namun pada orang lanjut usia, system
kekebalan tubuhnya secara alami menurun. Itulah sebabnya timbul penyakit degenerative atau
penuaan.

Pada pola hidup modern menuntut segala sesuatu dilakukan secara cepat dan instan. Hal ini berdampak
juga pada pola makan. Sarapan didalam kendaraan, makan siang serba tergesa, dan malam karena
kelelahan tidak nafsu makan. Belum lagi kualitas makanan yang dikonsumsi, polusi udara, kurang
berolahraga, dan steres. Apabila terus berlanjut, daya tahan tubuh akan menurun, lesu, cepat lelah, dan
mudah terserang penyakit. Karena itu, banyak orang yang masih muda mengidap penyakit degenerative.
Kondisi stress dan pola hidup modern sarat polusi, diet tidak seimbang, dan kelelahan menurunkan daya
tahan tubuh sehingga memerlukan kecukupan antibody. Gejala menurunnya daya tahan tubuh sering
kali terabaikan, sehingga timbulberbagai penyakit infeksi, penuaan dini pada usia produktif.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang di maksud dengan hematologi ?

2. Bagaimana anatomi hematologi ?

3. Bagaimana fisiologi hematologi ?

4. Apa yang dimaksud dengan sisitem imunologi ?

5. Apa fungsi sistem imun ?

6. Apa macam-macam dari sistem imun ?

7. Jenis-jenis antibodi ?

8. Apa faktor-faktor yang dapat merendahkan sistem imun ?

9. Penyakit akibat ketidakseimbangan sistem imun ?

C. TUJUAN PENULISAN
Dengan mempelajari teori ini diharapkan mahasiswa dapat memahami tentang hematologi dan
imunologi.

D. MANFAAT

1. Dapat mengetahui yang dimaksud dengan hematologi.

2. Dapat mengetahui anatomi hematologi.

3. Dapat mengetahui fisiologi hematologi.

4. Dapat mengetahui sistem imunologi.

5. Dapat mengetahui fungsi sistem imun.

6. Dapat mengetahui macam-macam dari sistem imun.

7. Dapat mengetahui jenis-jenis antibodi.

8. Dapat mengetahui faktor-faktor yang dapat merendahkan sistem imun.

9. Dapat mengetahui enyakit akibat ketidakseimbangan sistem imun.

BAB II

TINJAUAN TEORI

A. Definisi Hematologi

Hematologi adalah cairan yang ada pada manusia sebagai alat transportasi berfungsi untuk mengirimkan
zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil
metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.
B. Anatomi Hematologi

Sistem hematologi tersusun atas hematologi dan tempat hematologi di produksi, termasuk sumsum
tulang dan nodus limpa. Hematologi adalah organ khusus yang berada dengan organ lain karena
berbentuk cairan. Hematologi merupakan medium transport ubuh, volume hematologi manusia sekitar
7% - 10% berat badan normal dan berjumlah sekitar 5 liter. Hematologi terdiri dari dua komponen
utama, yaitu:

1. Plasma hematologi, bagian cair hematologi yang sebagian besar terdiri dariats air,elektrolit, dan
protein hematologi.

2. Butir butir hematologi (blood corpuscles), yang terdiri atas komponen komponen berikut ini:

a. Eritrosit (sel hematologi merah)

1) Struktur Eritrosit

Sel hematologi merah merupakan cairan bikonkaf dengan diameter sekitar 7 mikron. Bikon kavitas
memungkinkan gerakan oksigen masuk dan keluar sel secara cepat dengan jarak yang pendek antara
membrane dan inti sel. Warnanya kuning kemerah merahan, karena didalamnya mengandung suatu zat
yang di sebut hemoglobin.

Sel hematologi merah tidak memiliki inti sel , mitokondria, dan ribosom, serta tidak dapat bergerak. Sel
ini tidak dapat melakukan mitosis, fosforilasi sel, atau pembentukan protein.

Komponen eritrosit adalah sebagai berikut:

a) Membrane eritrosit.

b) System enzim: enzim G6PD (glucose 6 phospatedehydrogenase).

c) Globin : bagian protein yang terdiri atas 2 rantai alfa dan 2 rantai beta. (eritosit normal dengan
pembesaran mikroskop electron 3000 kali).

2) Produksi Sel Hematologi Merah

Dalam keadaan normal, eritropoesisi pada orang deawsa terutama terjadi dalam sumsum tulang,
dimana system eritrosit menempati 20%-30% bagian jaringan sumsum tulang yang aktif membentuk sel
hematologi. Sel eritrosit berinti berasal dari sel induk multipotensial menjadi sel hematologi system
eritrosit, myeloid, dan mengakariosibila yang di ransang oleh eritropoetin. Sel induk multipotensial akan
berdeferensiasi menjadi sel induk unipotensial.

Sel induk unipotensial tidak mampu berdiferensiasi lebih lanjut, sehingga sel induk unipotensial seri
eritrosit hanya akan berdeferesiasi menjadi sel pronormoblas. Sel pronomorblas akan membentuk DNA
yang diperlukan untuk tiga sampai empat kali fase mitosis. Melalu empat kali mitosis dari setiap kali
pronormoblas akan terbentuk 16 eritrosit . eritrosit matang kemudian dilepaskan dalam sirkulasi. Pada
produksi eritosit normal sumsum tulang memerlukan besi, Vitamin B12, asam folat, piridoksin (vit B6),
kobal, asam amino, dan tembaga.

Secara garis besar dapat di simpulkan bahwa perubahan morpologi sel yang terjadi selama proses
deferesiensi sel pronormoblas sampai eritrosit matang dapat di kelompokan kedalam tiga kelompok:

a) Ukuran sel semakin kecil akibat mengecilnya inti sel.

b) Inti sel manjadi makin padat dan akhirnya dikeluarkan pada tingkatan eritroblas asidosis.

c) Dalam sitoplasma di bentuk hemoglobin yang diikuti dengan hilangnya RNA dalam sitoplsma sel.

3) Lama Hidup

Eritrosit hidup selama 74-154 hari. Pada usia ini system enzim mereka gagal, membrane sel berhenti
berfungsi dengan adekuat, dan sel ini di hancurkan oleh sel system retikulo endothelial.

4) Jumlah Eritrosit

Jumlah normal pada orang dewasa kira kira 11,5-15 gram dalam 100 cc hematologi. Normal HB wanita
11,5 mg% dan HB laki-laki 13,0 mg%.

5) Sifat-sifat Sel Hematologi Merah

Sel hematologi merah biasanya digambarkan berdasarkan ukuran dan jumlah hemoglobin yang terdapat
didalam sel seperti berikut:

a) Normositik : sel yang ukurannya normal

b) Normokromik : sel dengan jumlah hemoglobin yang normal

c) Mikrositik : sel yang ukurannya terlalu kecil

d) Makrositik : sel yang ukurannya terlalu besar

e) Hipokromik : sel yang jumlah hemoglobinnya terlalu sedikit

f) Hiperkromik : sel yang hemoglobinnya terlalu banyak

6) Antigen Sel Hematologi Merah

Sel hematologi merah memiliki bermacam macam antigen spesifik yang terdapat di membrane selnya
dan tidak ditemukan di sel lain. Antigen-antigen itu adalah A,B,O, dan Rh.

b. Sel Hematologi Putih

1) Struktur Leokosit
Bentuknya dapat berubah-rubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia),
mempunya bermacam-macam inti sel, sehingga ia dapat di bedakan menurut inti selnya serta warnanya
bening (tidak berwarna). Sel hematologi putih dibentuk disumsum tulang dari sel-sel bakal. Jenis jenis
dari golongan sel ini adalah golongan yang tidak bergranula, yaitu limposit T dan B, monosit dan
makrofag, serta golongan yang bergranula yaiu : eosinofil, basofil, dan neutrofil.

2) Fungsi Sel Hematologi Putih

a) Sebagai serdadu tubuh, yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit/ bakteri yang masuk
kedalam tubuh jaringan RES (system retikulo endotel).

b) Sebagai pengangkut, yaitu mengangkut/membawa zat lemak dari dinding usus melalu limpa terus
kepembuluh hematologi.

3) Jenis-jenis Sel Drah Putih

a) Agranulosit, yang terdiri dari neutrofil, Eosinofil, dan Basofil.

b) Granulosit , tang terdiri dari limposit (limposit T dan Limposit B) dan monosit.

4) Jumlah Sel Hematologi Putih

Pada orang dewasa jumlah sel hematologi putih total 4,0-11,0 x 109/l yang terbagi sebagai berikut:

a. Granulosit

i. Neutopil 2,5-7,5 x 109

ii. Eosinfil 0.04-0,44 x 109

iii. Basofil 0-0,10 x 109

b. Limposit 1,5-3,5 x 109

c. Bsofil 0,2-0,8 x 109

c. Keping Hematologi ( Trombosit )

1) Struktur Trombosit

Trombosit adalah bagian dari beberapa sel besar dlam sumsum tulang yang berbentuk cakram bulat,
oval,bikonveks, tidak berinti, dan hidup sekitar 10 hari.

2) Jumlah Trombosit

Jumlah trombosit antara 150 dan 400 x 109/liter (150.000-400.000/milliliter), sekitar 30-40%
terkosentrasi didalam limpa dan sisanya bersirkulasi dalam hematologi.

3) Fungsi Trombosit
Trombosit berperan penting dalam pembentukan bekuan hematologi. Trombosit dalam keadaan normal
bersirkulasi ke seluruh tubuh melalui aliran hematologi.

4) Plasma Hematologi

Plasma adalah bagian hematologi yang encer tanpa sel-sel hematologi, warnanya bening kekuning-
kuningan. Hamper 90% dari plasma hematologi terdiri atas air. Zat-zat yang terdapat dalam plasma
hematologi adala sebagai berikut:

a) Fibrinogen yang beguna dalam peristiwa pembekuan hematologi.

b) Garam-garam mineral, yang berguna dalam metabolism dan juga mengadakan osmotic.

c) Protein hematologi (albumin, globulin) meningkatan viskositas hematologi juga menimbulkan


tekanan osmotik untuk memelihara keseimbangan cairan dalam tubuh.

d) Zat makanan (asam amino, gukosa, lemak, mineral, dan vitamin).

e) Hormone, yaitu suatu zat yang dihasilkan dari kelenjar tubuh.

f) Antibody.

d. Limpa

1) Struktur Limpa

Merupakan organ ungu lunak kurang lebih berukuran satu kepalan tangan. Limpa terletak pada sebelah
kiri atas abdomen dibawah kostae. Limpa memiliki permukaan luar konveks yang berhadapan dengan
diafragma dan permukaan medial yang konkaf serta berhadapan dengan lambung, fleksura linealis
kolon, dan ginjal kiri.

Limpa terdiri atas kapsula jaringan fibroelastin, folikel limpa (masa jaringan limpa), dan pulpa merah
(jaringan ikat, sel eritrosit, sel leokosit).

2) Fungsi Limpa

a) Pembentukan sel eritrosit (hanya pada janin).

b) Destruksi sel eritrosit tua.

c) Penyimpanan zat besi dari sel-sel yang di hancurkan.

d) Produksi bilirubin dari eritrosit.

e) Pembentukan limposit dalam folikel limpa.

f) Pembentukan imunoglobin.
g) Pembuangan partikel asing dari hematologi.

2. Hematopoiesis

Hematopoiesis merupakan proses pembentukan hematologi. Tempat hematopoiesis pada manusia


berpindah-pindah, sesuai dengan usianya.

a. Yolk sac : usia 0-3 bulan intrauteri

b. Hati dan lien : usia 3-6 bulan intrauteri

c. Sumsum tulang : usia 4 bulan intrauterine sampai dewasa

4. Hemostasis

Adapun prinsif dari hemostasis adalah Mengurangi aliran hematologi yang menuju daerah trauma. Cara
mengurangi hematologi menuju daerah trauma yaitu:

a. Vasokontriksi

b. Penekanan oleh edema

c. Mengadakan sumbatan/menutup lubang perhematologian

5. Pembekuan Hematologi

Pembekuan hematologi adalah proses dimana komponen cairan hematologi ditransformasi menjadi
material semisolid yang dinamakan bekuan hematologi. Menurut howell proses pembekuan hematologi
dibagi menjadi tiga stadium yaitu:

a. Stadium I : pembentukan tromboplastin.

b. Stadium II : perubahan dari protrombin menjadi thrombin.

c. Stadium III : perubahan dari fibrinogen menjadi fibrin.

C. Fisiologi Hematologi

Dalam keadaan fisiologis, hematologi selalu berada dalam pembuluh hematologi, sehingga dapat
menjalankan fungsinya sebagai berikut.

1. Sebagai alat pengangkut.


2. Mengatur keseimbangan cairan tubuh.

3. Mengatur panas tubuh.

4. Berperan penting dalam mengatur pH cairan tubuh

5. Mempertahankan tubuh dari serangan penyakit infeksi

6. Mencegah perhematologian.

D. Pengertian Imunologi

Sistem kekebalan atau sistem imun adalah sistem perlindungan pengaruh luar biologis yang dilakukan
oleh sel dan organ khusus pada suatu organisme. Jika sistem kekebalan bekerja dengan benar, sistem ini
akan melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan virus, serta menghancurkan sel kanker dan zat asing
lain dalam tubuh. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuannya melindungi tubuh juga berkurang,
sehingga menyebabkan patogen, termasuk virus yang menyebabkan demam dan flu, dapat berkembang
dalam tubuh. Sistem kekebalan juga memberikan pengawasan terhadap sel tumor, dan terhambatnya
sistem ini juga telah dilaporkan meningkatkan resiko terkena beberapa jenis kanker.

E. Fungsi Sistem Imun

Sistem imun memiliki beberapa fungsi bagi tubuh, yaitu sebagai:

Pertahanan tubuh, yaitu menangkal bahan berbahaya agar tubuh tidak sakit, dan jika sel-sel imun
yang bertugas untuk pertahana ini mendapatkan gangguan atau tidak bekerja dengan baik, maka
oranmg akan mudah terkena sakit. Keseimbangan, atau fungsi homeostatik artinya menjaga
keseimbangan dari komponen tubuh.

Perondaan, sebagian dari sel-sel imun memiliki kemampuna untuk memantau ke seluruh bagian tubuh.
Jika ada sel-sel tubuh yang mengalami mutasi maka sel peronda tersebut akan membinasakannya.

F. Macam-Macam Sistem Imun

Sistem kekebalan tubuh manusia dibagi 2, yaitu kekebalan tubuh tidak spesifik dan kekebalan tubuh
spesifik.

1. Sistem Kekebalan Tubuh Non Spesifik

Proses pertahanan tubuh non spesifik tahap pertama

Proses pertahanan tahap pertama ini bisa juga diebut kekebalan tubuh alami. Tubuh memberikan
perlawanan atau penghalang bagi masuknya patogen/antigen. Kulit menjadi penghalan bagi masuknya
patogen karena lapisan luar kulit mengandung keratin dan sedikit air sehingga pertumbuhan
mikroorganisme terhambat. Air mata memberikan perlawanan terhadap senyawa asing dengan cara
mencuci dan melarutkan mikroorganisme tersebut.

Minyak yang dihasilkan oleh Glandula Sebaceae mempunyai aksi antimikrobial. Mukus atau lendir
digunakan untuk memerangkap patogen yang masuk ke dalam hidung atau bronkus dan akan
dikeluarkjan oleh paru-paru. Rambut hidung juga memiliki pengaruh karenan bertugas menyaring udara
dari partikel-partikel berbahaya. Semua zat cair yang dihasilkan oleh tubuh (air mata, mukus, saliva)
mengandung enzimm yang disebut lisozim. Lisozim adalah enzim yang dapat meng-hidrolisis membran
dinding sel bakteri atau patogen lainnya sehingga sel kemudian pecah dan mati. Bila patogen berhasil
melewati pertahan tahap pertama, maka pertahanan kedua akan aktif.

Proses pertahanan tubuh non spesifik tahap ke dua

Inflamasi merupakan salah satu proses pertahanan non spesifik, dimana jika ada patogen atau antigen
yang masuk ke dalam tubuh dan menyerang suatu sel, maka sel yang rusak itu akan melepaskan signal
kimiawi yaitu histamin. Signal kimiawi berdampak pada dilatasi(pelebaran) pembuluh hematologi dan
akhirnya pecah. Sel hematologi putih jenis neutrofil,acidofil dan monosit keluar dari pembuluh
hematologi akibat gerak yang dipicu oleh senyawa kimia(kemokinesis dan kemotaksis). Karena sifatnya
fagosit,sel-sel hematologi putih ini akan langsung memakan sel-sel asing tersebut. Peristiwa ini disebut
fagositosis karena memakan benda padat, jika yang dimakan adalah benda cair, maka disebut
pinositosis.

Makrofag atau monosit bekerja membunuh patogen dengan cara menyelubungi patogen tersebut
dengan pseudopodianya dan membunuh patogen dengan bantuan lisosom. Pembunuh dengan bantuan
lisosom bisa melalui 2 cara yaitu lisosom menghasilkan senyawa racun bagi si patogen atau lisosom
menghasilkan enzim lisosomal yang mencerna bagian tubuh mikroba. Pada bagian tubuh tertentu
terdapat makrofag yang tidak berpindah-pindah ke bagian tubuh lain, antara lain : paru-paru(alveolar
macrophage), hati(sel-sel Kupffer), ginjal(sel-sel mesangial), otak(selsel microgial), jaringan
penghubung(histiocyte) dan pada nodus dan spleen.

Acidofil/Eosinofil berperan dalam menghadapi parasit-parasit besar. Sel ini akan menempatkan diri pada
dinding luar parasit dan melepaskan enzim penghancur dari granul-granul sitoplasma yang dimiliki.
Selain leukosit, protein antimikroba juga berperan dalam menghancurkan patogen. Protein antimikroba
yang paling penting dalam hematologi dan jaringan adalah protein dari sistem komplemen yang
berperan penting dalam proses pertahan non spesifik dan spesifik serta interferon. Interferon dihasilkan
oleh sel-sel yang terinfeksi oleh virus yang berfungsi menghambat produksi virus pada sel-sel tetangga.
Bila patogen berhasil melewati seluruh pertahanan non spesifik, maka patogen tersebut akan segera
berhadapan dengan pertahanan spesifik yang diperantarai oleh limfosit.

2. Sistem Kekebalan Tubuh Spesifik

Pertahanan spesifik: imunitas diperantarai antibodi untuk respon imun yang diperantarai antibodi,
limfosit B berperan dalam proses ini, dimana limfosit B akan melalui 2 proses yaitu respon imun primer
dan respon imun sekunder.Jika sel limfosit B bertemu dengan antigen dan cocok, maka limfosit B
membelah secara mitosis dan menghasilkan beberapa sel limfosit B. Semua Limfosit b segera
melepaskan antibodi yang mereka punya dan merangsang sel Mast untuk menghancurkan antigen atau
sel yang sudah terserang antigen untuk mengeluarkan histamin. 1 sel limfosit B dibiarkan tetap hidup
untuk menyimpan antibodi yang sama sebelum penyerang terjadi. Limfosit B yang tersisa ini disebut
limfosit B memori. Inilah proses respon imun primer. Jika suatu saat, antigen yang sama menyerang
kembali, Limfosit B dengan cepat menghasilkan lebih banyak sel Limfosit B daripada sebelumnya.
Semuanya melepaskan antibodi dan merangsang sel Mast mengeluarkan histamin untuk membunuh
antigen tersebut. Kemudian, 1 limfosit B dibiarkan hidup untuk menyimpan antibodi yang ada dari
sebelumnya. Hal ini menyebabkan kenapa respon imun sekunder jauh lebih cepat dari pada respon
imun primer.

Suatu saat, jika suatu individu lama tidak terkena antigen yang sama dengan yang menyerang
sebelumnya, maka bisa saja ia akan sakit yang disebabkan oleh antigen yang sama karena limfosit B yang
mengingat antigen tersebut sudah mati. Limfosit B memori

biasanya berumur panjang dan tidak memproduksi antibodi kecuali dikenai antigen spesifik. Jika tidak
ada antigen yang sama yang menyerang dalam waktu yang sangat lama, maka Limfosit b bisa saja mati,
dan individu yang seharusnya bisa resisten terhadap antigen tersebut bisa sakit lagi jika antogen itu
menyerang, maka seluruh proses respon imun harus diulang dari awal.

3. Pertahanan Spesifik : Imunitas Diperantarai Sel

Untuk respon imun yang diperantarai sel, Limfosit yang berperan penting adalah limfosit T. Jika suatu
saat ada patogen yang berhasil masuk dalam tubuh kemudian dimakan oleh suatu sel yang tidak
bersalah(biasanya neutrofil), maka patogen itu dicerna dan materialnya ditempel pada permukaan sel
yang tidak bersalah tersebut. Materi yang tertempel itu disebut antigen. Respon imun akan dimulai jika
kebetulan sel tidak bersalah ini bertemu dengan limfosit T yang sedang berpatroli, yaitu sel tadi
mengeluarkan interleukin 1 sehingga limfosit T terangsang untuk mencocokkan antibodi dengan
antigennya. Permukaan Limfosit T memiliki antibodi yang hanya cocok pada salah satu antigen saja.

Jadi, jika antibodi dan antigennya cocok, Limfosit T ini, yang disebut Limfosit T pembantu mengetahui
bahwa sel ini sudah terkena antigen dan mempunyai 2 pilihan untuk menghancurkan sel tersebut
dengan patogennya. Pertama, Limfosit T pembantu akan lepas dari sel yang diserang dan menghasilkan
senyawa baru disebut interleukin 2, yang berfungsi untuk mengaktifkan dan memanggil Limfosit T
Sitotoksik. Kemudian, Limfosit T Sitotoksik akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel yang
terkena penyakit tersebut. Kedua, Limfosit T pembantu bisa saja mengeluarkan senyawa bernama
perforin untuk membocorkan sel tersebut sehingga isinya keluar dan mati.

G. Jenis-Jenis Antibodi

Antibodi adalah protein berbentuk Y dan disebut Immunoglobulin(Ig), hanya dibuat oleh Limfosit B.
Antibodi berikatan dengan antigen pada akhir lengan huruf Y. Bentuk lengan ini akan menentukkan
beberapa macam IG yang ada, yaitu IgM, IgG, IgA,IgE dan IgD. Saat respon imun humoral, IgM adalah
antibodi yang pertama kali muncul. Jenis lainya akan muncul beberapa hari kemudian. Limfosit B akan
membuat Ig yang sesuai saat interleukin dikeluarkan untuk mengaktifkan Limfosit T saat antigen
menyerang.

Antibodi juga dpat menghentikan aktivitas antigen yang merusak dengan cara mengikatkan antibodi
pada antigen dan menjauhkan antigen tersebut dari sel yang ingin dirusak. Proses ini dinamakan
neuralisasi. Semua Ig mempunyai kemampuan ini. Antibodi juga mempersiapkan antigen untuk dimakan
oleh makrofag. Antobodi mengikatkan diri pada antigen sehingga permukaannya menjadi lebih mudah
menempel pada makrofag. Proses ini disebut opsonisasi.

IgM dan IgG memicu sistem komplemen, suatu kelompok protein yang mempunyai kemampuan unutk
memecah membran sel. IgMdan IgG bekerja paling maksimal dalam sistem sirkulasi,IgA dapat keluar
dari peredaran hematologi dan memasuki cairan tubuh lainnya. IgA berperan penting untuk
menghindarkan infeksi pada permukaan mukosa. IgA juga berperan dalam resistensi terhadap banyak
penyakit. IgA dapat ditemukan pada ASI dan membantu pertahanan tubuh bayi.IgD merupakan antibodi
yang muncul untuk dilibatkan dalam inisiasi respon imun. IgE merupakan antibodi yang terlibat dalam
reaksi alergi dan kemungkinan besar merespon infeksi dari protozoa dan parasit.

Antibodi tidak menghancurkan antigen secara langsung, akan tetapi menetralkannya atau menyebabkan
antigen ini menjadi target bagi proses penghancutan oleh mekanisme opsonosasi, aglutinasi,presipitasi
atau fiksasi komplemen. Opsonisasi, aglutinasi dan presipitasi meningkatkan proses fagositosis dari
komplek antigen-antibodi sementara fiksasi komplemen memicu proses lisis dati protein komplemen
pada bakteri atau virus.

Sistem imun manusia terdiri daripada organ imun, sel imun dan lain-lain. Organ imun merujuk kepada
sumsum tulang, kelenjar timus, limpa, nodus limfa, tonsil, apendiks dan sebagainya. Kebanyakan sel
imun terdiri daripada sel T dan sel B. Sel B akan matang dalam sumsum tulang, apabila sistem
hematologi diserang, ia akan memproses antibodi untuk menentang virus dan bakteria.

Sel T dihasilkan oleh sumsum tulang, bertumbuh dan matang di kelenjar timus tetapi ia tidak
menghasilkan antibodi. Tugas utamanya adalah: menentang sel yang dijangkiti virus, bakteria dan
kanker. Apabila sistem imun berada di dalam keadaan normal, tubuh manusia akan dapat menentang
berbagai patogen. Walau bagaimana, jika daya imun berada dalam paras rendah, peluang menghidapi
penyakit menjadi lebih tinggi, terutamanya bayi, kanak-kanak dan orang tua. Sistem imun bayi masih di
dalam proses pertumbuhan dan perkembangan.

Oleh itu, antibodi badan masih lemah untuk melawan pelbagai mikroorganisma. Manakala organ sistem
imun orang tua telah uzur dan semakin merosot, jadi daya tahan sistem imun juga menurun.

Sistem kekebalan tubuh harus selalu dalam keadaan seimbang.Jika tidak, akan terganggu.Penyebab
gangguan sistem kekebalan tubuh ada yang tidak diketahui dan telah ada sejak lahir (primer). Ada juga
gangguan kekebalan sekunder karena faktor lain, misalnya infeksi (AIDS, campak dan lain-lain), gizi
buruk, serta penyakit ganas misalnya kanker, leukemia, obat-obatan misalnya obat yang mengandung
hormon kortikosteroid, obat untuk kanker, dan lain-lain.

Sebetulnya, tubuh memiliki zat yang secara otomatis akan menormalkan sistem imun.Kalau imunnya
kurang maka ditingkatkan, kalau terlalu tinggi diturunkan.Di dalam tubuh, ada zat yang mempunyai sifat
seperti itu. Namun, ada kalanya tubuh tak berhasil menormalkan sistem imunnya sendiri. Akhirnya,
dicarilah cara menormalkan sistem imun tubuh dari luar dengan imunomodulator.

Imunomodulator adalah zat yang dapat memodulasi (mengubah atau memengaruhi) sistem imun tubuh
menjadi ke arah normal. Produk imunomodulator berperan menguatkan sistem imun tubuh (imuno
stimulator) atau menekan reaksi sistem imun yang berlebihan (imuno suppressan).Misalnya,diberikan
bersama antibiotic.Selain sintetik, produk imunomodulator kini juga dibuat dari tanaman. Ternyata, ada
tanaman tertentu yang memiliki efek meningkatkan kekebalan tubuh. Misalnya, daun meniran. Setelah
diteliti, daun ini punya efek meningkatkan sistem imun tubuh. Sekarang sudah dibuat dalam bentuk
obat. Yang harus diketahui, imunomodulator adalah obat, dan bukan suplemen yang bisa dikonsumsi
sehari-hari. Fungsinya pun hanya membantu meningkatkan kekebalan.

Konsumsi imunomodulator pada orang normal tidak ada gunanya, karena tubuh masih bisa
menyeimbangkan sistem imun.. Sistem imun tubuh itu, kan, sama seperti organ tubuh lain, memerlukan
energi. Oleh karenanya, agar sistem imun tubuh baik, gizi pun harus seimbang. Sel-sel kekebalan itu bisa
bergerak, butuh makanan (energi) juga. Jadi, makan cukup protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan
mineral. Sama seperti fungsi organ lain.

H. Faktor-Faktor Yang Merendahkan Sistem Keimunan

Sistem imun mempunyai hubungan rapat dengan cara hidup kita. Berikut adalah faktor-faktor yang
merendahkan sistem keimunan kita:

1. Cara hidup yang tidak sehat.

2. Kekurangan zat makanan.

3. Pencemaran udara atau alam sekitar.


4. Keletihan.

5. Tekanan dan kerisauan.

6. Kurang bersenam.

7. Penggunaan antibiotik yang berlebihan.

Apabila sistem imun kita menurun, maka lebih mudah untuk kita mendapat jangkitan. Orang yang
mempunyai sistem imun yang rendah mudah berasa letih, tidak bersemangat, sentiasa selesema,
jangkitan usus (makanan yang tidak sesuai akan menyebabkan muntah dan mual), luka sukar untuk
sembuh, alergi dan sebagainya. Selain itu, sistem imun yang tidak teratur juga boleh menyebabkan
kecederaan pada sel.

I. Penyakit Akibat Ketidakseimbangan Sistem Imun

Berikut adalah penyakit yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan sistem imun:

1. Penyakit AIDS

Juga dikenali sebagai sindrom kurang daya tahan melawan penyakit; yang mana virus HIV menyerang
sistem imun. Apabila memasuki badan manusia, virus tersebut akan memusnahkan sel otak dan
leucocytes dan ia membiak dan berkembang di limfosit menyebabkan badan manusia hilang
keupayaan untuk melawan penyakit. Pesakit akan lemah dan terdedah kepada pelbagai penyakit
berjangkit seperti tuberkulosis pulmonari, kandidiasis, kayap, manakala enteritis, pneumonia, cephalitis
dan lain-lain yang disebabkan oleh mikroorganisma patogenik yang luar biasa.

2. Penyakit Autoimunitas

Autoimunitas adalah respon imun tubuh yang berbalik menyerang organ dan jaringan sendiri.
Autoimunitas bisa terjadi pada respon imun humoral atau imunitas diperantarai sel. Sebagai contoh,
penyakit diabetes tipe 1 terjadi karena tubuh membuat antibodi yang menghancurkan insulin sehingga
tubuh penderita tidak bisa membuat gula. Pada myasthenia gravis, sistem imun membuat antibodi yang
menyerang jaringan normal seperti neuromuscular dan menyebabkan paralisis dan lemah. Pada demam
rheumatik, antibodi menyerang jantung dan bisa menyebabkan kerusakan jantung permanen. Pada
Lupus Erythematosus sistemik, biasa disebut lupus, antibodi menyerang berbagai jaringan yang berbeda,
menyebabkan gejala yang menyebar.

3. Alergi
Alergi, kadang disebut hipersensitivitas, disebabkan respon imun terhadap antigen. Antigen yang
memicu alergi disebut allergen. Reaksi alregi terbagi atas 2 jenus yaitu:reaksi alergi langsung dan reaksi
alergi tertunda. Reaksi alergi langsung disebabkan mekanisme imunitas humoral. Reaksi ini disebabkan
oleh prosuksi antibodi IgE berlebihan saat seseorang terkena antigen. Antibodi IgE tertempel pada sel
Mast,leukosit yang memiliki senyawa histamin. Sel mAst banyak terdapat pada paru-paru sehingga saat
antibodi IgE menempel pada sel Mast, Histamin dikeluarkan dan menyebabkan bersin-bersin dan mata
berair.

Reaksi alergi tertunda disebabkan oleh perantara sel. Contoh yang ekstrim adalah saat makrofag tidak
dapat menelan antigen atau menghancurkannya. Akhirnya Limfosit T segera memicu pembengkakan
pada jaringan.

Untuk mempunyai sistem imun yang sempurna untuk menentang virus dan bakteri, kita perlu
mempunyai syarat tertentu seperti berikut:

a. Nutrisi Yang Sempurna

Setiap hidangan mesti mempunyai berbagai zat yang lengkap, tidak memilih makanan, tidak berlebihan
serta meliputi nutrien asas seperti karbohidrat, protein, vitamin, mineral, air, fiber, lemak dan
sebagainya.

b. Olah raga Yang Sesuai

Olah raga dapat meningkatkan ketahanan asalkanbermasa panjang (15 menitt ke atas), olah raga ini
dapat menyalurkan oksigen yang segar kepada organ dan tisu dalam badan kita. Olah raga merujuk
kepada joging, berenang, berjalan, berbasikal, melompat, yoga dan sebagainya, yang mana ia dapat
menggalakkan peredaran hematologi, menguatkan fungsi kardiovaskular dan meningkatkan sistem imun
badan.

c. Sentiasa Gembira dan Bijak Menangani Tekanan

Tekanan psikologi dan kegelisahan dalam tempo yang panjang boleh mengganggu sistem keimunan
badan dan tidak baik untuk kesihatan. Apabila otak berada dalam keadaan tertekan, ia menghasilkan
sejenis hormon kortisol. Jika hormon ini berlebihan, ia memberi kesan yang negatif dan mengganggu
sistem keimunan kita.

d. Pengambilan Nutrisi Yang Mencukupi

Kesibukan menyebabkan ramai yang menjadikan makanan yang telah diproses sebagai pilihan, yang
mana mempunyai kandungan nutrient yang telah hilang. Nutrien dan sistem imun mempunyai hubung
kait. Oleh itu, adalah penting untuk kita mengambilkan nutrien yang meningkatkan keimunan kita.

1) Protein: Pengambilan protein yang mencukupi dalam pemakanan harian kita amatlah penting
kerana protein adalah nutrien penting yang diperlukan untuk penghasilan imunoglobulin dan pelbagai
antibodi. Ini kerana protein terdiri daripada 22 jenis asid amino yang berlainan, 8 jenis daripadanya ialah
keperluan badan manusia, badan manusia tidak dapat memprosesnya dan harus mengambilnya badan
anda dengan protein yang mencukupi dan berkualiti seperti: daging, ikan, telur dan kekacang.

2) Vitamin dan mineral: Membekalkan vitamin dan mineral yang diperlukan oleh badan seperti
Vitamin A, Vitamin C, Vitamin E, Zink, Besi, Selenium dan sebagainya.

3) Lingzhi: Lingzhi mengandungi polisakarida, kompaun triterpene, germanium, protein, unsur


selenium dan sebagainya yang dapat membantu menentang kanser dan melaraskan sistem imun.
Lingzhi kaya dengan germanium yang dapat meningkatkan penyerapan oksigen dalam hematologi,
mempercepatkan metabolisme dan meningkatkan tahap imun badan manusia. Kompaun Triterpene
ialah organik kompaun semula jadi yang dapat memperbaiki alergi dan keradangan. Polisakarida yang
mengandungi bahan pencegah kanser dapat mempercepatkan pertumbuhan antibodi, menguatkan
sistem imun dan daya tahan badan untuk membantu mencegah pertumbuhan tumor dan penyakit
kanker.

4) Teh Hijau: Teh hijau mempunyai kandungan antioksidan seperti Flavonoid dan catechin. Oleh itu, ia
dapat membantu meningkatkan sistem imun kita. Ahli sains menemui theanine di dalam daun teh
yang dapat membantu sel imun badan menentang bakteria dan virus.

5) Aloe Vera: Tumbuh di kawasan panas dan kering, aloe vera mempunyai ketahanan terhadap cuaca
yang tinggi. Ia boleh menyejukkan badan dan mengeluarkan toksin, menyembuhkan keradangan dan
menentang bakteria serta meningkatkan daya ketahanan tubuh. Aloe vera mempunyai pelbagai zat aktif
seperti asid amino, unsur mikro, vitamin dan sebagainya, khasnya unsur germanium dan sebagainya
yang terkandung dalam unsur mikro yang dapat membantu badan mengeluarkan bahan toksin,
memulihkan tisu yang luka dan meningkatkan sistem imun badan dengan cepat.

Diposting 2nd February 2015 oleh anisa nisa

Anda mungkin juga menyukai