Anda di halaman 1dari 11

Membran Sel

Membran sel atau membran plasma adalah batas yang memisahkan sel dari sel lain
atau dari benda disekelilingnya. Lapisan tipis ini tebalnya kira-kira hanya 8 nm.

Membran sel berfungsi untuk mengontrol lalulintas ke dalam dan keluar sel yang
dikelilinginya.

Seperti semua membran biologis, membran plasma memiliki sifat selektif permeabel.
Sifat ini memungkinkan beberapa substansi dapat melintasinya dengan mudah dan
substansi lain tidak bisa melintasinya.

Menurut salah satu teori evolusi kehidupan, pembentukan membran adalah hal
pertama yang terjadi. Membran membatasi suatu larutan yang mempunyai
komposisi berbeda dari larutan sekelilingnya, tetapi masih bisa melakukan
penyerapan nutrisi dan pembuangan limbah.

Struktur membran sel terdiri atas lapisan fosfolipid, hidrofilik, dan hidrofobik
Kemampuan sel untuk membedakan pertukaran kimiawinya ini dengan
lingkungannya merupakan hal yang mendasar bagi kehidupan, dan membran
plasma inilah yang membuat keselektifan ini bisa terjadi.

Fungsi Membran Sel


Membran sel berfungsi sebagai barier/tameng semipermeabel yang memungkinkan
molekul yang berukuran kecil dapat keluar masuk ke dalam sel. Hasil pengamatan
mikroskop elektron terhadap membran sel menunjukkan bahwa membran sel
merupakan lipid bilayer. (disebut sebagai fluid-mosaic model).

Molekul penyusun utama adalah fosfolipid, yang terdiri dari bagian kepala yang polar
(hidrofilik) dan dua ekor nonpolar (hidrofobik). Fosfolipid ini tersusun atas bagian
nonpolar membentuk daerah hidrofobik yang diapit oleh daerah kepela yang pada
bagian dalam dan luar membran.

Struktur Membran Sel


Struktur membran sel disusun dari lemak dan protein di mana setiap komponen
diikat oleh ikatan nonkovalen. Selain lemak dan protein, struktur membran sel juga
terdiri dari karbohidrat.

Rasio antara lemak dan protein bervariasi bergantung tipe membran seluler
misalnya antara membran plasma dan retikulum endoplasma. Tipe organisme
prokariot dan eukariot juga memiliki rasio struktur yang berbeda. Membran
mitokondria memiliki rasio struktur protein/lemak yang tinggi dibandingkan membran
plasma pada sel darah merah.

Lipid

Lipid pada membran tersusun atas fosfolipid (lemak yang bersenyawa dengan
fosfat). Fosfolipid merupakan lipid yang jumlahnya paling melimpah dalam sebagian
besar membran. Fosfolipid berperan untuk membentuk membran disebabkan oleh
struktur molekulernya.
Fosfolipid merupakan suatu molekul amfipatik yang berarti bahwa molekul ini
memiliki daerah hidrofilik maupun daerah hidrofobik. Sebagian besar membran
mengandung fosfat,

Molekul fosfat ini bersifat hidrofilik (dapat mengikat air) sedangkan molekul lemak
bersifat hidrofobik (tidak dapat mengikat air).

Komponen lemak lain adalah kolesterol di mana pada hewan tertentu dapat
mencapai 50% dari molekul lemak yang terdapat pada membran plasma. Kolesterol
tidak terdapat pada sebagai besar membran plasma tumbuhan dan bakteri.

Lipid yang terdapat pada selaput dapat diekstrak dengan kloroform, eter dan
benzene. Dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dan kromatografi gas, dapat
diketahui komposisi lipid pada selaput sel. Lipid yang selalu dijumpai adalah
fosfolipid, sfingolipid, glikolipid dan sterol. Kolesterol merupakan lipida terbanyak
yang menyusun selaput sel.

Karbohidrat
Peran membran karbohidrat sebagai penyusun sel adalah untuk membedakan tipe-
tipe sel di sekitarnya. Karbohidrat juga berperan penting untuk memilih sel menjadi
penyusun berbagai jaringan dan organ dalam embrio hewan.

Pengenalan sel dengan sel juga menjadi dasar penolakan sel asing (penolakan
organ cangkokan atau transplantasi) oleh sistem kekebalan.

Karbohidrat pada membran biasanya merupakan rantai pendek bercabang yang


tersusun kurang dari 15 unit gula sebagjan diantaranya berikatan kovalen dengan
lipid, membentuk molekul yang disebut glikolipid (glycolipid). Akan tetapi sebagian
besar karbohidrat berikatan kovalen dengan protein, membentuk glikoprotein.

Protein
Membran protein tersusun atas glikoprotein atau protein yang bersenyawa dengan
karbohidrat. Bergantung pada tipe sel dan organel tertentu dalam sel, membran
memiliki 12 sampai lebih dari 50 macam protein berbeda. Protein ini tidak disusun
secara acak tetapi setiap lokasi dan orientasinya disusun pada posisi relatif tertentu
pada lipid bilayer.

Protein pada membran tidak simetris yakni bagian luar membran dan bagian dalam
membran tersusun berbeda. Posisi seperti ini memungkinkan membran sebelah luar
berinteraksi dengan dengan ligan sektraseluer seperti hormon dan faktor
pertumbuhan sedangkan bagian dalam dapat berinteraksi dengan molekul
sitoplasma seperti protein G atau protein kinase. Terdapat dua lapisan utama
membran protein.
Protein integral

Protein integral adalah protein yang berpenetrasi kedalam lipid bilayer. Protein
ini dapat menembus membran sehingga memiliki domain pada sisi ekstra
seluler dan sitoplasmik dari membran. Protein integral umumnya merupakan
protein transmembran, dengan daerah hidrofobik yang seluruhnya
membentang sepanjang interior membran hidrofobik tersebut.

Daerah hidrofobik protein integral terdiri atas satu atau lebih rentangan asam
amino nonpolar, yang biasanya bergulung menjadi helix a. pada ujung
hidrofilik molekul ini dipaparkan kelarutan aqueous pada kedua sisi membran.
Protein perifer
Protein periferal sama sekali tidak tertanam dalam lipid bilayer. Seluruhnya berlokasi
dibagian luar dari lipid bilayer, baik itu di permukaan sebelah ekstraseluler maupun
sitoplasmik dan berhubungan dengan membran malalui ikatan non kovalen. Protein
ini merupakan anggota yang terikat secara longgar pada permukaan membran,
sering juga pada bagian protein integral yang dibiarkan terpapar. Protein pada
membran menentukan sebagian besar fungsi spesifik membran.

Lipid anchor protein


Struktur sel terdiri atas banyak bagian seperti karbohidrat, glikoprotein, protein, kolesterol dan lain-lain
Terdapat disebelah luar lipid bilayer tetapi berikatan secara kovalen dengan molekul
lemak yang terdapat pada lipid bilayer.

Protein membran plasma memiliki fungsi yang sangat luas antara lain sebagai
protein pembawa (carrier) senyawa melalui membran sel, penerima isyarat (signal)
hormonal dan meneruskan isyarat tersebut ke bagian sel sendiri atau sel lainnya.
Protein selaput plasma juga berfungsi sebagai pengikat komponen sitoskeleton
dengan senyawa-senyawa ekstraseluler.

Protein-protein permukaan luar memberikan ciri individual sel dan macam protein
dapat berubah sesuai dengan diferensiasi sel. Protein-protein pada membran sel
banyak juga yang berfungsi sebagai enzim terutama yang terdapat pada selaput
mitokondria, retikulum endoplasma dan kloroplas. Sebagai contoh, senyawa-
senyawa fosfolipid membran plasma disintesis oleh enzim-enzim yang terdapat pada
membran retikulum endoplasma.

Protein membran sel memiliki kemampuan bergerak, sehingga dapat berpindah


tempat. Perpindahan berlangsung ke arah lateral dengan jalan difusi. Namun tidak
semu protein mampu berpindah tempat. Beberapa jenis protein integral tertahan
dalam selaput oleh anyaman molekul-molekul protein yang berada tepat di bawah
permukaan dalam selaput plasma. Anyaman ini berhubungan dengan sitoskelet atau
rangka sel.

Struktur fisiko-kimia protein selaput sel kurang diketahui, mengingat bahwa


bentuknya sangat bervariasi. Berdasarkan kajian mikroskopis dan teknik freeze
fracture diketahui bahwa protein dalam selaput sel berbentuk globular.

Kompartemen
Membran plasma membagi protoplasma menjadi beberapa kompartemen (ruangan).
Membran sel membungkus seluruh protoplasma. Membran inti memisahkan
nukleoplasma dari stoplasma.

Selain itu selaput plasma membagi sitoplasma menjadi beberapa kompartemen


yang disebut dengan organel. Adanya selaput ini pembatas ini sangat penting
karena memungkinkan kegiatan setiap kompartemen dapat berlangsung tanpa
gangguan dari kompatemen lain namun tetap dapat bekerja sama.

Barier selektif permeabel


Membran sel mencegah pertukaran materi secara bebas dari satu sisi ke sisi lain
pada saat bersamaan. Membran plasma harus menjamin pertukaran molekul antara
bagian lur dan dalam pada saat yang tepat.

Transport molekul
Membran plasma mengandung mesin transpor molekul dari satu sisi ke sisi lain
yang mencegah molekul dengan konsentrasi rendah masuk ke dalam sel daerah
yang memeiliki konsentrasi tinggi. Mesin ini memungkinkan sel mengakumulasi
molekul tertentu dalam konsentari yang lebih tinggi di bandingkan di sebelah luar.
Penghantaran signal

Membran plasma memainkan peran penting dalam respon sel terhadap signal.
Proses itu disebut dengan penghantaran signal. Membran sel memiliki resptor yang
berkombinasi dengan molekul tertentu (ligan). Setiap sel berbeda memiliki reseptor
berbeda, yang mampu mengenali dan berespon terhadap ligan pada lingkungan
berbeda.
Interaksi interseluler

Membran sel memperantarai interaksi antar sel pada organisme multiseluler.


Membran sel memungkinlkan sel mengenal satu sama lain, berikatan dan saling
bertukar materi dan informasi
Mekanisme Pengangkutan Melalui Membran Sel

Molekul dan ion kecil bergerak melintasi membrane plasma dalam dua arah seperti
gula, asama amino dan nutrient lain memasuki sel, dan produk limbah metabolism
meninggalkan sel. Sel menyerap oksigen untuk respirasi seluler dan mengeluarkan
karbon dioksidal. Sel juga mengatur konsentrasi ion anorganiknya seperti Na+, K+,
Ca2+ dan Ca- dengan cara mebolak-balik arahnya dari satu arah ke arah lainnya
melintasi membrane plasma.

Meskipun lalu lintas melalui membrane ini padat membrane sel itu bersifat selektif
permeable (membrane hanya dapat dilewati oleh ion dan molekul polar tertentu),
semipermeable (mudah dilewati oleh molekul air) dan subtansi-subtansi tidak dapat
melintasi rintangan tersebut secara sembarangan. Sel tersebut dapat mengambil
berbagai macam molekul dan ion kecil dan menolak yang lainnya disamping itu
substansi-suubstansi bergerak melintasi membrane pada laju yang berbeda.

Membran sel memiliki fungsi dalam pergerakkan ion atau molekul dari dalam
ataupun dari luar sel. Menurut Campbell bagian tengah membran yang bersifat
hidrofibik merintangi pengangkutan ion dan molekul polat yang keduanya bersifat
hidrofilik. Stuktur lipid bilayer merupakan penyebab adanya sifat selektif permeabel
pada membran. Gerakan molekul atau ion yang terjadi pada membran sel dan
organel-organel lainnya adalah :

Difusi

Difusi Sederhana

Ulustrasi proses difusi pada larutan


Difusi adalah suatu proses spontan di mana molekul-molekul bergerak dari daerah
dengan konsentrasi tinggi ke daerah yang memiliki konsentrasi rendah. Membran
bersifat selektif permeabel sehingga berpengaruh terhadap laju difusi beberapa jenis
molekul. Satu jenis molekul yang berdifusi bebas menembus banyak jenis membran
adalah air. Difusi bergantung pada pergerakan secara acak dari suatu zat terlarut. Molekul-
molekul dapat melewati selaput plasma dengan jalan difusi sederhana sangat terbatas
jumlahnya dan untuk inipun selaput plasma masih memiliki penghalang.

Mikromolekul terutama jenis hidrofobik dapat melewati membran plasma dengan mudah.
Kemampuan sel untuk dapat memilah senhyaya hidrofilik dengan berat molekul (BM) kecil
dari senyawa yang memiliki BM bsar sering kali disebabkan oleh adanya porus pada selaput
plasma. Terdapat dua jenis porus.
Jenis pertama yang dapat menembus protein integral atau di antara kelompok molekul
protein transmembran. Porus jenis kedua disebut porus statistik yang terbentuk secara acak
pada selaput plasma dan menembus lipid bilayer.

Difusi Terfasilitasi

Difusi dari suatu senyawa atau molekul melewati membran selalu terjadi dari daerah dengan
konsentasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah, akan tetapi difusi tidak selalu terjadi
melalui lipid bilayer atau suatu saluran terbuka.

Sejumlah substansi diketahui berdifusi dengan terlebih dahulu berikatan dengan suatu
protein mebran yang disebut dengan fasilitatif transporter yang memfasilitasi proses difusi.
Pengikatan molekul atau senyawa pada fasilitastif transporter pada satu sisi akan memicu
perubahan komformasi pada protein dan menyebabkan zat terlarut dapat berdifusi ke
daerah yang berkonsentrasi rendah.

Senyawa yang melewati membran plasma dengan jalan difusi dipermudah juga tidak
memerlukan keterlibatan ATP, seperti halnya difusi sederhana. Namun gerakan senyawa
dari luar ke dalam atau sebaliknya lebih cepat dari pada difusi sederhana.

Hal ini disebabkan oleh adanya protein pembawa yang mempercepat pengangkutan.
Molekul protein pembawa setelah mengikat senyawa atau molekul yang akan di bawa,
segera memindahkan senyawa/molekul dari luar ke dalam atau sebaliknya.

Osmosis
Osmosis adalah peristiwa perpindahan molekul air (pelarut) melalui membran
semipermeabel dari larutan yang berkonsentrasi rendah ke larutan yang berkonsentrasi
tinggi. Peristiwa osmosis ini terjadi pada sel.

Peristiwa tersebut bergantung pada perbandingan konsentrasi larutan didalam dan diluar
sel. Jika konsentrasi larutan diluar sel lebih rendah daripada larutan di dalam sel, berarti sel
berada dalam larutan hipotenik. Konsentrasi larutan diluar sel lebih tinggi dari pada larutan
didalam sel, berarti sel berada dalam larutan hipertonik.

Transpor Aktif
Transpor aktif adalah transpor yang menggunakan energi untuk mengeluarkan dan
memasukkan ion-ion dan molekul melalui membran sel yang bersifat selektif permeabel.
Transpor aktif dipengaruhi oleh muatan listrik di dalam sel dan di luar sel. Muatan listrik ini
ditentukan oleh ion natrium (Na+), ion kalium (K+), dan ion klor (C1-).

Keluar masuknya ion Na+ dan K+ diatur oleh pompa natrium-kalium. Pompa natrium-kalium
bertanggung jawab terhadap transpor aktif ganda Na+ dan K+ dari dalam keluar sel. ATP
menyediakan energi untuk transpor. Pompa mengeluarkan tiga ion Na+ dari dalam sel untuk
setiap dua ion K+ yang dimasukkan kedalam sel. Pada protein pengangkut, terdapat untuk
Na+ dan K+ yang dinamakan binding sites.

Berikut adalah gambar dan keterangan 6 tahap transpor aktif pada membran sel:
Tahapan transpor aktif yang terjadi pada membran sel

1. Tiga ion natrium (Na+) diambil dalam sel dan menempati binding sites (tempat terjadinya
ikatan ion atau molekul pada membran).
2. Energi diperlukan untuk mengubah bentuk protein integral pada membran agar membuka ke
bagian luar sel.
3. Protein integral pada membran membuka ke arah luar sel, kemudian melepaskan ion natrium
keluar dari sel.
4. Dua ion kalium (K+) dari luar sel menempati binding sites pada protein integral.
5. Protein integral pada membran kembali pada bentuk semula, yakni membuka kearah dalam
sel.
6. Ion kalium dilepaskan kedalam sel.

Pengangkutan Makromolekul Melewati Selaput Plasma

Makromolekul seperti protein atau atau polisakarida tidak dapat lewat melalui
protein transmembran yang berperan sebagai pembawa. Namun sel tetap
dapat memasukkan dan mengeluarkan makromolekul-makromolekul tersebut.

Pengangkutan makromolekul sangat berbeda dengan pengangkutan


mikromolekul. Mekanisme pengangkutan makromolekul dari lingkungan
eksternal ke dalam suatu vesikula dilakukan melalui suatu lipatan atau
invaginasi membran plasma. Pengambilan makromolekul dari matriks
ekstraseluer dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu fagositosis yaitu
pengambilan maromolekul padat dan pinositosis pengambilan materi berupa
cairan. Fagositosis
Fagosistosis (cell eating) adalah pengambilan bahan padat yang umum dilakukan oleh
beberapa jenis sel tertentu untuk selanjutnya dibawa menuju lisosom.

Organisme bersel tunggal seperti Amoeba dan Ciliata mengambil makanan dengan
menangkap partikel makanan atau organisme kecil dengan melingkupinya dengan merman
plasma. Lipatan kemudia berfusi membentuk sutau vakuola (fagosom) yang akan terpisah
dengan membran plasma. Fagosom selanjutnya akan bergabung dengan lisosom untuk
mencena makanan secara intraseluler.

Pada beberapa hewan tingkat tinggi, fagositosis lebih merupakan suatu mekanisme protektif
dibandingkan cara pengambilan makanan. Mammalia memiliki berbagai macam sel fagosit
seperti makrofag dan neutrofil yang terdapat di dalam darah dan jaringan lain yang akan
memakan organisme, sel-sel yang telah rusak, sel darah merah yang telah tua ataupun
debris.
Endositosis

Pada endositosis, sel memasukan makro molekul dan materi yang sangat kecil dengan cara
membentuk vesikula baru dari membrane plasma. Langkah-langkahnya pada dasarnya
merupakan kebalikan dari eksositosis.

Sebagian kecil luas membrane plasma terbenam terdalam membentuk kantong. Begitu
kantong ini semakin dalam, kantong ini terjepit, membentuk vesikula yang berisi materi yang
telah terdapat diluar selnya. Terdapat tiga jenis endositosis, yaitu fagositosis (pemakanan
seluler) pinositosi (peminuman seluler) dan endositosis yang diperantai reseptor.

Endositosis secara umum dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu: bulk-phase endocytosis
dan receptor-mediated endocytosis. Bulk-phase endocytosis mengambil cairan ektraseluler
tanpa adanya proses pengenalan oleh permukaan membran plasma. bulk-phase
endocytosis dapat diamati dengan memberikan bahan tertentu pada medium kultur seperti
enzim horseradish peroxidase yang akan di ambil oleh sel-sel pada umumnya. Receptor-
mediated endocytosis merupakan pengambilan makromolekul tertentu (ligand) yang akan
berikatan dengan reseptor pada permukaan luar membran.

Eksositosis
Sel mensekresi makro molekul dengan cara menggabungkan vesikula dengan membrane
plasma disebut dengan eksositosis. Vesicula transfor yang lepas dari apparatus golgi
dipindahkan oleh sitoskeleton ke membrane plasma. Ketika membrane vesikula dan
membrane plasma bertemu, molekul lipid keduan bilayer menyusun ulang dirinya sendiri
sehingga kedua membrane bergabung. Kandungan vesikulanya kemudian tumpah dari sel.

Demikian posting Biologi hari ini, semoga bermanfaaat.

Bio duarebu 6/11/2012

Anda mungkin juga menyukai