Anda di halaman 1dari 10

A.

MORFOLOGI TANAMAN MELINJO

Tanaman melinjo (Gnetum gnemon ) adalah


tanaman yang termasuk dalam Gymnospermae ( biji
tertutup ) yang berasal dari Asia tropik, melanesia
dan Pasifik Barat. Tanaman ini termasuk dalam ordo
Gnetales dengan famili Gnetaceae yang memiliki
beragam jenis sebutan dan panggilan berdasarkan
daerah budidaya masing masing.

Morfologi tanaman melinjo

Morfologi tanaman melinjo, dapat dilihat berdarakan ciri ciri tanaman melinjo diantara
yaitu :

1. Akar

Akar tunggang, merayap kepermukaan, berwarna kecoklatan hingga abu abu gelap, dan
juga dalam menembus dengan kedalam tanah 3-5 meter bahkan lebih. Perakaran ini
bermanfaat untuk menyokong tanaman agar lebih kuat dan membantu menyerap unsur air
dalam tanah.

2. Batang

Batang melinjo berbentuk bulan memanjang, dengan diamater 10-20 cm bahkan lebih,
tumbuh tegak dengan panjang mencapai 15 20 m, permukaan batang merata. Batang juga
memiliki percabangan monopodial yaitu batang terlihat jelas, besar dan panjang pertumbuhan
cabangnya.

3. Daun

Daun tunggal, berbentuk bulat oval dan terdiri dari beberapai helai daun, tepi merata, daun
duduk saling berhadapan, dan memiliki pertulangan menyirip. Selain itu, bagian dalam daun
akan memiliki serabut halus berwarna keputihan.

4. Bunga

Bunga tidak sempurna, terpisah antara bunga jantan dan betina. Bunga jantan ini terdiri dari
benang sari, dan bunga betina terdiri dari karangan bulir. Biasanya dalam penyerbukan ini
tidak dilakukan secara langsung, namun tetapi memerlukan bantuan dari angin maupun
hewan sekitarnya.

5. Biji

Biji melinjo terbuka, lapisan luar keras, selaput dalam dilindungi dengan tandan bunga yang
berdaging, biji berwarna hijau muda kalau belum matang dan sudah matang akan berwarna
kemerahan tua.
B. MORFOLOGI TUMBUHAN PAKIS HAJI (CYCAS RUMPII)

Habitus
Termasuk tanaman berperawakan pohon, serupa
palem, termasuk tanaman menahun. Tinggi tanaman
dapat mencapai kurang lebih 4 meter.

Akar
Mempunyasi sistem perakaran tunggang (radix primaria)

Batang
Arah tumbuh batang tegal lurus dengan pola percabangan monopodial. bentuk batang bulat
(teres)

Daun
Daun termasuk daun majemuk menyirip (paripinnatus). anak daun menyirip (peninervis)
duduk daun roset batang. Pada daun yang masuh muda menggulung seperti pada daun paku

Bunga
Bunga termasuk monoecus, strobilus betina terdiri atas megasporofil berbentuk keris
membawa ovulum 2 atau lebih pada pinggir carpelum. Strobilus jantan terminalis dengan
mikrosporofil berbentuk sisik tersusun rapat dan berkayu dan permukaanya tersusun rapat
berkayu, dipermukaanya terdapat mikrosporangium.

Biji
Mikrosporofil berbentuk menyirip dengan bakal biji 2-5 biji dan terdapat dipermukaan
carpelum. Biji berbentuk bulat
C. MORFOLOGI DAMAR

Botani
Sinonim : Agathis alba Foxw.
Deskripsi
Habitus : Pohon, tahunan, tinggi 30 40 m.
Batang : Tegak, berkayu, bulat, lurus, berlentisel, bergetah, abu-abu.
Daun : Tunggal, berhadapan, lonjong, tebal, tepi rata, ujung dan pangkal
runcing, panjang 10 cm, lebar
5 cm, pertulangan menyirip, tangkai panjang 2 cm, hijau mengkilat.
Bunga : Majemuk, berumah satu, bunga jantan bertumpuk pada tunas yang
muda, silindris, ujung runcing, bersisik, merah kecoklatan.
Buah : Lonjong, berperisai pipih seperti sisik, panjang 6 mm, putih
kekuningan.
Biji : Pipih, putih.
Akar : Tunggang, kuat, coklat.

D. MORFOLOGI TANAMAN PINUS


Tanaman Pinus (Pinus merkusii) adalah tanaman perdu yang
tingginya mencapai 10-40 m dan tumbuh pada ketinggian 300-1800 m di
atas permukaan laut. Pohon
pinus ini sering dimanfaatkan
kayunya dan diolah untuk
dijadikan bahan bahan
furniture, perabotan rumah
tangga, korek api, sumpit, dan
masih banyak lagi.

Morfologi Tanaman Pinus


a. Akar

Akar pada Tanaman Pinus merupakan akar tunggang (radix


primaria) tapi juga bercabang cabang. Struktur akarnya kuat,
mencengkeram tanah, dan berwarna cokelat. Memiliki akar lembaga yang
akan terus tumbuh menjadi akar pokok yang bercabang cabang dan
menjadi akar akar yang lebih kecil. Hal ini menyebabkan daerah
perakaran menjadi luas dan jangkauan penyerapan air, unsur hara juga
semakin luas.

b. Batang

Batang pada Tanaman Pinus merupakan pohon yang mempunyai


kayu yang keras. Pohon Pinus ini jika dilihat dari kejauhan akan tampak
seperti berbentuk kerucut atau lima segitiga yang memanjang. Karena
batang Pohon Pinus ini memiliki bagian bawah yang besar dan semakin
ke atas sampai puncaknya mengecil.

Bentuk batang Pohon Pinus ini membulat, memiliki tajuk pohon


muda menyerupai piramida, namun ketika sudah tua menjadi lebih
mneyebar dan rata. Arah tumbuh Pohon Pinus tegak lurus ke atas
(erectus). Permukaan batang Pohon Pinus retak retak dan berwarna
kecoklatan. Percabangan batangnya bersifat monopodial, yaitu batang
pokok (utama) tampak lebih jelas dan pertumbuhannya lebih cepat
daripada batang cabang - cabangnya.

c. Daun

Daun pada Tanaman Pinus termasuk ke dalam daun majemuk


(folium compositum). Pada daun Pinus ini tidak ada bagian terlebar,
karena pangkal dan ujung hampir sama ukurannya. Sedangkan panjang
daun sekitar 10-20 cm.

Daun Pinus memiliki ujung daun (apex folii) berbentuk meruncing


(acuminatus), memiliki pangkal daun (basis folii) berbentuk rompang/
rata (truncatus) dengan diselubungi sisik berupa selaput tipis, dan juga
memiliki tepi daun (margo folii) berbentuk rata (integer), serta ranting
daun berukuran pendek dan berbentuk seperti jarum.

d. Bunga

Bunga pada Tanaman Pinus termasuk ke dalam bunga berkelamin


tunggal (unisexualis). Bunga Pinus ini terbagi menjadi dua, yaitu bunga
jantan dan bunga betina. Bunga jantan memiliki bentuk silindris dengan
panjang sekitar 2-4 cm. Sedangkan bunga betina memiliki bentuk
kerucut, ujungnya runcing, memiliki sisik, berwarna cokelat, dan setiap
bakal biji terdapat sayap, serta terletak di sepertiga bagian atas tajuk
terutama di ujung dahan. Bunga Pinus ini pada umumnya berwarna
kuning ketika muda dan berwarna kecoklatan ketika sudah tua.

e. Buah

Buah pada Tanaman Pinus yaitu Buah Pinus mempunyai bentuk


kerucut, namun ada juga yang silindris. Bentuknya seperti pohon natal
tapi kecil. Mempunyai panjang sekitar 5-10 cm dan lebar sekitar 2-4 cm.
Buah Pinus ini pada umunya berwarna cokelat dan termasuk buah semua
yang tidak dapat dimakan.

f. Biji

Biji pada Tanaman Pinus berbentuk pipih dan bulat telur (oval) dan
dilengkapi dengan sayap yang dihasilkan pada setiap dasar bunga
(recetaculum) atau dari sisik buah. Pada setiap sisik buah menghasilkan
dua biji, dan warna biji Pinus umumnya putih kekuningan.

PORIFERA (HEWAN BERPORI)


Porifera atau biasa disebut sebagai hewan berpori berasal dari kata pori yang
berarti lubang kecil dan fero yang berarti membawa atau mengandung

1. Ciri-ciri Porifera :
a. Merupakan hewan multiselluler (multi = banyak, selluler = sel).
b. Habitat di perairan terutama di air laut.
c. Tubuhnya tersusun atas jaringan diploblastik (terdiri atas 2 lapisan
jaringan).
i. Lapisan ektoderm yang terdiri atas selapis sel yang pipih yang
berfungsi sebagai kulit yang disebut pinakosit.
ii. Lapisan endoderm yang terdiri atas sel leher atau koanosit.
d. Memiliki tubuh yang berbentuk seperti piala atau botol dan hidupnya
bersifat sessil atau menetap atau menempel pada substrat tertentu.
e. Reproduksi vegetatif dengan tunas atau kuncup, gemmule (kuncup dalam),
generatif dengan pembentukan sel gamet.
Coelenterata (Hewan Berongga)

Coelenterata termasuk dalam phylum yang masih primitif. Hewan ini disebut
juga sebagai hewan berongga. Coelon artinya rongga dan entero artinya usus. Jadi,
hewan ini menggunakan rongga tubuh yang dimilikinya sebagai tempat pencernaan
makanan.

1. Ciri-ciri Coelenterata :
a. Tubuh simetri radial.
b. Diploblastik (tubuh terdiri atas dua lapisan jaringan).
c. Memiliki rongga tubuh yang digunakan sebagai usus.
d. Habitat di perairan, baik perairan tawar maupun laut.
e. Pencernaan makanan dengan sistem gastrovaskuler.
f. Memiliki lengan (tentakel) yang dilengkapi dengan sel
beracun atau cnidoblast.
g. Memiliki 2 tipe tubuh, yaitu :
i. Tipe polip, yaitu tipe tubuh yang hidupnya tak bebas
atau menempel pada substrat tertentu.
ii. Tipe medusa (seperti payung ), yaitu tipe yang dapat
hidup bebas karena memiliki kemampuan untuk
berenang.

Platyhelminthes (Cacing Pipih)

Ciri-Ciri Umum Platyhelminthes

Platyhelminthes (cacing pipih) termasuk triploblastik


aselomata. Ciri- ciri umum Platyhelminthes adalah hidup bebas
di air tawar dan tempat lembap, ada juga yang hidup sebagai
parasit, tubuh tidak bersegmen, sistem pencer- naan makanan
tidak sempuma, ekskresi dengan menggunakan flame cells (sel
api), memiliki sistem saraf tangga tali, memiliki mata,
reproduksi secara seksual dan aseksual, memiliki daya regenerasi yang tinggi, serta
merupakan organisme hermafrodit.

Anellida (Cacing Gelang)


Berikut ini adalah ciri-ciri umum filum anellida :

1. Tubuh berbentuk simetris bilateral, dan tersusun atas ruas-ruas.


2. Bersifat metameri, artinya setiap ruas tubuh mempunyai alat
ekskresi, alat pembiakan, otot dan pembuluh darah sendiri, tetapi
antar segmen tidak terkoordinasi.
3. Memiliki coelom atau rongga tubuh
4. Tiap segmen terdapat bulu-bulu pendek yang disebut chaeta
5. Ujung anterior terdapat mulut dan posterior terdapat anus.
Nemathelminthes (Cacing Gilig)

Nemathelminthes memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Nemathelminthes merupakan hewan yang hidup di laut atau air tawar


Bentuk tubuh bulat memanjang (gilig) dengan kedua ujung meruncing, simetris
bilateral, dan tidak bersegmen.
Tubuh mereka ditutupi dengan kutikula
Terdapat rongga tubuh semu (pseudusela) antara usus dan dinding tubuh
Sistem pencernaan lengkap terdiri dari mulut, kerongkongan, usus, dan berakhir pada
anus.
Mulut dilengkapi dengan kait dan pengisap
Sistem pernapasan dan sistem peredaran darah tidak dijumpai, tetapi terdapat cairan
darah dengan hemoglobin.
Sistem saraf tangga tali
Ada yang hidup parasit dan ada yang hidup bebas
nemathelminthes adalah hewan berkelamin tunggal.
Bersifat gonokoris, jantan dan betina mudah dibedakan
Nemathelminthes merupakan hewan endoparasit

Contoh: Ascaris dan cacing tambang, cacing kremi

Mollusca (Hewan Lunak)

Moluska berasal dari bahasa latin: molluscus yang artinya lunak. Moluska adalah
hewan triploblastik slomata yang bertubuh lunak. Mollusca hidup di laut, air tawar, payau,
dan darat. Beberapa Mollusca memiliki cangkang. Filum Mollusca merupakan filum terbesar
kedua setelah Artropoda.

B. Ciri-Ciri Mollusca
1. Ukuran dan bentuk tubuh Mollusca bervariasi.
2. Bertubuh lunak dan tidak beruas-ruas.
3. Hewan triplobastik selomata.
4. Tidak mempunyai tulang belakang
5. Hidup di air dan di darat
6 Memiliki cincin syaraf yang merupakan sistem syaraf
7. Organ ekskresi berupa nefridia
8. Memiliki radula (lidah bergigi).
9. Hewan Heterotof
10. Bereproduksi secar seksual
11. Struktur tubuhnya simetri bilateral
12. Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mineral
Arthropoda (Hewan Berbuku-Buku)

Artropoda memiliki nama lain yaitu hewan berbuku-buku. Artropoda bisa ditemukan
di laut, air tawar, darat, dan di udara. Artropoda bisa menjadi parasit. Filum Artropoda
memiliki spesies yang paling besar, yaitu 75% dari seluruh hewan yang ada di seluruh dunia.

Arthropoda berasal dari bahasa latin: Arthra artinya ruas, buku, segmen, dan Podos
artinya kaki yang berarti merupakan hewan yang memiliki kaki beruas, berbuku, atau
bersegmen. Tubuh Arthropoda merupakan simetri bilateral dan tripoblastik selomata.

Ciri-Ciri Arthropoda

1. Memiliki 3 bagian tubuh utama yaitu tubuh bersegmen (ruas), rangka luar
(eksoskeleton) yang keras, dan ekor.

2. Tubuh dibungkus oleh kutikula sebagai rangka luar yang terbuat dari protein dan
kitin.

3. Esoskleten bersifat kaku dan keras dan dapat mengalami pergantian pada kurun waktu
tertentu yang disebut eksidisis.

4. Ukuran tubuh bervariasi.

5. Bentuk tubuh simetris bilateral.

6. Sifat hidup: parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas.

7. Alat pernapasan: Trakea, insang, dan paru-paru (berbuku)

8. Alat pencernaan lengkap (mulut, kerongkongan, usus, dan anus)

9. Bereproduksi secara seksual dan aseksual.

10. Sistem saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena

11. Hidup di darat, air tawar dan laut.

12. Sistem peredaran darah terbuka, darah tidak memilikik hemoglobin.


Echinodermata (Hewan Berkulit Duri)

Echinodermata berasal dari bahasa Yunani yang artinya Kulit Berduri. Filum
Echinodermata, kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut.
Echinodermata adalah filum hewan terbesear yang tidak memiliki anggota yang hidup di air
tawar atau darat.

Echinodermata mempunyai kulit berduri, simteri radial dan bergerak lamban dengan
bantuan kaki tabung. Dalam ekosistem, Echinodermata berperan sebagai hewan pemakan
bangkai.

Ciri-Ciri Echinodermata
1. Tubuh Echinoderamta terdiri dari 3 lapisan dan
memiliki rongga tubuh atau disebut triploblastik
selomata.
2. Bentuk tubuh simetri bilateral pada saat masih
menjadi larva, dan pada saat dewasa bentuk
tubuhnya simetri radial.
3. Kulit tubuh terdiri dari zat kitin.
4. Mempunyai ambulakral
5. Memiliki sistem penceranaan yang sempurna
kecuali bintang laut yang tidak memiliki anus.
6. Tidak memiliki sistem ekskresi.
7. Perkembangbiakan terjadi secara seksual

TABEL PERBANDINGAN

HEWAN HEWAN
Uraian IKAN KATAK BURUNG
MELATA MENYUSUI
Penutup Sisik Kulit Kulit Bulu Rambut
Tubuh Berlendir Bersisik
Alat Gerak Sirip Waktu Hidup di Air Sayap Kaki
Kecebong dengan sirip,
dengan Sirip, Hidup di
Dewasa darat dengan
dengan Kaki Kaki
Alat Insang Paru-paru, Paru-Paru Paru-paru Paru-Paru
Pernapasan Kulit dan
Insang
Berkembang Bertelur Ovovivipar Ada yang Bertelur Beranak
Biak bertelur dan
ada yang
beranak
Suhu Badan Dingin Dingin Panas Panas Panas