Anda di halaman 1dari 2

SOAL UTS

AUDIT SEKTOR PUBLIK

Dosen: Hermawan B. Prasetyo.,SE.,MSA


Asdos: Ria Septiani,

1. Buatlah matrik balance score card, untuk mengukur kinerja dari STIEKIA
Bojonegoro!
2. Sebut dan jelaskan kode etik akuntan publik!
3. Bagaimana pendapat anda tentang independensi seorang auditor sektor publik
dengan banyaknya fenomena saat ini?
4. Jelaskan proses dan prosedur audit sektor publik?
5. Berdasarkan contoh kasus 1, jawablah pertanyaan berikut:
a. Bagaimana tanggapan anda mengenai masalah pada kasus 1?
b. Berlomba-lomba mencari penyimpangan, bukankah itu lebih baik dengan
auditor berlomba-lomba, bukankah penyimpangan akan lebih cepat
ditemukan. Bagaimana menurut anda? Jelaskan!
c. Apakah menurut anda SPIP itu efektif dalam meminimalkan penyimpangan?
Jelaskan!
Studi Kasus 1: Irjen Depkeu: Auditor Jangan Seperti Orang Berlomba

Rabu, 19 Nopember 2008

Jakarta- para auditor pemeriksa keuangan negara hendaknya tidak seperti orang yang
berlomba-lomba menemukan adanya banyak penyimpangan tanpa mendalami apa yang
menjadi penyebab dan bagaimana cara mengatasinya.

Kecenderungan auditor seperti itu dinilai tidak akan membawa perbaikan dalam
pengelolaan keuangan negara. Demikian disampaikan Inspektur Jenderal Departmen
Keuangan Hekinus Manao kepada kompas, Senin (17/11) di Jakarta.

Selama ini, yang saya lihat, baik Inspektorat Jenderal (Itjen), Departemen, Badan
Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) terlihat hanya seperti orang yang berlomba-lomba mengungkapkan
adanya temuan penyimpangan, tetapi belum mendalami mengapa penyimpangan itu
terjadi dan bagaimana cara mengatasinya, ujar Hekinus.

Menurut Hekinus, dengan cara seperti itu, perbaikan pengelolaan keuangan negara
tidak akan pernah bisa diperbaiki.

Untuk itu dengan adanya Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP), kita
harapkan tidak terjadi cara audit seperti itu, Khususnya di Itjen dan BPKP, tutur
Hekinus. Hekinus menyatakan, Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 Tahun 2008 tentang
SPIP, selain kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, serta
meminimalisasi penyimpangan anggaran dan korupsi di departmen.

Dikatakan oleh Hekinus, mulai tahun depan SPIP mulai diterapkan di seluruh
departmen. Harapan kita, dengan adanya SPIP pengelolaan keuangan negara menjadi
lebih baik lagi. Namun, memang karena ini baru awal, kita masih melihat seperti apa
pelaksanaannya, Kata Hekinus.

Sementara anggota BPK, Baharuddin Aritonang menyatakan sebagai auditor eksternal,


tugas BPK memang mengungkapkan temuan penyimpangan dan memvonisnya, apakah
suatu penyimpangan atau bukan.

Tugas auditor internal pemerintah justru harus membantu departmen menyusun laporan
keuangan yang baik dan benar sesuai prinsip standar akuntansi. Jika tidak, ya seperti
sekarang ini, disclaimer atau tidak dapat dinyatakan apa-apa opini laporan
keuangannya, Ujar Baharuddin.

Baharuddin menambahkan, apabila BPK sudah mengungkapkan temuannya, sebaiknya


departmen berlomba-lomba untuk memperbaiki pengelolaan keuangannya. Jangan
sampai disclaimer terus menerus, tuturnya. (har)

Sumber: Danny Darussalam Tax Center Online